Author Topic: Arus Hayat  (Read 83312 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

August 24, 2019, 07:17:43 AM
Reply #1920
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23477
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://arushayat.blogspot.com/2019

24 August 2019
Lukas - Minggu 28 Sabtu

Pembacaan Alkitab: Luk. 24:50-53
Doa baca: “Lalu Yesus membawa mereka ke luar kota sampai dekat Betania. Di situ Ia mengangkat tangan-Nya dan memberkati mereka. Ketika Ia sedang memberkati mereka, Ia berpisah dari mereka dan terangkat ke surga.” (Luk. 24:50-51).


Hayat dalam Kebangkitan-Nya dan Kuasa dalam Kenaikan-Nya


Dalam Injilnya Lukas menyajikan lima aspek yang penting dan sempurna mengenai Manusia-Penyelamat: kelahiran, ministri, kematian, kebangkitan, dan kenaikan-Nya. Kelahiran Manusia-Penyelamat adalah dari dan dengan Roh Allah secara esensial. Ini membuat Dia menjadi seorang manusia-Allah untuk menjadi Manusia-Penyelamat (Luk. 1:35). Ministri-Nya adalah oleh dan melalui Roh Allah secara ekonomikal untuk melaksanakan ekonomi Allah dalam yobel-Nya (4:18-19). Kematian-Nya adalah oleh manusia-Allah untuk menggenapkan penebusan Allah bagi manusia (23:42-43). Kebangkitan-Nya adalah penegasan Allah terhadap-Nya dan terhadap pekerjaan-Nya, keberhasilan-Nya dalam semua pencapaian­Nya, dan kemenangan-Nya atas musuh universal Allah. Kenaikan-Nya adalah peninggian Allah terhadap-Nya. Dalam kenaikan-Nya Manusia-Penyelamat dimahkotai, dinobatkan, dan dijadikan Tuhan dari semua, Kepala atas segala sesuatu bagi gereja, dan Imam Besar di surga yang memberi suplai hayat dari kekayaan ilahi ke dalam semua orang beriman­Nya.

Sebagai orang-orang yang percaya kepada Kristus, kita berada dalam kebangkitan dan kenaikan-Nya. Dalam kebangkitan kita memiliki hayat, dan dalam kenaikan kita memiliki kekuatan dan kekuasaan. Kita perlu nampak bahwa kita ada di dalam Kristus, dan Kristus bukan lagi berada di dalam kubur melainkan berada dalam kebangkitan dan kenaikan. Kita tidak perlu merasakan ini atau merabanya - kita hanya perlu melihatnya. Melihat menghasilkan kepercayaan. Bila kita melihat, kita percaya. Tetapi bagaimana kita dapat melihat? Kita melihat melalui Tuhan membukakan firman itu dan membuka mata kita. Tuhan perlu kerja sama kita, Dia sudah membukakan firman dan mata kita, kita pun perlu senantiasa datang kepada Firman Tuhan.


Sumber: Pelajaran-Hayat Lukas, Buku 3, Berita 55


August 25, 2019, 04:34:43 AM
Reply #1921
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23477
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://arushayat.blogspot.com/2019

24 August 2019
Lukas - Minggu 28 Sabtu

Pembacaan Alkitab: Luk. 24:50-53
Doa baca: “Lalu Yesus membawa mereka ke luar kota sampai dekat Betania. Di situ Ia mengangkat tangan-Nya dan memberkati mereka. Ketika Ia sedang memberkati mereka, Ia berpisah dari mereka dan terangkat ke surga.” (Luk. 24:50-51).


Hayat dalam Kebangkitan-Nya dan Kuasa dalam Kenaikan-Nya


Dalam Injilnya Lukas menyajikan lima aspek yang penting dan sempurna mengenai Manusia-Penyelamat: kelahiran, ministri, kematian, kebangkitan, dan kenaikan-Nya. Kelahiran Manusia-Penyelamat adalah dari dan dengan Roh Allah secara esensial. Ini membuat Dia menjadi seorang manusia-Allah untuk menjadi Manusia-Penyelamat (Luk. 1:35). Ministri-Nya adalah oleh dan melalui Roh Allah secara ekonomikal untuk melaksanakan ekonomi Allah dalam yobel-Nya (4:18-19). Kematian-Nya adalah oleh manusia-Allah untuk menggenapkan penebusan Allah bagi manusia (23:42-43). Kebangkitan-Nya adalah penegasan Allah terhadap-Nya dan terhadap pekerjaan-Nya, keberhasilan-Nya dalam semua pencapaian­Nya, dan kemenangan-Nya atas musuh universal Allah. Kenaikan-Nya adalah peninggian Allah terhadap-Nya. Dalam kenaikan-Nya Manusia-Penyelamat dimahkotai, dinobatkan, dan dijadikan Tuhan dari semua, Kepala atas segala sesuatu bagi gereja, dan Imam Besar di surga yang memberi suplai hayat dari kekayaan ilahi ke dalam semua orang beriman­Nya.

Sebagai orang-orang yang percaya kepada Kristus, kita berada dalam kebangkitan dan kenaikan-Nya. Dalam kebangkitan kita memiliki hayat, dan dalam kenaikan kita memiliki kekuatan dan kekuasaan. Kita perlu nampak bahwa kita ada di dalam Kristus, dan Kristus bukan lagi berada di dalam kubur melainkan berada dalam kebangkitan dan kenaikan. Kita tidak perlu merasakan ini atau merabanya - kita hanya perlu melihatnya. Melihat menghasilkan kepercayaan. Bila kita melihat, kita percaya. Tetapi bagaimana kita dapat melihat? Kita melihat melalui Tuhan membukakan firman itu dan membuka mata kita. Tuhan perlu kerja sama kita, Dia sudah membukakan firman dan mata kita, kita pun perlu senantiasa datang kepada Firman Tuhan.


Sumber: Pelajaran-Hayat Lukas, Buku 3, Berita 55



August 26, 2019, 05:38:01 AM
Reply #1922
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23477
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://arushayat.blogspot.com/2019

26 August 2019
Lukas - Minggu 29 Senin

Pembacaan Alkitab: 2 Kor. 4:4b; Kej. 1:26a; 1 Tim. 3:16
Doa baca: “Sesungguhnya agunglah rahasia ibadah kita, 'Dia, yang telah menyatakan diri-Nya dalam rupa manusia, dibenarkan dalam Roh; yang menampakkan diri-Nya kepada malaikat-malaikat, diberitakan di antara bangsa-bangsa; yang dipercayai di dalam dunia, diangkat dalam kemuliaan.'” (1 Tim. 3:16)


Rancangan Allah atas Manusia


Inkarnasi Kristus berkaitan dengan tujuan Allah menciptakan manusia. Tujuan Allah menciptakan manusia menurut gambar dan rupa-Nya adalah agar manusia menerima Dia sebagai hayat dan mengekspresikan Dia dalam segala atribut-Nya. Inkarnasi Manusia-Penyelamat membawa Allah ke dalam manusia untuk mengembalikan dan memulihkan keinsanian yang telah rusak dan telah hilang serta untuk mengekspresikan Allah dalam segala atribut-Nya melalui kebajikan-kebajikan insani.

Menurut pandangan seluruh wahyu dalam Kitab Suci, baik dalam Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru, kita nampak bahwa Allah merancang manusia untuk menjadi satu dengan Dia. Allah membuat rancangan ini dalam kekekalan yang lampau. Kita dapat memakai rancangan dan pembangunan sebuah rumah sebagai satu ilustrasi dari rancangan Allah mengenai manusia. Sebelum kita membangun sebuah rumah, pertama-tama kita memerlukan satu rancangan. Demikian pula, dalam Alkitab kita memiliki rancangan Allah dan pembangunan-Nya. Di dalam seluruh Kitab Suci kita memiliki satu wahyu yang lengkap tentang pembangunan Allah. Bagi pembangunan-Nya Allah memiliki sebuah rancangan. Dia merancang untuk mendapatkan manusia dan bahwa manusia harus menjadi satu dengan Dia.

Kita dapat melihat bahwa rancangan Allah ini sangat berhubungan dengan manusia. Kita pun perlu memiliki tekad untuk berbagian dalam merampungkan rancangan-Nya, tetapi untuk itu kita perlu meluangkan waktu untuk semakin mengenal rancangan-Nya melalui setia membaca dan menyelidiki Firman Tuhan.


Sumber: Pelajaran-Hayat Lukas, Buku 3, Berita 56



August 27, 2019, 05:31:23 AM
Reply #1923
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23477
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://arushayat.blogspot.com/2019

27 August 2019
Lukas - Minggu 29 Selasa

Pembacaan Alkitab: Kej. 1:26, 27a
Doa baca: “Berfirmanlah Allah: 'Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi.'” (Kej. 1:26)


Tujuan Allah Menciptakan Manusia


Menurut Alkitab, gambar Allah berhubungan dengan duplikat-Nya. Manusia diciptakan menurut gambar Allah adalah agar manusia dapat menjadi duplikat Allah, menjadi gandaan-Nya. Kata gambar menyiratkan kapasitas untuk menampung Allah. Jika manusia tidak memiliki kapasitas untuk menampung Allah, bagaimana ia dapat menjadi duplikat Allah, menjadi gandaan-Nya? Agar manusia menjadi gandaan Allah, manusia harus memiliki kapasitas atau kemampuan untuk menampung hakiki Allah.

Kata “rupa” mengacu kepada bentuk yang di lahir, rupa yang di luar, penampilan yang di luar, yaitu mengenai ekspresi. Pertama, manusia dijadikan menurut gambar Allah untuk menjadi duplikat Allah, dan kemudian manusia dijadikan sesuai dengan rupa Allah untuk memiliki penampilan Allah bagi ekspresi-Nya. Jika manusia hanya memiliki rupa Allah tetapi tidak memiliki gambar Allah, manusia hanya memiliki penampilan yang di luar tetapi tidak memiliki realitas yang di dalam. Bila demikian, maka penampilan, ekspresinya, akan kosong. Gambar adalah realitas batin dari ekspresi lahir dan rupa adalah ekspresi atau penampilan lahir dari gambar ini.

Menurut Alkitab, Allah merancang manusia untuk menjadi satu dengan Dia. Untuk menjadi satu dengan Allah, manusia harus memiliki gambar Allah secara batin dan rupa-Nya secara lahir. Inilah rancangan Allah dan di dalam rancangan ini kita nampak tujuan Allah. Apakah tujuan Allah menciptakan manusia? Tujuan Allah adalah membuat manusia menjadi duplikat-Nya bagi ekspresi-Nya sehingga manusia dapat dengan sepenuhnya menjadi satu dengan Allah. Tujuan Allah ini perlu kita beritakan kepada semua orang, karena ini adalah keperluan semua manusia.


Sumber: Pelajaran-Hayat Lukas, Buku 3, Berita 56




August 28, 2019, 06:40:55 AM
Reply #1924
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23477
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://arushayat.blogspot.com/2019

28 August 2019
Lukas - Minggu 29 Rabu

Pembacaan Alkitab: Kej. 1:26, 27a; Yoh. 1:4
Doa baca: “Dalam Dia ada hidup dan hidup itu adalah terang manusia.” (Yoh. 1:4)


Manusia Diciptakan untuk Menampung Allah


Alkitab mengatakan bahwa Allah itu kasih dan bahwa Dia adalah terang (1 Yoh. 4:8; 1:5). Kasih adalah sifat esens Allah, dan terang adalah sifat ekspresi Allah. Alkitab juga mewahyukan bahwa Allah itu benar dan kudus. Kata sifat “benar” yang dipakai dalam hubungannya dengan Allah itu mengacu kepada cara Allah. Cara Allah melakukan sesuatu itu selalu benar; Dia tidak pernah melakukan sesuatu dengan tidak benar. Kata sifat “kudus” mengacu kepada sifat batini Allah. Allah itu benar dalam perbuatan-perbuatan-Nya dan kudus dalam sifat-Nya. Karena itu, Allah adalah kasih dan terang, dan Allah adalah benar dan kudus. Gambar Allah boleh dijelaskan dengan empat kata ini: kasih, terang, benar, dan kudus. Inilah atribut-atribut Allah.

Manusia dijadikan menurut gambar Allah. Karena itu, manusia yang diciptakan oleh Allah ini memiliki kasih, terang, dan kapasitas untuk menjadi benar dan kudus. Inilah kebajikan-kebajikan insani yang diciptakan oleh Allah. Sekalipun manusia telah jatuh, tetapi manusia masih memiliki kasih, terang, dan kapasitas untuk menjadi benar dan kudus seperti Allah. Allah menciptakan manusia menurut gambarNya dengan cara demikian sehingga manusia memiliki kapasitas untuk menampung kasih, terang, benar, dan kudus Allah. Kebajikan-kebajikan insani diciptakan oleh Allah untuk menampung atributatribut-Nya. Kasih, terang, benar, dan kudus insani diciptakan sebagai kapasitas untuk menampung kasih, terang, benar, dan kudus ilahi.

Allah menciptakan manusia secara demikian agar manusia menerima Dia menjadi hayat dan isi manusia. Tetapi manusia pertama, Adam, gagal mencapai tujuan Allah ini. Beribu-ribu tahun kemudian, Kristus datang untuk menggenapkan tujuan Allah ini. Hari ini kita perlu memperhidupkan Kristus yang ada di dalam kita. Mungkin di dalam pengalaman kita sering gagal mengekspresikan Allah karena kita masih diisi oleh hal-hal yang bukan Kristus. Karena itu kita perlu memperhatikan apa yang menjadi isi kita pada hari ini dan perlu berdoa agar Allah terus memenuhi kita.


Sumber: Pelajaran-Hayat Lukas, Buku 3, Berita 56




August 29, 2019, 08:28:28 AM
Reply #1925
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23477
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16

http://arushayat.blogspot.com/2019

29 August 2019
Lukas - Minggu 29 Kamis

Pembacaan Alkitab: 1 Tim. 3:16; Yoh. 1:1, 14
Doa baca: “Firman itu telah menjadi manusia, dan tinggal di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh anugerah dan kebenaran.” (Yoh. 1:14)


Menempuh Kehidupan Insani yang Dipenuhi dengan Hayat Ilahi

Melalui inkarnasi Kristus, Allah dalam Putra menjadi manusia. Betapa besarnya hal ini! Menurut rancangan-Nya, Allah menciptakan manusia dengan suatu tujuan, tetapi manusia gagal dalam tujuan-Nya dan malah merusak rancangan-Nya. Allah tidak menciptakan manusia lainnya, sebaliknya Dia sendiri datang menjadi Manusia kedua (1 Kor. 15:47). Allah datang menjadi Manusia kedua bukan dalam Bapa atau dalam Roh, melainkan dalam Putra.

Cara Perjanjian Baru menyinggung tentang inkarnasi adalah mengatakan bahwa Firman, yang adalah Allah, menjadi daging (Yoh. 1:1, 14) dan bahwa Allah ternyata dalam daging (1 Tim. 3:16). Karena manusia pertama gagal dalam tujuan Allah dan merusak rancangan-Nya, maka Allah sendiri datang menjadi Manusia kedua. ManusiaPenyelamat sebagai Manusia kedua bukan diciptakan, melainkan dikandung dari ROH KUDUS agar memiliki esens Allah dan lahir dari seorang dara agar memiliki esens manusia. Karena Manusia yang ajaib ini adalah satu susunan dari dua esens yaitu esens ilahi dan esens insani, pembauran Allah dengan manusia, maka Dia adalah manusia-Allah.

Satu perkara yang penting mengenai manusiaAllah adalah Dia menempuh kehidupan insani yang dipenuhi dengan hayat ilahi sebagai isinya. Sebagai Dia yang menempuh kehidupan sedemikian, Manusia-Penyelamat ini memiliki sifat ilahi dengan atribut ilahi, yaitu dengan kasih, terang, benar, dan kudus ilahi. Hari ini jenis kehidupan apa yang kita tempuh? Jika kita masih menempuh hidup yang tanpa ada Allah di dalamnya, memperhidupkan diri kita sendiri maka kita tidak ada bedanya dengan Adam yang gagal. Kita perlu menempuh kehidupan seperti yang Kristus tempuh yaitu kehidupan yang dipenuhi Allah. Kita perlu belajar mendoakan setiap perkataan Allah agar itu dapat menjadi makanan yang mengisi dan memenuhi kita.


Sumber: Pelajaran-Hayat Lukas, Buku 3, Berita 57

September 01, 2019, 04:31:44 AM
Reply #1926
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23477
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16

http://arushayat.blogspot.com/2019

31 August 2019
Lukas - Minggu 29 Sabtu

Pembacaan Alkitab: 1 Yoh. 3:8; 4:5; 1:5
Doa baca: “Siapa yang tetap berbuat dosa, berasal dari Iblis, sebab sejak semula Iblis terus-menerus berbuat dosa. Untuk inilah Anak Allah menyatakan diri-Nya, yaitu supaya Ia membinasakan perbuatan-perbuatan Iblis.” (1 Yoh. 3:8)


Pemulihan Terhadap Keinsanian yang Telah Jatuh melalui Inkarnasi Kristus


Inkarnasi Manusia-Penyelamat terutama adalah membawa Allah ke dalam manusia. Inkarnasi-Nya juga adalah untuk memperbarui, memulihkan keinsanian yang telah rusak. Allah menjadikan Adam menurut gambar-Nya dan sesuai dengan rupa-Nya, tetapi Adam jatuh. Sekarang dalam keinsanian yang telah jatuh ini ada dosa yaitu sifat jahat Iblis (Rm. 7:17; 1 Yoh. 18). Kristus menjadi daging bukan hanya untuk menyelamatkan kita tetapi juga untuk memulihkan keinsanian yang telah jatuh. Dia tidak akan menyelamatkan manusia yang telah jatuh tanpa memulihkannya.

Ketika Tuhan Yesus di bumi, Dia memiliki keinsanian yang telah diselamatkan dari kedudukan yang jatuh. Melalui inkarnasi, Dia mengenakan satu keinsanian yang telah dipulihkan, diperbarui. Orang-orang yang mengelilingi-Nya termasuk murid-murid-Nya hidup dalam keinsanian yang jatuh. Keinsanian mereka bukanlah keinsanian yang diciptakan oleh Allah sejak semula tetapi adalah keinsanian yang telah rusak dan berubah bentuk.

Melalui kematian dan kebangkitan Manusia-Penyelamat, keinsanian murid-murid yang telah jatuh itu dipulihkan. Dalam Kitab-kitab Injil, mereka berdebat tentang siapakah yang terbesar. Tetapi dalam Kisah Para Rasul 1, mereka dapat berdoa dengan tekun dan terus-menerus dengan sehati selama sepuluh hari. Mereka dapat melakukan hal itu karena mereka memiliki keinsanian yang lain. Keinsanian mereka telah dipertinggi, diperbarui, dan dipulihkan. Mereka bukan hanya telah diselamatkan, keinsanian mereka juga telah diperbarui, dipulihkan, melalui Roh yang melahirkan kembali dan yang mentransformasi. Karena itu, kita pun perlu memiliki hati yang lembut dan terbuka terhadap pekerjaan Roh itu yang mengubah kita untuk memulihkan kita dari keinsanian kita yang jatuh.


Sumber: Pelajaran-Hayat Lukas, Buku 3, Berita 57

September 02, 2019, 07:26:16 AM
Reply #1927
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23477
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16

http://arushayat.blogspot.com/2019

02 September 2019
Lukas - Minggu 30 Senin

Pembacaan Alkitab: Luk. 1:31-35; Flp. 3:9
Doa baca: “Dan berada dalam Dia bukan dengan kebenaranku sendiri karena menaati hukum Taurat, melainkan dengan kebenaran karena kepercayaan kepada Kristus, yaitu kebenaran yang Allah anugerahkan berdasarkan kepercayaan.” (Flp. 3:9)


Manusia-Penyelamat sebagai Isi dan Realitas Kaum Beriman


Inkarnasi Manusia-Penyelamat adalah bagi penggenapan tujuan Allah menciptakan manusia. Standar moralitas yang Ia miliki membuat Dia layak menyelamatkan kita dengan penuh kuasa. Manusia-Penyelamat dikandung dari esens ilahi, yang adalah Allah dengan segala hakiki-Nya. Menurut Alkitab, terdapat empat aspek hakiki Allah: kasih (1 Yoh. 4:8), terang (1 Yoh. 1:5), benar, dan kudus. Kasih adalah sifat batiniah Allah, terang adalah cahaya, ekspresi Allah. Kudus mengacu pada sifat Allah dan benar mengacu pada cara Allah dalam melakukan sesuatu. Atribut-atribut ilahi ini adalah bagi kebajikan-kebajikan insani-Nya. Atribut-atribut ilahi-Nya adalah untuk isi dan realitas kebajikankebajikan insani-Nya.

Sama seperti sebuah sarung tangan. Tanpa diisi oleh tangan, sarung tangan akan menjadi kosong, tanpa isi dan realitas. Karena tangan memiliki hayat, hanya tangan yang bisa menjadi isi dan realitas sarung tangan. Bila tangan tersebut bergerak, maka sarung tangan itu pun ikut bergerak, mengekspresikan tangan yang mengisinya. Hari ini, kita adalah sebuah “sarung tangan” yang dirancang khusus untuk menampung diri Allah, Manusia-Penyelamat sebagai isi dan realitas kita. Apakah penghidupan kita sebagai orang Kristen hari ini sudah memiliki gerak dan ekspresi Manusia-Penyelamat? Apakah kasih, terang, kudus, dan benar sudah tertampil dalam penghidupan kita? Ini tergantung pada seberapa banyak kita mengambil Allah sebagai isi kita setiap pagi. Kita orang yang percaya kepada Tuhan hanyalah sebuah sarung tangan, yang diisi oleh hayat Allah di dalam diri kita. Ketika kita datang pada-Nya setiap waktu mengambil Dia menjadi isi kita, Dia akan semakin tertampil di atas diri kita.


Sumber: Pelajaran-Hayat Lukas, Buku 3, Berita 58



September 03, 2019, 06:15:06 AM
Reply #1928
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23477
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16

http://arushayat.blogspot.com/2019

03 September 2019
Lukas - Minggu 30 Selasa

Pembacaan Alkitab: Luk. 1:31-35; Yoh. 1:14
Doa baca: “Firman itu telah menjadi manusia, dan tinggal di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh anugerah dan kebenaran.” (Yoh. 1:14)


Inkarnasi yang Memperkaya Keinsanian


Sebagai Dia yang dikandung dari esens ilahi dengan atribut ilahi untuk menjadi isi dan realitas kebajikan insani-Nya, Kristus memenuhi kebajikan insani yang kosong. Kebajikan insani Yesus Kristus, Manusia-Penyelamat ini tidak kosong karena kebajikan insani-Nya dipenuhi dengan atribut ilahi.

Sebelum dosa masuk, Adam bersih dan tidak bersalah. Namun, kebajikannya mungkin tidak kuat dan kaya. Kristus, Adam yang akhir memiliki kebajikan yang diperkuat dengan atribut ilahi, kasih-Nya begitu kaya karena mengandung kasih ilahi. Inkarnasi Kristus adalah untuk memenuhi, memperkuat, dan memperkaya kebajikan insani.

Atribut ilahi-Nya juga menguduskan kebajikan insani. Kristus berinkarnasi berarti Dia menjadi daging, Ia datang dalam rupa daging dosa (Rm. 8:3), namun tidak memiliki sifat dosa. Lukas 1:35 menunjukkan bahwa anak yang dikandung oleh Maria adalah dari ROH KUDUS. Dia itu kudus, tetapi daging tidak kudus. Yang kudus lahir ke dalam daging itu akan menguduskan, memulihkan daging. Kristus yang terkandung dari esens ilahi dengan atribut ilahi adalah untuk menguduskan kebajikan insani. Hal tersebut, kelahiran kembali kita, Dia tinggal dalam kita adalah suatu misteri.

Atribut ilahi memenuhi, memperkuat, memperkaya, dan menguduskan kebajikan insani bukanlah tanpa tujuan. Tujuannya adalah agar kita dapat mengekspresikan Allah dalam kebajikan insani. Menurut Kitab Injil, apa pun yang Yesus lakukan dalah hidup-Nya di bumi adalah ekspresi Allah dalam kebajikan insani-Nya. Dalam Dia, Manusia-Penyelamat, atribut ilahi ini dibawa masuk ke dalam kebajikan insani bagi ekspresi Allah. Fakta bahwa Manusia-Penyelamat hari ini telah menjadi hayat kita (Kol. 3:4) menunjukkan bahwa kita pun dapat mengekspresikan Allah dalam kebajikan-kebajikan kita.


Sumber: Pelajaran-Hayat Lukas, Buku 3, Berita 58


September 04, 2019, 05:16:21 PM
Reply #1929
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23477
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16

http://arushayat.blogspot.com/2019

04 September 2019
Lukas - Minggu 30 Rabu

Pembacaan Alkitab: Luk. 1:31-35
Doa baca: “Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus.” (Luk. 1:31)


Kebajikan Insani adalah untuk Menampung Atribut Ilahi


Tuhan Yesus lahir dari esens dengan kebajikan insani yang diciptakan oleh Allah bagi manusia (Luk. 1:31). Dia lahir dari jenis manusia. Kebajikan membedakan manusia dengan makhluk ciptaan lainnya. Selain roh manusia, manusia diciptakan oleh Allah dengan kebajikan insani. Sebaliknya, binatang tidak memiliki kebajikan itu.

Ketika Kristus berinkarnasi, Dia mengenakan kebajikan insani. Dia lahir dari manusia dengan kebajikan insani yang diciptakan oleh Allah. “Menurut gambar-Nya” (Kej. 1) menunjukkan bahwa kebajikan-kebajikan insani sebenarnya adalah gambar Allah bagi ekspresi Allah. Kebajikan insani yang manusia miliki adalah agar manusia dapat mengekspresikan Allah. Puji Tuhan hari ini Tuhan menciptakan kita dengan kebajikan insani. Tanpa kebajikan ini, Allah tidak akan dapat diekspresikan melalui kita. Justru melalui memiliki kebajikan insani, kita dapat dengan dekat mengenal Tuhan Yesus kita, Manusia-Penyelamat itu.

Dalam inkarnasi-Nya, Manusia-Peyelamat lahir dengan cara demikian adalah untuk memiliki kebajikan insani. Dia dikandung dari Allah untuk memiliki atribut ilahi dan Dia lahir dari manusia untuk memiliki kebajikan insani. Bagi-Nya atribut ilahi memenuhi kebajikan insani, dan kebajikan insani menampung atribut ilahi. Dalam Dia atribut ilahi dan kebajikan insani itu adalah satu; yaitu atribut ilahi dan kebajikan insani berbaur bersama menjadi satu. Kita patut mengucap syukur pada Tuhan karena kebajikan insani yang kita miliki adalah sebuah wadah 'sarung tangan' untuk menampung atribut ilahi- Nya. Semoga kita dapat melihat bahwa penciptaan manusia disertai dengan kebajikan insani, membuat kita hari ini dapat menjadi wadah yang sempurna untuk menampung Allah kita.


Sumber: Pelajaran-Hayat Lukas, Buku 3, Berita 58



 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)