Author Topic: Arus Hayat  (Read 91428 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

September 26, 2019, 07:12:56 AM
Reply #1950
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 25242
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16

http://arushayat.blogspot.com/2019

26 September 2019
Lukas - Minggu 33 Kamis

Pembacaan Alkitab: Im. 25:8-13
Doa baca: “Kamu harus menguduskan tahun yang kelima puluh, dan memaklumkan kebebasan di negeri itu bagi segenap penduduknya. Itu harus menjadi tahun Yobel bagimu dan kamu harus masing-masing pulang ke tanah miliknya dan kepada kaumnya.” (Im. 25:10)


Bunyi Sangkakala Pada Hari Raya Pendamaian


Dalam kitab Imamat, selama satu tahun sabat tidak ada penaburan, tidak ada penuaian. Umat Israel tidak boleh bekerja, dan tanah pun tidak boleh digarap. Baik umat maupun tanah menikmati perhentian. Perhentian ini, adalah setiap tujuh tahun. Imamat 25:8-9 mengatakan, “Selanjutnya engkau harus menghitung tujuh tahun sabat, yakni tujuh kali tujuh tahun; sehingga masa tujuh tahun sabat itu sama dengan empat puluh sembilan tahun. Lalu engkau harus memperdengarkan bunyi sangkakala dimana-mana dalam bulan yang ketujuh pada tanggal sepuluh bulan itu; pada hari raya Pendamaian kamu harus memperdengarkan bunyi sangkakala itu di mana-mana di seluruh negerimu.” Sangkakala yobel perlu diperdengarkan pada hari raya Pendamaian karena yobel itu berdasar pada penebusan. Tanpa penebusan tidak mungkin ada yobel. Karena itu, pengumuman yobel harus dimulai dari waktu penebusan. Kemudian dalam ayat 10 menunjukkan bahwa menyucikan tahun yang kelima puluh adalah menguduskan tahun itu, dan mengumumkan kelepasan yang melibatkan pulangnya setiap orang kepada tanah miliknya dan kepada keluarganya.

Fakta bahwa sangkakala yobel diperdengarkan pada hari raya pendamaian dan bahwa tahun kelima puluh dikuduskan dan kebebasan diumumkan diseluruh negeri itu menunjukkan bahwa Kristus pertama-tama perlu mati kemudian ada pengumuman kebebasan umat itu. Dengan kata lain, Kristus mati dahulu, kemudian baru ada pemberitaan Injil yang sejati. Injil tidak dapat diberitakan jika Kristus belum mati. Karena itu, pengumuman, pemberitaan Injil berdasar pada kematian Kristus. Suara Injil tergantung pada penebusan Kristus. Tanpa penebusan Kristus, tidak akan ada dasar bagi pengumuman yobel. Haleluya atas penebusan Kristus membawa kita dapat menikmati yobel.


Sumber: Pelajaran-Hayat Lukas, Buku 3, Berita 65



September 27, 2019, 04:38:30 AM
Reply #1951
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 25242
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16

http://arushayat.blogspot.com/2019

27 September 2019
Lukas - Minggu 33 Jumat

Pembacaan Alkitab: Im. 25:8-13
Doa baca: “Dalam tahun Yobel itu kamu harus masing-masing pulang ke tanah miliknya.” (Im. 25:13)


Mengumumkan Kebebasan


Menurut Imamat 25, bunyi sangkakala yobel terjadi pada enam bulan sebelum permulaan tahun yobel yang sesungguhnya. Yobel dimulai pada bulan pertama dari tahun kelima puluh, tetapi bunyi sangkakala yobel berada di tengah- tengah tahun keempat puluh sembilan, enam bulan sebelumnya. Bila diterapkan pada pengalaman rohani kita, ini menunjukkan bahwa pemberitaan Injil datang terlebih dahulu baru yobel mengikutinya.

Kita perlu nampak bahwa yobel berarti pengumuman kebebasan atau kemerdekaan. Pertama, yobel adalah pengumuman kebebasan tanah yang telah dijual kepada pemiliknya yang semula. Mengenai hal ini, Imamat 25:13 mengatakan, “Dalam tahun Yobel itu kamu harus masing-masing pulang ke tanah miliknya.” Ini menunjukkan bahwa kebebasan ini sebenarnya bukanlah kebebasan dari tanah itu kepada pemiliknya, melainkan dari pemilik kepada tanahnya sendiri. Menurut ketentuan Tuhan, tanah tidak untuk dijual selamanya tetapi dapat ditebus: “Tanah jangan dijual mutlak, karena Akulah pemilik tanah itu, sedang kamu adalah orang asing dan pendatang bagi-Ku. Diseluruh tanah milikmu haruslah kamu memberi hak menebus tanah” (Im. 25:23-24). Mengenai kelepasan tanah yang telah dijual, Imamat 25:28 selanjutnya berkata, “Tetapi jikalau ia tidak mampu untuk mengembalikannya kepadanya, maka yang telah dijualnya itu tetap di tangan orang yang membelinya sampai kepada tahun Yobel; dalam tahun Yobel tanah itu akan bebas, dan orang itu boleh pulang ke tanah miliknya.”

Tahun Yobel bukan hanya merupakan satu pengumuman kebebasan tanah yang dijual, melainkan juga kebebasan orang yang menjual dirinya sendiri ke dalam perbudakan. Puji Tuhan atas tahun Yobel yang membawa kita dilepaskan dipulihkan kepada kenikmatan akan Kristus.


Sumber: Pelajaran-Hayat Lukas, Buku 3, Berita 65



September 28, 2019, 10:12:32 AM
Reply #1952
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 25242
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16

http://arushayat.blogspot.com/2019

28 September 2019
Lukas - Minggu 33 Sabtu

Pembacaan Alkitab: Im. 25:8-13
Doa baca: “Tahun yang kelima puluh itu harus menjadi tahun Yobel bagimu, jangan kamu menabur, dan apa yang tumbuh sendiri dalam tahun itu jangan kamu tuai, dan pokok anggur yang tidak dirantingi jangan kamu petik buahnya.” (Im. 25:11)


Makna Tahun Kelima Puluh


Yobel, tentunya terjadi pada tahun kelima puluh. “Tahun yang kelima puluh itu harus menjadi tahun Yobel bagimu” (Im. 25:11a). Tahun kelima puluh adalah setelah tujuh tahun sabat, yaitu setelah tujuh kali tujuh tahun. Dalam perlambangan sabat mengacu kepada perhentian. Maka tujuh tahun sabat menandakan tujuh kali tujuh perhentian. Kemudian tahun Yobel terjadi pada permulaan dari satu periode yang baru dari tujuh tahun. Sama seperti hari Pentakosta adalah pada hari kelima puluh, hari pertama setelah tujuh minggu, demikian juga tahun Yobel. Dalam Kitab Suci, Tuhan Yesus bangkit pada hari kedelapan yang adalah hari pertama dari minggu itu. Fakta bahwa tahun Yobel terjadi pada tahun kelima puluh menunjukkan bahwa perhentian demi perhentian itu berakhir dalam kebangkitan.

Jika kita ingin menikmati yobel, kita perlu berada pada tahun kelima puluh. Empat puluh sembilan tahun sebelum yobel, orang-orang Israel menjual tanah mereka dan menjual diri mereka sendiri. Demikian juga, dalam pengalaman kita selama tujuh tahun sabat yang lalu, kita menjual harta milik dan bahkan menjual diri kita sendiri. Tetapi ketika tahun kelima puluh tiba, tidak ada lagi penjualan yang demikian; tetapi segala sesuatu berada di dalam kebangkitan. Hal-hal yang usang telah berlalu, dan sekarang segala sesuatu menjadi baru. Dalam perkataan Paulus, “Jadi, siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: Yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang” (2 Kor. 5:17).

Dalam Imamat 25:11b-12, terdapat permintaan yang tidak lazim bahwa pada tahun Yobel umat itu tidak boleh menabur, menuai, atau memetik, tetapi makan hasil tanah itu. Hal ini menandakan bahwa kita tidak boleh berjerih lelah di atas diri Kristus dengan kekuatan alamiah kita, melainkan dengan sederhana menikmati kekayaan Kristus.


Sumber: Pelajaran-Hayat Lukas, Buku 3, Berita 65


September 29, 2019, 04:15:21 AM
Reply #1953
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 25242
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16

http://arushayat.blogspot.com/2019

28 September 2019
Lukas - Minggu 33 Sabtu

Pembacaan Alkitab: Im. 25:8-13
Doa baca: “Tahun yang kelima puluh itu harus menjadi tahun Yobel bagimu, jangan kamu menabur, dan apa yang tumbuh sendiri dalam tahun itu jangan kamu tuai, dan pokok anggur yang tidak dirantingi jangan kamu petik buahnya.” (Im. 25:11)


Makna Tahun Kelima Puluh


Yobel, tentunya terjadi pada tahun kelima puluh. “Tahun yang kelima puluh itu harus menjadi tahun Yobel bagimu” (Im. 25:11a). Tahun kelima puluh adalah setelah tujuh tahun sabat, yaitu setelah tujuh kali tujuh tahun. Dalam perlambangan sabat mengacu kepada perhentian. Maka tujuh tahun sabat menandakan tujuh kali tujuh perhentian. Kemudian tahun Yobel terjadi pada permulaan dari satu periode yang baru dari tujuh tahun. Sama seperti hari Pentakosta adalah pada hari kelima puluh, hari pertama setelah tujuh minggu, demikian juga tahun Yobel. Dalam Kitab Suci, Tuhan Yesus bangkit pada hari kedelapan yang adalah hari pertama dari minggu itu. Fakta bahwa tahun Yobel terjadi pada tahun kelima puluh menunjukkan bahwa perhentian demi perhentian itu berakhir dalam kebangkitan.

Jika kita ingin menikmati yobel, kita perlu berada pada tahun kelima puluh. Empat puluh sembilan tahun sebelum yobel, orang-orang Israel menjual tanah mereka dan menjual diri mereka sendiri. Demikian juga, dalam pengalaman kita selama tujuh tahun sabat yang lalu, kita menjual harta milik dan bahkan menjual diri kita sendiri. Tetapi ketika tahun kelima puluh tiba, tidak ada lagi penjualan yang demikian; tetapi segala sesuatu berada di dalam kebangkitan. Hal-hal yang usang telah berlalu, dan sekarang segala sesuatu menjadi baru. Dalam perkataan Paulus, “Jadi, siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: Yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang” (2 Kor. 5:17).

Dalam Imamat 25:11b-12, terdapat permintaan yang tidak lazim bahwa pada tahun Yobel umat itu tidak boleh menabur, menuai, atau memetik, tetapi makan hasil tanah itu. Hal ini menandakan bahwa kita tidak boleh berjerih lelah di atas diri Kristus dengan kekuatan alamiah kita, melainkan dengan sederhana menikmati kekayaan Kristus.


Sumber: Pelajaran-Hayat Lukas, Buku 3, Berita 65


September 30, 2019, 05:42:28 AM
Reply #1954
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 25242
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://arushayat.blogspot.com/2019

30 September 2019
Lukas - Minggu 34 Senin

Pembacaan Alkitab: Im.25:9-13; Luk. 24:18-19
Doa baca: “Seorang dari mereka, namanya Kleopas, menjawab-Nya, 'Apakah Engkau satu-satunya orang asing di Yerusalem, yang tidak tahu apa yang terjadi di situ pada hari-hari ini?' Kata- Nya kepada mereka, 'Apakah itu?' Jawab mereka, 'Apa yang terjadi dengan Yesus orang Nazaret. Dia adalah seorang nabi, yang berkuasa dalam pekerjaan dan perkataan di hadapan Allah dan seluruh bangsa kami.’” (Luk. 24:18-19)


Berkat Yobel yang Dapat Dinikmati


Yobel yang disajikan dalam Kitab Lukas bukan hanya untuk kita pahami, tetapi juga perlu kita nikmati. Pemberitaan Injil merupakan pengumuman kabar baik yang membuat seseorang dikembalikan kepada harta miliknya yang hilang dan dibebaskan dari perbudakan. Inilah berkat-berkat yobel itu. Sebagai manusia yang telah jatuh dalam dosa, kita telah kehilangan Allah sebagai harta milik kita yang sesungguhnya. Sebenarnya bukan kehilangan tetapi meninggalkannya. Perumpamaan anak yang hilang dalam Lukas 15 menggambarkan hal tersebut. Anak yang hilang itu meninggalkan rumah bapanya, ia juga meninggalkan warisannya. Demikian juga dengan kita, ketika kita meninggalkan Allah, kita meninggalkan harta milik kita yang sesungguhnya. Karena itu, di dalam yobel bukanlah harta kita dikembalikan kepada kita; melainkan kita kembali kepada harta milik yang telah kita tinggalkan.

Kita perlu tahu bahwa selain kehilangan harta milik kita, kita juga menjual diri kita ke dalam perbudakan. Karena itu kita perlu dibebaskan. Seperti anak yang hilang tersebut, kita pernah pergi jauh dari Bapa dan dari rumah-Nya, meninggalkan warisan kita. Setelah anak hilang itu memboroskan semuanya, ia mulai melarat dan bekerja menjadi penjaga babi. Melalui keadaannya yang demikian, ia teringat akan rumah bapanya yang melimpah dan memutuskan untuk kembali ke rumah bapanya. Pertobatan yang demikian membawa ia kembali kepada kenikmatan akan warisannya.

Demikian juga ketika kita bertobat dan kembali kepada Allah, kita mendapatkan kembali harta milik yang kita tinggalkan. Harta milik ini bukanlah sesuatu yang materi, tetapi adalah diri Allah sendiri.


Sumber: Pelajaran-Hayat Lukas, Buku 3, Berita 66




October 01, 2019, 06:23:50 AM
Reply #1955
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 25242
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16

http://arushayat.blogspot.com/2019

01 October 2019
Lukas - Minggu 34 Selasa

Pembacaan Alkitab: Luk. 15:14-19; 21
Doa baca: “Kata anak itu kepadanya, ‘Bapa, aku telah berdosa terhadap surga dan terhadap Bapa, aku tidak layak lagi disebut anak Bapa.’" (Luk. 15:21)


Allah Sebagai Harta Milik Kita


Di dalam yobel, terdapat dua berkat utama yaitu kembali kepada harta milik yang telah kita tinggalkan dan kedua, kita dibebaskan dari perbudakan dan kembali kepada keluarganya. Seperti anak yang hilang ketika kembali ke rumah bapanya, ia mendapatkan warisannya kembali dan kembali kepada keluarganya. Saat anak hilang itu kembali, selain diberi jubah, cincin, dan sepatu, juga ada lembu tambun yang disembelih untuk memuaskan rasa lapar anak yang hilang itu. Lembu tambun ini melambangkan Kristus sebagai suplai hayat yang mengenyangkan rasa lapar kita.

Orang yang sungguh-sungguh mengalami yobel adalah mereka yang dikenyangkan oleh Tuhan Yesus. Tidak ada seorang pun yang dapat berada di dalam yobel dengan perut yang kosong. Sebenarnya Tuhan ingin menjadi harta milik manusia. Jika di dalam alam materi, harta milik yang dibutuhkan seseorang adalah tanah untuk menghasilkan makanan, dan juga memiliki sebuah rumah untuk tempat tinggal kita. Ini adalah kebutuhan manusia yang paling mendasar. Mungkin seseorang masih dapat bertahan hidup ketika tidak memiliki sandang dan transportasi yang memadai, tetapi ketika tidak memiliki papan dan pangan. Dalam tahun yobel, pehatiannya bukanlah pada pakaian dan transportasi, melainkan pada makanan dan rumah. Dalam hal rohani, tanah kita adalah Allah sendiri, dan rumah kita juga adalah Allah. Seperti ketika Allah memberikan tanah permai kepada bangsa Israel untuk digarap dan menghasilkan makanan, demikian juga tanah permai ini melambangkan Allah dalam Kristus menjadi suplai bagi makanan kita.

Mazmur 90:1 dan Mazmur 16:5 mengatakan bahwa Allah adalah tanah dan tempat tinggal manusia. Untuk itu setiap hari kita perlu datang kepada Firman Tuhan untuk menikmati Dia di dalam firman. Semakin banyak kita berdoa dan menikmati firman, maka kita akan semakin mendapatkan Tuhan sebagai kepuasan dan perhentian kita, kita akan memiliki damai sejahtera yang berasal dari Kristus.


Sumber: Pelajaran-Hayat Lukas, Buku 3, Berita 66


October 02, 2019, 05:49:49 AM
Reply #1956
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 25242
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16

http://arushayat.blogspot.com/2019

02 October 2019
Lukas - Minggu 34 Rabu

Pembacaan Alkitab: Ef. 2:12; Im. 25:8-13
Doa baca: “Pada waktu itu kamu tanpa Kristus, tidak termasuk kewargaan Israel dan tidak mendapat bagian dalam ketentuan-ketentuan yang dijanjikan, tanpa pengharapan dan tanpa Allah di dalam dunia.” (Ef. 2:12)


Keadaan Manusia Sebelum Diselamatkan


Efesus 2:12 memberikan gambaran mengenai keadaan yang sesungguhnya dari manusia yang telah jatuh, yaitu “tanpa Allah di dalam dunia.” Adam sebagai manusia pertama dan ketika ia ditempatkan di taman Eden, Adam tidak makan pohon hayat melainkan makan pohon pengetahuan tentang yang baik dan jahat sehingga menyebabkan kejatuhan manusia. Ketika ia meninggalkan Allah, ia meninggalkan harta miliknya. Karena itu, semua keturunannya hidup di bumi tanpa Allah. Inilah keadaan kita yang sesungguhnya sebelum kita diselamatkan.

Puji Tuhan atas yobel Allah yang membawa manusia kembali pada Allah sebagai harta milik manusia. Sebenarnya bukan kita yang kembali kepada Allah, tetapi Allahlah yang mengembalikan kita kepada harta milik kita melalui keselamatan- Nya. Kembali lagi pada contoh anak yang hilang, menurut Lukas 15, Bapalah yang mengutus Putr sebagai Gembala untuk mencari anak yang hilang itu. Selain itu, Bapa mengutus Roh itu untuk mencari anak yang hilang ini. Karena itu, anak yang hilang itu tidak kembali kepada Bapa berdasarkan kekuatannya sendiri, tetapi Bapa mengutus Putra-Nya dan Roh- Nya. Ketika Anda menerima keselamatan, itu adalah pekerjaan Allah Tritunggal. Dalam Kisah Para Rasul 26:18 Paulus membicarakan tentang orang-orang ynag telah jatuh dibawa kembali kepada Allah sebagai warisan mereka: “Untuk membuka mata mereka, supaya mereka berbalik dari kegelapan kepada terang… supaya mereka oleh iman mereka kepada-Ku memperoleh pengampunan dosa dan mendapat bagian dalam apa yang ditentukan untuk orang-orang yang dikuduskan.”

Yobel Allah inilah yang perlu kita beritakan. Untuk memberitakan Injil secara demikian, kita perlu memiliki kenikmatan yang memadai terhadap yobel Perjanjian Baru ini. Semoga kita semua mau menikmati Allah sebagai yobel yang sejati..


Sumber: Pelajaran-Hayat Lukas, Buku 3, Berita 66



October 03, 2019, 06:31:30 AM
Reply #1957
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 25242
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://arushayat.blogspot.com/2019

03 October 2019
Lukas - Minggu 34 Kamis

Pembacaan Alkitab: Im. 25:9-13; 54
Doa baca: “Tetapi jikalau ia tidak ditebus dengan cara demkian, maka ia harus diizinkan keluar dalam tahun Yobel, ia bersama-sama anak-anaknya.” (Im. 25:54)


Manusia yang Jatuh Memerlukan Yobel


Berkat utama dari yobel adalah dikembalikan kepada harta warisan, yaitu diri Allah sendiri. Berkat yang kedua dari yobel adalah dibebaskan dari perbudakan mereka. Menurut lambang dalam Imamat 25, seorang Israel mungkin menjadi miskin sedemikian rupa sehingga ia harus menjual tanah miliknya. Kemudian mungkin ia makin jatuh ke dalam kemelaratan bahkan menjual dirinya sendiri, menjadi budak. Orang tersebut baru akan mendapat pembebasan dari perbudakan pada saat tahun Yobel, yaitu tahun kelima puluh.

Gambaran di dalam Imamat 25 ini sangat bermakna, menunjukkan bahwa sejak kejatuhan, menusia telah menjual dirinya sendiri sebagai budak, khususnya sebagai budak dosa (Rm. 7:14). Meskipun manusia berusaha menbus dirinya, tetapi ia tidak mampu melakukannya. Dalam zaman hati nurani, zaman pemerintahan manusia, zaman janji, dan zaman hukum Taurat, manusia tidak dapat menebus dirinya. Tetapi kemudian zaman anugerah datang, zaman yang dilambangkan oleh tahun kelima puluh. Dalam zaman ini manusia yang telah jatuh dapat dibebaskan dari belenggu. Dalam Yohanes 8:34 Tuhan Yesus berkata, “Sesungguhnya Aku berkata kepadamu, setiap orang yang berbuat dosa, adalah hamba dosa.”

Yobel Allah membebaskan manusia yang telah jatuh dari dosa. Alkitab mewahyukan betapa Tuhanlah yang membebaskan manusia dari perhambaan dosa, “Jadi, apabila Anak itu memerdekakan kamu, kamupun benar-benar merdeka.” Dalam Roma 6:6-7 Paulus juga berkata, “Karena kita tahu bahwa manusia lama kita telah turut disalibkan, supaya tubuh dosa kita hilang  kuasanya, agar jangan kita menghambakan diri lagi kepada dosa.”

Manusia tidak dapat membebaskan dirinya sendiri dari dosa, kita perlu percaya dan menerima Yobel Allah yang mampu memerdekakan kita dari hukum dosa dan maut oleh hayat-Nya (Rm. 8:2).


Sumber: Pelajaran-Hayat Lukas, Buku 3, Berita 67



October 04, 2019, 05:30:02 AM
Reply #1958
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 25242
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://arushayat.blogspot.com/2019

04 October 2019
Lukas - Minggu 34 Jumat

Pembacaan Alkitab: Im. 25:8-13
Doa baca: “Kamu harus menguduskan tahun yang kelima puluh, dan memaklumkan kebebasan di negeri itu bagi segenap penduduknya. Itu harus menjadi tahun Yobel bagimu, dan kamu harus masing-masing pulang ke tanah miliknya dan kepada kaumnya.” (Im. 25:10)


Makna dari Tahun Yobel sebagai Tahun Kelima Puluh


Makna Yobel digambarkan dalam Imamat 25:8, “Selanjutnya engkau harus menghitung tujuh tahun sabat, yakni tujuh kali tujuh tahun; sehingga masa tujuh tahun sabat itu sama dengan empat puluh Sembilan tahun.” Kemudian dalam ayat 10 dikatakan, “Kamu harus menguduskan tahun yang kelima puluh, dan memaklumkan kebebasan di negeri itu bagi segenap penduduknya. Itu harus menjadi tahun Yobel bagimu, dan kamu harus masing-masing pulang ke tanah miliknya dan kepada kaumnya.” Tujuh tahun sabat dalam ayat 8, yaitu tujuh kali tujuh tahun adalah tujuh “minggu” (Dan. 9:24-26). Dalam Alkitab, satu minggu yaitu satu periode yang terdiri dari tujuh hari, melambangkan satu rangkaian yang lengkap. Misalnya setelah Allah menciptakan alam semesta. Periode tersebut juga merupakan kehidupan kristiani kita.

Yobel datang bukan pada akhir satu minggu, melainkan setelah satu rangkaian waktu tujuh minggu dari tujuh tahun, yaitu tahun kelima puluh, tahun pertama dari minggu kedelapan dari tujuh tahun itu. Dalam Alkitab, angka delapan melambangkan kebangkitan, karena Tuhan Yesus bangkit pada hari yang kedelapan, yaitu hari pertama minggu itu. Sehingga tahun Yobel adalah “tahun kedelapan” dari yang ketujuh. Prinsip yobel sebagai tahun kelima puluh itu sama dengan hari Pentakosta, hari kelima puluh. Pentakosta terjadi pada hari kedelapan dari yang ketujuh, sama seperti tahun

Yobel, dimana murid-murid menerima pencurahan ROH KUDUS (Kis. 2:2-4). Yobel memang datang saat Tuhan Yesus datang ke bumi, namun yobel ini dapat menjadi kenikmatan di dalam kita setelah Tuhan mati dan bangkit, menjadi Roh itu masuk dan bersatu dengan setiap orang yang percaya kepada-Nya.


Sumber: Pelajaran-Hayat Lukas, Buku 3, Berita 67




October 05, 2019, 10:29:20 AM
Reply #1959
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 25242
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://arushayat.blogspot.com/2019

05 October 2019
Lukas - Minggu 34 Sabtu

Pembacaan Alkitab: Im. 25:9-13; Gal. 5:1
Doa baca: “Supaya kita sungguh-sungguh merdeka, Kristus telah memerdekakan kita. Karena itu, berdirilah teguh dan jangan mau lagi dikenakan kuk perhambaan.” (Gal. 5:1)


Mengapresiasi Yobel


Yobel ini dapat diterapkan pada pengalaman kita terhadap keselamatan. Sebagaimana tahun Yobel datang setelah genap tujuh tahun rangkaian waktu, demikian juga banyak orang yang mengalami keselamatan setelah melewati beberapa rangkaian waktu dalam kehidupan manusianya.

Ada juga beberapa orang yang mengalami keselamatan lebih dini. Di satu pihak, mengalami keselamatan lebih dini memang baik, karena memiliki kesempatan untuk belajar lebih banyak tentang Alkitab dan lebih banyak menikmati dan mengalami Tuhan. Namun orang-orang yang diselamatkan lebih lambat dalam hidupnya memiliki kesempatan untuk mendapatkan kenikmatan yang lebih besar terhadap yobel, karena ketika ia diselamatkan, ia telah melewati sejumlah rangkaian waktu yang panjang.

Orang yang baru diselamatkan pada usia lima puluh tahun, ia telah melewati sejumlah rangkaian waktu: masa remaja, mahasiswa, pernikahan, dan masa kemajuan dalam profesinya. Dalam tahuntahun tersebut, mungkin ia telah berusaha untuk menebus dirinya, tetapi tidak berhasil. Kemudian suatu hari ia mendengar sangkakala yobel melalui pemberitaan Injil, dan kemudian ia diselamatkan. Ia mulai membenci, meremehkan semua pengalaman dalam hidupnya.

Sekarang ia menikmati kebebasan dari yobel ini. Berbeda dengan orang yang diselamatkan lebih dini, karena ia belum melewati banyak rangkaian pengalaman, baginya ada yobel atau tidak, tidak banyak bedanya. Memang kita tidak boleh menunda pemberitaan Injil kepada orang lain. Namun yang ingin ditekankan di sini adalah bila seseorang diselamatkan lebih lambat, maka ia memiliki kenikmatan yang lebih besar terhadap yobel daripada orang yang diselamatkan sejak kecil. Biarlah gambaran mengenai yobel ini membuat kita dapat lebih mengapresiasi Yobel Allah.


Sumber: Pelajaran-Hayat Lukas, Buku 3, Berita 67



 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)