Author Topic: Arus Hayat  (Read 94173 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

December 18, 2019, 10:32:24 AM
Reply #2030
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 25724
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://arushayat.blogspot.com/2019

18 December 2019
Yohanes - Minggu 05 Rabu

Pembacaan Alkitab: Yoh. 3:1-21
Doa baca: “Siapa saja yang percaya kepada-Nya, ia tidak akan dihukum; siapa saja yang tidak percaya, ia telah berada di bawah hukuman, sebab ia tidak percaya dalam nama Anak Tunggal Allah.” (Yoh. 3:18)


Terbebaskan dari Hukuman melalui Percaya


Bani Israel zaman dahulu telah menjadi ular, dan memerlukan seekor ular tembaga yang ditinggikan untuk sebagai pengganti mereka. Demikian juga, di mata Allah, kita semua telah menjadi ular, dan memerlukan Kristus mati di atas salib sebagai pengganti kita. Melalui mati dalam rupa ular, Kristus menanggulangi sifat dosa dan membinasakan Iblis.

Lalu, Yohanes 3:15 melanjutkan, “Supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal.” Ini adalah hasil dari ayat 14. Hasil dari kematian-Nya adalah membuat kita yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal. Dalam ayat 18, Tuhan mewahyukan lebih lanjut tentang keadaan Nikodemus. Nikodemus bukan hanya memiliki sifat racun ular, tetapi juga berada di bawah penghakiman Allah. Demikian pun kita hari ini. Dari segi kedudukan, kita ini sudah berada di bawah penetapan hukuman Allah.

Namun puji Tuhan! Putra Allah telah datang untuk menolong manusia terlepas dari penghukuman ini (Yoh 3:17). Yang perlu kita lakukan untuk memperoleh pertolongan ini adalah percaya kepada Tuhan. Percaya adalah satu-satunya jalan kita beroleh selamat dan beroleh kelahiran kembali. Kelakuan kita, tidak peduli seberapa banyak baik, tidaklah terhitung. Ini mutlak merupakan perkara iman. Melalui percaya kepada Tuhan, di pihak negatif, kita menerima pengampunan, dan dibebaskan dari penghukuman Allah. Di pihak positif, kita akan beroleh hidup yang kekal, yaitu hayat ilahi Allah.

Namun, agar manusia sadar ia perlu diselamatkan, Putra Allah harus datang menjadi terang (Yoh. 3:19-21). Kita perlu terlebih dahulu diterangi atas kondisi kita yang jatuh, baru kita dapat bertobat dan beroleh selamat. Semoga hari ini kita menjadi orang yang senantiasa terbuka kepada terang Tuhan agar kita diselamatkan dan menerima hayat Allah menjadi kenikmatan kita.


Sumber: Pelajaran-Hayat Yohanes, Buku 1, Berita 9




December 19, 2019, 04:32:49 AM
Reply #2031
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 25724
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://arushayat.blogspot.com/2019

19 December 2019
Yohanes - Minggu 05 Kamis

Pembacaan Alkitab: Yoh. 3:22-36
Doa baca: “Yang punya mempelai perempuan, ialah mempelai laki-laki; tetapi sahabat mempelai laki-laki, yang berdiri dekat dia dan yang mendengarkannya, sangat bersukacita mendengar suara mempelai laki-laki itu. Itulah sukacitaku, dan sekarang sukacitaku itu penuh. Ia harus makin besar, tetapi aku harus makin kecil.” (Yoh. 3:29-30)


Bertambahnya Kristus untuk Menghasilkan Mempelai Perempuan


Dalam Yohanes 3:22, kita melihat bahwa Yesus membaptis dengan murid-murid-Nya di tanah Yudea. Namun, di ayat selanjutnya, kita melihat bahwa Yohanes Pembaptis pun membaptis juga di Ainon (Yoh. 3:23). Yesus sudah naik ke atas panggung, namun Yohanes masih tetap tinggal di sana. Yohanes mengetahui bahwa ia bukan Mesias, ia hanyalah orang yang diutus untuk mendahului-Nya (Yoh. 3:28), namun ia tetap tidak mengundurkan diri. Akibatnya, ia pun dipenjarakan.

Yohanes melanjutkan berkata, “Ia harus makin besar, tetapi aku harus makin kecil” (Yoh. 3:30). Ayat ini berarti kita harus mundur dari panggung, mundur dari hal diikuti orang; membiarkan Kristus menjadi pemeran tunggal di atas panggung dan memperoleh semua pengikut. Namun, karena Yohanes tidak menjelaskan hal ini kepada murid-muridnya, maka murid-muridnya iri ketika semua orang pergi kepada Yesus (Yoh. 3:26). Jika saja Yohanes mengundurkan diri dari atas panggung serta memberi tahu semua muridnya untuk pergi kepada Yesus, pasti ia tidak akan terbentur kesulitan apa-apa.

Selain itu, di dalam jawaban Yohanes, ia juga menegaskan bahwa Kristus adalah mempelai laki-laki yang datang meminang perempuan. Sedangkan ia hanyalah sahabat mempelai laki-laki (Yoh. 3:29). Dengan menggabungkan ayat 29 dan 30, kita melihat bahwa kelahiran kembali yang diperbincangkan dalam pasal ini bukan sekedar membawa hayat ilahi masuk dan memusnahkan sifat Iblis, namun juga menambahkan Kristus agar kaum beriman dapat dijadikan mempelai perempuan Kristus yang korporat. Puji Tuhan! Jika kita telah dilahirkan kembali, pasti kita adalah bagian dari pertambahan Kristus, bagian dari mempelai perempuan korporat Kristus; yakni gereja hari ini dan Yerusalem baru yang kelak akan dirampungkan.


Sumber: Pelajaran-Hayat Yohanes, Buku 1, Berita 10




December 20, 2019, 04:40:00 AM
Reply #2032
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 25724
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://arushayat.blogspot.com/2019

20 December 2019
Yohanes - Minggu 05 Jumat

Pembacaan Alkitab: Yoh. 3:22-36
Doa baca: “Siapa yang datang dari atas adalah di atas semuanya; siapa yang berasal dari bumi adalah dari bumi dan berkata-kata tentang hal-hal di bumi. Siapa yang datang dari surga adalah di atas semuanya.” (Yoh. 3:31)


Kristus di atas Semuanya


Ketika kita dilahirkan kembali, kita memperoleh hayat Kristus. Dengan demikian, kita menjadi satu roh dengan Kristus, bersatu dengan Kristus, sehingga menjadi pertambahan-Nya. Selanjutnya, kita harus membiarkan Kristus bertambah, sedangkan kita berkurang (Yoh. 3:30). Mengapa? Karena Kristus itu tidak terbatas dan almuhit.

Yohanes 3:31-36 mewahyukan bahwa Kristus yang kita percayai tidak terbatas dan tidak terukur. Ayat 31 mengatakan bahwa Ia “adalah di atas semuanya.”  Pada saat di bumi, Kristus tak lain adalah seorang manusia jasmani. Dia dilahirkan di palungan dan dibesarkan di Nazaret, di rumah seorang tukang kayu yang miskin. Secara lahiriah Ia tidak kelihatan tampan dan malahan sangat terbatas. Namun asal-Nya adalah dari atas. Karena itulah Ia di atas segala-galanya. Karena Kristus berasal dari atas, maka dengan sendirinya Ia pun berasal dari surga. Jadi, walaupun Ia ada di bumi, tetapi sumbernya adalah surga. Kristus datang dari surga, namun ketika di bumi, Ia tetap berada di surga (Yoh. 3:31, Tl.). Ia itu universal, tak terukur.

Kristus di atas semuanya. Kata “semua” di sini bukan sekadar berarti semua hal atau benda, melainkan juga ditujukan kepada semua orang. Kristus adalah di atas semua orang, terutama di atas Yohanes Pembaptis. Saat itu, Yohanes berada di atas kedudukan yang berlawanan dengan Tuhan Yesus. Baik Yesus maupun Yohanes menerima murid. Dalam pandangan murid-murid Yohanes, Yohanes setara dengan Tuhan Yesus. Namun sesungguhnya salah. Ayat 31 memberi tahu kita bahwa Kristus adalah Yang di atas semuanya. Ia di atas Anda, saya, dan siapa pun.

Hari ini, kita harus menaruh Kristus di atas segala hal, benda, orang, dan bahkan diri kita sendiri. Dia harus mendapat tempat yang terutama. Kristus harus semakin bertambah dan kita harus semakin berkurang.


Sumber: Pelajaran-Hayat Yohanes, Buku 1, Berita 10




December 21, 2019, 04:13:52 AM
Reply #2033
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 25724
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://arushayat.blogspot.com/2019

21 December 2019
Yohanes - Minggu 05 Sabtu

Pembacaan Alkitab: Yoh. 3:22-36
Doa baca: “Sebab siapa yang diutus Allah, Dialah yang menyampaikan firman Allah, karena Allah mengaruniakan Roh-Nya dengan tidak terbatas.” (Yoh. 3:34)


Kristus Melayankan Roh dan Firman


Yohanes 3:34 mewahyukan dua hal. Pertama, Tuhan Yesus menyampaikan firman Allah kepada umat-Nya. Kedua, Ia mengarunakan ROH KUDUS kepada umat Allah dengan tidak terbatas. Beberapa terjemahan telah salah menerjemahkan ayat ini, dengan mencatat bahwa Allah Bapa mengaruniakan Roh kepada Putra dengan tidak terbatas. Tetapi jika kita mempelajari naskah kuno yang terbaik, kita pasti nampak bahwa Putralah yang mengaruniakan Roh itu dengan tidak terbatas kepada umat Allah. Maka, terjemahan lebih tepat dari ayat ini adalah, “karena Allah mengaruniakan Roh-Nya dengan tidak terbatas.”

Tuhan Yesus meministrikan (melayankan) dua hal, firman hidup dan Roh yang tak terbatas. Hanya dua hal ini yang diperlukan dalam gereja-gereja lokal. Mazmur 133:2 mewahyukan bahwa minyak urapan oleh Imam Besar dituangkan ke atas tubuhnya sampai meleleh ke jubahnya. Minyak melambangkan Roh urapan yang almuhit, Roh hayat yang tak terbatas. Roh urapan ini hanya dapat dikaruniakan oleh Kristus sebagai Kepala. Tanda bahwa gereja sebagai Tubuh berada di bawah urapan Roh-Nya adalah kaum beriman dapat berdoa dengan bebas. Tanda lain dari gereja adalah firman. Bukan firman secara harfiah hitam di atas kertas, melainkan firman yang hidup, firman yang penuh dengan hayat, terang, pengurapan minyak, dan pendirisan. Roh dan firman adalah dua hal utama dalam gereja, seperti dalam zaman gereja sebermula.

Lalu, ayat 35 mengatakan, “Bapa mengasihi Anak dan telah menyerahkan segala sesuatu kepada-Nya.” Karena Putra adalah sasaran kasih Bapa, Bapa telah menyerahkan segala sesuatu ke dalam tangan Putra. Bapa bahkan menyerahkan semua orang pilihan-Nya kepada Putra. Tujuannya adalah untuk melahirkan kita kembali (Yoh. 3:36), sehingga kita dapat menjadi mempelai perempuan-Nya sebagai pertambahan-Nya. Yang perlu kita lakukan hanyalah taat dan percaya kepada-Nya, serta menerima Roh dan firman-Nya.


Sumber: Pelajaran-Hayat Yohanes, Buku 1, Berita 10




December 22, 2019, 04:24:17 AM
Reply #2034
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 25724
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://arushayat.blogspot.com/2019

21 December 2019
Yohanes - Minggu 05 Sabtu

Pembacaan Alkitab: Yoh. 3:22-36
Doa baca: “Sebab siapa yang diutus Allah, Dialah yang menyampaikan firman Allah, karena Allah mengaruniakan Roh-Nya dengan tidak terbatas.” (Yoh. 3:34)


Kristus Melayankan Roh dan Firman


Yohanes 3:34 mewahyukan dua hal. Pertama, Tuhan Yesus menyampaikan firman Allah kepada umat-Nya. Kedua, Ia mengarunakan ROH KUDUS kepada umat Allah dengan tidak terbatas. Beberapa terjemahan telah salah menerjemahkan ayat ini, dengan mencatat bahwa Allah Bapa mengaruniakan Roh kepada Putra dengan tidak terbatas. Tetapi jika kita mempelajari naskah kuno yang terbaik, kita pasti nampak bahwa Putralah yang mengaruniakan Roh itu dengan tidak terbatas kepada umat Allah. Maka, terjemahan lebih tepat dari ayat ini adalah, “karena Allah mengaruniakan Roh-Nya dengan tidak terbatas.”

Tuhan Yesus meministrikan (melayankan) dua hal, firman hidup dan Roh yang tak terbatas. Hanya dua hal ini yang diperlukan dalam gereja-gereja lokal. Mazmur 133:2 mewahyukan bahwa minyak urapan oleh Imam Besar dituangkan ke atas tubuhnya sampai meleleh ke jubahnya. Minyak melambangkan Roh urapan yang almuhit, Roh hayat yang tak terbatas. Roh urapan ini hanya dapat dikaruniakan oleh Kristus sebagai Kepala. Tanda bahwa gereja sebagai Tubuh berada di bawah urapan Roh-Nya adalah kaum beriman dapat berdoa dengan bebas. Tanda lain dari gereja adalah firman. Bukan firman secara harfiah hitam di atas kertas, melainkan firman yang hidup, firman yang penuh dengan hayat, terang, pengurapan minyak, dan pendirisan. Roh dan firman adalah dua hal utama dalam gereja, seperti dalam zaman gereja sebermula.

Lalu, ayat 35 mengatakan, “Bapa mengasihi Anak dan telah menyerahkan segala sesuatu kepada-Nya.” Karena Putra adalah sasaran kasih Bapa, Bapa telah menyerahkan segala sesuatu ke dalam tangan Putra. Bapa bahkan menyerahkan semua orang pilihan-Nya kepada Putra. Tujuannya adalah untuk melahirkan kita kembali (Yoh. 3:36), sehingga kita dapat menjadi mempelai perempuan-Nya sebagai pertambahan-Nya. Yang perlu kita lakukan hanyalah taat dan percaya kepada-Nya, serta menerima Roh dan firman-Nya.


Sumber: Pelajaran-Hayat Yohanes, Buku 1, Berita 10



December 23, 2019, 04:36:38 AM
Reply #2035
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 25724
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://arushayat.blogspot.com/2019

23 December 2019
Yohanes - Minggu 06 Senin

Pembacaan Alkitab: Yoh. 4:1-42
Doa baca: “Lalu datanglah seorang perempuan Samaria hendak menimba air. Kata Yesus kepadanya, ‘Berilah Aku minum.’” (Yoh. 4:7)


Keperluan Kedua Manusia


Yohanes 4 membahas peristiwa perempuan Samaria yang berbeda dengan Nikodemus pada Yohanes 3. Perempuan Samaria ini amoral dan hina serta berkelakuan memalukan. Agama orang Samaria palsu dan merosot, berbeda dengan agama orang Yahudi. Pada Yohanes 3 Tuhan mewahyukan keperluan pertama umat manusia untuk dilahirkan kembali agar bisa berbagian dengan Kerajaan Allah, sedangkan pada Yohanes 4 Tuhan membahas keperluan kedua umat manusia, yakni kepuasan.

Selama seorang manusia belum dilahirkan kembali, ia tidak memiliki hayat ilahi, ia hanya memiliki hayat insani saja. Tanpa hayat ilahi, seseorang hampa dan sia-sia. Seorang manusia akan menjadi tidak lebih dari sebuah bejana yang kosong dan hampa. Ketika bejana ini diisi dengan hayat ilahi, maka hayat ilahi ini akan menjadi kepuasan bagi orang tersebut. Karena itu, setelah kelahiran kembali, dibentangkan keperluan kedua manusia untuk dipuaskan. Tidak ada sesuatu pun yang dapat memuaskan manusia kecuali Kristus sendiri. Kita ini manusia, selalu merasa dahaga; hanya Kristus yang dapat meleraikan dahaga kita.

Dalam peristiwa perempuan Samaria, perempuan itu adalah lambang. Pertama, perempuan itu melambangkan manusia perlu bersandar kepada Allah. Orang yang merdeka pasti akan kehilangan kepuasan. Kedua, perempuan itu juga melambangkan kelemahan (1 Ptr. 3:7). Kita semua ini lemah karena kita adalah manusia. Ketiga, perempuan itu menunjukkan suatu kedambaan yang batiniah, yaitu manusia selalu mendambakan kepuasan. Dalam sifat manusia, baik laki-laki maupun perempuan selalu mendambakan kepuasan. Tuhan menciptakan rasa haus ini adalah agar manusia mencari Dia. Kita ingin bersandar dan merasa harus bersandar, merasa lemah dan mendambakan kepuasan, semua ini menunjukkan bahwa dalam pandangan Tuhan, kita adalah perempuan. Kita adalah manusia yang memerlukan Tuhan.


Sumber: Pelajaran-Hayat Yohanes, Buku 1, Berita 11



December 24, 2019, 04:40:56 AM
Reply #2036
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 25724
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://arushayat.blogspot.com/2019

24 December 2019
Yohanes - Minggu 06 Selasa

Pembacaan Alkitab: Yoh. 4:1-42
Doa baca: “Kata Yesus kepada mereka, ‘Makanan-Ku ialah melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku dan menyelesaikan pekerjaan-Nya.’” (Yoh. 4:34)


Keperluan Tuhan


Ketika membaca Yohanes 4, kita perlu mencurahkan perhatian pada ayat keempat, “Tetapi Ia harus melintasi daerah Samaria.” Kata “harus” pada ayat ini menunjukkan pada kita bahwa perempuan Samaria ini pasti telah dipilih dan ditentukan oleh Allah Bapa dalam kekekalan yang lampau (Rm. 8:29) untuk diberikan kepada Tuhan Yesus (Yoh. 6:39). Apa yang Bapa berikan menjadi beban Tuhan untuk menuju ke Samaria guna melaksanakan kehendak Bapa. Ia datang ke Samaria untuk mencari seorang perempuan Samaria dan menjadikannya penyembah Bapa.

Yohanes 4:6 mengatakan bahwa, “Di situ terdapat sumur Yakub. Yesus sangat letih karena perjalanan, sebab itu Ia duduk di pinggir sumur itu. Hari kira-kira pukul dua belas.” Ia terlebih dahulu tiba di sumur mendahului perempuan yang jatuh dan amoral itu. Tuhan sungguh berdaulat dan berhikmat. Ia menentukan agar murid-murid-Nya pergi membeli makanan supaya Ia bisa menunggu kedatangan perempuan itu di tempat yang terbuka pada tengah hari. Hal ini menandakan bahwa Tuhanlah yang terlebih dahulu datang untuk menyelamatkan manusia. Ia sudah menanti kita untuk berjumpa dengan kita.

Tuhan Yesus merasa haus ketika Ia menantikan orang dosa datang. Kita bisa melihat bahwa dalam peristiwa ini, kita berhadapan dengan seorang Juruselamat yang haus dan seorang dosa yang haus. Kehausan kita melambangkan kehausan akan Juruselamat. Juruselamat sedang haus terhadap kita. Bagi-Nya, kita adalah air pelerai kehausan-Nya. Tuhan benar-benar memerlukan kita, dan tanpa kita, Ia mustahil untuk dipuaskan. Saat itu, Ia lapar dan haus. Namun ketika murid-murid-Nya datang, Ia merespon dengan berkata, “Pada-Ku ada makanan yang tidak kamu kenal” (Yoh. 4:32). Melakukan kehendak Allah dan memuaskan orang dosa adalah makanan Juruselamat. Kapan saja kita memerlukan sesuatu, sebenarnya Tuhan juga sedang memerlukan hal yang sama.


Sumber: Pelajaran-Hayat Yohanes, Buku 1, Berita 11



December 25, 2019, 05:22:47 AM
Reply #2037
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 25724
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://arushayat.blogspot.com/2019

25 December 2019
Yohanes - Minggu 06 Rabu

Pembacaan Alkitab: Yoh. 4:1-42
Doa baca: “Jawab Yesus kepadanya, ‘Siapa saja yang minum air ini, ia akan haus lagi, tetapi siapa saja yang minum air yang akan Kuberikan kepadanya, ia tidak akan haus untuk selama-lamanya. Sebaliknya air yang akan Kuberikan kepadanya, akan menjadi mata air di dalam dirinya, yang terus-menerus memancar sampai pada hidup yang kekal.’” (Yoh. 4:13-14)


Air yang Memuaskan Hingga Kekal


Orang-orang sering menganggap nenek moyang agamawi mereka itulah yang terbesar. Perempuan Samaria ini juga memandang bahwa sumur Yakub adalah sumur yang dapat memuaskan dahaganya dan adalah sumur yang terbaik. Dalam Yohanes 4:11, perempuan Samaria ini bertanya, “Tuan, Engkau tidak punya timba... dari manakah Engkau memperoleh air hidup itu?” Pertanyaan ini menyatakan bahwa keagamaan selalu dianggap cara paling manjur tetapi “air” keagamaan selamanya tidak dapat meleraikan kehausan orang-orang agamawi. Tuhan menjawab dalam Yohanes 4:13, “Siapa saja yang minum air ini, ia akan haus lagi.”

Kristus jauh lebih besar daripada nenek moyang agamawi. Karunia Allah selalu lebih besar daripada warisan agama. Karunia Allah tidak hanya Kristus. Hayat ilahi adalah karunia Allah karena Roma 6:23 berkata, “...tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.” Hayat ilahi ini akan menjadi mata air dalam diri kita yang terus-menerus memancar sampai pada hidup yang kekal (Yoh. 4:14). Hayat ilahi ini jauh lebih baik daripada sumur Yakub. Air hayat dari Allah meleraikan dahaga kita dan menjadi mata air yang memancar hingga hidup yang kekal.

“Air” dalam Yoh. 4:13 melambangkan kenikmatan materi dan hiburan duniawi. Sebanyak apa pun manusia minum air materi dan duniawi ini, pasti akan haus lagi. Meminum air dunia ini membuat kita semakin haus. Hanya satu “air” yang dapat memuaskan manusia hingga kekal yaitu Yesus Kristus. Siapa saja yang minum air dari-Nya, tidak akan haus lagi karena air itu akan menjadi mata air di dalamnya yang terus-menerus memancar sampai pada hidup yang kekal.


Sumber: Pelajaran-Hayat Yohanes, Buku 1, Berita 11




December 26, 2019, 04:30:08 AM
Reply #2038
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 25724
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://arushayat.blogspot.com/2019

26 December 2019
Yohanes - Minggu 06 Kamis

Pembacaan Alkitab: Yoh. 4:15-26
Doa baca: “Kata perempuan itu kepada-Nya, ‘Tuan, berikanlah aku air itu, supaya aku tidak haus dan tidak usah datang lagi ke sini untuk menimba air.’” (Yoh. 4:15)


Jalan untuk Menerima Air Hidup


Yohanes 4:15-26 memperlihatkan jalan untuk menerima air hidup. Pemberitaan Tuhan Yesus itu sederhana, ringkas, dan mantap. Pemberitaan Tuhan yang singkat membuat perempuan Samaria meminta air hidup kepada Tuhan. Pemberitaan Tuhan membawa perempuan ini untuk mendapatkan jalan guna menerima air hidup. Tuhan Yesus tidak banyak menggunakan kata-kata untuk menyuruh perempuan ini bertobat dan dengan tuntas mengakui dosa-dosanya melainkan, Ia menjamah hati nurani perempuan tersebut. Cara penginjilan yang tepat adalah dengan menjamah hati nurani seseorang. Tuhan menyuruh perempuan Samaria ini untuk membawa suaminya kepada Tuhan namun Ia sudah mengetahui bahwa perempuan ini sudah memiliki lima suami dan yang ada sekarang pun bukan suaminya.

Suami-suami dari perempuan Samaria itu adalah perlambangan dari hal-hal selain Kristus yang dicarinya untuk memperoleh kepuasan. Hal-hal ini adalah yang membentuk seluruh hidupnya yang penuh dosa. Dengan menyuruh perempuan Samaria ini membawa suaminya, Tuhan menolong perempuan ini mengakui dosa dan bertobat. Setelah perkataan Tuhan yang menjamah hati nurani, perempuan ini mengalihkan dengan membicarakan penyembahan. Kesempatan ini digunakan oleh Tuhan untuk mewahyukan pada perempuan ini bagaimana menerima air hayat dengan cara yang tepat.

Cara untuk menerima air hayat ini adalah dengan menggunakan roh dalam mengontak Allah sang Roh itu. Demikianlah seharusnya cara penyembahan yang tepat terhadap Allah. Yesus mewahyukan kepada perempuan Samaria ini bahwa Allah itu Roh dan bahwa menyembah Allah adalah mengontak Dia; dan masalah mengontak Dia bukanlah soal tempat melainkan soal roh manusia. Tempat kediaman Allah hari ini adalah ada di dalam roh kita. Puji Tuhan, menerima air hidup adalah dengan mengontak Allah dalam roh kita.


Sumber: Pelajaran-Hayat Yohanes, Buku 1, Berita 12



December 27, 2019, 05:29:03 AM
Reply #2039
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 25724
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://arushayat.blogspot.com/2019

27 December 2019
Yohanes - Minggu 06 Jumat

Pembacaan Alkitab: Yoh. 4:15-26
Doa baca: “Jawab perempuan itu kepada-Nya, ‘Aku tahu bahwa Mesias yang disebut juga Kristus, akan datang; apabila Ia datang, Ia akan memberitakan segala sesuatu kepada kami.’ Kata Yesus kepadanya, ‘Akulah Dia, yang sedang berkata-kata dengan engkau.’” (Yoh. 4:25-26)


Percaya dan Bersaksi


enyembahan yang tepat adalah dengan terus-menerus minum air hidup. Sang Roh itu adalah air hidup dan organ kita untuk meminum air hidup ini adalah roh kita. Setiap kali mengontak Allah sang Roh dengan roh kita, maka di dalam Putra Allah Yesus Kristus kita meminum Dia sebagai air hidup. Aspek pertama menerima Allah sebagai air hidup adalah dengan bertobat dan mengakui dosa-dosa, aspek kedua adalah dengan mengontak Allah Sang Roh dalam roh kita, dan aspek ketiga adalah dengan percaya Yesus sebagai Mesias (Kristus).

Perempuan Samaria itu mengatakan, “Aku tahu bahwa Mesias yang disebut juga Kristus, akan datang; apabila Ia datang, Ia akan memberitakan segala sesuatu kepada kami.” (Yoh. 4:25). Perkataan ini dibalas oleh Tuhan Yesus sendiri dengan mengaku bahwa Dia adalah Mesias yang sedang berkata-kata dengan perempuan itu (Yoh. 4:26). Melalui hal ini, perempuan Samaria itu akhirnya percaya kepada-Nya dan bahkan memperoleh air hidup. Tuhan mewahyukan kepadanya bahwa kepuasan yang sejati dalam hidup manusia adalah Tuhan sendiri. Perempuan Samaria ini akhirnya tidak hanya bertobat, ia bahkan percaya dan dipuaskan.

Hasil dari percaya dan dipuaskannya perempuan Samaria ini adalah ia meninggalkan segala sesuatu yang dahulu mendudukinya dan bersaksi. Perempuan Samaria ini segera meninggalkan tempayannya, masuk ke dalam kota serta memberi kesaksian hidup kepada banyak orang. Cara Tuhan mengubah orang adalah Ia mengubah dalam roh, secara hayat, bukan secara pendidikan. Ia mengubah perempuan ini hingga akhirnya dapat bersaksi bahwa Yesus adalah Kristus. Hanya dengan mengontak Kristus, mengenal Kristus, dan menerima Kristus, barulah kita dapat dipuaskan dan kemudian mengesampingkan segala hal yang bukan Kristus.


Sumber: Pelajaran-Hayat Yohanes, Buku 1, Berita 12




 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)