Author Topic: Arus Hayat  (Read 89123 times)

0 Members and 2 Guests are viewing this topic.

December 28, 2019, 05:56:29 AM
Reply #2040
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 24792
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://arushayat.blogspot.com/2019

28 December 2019
Yohanes - Minggu 06 Sabtu

Pembacaan Alkitab: Yoh. 4:15-26
Doa baca: “Sekarang juga penuai telah menerima upahnya dan ia mengumpulkan buah untuk hidup yang kekal, sehingga penabur dan penuai sama-sama bersukacita.” (Yoh. 4:36)


Kristus sebagai Hayat dan Kepuasan Manusia


Pada peristiwa sebelumnya, perempuan Samaria meninggalkan tempayan dan bersaksi mengenai Yesus kepada orang-orang di kota yang menunjukkan kepada kita bahwa ia telah beroleh kepuasan di dalam Kristus. Walaupun demikian, tidak hanya perempuan ini yang dipuaskan melainkan Yesus pun turut dipuaskan karena jawaban-Nya kepada murid-murid, “Makanan-Ku ialah melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku dan menyelesaikan pekerjaan-Nya.” (Yoh. 4:34). Makanan Tuhan ialah menyelamatkan dan memuaskan orang dosa. Orang-orang dosa adalah kepuasan Juruselamat.

Tuhan mengungkapkan pada Yohanes 4:35 bahwa ladang sudah menguning dan matang untuk dituai. Hal ini mewahyukan kepada kita bahwa ada sejumlah orang dosa yang sungguh-sungguh haus akan Kristus dan perlunya kita membawakan Kristus kepada mereka. Setelah kita beroleh selamat dan dipuaskan oleh Kristus, kita harus membawa orang-orang ke hadapan Kristus sampai kepada hidup yang kekal. Kita perlu terlebih dahulu menerima Kristus untuk bisa membawakan Kristus kepada orang-orang lainnya. Perempuan Samaria telah melakukan hal ini, ia pergi ke ladang tuaian untuk mengumpulkan orang-orang sebagai buah kepada hidup yang kekal.

Peristiwa pertama dalam Yohanes 3 menunjukkan bahwa Kristus membawakan hayat ilahi kepada kita melalui kelahiran kembali sementara peristiwa yang kedua dalam Yohanes 4 menunjukkan bahwa Kristus membawakan kepuasan kepada kita. Kedua aspek di atas adalah pengalaman kita dalam menerima Kristus dan dilahirkan kembali dengan hayat ilahi. Kemudian, kita dipuaskan dengan air hidup. Dalam membaca kitab-kitab Injil, kita perlu mencari makna rohani dari setiap gambaran untuk dapat menemukan prinsip yang rohani dan hidup mengenai Kristus sebagai hayat dan kepuasan manusia.


Sumber: Pelajaran-Hayat Yohanes, Buku 1, Berita 12



December 29, 2019, 04:19:27 AM
Reply #2041
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 24792
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://arushayat.blogspot.com/2019

28 December 2019
Yohanes - Minggu 06 Sabtu

Pembacaan Alkitab: Yoh. 4:15-26
Doa baca: “Sekarang juga penuai telah menerima upahnya dan ia mengumpulkan buah untuk hidup yang kekal, sehingga penabur dan penuai sama-sama bersukacita.” (Yoh. 4:36)


Kristus sebagai Hayat dan Kepuasan Manusia


Pada peristiwa sebelumnya, perempuan Samaria meninggalkan tempayan dan bersaksi mengenai Yesus kepada orang-orang di kota yang menunjukkan kepada kita bahwa ia telah beroleh kepuasan di dalam Kristus. Walaupun demikian, tidak hanya perempuan ini yang dipuaskan melainkan Yesus pun turut dipuaskan karena jawaban-Nya kepada murid-murid, “Makanan-Ku ialah melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku dan menyelesaikan pekerjaan-Nya.” (Yoh. 4:34). Makanan Tuhan ialah menyelamatkan dan memuaskan orang dosa. Orang-orang dosa adalah kepuasan Juruselamat.

Tuhan mengungkapkan pada Yohanes 4:35 bahwa ladang sudah menguning dan matang untuk dituai. Hal ini mewahyukan kepada kita bahwa ada sejumlah orang dosa yang sungguh-sungguh haus akan Kristus dan perlunya kita membawakan Kristus kepada mereka. Setelah kita beroleh selamat dan dipuaskan oleh Kristus, kita harus membawa orang-orang ke hadapan Kristus sampai kepada hidup yang kekal. Kita perlu terlebih dahulu menerima Kristus untuk bisa membawakan Kristus kepada orang-orang lainnya. Perempuan Samaria telah melakukan hal ini, ia pergi ke ladang tuaian untuk mengumpulkan orang-orang sebagai buah kepada hidup yang kekal.

Peristiwa pertama dalam Yohanes 3 menunjukkan bahwa Kristus membawakan hayat ilahi kepada kita melalui kelahiran kembali sementara peristiwa yang kedua dalam Yohanes 4 menunjukkan bahwa Kristus membawakan kepuasan kepada kita. Kedua aspek di atas adalah pengalaman kita dalam menerima Kristus dan dilahirkan kembali dengan hayat ilahi. Kemudian, kita dipuaskan dengan air hidup. Dalam membaca kitab-kitab Injil, kita perlu mencari makna rohani dari setiap gambaran untuk dapat menemukan prinsip yang rohani dan hidup mengenai Kristus sebagai hayat dan kepuasan manusia.


Sumber: Pelajaran-Hayat Yohanes, Buku 1, Berita 12



December 30, 2019, 06:24:40 AM
Reply #2042
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 24792
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://arushayat.blogspot.com/2019

30 December 2019
Yohanes - Minggu 07 Senin

Pembacaan Alkitab: Yoh. 4:1-42
Doa baca: “Lalu datanglah seorang perempuan Samaria hendak menimba air. Kata Yesus kepadanya, ‘Berilah Aku minum.’” (Yoh. 4:7)


Keperluan Kedua Manusia


Yohanes 4 membahas peristiwa perempuan Samaria yang berbeda dengan Nikodemus pada Yohanes 3. Perempuan Samaria ini amoral dan hina serta berkelakuan memalukan. Agama orang Samaria palsu dan merosot, berbeda dengan agama orang Yahudi. Pada Yohanes 3 Tuhan mewahyukan keperluan pertama umat manusia untuk dilahirkan kembali agar bisa berbagian dengan Kerajaan Allah, sedangkan pada Yohanes 4 Tuhan membahas keperluan kedua umat manusia, yakni kepuasan.

Selama seorang manusia belum dilahirkan kembali, ia tidak memiliki hayat ilahi, ia hanya memiliki hayat insani saja. Tanpa hayat ilahi, seseorang hampa dan sia-sia. Seorang manusia akan menjadi tidak lebih dari sebuah bejana yang kosong dan hampa. Ketika bejana ini diisi dengan hayat ilahi, maka hayat ilahi ini akan menjadi kepuasan bagi orang tersebut. Karena itu, setelah kelahiran kembali, dibentangkan keperluan kedua manusia untuk dipuaskan. Tidak ada sesuatu pun yang dapat memuaskan manusia kecuali Kristus sendiri. Kita ini manusia, selalu merasa dahaga; hanya Kristus yang dapat meleraikan dahaga kita.

Dalam peristiwa perempuan Samaria, perempuan itu adalah lambang. Pertama, perempuan itu melambangkan manusia perlu bersandar kepada Allah. Orang yang merdeka pasti akan kehilangan kepuasan. Kedua, perempuan itu juga melambangkan kelemahan (1 Ptr. 3:7). Kita semua ini lemah karena kita adalah manusia. Ketiga, perempuan itu menunjukkan suatu kedambaan yang batiniah, yaitu manusia selalu mendambakan kepuasan. Dalam sifat manusia, baik laki-laki maupun perempuan selalu mendambakan kepuasan. Tuhan menciptakan rasa haus ini adalah agar manusia mencari Dia. Kita ingin bersandar dan merasa harus bersandar, merasa lemah dan mendambakan kepuasan, semua ini menunjukkan bahwa dalam pandangan Tuhan, kita adalah perempuan. Kita adalah manusia yang memerlukan Tuhan.


Sumber: Pelajaran-Hayat Yohanes, Buku 1, Berita 11



December 31, 2019, 05:20:21 AM
Reply #2043
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 24792
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://arushayat.blogspot.com/2019

31 December 2019
Yohanes - Minggu 07 Selasa
Pembacaan Alkitab: Yoh. 4:43-54; Rm. 8:11
Doa baca: “Jika Roh Dia, yang telah membangkitkan Yesus dari antara orang mati, tinggal di dalam kamu, maka Ia, yang telah membangkitkan Kristus Yesus dari antara orang mati, akan menghidupkan juga tubuhmu yang fana itu oleh Roh-Nya yang tinggal di dalam kamu.” (Rm. 8:11)


Bisa Disembuhkan!


Apakah Anda merasa sukacita ketika mendapatkan kabar bahwa akhir hidup Anda bukanlah kematian, melainkan kehidupan? Roma 8:11 mengatakan, “...akan menghidupkan juga tubuhmu yang fana itu oleh Roh-Nya yang tinggal di dalam kamu.” Puji Tuhan! Dengan Roh yang Anda terima setelah Anda percaya dan dilahirkan kembali, maka tubuh fana Anda kelak akan dibangkitkan. Tubuh fana kita, orang percaya, kelak akan dihidupkan dan disembuhkan dengan hayat ilahi.

Roma 8 menunjukkan bahwa roh, jiwa dan tubuh kita, semuanya bisa menerima hayat ilahi. Ketika kita percaya ke dalam Tuhan Yesus, Ia, sebagai Roh pemberi-hayat, masuk ke dalam roh kita. Ketika kita menyeru Tuhan Yesus, Roh ilahi ini yang adalah hayat masuk ke dalam roh kita serta menghidupkan kita. Karenanya, roh kita adalah hayat (Rm. 8:10). Kapan pun kita meletakkan pikiran jiwa kita ke atas roh, pikiran kita pun akan menjadi hayat (Rm. 8:6). Asal kita memberi tempat kepada Roh yang batini ini, niscaya Ia akan menyebarkan diri-Nya ke dalam roh, jiwa, dan tubuh kita, sehingga membuat tubuh fana kita menjadi tubuh yang penuh hayat. Akhirnya, hayat ilahi ini berlipat empat ganda: hayat di dalam Roh ilahi, hayat yang memenuhi roh kita, hayat yang akan meresapi jiwa kita dan roh yang akan meresapi tubuh kita. Seluruh tubuh kita akan diresapi hayat ilahi. Inilah penyembuhan! Ketika maut ditelan oleh hayat, inilah penyembuhan.

Hari ini, apakah Anda masih ada penyakit yang belum disembuhkan? Entah emosi Anda atau pun kekhawatiran Anda, semua maut, dapat dilenyapkan oleh Roh di dalam Anda. Ia mampu menyembuhkan Anda dengan memenuhi diri Anda dengan hayat-Nya. Karena itu, mari menyeru nama- Nya, dan memberi ruang pada-Nya atas diri kita.


Sumber: Pelajaran-Hayat Yohanes, Buku 1, Berita 13



January 01, 2020, 06:15:40 AM
Reply #2044
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 24792
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16

 http://arushayat.blogspot.com/2020/

01 January 2020
Yohanes - Minggu 07 Rabu
Pembacaan Alkitab: Yoh. 4:43-54
Doa baca: “Kata Yesus kepadanya, ‘Pergilah, anakmu hidup!’ Orang itu percaya kepada perkataan yang dikatakan Yesus kepadanya, lalu pergi.” (Yoh. 4:50)


Firman-Nya Menyalurkan Hayat


Suatu kali, ketika Tuhan Yesus sedang kembali lagi ke Kana di Galilea, ada seorang pegawai istana dari Kapernaum, yang memiliki anak laki-laki yang sedang sakit parah, datang kepada-Nya. Ia datang kepada Tuhan Yesus meminta supaya Tuhan Yesus datang untuk menyembuhkan anaknya. Tuhan Yesus berkata “Pergilah, anakmu hidup!” Pegawai itu percaya kepada perkataan yang dikatakan Yesus kepadanya, lalu pergi. Ketika ia masih di tengah jalan hamba-hambanya datang kepadanya dengan kabar anaknya sembuh dan hidup.

Cerita pengalaman pegawai istana ini bukanlah sebuah dongeng. Pengalaman ini juga bisa menjadi milik kita. Bagaimana caranya? Ketika pegawai istana mendengar perkataan yang keluar dari mulut Tuhan, ia percaya. Anaknya disembuhkan karena ia percaya kepada firman pemberi-hayat. Perkataan Yesus bukanlah sebuah perkataan yang mati. Perkataan Yesus, firman-Nya adalah Roh itu, pemberi hayat. Dengan mengucapkan firman pemberi-hayat, anak laki-laki yang hampir mati itu disembuhkan. Hal ini memperlihatkan, ketika orang-orang yang hampir mati melalui iman menerima firman ini, mereka mendapatkan penyembuhan hayat. Sekali firman pemberi-hayat ditransfusikan ke dalam kita, tak peduli kita sadar atau tidak, keadaan kita tidak akan tetap sama lagi. Firman pemberi-hayat ini menyebabkan perubahan yang riil dalam hidup kita.

Puji syukur kita bisa melihat bahwa sumber dari hayat ini adalah firman. Sebagai pembanding, Kitab Kejadian membawa kita melihat bahwa maut datang dari memakan buah pohon pengetahuan, sedang hayat bersumber pada pohon hayat. Ketika kita dilahirkan, kita berasal dari keturunan yang memiliki penyakit maut karena makan buah pohon pengetahuan. Maka, kita semua perlu disembuhkan. Puji Tuhan! Melalui peristiwa sembuhnya anak pegawai ini, kita melihat bahwa kesembuhan kita tidak memerlukan kontak jasmani dengan Tuhan. Asal ada firman, cukuplah. Firman-Nya cukup untuk menyembuhkan dan menyelamatkan kita.


Sumber: Pelajaran-Hayat Yohanes, Buku 1, Berita 13


January 02, 2020, 06:12:34 AM
Reply #2045
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 24792
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://arushayat.blogspot.com/2020/

02 January 2020
Yohanes - Minggu 07 Kamis
Pembacaan Alkitab: Yoh. 5:1-18
Doa baca: “Tetapi Ia berkata kepada mereka, ‘Bapa-Ku bekerja sampai sekarang, maka Aku pun bekerja juga.’” (Yoh. 5:17)


Kristus, Realitas dari Keselamatan


Yohanes 5:1-9 menceritakan ada seorang yang sakit dan lemah, sedang mengharapkan untuk disembuhkan dengan cara masuk ke kolam Betesda. Cerita ini adalah sebuah kiasan; gambaran dari kondisi dunia hari ini. Diceritakan bahwa di Yerusalem, dekat Pintu Gerbang Domba terdapat kolam Betesda yang memiliki lima serambi (Yoh. 5:2). Sewaktu-waktu malaikat Tuhan turun ke kolam dan mengguncangkan airnya; siapa saja yang pertama masuk ke dalamnya sesudah guncangan air itu, ia akan menjadi sembuh dari penyakit apapun yang ia derita (Yoh 5:4). Namun, ada seorang yang sakit dan lemah, dan telah tiga puluh delapan tahun lamanya sakit, berbaring berharap kesembuhan melalui masuk ke dalam kolam itu. Kemudian Tuhan datang, dan memberikan Ia kesembuhan dengan perkataan “Bangunlah, angkatlah tikarmu dan berjalanlah (Yoh 5:8)”.

Gambaran apakah yang bisa kita lihat dari peristiwa di atas? Pintu Gerbang Domba melambangkan agama yang menghendaki manusia memelihara hukum Taurat. Sedang Betesda memiliki arti rumah belas kasihan. Guncangan air itu (Yoh. 5:4) adalah sebuah gambar dari agama yang mencoba menyempurnakan manusia. Artinya orang-orang yang memelihara agama, sebenarnya memerlukan belas kasihan Allah; ingin sembuh, namun mereka tidak mampu, lemah, dan malang. Kesempurnaan, kesembuhan, dan keselamatan hanya didapatkan oleh seorang yang pertama masuk ke kolam itu (Yoh. 5:4), seorang yang mampu. Sedangkan orang kedua dan yang tidak mampu tidak akan mendapat. Inilah keadaan agama yang menuntut.

Saudara saudari, praktik agamawi adalah baik, namun ia menuntut kita menggunakan kekuatan kita dan menyimpangkan kita dari Kristus. Padahal Kristus datang membawa hayat yang limpah, untuk menyembuhkan kita. Selama ini agama memang telah menjaga kita kepada keselamatan, namun sekarang kita perlu berpaling kepada Kristus, sang Realitas dari keselamatan itu dengan percaya kepada- Nya dan firman-Nya.


Sumber: Pelajaran-Hayat Yohanes, Buku 1, Berita 14




January 03, 2020, 06:06:45 AM
Reply #2046
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 24792
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://arushayat.blogspot.com/2020/

03 January 2020
Yohanes - Minggu 07 Jumat
Pembacaan Alkitab: Yoh. 5:19-47; Rm. 5:6
Doa baca: “Karena waktu kita masih lemah, Kristus telah mati untuk kita orang-orang fasik pada waktu yang ditentukan Allah.” (Rm. 5:6)


Hayat bukan Tuntutan


Setiap orang pasti memiliki kedambaan dalam hatinya untuk bisa mencapai standar tertinggi dari kehidupan manusia dan agama menawarkan hal tersebut. Agama menawarkan penghidupan yang kudus, sabat (perhentian) kudus, malaikat-malaikat, dan keselamatan. Tetapi, mustahil seorang manusia dapat memelihara atau melaksanakan agama yang demikian. Hal ini terlihat dalam Yohanes 5 yang memberi gambar bahwa seseorang di dunia ini tidak mampu untuk melakukan apa-apa. Ia tak mampu mengangkat tilamnya. Bahkan, berdiri dan berjalan pun ia tidak mampu. Yohanes 5:25 mengatakan, “Orang-orang mati akan mendengar suara Anak Allah.” Kondisi ini menunjukkan kematian rohani. Seseorang yang mati tidak mampu melakukan apa- apa. Seseorang yang mati hanya memerlukan satu hal yaitu hayat.

Saudara saudari, janji-janji yang diberikan oleh agama kepada kita sangatlah baik. Namun, ketika mencoba menjalankannya, apakah Anda pernah merasakan gagal, tidak mampu, dan tertekan? Inilah yang dituntut oleh agama. Agama berjanji memberikan keselamatan, namun dengan syarat yakni, Anda sendirilah yang melakukannya. Anda harus berusaha dengan sekuat tenaga Anda. Namun, hal ini bertolak belakang dengan kedatangan Putra Allah. Putra Allah datang membawakan hayat, kehidupan, sehingga kita sekarang mampu menempuh hidup yang kudus dan memiliki perhentian.

Seringkali ketika menempuh kehidupan yang penuh tekanan, kita lupa bahwa kita memerlukan hayat. Padahal, Putra Allah telah datang ke dunia untuk memberikan hayat kepada kita. Namun, kita masih berusaha dengan kemampuan kita sendiri. Tetapi jangan khawatir! Putra Allah ini tahu keperluan Anda. Ia mau datang kepada Anda dan bertanya kepada Anda, “Maukah engkau sembuh?” Oh, betapa besar pengharapan yang Ia berikan kepada kita. Terhadap pertanyaan-Nya, marilah kita merespon, “Ya Tuhan, aku mau menerima firman-Mu! Aku mau sembuh!”


Sumber: Pelajaran-Hayat Yohanes, Buku 1, Berita 14




January 04, 2020, 06:19:10 AM
Reply #2047
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 24792
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://arushayat.blogspot.com/2020/

04 January 2020
Yohanes - Minggu 07 Sabtu
Pembacaan Alkitab: Yoh. 5:19-47
Doa baca: “Bapa tidak menghakimi siapa pun, melainkan telah menyerahkan penghakiman itu seluruhnya kepada Anak, supaya semua orang menghormati Anak sama seperti mereka menghormati Bapa. Siapa saja yang tidak menghormati Anak, ia juga tidak menghormati Bapa yang mengutus Dia.” (Yoh. 5:22-23)


Putra Allah


Saudara saudari, seberapa jauh kita mengenal Yesus Putra Allah? Yohanes 5:31-47 membawa kita melihat ada empat ganda kesaksian Putra: yaitu kesaksian Yohanes Pembaptis (5:32-35), kesaksian pekerjaan Putra (5:36), kesaksian Bapa (5:37-38), dan kesaksian Kitab-kitab Suci (5:39-47). Empat ganda kesaksian Putra Allah ini membawa kita mengenal Yesus, Putra Allah, adalah Kristus! Segala sesuatu yang Ia kerjakan, bukanlah berdasar dari diri- Nya sendiri, melainkan berasal dari Bapa. Mengenai perkara ini, banyak orang yang tidak mengerti. Mereka mengapresiasi Yohanes Pembaptis, mereka melihat mukjizat-mukjizat, mereka menyelidiki Kitab-kitab Suci, namun mereka tidak percaya, tidak mau datang kepada-Nya.

Mengapa mereka tidak mau datang kepada-Nya padahal Putra Allah telah memiliki banyak kesaksian? Hal ini dikarenakan oleh konsepsi agama mereka. Dalam konsepsi mereka, hari Sabat haruslah beristirahat. Namun Putra mengatakan “Bapa-Ku bekerja sampai sekarang, maka Aku pun bekerja juga” (Yoh. 5:17) dan Ia menyembuhkan pada hari Sabat. Putra dan Bapa terus bekerja meskipun hari Sabat karena Allah tidak bisa memiliki perhentian apabila masih ada orang dosa yang kasihan. Allah masih belum mendapatkan tempat kediaman kekal- Nya. Karena itu, kita bisa melihat bahwa Bapa dan Putra itu setara (Yoh. 5:18). Baik Bapa maupun Putra, sama-sama bekerja bagi penebusan dan pembangunan (Yoh. 5:17, 19-20) dan yang Putra Allah kerjakan adalah mengaruniakan hayat kepada orang mati (Yoh. 5:21). Tidak hanya itu, Putra Allah sebagai Anak Manusia juga akan melaksanakan penghakiman terhadap orang-orang yang tidak percaya (Yoh. 5:22-23, 27, 30). Hari ini, marilah kita sebagai orang percaya datang pada-Nya untuk menerima menerima hayat dan bangkit!


Sumber: Pelajaran-Hayat Yohanes, Buku 1, Berita 14



January 05, 2020, 04:02:59 AM
Reply #2048
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 24792
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://arushayat.blogspot.com/2020/

04 January 2020
Yohanes - Minggu 07 Sabtu
Pembacaan Alkitab: Yoh. 5:19-47
Doa baca: “Bapa tidak menghakimi siapa pun, melainkan telah menyerahkan penghakiman itu seluruhnya kepada Anak, supaya semua orang menghormati Anak sama seperti mereka menghormati Bapa. Siapa saja yang tidak menghormati Anak, ia juga tidak menghormati Bapa yang mengutus Dia.” (Yoh. 5:22-23)


Putra Allah


Saudara saudari, seberapa jauh kita mengenal Yesus Putra Allah? Yohanes 5:31-47 membawa kita melihat ada empat ganda kesaksian Putra: yaitu kesaksian Yohanes Pembaptis (5:32-35), kesaksian pekerjaan Putra (5:36), kesaksian Bapa (5:37-38), dan kesaksian Kitab-kitab Suci (5:39-47). Empat ganda kesaksian Putra Allah ini membawa kita mengenal Yesus, Putra Allah, adalah Kristus! Segala sesuatu yang Ia kerjakan, bukanlah berdasar dari diri- Nya sendiri, melainkan berasal dari Bapa. Mengenai perkara ini, banyak orang yang tidak mengerti. Mereka mengapresiasi Yohanes Pembaptis, mereka melihat mukjizat-mukjizat, mereka menyelidiki Kitab-kitab Suci, namun mereka tidak percaya, tidak mau datang kepada-Nya.

Mengapa mereka tidak mau datang kepada-Nya padahal Putra Allah telah memiliki banyak kesaksian? Hal ini dikarenakan oleh konsepsi agama mereka. Dalam konsepsi mereka, hari Sabat haruslah beristirahat. Namun Putra mengatakan “Bapa-Ku bekerja sampai sekarang, maka Aku pun bekerja juga” (Yoh. 5:17) dan Ia menyembuhkan pada hari Sabat. Putra dan Bapa terus bekerja meskipun hari Sabat karena Allah tidak bisa memiliki perhentian apabila masih ada orang dosa yang kasihan. Allah masih belum mendapatkan tempat kediaman kekal- Nya. Karena itu, kita bisa melihat bahwa Bapa dan Putra itu setara (Yoh. 5:18). Baik Bapa maupun Putra, sama-sama bekerja bagi penebusan dan pembangunan (Yoh. 5:17, 19-20) dan yang Putra Allah kerjakan adalah mengaruniakan hayat kepada orang mati (Yoh. 5:21). Tidak hanya itu, Putra Allah sebagai Anak Manusia juga akan melaksanakan penghakiman terhadap orang-orang yang tidak percaya (Yoh. 5:22-23, 27, 30). Hari ini, marilah kita sebagai orang percaya datang pada-Nya untuk menerima menerima hayat dan bangkit!


Sumber: Pelajaran-Hayat Yohanes, Buku 1, Berita 14


January 06, 2020, 04:19:29 AM
Reply #2049
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 24792
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://arushayat.blogspot.com/2020/

06 January 2020
Yohanes - Minggu 08 Senin

Pembacaan Alkitab: Yoh. 6:1-15
Doa baca: “Ketika Yesus memandang sekeliling-Nya dan melihat bahwa orang banyak berbondong-bondong datang kepada-Nya, berkatalah Ia kepada Filipus, 'Di mana kita dapat membeli roti, supaya mereka dapat makan?'” (Yoh. 6:5)


Hayat yang Merawat dan Menebus


Injil Yohanes merupakan kitab yang menggambarkan hayat ilahi serta fungsi hayat ilahi. Contohnya, dalam Yohanes 5 terdapat gambar hidup tentang seorang sakit yang dihidupkan. Pasal 6 terdapat gambar lain yang menunjukkan bahwa orang lapar perlu rawatan hayat. Yohanes 6:1-15 menunjukkan dunia yang lapar dan Kristus yang merawat – sebuah pemandangan yang menunjukkan keadaan kita hari ini yakni di padang gurun. Secara lambang, daratan mengacu kepada bumi ciptaan Allah untuk tempat tinggal manusia, dan laut mengacu kepada dunia yang telah dirusak oleh Iblis, yang ditinggali oleh umat manusia yang jatuh. Di dalam dunia – sistem Iblis, umat manusia telah dijajah dan dikurung, selalu kelaparan dan tidak memiliki kepuasan (Yoh. 6:5). Sedangkan gunung secara lambang adalah kedudukan yang melampaui atau unggul. Musa dibawa ke sebuah gunung agar menerima wahyu Allah (Kel. 24:12). Ketika Tuhan Yesus pergi ke puncak gunung, Ia lalu berubah rupa (Mat. 17:1-2). Jadi, dalam gambaran ini, laut berada pada tingkatan yang rendah, sedang gunung berada pada kedudukan yang melampaui, ini adalah tempat Kristus berada.

Kalau kita mau dirawat oleh Kristus, kita perlu menanggulangi dunia yang telah dirusak Iblis dan bumi ciptaan Allah. Dalam ayat 4, Kristus dilambangkan sebagai Domba penebusan Allah yang mencucurkan darah untuk menebus kita, serta memberikan daging-Nya untuk kita makan (1 Kor. 5:7). Artinya, melalui Dia mencucurkan darah, hari ini kita mendapat hayat-Nya sebagai rawatan kita. Kristus sebagai pohon hayat (Kej. 2:9) tergolong hayat nabati untuk merawat kita. Namun karena manusia jatuh dalam dosa, manusia memerlukan hayat hewani untuk menebus kita. Kita menerima Kristus melalui penebusan, juga melalui perawatan. Dia itu hayat nabati juga hayat hewani.


Sumber: Pelajaran-Hayat Yohanes, Buku 1, Berita 15




 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)