Author Topic: Arus Hayat  (Read 83313 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

August 13, 2019, 05:47:16 AM
Reply #1910
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23477
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16

http://arushayat.blogspot.com/2019

13 August 2019
Lukas - Minggu 27 Selasa

Pembacaan Alkitab: Luk. 23:44-49
Doa baca: “Ketika itu hari sudah kira-kira jam dua belas dan kegelapan meliputi seluruh bumi sampai jam tiga” (Luk. 23:44)


Menderita Penghakiman dari Allah


Selama bagian kedua dari enam jam di atas salib, Manusia-Penyelamat menderita penghakiman Allah bagi orang-orang dosa untuk menggenapkan kematian yang menggantikan mereka. Sebagai Penebus (bukan lagi sebagai seorang martir yang menderita penganiayaan) Dia menderita penghakiman Allah bagi kita, orang-orang dosa.

Dalam Lukas 23:44-45 ada dua hal yang digenapkan oleh Allah: kegelapan meliputi seluruh daerah itu dan tirai Bait Suci terkoyak. Kegelapan itu adalah satu petunjuk bahwa Allah yang benar telah datang menghakimi Tuhan Yesus sebagai Pengganti dan Penebus kita. Dia adalah pengganti yang unik, yang universal bagi manusia. Selama waktu inilah Allah menganggap Dia sebagai Pengganti kita yang menderita karena dosa (Yes. 53:10). Kegelapan meliputi seluruh daerah itu karena sifat dosa dan perbuatan dosa kita dan semua hal negatif sedang ditanggulangi. Allah bahkan meninggalkan Dia (Mat. 27:46) karena dosa kita. Kemudian, tirai Bait Suci terkoyak menjadi dua “dari atas sampai ke bawah” (Mat. 27:51). Pengoyakan tirai ini menandakan pemisahan antara Allah dengan manusia telah dilenyapkan, karena daging dosa (yang dilambangkan oleh tirai), yang telah dikenakan Kristus (Rm. 8:3), telah disalibkan (Ibr. 10:20). “Dari atas sampai ke bawah” menunjukkan bahwa pengoyakan tirai itu adalah perbuatan Allah.

Dalam tiga jam kedua, Allah menaruh semua dosa kita pada Tuhan Yesus. Allah menganggap Dia sebagai Pengganti kita, sebagai Dia yang memikul dosa-dosa kita dan dijadikan dosa karena kita di pandangan Allah, maka Allah meninggalkan Dia. Ketika Yesus memikul dosa-dosa kita dan dijadikan dosa di atas salib, Dia dianggap oleh Allah sebagai Anak Domba Allah (Yoh. 1:29). Masalah dosa ini telah dipecahkan oleh kematian-Nya yang menggantikan kita. Puji Tuhan atas kematian-Nya yang menggantikan kita dan membebaskan kita dari belenggu dosa. Karena itu kita perlu dengan setia mengingat Dia sampai Dia datang kembali.


Sumber: Pelajaran-Hayat Lukas, Buku 3, Berita 52


August 14, 2019, 04:00:06 PM
Reply #1911
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23477
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16

http://arushayat.blogspot.com/2019

14 August 2019
Lukas - Minggu 27 Rabu

Pembacaan Alkitab: Luk. 23:26-49
Doa baca: “Ketika mereka membawa Yesus, mereka menahan seorang yang bernama Simon dari Kirene, yang baru datang dari luar kota, lalu mereka meletakkan salib itu di atas bahunya, supaya dipikulnya sambil mengikuti Yesus.” (Luk. 23:26)


Memikul Salib dan Mengikut Tuhan


Memikul salib sesungguhnya adalah bukan masalah penderitaan, melainkan mempertahankan diri di bawah pengakhiran maut. Salib Kristus menamatkan, dan kita harus berada di tempat penamatan ini. Untuk tetap tinggal di bawah penamatan ialah memikul salib. Untuk menempuh jalan salib guna memasuki kemuliaan, menuntut kesediaan kita untuk tidak menggunakan pikiran kita secara alamiah. Kita harus menyangkal diri, memikul salib, dan mengikut Kristus. Tidak mungkin seorang yang menggunakan pikirannya secara alamiah mampu menjadi pengikut Kristus yang baik.

Banyak orang Kristen berpendapat keliru tentang salib. Mereka mengira bahwa salib hanyalah suatu penderitaan. Namun, salib tidak berarti penderitaan melainkan pembunuhan (Mat. 16:24). Tujuan terakhir salib bukan membuat Anda menderita, melainkan untuk mengakhiri Anda, membunuh Anda. Firman Tuhan mengenai salib dalam Matius 16 tidak mengandung konsepsi menderita, konsepsi-Nya tentang salib ialah membunuh.

Tuhan Yesus pertama-tama memikul salib, kemudian disalibkan di atas salib dan diakhiri. Ketika Tuhan Yesus memikul salib, Ia terus menerus di bawah pembunuhan, bukan penderitaan. Hanya menghubungkan salib dengan penderitaan itu suatu konsepsi yang keliru. Tuhan Yesus memikul salib segera setelah pembaptisan-Nya. Baptisan berarti memasukkan orang yang dibaptis ke dalam kematian, diakhiri, dan dikubur. Sejak saat baptisan-Nya, Tuhan Yesus terus menerus menaruh diri-Nya di bawah salib dan mempertahankan diri-Nya di sana. Ia seorang yang terus-menerus dimatikan, sedangkan kita adalah kebalikannya. Sebab kita terlebih dulu disalibkan bersama-sama dengan Dia, baru kemudian memikul salib. Hari ini, kita pun tidak boleh hanya sekedar mengikuti Dia secara luaran, melainkan perlu mengalami pengakhiran secara batini.


Sumber: Pelajaran-Hayat Lukas, Buku 3, Berita 52


August 15, 2019, 06:16:49 AM
Reply #1912
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23477
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16

http://arushayat.blogspot.com/2019

15 August 2019
Lukas - Minggu 27 Kamis

Pembacaan Alkitab: Luk. 23:26-56; Yoh. 1:29
Doa baca: “Keesokan harinya Yohanes melihat Yesus datang kepadanya dan ia berkata, ‘Lihatlah Anak Domba Allah, yang menghapus dosa dunia.’” (Yoh. 1:29)


Tujuh Status Kematian Manusia-Penyelamat (1)


Kematian Tuhan Yesus di atas kayu salib bukan hanya kematian yang menggantikan, melainkan kematian-Nya juga adalah kematian yang almuhit. Karena Manusia-Penyelamat adalah satu Persona yang almuhit, maka kematian-Nya di atas salib adalah kematian yang almuhit. Ketika Dia mati di atas kayu salib, Dia mati dengan tujuh status.

Pertama, Dia mati sebagai Anak Domba Allah untuk membereskan sifat dosa dan perbuatan dosa. Yohanes 1:29 mengatakan, “Lihatlah Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia!” Di sini dunia menunjukkan umat manusia. Satu Korintus 15:3, 1 Petrus 2:24, dan Ibrani 9:28 menunjukkan bahwa Tuhan Yesus mati bagi perbuatan dosa kita sebagai Anak Domba Allah. Selanjutnya, menurut 2 Korintus 5:21 dan Ibrani 9:26, kematian-Nya membereskan sifat dosa. Karena itu, baik sifat dosa maupun perbuatan dosa dibereskan oleh Anak Domba Allah, yang berada di bawah penghakiman Allah di atas salib. Kedua, Dia juga mati sebagai seorang Manusia dalam daging. Sebagai Firman yang bersama-sama dengan Allah dan yang adalah Allah, Dia menjadi daging (Yoh. 1:1, 14). Sebagai seorang Manusia dalam daging, Dia hanya memiliki rupa, bentuk dari manusia yang telah jatuh; tetapi Dia tidak memiliki sifat manusia yang jatuh. Dia berada dalam rupa daging dosa (Rm. 8:3), tetapi Dia tidak memiliki sifat dosa yang sesungguhnya. Karena itu, kematian-Nya membereskan sifat dosa, perbuatan dosa, dan daging yang telah jatuh.

Ketiga, Dia juga mati sebagai seorang manusia dalam ciptaan lama. Roma 6:6 mengatakan bahwa manusia lama kita telah turut disalibkan bersama dengan-Nya. Keempat, Dia juga mati sebagai ular. Tuhan disalibkan dalam bentuk seekor ular untuk membereskan Satan, Iblis, si ular tua. Melalui disalibkan sebagai ularlah Tuhan Yesus meremukkan kepala ular (Kej. 3:15). Dengan status seekor ular di bawah penghakiman Allah, Dia telah membereskan Iblis dan dunianya, sistem setan. Puji syukur atas kematian-Nya yang almuhit!


Sumber: Pelajaran-Hayat Lukas, Buku 3, Berita 53

August 16, 2019, 06:34:08 AM
Reply #1913
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23477
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16

http://arushayat.blogspot.com/2019

16 August 2019
Lukas - Minggu 27 Jumat

Pembacaan Alkitab: Luk. 23:26-56; Ef. 2:14-15; Ibr. 10:20
Doa baca: “Sebab dengan kematian-Nya sebagai manusia Ia telah membatalkan hukum Taurat dengan segala perintah dan ketentuannya, untuk menciptakan keduanya menjadi satu manusia baru di dalam diri-Nya, dan dengan itu mengadakan damai sejahtera.” (Ef. 2:15)


Tujuh Status Kematian Manusia-Penyelamat (2)


Status kelima ketika Tuhan Yesus mati di atas salib, adalah sebagai Yang sulung dari semua ciptaan (Kol. 1:15). Dia mati sebagai Yang pertama dari ciptaan lama. Melalui kematian-Nya di atas kayu salib seluruh ciptaan lama telah dibereskan. Keenam, Kristus mati sebagai Pembuat damai sejahtera. Kristus mati di atas salib untuk membatalkan semua ketentuan di antara manusia. Khususnya, Dia mati untuk menghapuskan pemisah di antara orang Yahudi dengan orang bukan Yahudi. Pemisah ini bukan hanya ada di antara orang Yahudi dengan orang bukan Yahudi, tetapi juga ada di setiap bangsa dan ras. Tanpa penyingkiran pemisah-pemisah ini, kita tidak akan menjadi satu dalam Tuhan Yesus sebagai Tubuh-Nya. Melalui kematian-Nya, segala ketentuan telah dibatalkan oleh Manusia-Penyelamat di atas salib. Terakhir, Kristus mati di atas salib sebagai sebutir biji gandum (Yoh. 12:24). Tuhan mati di atas salib sebagai biji gandum untuk membebaskan hayat ilahi dari dalam-Nya.

Kematian Kristus adalah kematian yang almuhit karena Dia adalah satu Persona yang almuhit. Karena kematian Tuhan itu almuhit, maka ketika Dia mati di atas salib, banyak hal yang telah dibereskan. Sifat dosa, perbuatan dosa, daging, manusia lama, Iblis, dunia, ciptaan lama, dan ketentuan-ketentuan semuanya telah dibereskan. Selain itu, hayat ilahi dengan kekayaan ilahinya dibebaskan dari dalam Tuhan Yesus. Kematian-Nya yang almuhit telah menghapus semua hal negatif dan telah membebaskan semua hal positif. Kematian Kristus yang almuhit juga bersifat kekal, digenapkan satu kali untuk selamanya. Ini berarti Dia tidak perlu mati lagi. Melalui kematian Tuhan yang almuhit ini sekarang kita adalah umat yobel. Sebagai umat yobel hari ini, kita perlu menjadi umat yang bersukacita senantiasa karena Dia telah membebaskan kita.


Sumber: Pelajaran-Hayat Lukas, Buku 3, Berita 53


August 17, 2019, 05:55:59 AM
Reply #1914
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23477
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16

http://arushayat.blogspot.com/2019

17 August 2019
Lukas - Minggu 27 Sabtu

Pembacaan Alkitab: Luk. 23:50-56
Doa baca: “Adalah seorang yang bernama Yusuf. Ia anggota Majelis Besar, dan seorang yang baik lagi benar.“ (Luk. 23:50)

Melayani dengan Setia dan Bagian dalam Kerajaan


Setelah Tuhan menggenapkan kematian-Nya yang almuhit, suasana penderitaan-Nya segera berubah menjadi suasana yang terhormat. Dia dikubur oleh Yusuf dari Arimatea, seorang yang kaya dengan kedudukan yang tinggi (Mat. 27:57). Yusuf mengambil tubuh Yesus dan “mengapaninya dengan kain lenan, lalu membaringkannya di dalam kubur yang digali di dalam bukit batu, di mana belum pernah dibaringkan mayat” (Luk. 23:53). Di tempat orang yang terhormat dengan standar yang tinggi Tuhan beristirahat pada hari Sabat, menunggu saat kebangkitan dari antara orang mati.

Manusia-Penyelamat dikubur dengan dibungkus kain lenan serta dibubuhi campuran minyak mur dan rempah-rempah (Yoh. 19:39-40). Dia dihina di kayu salib, tetapi Dia dihormati dalam penguburan-Nya. Tuhan Yesus dikuburkan dengan cara yang sangat mulia. Ketika Tuhan Yesus dikubur, Dia dikubur dengan standar Yang almuhit. Jika kita mengenal kebenaran dalam Kitab Suci, kita akan mengenal bahwa kita disalib bersama Tuhan Yesus, kemudian kita juga dikuburkan bersama Dia. Ini menunjukkan bahwa kita telah diakhiri; kita telah sepenuhnya dibawa kepada suatu pengakhiran. Sebagai orang-orang yang telah jatuh, dalam daging, dan milik ciptaan lama, kita telah disalib dan dikubur. Di dalam kubur-Nya, semua masalah telah berlalu, karena sifat dosa, perbuatan dosa, daging, manusia lama, Iblis, dunia, ciptaan, dan semua ketentuan telah ditanggulangi. Setelah mengalami kematian yang demikian almuhit, Tuhan dikuburkan dengan penuh damai sejahtera dan terhormat.

Kita perlu ingat bahwa kita telah disalibkan bersama Kristus. Terhadap hal ini, kita mungkin masih meronta-ronta. Tetapi begitu kita nampak bahwa kita juga telah dikuburkan bersama dengan Kristus, maka tidak ada lagi perontaan. Penguburan menghasilkan keadaan damai yang penuh sejahtera. Karena kita telah dikuburkan bersama Kristus, maka kita harus hanya tinggal dalam perhentian.


Sumber: Pelajaran-Hayat Lukas, Buku 3, Berita 53

August 18, 2019, 04:53:15 AM
Reply #1915
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23477
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16

http://arushayat.blogspot.com/2019

17 August 2019
Lukas - Minggu 27 Sabtu

Pembacaan Alkitab: Luk. 23:50-56
Doa baca: “Adalah seorang yang bernama Yusuf. Ia anggota Majelis Besar, dan seorang yang baik lagi benar.“ (Luk. 23:50)

Melayani dengan Setia dan Bagian dalam Kerajaan


Setelah Tuhan menggenapkan kematian-Nya yang almuhit, suasana penderitaan-Nya segera berubah menjadi suasana yang terhormat. Dia dikubur oleh Yusuf dari Arimatea, seorang yang kaya dengan kedudukan yang tinggi (Mat. 27:57). Yusuf mengambil tubuh Yesus dan “mengapaninya dengan kain lenan, lalu membaringkannya di dalam kubur yang digali di dalam bukit batu, di mana belum pernah dibaringkan mayat” (Luk. 23:53). Di tempat orang yang terhormat dengan standar yang tinggi Tuhan beristirahat pada hari Sabat, menunggu saat kebangkitan dari antara orang mati.

Manusia-Penyelamat dikubur dengan dibungkus kain lenan serta dibubuhi campuran minyak mur dan rempah-rempah (Yoh. 19:39-40). Dia dihina di kayu salib, tetapi Dia dihormati dalam penguburan-Nya. Tuhan Yesus dikuburkan dengan cara yang sangat mulia. Ketika Tuhan Yesus dikubur, Dia dikubur dengan standar Yang almuhit. Jika kita mengenal kebenaran dalam Kitab Suci, kita akan mengenal bahwa kita disalib bersama Tuhan Yesus, kemudian kita juga dikuburkan bersama Dia. Ini menunjukkan bahwa kita telah diakhiri; kita telah sepenuhnya dibawa kepada suatu pengakhiran. Sebagai orang-orang yang telah jatuh, dalam daging, dan milik ciptaan lama, kita telah disalib dan dikubur. Di dalam kubur-Nya, semua masalah telah berlalu, karena sifat dosa, perbuatan dosa, daging, manusia lama, Iblis, dunia, ciptaan, dan semua ketentuan telah ditanggulangi. Setelah mengalami kematian yang demikian almuhit, Tuhan dikuburkan dengan penuh damai sejahtera dan terhormat.

Kita perlu ingat bahwa kita telah disalibkan bersama Kristus. Terhadap hal ini, kita mungkin masih meronta-ronta. Tetapi begitu kita nampak bahwa kita juga telah dikuburkan bersama dengan Kristus, maka tidak ada lagi perontaan. Penguburan menghasilkan keadaan damai yang penuh sejahtera. Karena kita telah dikuburkan bersama Kristus, maka kita harus hanya tinggal dalam perhentian.


Sumber: Pelajaran-Hayat Lukas, Buku 3, Berita 53



August 19, 2019, 05:17:42 AM
Reply #1916
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23477
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16

http://arushayat.blogspot.com/2019

19 August 2019
Lukas - Minggu 28 Senin
Pembacaan Alkitab: Luk. 24:1-12; Yoh. 2:19
Doa baca: “Jawab Yesus kepada mereka, ‘Runtuhkan Bait Suci ini, dan dalam tiga hari Aku akan mendirikannya kembali.’” (Yoh. 2:19).


Kebangkitan Manusia-Penyelamat (1)


Setelah Tuhan hidup di bumi selama tiga puluh tiga setengah tahun, bekerja dalam ministri-Nya selama tiga setengah tahun, Dia disalibkan dan dikubur. Jika Dia tetap tinggal dalam kubur, itu berarti Allah tidak membenarkan Manusia- Penyelamat dan apa yang telah Dia lakukan. Namun, Manusia-Penyelamat bangkit. Menurut Perjanjian Baru, kebangkitan Tuhan ini disinggung dalam dua cara. Pertama, Dia membuat diri-Nya sendiri bangkit. Dalam Yohanes 2:19 Tuhan mengatakan bahwa Dia akan membangkitkan tubuh-Nya dalam tiga hari. Tuhan Yesus memiliki kuasa untuk mati dan bangkit dari antara orang mati. Karena itu, di satu pihak, Dia bangkit sendiri dari antara orang mati. Di pihak lain, Perjanjian Baru juga menunjukkan bahwa Dia dibangkitkan oleh Allah. Kisah Para Rasul 2:32 mengatakan, “Yesus inilah yang dibangkitkan Allah,” dan Kisah Para Rasul 3:15 mengatakan, “Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati.”

Tuhan bangkit sendiri, memperlihatkan kuat kuasa hayat-Nya, kekuatan hayat kebangkitan-Nya. Tetapi Allah membangkitkan Dia dari antara orang mati adalah satu tanda bahwa Dia dibenarkan dan ditegaskan oleh Allah. Ini adalah satu bukti bahwa Allah membenarkan hakiki Tuhan dan apa yang telah Tuhan lakukan di bumi. Roma 3:24 menunjukkan bahwa kematian Kristus menggenapkan dan memuaskan tuntutan-tuntutan kebenaran Alah supaya kita dibenarkan oleh Allah melalui kematian-Nya. Kebangkitan Kristus adalah satu bukti bahwa Allah telah puas dengan kematian-Nya bagi kita. Dari hal ini kita memiliki jaminan bahwa Allah telah menerima apa yang Kristus lakukan bagi kita di atas salib. Kita dibenarkan oleh Allah karena kematian Kristus, dan di dalam Kristus, kita diperkenan di hadapan Allah. Hari ini pun kita perlu bersandar dan mengalami Dia sebagai Yang bangkit itu. Sekalipun kita banyak mengalami kegagalan, kita perlu ingat bahwa Sang bangkit itu ada di dalam kita.


Sumber: Pelajaran-Hayat Lukas, Buku 3, Berita 54


August 21, 2019, 07:33:59 AM
Reply #1917
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23477
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://arushayat.blogspot.com/2019

21 August 2019
Lukas - Minggu 28 Rabu

Pembacaan Alkitab: Luk. 24:13-35
Doa baca: “Ketika mereka sedang bercakap-cakap dan bertukar pikiran, datanglah Yesus sendiri mendekati mereka, lalu berjalan bersama-sama dengan mereka.” (Luk. 24:15).


Menampakkan Diri kepada Kedua Murid


Lukas 24:13-35 mencatat kisah Manusia- Penyelamat menampakkan diri kepada dua murid. Dua murid ini sangat putus asa, sangat kecewa. Karena mereka putus asa, maka mereka tidak tinggal di Yerusalem. Sebaliknya, mereka meninggalkan Yerusalem dan pergi ke Emaus. Tetapi, Manusia- Penyelamat dalam kebangkitan berjalan bersama dengan dua murid ini. Setelah Dia masuk dalam kebangkitan, Dia menjadi mahaada. Karena Dia itu mahaada, kita tidak dapat menjauh dari diri-Nya. Kisah ini membuktikan bahwa Kristus yang bangkit ini menyertai kita di mana saja kita berada. Kedua murid itu tidak nampak bahwa mereka buta, dan dalam kebutaannya mereka mengira lebih tahu daripada Penyelamat yang bangkit.

Kedua murid itu mengenal Penyelamat dalam daging (2 Kor. 5:16), bukan di dalam kebangkitan-Nya. Mereka mengetahui kuasa-Nya dalam pekerjaan dan perkataan, bukan kuasa kebangkitan-Nya (Flp. 3:10). Karena itu, Manusia -Penyelamat membukakan Kitab Suci dan juga mata murid- murid, karena dalam Kitab Suci ada satu catatan yang penuh, wahyu yang lengkap, mengenai Kristus dan kematian serta kebangkitan-Nya.

Tuhan datang kepada mereka dengan tujuan membuka mata mereka. Penyelamat telah berjalan bersama mereka dan tinggal bersama mereka, tetapi Dia memerlukan mereka memberikan roti untuk dipecah-pecahkan, agar Dia dapat membuka mata mereka sehingga melihat Dia. Begitu mata mereka dibukakan, mereka pun mengenal Dia. Segera setelah mata kedua murid itu terbuka dan mereka mengenal Dia, “Ia lenyap dari tengah-tengah mereka.” Penyelamat hanya membuat kehadiran- Nya tidak kelihatan, namun Ia masih bersama mereka. Akhirnya, kedua murid itu kembali ke Yerusalem dengan berkobar-kobar (Luk. 24:33, 35). Hari ini, dalam kebangkitan, Dia telah menjadi Kristus yang pneumatik, Roh itu, tinggal dalam kita; Dia selalu beserta dengan kita dan mengajar kita dari dalam.


Sumber: Pelajaran-Hayat Lukas, Buku 3, Berita 54



August 22, 2019, 06:28:28 AM
Reply #1918
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23477
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16

http://arushayat.blogspot.com/2019

22 August 2019
Lukas - Minggu 28 Kamis

Pembacaan Alkitab: Luk. 24:36-49
Doa baca: “Sementara mereka bercakap-cakap tentang hal-hal itu, Yesus tiba-tiba berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata kepada mereka, ‘Damai sejahtera bagi kamu!’ Mereka terkejut dan takut dan menyangka bahwa mereka melihat hantu.” (Luk. 24:36-37).


Membuka Pikiran Mereka untuk Memahami Kitab Suci


Dalam Lukas 24:36-49 tercantum penampakan Manusia-Penyelamat kepada murid-murid dan pemberian amanat-Nya kepada mereka. Murid-murid, termasuk Petrus, terkejut dengan penampakan Manusia-Penyelamat ini. Mereka tidak dapat memahami bagaimana Dia tiba-tiba dapat menampakkan diri di dalam ruangan di mana mereka berkumpul saat itu. Pintu telah ditutup dan tidak ada seorang pun yang membukanya. Meskipun demikian, Tuhan menampakkan diri dengan satu tubuh jasmani. Dia masuk ke dalam ruangan itu sebagai Roh itu, namun dengan satu tubuh jasmani, tubuh yang dapat dijamah. Tanda pakunya masih dapat dilihat. Tempat pada lambung-Nya yang telah ditusuk dengan tombak masih dapat dilihat dan dijamah. Di sini kita nampak tubuh kebangkitan Manusia-Penyelamat, yang rohani (1 Kor. 15:44) dan satu tubuh kemuliaan (F1p. 3:21).

Sebagaimana Manusia-Penyelamat telah membuka Kitab Suci kepada murid-murid pada perjalanan ke Emaus, demikian juga sekarang Dia membuka firman ini kepada orang-orang yang ada di dalam ruangan itu. Dia juga membuka pikiran mereka untuk memahami Kitab Suci. Ia berkata kepada mereka bahwa semua yang tertulis tentang Dia dalam Kitab Taurat Musa dan kitab nabi-nabi dan Kitab Mazmur harus digenapi. “Lalu Ia membuka pikiran mereka, sehingga mereka mengerti Kitab Suci” (ayat 45). Perkataan Penyelamat dalam Lukas 24:44-45 menyingkapkan bahwa seluruh Perjanjian Lama merupakan wahyu tentang Dia dan Dia adalah inti dan isinya. Fakta bahwa Dia membuka pikiran murid-murid menunjukkan bahwa untuk mengerti Kitab Suci, pikiran kita perlu dibuka oleh Tuhan melalui penerangan-Nya (Ef. 1:18). Karena itu, setiap kali kita datang pada Alkitab, kita perlu berdoa untuk meminta penerangan dari Tuhan.


Sumber: Pelajaran-Hayat Lukas, Buku 3, Berita 55


August 23, 2019, 11:57:45 AM
Reply #1919
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23477
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://arushayat.blogspot.com/2019

23 August 2019
Lukas - Minggu 28 Jumat

Pembacaan Alkitab: Luk. 24:36-49
Doa baca: “Dan lagi: Dalam nama-Nya berita tentang pertobatan untuk pengampunan dosa harus disampaikan kepada segala bangsa, mulai dari Yerusalem. Kamulah saksi-saksi dari semuanya ini.” (Luk. 24:47-48).


Mengumumkan Pengampunan Dosa


Pertemuan Manusia-Penyelamat dengan murid-murid dalam Lukas 24 adalah waktu yang tepat bagi-Nya untuk memberikan amanat kepada mereka guna memberitakan pengampunan dosa. Setelah menunjukkan kepada mereka bahwa ada tertulis bahwa Kristus harus menderita dan bangkit dari antara orang mati pada hari ketiga, Dia memberi tahu mereka bahwa “Dalam nama-Nya berita tentang pertobatan untuk pengampunan dosa harus disampaikan kepada segala bangsa” (ayat 47). Pengampunan dosa hanya dapat diumumkan setelah kematian Manusia-Penyelamat bagi manusia yang berdosa digenapkan dan telah dikuatkan oleh kebangkitan-Nya. Mengumumkan pengampunan dosa adalah mengumumkan yobel yaitu pembebasan para tawanan dari perbudakan dan belenggu. Aspek yobel yang pertama adalah pengampunan dosa. Menurut kitab-kitab selanjutnya dari Perjanjian Baru, pengampunan dosa membawa orang-orang yang diampuni itu masuk ke dalam kekayaan Allah Tritunggal. Karena itu, pengampunan dosa membawa kita ke dalam kenikmatan terhadap Allah Tritunggal. Inilah yobel.

Untuk mengumumkan pengampunan dosa, murid-murid Manusia-Penyelamat perlu diperlengkapi lebih jauh. Secara esensial, mereka telah memiliki apa yang mereka perlukan yaitu Roh esensial bagi hayat dan kehidupan mereka; namun, secara ekonomikal, mereka masih kekurangan. Karena itu, mereka perlu menunggu di Yerusalem sampai Tuhan mencurahkan Roh ekonomikal sesuai janji Bapa kepada mereka yaitu kuasa dari tempat tinggi, ini adalah bagi ministri dan pekerjaan mereka. Janji itu digenapkan dalam Kisah Para Rasul 2 pada hari Pentakosta. Kita yang telah dibawa ke dalam yobel, telah diperlengkapi kita dengan Roh kuasa. Ini adalah agar kita memiliki kuasa untuk dapat mengumumkan pengampunan dosa, yaitu mengumumkan yobel.


Sumber: Pelajaran-Hayat Lukas, Buku 3, Berita 55



 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)