Author Topic: Arus Hayat  (Read 91348 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

October 29, 2019, 06:30:49 AM
Reply #1980
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 25218
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://arushayat.blogspot.com/2019

29 October 2019
Lukas - Minggu 38 Selasa

Pembacaan Alkitab: Ef. 1:19-21
Doa baca: “Dan betapa hebat kuasa-Nya bagi kita yang percaya, sesuai dengan kekuatan kuasa-Nya yang besar.” (Ef. 1:19)


Gereja sebagai Hasil Reproduksi Kristus


Yohanes 12:24 mengatakan, “Sesungguhnya Aku berkata kepadamu: Jika biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah.” Di sini Tuhan mengibaratkan diri-Nya sebagai sebutir biji gandum yang jatuh ke dalam tanah dan mati. Banyak butir gandum pada ayat tersebut melambangkan perbanyakan dari satu biji gandum. Melalui kematian dan kebangkitan-Nya, Tuhan Yesus diperbanyak dan berkembang biak. Perkembangbiakan ini adalah untuk menghasilkan reproduksi-Nya yakni gereja.

Apabila membaca Efesus 1:20-23, kita akan nampak bahwa ayat-ayat ini mewahyukan perkembangbiakan Kristus yang menghasilkan gereja. Kata “yang” pada Efesus 1:20 mengacu kepada “kekuatan kuasa-Nya” dalam Efesus 1:19. Kekuatan kuasa ini mengerjakan empat hal bagi Kristus. Pertama, membangkitkan Dia dari antara orang mati sehingga alam maut tidak dapat menahan-Nya. Kedua, mendudukkan Dia di sebelah kanan Allah di surga jauh melebihi segala pemerintah, penguasa, kekuasaan, dan kerajaan di alam semesta ini maka Ia lebih tinggi dari segala hal. Ketiga, menaklukkan segala sesuatu di bawah kaki-Nya, dan keempat, membuat Dia menjadi Kepala atas segala sesuatu bagi gereja yang berarti menerima jabatan sebagai Kepala di alam semesta ini.

Dalam Efesus 1:22 terdapat kata “kepada jemaat” yang menunjukkan bahwa apa saja yang telah dicapai, diperoleh Kristus, sang Kepala, diteruskan kepada gereja, Tubuh-Nya. Karena itu, gereja berbagian dengan kebangkitan-Nya dari antara orang mati, didudukkan dalam keunggulan-Nya, penaklukan segala sesuatu di bawah kaki-Nya, dan jabatan Kepala atas segala sesuatu. Lewat kelahiran kembali, kita boleh menjadi perbanyakan Kristus yang menghasilkan gereja. Akhirnya, kita sebagai gereja-Nya pun turut mengalami empat hal terkait kuat kuasa kebangkitan Kristus.


Sumber: Pelajaran-Hayat Lukas, Buku 3, Berita 74


October 30, 2019, 05:41:39 AM
Reply #1981
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 25218
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://arushayat.blogspot.com/2019

30 October 2019
Lukas - Minggu 38 Rabu

Pembacaan Alkitab: Ef. 1:20-23
Doa baca: “Segala sesuatu telah diletakkan-Nya di bawah kaki Kristus dan Dia telah diberikan-Nya kepada jemaat sebagai Kepala dari segala yang ada.” (Ef. 1:22)


Kepenuhan Kristus bagi Ekspresi-Nya


Gereja adalah hasil dari proses yang melibatkan empat hal dalam Efesus 1:20-23, yakni bangkitnya Kristus, didudukkannya Dia dalam keunggulan-Nya, penaklukkan segala sesuatu di bawah kaki-Nya, dan Dia menjadi Kepala segala sesuatu. Proses ini dimulai dengan kebangkitan Manusia-Penyelamat. Namun, kita harus terus dibawa masuk kepada kebenaran-kebenaran yang lebih dalam lagi di dalam Alkitab yaitu bahwa Ia memerlukan gereja untuk menjadi kepenuhan ekspresi-Nya.

Manusia-Penyelamat dalam kebangkitan-Nya hari ini adalah Roh pemberi-hayat untuk membuat kita sebagai umat pilihan Allah menjadi perbanyakan-Nya. Perbanyakan ini adalah gereja, Tubuh Kristus guna mengekspresikan Dia sebagai kepenuhan-Nya. Inilah hasil akhir dari kebangkitan Kristus. Efesus 1:22-23 mengatakan, “Jemaat, yang adalah tubuh-Nya, yaitu kepenuhan Dia yang memenuhi semua dan segala sesuatu.” Tubuh-Nya tersusun dari semua orang beriman yang dilahirkan kembali bagi ekspresi dan aktivitas Kepala.

Cara untuk kita bisa menjadi kepenuhan-Nya adalah dengan memiliki kenikmatan akan kekayaan Kristus (Ef. 3:8). Melalui menikmati kekayaan Kristus ini, kita menjadi kepenuhan-Nya untuk mengekspresikan Dia. Kristus adalah Allah yang tidak terukur tanpa batas sehingga Ia memenuhi semua dan di dalam segala sesuatu. Dia memerlukan gereja menjadi kepenuhan-Nya bagi ekspresi-Nya yang sempurna. Butir yang penting pada kebangkitan Kristus adalah bahwa Kristus telah menjadi Roh pemberi-hayat (1 Kor. 15:45). Roh pemberi-hayat yang ada di dalam kita adalah bagi kenikmatan kita supaya kita dapat menjadi ekspresi-Nya sebagai gereja. Kita tidak dapat berhenti untuk menikmati-Nya karena hari ini kita adalah reproduksi-Nya di dalam gereja. Puji Tuhan atas transfigurasi-Nya, pertunasan-Nya, dan perkembangbiakan-Nya!


Sumber: Pelajaran-Hayat Lukas, Buku 3, Berita 74




October 31, 2019, 04:30:46 AM
Reply #1982
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 25218
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://arushayat.blogspot.com/2019

31 October 2019
Lukas - Minggu 38 Kamis

Pembacaan Alkitab: Yoh. 14:16-20; 2 Kor. 5:17
Doa baca: “Jadi, siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan yang baru: Yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.” (2 Kor. 5:17)


Kehidupan Kristus dalam Kaum Beriman-Nya


Kesimpulan yang dihasilkan dari rangkaian berita mengenai aspek subjektif kebangkitan Kristus adalah Manusia-Penyelamat ini hidup di dalam kaum beriman-Nya. Melalui kebangkitan, Kristus menjadi Roh pemberi-hayat, menyalurkan hayat ilahi pada kita, menjadikan kita sebagai ciptaan baru. Istilah ini dipakai oleh Rasul Paulus dalam 2 Korintus 5:17: “Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan yang baru: Yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.”

Ciptaan lama adalah langit, bumi, jutaan makhluk, dan manusia. Akan tetapi, ciptaan baru hanya meliputi umat Allah yang telah dipilih dan ditebus. Allah Tritunggal seperti sebutir benih ilahi yang ditunaskan kepada kita sebagai kaum beriman lewat Kristus sebagai Roh pemberi-hayat ke dalam kita. Karena kita telah ditunaskan melalui kebangkitan Manusia-Penyelamat, maka kita dilahirkan kembali (1 Ptr. 1:3) dan menjadi ciptaan yang baru. Proses ini adalah perbanyakan-Nya. Kitab-kitab Injil memiliki satu Kristus namun kini Kristus memiliki perbanyakan-Nya.

Kristus yang hidup di dalam kaum beriman sesungguhnya adalah Kristus yang pneumatik, Kristus yang berada dalam kebangkitan. Kristus sendiri adalah kebangkitan dan realitas dari kebangkitan ini adalah Roh pemberi-hayat. Yohanes 14:16, Ia mengatakan akan meminta kepada Bapa memberikan Penolong yang lain yaitu Roh Kebenaran yang akan tinggal di dalam kita. Yohanes 14:26 berkata, “Penolong, yaitu ROH KUDUS, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku” menyatakan bahwa Bapa, Putra, dan Roh mencapai kita. Ketika Roh itu datang, Putra dan Bapa juga datang. Terpujilah Allah Tritunggal yang mencapai kita lewat Roh pemberi-hayat dan membawa kita juga tinggal di dalam kebangkitan!


Sumber: Pelajaran-Hayat Lukas, Buku 3, Berita 75


November 01, 2019, 05:14:34 AM
Reply #1983
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 25218
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://arushayat.blogspot.com/2019

01 November 2019
Lukas - Minggu 38 Jumat

Pembacaan Alkitab: Yoh. 14:19
Doa baca: “Sesaat lagi dunia tidak akan melihat Aku lagi, tetapi kamu akan melihat Aku, sebab Aku hidup dan kamu pun akan hidup.” (Yoh. 14:19)


Melihat Dia yang Hidup di dalam Kita


Apabila Tuhan tetap tinggal di dalam kubur, maka Tuhan tidak hidup dan murid-murid pun tidak akan melihat Dia lagi. Akan tetapi, Yohanes 14:19 mengatakan bahwa karena Dia hidup maka kita akan melihat Dia. Dia berkata, Dia akan bangkit dan hidup karena itu kita juga akan hidup. Setelah kebangkitan-Nya, Dia akan hidup di dalam kita.

Beberapa orang mungkin berpikir bahwa mereka telah melihat Tuhan Yesus yang ada di dalam kaum beriman. Namun, pemahaman yang demikian tidak tepat karena tidak sesuai dengan yang tertulis dalam Firman Tuhan dalam Yohanes 14:19, “... tetapi kamu akan melihat Aku, sebab Aku hidup dan kamu pun akan hidup.” Firman ini menunjukkan bahwa kita melihat Dia karena Dia hidup di dalam kita. Kita hidup karena Dia hidup. Dia hidup di dalam kita adalah untuk membuat kita hidup. Ia tidak hanya ada bersama-sama dengan kita, Ia bahkan hidup di dalam kita. Bagaimana kita dapat mengetahui bahwa Kristus hidup? Kita dapat menjawab pertanyaan ini dengan berkata, “Aku tahu Dia hidup karena Dia hidup di dalamku. Karena Tuhan hidup di dalamku, maka aku dapat melihat Tuhan. Bahkan saat aku sedang berbicara, Dialah yang berbicara. Aku adalah alat pengirim yang membicarakan apa yang Ia katakan kepadaku.”

Penggenapan dari Firman Tuhan: “sebab aku hidup dan kamu pun akan hidup” (Yoh. 14:19) terjadi pada hari Pentakosta. Ketika Petrus berdiri dengan kesebelas murid, itu adalah Kristus dalam kebangkitan. Pembicaraan Petrus juga adalah Kristus dalam kebangkitan.  Seandainya ada orang yang bertanya kepada Petrus di manakah Kristus, Petrus dapat menjawab demikian, “Kristus ada di sini. Tidakkah kamu melihat aku? Jika kamu melihat aku maka kamu melihat Kristus karena Dia hidup di dalamku.” Pengalaman Petrus ini pun adalah pengalaman kita sebagai kaum beriman-Nya hari ini. Kristus yang telah bangkit kini hidup di dalam kita.


Sumber: Pelajaran-Hayat Lukas, Buku 3, Berita 75




November 02, 2019, 05:27:31 AM
Reply #1984
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 25218
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://arushayat.blogspot.com/2019

02 November 2019
Lukas - Minggu 38 Sabtu

Pembacaan Alkitab: Yoh. 11:25; Gal 5:16, 25
Doa baca: “Jikalau kita hidup oleh Roh, baiklah hidup kita juga dipimpin oleh Roh.” (Gal. 5:25)


Kristus dalam Kebangkitan


Kristus yang pneumatik adalah satu ekspresi yang disukai oleh kaum beriman. Ekspresi ini menunjukkan bahwa Kristus adalah Roh pemberi-hayat. Dia sebagai Roh pemberi-hayat bukan hanya untuk kita alami secara doktrin tetapi secara pengalaman karena melalui pengalaman, kita tahu bahwa Kristus adalah Roh itu yang hidup di dalam kita.

Menurut Perjanjian Baru, Kristus dan Roh itu hidup di dalam kita. Dia yang hidup di dalam kita adalah Kristus yang pneumatik, Kristus yang adalah Roh pemberi-hayat. Banyak orang beriman tidak sadar bahwa Kristus yang hidup ini adalah Kristus yang berada dalam kebangkitan dan Kristus yang adalah kebangkitan. Dalam Yohanes 11:25, Tuhan sendiri mengatakan, “Akulah kebangkitan.” Ayat ini menunjukkan fakta bahwa Kristus yang ada dalam kebangkitan adalah kebangkitan itu sendiri. Perjanjian Baru menyuruh kita untuk hidup oleh Roh. Hidup oleh Roh secara sederhana berarti berperilaku dalam kebangkitan. Hal ini memerlukan kita menyangkal diri supaya Kristus dapat hidup di dalam kita. Kita dimatikan adalah untuk memperhidupkan Dia, dan Dia hidup melalui kita mati. Kita tidak dapat mengenal Kristus tanpa mengenal kuat kuasa kebangkitan-Nya karena Kristus yang kita perhidupkan hari ini adalah kebangkitan. Kebangkitan adalah Kristus yang pneumatik, yakni Dia sebagai Roh pemberi-hayat.

Karena Roh itu adalah realitas kebangkitan, maka kita perlu hidup menurut Roh. Bila kita hidup menurut Roh, maka kita hidup dalam kebangkitan. Bila kita hidup oleh Roh pemberi-hayat, maka kita hidup bersama dengan Kristus yang hidup, dan Kristus yang hidup ini adalah Kristus dalam kebangkitan. Setiap hari kita perlu menyangkal diri dan memikul salib agar Kristus dalam kebangkitan menjadi pengalaman yang riil bagi kita.


Sumber: Pelajaran-Hayat Lukas, Buku 3, Berita 75




November 03, 2019, 04:52:33 AM
Reply #1985
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 25218
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://arushayat.blogspot.com/2019

02 November 2019
Lukas - Minggu 38 Sabtu

Pembacaan Alkitab: Yoh. 11:25; Gal 5:16, 25
Doa baca: “Jikalau kita hidup oleh Roh, baiklah hidup kita juga dipimpin oleh Roh.” (Gal. 5:25)


Kristus dalam Kebangkitan


Kristus yang pneumatik adalah satu ekspresi yang disukai oleh kaum beriman. Ekspresi ini menunjukkan bahwa Kristus adalah Roh pemberi-hayat. Dia sebagai Roh pemberi-hayat bukan hanya untuk kita alami secara doktrin tetapi secara pengalaman karena melalui pengalaman, kita tahu bahwa Kristus adalah Roh itu yang hidup di dalam kita.

Menurut Perjanjian Baru, Kristus dan Roh itu hidup di dalam kita. Dia yang hidup di dalam kita adalah Kristus yang pneumatik, Kristus yang adalah Roh pemberi-hayat. Banyak orang beriman tidak sadar bahwa Kristus yang hidup ini adalah Kristus yang berada dalam kebangkitan dan Kristus yang adalah kebangkitan. Dalam Yohanes 11:25, Tuhan sendiri mengatakan, “Akulah kebangkitan.” Ayat ini menunjukkan fakta bahwa Kristus yang ada dalam kebangkitan adalah kebangkitan itu sendiri. Perjanjian Baru menyuruh kita untuk hidup oleh Roh. Hidup oleh Roh secara sederhana berarti berperilaku dalam kebangkitan. Hal ini memerlukan kita menyangkal diri supaya Kristus dapat hidup di dalam kita. Kita dimatikan adalah untuk memperhidupkan Dia, dan Dia hidup melalui kita mati. Kita tidak dapat mengenal Kristus tanpa mengenal kuat kuasa kebangkitan-Nya karena Kristus yang kita perhidupkan hari ini adalah kebangkitan. Kebangkitan adalah Kristus yang pneumatik, yakni Dia sebagai Roh pemberi-hayat.

Karena Roh itu adalah realitas kebangkitan, maka kita perlu hidup menurut Roh. Bila kita hidup menurut Roh, maka kita hidup dalam kebangkitan. Bila kita hidup oleh Roh pemberi-hayat, maka kita hidup bersama dengan Kristus yang hidup, dan Kristus yang hidup ini adalah Kristus dalam kebangkitan. Setiap hari kita perlu menyangkal diri dan memikul salib agar Kristus dalam kebangkitan menjadi pengalaman yang riil bagi kita.


Sumber: Pelajaran-Hayat Lukas, Buku 3, Berita 75




November 04, 2019, 06:01:53 AM
Reply #1986
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 25218
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://arushayat.blogspot.com/2019

04 November 2019
Lukas - Minggu 39 Senin

Pembacaan Alkitab: Ibr. 2:9; 12:2
Doa baca: “Tetapi yang kita lihat ialah bahwa Yesus untuk waktu yang singkat dibuat sedikit lebih rendah daripada malaikat-malaikat, dan karena penderitaan maut, dimahkotai dengan kemuliaan dan hormat, supaya oleh anugerah Allah Ia mengalami maut bagi semua manusia.” (Ibr. 2:9)


Proses Pelantikan Manusia-Penyelamat


Status Manusia-Penyelamat sebagai Allah dan manusia, Pencipta dan ciptaan, dan sebagai Penebus, Penyelamat, dan Roh pemberi-hayat, adalah untuk melaksanakan administrasi Allah dan untuk melaksanakan ekonomi Perjanjian Baru Allah.

Dalam aspek objektif, kenaikan Tuhan membuat Dia dimahkotai dengan kemuliaan dan hormat (Ibr. 2:9), dan didudukkan di atas takhta bagi administrasi Allah (Ibr. 12:2), agar Dia dilatih menjadi Tuhan untuk mendapatkan segala sesuatu dan dilantik menjadi Kristus untuk melaksanakan amanat Allah. Kata “pelantikan” memang tudak ditemukan dalam Alkitab, namun fakta pelantikan Manusia-Penyelamat ada di dalam Alkitab. Perjanjian Baru mewahyukan fakta pelantikan Kristus. Dalam Kisah Para Rasul 2:36, “Jadi, seluruh kaum Israel harus tahu dengan pasti bahwa Allah telah membuat Yesus, yang kamu salibkan itu, menjadi Tuhan dan Kristus.” Dalam ayat ini kata “membuat” dapat pula dipahami “melantik.” Jadi, pelantikan Kristus ada dalam Kisah Para Rasul 2:36. Jika kita baca ayat-ayat sebelumnya, kita akan nampak bahwa di sana kenaikan Tuhan disinggung.

Dalam kenaikan-Nya Allah melantik Yesus Kristus ke dalam ministri surgawi-Nya. Ini berarti dalam kenaikan-Nya, Allah menjadikan Dia Tuhan dan Kristus. Melalui mengenal aspek objektif kenaikan Tuhan dalam Ibrani 2:9 kita dapat melihat bahwa untuk melaksanakan administrasi Allah dan ekonomi Perjanjian Baru-Nya, Tuhan melalui suatu proses panjang yang dimulai dengan penciptaan, dilanjutkan dengan inkarnasi, kehidupan insani, ketersaliban, dan kebangkitan. Puji Tuhan, semoga makin hari kita dapat mengapresiasi bahwa dalam proses yang telah dilalui Tuhan, Ia dapat melaksanakan amanat Allah.


Sumber: Pelajaran-Hayat Lukas, Buku 3, Berita 76



November 05, 2019, 05:46:54 AM
Reply #1987
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 25218
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://arushayat.blogspot.com/2019

05 November 2019
Lukas - Minggu 39 Selasa

Pembacaan Alkitab: Kol. 1:15
Doa baca: “Dialah gambar Allah yang tidak kelihatan, yang sulung, lebih utama dari segala yang diciptakan.” (Kol. 1:15)


Status Manusia-Penyelamat bagi Pengalaman Subjektif Kaum Beriman


Status Manusia-Penyelamat sebagai Allah Allah dan manusia, Pencipta dan ciptaan adalah ajaib. Kolose 1:15 mengatakan bahwa Kristus adalah Yang sulung dari semua ciptaan, yang menunjukkan bahwa, berkaitan dengan keinsanian-Nya, Dia adalah ciptaan. Tetapi karena bidah dari Arius, yang disalahkan pada Konsili Nicea pada tahun 325 M, banyak orang enggan mengatakan bahwa menurut Kolose 1:15, Kristus adalah ciptaan. Ayat ini adalah dasar untuk mengatakan bahwa Kristus adalah ciptaan juga Pencipta. Ibrani 2:14 menunjukkan bahwa Tuhan Yesus memiliki darah dan daging, Ia menjadi manusia yang adalah ciptaan. Bila kita mengatakan bahwa Kristus adalah Pencipta dan bukan ciptaan, maka kita menyangkal bahwa Dia menjadi seorang manusia, hal ini tidak sesuai dengan yang diwahyukan Alkitab.

Kristus kita, yang telah dilantik Allah ke dalam tugas surgawi, adalah Allah dan manusia, Pencipta juga ciptaan, Penebus, Penyelamat, dan Roh pemberi-hayat. Roh pemberi-hayat ini adalah perampungan dari Allah Tritunggal, artinya, Kristus adalah Allah yang lengkap juga manusia yang sempurna dengan tiga bagian.

Hari ini, Manusia-Penyelamat dengan status-Nya yang ajaib telah menjadi Roh pemberi-hayat di dalam roh kaum beriman. Kita perlu menyadari bahwa sebagai Allah Tritunggal yang telah melalui proses, Ia dilantik ke dalam tugas surgawi-Nya untuk menyelenggarakan administrasi Allah dan merampungkan ekonomi Perjanjian Baru Allah. Ia mengembangbiakkan diri-Nya sendiri bagi reproduksi-Nya untuk membangun gereja, Tubuh-Nya, yang akan menghasilkan Yerusalem Baru. Kita dapat belajar mengatakan, “Penyelamat-Ku adalah Allah Tritunggal dan manusia tiga bagian, Pencipta pula ciptaan, Penebus dan Roh pemberi-hayat yang adalah perampungan Allah Tritunggal.” Semakin kita menyadari hal ini, semakin kita dapat mengalami Dia yang kaya secara nyata.


Sumber: Pelajaran-Hayat Lukas, Buku 3, Berita 76



November 06, 2019, 05:28:22 AM
Reply #1988
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 25218
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://arushayat.blogspot.com/2019

06 November 2019
Lukas - Minggu 39 Rabu

Pembacaan Alkitab: Ibr. 2:9
Doa baca: “Tetapi yang kita lihat ialah bahwa Yesus untuk waktu yang singkat dibuat sedikit lebih rendah daripada malaikat-malaikat, dan karena penderitaan maut, dimahkotai dengan kemuliaan dan hormat, supaya oleh anugerah Allah Ia mengalami maut bagi semua manusia.” (Ibr. 2:9)


Aspek Objektif Kenaikan Manusia-Penyelamat


Dalam kenaikan-Nya, Manusia-Penyelamat dimahkotai dengan kemuliaan dan hormat. Kemuliaan dan hormat dalam Ibrani 2:9 dianggap sebagai satu mahkota. Kemuliaan adalah kemegahan dan keindahan yang berhubungan dengan persona Yesus; hormat adalah kemustikaan yang berhubungan dengan harga, nilai, dan martabat Yesus (1 Ptr. 2:7). Kehormatan Tuhan juga berhubungan dengan kedudukan-Nya (2 Ptr. 1:17). Hal ini menunjukkan bahwa Kristus berada dalam tingkatan kemuliaan dan memiliki kedudukan terhormat. Inilah aspek objektif pertama kenaikan Manusia-Penyelamat.

Aspek objektif kedua kenaikan Manusia-Penyelamat adalah Dia telah duduk di takhta bagi administrasi Allah. Ibrani 12:2 mengatakan bahwa Kristus sekarang, “duduk di sebelah kanan takhta Allah.” Ayat ini memberi kesan bahwa di samping takhta Allah, yaitu di sebelah kanan-Nya, ada takhta lainnya. Namun dalam Wahyu 22 menunjukkan bahwa hanya ada satu takhta Allah dan Anak Domba. Karena Anak Domba, Kristus, sebagai lampu bercahaya bersama Allah sebagai terangnya menerangi Yerusalem baru dengan kemuliaan Allah sebagai ekspresi terang ilahi. Seperti terang itu ada di dalam lampu, demikian pula Allah ada di dalam Kristus. Karena Allah ada di dalam Kristus yang duduk di takhta, maka Allah dan Kristus duduk di satu takhta di surga.

Kristus telah duduk di takhta dalam kenaikan-Nya. Kenaikan-Nya adalah bagi penobatan-Nya. Manusia-Penyelamat sebagai Dia yang telah naik, telah dimahkotai dengan kemuliaan dan hormat dan telah duduk di takhta bagi administrasi Allah. Melihat fakta bahwa Allah ada di takhta dan Allah ini ada di dalam Manusia-Penyelamat yang duduk di takhta, kita akan nampak bahwa penobatan-Nya melibatkan Trinitas Ilahi.


Sumber: Pelajaran-Hayat Lukas, Buku 3, Berita 76


November 07, 2019, 07:14:40 AM
Reply #1989
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 25218
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://arushayat.blogspot.com/2019

07 November 2019
Lukas - Minggu 39 Kamis

Pembacaan Alkitab: Yoh. 20:22
Doa baca: “Sesudah berkata demikian, Ia mengembusi mereka dan berkata,'Terimalah ROH KUDUS.’” (Yoh. 20:22)


Hubungan Kristus yang Naik dengan Kaum Beriman


Sebagai Manusia-Penyelamat yang dilantik ke dalam tugas surgawi-Nya, Ia telah melalui proses yang lengkap sehingga memiliki status yang lengkap. Dengan mempertimbangkan aspek objektif dari kenaikan Kristus, kita nampak bahwa di dalam kenaikan-Nya Dia dimahkotai dengan kemuliaan dan hormat. Beberapa orang setelah mendengar tentang aspek objektif dari kenaikan Kristus mungkin mengira bahwa perihal ini terlalu tinggi dan terlalu jauh bagi mereka—apa hubungannya aspek-aspek Kristus yang begitu kaya itu dengan kita? Menurut Yohanes 20:22, di dalam kebangkitan-Nya, Kristus datang kepada murid-murid untuk mengembuskan diri-Nya sendiri ke dalam mereka. Namun setelah mengembuskan diri-Nya ke dalam murid-murid, Dia masih perlu dilantik ke dalam tugas surgawi-Nya.

Seperti layaknya pemilihan dan pelantikan presiden, presiden terpilih tidak segera menunaikan tugas kepresidenannya setelah terpilih, ia terlebih dahulu harus menunggu hari pelantikan. Setelah dilantik, barulah ia dapat mulai melaksanakan administrasinya sebagai Presiden. Setelah kebangkitan Manusia-Penyelamat masih perlu dilantik dalam kenaikan-Nya. Selama lima puluh hari setelah Tuhan menghembuskan diri-Nya ke dalam murid-murid, mereka tenang. Tetapi setelah Tuhan naik ke surga dan dilantik ke dalam pos-Nya, sejumlah hal besar mulai terjadi, dimulai pada hari Pentakosta.

Sebagai kaum beriman, kita perlu nampak bahwa kita memiliki Dia yang hidup di dalam kita yang bukan hanya hayat dan kuasa dalam kebangkitan, tetapi juga kuasa dalam kenaikan. Kristus dalam kebangkitan dan kenaikan hidup di dalam kita dan tinggal di atas diri kita. Dia hidup di dalam kita sebagai hayat, dan Dia tinggal di atas kita sebagai kuasa. Karena itu, kita sekarang menjadi satu dengan Kristus dalam kebangkitan dan kenaikan-Nya. Hasilnya, kita memiliki hayat dan kuasa dalam kebangkitan dan juga kuasa dalam kenaikan.


Sumber: Pelajaran-Hayat Lukas, Buku 3, Berita 77



 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)