Author Topic: Arus Hayat  (Read 84549 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

November 08, 2019, 05:56:23 AM
Reply #1990
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23811
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://arushayat.blogspot.com/2019

08 November 2019
Lukas - Minggu 39 Jumat

Pembacaan Alkitab: Mat. 11:28
Doa baca: “Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.” (Mat. 11:28)


Apresiasi terhadap Kristus yang Bangkit dan Naik


Dalam mengenal kebangkitan dan kenaikan Manusia-Penyelamat seperti yang diwahyukan dalam Alkitab, kita mungkin tidak memiliki apresiasi yang memadai. Kita semua perlu belas kasihan Tuhan, karena kebenaran yang diwahyukan dalam Alkitab belum dapat kita masuki. Sebaliknya, kita mungkin sering membaca Alkitab dengan cara yang sangat dangkal—tidak menelusuri ke bawah permukaan untuk melihat apa yang ada di dalam lubuknya. Misalnya, kita mungkin mengapresiasi Firman Tuhan dalam Matius 11:28 dengan memberikan respon, “Terima kasih, Tuhan, aku adalah orang yang letih lesu, orang yang berbeban berat. Tuhan, aku datang kepada-Mu dan meminta Engkau memberikan perhentian kepadaku.” Bahkan kita mungkin memahami satu ayat seperti Yohanes 3:16 dengan cara yang dangkal—hanya memperhatikan fakta bahwa Allah mengasihi dunia ini, namun tidak mempelajari apakah arti percaya itu, tidak memikirkan apakah hidup yang kekal itu, atau apa artinya memperoleh hidup yang kekal.

Membaca Alkitab dengan cara yang dangkal dapat dibandingkan dengan bermain skate di atas es yang menutupi danau yang dalam; pemain itu tidak memecahkan es untuk melihat apa yang ada di bawah permukaan es itu. Sama seperti cara kita membaca Alkitab. Karena kedangkalan dalam membaca Alkitab, sangat sedikit orang Kristen yang mengenal hal kebangkitan, kenaikan, dan kedatangan Roh itu. Kita perlu terkesan dengan fakta bahwa hubungan Tuhan dengan kita tidak berhenti sampai dengan kebangkitan-Nya, melainkan terus berlanjut sampai kenaikan-Nya. Kristus yang bangkit dan naik ini, hari ini hidup dan bekerja di dalam kita dengan hayat, kekuatan, dan kuasa. Namun apresiasi kita terhadap Kristus tergantung pada bagaimana sikap kita terhadap firman. Tuhan, belas kasihanilah kami, moga sikap kami terhadap firman-Mu kian hari kian ke dalam!


Sumber: Pelajaran-Hayat Lukas, Buku 3, Berita 77



November 09, 2019, 05:28:45 AM
Reply #1991
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23811
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://arushayat.blogspot.com/2019

09 November 2019
Lukas - Minggu 39 Sabtu

Pembacaan Alkitab: Yoh. 1:1-4
Doa baca: “Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatu pun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan.” (Yoh. 1:3)


Mengapresiasi Manusia-Penyelamat dalam Mengontak Dia


Bila kita memiliki pengenalan yang subjektif dan riil terhadap Manusia-Penyelamat sewaktu kita mengontak Dia, maka kontak kita akan berbeda. Sama seperti mengenal orang lain, kontak kita terhadap orang tersebut akan berbeda bila kita mengenal status, kualifikasi, kedudukan, dan tugas orang tersebut, demikian pula sebaliknya. Hari ini banyak orang beriman berdoa kepada Tuhan dan mengontak Dia dengan cara yang jauh dari memadai, hal ini karena mereka tidak memiliki banyak apresiasi terhadap status, kedudukan, dan kualifikasi Tuhan.

Sebelum Manusia-Penyelamat dilantik dalam kenaikan-Nya, Dia telah melalui proses penciptaan, inkarnasi, kehidupan insani, penyaliban, dan kebangkitan. Penciptaan masuk melalui Dia (Yoh. 1:3). Kolose 1:16 menunjukkan bahwa Kristus juga telah melalui proses inkarnasi: Dia sebagai Firman, yang adalah Allah, menjadi daging (Yoh. 1:1, 14). Melalui inkarnasi, Dia membawa Allah Pencipta ke dalam ciptaan-Nya, ke dalam keinsanian.  Demikian, proses yang telah dilalui-Nya tercatat dengan rinci dalam kitab-kitab Injil. Kita bersyukur pada Tuhan bahwa belas kasih-Nya membuat kita tidak lagi “meluncur” di atas permukaan Firman Tuhan.

Oleh kasih karunia Tuhan, kita dapat menemukan kebenaran yang dalam yang terkandung dalam firman kudus. Kebenaran-kebenaran ini sering kali memerlukan istilah-istilah baru untuk dijelaskan, misalnya pemakaian kata “ekonomi” dan “zaman.” Kata “ekonomi” dipakai untuk menjelaskan kebenaran mengenai Allah Tritunggal menyalurkan diri-Nya ke dalam manusia tiga bagian. Seluruh proses yang Dia alami termasuk kenaikan-Nya adalah untuk ekonomi Allah. Kita perlu mengejar pengenalan yang lebih lengkap terhadap Allah kita ketika kita mengontak Dia.


Sumber: Pelajaran-Hayat Lukas, Buku 3, Berita 77




November 10, 2019, 04:39:45 AM
Reply #1992
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23811
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://arushayat.blogspot.com/2019

09 November 2019
Lukas - Minggu 39 Sabtu

Pembacaan Alkitab: Yoh. 1:1-4
Doa baca: “Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatu pun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan.” (Yoh. 1:3)


Mengapresiasi Manusia-Penyelamat dalam Mengontak Dia


Bila kita memiliki pengenalan yang subjektif dan riil terhadap Manusia-Penyelamat sewaktu kita mengontak Dia, maka kontak kita akan berbeda. Sama seperti mengenal orang lain, kontak kita terhadap orang tersebut akan berbeda bila kita mengenal status, kualifikasi, kedudukan, dan tugas orang tersebut, demikian pula sebaliknya. Hari ini banyak orang beriman berdoa kepada Tuhan dan mengontak Dia dengan cara yang jauh dari memadai, hal ini karena mereka tidak memiliki banyak apresiasi terhadap status, kedudukan, dan kualifikasi Tuhan.

Sebelum Manusia-Penyelamat dilantik dalam kenaikan-Nya, Dia telah melalui proses penciptaan, inkarnasi, kehidupan insani, penyaliban, dan kebangkitan. Penciptaan masuk melalui Dia (Yoh. 1:3). Kolose 1:16 menunjukkan bahwa Kristus juga telah melalui proses inkarnasi: Dia sebagai Firman, yang adalah Allah, menjadi daging (Yoh. 1:1, 14). Melalui inkarnasi, Dia membawa Allah Pencipta ke dalam ciptaan-Nya, ke dalam keinsanian.  Demikian, proses yang telah dilalui-Nya tercatat dengan rinci dalam kitab-kitab Injil. Kita bersyukur pada Tuhan bahwa belas kasih-Nya membuat kita tidak lagi “meluncur” di atas permukaan Firman Tuhan.

Oleh kasih karunia Tuhan, kita dapat menemukan kebenaran yang dalam yang terkandung dalam firman kudus. Kebenaran-kebenaran ini sering kali memerlukan istilah-istilah baru untuk dijelaskan, misalnya pemakaian kata “ekonomi” dan “zaman.” Kata “ekonomi” dipakai untuk menjelaskan kebenaran mengenai Allah Tritunggal menyalurkan diri-Nya ke dalam manusia tiga bagian. Seluruh proses yang Dia alami termasuk kenaikan-Nya adalah untuk ekonomi Allah. Kita perlu mengejar pengenalan yang lebih lengkap terhadap Allah kita ketika kita mengontak Dia.


Sumber: Pelajaran-Hayat Lukas, Buku 3, Berita 77



November 11, 2019, 06:21:14 AM
Reply #1993
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23811
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://arushayat.blogspot.com/2019

11 November 2019
Lukas - Minggu 40 Senin

Pembacaan Alkitab: Ef. 1:19-23
Doa baca: “Segala sesuatu telah diletakkan-Nya di bawah kaki Kristus dan Dia telah diberikan-Nya kepada jemaat sebagai Kepala dari segala yang ada.” (Ef. 1:22)


Diberikan kepada Jemaat sebagai Kepala dari Segala yang Ada


Kita perlu berjerih lelah lebih banyak untuk membicarakan aspek subjektif kenaikan Manusia- Penyelamat, dibandingkan dengan aspek objektifnya. Untuk hal itu, kita dapat menggunakan kata “transmisi” untuk menghubungkan aspek objektif dan subjektif dari kenaikan-Nya. Ini tersirat dalam frase “kepada jemaat” dalam Efesus 1:22, yang menunjukkan adanya satu transmisi dari Kristus yang naik kepada gereja (jemaat) yang adalah Tubuh-Nya.

Frasa “dan Dia telah diberikan-Nya kepada jemaat sebagai Kepala dari segala yang ada” dalam Efesus 1:22 telah menjadi masalah bagi penerjemah Alkitab. Alkitab versi pemulihan menerjemahkannya dengan mengatakan “diberikan-Nya kepada jemaat menjadi Kepala dari segala yang ada.” Berdasarkan terjemahan, Kristus diberikan Allah kepada gereja menjadi Kepala atas segala sesuatu, bukan sebagai karunia. Karunia diberikan Allah kepada Kristus untuk menjadi kepala atas segala sesuatu, dan Kristus ini diberikan kepada gereja. Gereja mengambil bagian dalam kuasa yang ada di dalam Kristus.

Bagaimana gereja mengambil bagian dalam kuasa ini dijelaskan dalam Efesus 1:19. Dalam ayat ini terdapat frasa “kuasa-Nya bagi kita”, dan “sesuai dengan kekuatan kuasa-Nya”. Kuasa Allah di surga adalah bagi kita, berarti kuasa-Nya ditransmisikan kepada kita. Seperti transmisi listrik dari pembangkit listrik ke rumah. Ketika arus tersebut mengalir, maka memiliki kuasa untuk menyalakan listrik. Namun hal ini berlangsung “sesuai dengan kekuatan kuasa- Nya.” Seperti kereta yang berkuasa, memerlukan rel sebagai jalurnya. Kuasa apakah yang disalurkan kepada kita? Kuasa ini adalah kuasa yang dikerjakan Allah di dalam Kristus di Efesus 1:20-22. Ada empat hal: membangkitkan, mendudukkan Dia di sebelah kanan-Nya di surga, menaklukkan segala sesuatu di bawah kaki-Nya, dan memberikan-Nya kepada gereja menjadi Kepala atas segala sesuatu.


Sumber: Pelajaran-Hayat Lukas, Buku 3, Berita 78


November 12, 2019, 06:21:44 AM
Reply #1994
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23811
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://arushayat.blogspot.com/2019

12 November 2019
Lukas - Minggu 40 Selasa

Pembacaan Alkitab: Ef. 1:19-23
Doa baca: “Segala sesuatu telah diletakkan-Nya di bawah kaki Kristus dan Dia telah diberikan-Nya kepada jemaat sebagai Kepala dari segala yang ada.” (Ef. 1:22)


Transmisi dari Kristus yang Naik ke Surga kepada Gereja


Untuk menerima transmisi dari Kristus, pertama kita harus menggunakan penerjemahan yang tepat pada bagian akhir dari Efesus 1:22, “telah diberikan- Nya kepada jemaat menjadi Kepala dari segala yang ada.” Inilah penerjemahan yang paling logis, bermakna dan tepat. Ini lebih dalam dari pada terjemahan yang mengatakan “Ia diberikan-Nya kepada jemaat sebagai Kepala.”

Frasa “kepada jemaat” sangatlah penting. Tanpa ini, maka Kristus menjadi kepala tidak berhubungan dengan gereja. Kenaikan-Nya tidak berhubungan dengan gereja. Namun, dengan frasa tersebut, apa pun yang telah dicapai dan diperoleh Kristus, ditransmisikan kepada gereja. Hal ini diibaratkan dengan pembangkit listrik mentransmisikan listrik ke dalam sebuah bangunan. Melalui transmisi ini, Efesus 2:6 memberi tahu kita bahwa kita duduk bersama Kristus di surga. Hal ini serupa dengan listrik yang ada di dalam pembangkit, tapi juga ada di dalam bangunan.

Boleh jadi kita tidak dapat melihat kuasa ini, namun hal ini adalah suatu realitas. Sama seperti kita tak melihat kuasa-Nya dalam menopang alam semesta ini, namun kita tetap mempercayainya. Hal yang perlu kita lakukan adalah percaya bahwa di dalam alam ilahi dan rohani, ada suatu kuasa yang mentransmisikan semua hal yang telah dicapai dan diperoleh Kristus dalam kenaikan-Nya kepada kita.

Hari ini, gereja seharusnya berada di dalam transmisi Kristus yang ditinggikan dan telah naik. Untuk itu, kita perlu mengosongkan diri, agar dapat menerima sesuatu yang lebih baru dan lebih dalam dari wahyu ilahi dalam Kitab Suci ini. Kita perlu membuka diri dan berkata, “Tuhan, aku ada di sini. Aku cinta kepada-Mu, dan aku persembahkan diriku kepada-Mu. Tuhan, aku mengosongkan seluruh diriku bagi-Mu.” Jika kita berdoa demikian, kita akan mengalami dan menikmati transmisi ilahi.


Sumber: Pelajaran-Hayat Lukas, Buku 3, Berita 78



November 13, 2019, 05:49:51 AM
Reply #1995
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23811
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://arushayat.blogspot.com/2019

13 November 2019
Lukas - Minggu 40 Rabu

Pembacaan Alkitab: Ef. 1:10
Doa baca: “Sebagai persiapan kegenapan waktu untuk mempersatukan di dalam Kristus sebagai Kepala segala sesuatu, baik yang di surga maupun yang di bumi.” (Ef. 1:10)


Kekepalaan—Sasaran Transmisi Ilahi


Transmisi ilahi yang diwahyukan dalam Efesus 1 memiliki satu sasaran yang besar—mempersatukan di dalam Kristus segala sesuatu di bawah satu Kepala. Efesus 1:10 menekankan dengan tegas fakta bahwa Allah telah membuat Kristus menjadi Kepala atas segala sesuatu. Dengan demikian, segala sesuatu akan dikepalai di bawah satu Kepala di dalam Kristus pada kegenapan waktu. Kristus adalah Kepala yang unik dengan gereja sebagai Tubuh-Nya. Inilah administrasi dan ekonomi kekal Allah.

Untuk merampungkan pengepalaan segala sesuatu, Allah memerlukan satu manusia universal, Kristus sebagai Kepala, dan gereja sebagai Tubuh- Nya. Karena Allah mengepalai segala sesuatu melalui satu manusia universal ini, maka kita sebagai anggota-anggota Tubuh perlu bekerja sama dengan memelihara keesaan di bawah kekepalaan-Nya. Kita perlu menjaganya, karena keesaan ini adalah alat, saluran, dan alam yang dipakai Allah untuk mengepalai segala sesuatu di dalam Kristus, dan Iblis dengan siasatnya selalu ingin memecah-belah anggota-anggota Tubuh Kristus. Jadi, di dalam pemulihan Tuhan berarti kita berdiri sebagai satu kesatuan. Puji Tuhan hari ini kita berada dalam keesaan!

Mengenai mengapa perlunya pengepalaan atas segala sesuatu di dalam Kristus dan melalui gereja, kita perlu melihat Roma 8:19-22. Di sana kita dapat nampak bahwa semua makhluk mengeluh karena kebobrokannya sendiri. Seluruh makhluk ciptaan sedang berharap, menunggu dengan rindu, penyataan anak-anak Allah. Karena pada waktu itu, semua perpecahan dan pemisahan akan disingkirkan, dan segala sesuatu, bukan hanya manusia, akan dikepalai di bawah satu kepala, yaitu di dalam Kristus. Tentu, hal ini jauh dari pemahaman kita dan hal yang tidak mungkin bagi manusia. Namun, Efesus 1:10 mengatakan “sebagai persiapan kegenapan waktu,” dengan kata lain, hal ini pasti akan terjadi, bagi Allah, hal ini mungkin. Ia pasti akan merampungkannya.


Sumber: Pelajaran-Hayat Lukas, Buku 3, Berita 78



November 14, 2019, 05:57:38 AM
Reply #1996
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23811
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://arushayat.blogspot.com/2019

14 November 2019
Lukas - Minggu 40 Kamis

Pembacaan Alkitab: Kol. 1:18; Ef. 1:23
Doa baca: “Dialah kepala tubuh, yaitu jemaat. Dialah yang sulung, yang pertama bangkit dari antara orang mati, sehingga Dialah yang lebih utama dalam segala sesuatu.” (Kol. 1:18)


Ekspresi Allah dalam Kepenuhan-Nya


Kolose 1:18 dan Efesus 1:23 menunjukkan bahwa dalam kenaikan-Nya, Kristus dijadikan Kepala gereja, Tubuh-Nya, untuk mengekspresikan Allah dalam kepenuhan-Nya. Selanjutnya Efesus 3:19 membicarakan kita “dipenuhi di dalam seluruh kepenuhan Allah.” Semua kepenuhan ini tinggal di dalam Kristus, melalui Ia berhuni di dalam kita, maka Kristus dapat menyalurkan kekayaan-Nya yang tidak terduga ke dalam diri kita, dan akhirnya kita dipenuhi seluruh kepenuhan Allah.

Ekspresi Allah didapatkan dari tidak terpisahnya Kepala dan Tubuh. Seperti satu tubuh jasmani, kepala dan tubuhnya adalah satu, demikian juga kita tidak boleh mengira, Kristus sang Kepala berada di surga dan terpisah dari Tubuh di bumi. Tubuh terpisah dan tanpa Kepala adalah suatu hal yang menakutkan.

Dengan yakin, kita dapat mengatakan Kristus, sang Kepala, telah naik ke surga, dan kita ada di bumi. Lalu di manakah Kepala dan Tubuh yang dimaksudkan ini? Berada di surga ataukah bumi? Kepala dan Tubuh ini adalah satu, membentuk satu manusia universal, yang ada di bumi, pun di surga. Untuk melihat ini, kita perlu menyadari satu hal. lokasi Kepala dan Tubuh tidaklah seperti hal materi yang melibatkan unsur ruang dan waktu. Kita perlu memandang ini dari sudut pandang ilahi. Kita adalah satu dengan Kristus yang naik, dan kenaikan-Nya juga adalah kenaikan kita (Ef. 2:6).

Kita perlu melihat Efesus 3:19 dan Efesus 1:23 untuk menjadi ekspresi-Nya di dalam kenaikan- Nya. Dua ayat tersebut mengatakan bahwa kita menjadi seluruh kepenuhan Allah, dan gereja, Tubuh-Nya, adalah kepenuhan Dia yang memenuhi semua dan di dalam segala sesuatu. Untuk hal ini, kita perlu menikmati Kristus (Ef. 3:8) setiap hari, hingga dipenuhi Dia. Puji Tuhan, hasil dari kita menikmati Kristus hari ini, adalah menjadi kepenuhan-Nya. Inilah kehidupan gereja yang tepat, penuh, ekspresi Kristus.


Sumber: Pelajaran-Hayat Lukas, Buku 3, Berita 79




November 15, 2019, 05:34:00 AM
Reply #1997
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23811
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://arushayat.blogspot.com/2019

15 November 2019
Lukas - Minggu 40 Jumat

Pembacaan Alkitab: Ibr. 4:14
Doa baca: “Jadi, karena kita sekarang mempunyai Imam Besar Agung, yang telah melintasi semua langit, yaitu Yesus, Anak Allah, baiklah kita berpegang teguh pada pengakuan iman kita.” (Ibr. 4:14)


Kristus, Imam Besar Agung (1)


Tuhan datang dari Allah kepada kita melalui inkarnasi, dan kemudian Dia pergi kembali kepada Allah dari kita melalui kebangkitan dan kenaikan untuk menjadi Imam Besar kita untuk memikul kita di hadirat Allah dan memenuhi semua keperluan kita (Ibr. 2:17-18; 4:15). Selain itu, dalam kenaikan-Nya Kristus telah melampaui segala langit (Ibr. 7:26); sekarang Dia bukan hanya ada di surga (Ibr. 9:24), tetapi juga jauh lebih tinggi daripada surga, jauh di atas semua langit (Ef. 4:10). Di dalam kenaikan-Nya Dia dilantik ke dalam tugas keimaman-Nya.

Ada empat hal yang Imam Besar lakukan. Dua hal pertama adalah merawat gereja-gereja dan memikul serta menopang kita. Sangatlah bermakna Wahyu 1:13 mengatakan: “Di tengah-tengah kaki pelita itu ada seorang serupa Anak Manusia, berpakaian jubah yang panjangnya sampai di kaki.” Di satu pihak, Kristus adalah Imam Besar yang menjadi juru syafaat di surga bagi gereja-gereja (Ibr. 7:25-26; Rm. 8:34); di pihak lain, Dia adalah Imam Besar yang berjalan di antara gereja-gereja untuk merawat mereka. Inilah visi yang pertama tercatat dalamWahyu 1. Imam Besar berpakaian jubah imam yang berjalan di antara kaki-kaki pelita dan merawat mereka, khususnya memperhatikan cahaya pelita- pelitanya.

Kristus tidak hanya merawat gereja-gereja, Ia pun memikul kita dan menopang kita. Hal ini diwahyukan dalam Keluaran 28:21, 29. Imam besar membawa nama para anak Israel pada tutup dada pernyataan keputusan ke dalam tempat kudus. Ini menandakan Ia selalu memikul dan menopang kita pada bahu-Nya dan dada-Nya. Pemikiran dan perasaan kita dapat berbeda dengan rawatan dan asuhan yang Ia berikan. Namun, kita perlu percaya bahwa rawatan-Nya adalah yang terbaik bagi kita. Jika kita bertanya pada Tuhan, mungkin Ia menjawab: “Kamu tidak tahu apa yang terbaik bagimu. Aku tahu inilah jalan yang seharusnya kamu tempuh.”


Sumber: Pelajaran-Hayat Lukas, Buku 3, Berita 79



November 16, 2019, 06:17:47 AM
Reply #1998
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23811
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://arushayat.blogspot.com/2019

16 November 2019
Lukas - Minggu 40 Sabtu

Pembacaan Alkitab: Ibr. 7:22; 9:15-16
Doa baca: “Itulah sebabnya Yesus telah menjadi jaminan dari suatu perjanjian yang lebih baik.” (Ibr. 7:22).


Kristus, Imam Besar Agung (2)


Kristus yang naik sebagai Imam Besar kita bukan hanya memperhatikan kita dan keselamatan kita, tetapi Ia pun memperhatikan kedambaan Allah. Imam Besar ini lebih memperhatikan kebutuhan Allah daripada kebutuhan kita. Allah menghendaki kaki- kaki pelita, maka Imam Besar mendirikan kaki-khaki pelita dan membereskan dian-dian-Nya bagi ekspresi Allah. Pekerjaan ini meliputi pembinaan-Nya terhadap orang-orang kudus dan pembangunan-Nya terhadap gereja. Tuhan sekarang sedang membangun satu kesaksian Yesus yang hidup.

Sebagai Imam Besar di surga, Tuhan juga adalah jaminan dan Pengantara dari perjanjian yang lebih baik dan Pelaksana Perjanjian Baru. Ibrani 7:22 mengatakan bahwa Dia menjadi jaminan dari suatu perjanjian yang lebih baik berdasarkan fakta bahwa Ia adalah Imam Besar. Ibrani 8:6 mengatakan bahwa Ia adalah Pengantara dari perjanjian yang lebih mulia. Ibrani 9:15-16 mengatakan bahwa Ia adalah Pengantara dari suatu perjanjian yang baru.

Perjanjian yang baru ini, mula-mula adalah sebuah janji Allah (Yer. 31:31-34). Kemudian Kristus mencurahkan darah-Nya untuk mengabsahkan perjanjian itu (Luk 22:20). Karena ada fakta-fakta yang telah digenapkan di dalam perjanjian ini, maka perjanjian ini juga adalah sebuah wasiat. Wasiat ini telah diteguhkan dan diberlakukan oleh kematian Kristus, dan sekarang perjanjian ini sedang dilaksanakan oleh Kristus dalam kematian-Nya.

Dalam Alkitab, kata “perjanjian” sama dengan kata modern “surat wasiat”. Karena itu, Perjanjian Baru adalah satu surat wasiat yang baru bagi warisan kita. Surat wasiat yang baru ini adalah untuk mewarisi berkat-berkat ilahi, termasuk Persona Kristus dan pekerjaan penebusan-Nya yang almuhit. Puji Tuhan! Yesus Kristus telah mengabsahkan surat wasiat yang baru, dan Ia telah mati bagi penetapan surat wasiat itu. Sekarang, segala sesuatu tersedia bagi kita dan telah diwariskan kepada kita. Pada akhirnya, sasaran akhir dari ministri Kristus sebagai Imam Besar ini hanya satu - Yerusalem Baru.


Sumber: Pelajaran-Hayat Lukas, Buku 3, Berita 79





November 17, 2019, 04:41:08 AM
Reply #1999
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23811
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://arushayat.blogspot.com/2019

16 November 2019
Lukas - Minggu 40 Sabtu

Pembacaan Alkitab: Ibr. 7:22; 9:15-16
Doa baca: “Itulah sebabnya Yesus telah menjadi jaminan dari suatu perjanjian yang lebih baik.” (Ibr. 7:22).


Kristus, Imam Besar Agung (2)


Kristus yang naik sebagai Imam Besar kita bukan hanya memperhatikan kita dan keselamatan kita, tetapi Ia pun memperhatikan kedambaan Allah. Imam Besar ini lebih memperhatikan kebutuhan Allah daripada kebutuhan kita. Allah menghendaki kaki- kaki pelita, maka Imam Besar mendirikan kaki-khaki pelita dan membereskan dian-dian-Nya bagi ekspresi Allah. Pekerjaan ini meliputi pembinaan-Nya terhadap orang-orang kudus dan pembangunan-Nya terhadap gereja. Tuhan sekarang sedang membangun satu kesaksian Yesus yang hidup.

Sebagai Imam Besar di surga, Tuhan juga adalah jaminan dan Pengantara dari perjanjian yang lebih baik dan Pelaksana Perjanjian Baru. Ibrani 7:22 mengatakan bahwa Dia menjadi jaminan dari suatu perjanjian yang lebih baik berdasarkan fakta bahwa Ia adalah Imam Besar. Ibrani 8:6 mengatakan bahwa Ia adalah Pengantara dari perjanjian yang lebih mulia. Ibrani 9:15-16 mengatakan bahwa Ia adalah Pengantara dari suatu perjanjian yang baru.

Perjanjian yang baru ini, mula-mula adalah sebuah janji Allah (Yer. 31:31-34). Kemudian Kristus mencurahkan darah-Nya untuk mengabsahkan perjanjian itu (Luk 22:20). Karena ada fakta-fakta yang telah digenapkan di dalam perjanjian ini, maka perjanjian ini juga adalah sebuah wasiat. Wasiat ini telah diteguhkan dan diberlakukan oleh kematian Kristus, dan sekarang perjanjian ini sedang dilaksanakan oleh Kristus dalam kematian-Nya.

Dalam Alkitab, kata “perjanjian” sama dengan kata modern “surat wasiat”. Karena itu, Perjanjian Baru adalah satu surat wasiat yang baru bagi warisan kita. Surat wasiat yang baru ini adalah untuk mewarisi berkat-berkat ilahi, termasuk Persona Kristus dan pekerjaan penebusan-Nya yang almuhit. Puji Tuhan! Yesus Kristus telah mengabsahkan surat wasiat yang baru, dan Ia telah mati bagi penetapan surat wasiat itu. Sekarang, segala sesuatu tersedia bagi kita dan telah diwariskan kepada kita. Pada akhirnya, sasaran akhir dari ministri Kristus sebagai Imam Besar ini hanya satu - Yerusalem Baru.


Sumber: Pelajaran-Hayat Lukas, Buku 3, Berita 79


 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)