Author Topic: Arus Hayat  (Read 88957 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

November 18, 2019, 04:55:46 AM
Reply #2000
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 24748
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://arushayat.blogspot.com/2019

18 November 2019
Yohanes - Minggu 01 Senin

Pembacaan Alkitab: Yoh. 1:1-13
Doa baca: “Dalam Dia ada hidup dan hidup itu adalah terang manusia.” (Yoh. 1:4)


Hayat dan Pembangunan


Untuk memasuki Kitab Yohanes, kita perlu memiliki pandangan yang menyeluruh atas Alkitab. Alkitab meliputi dua hal yang pokok: Kristus dan gereja. Atau ditinjau dari sudut lain, hayat dan pembangunan. Kristus itulah hayat kita (Kol. 3:4), sedangkan gereja itulah pembangunan Allah.

Alkitab dimulai dari hayat dan pembangunan. Dalam Kejadian 2, setelah Tuhan menciptakan manusia, Dia menempatkan manusia dalam sebuah taman di depan pohon hayat (Kej. 2:7-9). Setelah pohon hayat disebut, disebutlah sungai yang mengalir dengan tiga benda yang berharga: emas, damar bedolah, dan batu krisopras (Kej. 2:10-12). Benda-benda berharga ini adalah untuk pembangunan Allah (Why. 21). Lalu, dalam Kejadian 2:22, kita melihat bahwa Allah mengambil sebuah tulang rusuk Adam dan memakainya untuk membangun seorang istri bagi Adam. Jadi, dalam Kejadian 2, terkandung hayat dan pembangunan.

Kitab Wahyu juga membicarakan hayat. Dalam dua pasal terakhir dari Kitab Wahyu, kita nampak pembangunan Yerusalem Baru. Di Yerusalem Baru, sungai hayat mengalir dan pohon hayat bertumbuh di sungai itu (Why. 22:1-2). Jadi, kita melihat bahwa Alkitab berakhir seperti permulaannya, yakni dengan hayat dan pembangunan.

Antara Kitab Kejadian dan Kitab Wahyu, ada celah yang lebar dan jarak yang besar. Yang menjembatani celah ini adalah Injil Yohanes. Injil Yohanes sebagai jembatan antara dua ujung Alkitab juga merupakan kitab hayat dan pembangunan. Yohanes 1:1,4 mengatakan, “Pada mulanya ada Firman… Dalam Dia ada hidup (hayat).” Pada mulanya ada Firman, Firman itulah Allah. Dalam persona ini – Firman yang adalah Allah – ada hayat. Jadi, dalam pasal 1 kita telah menjumpai hayat. Selanjutnya, dalam Yohanes 1:42, kita menemukan catatan Tuhan memberi Simon nama baru: Kefas (yang berarti batu). Batu mewahyukan pembangunan (Yoh. 1:51; Kej 28:10-22). Jadi, dalam terang ayat-ayat ini, kita bisa nampak bahwa Injil Yohanes berkaitan dengan hayat dan pembangunan.


Sumber: Pelajaran-Hayat Yohanes, Buku 1, Berita 1



November 19, 2019, 06:26:51 AM
Reply #2001
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 24748
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://arushayat.blogspot.com/2019

19 November 2019
Yohanes - Minggu 01 Selasa

Pembacaan Alkitab: Yoh. 1:1-13; 2:19-22; 10:10
Doa baca: “Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dengan berlimpah-limpah.” (Yoh. 10:10)


Sejarah Hayat dan Pembangunan dalam Alkitab


Ciptaan Allah berpusat pada hayat. Kaum beriman Perjanjian Lama menikmati Allah sebagai hayat mereka. Sedangkan dalam zaman Perjanjian Baru, Allah datang dalam Anak untuk menjadi hayat manusia. Yohanes 10:10 mengatakan, “Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup (hayat), dan mempunyainya dengan berlimpah-limpah.” Akhirnya, Kristus menjadi hayat bagi semua orang beriman Perjanjian Baru (Kol. 3:4).

Bila ada hayat, pastilah terjadi pembangunan. Namun, ketika Allah membangun, Satan selalu mendirikan tiruannya. Maksud Allah ialah ingin manusia menjadi mempelai perempuan-Nya yang dilambangkan sebagai sebuah kota. Namun, Iblis selalu bekerja dengan mendirikan kota tiruan.

Pertama, Satan mendirikan Kota Henokh yang mengasilkan kebudayaan. Atas hal ini, Tuhan memanggil Nuh untuk membangun bahtera, mezbah, dan kemah. Kedua, keturunan Nuh membangun Kota dan Menara Babel, yang adalah kota dosa. Atas hal ini, Tuhan memanggil Abraham yang membangun mezbah dan kemah. Ketiga, kemenakan Abraham terjerumus ke dalam Kota Sodom yang adalah kota dosa. Atas hal ini, Allah mengunjungi Yakub di dalam mimpinya. Merespon mimpi ini, Yakub mengambil batu yang dipakainya sebagai bantal untuk didirikan sebagai tiang (tugu) serta menuang minyak ke atasnya. Tempat itu dinamainya Betel. Tetapi, keturunan Yakub turun ke Mesir dan membangun kota-kota perbekalan Firaun. Puji Tuhan, keturunan Yakub diselamatkan dari Mesir, hingga dapat membangun Kemah Pertemuan yang berkembang menjadi Bait Suci. Tetapi, Iblis mendirikan Kota Babel yang menghancurkan Bait Suci. Bait Suci dan Kota Yerusalem berhasil dibangun kembali. Hari ini, Tuhan bergerak dengan membangun gereja (Mat. 16:18), yang dirampungkan melalui pembangunan gereja-gereja lokal. Pembangunan Allah ini akan mencapai kesempurnaan-Nya dalam Yerusalem Baru, yang merupakan pembangunan-Nya yang terakhir.


Sumber: Pelajaran-Hayat Yohanes, Buku 1, Berita 1




November 20, 2019, 05:39:04 AM
Reply #2002
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 24748
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://arushayat.blogspot.com/2019

20 November 2019
Yohanes - Minggu 01 Rabu

Pembacaan Alkitab: Yoh. 1:1-13; 2:19-22; 10:10
Doa baca: “Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dengan berlimpah-limpah.” (Yoh. 10:10)


Yohanes, Kitab Injil yang Sangat Dalam


Kita harus melihat kedudukan tulisan Yohanes dalam Kitab Suci. Pertama, ministri Yohanes adalah ministri penambalan hayat. Ketika Yohanes dipanggil Tuhan, ia sedang membereskan jala (Mat. 4:21). Maka, ministri Yohanes adalah ministri penambalan jala rohani, yakni penambalan hayat. Hanya hayat yang dapat memperbaiki atau membetulkan, yakni menutup semua lubang pada jalan rohani. Hal ini sangat dibutuhkan pada zaman ini karena ada banyak sekali lubang pada jala Kekristenan.

Kedua, tulisan Yohanes adalah kata-kata yang terakhir dari wahyu ilahi. Injil Yohanes adalah Injil yang terakhir dari keempat kitab Injil, dan kitab Wahyu yang ditulisnya adalah kitab terakhir dari seluruh Alkitab. Maka, tulisan-tulisan Yohanes merupakan kata-kata yang terakhir dari wahyu ilahi. Kata-kata terakhir adalah kata-kata yang penting, kata-kata yang menentukan.

Setelah melihat kedudukannya, kita perlu melihat isi dari Injil Yohanes. Injil Yohanes berpusat pada hayat dan pembangunan. Pembangunan adalah perluasan Allah. Allah datang agar manusia memiliki hayat (Yoh. 10:10b). Ketika hayat Allah terusmenerus digarapkan ke dalam kita, kita menjadi ekspresi-Nya melalui transfusi dan infusi-Nya. Ekspresi ini adalah perkembangan dan perluasan-Nya. Inilah pembangunan.

Terakhir, kita juga perlu melihat bahwa Injil Yohanes dibagi menjadi dua bagian. Tiga belaspasal yang pertama berbicara mengenai kedatangan Tuhan Yesus yang membawa Allah ke dalam manusia dan menyatakan Allah kepada manusia. delapan pasal yang terakhir berbicara mengenai kepergian Tuhan dalam kematian dan kembali-Nya dalam kebangkitan untuk membawa manusia ke dalam Allah dan tinggal bersama manusia bagi pembangunan Allah.

Injil Yohanes begitu dalam dan mengandung banyak gambaran. Maka, kita perlu berjerih lelah, kita dapat belajar membaca dan mendalami kitab Yohanes dengan catatan kaki versi pemulihan.


Sumber: Pelajaran-Hayat Yohanes, Buku 1, Berita 1



November 21, 2019, 06:20:30 AM
Reply #2003
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 24748
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://arushayat.blogspot.com/2019

21 November 2019
Yohanes - Minggu 01 Kamis

Pembacaan Alkitab: Yoh. 1:1-13; Kej. 1:1
Doa baca: “Pada mulanya ada Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.” (Yoh. 1:1)


Ministri Penambalan melalui Hayat


Kitab Yohanes dimulai dengan “Pada mulanya ada Firman” (Yoh. 1:1) “Pada mulanya” di sini berlainan dengan Kejadian 1:1 yang mengatakan, “Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi.” Ungkapan “pada mulanya” dalam Kitab Kejadian menyatakan permulaan waktu ketika Allah menciptakan segala sesuatu. Sedangkan “pada mulanya” dalam Kitab Yohanes ditujukan pada kekekalan yang lampau, yakni permulaan sebelum ada waktu.

Seperti yang telah kita bahas, ministri Yohanes adalah ministri penambalan. Penambalan artinya ada sesuatu yang sudah ada sejangka waktu, namun mengalami kerusakan, pecah atau terluka, dan kini perlu ditambal untuk memulihkan situasi kepada keadaan yang semula. Di dalam sejarah gereja, banyak konsepsi yang telah merusak gereja, seperti Yudaisme, Gnostikisme, dan filsafat Yunani. Semuanya itu memunculkan berbagai doktrin dan pengajaran yang melukai gereja, membuat lubanglubang pada jala rohani.

Lubang terbesar pada jala gereja adalah karena beberapa orang yang mengaku sebagai orang Kristen, telah menyangkal bahwa Kristus itu Allah yang berinkarnasi sebagai manusia dengan konsepsi filsafat mereka. Mereka inilah yang disebut antikristus oleh Yohanes (1 Yoh. 2:18, 22). Karena itu, melalui kedaulatan-Nya, Allah menyediakan ministri penambalan untuk membuktikan dan memberi kesaksian bahwa Kristus adalah Allah sendiri yang berinkarnasi, telah datang dalam tubuh daging (Yoh. 1:1, 14)

Dalam prinsipnya, situasi yang kita hadapi hari ini sama dengan situasi yang dihadapi oleh Yohanes pada abad pertama. Jala-jala rohani telah koyak karena banyak doktrin, pengajaran, konsepsi, dan ide. Kita perlu dibawa kembali kepada keadaan yang semula. Pada mulanya hanya ada satu – hayat, karena “Dalam Dia ada hidup (hayat)” (Yoh 1:4). Kita tidak seharusnya membicarakan doktrin, kita seharusnya menikmati hayat!


Sumber: Pelajaran-Hayat Yohanes, Buku 1, Berita 2



November 22, 2019, 07:07:05 AM
Reply #2004
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 24748
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://arushayat.blogspot.com/2019

22 November 2019
Yohanes - Minggu 01 Jumat

Pembacaan Alkitab: Yoh. 1:1-13
Doa baca: “Pada mulanya ada Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.” (Yoh. 1:1)


Penciptaan Melalui Firman yang adalah Allah


Yohanes 1:1 mengatakan, “Firman itu bersama-sama dengan Allah” dan Yohanes 1:2 mengatakan, “Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah.” Firman itu selalu bersama-sama dengan Allah dan selalu mengandung Allah di dalam-Nya. Ia tidak pernah terpisah dari Allah. Selain bersama-sama dengan Allah, “Firman itu adalah Allah” (Yoh. 1:1).

Penulisan Yohanes memang singkat, tetapi ia sangat berhati-hati dan teliti. Ayat 1 mengatakan, “Pada mulanya ada Firman; Firman itu bersamasama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.” Melihat ayat ini, mungkin ada yang berargumen bahwa sebagai Firman, Kristus tidak bersama-sama dengan Allah pada mulanya, melainkan suatu saat kemudian, Ia bersama-sama dengan Allah dan akhirnya menjadi Allah. Maka, untuk menghindari pemikiran sedemikian, Yohanes menambahkan ayat 2 yang berkata, “Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah.” Ini jelas menunjukkan bahwa Kristus bersama-sama dengan Allah dan adalah Allah sejak semula, yakni sejak kekekalan yang lampau. Keilahian Kristus adalah kekal dan mutlak. Itulah sebabnya Injil ini tidak mencantumkan silsilah Kristus seperti dalam Matius 1 dan Lukas 3.

Lalu, Yohanes 1:3 mengatakan, “Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatu pun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan.” Artinya, penciptaan terjadi melalui Dia sebagai Firman. Penciptaan ini tidak memerlukan tenaga, tetapi hanya memakai Firman. Sama prinsipnya, sebagai ciptaan lama, kita perlu berubah menjadi ciptaan baru. Perubahan ini tidak memerlukan tenaga dan pekerjaan, melainkan hanya tergenapi melalui Firman yang adalah Kristus. Puji Tuhan! Kita tidak mempunyai apa-apa atas diri kita sendiri, namun kita mempunyai segala sesuatu melalui Firman. Kita hanya perlu berseru, “Tuhan”, maka sesuatu yang tidak ada menjadi ada (Rm. 4:17). Hal ini seharusnya menguatkan serta memantapkan iman kita.


Sumber: Pelajaran-Hayat Yohanes, Buku 1, Berita 2



November 23, 2019, 06:26:30 AM
Reply #2005
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 24748
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://arushayat.blogspot.com/2019

23 November 2019
Yohanes - Minggu 10 Sabtu

Pembacaan Alkitab: Yoh. 1:1-13
Doa baca: “Dalam Dia ada hidup dan hidup itu adalah terang manusia.” (Yoh. 1:4)


Firman Datang sebagai Hayat dan Terang untuk Menghasilkan Anak-anak Allah


Yohanes 1:4a mengatakan, “Dalam Dia ada hidup (hayat).” Ia memang adalah hayat. Akan tetapi, sebelum Dia dapat diterima sebagai hayat, Ia terlebih dulu memerlukan wadah penampung. Maka, Ia terlebih dulu menciptakan langit, bumi, dan manusia yang mempunyai roh untuk menerima Allah. Dengan demikian, Firman itu bisa menjadi hayat dan diterima oleh manusia. Firman itu bisa menjadi hayat karena hayat ada di dalam Firman.

Firman yang adalah ekspresi dan penjelasan Allah mengandung Allah sebagai hayat kita. Ketika kita menerima Firman, kita pun menerima hayat yang terkandung di dalamnya. Firman itu adalah ekspresi Allah dan hayat itu adalah isi Allah.

Lalu, Yohanes 1:4b melanjutkan, “…dan hidup (hayat) itu adalah terang manusia.” Ketika kita menyeru nama Tuhan Yesus, menerima Dia ke dalam kita, segera kita merasakan ada sesuatu yang bercahaya di dalam kita. Itulah terang hayat. Karena hayat menyorot, maka hayat itulah terang manusia. Ayat 5 melanjutkan, “Terang itu bercahaya di dalam kegelapan dan kegelapan itu tidak menguasainya.” Kata “bercahaya” di sini dalam bahasa Yunani adalah kata yang sama penggunaannya dengan terang. Ini mengacu kepada menerangi dalam batin yang membawakan hayat kepada orang-orang yang menerima Firman-Nya.

Selain itu, hayat juga merupakan hak atau kausa bagi orang yang percaya untuk menjadi anak-anak Allah (Yoh. 1:12-13). Tujuan-Nya dalam melahirkan anak-anak Allah adalah untuk perkembangbiakan-Nya.

Kesimpulannya, pada mulanya ada Firman dan di dalam-Nya ada hayat. Melalui penciptaan, Ia menyediakan banyak wadah penampung. Hari ini, wadah-wadah ini telah menjadi perkembangbiakan dari Allah dan perkembangbiakan ini telah menjadi pertambahan dan ekspresi korporat Allah. Allah terekspresi sepenuhnya melalui anak-anak-Nya sebagai pertambahan dan ekspresi korporat-Nya. Inilah salah satu aspek utama yang diwahyukan Kitab Yohanes.


Sumber: Pelajaran-Hayat Yohanes, Buku 1, Berita 2



November 24, 2019, 04:07:56 AM
Reply #2006
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 24748
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://arushayat.blogspot.com/2019

23 November 2019
Yohanes - Minggu 10 Sabtu

Pembacaan Alkitab: Yoh. 1:1-13
Doa baca: “Dalam Dia ada hidup dan hidup itu adalah terang manusia.” (Yoh. 1:4)


Firman Datang sebagai Hayat dan Terang untuk Menghasilkan Anak-anak Allah


Yohanes 1:4a mengatakan, “Dalam Dia ada hidup (hayat).” Ia memang adalah hayat. Akan tetapi, sebelum Dia dapat diterima sebagai hayat, Ia terlebih dulu memerlukan wadah penampung. Maka, Ia terlebih dulu menciptakan langit, bumi, dan manusia yang mempunyai roh untuk menerima Allah. Dengan demikian, Firman itu bisa menjadi hayat dan diterima oleh manusia. Firman itu bisa menjadi hayat karena hayat ada di dalam Firman.

Firman yang adalah ekspresi dan penjelasan Allah mengandung Allah sebagai hayat kita. Ketika kita menerima Firman, kita pun menerima hayat yang terkandung di dalamnya. Firman itu adalah ekspresi Allah dan hayat itu adalah isi Allah.

Lalu, Yohanes 1:4b melanjutkan, “…dan hidup (hayat) itu adalah terang manusia.” Ketika kita menyeru nama Tuhan Yesus, menerima Dia ke dalam kita, segera kita merasakan ada sesuatu yang bercahaya di dalam kita. Itulah terang hayat. Karena hayat menyorot, maka hayat itulah terang manusia. Ayat 5 melanjutkan, “Terang itu bercahaya di dalam kegelapan dan kegelapan itu tidak menguasainya.” Kata “bercahaya” di sini dalam bahasa Yunani adalah kata yang sama penggunaannya dengan terang. Ini mengacu kepada menerangi dalam batin yang membawakan hayat kepada orang-orang yang menerima Firman-Nya.

Selain itu, hayat juga merupakan hak atau kausa bagi orang yang percaya untuk menjadi anak-anak Allah (Yoh. 1:12-13). Tujuan-Nya dalam melahirkan anak-anak Allah adalah untuk perkembangbiakan-Nya.

Kesimpulannya, pada mulanya ada Firman dan di dalam-Nya ada hayat. Melalui penciptaan, Ia menyediakan banyak wadah penampung. Hari ini, wadah-wadah ini telah menjadi perkembangbiakan dari Allah dan perkembangbiakan ini telah menjadi pertambahan dan ekspresi korporat Allah. Allah terekspresi sepenuhnya melalui anak-anak-Nya sebagai pertambahan dan ekspresi korporat-Nya. Inilah salah satu aspek utama yang diwahyukan Kitab Yohanes.


Sumber: Pelajaran-Hayat Yohanes, Buku 1, Berita 2



November 25, 2019, 06:01:13 AM
Reply #2007
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 24748
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://arushayat.blogspot.com/2019

25 November 2019
Yohanes - Minggu 02 Senin

Pembacaan Alkitab: Yoh. 1:14-18; 1 Tim. 3:16
Doa baca: “Sesungguhnya agunglah rahasia ibadah kita, 'Dia, yang telah menyatakan diri-Nya dalam rupa manusia, dibenarkan dalam Roh; yang menampakkan diri-Nya kepada malaikat-malaikat, diberitakan di antara bangsa-bangsa; yang dipercayai di dalam dunia, diangkat dalam kemuliaan.'” (1 Tim. 3:16)


Berinkarnasi untuk Kenikmatan Manusia


Dalam Yohanes 1:1-13, Kristus yang adalah Firman menjadi daging sebagai hayat dan terang untuk melahirkan anak-anak Allah untuk perluasan dan ekspresi Allah secara korporat. Akan tetapi, tidak berhenti sampai di sana, dalam Yohanes 1:14-18, Kristus yang menjadi daging adalah Kristus yang berinkarnasi bagi kenikmatan anak-anak Allah. Kaum beriman baru dapat menikmati Kristus dengan diri-Nya berinkarnasi.

Sebelum inkarnasi-Nya, Ia tidak dapat diraba, dilihat, dan dipegang. Melalui inkarnasi, Ia menjadi konkret dan riil. Dalam 1 Yohanes 1:1, Yohanes mengatakan, “Apa yang telah ada sejak semula, yang telah kami dengar, yang telah kami lihat dengan mata kami, yang telah kami saksikan dan yang kami raba dengan tangan kami tentang Firman hidup--itulah yang kami tuliskan kepada kamu.” Ia menjadi Kristus yang dapat dijamah. Yohanes 1:14 juga mengatakan bahwa dalam inkarnasi-Nya, Kristus penuh dengan anugerah dan realitas. Cara Kristus menyatakan Allah kepada murid-murid-Nya bukan dengan cara memberikan pengajaran, tetapi melalui memberikan diri-Nya sendiri sebagai kenikmatan yang manis dan mesra.

Kristus dalam daging adalah kemah Allah yang sejati. Yesus dalam daging membawa Allah kepada manusia sehingga manusia dapat menikmati hadir Allah. Semua apa adanya Allah dan semua milik Allah telah dinyatakan di dalam Kristus. Tujuan Allah dinyatakan di dalam daging adalah bagi kenikmatan manusia. Ketika Yesus mengalami perubahan rupa di atas gunung, inilah kenikmatan akan Allah yang di alami Petrus, Yohanes, dan Yakobus. Terpujilah Tuhan Allah kita. Melalui inkarnasi Yesus menjadi daging, Ia membawa Allah kepada manusia, agar manusia dapat menikmati diri-Nya dan hadirat-Nya.


Sumber: Pelajaran-Hayat Yohanes, Buku 1, Berita 3



November 26, 2019, 06:26:07 AM
Reply #2008
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 24748
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://arushayat.blogspot.com/2019

26 November 2019
Yohanes - Minggu 02 Selasa

Pembacaan Alkitab: Yoh. 1:14-18; Kol. 2:9
Doa baca: “Tidak seorang pun yang pernah melihat
Allah; tetapi Anak Tunggal Allah yang ada di pangkuan Bapa, Dialah yang menyatakan-Nya.” (Yoh. 1:18)


Menikmati Anugerah dengan Mengecap-Nya


Dalam Kristus ada sesuatu yang disebut sebagai anugerah. Namun, memang cukup sulit untuk mendefinisikan apa yang dimaksud dengan anugerah (kasih karunia) ini. Boleh dikatakan bahwa anugerah ialah Allah dalam Kristus dengan semua ada-Nya sebagai kepenuhan bagi kenikmatan kita. Ini meliputi perhentian, penghiburan, kekuatan, tenaga, terang, hayat, kebenaran, kekudusan, dan semua atribut ilahi. Ketika kita ada di dalam hadirat Allah, kita akan menikmati kepenuhan dari segala apa adanya Dia.

Anugerah bukanlah pemberian barang-barang materi atau barang-barang rohani melainkan pemberian diri Allah dalam Kristus sebagai kenikmatan kita. Rasul mengatakan dalam Filipi 3:8 bahwa segala sesuatu yang di luar Kristus adalah sampah. Allah dalam Kristus adalah anugerah bagi kita dan anugerah ini melimpah melalui inkarnasi. Anugerah ini menjadi satusatunya kenikmatan kita yang penuh. Anugerah bukanlah doktrin melainkan Allah dalam pengalaman kita. Cara untuk kita dapat mengalami Allah adalah dengan menikmati-Nya. Lewat menikmati Allah, kita juga akan mengenal diri Allah. Ia akan dinyatakan melalui pengecapan kita akan Dia. Kita perlu mengecap Dia, menikmati hadir-Nya, tinggal bersama Dia kemudian kita akan mengambil bagian dalam apa adanya Allah.

Menikmati Allah membuat kita tidak hanya memiliki anugerah tetapi juga memiliki realitas. Mempunyai Allah berarti mempunyai realitas. Semakin menikmati anugerah, kita semakin memahami realitas. Anugerah menyuplai manusia dengan apa adanya Allah guna memenuhi tuntutan-tuntutan Allah. Anugerah adalah Allah dinikmati oleh manusia dan realitas adalah Allah direalisasikan oleh manusia. Di dalam Kristus yang adalah anugerah dan realitas tidak ada batas kenikmatan. Berapa banyak keluapan-Nya tergantung pada kapasitas kita. Karena itu, kita perlu terus-menerus menikmati diri Kristus.


Sumber: Pelajaran-Hayat Yohanes, Buku 1, Berita 3



November 27, 2019, 05:25:29 AM
Reply #2009
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 24748
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://arushayat.blogspot.com/2019

27 November 2019
Yohanes - Minggu 02 Rabu

Pembacaan Alkitab: Yoh. 1:14-18
Doa baca: “Tidak seorang pun yang pernah melihat Allah; tetapi Anak Tunggal Allah yang ada di pangkuan Bapa, Dialah yang menyatakan-Nya.” (Yoh. 1:18)


Firman, Hayat, Terang, Anugerah, dan Realitas


Penyertaan Allah ada dalam Anak Tunggal Allah. Sejak kekekalan yang lampau, saat ini, bahkan hingga kekekalan yang akan datang, Ia berada di pangkuan Bapa dan menyatakan Bapa. Dengan cara inilah Ia menyatakan Bapa dan membawa anak-anak Allah masuk kepada kenikmatan Bapa. Allah terekspresi dalam Kristus dan pada Kristus kita mempunyai anugerah dan realitas. Ketika kita datang pada-Nya, kita menikmati anugerah dan mempunyai bagian dalam realitas. Dengan menikmati Kristus secara intim, kenikmatan yang mesra ini akan membawa kita ke dalam pangkuan Bapa.

Dengan Bapa, kita mempunyai kasih dan terang. Anugerah adalah ekspresi kasih dan realitas adalah ekspresi terang. Kasih adalah sumber realitas yang tersembunyi. Injil Yohanes membawa Allah kepada kita dan kita menikmati Allah sebagai anugerah dan realitas. Surat 1 Yohanes membawa kita kepada Allah, lalu kita menikmati-Nya sebagai kasih dan terang. Kenikmatan barulah dalam ketika kita mencapai kasih dan terang. Jika kita hanya menikmati anugerah saja, kenikmatan ini belum cukup dalam. Kita harus menikmati hingga mencapai sumber dari mana anugerah itu keluar yakni sampai kepada sumbernya yaitu kasih. Terang adalah sumber realitas mengalir keluar. Terang adalah pengalaman yang terdalam dari realitas.

Anak Tunggal Allah menyatakan Allah melalui firman, hayat, terang, anugerah, dan realitas. Semua hal ini berhubungan dengan inkarnasi Allah karena semua hal ini ditemukan digenapi dalam diri Allah. Firman adalah Allah diekspresikan, hayat adalah Allah disalurkan, terang adalah Allah dipancarkan, anugerah adalah Allah dinikmati, dan realitas adalah Allah direalisasikan atau dipahami. Melalui Dia berinkarnasi sebagai kelima hal ini, Kristus telah menyatakan, mengekspresikan, menjelaskan, dan menerangkan Allah. Kita perlu menerima Dia setiap hari agar Ia ternyata melalui kita.


Sumber: Pelajaran-Hayat Yohanes, Buku 1, Berita 3




 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)