Author Topic: Arus Hayat  (Read 85335 times)

0 Members and 2 Guests are viewing this topic.

November 28, 2019, 05:44:23 AM
Reply #2010
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23991
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://arushayat.blogspot.com/2019

28 November 2019
Yohanes - Minggu 02 Kamis

Pembacaan Alkitab: Yoh. 1:19-51
Doa baca: “Yohanes menjawab mereka, 'Aku membaptis dengan air; tetapi di tengah-tengah kamu berdiri Dia yang tidak kamu kenal, yaitu Dia, yang datang kemudian daripada aku. Membuka tali kasut-Nya pun aku tidak layak.'” (Yoh. 1:26-27)


Anak Domba Allah


Subjek Yohanes 1 adalah Yesus sebagai Anak Domba Allah, dengan ROH KUDUS seperti burung merpati, menjadikan kaum beriman batu-batu untuk bangunan rumah Allah bersama dengan Anak Manusia. Terdapat lima butir utama yakni: Anak Domba Allah, burung merpati, batu, pembangunan rumah Allah, dan Anak Manusia. Anak Domba adalah untuk penebusan; burung merpati adalah untuk menyalurkan hayat, transformasi, dan pembangunan; batu adalah untuk bahan; rumah adalah untuk pembangunan; dan unsur hakiki bangunan Allah adalah manusia.

Esens dan unsur hakiki rumah Allah bukanlah keilahian melainkan keinsanian. Keinsanian ini bukanlah keinsanian yang alamiah atau yang tercipta, melainkan keinsanian yang telah melalui proses penciptaan, inkarnasi, penyaliban, kebangkitan, dan kenaikan. Inilah unsur hakiki bangunan Allah yang menjadi tempat kediaman Allah. Namun, dalam proses terwujudnya bangunan Allah, terdapat penghalang terbesar yaitu agamawan yang mencari seorang pemimpin besar. Penentang terbesar dari Kristus adalah agama. Ayat-ayat yang dipakai oleh Yohanes dalam Yohanes pasal 1 bertujuan untuk menggambarkan situasi agama yang menyedihkan.

Konsepsi para agamawan secara keseluruhan bertentangan dengan pikiran ilahi. Konsepsi agama adalah mencari orang besar seperti Mesias atau nabi besar seperti Elia. Namun, Yesus diutus sebagai Anak Domba Allah yang kecil untuk menghapus dosa dunia. Ekonomi Allah adalah mengutus Anak-Nya untuk menjadi Anak Domba yang mati untuk menebus manusia agar dapat terlepas dari dosa. Masalah dosa menuntut adanya pemberesan karena itu penebusan diperlukan. Kita memerlukan Anak Domba Allah untuk menghapus dosa-dosa kita. Puji Tuhan, Ia datang bukan sebagai orang besar melainkan sebagai Anak Domba Allah.


Sumber: Pelajaran-Hayat Yohanes, Buku 1, Berita 4




November 29, 2019, 06:36:02 AM
Reply #2011
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23991
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://arushayat.blogspot.com/2019

29 November 2019
Yohanes - Minggu 02 Jumat

Pembacaan Alkitab: Yoh. 1:19-51
Doa baca: “Ia membawanya kepada Yesus. Yesus memandang dia dan berkata, ‘Engkau Simon, anak Yohanes, engkau akan dinamakan Kefas (artinya: Petrus).’” (Yoh. 1:42)


Merpati yang Membawa Allah pada Manusia


Yohanes memperkenalkan Yesus sebagai Anak Domba dengan burung merpati (Yoh. 1:32-33). Merpati membawa Allah sebagai hayat kepada manusia. Burung merpati adalah untuk memberi hayat, mengurapi manusia dengan apa adanya Allah, membawa Allah ke dalam manusia dan manusia ke dalam Allah, dan untuk mempersatukan kaum beriman di dalam Allah. Kedua hal ini diperlukan oleh manusia untuk mengambil bagian di dalam Allah.

Merpati mewakili Persona ketiga dari Allah untuk mencapai manusia atau berhubungan dengan manusia dan menyalurkan hayat kepada manusia. Merpati yang turun ke atas manusia ini mengimbangi penebusan untuk menghasilkan batubatu, yakni bagi pembangunan rumah Allah, Betel. Meskipun Andreas menemukan Tuhan lebih dahulu dari Petrus, tetapi Yesus tidak mengubah nama Andreas. Tuhan Yesus tidak tergesa-gesa, Ia bertindak dengan hati-hati. Segala sesuatu tergantung kepada diri-Nya. Filipus merupakan orang berikutnya yang ditarik kepada Tuhan tetapi Tuhan pun tidak berbuat suatu apa pun pada Filipus. Kepada Natanael, Filipus hanya berkata, “Mari dan lihatlah!” Dari perkataan ini, kita belajar bahwa kita tidak perlu berdebat dengan orang banyak, melainkan memberi tahu supaya mereka datang dan melihat. Sekalipun Tuhan tidak mengerjakan apa-apa di atas diri Filipus, Ia berbuat sesuatu dengan Natanael, yaitu membicarakan perihal mimpi Yakub dengannya (Yoh. 1:51).

Ada sebuah prinsip mengapa Tuhan tidak berurusan dengan yang pertama tetapi selalu dengan yang kedua. Yang pertama adalah dari ciptaan lama dan akan habis di dalam tangan Tuhan. Jika kita mau menjadi yang kedua, Tuhan akan berbuat sesuatu di atas diri kita. Simon adalah yang kedua. Natanael juga adalah yang kedua. Karena itu, kepada mereka Tuhan mau menyatakan perihal batu dan rumah. Ketika kita menjadi yang kedua, kita tidak akan kehilangan sasaran.


Sumber: Pelajaran-Hayat Yohanes, Buku 1, Berita 4



November 30, 2019, 07:12:23 AM
Reply #2012
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23991
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://arushayat.blogspot.com/2019

30 November 2019
Yohanes - Minggu 02 Sabtu

Pembacaan Alkitab: Yoh. 1:19-51; Kej. 28:17
Doa baca: “Lalu kata Yesus kepadanya, 'Sesungguhnya Aku berkata kepadamu, engkau akan melihat langit terbuka dan malaikat-malaikat Allah naik turun kepada Anak Manusia.'” (Yoh. 1:51)


Batu untuk Pembangunan Rumah Allah


Yesus berkata kepada Naranael “Sesungguhnya Aku berkata kepadamu, engkau akan melihat langit terbuka dan malaikat-malaikat Allah naik turun kepada Anak Manusia” (Yoh. 1:51). Orang-orang Yahudi kuno tahu bahwa ini adalah keterangan atas mimpi Yakub (Kej. 28:10-22). Kristus, sebagai Anak Manusia dengan keinsanian-Nya adalah tangga yang didirikan di bumi dan mencapai ke langit, supaya langit terbuka kepada bumi dan mempersatukan bumi dengan langit untuk rumah Allah.

Sebagai kata pendahuluan Injil Yohanes, Yohanes 1 memperkenalkan Kristus sebagai Anak Allah (Yoh. 1:34, 49) dan Anak Manusia. Natanael mengakui Kristus sebagai Anak Allah dan memanggil-Nya seperti itu juga (Yoh. 1:49), tetapi Kristus berkata kepada Natanael bahwa Ia adalah Anak Manusia untuk pembangunan tempat kediaman Allah di bumi. Pembangunan Allah memerlukan keinsanian-Nya. Yohanes 1 diawali dengan Firman dan diakhiri dengan Betel, rumah Allah. Terdapat jarak yang panjang sekali antara ayat 1 dan 51. Sepanjang jarak ini kita menemukan banyak hal: Allah, penciptaan, hayat, terang, tubuh daging, kemah, anugerah, realitas, ekspresi Allah, Anak Domba, merpati, batu, tangga, keinsanian Yesus, dan akhirnya rumah Allah. Inilah hayat dan pembangunan. Kita adalah bagian dari rumah Allah ini. Haleluya! Kita bukanlah doktor-doktor teologi, tetapi kita adalah batu-batu untuk bangunan Allah.

Proses ini dimulai dari kelahiran kembali. Setelah melahirkan kita kembali, Roh bekerja di dalam kita untuk mengubah kita menjadi batu-batu. Kita bukanlah batu-batu sejak kelahiran alamiah kita, kita hanyalah tanah liat. Setelah dilahirkan kembali, kita ada di bawah proses pengubahan, karena Roh yang melahirkan kembali ini sekarang adalah Roh pengubah. Batu-batu yang merupakan pengubahan manusia kita adalah untuk pembangunan rumah Allah.


Sumber: Pelajaran-Hayat Yohanes, Buku 1, Berita 4



December 01, 2019, 04:45:45 AM
Reply #2013
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23991
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://arushayat.blogspot.com/2019

30 November 2019
Yohanes - Minggu 02 Sabtu

Pembacaan Alkitab: Yoh. 1:19-51; Kej. 28:17
Doa baca: “Lalu kata Yesus kepadanya, 'Sesungguhnya Aku berkata kepadamu, engkau akan melihat langit terbuka dan malaikat-malaikat Allah naik turun kepada Anak Manusia.'” (Yoh. 1:51)


Batu untuk Pembangunan Rumah Allah


Yesus berkata kepada Naranael “Sesungguhnya Aku berkata kepadamu, engkau akan melihat langit terbuka dan malaikat-malaikat Allah naik turun kepada Anak Manusia” (Yoh. 1:51). Orang-orang Yahudi kuno tahu bahwa ini adalah keterangan atas mimpi Yakub (Kej. 28:10-22). Kristus, sebagai Anak Manusia dengan keinsanian-Nya adalah tangga yang didirikan di bumi dan mencapai ke langit, supaya langit terbuka kepada bumi dan mempersatukan bumi dengan langit untuk rumah Allah.

Sebagai kata pendahuluan Injil Yohanes, Yohanes 1 memperkenalkan Kristus sebagai Anak Allah (Yoh. 1:34, 49) dan Anak Manusia. Natanael mengakui Kristus sebagai Anak Allah dan memanggil-Nya seperti itu juga (Yoh. 1:49), tetapi Kristus berkata kepada Natanael bahwa Ia adalah Anak Manusia untuk pembangunan tempat kediaman Allah di bumi. Pembangunan Allah memerlukan keinsanian-Nya. Yohanes 1 diawali dengan Firman dan diakhiri dengan Betel, rumah Allah. Terdapat jarak yang panjang sekali antara ayat 1 dan 51. Sepanjang jarak ini kita menemukan banyak hal: Allah, penciptaan, hayat, terang, tubuh daging, kemah, anugerah, realitas, ekspresi Allah, Anak Domba, merpati, batu, tangga, keinsanian Yesus, dan akhirnya rumah Allah. Inilah hayat dan pembangunan. Kita adalah bagian dari rumah Allah ini. Haleluya! Kita bukanlah doktor-doktor teologi, tetapi kita adalah batu-batu untuk bangunan Allah.

Proses ini dimulai dari kelahiran kembali. Setelah melahirkan kita kembali, Roh bekerja di dalam kita untuk mengubah kita menjadi batu-batu. Kita bukanlah batu-batu sejak kelahiran alamiah kita, kita hanyalah tanah liat. Setelah dilahirkan kembali, kita ada di bawah proses pengubahan, karena Roh yang melahirkan kembali ini sekarang adalah Roh pengubah. Batu-batu yang merupakan pengubahan manusia kita adalah untuk pembangunan rumah Allah.


Sumber: Pelajaran-Hayat Yohanes, Buku 1, Berita 4



December 02, 2019, 06:31:04 AM
Reply #2014
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23991
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://arushayat.blogspot.com/2019

02 December 2019
Yohanes - Minggu 03 Senin

Pembacaan Alkitab: Yoh. 1:1-51
Doa baca: “Kata Natanael kepada-Nya, ‘Rabi, Engkau Anak Allah, Engkau Raja orang Israel!’” (Yoh. 1:49)


Keilahian dan Keinsanian bagi Pembangunan


Yohanes 1 mewahyukan dua bagian kekekalan. Dalam kekekalan yang lampau, Kristus, Firman bersama-sama dengan Allah, dan adalah Allah sendiri adalah ilahi dan tidak memiliki keinsanian. Dalam kekekalan yang akan datang, Kristus bukan hanya Allah, tetapi juga manusia. Jadi, Yohanes mewahyukan bahwa Tuhan bukan hanya Anak Allah, namun juga Anak Manusia; ilahi pun insani, mempunyai sifat Allah dan mempunyai sifat manusia. Ketika Natanael berkata kepada Tuhan, “Rabi, Engkau Anak Allah, Engkau Raja orang Israel!” (Yoh. 1:49), Yesus berkata kepadanya bahwa ia akan melihat “malaikat-malaikat Allah naik turun kepada Anak Manusia.”

Saat kita percaya bahwa Yesus adalah Anak Allah, kita dapat memiliki hayat. Namun bagi pembangunan Allah, kita memerlukan keinsanian-Nya. Ekonomi Allah menetapkan Iblis untuk dikalahkan manusia. Karena itu, Iblis paling takut mengakui Yesus sebagai Anak Manusia (Mat. 4:3). Dalam ekonomi-Nya, Allah ingin tinggal di dalam manusia sebagai tempat kediaman-Nya. Kehendak hati-Nya yang tersirat dalam Yesaya 66:1 menunjukkan bahwa Allah mendambakan tempat kediaman. Hari ini, Allah tinggal di surga, tetapi surga tidak akan menjadi tempat kediaman Allah yang kekal dalam langit baru dan bumi baru, melainkan Yerusalem Baru, yang tersusun dari semua orang beriman tebusan-Nya dan yang akan turun dari surga (Why. 21:1-3). Dalam kekekalan yang lampau tidak ada keinsanian dan tidak ada tempat tinggal untuk Allah. Karena itu, keilahian-Nya membawakan hayat kepada kita, sehingga hayat ilahi ini meninggikan keinsanian kita hingga standar tertentu, supaya kita bisa menjadi tempat kediaman Allah. Setelah mengenal hal ini, kita sebagai orang beriman-Nya perlu terus hidup berbaur dengan Tuhan dalam roh kita dimulai dari ketika bangun pagi, memanggil nama-Nya, menyenangkan Tuhan.


Sumber: Pelajaran-Hayat Yohanes, Buku 1, Berita 5



December 03, 2019, 06:13:23 AM
Reply #2015
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23991
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://arushayat.blogspot.com/2019

03 December 2019
Yohanes - Minggu 03 Selasa

Pembacaan Alkitab: Yoh. 1:1-51
Doa baca: “Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatu pun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan.” (Yoh. 1:3)


Pekerjaan Tuhan dalam Jembatan Waktu


Di antara dua kekekalan dalam Yohanes 1 terdapat suatu jembatan waktu. Dalam kekekalan yang lampau, Dia merencanakan; dalam kekekalan yang akan datang, Dia akan menikmati. Segala sesuatu yang perlu Allah genapkan untuk menyalurkan diri-Nya telah Ia selesaikan dan genapkan dalam jembatan waktu. Terdapat lima hal yang Allah selesaikan secara berurutan dalam jembatan waktu: penciptaan, inkarnasi, penebusan, pengurapan, dan pembangunan.

Melalui penciptaan-Nya, Allah menciptakan langit untuk bumi, bumi untuk manusia, dan manusia dengan roh sebagai penerima untuk menerima Allah sebagai hayat. Fokus dari penciptaan adalah agar manusia dapat menerima hayat. Manusia memiliki mulut untuk makan dan untuk berbicara. Makan adalah aktivitas wajib yang manusia miliki untuk dapat bertahan hidup. Tidak hanya kita dapat menerima makanan secara jasmani, namun juga makan makanan rohani, yaitu Kristus. Melalui menyeru nama Tuhan dengan roh (Rm. 8:16) dan mulut yang terbuka (Rm. 10:9-10), kita dapat menerima Allah sebagai hayat kita. Kita perlu bersyukur pada Tuhan karena Ia menciptakan roh dan mulut.

Penciptaan hanyalah sarana agar Allah dapat berinkarnasi. Dalam inkarnasi, Allah mengenakan tubuh daging sebagai kemah-Nya (Yoh. 1:14). Allah membaurkan diri-Nya dengan sifat manusia dan menjadikan sifat insani yang manusia miliki sebagai tempat kediaman yang hidup bagi diri-Nya. Sehingga Allah dapat dinyatakan kepada manusia dalam firman, hayat, terang, anugerah, dan kebenaran. Pernahkah kita membayangkan betapa roh dan mulut kita sangat berhubungan dengan tinggalnya Allah dalam diri kita? Puji Tuhan, hari ini kita memiliki mulut dan roh bukan untuk membicarakan hal yang sia-sia. Setiap saat kita dapat menggunakan mulut dan roh kita berbaur dengan Allah sebagai tempat kediaman-Nya.


Sumber: Pelajaran-Hayat Yohanes, Buku 1, Berita 5



December 04, 2019, 05:18:22 AM
Reply #2016
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23991
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://arushayat.blogspot.com/2019

04 December 2019
Yohanes - Minggu 03 Rabu

Pembacaan Alkitab: Yoh. 1:19-51
Doa baca: “Lalu kata Yesus kepadanya, 'Sesungguhnya Aku berkata kepadamu, engkau akan melihat langit terbuka dan malaikat-malaikat Allah naik turun kepada Anak Manusia.'” (Yoh. 1:51)


Penebusan, Pengurapan, dan Pembangunan


Butir ketiga dalam jembatan waktu adalah penebusan. Setelah hidup di bumi selama tiga puluh tiga setengah tahun, Tuhan merampungkan penebusan. Ia naik ke atas salib sebagai Anak Domba Allah, melalui penebusan Ia memulihkan manusia yang telah jatuh dan memisahkan manusia dari dosa. Allah bukan hanya menyingkirkan dosa, tapi juga mengakhiri seluruh ciptaan lama masuk ke dalam kubur, dan keluar dalam kebangkitan sebagai Kepala ciptaan baru.

Pengurapan mengikuti penebusan. Pengurapan datang melalui merpati, Roh, yang merupakan kelanjutan Anak Domba. Anak Domba menyingkirkan dosa dan mengakhiri ciptaan lama, sedang merpati, Roh, telah datang untuk melahirkan kembali, menyalurkan hayat, mengubah, mempersatukan, dan membangun. Setelah dilahirkan kembali kita mungkin masih sangat alamiah dan perlu pengubahan. Merpati dan Roh itu melahirkan kembali, mengubah, dan mempersatukan. Kita semua berada di bawah pengurapan Roh itu, tanpa kita menyadari pun hal ini adalah fakta yang sedang terjadi. Inilah nasib kita, setiap saudara-saudari akan diubah menjadi batu permata, bahan bangunan Yerusalem Baru (Why. 21:11).

Proses pembangunan adalah kelanjutan pengubahan. Untuk datang kembali, Tuhan perlu Israel siap dan gereja terbangun. Kedatangan-Nya bukan menurut konsepsi alamiah kita, cara-Nya adalah secara tersembunyi (Why. 3:3). Hal ini berkaitan dengan hayat—ketika keilahian dan keinsanian berbaur sepenuhnya, inilah tempat kediaman Allah, bangunan Allah. Bangunan ini akan merupakan penggenapan terakhir bukan hanya terhadap mimpi Yakub (Yoh. 1:51), tetapi juga terhadap rencana Allah. Bangunan ini akan mengakhiri jembatan waktu dan mengantar kita dengan selamat kepada kekekalan yang akan datang.


Sumber: Pelajaran-Hayat Yohanes, Buku 1, Berita 5



December 05, 2019, 06:07:45 AM
Reply #2017
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23991
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://arushayat.blogspot.com/2019

05 December 2019
Yohanes - Minggu 03 Kamis

Pembacaan Alkitab: Yoh. 2:1-11
Doa baca: “Pada hari ketiga ada perkawinan di Kana yang di Galilea, dan ibu Yesus ada di situ; Yesus dan murid-murid-Nya diundang juga ke perkawinan itu.” (Yoh. 2:1-2)


Mengubah Kematian Menjadi Hayat


Injil Yohanes adalah pendahuluan seluruh kitab dalam Alkitab. Tuhan menunjukkan bahwa seluruh pasal 1 adalah pendahuluan yang dimulai dengan kekekalan yang lampau dan berakhir dengan kekekalan yang akan datang. Di antaranya terdapat lima peristiwa besar sebagai jembatan untuk menggenapkan kehendak Allah. Setelah memberikan pendahuluan, Yohanes memilih dua belas peristiwa dari tanda-tanda mukjizat yang Tuhan lakukan untuk menyatakan perkara hayat. Contohnya peristiwa Tuhan mengubah air menjadi anggur (Yoh. 2:1-11), ini bukan hanya sekadar cerita namun memiliki arti rohani yang mengandung makna khusus dan ini membuktikan bahwa Kristus sebagai hayat memenuhi kebutuhan manusia.

Segala yang Tuhan lakukan dalam sembilan peristiwa (Yoh. 3—11) menunjukkan sebuah prinsip hayat yakni mengubah maut (kematian) menjadi hayat. Peristiwa Lazarus yang dibangkitkan, peristiwa Nikodemus yang tidak menyadari bahwa ia perlu dilahirkan kembali, dan juga peristiwa perempuan Samaria yang merasa dahaga semua menunjukkan bahwa manusia memiliki tanda-tanda kematian, lemah dan rapuh. Meleraikan dahaga berarti mengubah kematian menjadi hayat. Hal ini berlaku bagi setiap peristiwa yang dicatat oleh Yohanes.

Yesus dalam kebangkitan datang kepada orang yang lemah dan rapuh. Tidakkah kita sebagai orang percaya sering menjadi lemah dan rapuh. Orang yang memiliki hayat Tuhan di dalam belum tentu ada sukacita dalam hidupnya, malah penuh kesal dan gundah. Karena itu, Tuhan Yesus datang untuk mengubah setiap perasaan maut, perasaan khawatir menjadi hayat. Hari ini perkataan firman-Nya yang dikatakan-Nya kepada kita adalah roh dan hayat (Yoh. 6:63). Mendengar firman dalam sidang tidak cukup membuat kita berubah, perlu juga menggunakan tekad kita sendiri datang pada firman.


Sumber: Pelajaran-Hayat Yohanes, Buku 1, Berita 6



December 06, 2019, 06:48:49 AM
Reply #2018
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23991
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://arushayat.blogspot.com/2019

06 December 2019
Yohanes - Minggu 03 Jumat

Pembacaan Alkitab: Yoh. 2:1-11
Doa baca: “Tetapi ibu Yesus berkata kepada pelayan-pelayan, 'Apa yang dikatakan-Nya kepadamu, lakukanlah itu!'” (Yoh. 2:5)


Keperluan Bejana yang Rapuh


Fakta bahwa Tuhan pergi ke Kana dalam Yohanes 2 menunjukkan bahwa Yesus datang kepada orang-orang yang lemah dan rapuh. “Kana” dalam bahasa Ibrani berarti “buluh”, sedangkan buluh dalam Alkitab melambangkan manusia yang lemah dan rapuh. Kitab Yesaya dan Matius mencatat bahwa kita sebagai orang-orang yang lemah ini, adalah buluh yang patah terkulai yang tidak akan Tuhan patahkan (Yes. 42:3; Mat. 12:20). Walaupun orang-orang di bumi ini seperti buluh, lemah, dan rapuh, tetapi Tuhan datang kepada mereka dalam kebangkitan. Sedang Galilea, daerah di mana pesta pernikahan di Kana diadakan adalah tempat yang diremehkan, melambangkan kondisi dunia yang rendah dan hina.

Pernikahan sangat penting dan bermakna dalam hidup manusia. Apabila pernikahan diakhiri, berarti hidup manusia juga diakhiri. Karena itu, pernikahan melambangkan kelangsungan hidup manusia. Sedang pesta pernikahan melambangkan kenikmatan dan kesenangan hidup manusia. Di dalam pesta tersebut, arak anggur melambangkan kenikmatan manusia. Ketika hayat sebagai pokok kenikmatan pesta itu habis, semua kenikmatan pun habis (Yoh. 2:3). Kesenangan dalam pesta pernikahan tersebut hanya sementara. Anggur yang adalah kenikmatan hidup manusia tamat saat hayat manusia berakhir.

Tuhan tahu bahwa anggur itu akan habis bahkan sebelum Ia pergi ke Kana, maka Ia pergi ke Kana untuk menegakkan prinsip hayat—mengubah kematian menjadi hayat, seperti Elisa mengubah air asin menjadi manis (2 Raj. 2:19-22). Dalam pandangan Allah kita adalah tempayan (Rm. 9:23), Dia sebagai air hayat (1 Kor. 10:3) perlu menjadi isi kita, meleraikan dahaga, menyegarkan kita. Cara yang praktis untuk kita meminum Dia adalah dengan menyeru nama-Nya, dengan girang menimba dari mata air keselamatan (Yes. 12:3). Oh, betapa nama-Nya menjadi kesegaran kita!


Sumber: Pelajaran-Hayat Yohanes, Buku 1, Berita 6





December 07, 2019, 05:28:25 AM
Reply #2019
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23991
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://arushayat.blogspot.com/2019

07 December 2019
Yohanes - Minggu 03 Sabtu

Pembacaan Alkitab: Yoh. 2:1-11
Doa baca: “Hal itu dilakukan Yesus di Kana yang di Galilea, sebagai yang pertama dari tanda-tanda-Nya dan dengan itu Ia telah menyatakan kemuliaan-Nya, dan murid-murid-Nya percaya kepada-Nya.” (Yoh. 2:11)


Prinsip Hayat


Air mempunyai dua arti kiasan dalam Alkitab. Ada yang mewakili hayat (Yoh. 4:14; 7:38), ada pula yang mewakili maut (Kej. 1:2, 6; Kel. 14:21; Mat. 3:16). Semua bejana batu dalam pesta pernikahan penuh dengan air berarti seluruh umat manusia secara alamiah penuh dengan maut. Tuhan Yesus dengan ajaib mengubah air kematian ini menjadi anggur (Yoh. 2:8-9). Tuhan tidak hanya dapat menjadikan apa yang tidak ada menjadi ada (Rm. 4:17), bahkan mengubah maut menjadi hayat. Sebelum kita diselamatkan, kita adalah tempayan yang penuh dengan air maut, namun puji Tuhan, Ia datang dan mengubah air maut kita menjadi hayat.

Dalam kitab ini, semua mukjizat yang dilakukan oleh Tuhan, dalam bahasa aslinya disebut tanda (Yoh. 2:23; 3:2; 4:54; 6:2, 14, 26, 30; 7:31; 9:16; 10:41; 11:47; 12:18, 37; 20:30). Semua ini adalah mukjizat, tetapi digunakan sebagai tanda untuk melambangkan perkara hayat. Perkara apa pun yang disebut pertama kali dalam Alkitab, selalu menjadi (menentukan) prinsip perkara itu. Prinsip mengubah maut menjadi hayat dapat diterapkan pada peristiwa perempuan Samaria dalam Yohanes 4. Tuhan masuk ke dalam kehidupannya dan mengubah dia. Prinsip ini juga dapat diterapkan pada orang yang sakit selama 38 tahun dalam pasal 5, orang banyak yang kelaparan dalam pasal 6, perempuan berdosa dalam pasal 8, orang buta dalam pasal 9, dan Lazarus dalam pasal 11. Dalam Yohanes 2:11 menunjukkan bahwa melalui mengubah maut menjadi hayat, kemuliaan Tuhan dinyatakan. Maria, ibu Yesus di sini melambangkan manusia alamiah yang tidak bersangkut-paut dengan hayat dan harus ditaklukkan oleh hayat ilahi (ayat 3-5). Dalam setiap keadaan, kita perlu mengenal Tuhan sebagai Dia yang mengubah maut menjadi hayat, dalam tiap keadaan belajar memanggil nama-Nya sampai menjamah Dia sebagai air hayat!


Sumber: Pelajaran-Hayat Yohanes, Buku 1, Berita 6



 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)