Author Topic: Arus Hayat  (Read 91117 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

January 07, 2020, 05:04:11 AM
Reply #2050
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 25175
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://arushayat.blogspot.com/2020/

07 January 2020
Yohanes - Minggu 08 Selasa

Pembacaan Alkitab: Yoh. 6:1-15; 11:25
Doa baca: “Jawab Yesus kepadanya, 'Akulah kebangkitan dan hidup; siapa saja yang percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati.” (Yoh. 11:25)


Dua Aspek Hayat Kristus


Hayat Kristus memiliki dua aspek yaitu aspek menghasilkan dan aspek penebusan. Terdapat lima roti jelai di dalam Yohanes pasal 6. Jelai melambangkan Kristus yang bangkit (Im. 23:10) menjadi suplai hayat kita. Bagaimana mungkin Kristus bangkit dalam pasal 6, padahal Ia belum disalibkan. Kita perlu sadar bahwa dalam Alkitab, bahkan sebelum Dia disalibkan, Kristus sudah mengatakan bahwa Ia adalah kebangkitan dan hidup (Yoh. 11:25). Di dalam Tuhan Sang Kekal, tidak ada unsur waktu. Kita mendapat rawatan dari Kristus yang bangkit ini. Angka lima dalam lima roti jelai melambangkan tanggung jawab Kristus dalam merawat kita. Empat mewakili makhluk ciptaan (Why. 4:6), dan satu mewakili Sang Pencipta (1 Kor. 8:6). Lima roti jelai melambangkan Tuhan Sang Pencipta (satu) ditambah makhluk ciptaan (empat) bertanggung jawab merawat kita—artinya, dalam keinsanian-Nya, Kristus yang bangkit memikul tanggung jawab ini. Dua ekor ikan, hayat hewani, melambangkan aspek penebusan dari hayat Kristus. Sebagaimana ikan hidup di dalam air asin, ikan tersebut tidak menjadi asin. Kristus hidup di dunia yang setani dan penuh dosa untuk menebus kita, tanpa terpengaruh oleh perusakannya. Angka dua berarti kesaksian (Why. 1:13).

Sebelum manusia jatuh, manusia hanya makan hayat nabati (Kej. 1:29). Tetapi setelah manusia jatuh, diperlukan hayat hewani (Kej. 9:3). Perjanjian Lama memberikan banyak gambaran mengenai dua aspek ini. Contohnya, Kain hanya mempersembahkan sayur-mayur, sehingga ditolak oleh Allah; namun Habel mempersembahkan kurban hewan, yang mengalirkan darah, sehingga diperkenan Allah (Kej. 4:3-5). Ketika Tuhan Yesus mati, darah dan air keluar—darah adalah untuk menebus kita, air melahirkan kita kembali (Yoh. 19:34). Biarlah dengan makin mengenal aspek hayat Kristus, kita dapat mengalaminya dengan kaya.


Sumber: Pelajaran-Hayat Yohanes, Buku 1, Berita 15




January 08, 2020, 05:21:19 AM
Reply #2051
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 25175
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://arushayat.blogspot.com/2020/

08 January 2020
Yohanes - Minggu 08 Rabu

Pembacaan Alkitab: Yoh. 6:1-15; Mat. 15:26-27
Doa baca: “Tetapi Yesus menjawab: 'Tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing.' Kata perempuan itu: 'Benar Tuhan, namun anjing itu makan remah-remah yang jatuh dari meja tuannya.'” (Mat. 15:26-27)


Kristus sebagai Makanan yang Limpah


Lima roti jelai dan dua ekor ikan berasal dari anak kecil adalah fakta yang menarik. Tuhan Sang Pencipta yang Mahabesar ingin menunjukkan kepada kita bahwa Dia datang sebagai suplai hayat “menjadi kecil” cukup untuk kita makan. Orang-orang yang menuntut mukjizat mengira Kristus adalah nabi yang dijanjikan Allah (Yoh. 6:14; Ul. 18:15, 18), dan ingin memaksa Tuhan menjadi raja mereka (Yoh. 6:15), namun Dia tidak mau menjadikan diri-Nya tokoh agama, sebaliknya Ia rela menjadi roti dan ikan yang kecil supaya kita dapat memakannya. Kita perlu terkesan ketika melihat bahwa lima roti dan dua ikan kecil tersebut dibawa oleh seorang anak kecil, menyatakan kekecilan Tuhan sebagai suplai hayat begitu mustika bagi kita.

Dalam Matius pasal 15, Tuhan mewahyukan diri-Nya sebagai remah-remah roti, remukan yang kecil-kecil dari roti. Masih ingatkah bahwa perempuan Kanaan tersebut tidak kecewa oleh kata-kata Tuhan yang keras serta oleh fakta yang mengatakan bahwa ia seekor anjing. Tuhan mengapresiasi iman perempuan tersebut—karena imannya, ia dapat menikmati Kristus sebagai makanannya, suplai hayatnya. Tidak hanya kecil, Kristus sebagai suplai hayat juga limpah. Hanya lima ketul roti sudah cukup limpah untuk mengenyangkan lima ribu orang. Bahkan masih tersisa dua belas bakul yang melambangkan keluapan kelimpahan suplai hayat Kristus. Angka dua belas melambangkan kelengkapan dan kesempurnaan kekal, kelebihan makanan tersebut malah melampaui jumlah yang semula. Abad demi abad, Kristus telah mengenyangkan berjuta-juta orang, namun apakah Kristus yang kecil ini sudah menjadi kelimpahan kita? Dia sebagai makanan hari ini ada dalam firman, ketika datang pada firman, kita perlu menggunakan roh kita, sehingga kita bisa dikenyangkan.


Sumber: Pelajaran-Hayat Yohanes, Buku 1, Berita 15



January 09, 2020, 06:01:27 AM
Reply #2052
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 25175
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://arushayat.blogspot.com/2020/

09 January 2020
Yohanes - Minggu 08 Kamis

Pembacaan Alkitab: Yoh. 6:16-59
Doa baca: “Kata Yesus kepada mereka, ‘Akulah roti kehidupan; siapa saja yang datang kepada-Ku, ia tidak akan pernah lapar lagi, dan siapa saja yang percaya kepada-Ku, ia tidak akan pernah haus lagi.’” (Yoh. 6:35)


Kristus Pemberi Damai dan Roti Hayat


Kita hidup dalam dunia yang penuh gangguan. Tak ada seorang pun yang damai. Kita semua memiliki kesusahan. Akan tetapi, Kristus datang ke dalam dunia yang penuh gangguan ini sebagai Kristus pemberi damai (Yoh. 6:16-21). Yohanes 6 menunjukkan Kristus adalah Pemberi makanan bagi dunia yang lapar dan Pemberi damai bagi dunia yang penuh gangguan.

Laut yang bergolak dan angin kencang melambangkan kesusahan dalam hidup manusia. Akan tetapi, Yesus berjalan di atas air (Yoh. 6:19) dan menaklukkan segala kesulitan kehidupan manusia. Ketika murid-murid menyambut Dia ke dalam perahu mereka, seketika itu juga perahu itu sampai di pantai yang mereka tuju (Yoh. 6:21). Inginkah Anda mempunyai kehidupan yang tenang? Anda harus menyambut Yesus ke dalam “perahu“ kehidupan Anda. Dia adalah Kristus yang merawat dan Kristus yang memberi damai. Puji Tuhan!

Dalam ayat 22-31 kita menjumpai para pencari makanan yang dapat binasa, yang melakukan sesuatu untuk bekerja bagi Allah. Konsepsi manusia yang jatuh ialah selalu ingin melakukan sesuatu bagi Allah. Tetapi konsepsi Tuhan mengenai manusia terhadap Allah ialah percaya ke dalam Dia, yaitu menerima Dia sebagai hayat dan suplai hayat. Melalui inkarnasi dengan mengambil bagian dalam daging dan darah (Ibr. 2:14), Dia dapat menjadi roti hayat, suplai hayat dalam bentuk makanan, yang mengaruniakan hayat kepada manusia. Kemudian, kematian Tuhan adalah langkah yang Ia ambil untuk menjadikan diri-Nya siap sedia agar dapat kita nikmati sebagai makanan kita. Hari ini kita tahu bahwa Tuhan adalah Domba Allah yang mati bagi kita, mencurahkan darah-Nya untuk menebus dosa kita, serta memberikan daging-Nya untuk kita makan agar menjadi hayat kita. Demi iman kita menerima darah-Nya, dan demi iman pula kita makan daging-Nya. Kemudian kita memperoleh-Nya sebagai hayat kita.


Sumber: Pelajaran-Hayat Yohanes, Buku 1, Berita 16




January 10, 2020, 02:06:11 PM
Reply #2053
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 25175
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://arushayat.blogspot.com/2020/

10 January 2020
Yohanes - Minggu 08 Jumat

Pembacaan Alkitab: Yoh. 6:16-59
Doa baca: “Akulah roti kehidupan yang telah turun dari surga. Jikalau seseorang makan roti ini, ia akan hidup selama-lamanya, dan roti yang akan Kuberikan itu ialah daging-Ku yang akan Kuberikan untuk hidup dunia.” (Yoh. 6:51)


Hayat Kebangkitan Kristus


Agar Tuhan dapat kita makan dan menjadi hayat kita, Tuhan perlu disembelih. Dalam ayat 51b Tuhan berkata, “Dan roti yang akan Kuberikan itu ialah daging-Ku yang akan Kuberikan untuk hidup dunia.” Tuhan telah memberikan tubuh-Nya, yaitu daging-Nya, mati bagi kita, agar kita mendapatkan hayat. Dalam ayat 52, Tuhan berkata bahwa darah-Nya juga diperlukan dalam penebusan. Ayat 54 membicarakan daging dan darah ini secara terpisah, sehingga menyatakan kematian-Nya. Makan daging-Nya dan minum darah-Nya berarti menerima Dia sebagai hayat dan suplai hayat di dalam penebusan-Nya, melalui percaya kepada apa yang Ia kerjakan bagi kita di kayu salib.

Walaupun Ia telah disalibkan dan disembelih, namun Ia hidup. Dia adalah satu-satunya yang hidup dalam kebangkitan. Tuhan harus bangkit, baru bisa tinggal di dalam kita menjadi hayat dan suplai hayat kita (ayat 56). Makan Tuhan Yesus berarti menerima Dia ke dalam kita, tercerna secara hayat oleh manusia baru yang dilahirkan kembali, kemudian kita hidup berdasarkan Tuhan yang kita terima. Setelah bangkit, Tuhan naik ke surga. Naik ke surga adalah bukti telah rampungnya karya penebusan-Nya (Ibr. 1:3). Hal ini membuktikan bahwa karya-Nya di atas salib telah memuaskan Allah Bapa.

Setelah kebangkitan dan melalui kebangkitan, Tuhan Yesus menjadi Roh pemberi-hayat, sehingga Ia bisa menjadi hayat dan suplai kita. Ketika kita menerima Dia sebagai Juruselamat yang mati tersalib dan bangkit, Roh pemberi-hayat segera masuk ke dalam kita, memberikan hayat yang kekal kepada kita. Kita bisa membuktikan hal ini melalui menyeru nama Tuhan Yesus. Ketika kita menyeru, “Oh, Tuhan Yesus!” kita akan menerima Roh itu, karena hari ini Tuhan Yesus adalah Roh itu. Roh itu adalah persona Tuhan Yesus yang terkasih.


Sumber: Pelajaran-Hayat Yohanes, Buku 1, Berita 16







January 11, 2020, 03:53:22 AM
Reply #2054
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 25175
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16

http://arushayat.blogspot.com/2020/

11 January 2020
Yohanes - Minggu 08 Sabtu

Pembacaan Alkitab: Yoh. 6:60-71
Doa baca: “Rohlah yang memberi hidup, daging sama sekali tidak berguna. Perkataan-perkataan yang Kukatakan kepadamu adalah roh dan hidup.” (Yoh. 6:63)


Firman Hayat sebagai Wujud Roti Hayat


Kristus sebagai roti hayat terwujud konkret dalam firman hayat. Roh itu memang ajaib, namun terlalu misterius. Kita memerlukan sesuatu yang solid, yang kelihatan, yang dapat dijamah—firman hayat. Dalam ayat 63, Tuhan berkata bahwa “Perkataan-perkataan yang Kukatakan kepadamu adalah roh dan hidup.” Perkataan-perkataan Tuhan adalah perwujudan Roh hayat. Begitu kita menggunakan roh kita untuk menerima perkataan-Nya, kita mendapatkan Roh hayat itu.

Ketika kita percaya kepada firman, kita menerima Roh. Kristus yang telah bangkit adalah Roh, Roh itu adalah firman. Kini, dari hari ke hari, kita menikmati Kristus yang ajaib, yang telah bangkit ini, sebagai makanan, hayat, dan suplai hayat kita. Dia adalah Roh yang memberi hayat dan Dia dalam firman hayat. Tuhan telah berinkarnasi, tersalib, bangkit, naik ke surga, bertransfigurasi dari daging menjadi Roh serta terwujud ke dalam firman.

Pekerjaan yang Allah kehendaki dan tentukan untuk kita lakukan ialah percaya ke dalam Putra-Nya. Percaya ke dalam Dia berarti menerima-Nya dan bersatu, berbaur dengan Dia. Ketika kita percaya ke dalam-Nya, terjadi persatuan dan kesatuan antara kita dengan Kristus. Kita masuk ke dalam-Nya dan menerima-Nya ke dalam kita.

Bagi kita, bekerja bagi Allah ialah makan Kristus, menerima Dia, dan hidup oleh Dia. Melalui makan dan minum Kristus, kita akan dipenuhi Kristus. Makan Dia bukan perkara satu kali untuk selamanya, melainkan pengalaman terhadap Tuhan dari hari ke hari, bahkan dari saat ke saat. Karena itu, kita harus mengontak Tuhan dan makan Dia sebagai suplai hayat kita. Kita harus menggunakan Roh kita untuk memakan Dia sebagai firman dan sebagai Roh. Kemudian kita menerima Dia ke dalam kita, mencerna Dia, mengalami Dia dan menerapkan Dia senantiasa. Inilah jalan hayat ilahi dalam kehidupan kita sehari-hari.


Sumber: Pelajaran-Hayat Yohanes, Buku 1, Berita 16


January 12, 2020, 04:02:27 AM
Reply #2055
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 25175
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://arushayat.blogspot.com/2020/

11 January 2020
Yohanes - Minggu 08 Sabtu

Pembacaan Alkitab: Yoh. 6:60-71
Doa baca: “Rohlah yang memberi hidup, daging sama sekali tidak berguna. Perkataan-perkataan yang Kukatakan kepadamu adalah roh dan hidup.” (Yoh. 6:63)


Firman Hayat sebagai Wujud Roti Hayat


Kristus sebagai roti hayat terwujud konkret dalam firman hayat. Roh itu memang ajaib, namun terlalu misterius. Kita memerlukan sesuatu yang solid, yang kelihatan, yang dapat dijamah—firman hayat. Dalam ayat 63, Tuhan berkata bahwa “Perkataan-perkataan yang Kukatakan kepadamu adalah roh dan hidup.” Perkataan-perkataan Tuhan adalah perwujudan Roh hayat. Begitu kita menggunakan roh kita untuk menerima perkataan-Nya, kita mendapatkan Roh hayat itu.

Ketika kita percaya kepada firman, kita menerima Roh. Kristus yang telah bangkit adalah Roh, Roh itu adalah firman. Kini, dari hari ke hari, kita menikmati Kristus yang ajaib, yang telah bangkit ini, sebagai makanan, hayat, dan suplai hayat kita. Dia adalah Roh yang memberi hayat dan Dia dalam firman hayat. Tuhan telah berinkarnasi, tersalib, bangkit, naik ke surga, bertransfigurasi dari daging menjadi Roh serta terwujud ke dalam firman.

Pekerjaan yang Allah kehendaki dan tentukan untuk kita lakukan ialah percaya ke dalam Putra-Nya. Percaya ke dalam Dia berarti menerima-Nya dan bersatu, berbaur dengan Dia. Ketika kita percaya ke dalam-Nya, terjadi persatuan dan kesatuan antara kita dengan Kristus. Kita masuk ke dalam-Nya dan menerima-Nya ke dalam kita.

Bagi kita, bekerja bagi Allah ialah makan Kristus, menerima Dia, dan hidup oleh Dia. Melalui makan dan minum Kristus, kita akan dipenuhi Kristus. Makan Dia bukan perkara satu kali untuk selamanya, melainkan pengalaman terhadap Tuhan dari hari ke hari, bahkan dari saat ke saat. Karena itu, kita harus mengontak Tuhan dan makan Dia sebagai suplai hayat kita. Kita harus menggunakan Roh kita untuk memakan Dia sebagai firman dan sebagai Roh. Kemudian kita menerima Dia ke dalam kita, mencerna Dia, mengalami Dia dan menerapkan Dia senantiasa. Inilah jalan hayat ilahi dalam kehidupan kita sehari-hari.


Sumber: Pelajaran-Hayat Yohanes, Buku 1, Berita 16




January 13, 2020, 06:30:03 AM
Reply #2056
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 25175
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://arushayat.blogspot.com/2020/

13 January 2020
Yohanes - Minggu 09 Senin

Pembacaan Alkitab: Yoh. 7:1-53; Kel. 17:6
Doa baca: “Siapa saja yang percaya kepada-Ku, seperti yang dikatakan oleh Kitab Suci: Dari dalam hatinya akan mengalir aliran-aliran air hidup.” (Yoh. 7:38)


Air Hayat Pelerai Haus


Sampai pasal 6 dari Injil Yohanes, kita telah melihat lima dari sembilan peristiwa dalam Injil ini. Kita telah melihat Tuhan membicarakan melahirkan kembali dengan hayat ilahi-Nya dalam peristiwa pertama. Ia mengaruniakan air hayat dalam peristiwa kedua. Ia menyembuhkan orang yang hampir mati dengan Firman pemberi-hayat dalam peristiwa ketiga. Ia menghidupkan orang yang lemah dalam perstiwa keempat. Ia memberi makan kepada orang banyak dengan roti hayat dalam peristiwa kelima.

Masuk ke Yohanes pasal 7, kita melihat Putra Allah bertemu dengan orang dengan keperluan yang selanjutnya, yaitu: “Siapa saja yang haus, baiklah ia datang kepada-Ku dan minum!” (Yoh. 7:37b). hal ini berbeda dengan peristiwa sebelumnya. Sebelumnya Putra Allah mewahyukan bahwa Ia adalah roti hayat. Di sini, Ia memperkenalkan bahwa Ia adalah air hayat. Roti hayat adalah bagi orang yang lapar. Air hayat bagi orang yang haus. Terhadap orang yang haus, Ia adalah pelerai haus. Puji Tuhan! Dia mampu meleraikan rasa haus kita.

Perkara makan dan minum ini, sebenarnya terdapat dalam seluruh Alkitab, bukan hanya pada Yohanes pasal 6 dan 7 saja. Dalam Kejadian pasal 2, terdapat pohon hayat dan sungai hayat (Kej. 2:9-10). Dalam Keluaran, terdapat manna yang turun dari surga dan air hidup yang terpancar dari batu karang yang terpukul (Kel. 16:14-15; 17:6). Injil Yohanes mewahyukan Allah Tritunggal memiliki kaitan yang erat dengan makan dan minum; Allah Bapa sebagai sumber, Allah Putra sebagai makanan, dan Allah Roh sebagai minuman. Tidak berhenti sampai sana, 1 Korintus 10:3-4 juga mewahyukan Kristuslah makanan rohani dan batu karang yang terpukul, yang darinya memancar air rohani. Dalam Kitab Wahyu pun, kitab terakhir, terdapat pohon hayat yang bertumbuh di tengah aliran (Why. 22:1-2). Jadi, mari kita alami Dia sang ROH KUDUS sebagai minuman rohani kita yang dari dulu sampai kekal tersedia untuk meleraikan dahaga kita.


Sumber: Pelajaran-Hayat Yohanes, Buku 1, Berita 17



January 14, 2020, 04:24:00 AM
Reply #2057
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 25175
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://arushayat.blogspot.com/2020/

14 January 2020
Yohanes - Minggu 09 Selasa

Pembacaan Alkitab: Yoh. 7:1-53
Doa baca: “Siapa saja yang percaya kepada-Ku, seperti yang dikatakan oleh Kitab Suci: Dari dalam hatinya akan mengalir aliran-aliran air hidup.” (Yoh. 7:38)


Dua Perayaan dalam Hidup Manusia


Peristiwa keenam merupakan kelanjutan dari peristiwa yang kelima, karena masalah makanan berkaitan dengan air.  Yohanes pasal 6 terjadi pada hari raya Paskah, sedangkan peristiwa dalam pasal 7 terjadi pada hari raya Pondok Daun. Hari raya Paskah merupakan hari raya pertama dalam satu tahun bagi orang Yahudi. Hari raya Pondok Daun adalah raya tahunan yang terakhir (Im. 23:5, 34). Kedua hari raya tahunan ini masing-masing memiliki makna rohani.

Hari raya Paskah merupakan permulaan hidup manusia (Kel. 12:2-3, 6), menyinggung manusia mencari yang kepuasan, namun berakhir pada kelaparan. Inilah kondisi semua orang muda. Bagi Anda orang muda, hari ini Anda sedang menempuh hari raya Paskah, sebab hayat Anda baru dimulai. Sadarkah Anda, ketika Anda mengejar cita-cita Anda, hasil yang Anda dapatkan adalah kelaparan. Semakin tinggi pendidikan Anda, semakin tinggi jabatan Anda, yang akan Anda rasakan adalah semakin lapar. Semakin lapar untuk mendapatkan jabatan yang lebih tinggi, pendidikan yang lebih tinggi. Tidak ada hal apapun yang dapat memuaskan Anda.

Sedangkan bagi Anda yang telah menempuh penghidupan ini, Anda sedang berada di hari raya Pondok Daun yang menyiratkan kelengkapan dan kesuksesan hidup manusia (Kel. 23:16). Setelah Anda berjerih payah seumur hidup, Anda akan berakhir pada kehausan. Banyak orang mengadakan perayaan atas apa yang kerjakan dan usahakan. Namun setelah perayaan itu, tetap merasa haus, ingin mengejar kenikmatan yang lebih tinggi, mengadakan perayaan lebih besar lagi. Dengan kata lain, Anda haus!

Terhadap kondisi kita yang demikian, Ia tahu keperluan kita. Ia berkata “Siapa saja yang percaya kepada-Ku… Dari dalam hatinya akan mengalir aliran-aliran air hidup” (Yoh. 7:38). Hari ini, maukah Anda menerima kepuasan yang sejati masuk ke dalam batin Anda? Mari percaya kepada-Nya!


Sumber: Pelajaran-Hayat Yohanes, Buku 1, Berita 17




January 15, 2020, 05:52:50 AM
Reply #2058
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 25175
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16

http://arushayat.blogspot.com/2020/

15 January 2020
Yohanes - Minggu 09 Rabu

Pembacaan Alkitab: Yoh. 7:1-53
Doa baca: “Siapa saja yang percaya kepada-Ku, seperti yang dikatakan oleh Kitab Suci: Dari dalam hatinya akan mengalir aliran-aliran air hidup.” (Yoh. 7:38)


Akhir dari Perayaan


Kondisi kita hari ini hanya ada dua. Entahkah kita sedang lapar atau haus. Bagi Anda yang baru memulai, sedang mengejar sesuatu, apakah Anda sadar, bahwa pengejaran itu membuktikan Anda sedang kelaparan. Sebagai contoh, seorang yang sedang mengambil gelar sarjana, hal ini menunjukkan bahwa Anda lapar untuk memiliki gelar sarjana. Contoh lainnya adalah Anda yang menikah dan memiliki anak, Anda pastilah seorang yang lapar untuk memiliki seorang anak yang baik dan pintar. Inilah kondisi kelaparan manusia.

Untuk Anda yang telah mencapai suatu akhir, Anda akan merasakan bahwa Anda adalah seorang yang haus. Sebagai contoh, mungkin Anda telah memiliki anak dan sekarang mencapai usia lanjut, di waktu-waktu ini, Anda akan berpikir untuk bisa bersenang-senang dan menikmati segala sesuatu yang telah Anda kerjakan seumur hidup Anda. Akhir dari hal ini, Anda akan menemukan tidak ada apa pun yang dapat meleraikan rasa haus Anda. Semakin menikmati, semakin Anda menyadari bahwa dunia tidak dapat meleraikan rasa haus Anda.

Sebenarnya, mengapa Allah menetapkan dua hal ini? Allah menetapkan dua hal ini untuk mengingatkan kita bahwa saat ini, kita sedang mengembara di dunia, dan keperluan kita adalah pulang kembali ke kemah yang kekal, yaitu Yerusalem Baru. Puji Tuhan! Ia sedang menunggu memanggil kita kembali, untuk pulang dari kemah kita hari ini ke Yerusalem Baru. Ia membawa kita mengingat bahwa apapun pencapaian kita di bumi ini, tidak ada satu pun yang dapat memuaskan. Hal yang dapat memuaskan kita hanyalah sesuatu yang kekal, bukanlah pencapaian sementara.

Saudara saudari, di manakah Anda hari ini? Apakah Anda sedang berada di perayaan Paskah, atau perayaan Pondok Daun? Entah di manapun Anda, kita perlu mengingat bahwa kita hanyalah pelancong yang sedang menuju sasaran kita, Yerusalem Baru.


Sumber: Pelajaran-Hayat Yohanes, Buku 1, Berita 17


January 16, 2020, 05:19:12 AM
Reply #2059
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 25175
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://arushayat.blogspot.com/2020/

16 January 2020
Yohanes - Minggu 09 Kamis

Pembacaan Alkitab: Yoh. 7:1-53
Doa baca: “Dunia tidak dapat membenci kamu, tetapi ia membenci Aku, sebab Aku bersaksi tentang dia bahwa pekerjaan-pekerjaannya jahat.” (Yoh. 7:7)


Pencari Hayat, Berisikan Hayat


Keadaan agama hari ini sama dengan keadaan agama yang digambarkan dalam Yohanes pasal 7. Yohanes 7:1-2 memperlihatkan adanya rencana tersembunyi dari agama dan hari raya agama untuk membunuh Yesus.  Inilah fakta yang terjadi di dalam agama. Kaum agamawan di satu pihak sedang menyembah Allah, namun di pihak lain, mereka mencari dan berkomplot untuk membunuh pencari Allah yang sejati. Mereka menyerang seorang pencari hayat yang sejati. Dari potongan ini kita bisa melihat, Yesus sebagai Allah pencipta rela menjadi Manusia, dan dianiaya oleh ciptaan-Nya. Sungguh ini bukan perkara yang mudah, karena itu kita perlu belajar mengapresiasi Dia di dalam kerelaan-Nya.

Yohanes 7:3-4 selanjutnya memperlihatkan, tidak hanya agamawan yang menganiaya hayat ini, tetapi juga orang-orang yang tidak percaya, yang adalah saudara-saudara Yesus (Yoh. 7:5). Mereka menantang Yesus untuk mencari kemuliaan dunia hal ini merupakan suatu hal yang mengerikan. Hari ini pun demikian, kita perlu siaga terhadap ketenaran.

Selanjutnya kita melihat Tuhan dibatasi dalam waktu (Yoh. 7:6-9). Ia adalah Allah yang kekal tak terbatas (Rm.9:5), Tuhan sang Mahakuasa (Yes. 9:5), namun mau dibatasi dalam aktivitas-Nya di bumi dengan hidup menjadi manusia (Yoh. 7:10). Ia rela kehilangan kebebasan dan menjadi terikat dalam waktu. Dia rela untuk tidak bertindak dengan bebas. Dalam ke-mahatahuan-Nya pun, Ia menjadi manusia paling rendah. Ia seolah buta huruf dan tak berpendidikan, tetapi sebenarnya Ia tidak hanya melek huruf saja, Ia pun mengerti pikiran, hati, dan roh manusia. Ini memperlihatkan Ia sepenuhnya tidak mencari kemuliaan-Nya sendiri, tetapi kemuliaan Bapa. Kita pun perlu belajar demikian. Mencari kemuliaan Bapa dalam setiap kegiatan kita, untuk menyatakan sumber dan asal kita adalah Allah Bapa (Yoh. 7:25-36; 13:3). Sepeti bejana tanah liat yang tanpa semarak tetapi, berisi hayat yang mustika, surgawi. Inilah prinsip penting yang harus kita miliki.


Sumber: Pelajaran-Hayat Yohanes, Buku 1, Berita 18


 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)