Author Topic: Arus Hayat  (Read 94547 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

December 08, 2019, 04:32:42 AM
Reply #2020
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 25844
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://arushayat.blogspot.com/2019

07 December 2019
Yohanes - Minggu 03 Sabtu

Pembacaan Alkitab: Yoh. 2:1-11
Doa baca: “Hal itu dilakukan Yesus di Kana yang di Galilea, sebagai yang pertama dari tanda-tanda-Nya dan dengan itu Ia telah menyatakan kemuliaan-Nya, dan murid-murid-Nya percaya kepada-Nya.” (Yoh. 2:11)


Prinsip Hayat


Air mempunyai dua arti kiasan dalam Alkitab. Ada yang mewakili hayat (Yoh. 4:14; 7:38), ada pula yang mewakili maut (Kej. 1:2, 6; Kel. 14:21; Mat. 3:16). Semua bejana batu dalam pesta pernikahan penuh dengan air berarti seluruh umat manusia secara alamiah penuh dengan maut. Tuhan Yesus dengan ajaib mengubah air kematian ini menjadi anggur (Yoh. 2:8-9). Tuhan tidak hanya dapat menjadikan apa yang tidak ada menjadi ada (Rm. 4:17), bahkan mengubah maut menjadi hayat. Sebelum kita diselamatkan, kita adalah tempayan yang penuh dengan air maut, namun puji Tuhan, Ia datang dan mengubah air maut kita menjadi hayat.

Dalam kitab ini, semua mukjizat yang dilakukan oleh Tuhan, dalam bahasa aslinya disebut tanda (Yoh. 2:23; 3:2; 4:54; 6:2, 14, 26, 30; 7:31; 9:16; 10:41; 11:47; 12:18, 37; 20:30). Semua ini adalah mukjizat, tetapi digunakan sebagai tanda untuk melambangkan perkara hayat. Perkara apa pun yang disebut pertama kali dalam Alkitab, selalu menjadi (menentukan) prinsip perkara itu. Prinsip mengubah maut menjadi hayat dapat diterapkan pada peristiwa perempuan Samaria dalam Yohanes 4. Tuhan masuk ke dalam kehidupannya dan mengubah dia. Prinsip ini juga dapat diterapkan pada orang yang sakit selama 38 tahun dalam pasal 5, orang banyak yang kelaparan dalam pasal 6, perempuan berdosa dalam pasal 8, orang buta dalam pasal 9, dan Lazarus dalam pasal 11. Dalam Yohanes 2:11 menunjukkan bahwa melalui mengubah maut menjadi hayat, kemuliaan Tuhan dinyatakan. Maria, ibu Yesus di sini melambangkan manusia alamiah yang tidak bersangkut-paut dengan hayat dan harus ditaklukkan oleh hayat ilahi (ayat 3-5). Dalam setiap keadaan, kita perlu mengenal Tuhan sebagai Dia yang mengubah maut menjadi hayat, dalam tiap keadaan belajar memanggil nama-Nya sampai menjamah Dia sebagai air hayat!


Sumber: Pelajaran-Hayat Yohanes, Buku 1, Berita 6


December 09, 2019, 06:29:29 AM
Reply #2021
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 25844
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://arushayat.blogspot.com/2019

09 December 2019
Yohanes - Minggu 04 Senin

Pembacaan Alkitab: Yoh. 2:12-22
Doa baca: “Lalu teringatlah murid-murid-Nya bahwa ada tertulis: ‘Cinta untuk rumah-Mu akan menghanguskan Aku.’” (Yoh. 2:17)


Penyucian bagi Pembangunan


Kitab Yohanes ditulis dengan sangat indah. Hal ini kita lihat dari Yohanes pasal 2 yang mencatat dua peristiwa yang memperlihatkan prinsip dan tujuan hayat. Ia menulis penanggulangan bait Allah setelah mengubah maut menjadi hayat. Ini menjelaskan hayat adalah bagi pembangunan Allah. Sasaran dan tujuan hayat, adalah membangun rumah Allah.

Penyucian bait Allah dilakukan Tuhan Yesus dekat hari raya Paskah orang Yahudi. Hari raya Paskah adalah lambang peringatan kita terhadap Tuhan (1 Kor. 11:24-25) dan kita ini adalah bait Allah (1 Kor 3:16). Bisa jadi ketika kita menghampiri meja Tuhan untuk memperingati Dia kita sedang dipenuhi oleh hal-hal duniawi. Karena itu, kita juga memerlukan penyucian agar kita bisa menjadi bait Allah yang tepat.

Proses penyucian bait Allah yang Tuhan lakukan sangat unik. Yohanes 2:6 mengatakan “Ia membuat cambuk dari tali lalu mengusir mereka.” Tali ini dalam terjemahan lain, merupakan tali dari rumput gelagah, rumput yang tak berharga dan biasa saja. Inilah cara Tuhan menyucikan kita. Ia menyucikan kita memakai benda-benda umum, benda-benda yang ada di sekitar kita, yang sangat dekat dengan kita. Bisa jadi, “rumput gelagah” ini adalah istri kita, atau anak kita. Allah menggunakan “cambukan” untuk membersihkan kita.

Selanjutnya Yohanes 2:17 mengatakan, “…Cinta (gairah) untuk rumah-Mu akan menghanguskan Aku.” Di dalam Tuhan Yesus terdapat kegairahan akan rumah Bapa. Rumah Bapa adalah kerinduan hati-Nya. Ketika Dia melihat keadaan yang bejat di dalam bait, Dia tidak tahan lagi untuk membersihkanya dengan cambuk. Hati-Nya murni dan polos untuk Bapa. Hari ini, Iblis selalu berusaha mencemari dan mengotori hidup gereja dengan banyak hal yang berdosa dan duniawi. Namun, Puji Tuhan! Ia datang untuk menyucikan kita. Karena itu, kita boleh mengucap syukur atas cambuk Tuhan yang menyucikan kita.


Sumber: Pelajaran-Hayat Yohanes, Buku 1, Berita 7



December 10, 2019, 06:08:53 AM
Reply #2022
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 25844
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://arushayat.blogspot.com/2019

10 December 2019
Yohanes - Minggu 04 Selasa

Pembacaan Alkitab: Yoh. 2:12-22
Doa baca: “Jawab Yesus kepada mereka, ’Runtuhkan Bait Suci ini, dan dalam tiga hari Aku akan mendirikannya kembali.’” (Yoh. 2:19)


Aku akan Mendirikannya Kembali


Tujuan Iblis menyerang rumah Allah, bukan hanya untuk mencemarinya saja, tetapi juga menghancurkannya, Namun Yohanes 2:19 menunjukkan kepada kita apa yang dihancurkan musuh, akan Tuhan bangun kembali dalam tiga hari. Dalam hayat kebangkitan-Nya, Tuhan membangun kembali apa yang telah dirusak oleh musuh. Dari fakta ini, kita tidak perlu khawatir akan perusakkan dan serangan musuh terhadap gereja-Nya.

Mungkin kelihatannya Iblis berhasil merobohkan gereja-Nya. Namun Tuhan akan memulihkan-Nya dalam kebangkitan dan melalui kebangkitan. Setelah kebangkitan, Tuhan akan membangun sebuah bait yang lebih besar dalam kebangkitan. Perusakan yang terjadi saat ini sebenarnya diperlukan untuk menghancurkan semua hal yang alamiah. Musuh hanya dapat menghancurkan sesuatu yang alamiah, karena Tuhan akan mendirikan gereja-Nya kembali dalam kebangkitan.

Seringkali, kita menjadi orang yang khawatir terhadap keadaan gereja. Sadarkah kita, ketika kita kecewa dengan keadaan gereja hari ini, itu artinya kita tidak percaya pada kemampuan Tuhan Yesus? Kita seperti mengatakan bahwa Iblis mampu mengalahkan Tuhan Yesus. Sesuatu hal yang mustahil bukan? Apakah Iblis lebih kuat daripada Tuhan Yesus? Tentu saja tidak!

Setelah membaca pengertian di atas, ini berarti kita tidak boleh mencoba memahami Alkitab dengan cara yang harfiah. Kalau kita berbuat demikian, hal ini akan menyulitkan kita sendiri.  Kita perlu mengucap syukur atas pemahaman mengenai kebangkitan Tuhan yang membangun gereja-Nya. Ia sebagai Allah telah menyerahkan nyawa-Nya dan bangkit sendiri. Ia seperti Allah yang mengunjungi alam maut untuk bertamasya sejenak, kemudian Ia keluar lagi dan membangun Tubuh-Nya, gereja. Mari kita proklamirkan Yohanes 2:19. “Runtuhkan Bait Suci ini, dan dalam tiga hari Aku akan mendirikannya kembali.”.


Sumber: Pelajaran-Hayat Yohanes, Buku 1, Berita 7



December 11, 2019, 05:09:34 AM
Reply #2023
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 25844
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://arushayat.blogspot.com/2019

11 December 2019
Yohanes - Minggu 04 Rabu

Pembacaan Alkitab: Yoh. 2:12-22
Doa baca: “Pada waktu itu kamu tanpa Kristus, tidak termasuk kewargaan Israel dan tidak mendapat bagian dalam ketentuan-ketentuan yang dijanjikan, tanpa pengharapan dan tanpa Allah di dalam dunia.” (Ef. 2:12)


Tanpalah Runtuh, Takkanlah Bangkit


Setelah Iblis meruntuhkan tubuh Tuhan, Tuhan beristirahat selama tiga hari di dalam liang kubur. Tiga hari berlalu dan Ia sendiri membangkitkan tubuh-Nya yang telah mati dan terkubur itu. Ketika diruntuhkan, tubuh Yesus di atas salib itu kecil dan lemah. Tetapi Tubuh Kristus di dalam kebangkitan itu besar dan kuat. Dahulu, bait Allah ini hanyalah Yesus sendiri. Hari ini, bait Allah adalah Dia dan seluruh orang yang oleh iman bersatu dengan-Nya (1 Ptr. 1:3; Ef. 2:6). Sudahkah Anda melihat hal ini? Sekarang tubuh manakah yang Anda inginkan? Tubuh Yesus, ataukah Tubuh Kristus?

Ketika itu, orang-orang Yahudi meminta Tuhan Yesus untuk menunjukkan tanda ajaib kepada mereka. Apakah kita juga seperti mereka? Dalam Yohanes 2:19 Tuhan menjawab, ”Runtuhkan Bait Suci ini, dan dalam tiga hari Aku akan mendirikannya kembali.” Sadarkah kita bahwa kebangkitan Tuhan adalah sebuah mukjizat? Hari ini kita perlu sadar bahwa kebangkitan yang Ia lakukan ini juga adalah sebuah mukjizat. Begitu juga dengan pembangunan gereja. Pembangunan gereja membutuhkan sebuah mukjizat yang unik dibangun dalam kebangkitan.

Sampai hari ini, perkara pembangunan gereja masih terus berlangsung. Artinya, hari ini kita masih berada dalam “tiga hari” (Yoh. 2:19), sebab hari ini Tuhan telah bangkit, namun anggota tubuh-Nya masih berada dalam proses kebangkitan dan bahkan ada juga yang belum bangkit. Karenanya, meskipun hari ini ada badai di dalam gereja, yang kita alami masih merupakan proses pengubahan. Dari perkara menyucikan bait Allah kita bisa melihat tujuan Allah. Prinsip hayat adalah bagi tujuan hayat. Dua hal ini menguasai seluruh Kitab Yohanes. Setelah memegang dua hal ini, kita bisa memasuki Kitab Yohanes dengan mudah. Hari ini, kita pun perlu dengan rela, memiliki konsep lama yang diruntuhkan, agar kita bisa dibangun kembali di dalam kebangkitan dan menjadi tempat kediaman Allah secara individu dan juga dibangun secara korporat.


Sumber: Pelajaran-Hayat Yohanes, Buku 1, Berita 7


December 12, 2019, 06:13:17 AM
Reply #2024
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 25844
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://arushayat.blogspot.com/2019

12 December 2019
Yohanes - Minggu 04 Kamis

Pembacaan Alkitab: Yoh. 3:1-21
Doa baca: “Yesus menjawab, ‘Sesungguhnya Aku berkata kepadamu, jika seseorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah.’” (Yoh. 3:3)


Semua Mampu Dibereskan


Setiap orang memiliki penghidupan yang berbeda-beda. Penghidupan yang berbeda ini menjadi latar belakang kita masing-masing. Yohanes pasal 3 sampai 11 menyajikan sembilan peristiwa yang memperlihatkan bahwa Tuhan Yesus adalah Allah yang mampu menyelesaikan semua perkara. Ia membereskan masalah orang yang (1) bermoral dan orang yang (2) amoral. Ia menyembuhkan orang yang (3) sakit dan hampir meninggal dan orang yang (4) lemah tubuh karena telah lama mengidap penyakit. Ia memenuhi kebutuhan orang yang (5) mencari makan. Ia melegakan (6) kaum dahaga yang tak dapat dipuaskan oleh agama. Ia menyelesaikan masalah seorang yang (7) telah melakukan dosa yang besar. Ia menyembuhkan orang yang (8) buta sejak lahirnya. Terakhir, Ia juga membangkitkan seorang yang (9) telah dikuburkan selama empat hari.

Sembilan keadaan tadi mewakili keadaan semua orang, dan bisa jadi itu juga merupakan kondisi kita. Namun, janganlah bersedih. Kitab Yohanes memperlihatkan bahwa dalam setiap peristiwa, Tuhan selalu menyajikan diri-Nya kepada manusia. Kita melihat Tuhan adalah Allah yang mampu memenuhi setiap keperluan manusia. Meskipun terdapat sembilan masalah yang berbeda, kuat kuasa Tuhan sanggup memenuhi semua keperluan umat manusia. Ia membawa kita memiliki hayat Allah sehingga dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah melalui kelahiran kembali. Ia membawakan kepuasan kepada orang berdosa yang tidak pernah puas. Tuhan pun adalah penyembuhan hayat. Ia juga mampu menghidupkan kembali. Ia menyajikan diri-Nya sebagai roti hayat untuk orang yang lapar. Ia menjadi sungai air hayat meleraikan dahaga orang dahaga. Ia menolong orang bebas dari belenggu dosa. Ia mencelikkan mata orang yang buta. Terakhir, Ia menyatakan hayat kebangkitan dengan membangkitkan orang yang telah membusuk dalam kuburan. Haleluya! Ia adalah Allah yang mampu membereskan semua masalah kita dan menyuplai segala keperluan kita!


Sumber: Pelajaran-Hayat Yohanes, Buku 1, Berita 8


December 13, 2019, 06:32:09 AM
Reply #2025
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 25844
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://arushayat.blogspot.com/2019

13 December 2019
Yohanes - Minggu 04 Jumat

Pembacaan Alkitab: Yoh. 3:1-21
Doa baca: “Jawab Yesus, ‘Sesungguhnya Aku berkata kepadamu, jika seseorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah.’” (Yoh. 3:5)


Jalan Masuk ke dalam Keselamatan Sempurna Tuhan


Aspek-aspek pekerjaan Tuhan membawa kita kepada berbagai aspek dari keselamatan sempurna Tuhan. Sembilan urutan catatan dalam Kitab Yohanes membawakan sebuah wahyu kepada kita; kelahiran kembali adalah permulaan hayat rohani. Semua pengalaman rohani berawal pada kelahiran kembali. Setelah kita mengalami kelahiran kembali, barulah kita memenuhi syarat untuk memperoleh bagian pada aspek-aspek lain atas keselamatan Tuhan. Kelahiran kembali merupakan syarat yang harus dipenuhi untuk mengalami aspek-aspek lain keselamatan Tuhan. Oleh karena itulah, kelahiran kembali dicatat sebagai butir yang pertama.

Sekarang, apakah kita mau masuk untuk mengalami pengalaman hayat yang dapat menyelesaikan semua masalah kita, dan menyuplaikan segala keperluan kita? Jika kita mau, marilah kita menerima Dia melalui kelahiran kembali.

Apakah makna kelahiran kembali? Kelahiran kembali bukanlah perbaikan atau pembudayaan yang di luar, juga bukan suatu pengubahan dan peralihan yang tanpa hayat. Kelahiran kembali adalah kelahiran baru yang mendatangkan hayat baru. Ini mutlak perkara hayat, bukan perbuatan. Kelahiran kembali adalah memperoleh hayat lain di samping hayat yang telah kita miliki, hayat ilahi dari Allah. Jika kita memiliki hayat Allah, maka kita adalah anak-anak Allah, memiliki hak untuk menjadi putra-putra Allah (Yoh. 1:12). Melalui ini kita memiliki sifat ilahi Allah (2 Ptr. 1:4), mempunyai hubungan hayat dengan Allah, yaitu hak keputraan (Rm. 8:15; Gal. 4:5-6).

Inilah keperluan kita yang sesungguhnya. Dahulu Nikodemus mengira dengan belajar untuk berkelakuan baik dan menyembah Allah saja cukup untuk memperoleh keselamatan. Namun, Tuhan Yesus menjawab dengan mewahyukan bahwa bukan pengajaran yang ia perlukan, melainkan hayat Allah. Karena itu, ketika kita datang kepada Tuhan, marilah kita menjamah Dia sebagai hayat, bukan pengetahuan.


Sumber: Pelajaran-Hayat Yohanes, Buku 1, Berita 8



December 14, 2019, 06:02:53 AM
Reply #2026
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 25844
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://arushayat.blogspot.com/2019

14 December 2019
Yohanes - Minggu 04 Sabtu

Pembacaan Alkitab: Yoh. 3:1-21
Doa baca: “Jawab Yesus, ‘Sesungguhnya Aku berkata kepadamu, jika seseorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah.’” (Yoh. 3:5)


Air dan Roh Membawa Keselamatan


Hal apakah yang diperlukan manusia untuk masuk ke dalam Kerajaan Allah? Apakah pengajaran? Atau kebaikan? Bukanlah keduanya. Tuhan Yesus dalam Kitab Yohanes mewahyukan bahwa bukan pendidikan yang bisa menyelamatkan manusia. Kebudayaan dan kebaikan juga tidak dapat menyelamatkan manusia. Bahkan mukjizat pun tidaklah mampu untuk menyelamatkan manusia. Untuk seseorang bisa diselamatkan dan masuk ke dalam Kerajaan Allah, seorang manusia perlu dilahirkan kembali.

Mengenai perkara kelahiran kembali ini, kita perlu melihat perkataan Tuhan Yesus dalam Yohanes 3:5. Di sana Ia mewahyukan bahwa seseorang perlu dilahirkan dari air dan Roh. Apakah maksud dari “air dan Roh” di sini? “Air dan Roh” di sini bukanlah sebuah kiasan atau pun perumpamaan. Jika kita memperhatikan perbincangan antara Tuhan Yesus dan Nikodemus, kita akan melihat bahwa “air dan Roh” di sini mengacu kepada air dan Roh. Kedua istilah yang digunakan Tuhan di sini adalah istilah yang sangat umum digunakan oleh Nikodemus. Meskipun demikian, Nikodemus masih tidak paham.

Untuk memahami hal ini, marilah kita kembali kepada Yohanes Pembaptis. Dalam ministri Yohanes Pembaptis, ministri pertobatan, air menjadi inti dari ministrinya. Air memiliki makna menguburkan, mengakhiri manusia ciptaan lama. Jadi, seseorang yang berdosa kemudian bertobat, ia dikuburkan, ditamatkan. Lalu, bagaimana dengan dibaptis dengan Roh? Sebagaimana air adalah makna dari ministri Yohanes, Roh merupakan makna dari ministri Tuhan Yesus. Roh ini adalah Roh yang melahirkan kembali, menunaskan ciptaan baru.  Roh ini membawa hayat Allah masuk ke dalam manusia. Hari ini, jika kita ingin diselamatkan, kita perlu berbagian dalam ministri Yohanes dan Tuhan Yesus, bertobat dan beriman. Dengan demikian, hayat lama kita dikuburkan, dan hayat Allah lahir di dalam kita. Inilah arti dari dilahirkan dari air dan Roh.


Sumber: Pelajaran-Hayat Yohanes, Buku 1, Berita 8


December 15, 2019, 04:22:07 AM
Reply #2027
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 25844
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://arushayat.blogspot.com/2019

14 December 2019
Yohanes - Minggu 04 Sabtu

Pembacaan Alkitab: Yoh. 3:1-21
Doa baca: “Jawab Yesus, ‘Sesungguhnya Aku berkata kepadamu, jika seseorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah.’” (Yoh. 3:5)


Air dan Roh Membawa Keselamatan


Hal apakah yang diperlukan manusia untuk masuk ke dalam Kerajaan Allah? Apakah pengajaran? Atau kebaikan? Bukanlah keduanya. Tuhan Yesus dalam Kitab Yohanes mewahyukan bahwa bukan pendidikan yang bisa menyelamatkan manusia. Kebudayaan dan kebaikan juga tidak dapat menyelamatkan manusia. Bahkan mukjizat pun tidaklah mampu untuk menyelamatkan manusia. Untuk seseorang bisa diselamatkan dan masuk ke dalam Kerajaan Allah, seorang manusia perlu dilahirkan kembali.

Mengenai perkara kelahiran kembali ini, kita perlu melihat perkataan Tuhan Yesus dalam Yohanes 3:5. Di sana Ia mewahyukan bahwa seseorang perlu dilahirkan dari air dan Roh. Apakah maksud dari “air dan Roh” di sini? “Air dan Roh” di sini bukanlah sebuah kiasan atau pun perumpamaan. Jika kita memperhatikan perbincangan antara Tuhan Yesus dan Nikodemus, kita akan melihat bahwa “air dan Roh” di sini mengacu kepada air dan Roh. Kedua istilah yang digunakan Tuhan di sini adalah istilah yang sangat umum digunakan oleh Nikodemus. Meskipun demikian, Nikodemus masih tidak paham.

Untuk memahami hal ini, marilah kita kembali kepada Yohanes Pembaptis. Dalam ministri Yohanes Pembaptis, ministri pertobatan, air menjadi inti dari ministrinya. Air memiliki makna menguburkan, mengakhiri manusia ciptaan lama. Jadi, seseorang yang berdosa kemudian bertobat, ia dikuburkan, ditamatkan. Lalu, bagaimana dengan dibaptis dengan Roh? Sebagaimana air adalah makna dari ministri Yohanes, Roh merupakan makna dari ministri Tuhan Yesus. Roh ini adalah Roh yang melahirkan kembali, menunaskan ciptaan baru.  Roh ini membawa hayat Allah masuk ke dalam manusia. Hari ini, jika kita ingin diselamatkan, kita perlu berbagian dalam ministri Yohanes dan Tuhan Yesus, bertobat dan beriman. Dengan demikian, hayat lama kita dikuburkan, dan hayat Allah lahir di dalam kita. Inilah arti dari dilahirkan dari air dan Roh.


Sumber: Pelajaran-Hayat Yohanes, Buku 1, Berita 8




December 16, 2019, 06:13:20 AM
Reply #2028
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 25844
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://arushayat.blogspot.com/2019

16 December 2019
Yohanes - Minggu 05 Senin

Pembacaan Alkitab: Yoh. 3:1-21
Doa baca: “Jawab Yesus, ‘Sesungguhnya Aku berkata kepadamu, jika seseorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah.’” (Yoh. 3:5)


Makna Kelahiran Kembali


Nikodemus mengira bahwa kelahiran kembali berarti kembali ke dalam rahim ibunya untuk dilahirkan sekali lagi. Ia tidak tahu bahwa tak peduli berapa kali orang dilahirkan dari rahim ibu, ia tetap merupakan daging, sebab daging melahirkan daging (Yoh. 3:6).

Sebaliknya, kelahiran kembali berarti kita dalam roh dilahirkan oleh ROH KUDUS, yakni Roh ilahi melahirkan kembali roh kita dengan hayat Allah yang ilahi itu. Ini adalah perkara yang mutlak terjadi di dalam roh kita. Allah itu Roh, dan hanya roh yang dapat menyentuh Roh, dan hanya roh sajalah yang dapat dilahirkan oleh Roh.

Sebelum kelahiran kembali, kita hidup berdasarkan daging, berperilaku di dalam daging, dan roh kita mati. Melalui kelahiran kembali, roh kita yang telah tidak berfungsi itu bukan hanya dihidupkan kembali, bahkan memperoleh penyaluran hayat ilahi Allah dari Roh itu. Maka, dalam roh kita terdapat hayat Allah dan Roh Allah. Kedua roh ini menjadi roh yang berbaur (Rm. 8:16). Dalam roh perbauran inilah, baru kita dengan Tuhan menjadi satu roh (1 Kor. 6:17).

Bila kita ingin dilahirkan oleh Roh, kita harus memenuhi syarat-syarat tertentu. Yang pertama ialah bertobat, mengakui diri kita orang berdosa. Kemudian, kita perlu percaya kepada Yesus, dan menyeru nama-Nya di mulut serta di dalam roh. Dengan demikian, Roh ilahi itu masuk ke dalam kita. Ketika Roh ilahi masuk ke dalam kita, berarti Kristus masuk ke dalam kita, dan juga Allah Tritunggal masuk ke dalam kita.

Kelahiran kembali inilah satu-satunya jalan untuk masuk ke dalam Kerajaan Allah (Yoh. 3:3). Kerajaan Allah merupakan ruang lingkup ilahi, dan manusia harus memiliki hayat ilahi baru dapat memasukinya. Sebab itu, kita perlu dilahirkan kembali agar kita memiliki hayat ilahi, dan dengan hayat inilah kita dapat memasuki ruang lingkup ilahi serta memiliki bagian dalam kerajaan ilahi.


Sumber: Pelajaran-Hayat Yohanes, Buku 1, Berita 9




December 17, 2019, 04:46:31 AM
Reply #2029
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 25844
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://arushayat.blogspot.com/2019

17 December 2019
Yohanes - Minggu 05 Selasa

Pembacaan Alkitab: Yoh. 3:1-21; Kol. 1:13
Doa baca: “Ia telah melepaskan kita dari kuasa kegelapan dan memindahkan kita ke dalam Kerajaan Anak-Nya yang terkasih.” (Kol. 1:13)


Lambang Ular Tembaga


Sebagai manusia, kita semua dilahirkan ke dalam kerajaan manusia. Maka, secara otomatis, kita sudah mengetahui semua perihal manusia. Lalu, saat kita dilahirkan kembali, kita dipindahkan ke dalam Kerajaan Allah (Kol. 1:13). Demikian pula, Roh di dalam kita sudah mengetahui perihal Kerajaan Allah. Tak perlu seorang pendeta atau penginjil untuk memberi tahu kita harus berbuat ini dan itu, tetapi Roh Allah di dalam kita yang mengajarkan kita. Roh Allah ini memerintah di dalam kita, sehingga kita tidak dapat melakukan hal-hal yang tidak sesuai dengan-Nya.

Namun, atas perkara kelahiran kembali, Nikodemus masih kebingungan. Maka, Tuhan mengatakan kepadanya sebuah lambang penebusan dalam Perjanjian Lama. “Dan sama seperti Musa meninggikan ular di padang gurun, demikian juga Anak Manusia harus ditinggikan.” (Yoh. 3:14). Setelah Tuhan Yesus mengatakan ini, barulah Nikodemus jelas. Ini berdasarkan kisah dalam Bilangan 21:4-9. Ketika itu, bani Israel bersungut-sungut terhadap Allah dan Musa. Akibatnya, Tuhan menyuruh ular-ular tedung memagut mereka, sehingga banyak dari mereka mati. Musa pun membuat ular tembaga dan menaruhnya di atas sebuah tiang, agar setiap orang yang terpagut, dan memandang kepada ular tembaga itu, akan tetap hidup (Bil. 21:8-9).

Melalui kisah ini, Tuhan ingin memberi tahu bahwa manusia, termasuk Nikodemus, adalah seekor ular. Hal ini dikarenakan Iblis, si ular tua itu, telah menginjeksikan sifatnya ke dalam manusia, sehingga sifat tubuh manusia berubah menjadi daging. Selain itu, Ia mewahyukan bahwa ketika Tuhan Yesus mati di atas salib, Ia berada dalam bentuk ular. Roma 8:3 mengatakan, Ia “serupa dengan daging yang dikuasai dosa.” Kristus mempunyai rupa ular, tetapi tanpa racun dan sifat ular. Ia hanya secara rupa dan bentuk menjadi tubuh daging yang berdosa. Maka, ketika Kristus ditinggikan di atas salib, serentaklah Satan, Iblis, ular kuno ditanggulangi (Yoh. 12:31-33; Ibr 2:14). Puji Tuhan!


Sumber: Pelajaran-Hayat Yohanes, Buku 1, Berita 9


 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)