Author Topic: Arus Hayat  (Read 88956 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

January 17, 2020, 05:43:36 AM
Reply #2060
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 24748
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://arushayat.blogspot.com/2020/

17 January 2020
Yohanes - Minggu 09 Jumat

Pembacaan Alkitab: Yoh. 7:1-53
Doa baca: “Pada hari terakhir, yaitu pada puncak perayaan itu, Yesus berdiri dan berseru, ‘Siapa saja yang haus, baiklah ia datang kepada-Ku dan minum!’” (Yoh. 7:37)


Seruan untuk Minum!

Dalam Yohanes 6 dan 7 Anda dapat menemukan ungkapan “hari terakhir.” Namun, hari terakhir dalam kedua pasal ini tidaklah sama. Hari terakhir di dalam Yohanes 6 mengacu kepada waktu kelak ketika Tuhan membangkitkan semua orang. Sedangkan Yohanes 7 mengacu kepada hari terakhir yang sering dijumpai di dalam kehidupan seseorang. Ini menunjukkan di kemudian hari, tentunya Anda akan memiliki sebuah akhir. Namun, sebelum hari akhir tersebut tiba, Anda pun memiliki akhir yang hari ini. Pakaian Anda, ada hari terakhirnya; pernikahan Anda pun ada akhirnya; segala sesuatu ada hari terakhirnya. Ketika hari terakhir itu tiba, artinya tamat. Bagaimanapun diri Anda, entah memiliki kekayaan atau tidak, berpendidikan atau pun tidak berpendidikan, pada suatu hari akan sampai pada hari raya Pondok Daun. Tidak puas!

Namun di antara akhir demi akhir itu, Anda dapat mendengar Tuhan berdiri dan berseru “Siapa yang haus, baiklah ia datang kepada-Ku dan minum!” (Yoh 7:37). Inilah sebuh panggilan dari-Nya untuk menyadarkan Anda! Segala sesuatu yang Anda nikmati hari ini tidak dapat meleraikan dahaga Anda. Kenikmatan yang hari ini Anda minum, hanya mampu memuaskan dari tubuh sampai ke jiwa, sedangkan batin Anda tetap merasakan kering. Namun, kapan kala Anda mau datang kepada-Nya, Anda akan memiliki sungai air hidup yang mengalir dari lubuk batin Anda. Maukah Anda memiliki sumber kepuasan yang berasal dari dalam batin Anda?

Yohanes 4:14 mengatakan siapa saja yang minum air yang diberikan-Nya, dari dalamnya akan memiliki mata air. Tidak berhenti di sana, dalam Yohanes 7 Tuhan mengatakan akan mengalir aliran-aliran air hidup. Sadarkah Anda Tuhan tidak menyebutkan jumlah aliran air hidup itu? Artinya, aliran ini banyak! Dapat memuaskan Anda dalam segala urusan Anda. Aliran yang unik ini adalah “Roh hayat.” Karena itu, kita perlu terbuka dan menyeru nama-Nya, untuk menikmati aliran-aliran air ini. “Oh Tuhan Yesus!”


Sumber: Pelajaran-Hayat Yohanes, Buku 1, Berita 18





January 18, 2020, 07:41:45 AM
Reply #2061
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 24748
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://arushayat.blogspot.com/2020/

18 January 2020
Yohanes - Minggu 09 Sabtu

Pembacaan Alkitab: Yoh. 7:1-53
Doa baca: “Yang dimaksudkan-Nya ialah Roh yang akan diterima oleh mereka yang percaya kepadaNya; sebab Roh itu belum datang, karena Yesus belum dimuliakan.” (Yoh. 7:39)


Roh Yesus Kristus yang Almuhit


Yohanes 7:39 membahas satu hal yang banyak tidak dipahami oleh orang Kristen. Ayat tersebut mengatakan bahwa “Roh itu belum ada” (Tl.). Apakah yang dimaksudkan dengan belum ada? Sejak semula Roh Allah sudah ada (Kej. 1:1-2), lalu apa yang dimaksudkan di sini? Maksud dari ayat ini adalah Roh itu, yaitu Roh Yesus Kristus (Rm. 8:9), Roh Kristus Yesus (Flp. 1:19), belum ada, karena Yesus belum dimuliakan. Yesus mendapatkan kemuliaan ketika Dia bangkit (Luk. 24:26). Setelah Ia bangkit, Roh Allah menjadi Roh Yesus Kristus yang telah berinkarnasi, mati tersalib, dan bangkit.

Pada malam hari kebangkitan-Nya, Kristus menghembuskan Roh ini ke dalam murid-murid-Nya (Yoh. 20:22). Roh inilah Roh yang dikatakan “belum ada.” Roh ini sekarang telah memiliki tidak hanya unsur ilahi, tetapi juga unsur insani, pula memiliki semua esens dan realitas Kristus menjadi daging, mati di atas salib dan bangkit. Inilah Roh Yesus yang almuhit, menjadi air hidup untuk kita terima.

Untuk mengerti ini, kita ibaratkan demikian: Roh Allah itu seperti segelas air murni. Air murni ini sudah memiliki khasiat meleraikan dahaga. Namun sekarang, ditambahkan susu, madu dan berbagai hal lainnya. Sekarang, air murni ini tidak hanya memiliki khasiat meleraikan dahaga saja, tetapi untuk menjaga kesehatan tubuh dan lainnya. Air ini, telah menjadi air yang almuhit. Demikian juga, Roh itu sekarang telah menjadi Roh yang almuhit, dengan kandungan sifat ilahi, sifat insani, kematian, kebangkitan, dan kenaikan Yesus. Roh ini almuhit.

Hari ini, ketika Anda menyeru nama Tuhan, maka Roh almuhit ini akan bekerja di dalam Anda. Seperti sebuah minuman yang mengandung obat, secara tidak langsung, ketika Anda menyeru nama Tuhan, segala khasiat obat itu akan masuk ke dalam Anda. Kematian Tuhan akan teraplikasikan pada diri Anda. Kemarahan Anda, keegoisan Anda, akan secara sederhana mati dan tersalib oleh Roh ini.


Sumber: Pelajaran-Hayat Yohanes, Buku 1, Berita 18



January 20, 2020, 07:07:54 AM
Reply #2062
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 24748
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16

http://arushayat.blogspot.com/2020/

20 January 2020
Yohanes - Minggu 10 Senin

Pembacaan Alkitab: Yoh. 8:1-11
Doa baca: “Pagi-pagi benar Ia berada lagi di Bait Allah, dan seluruh rakyat datang kepada-Nya. Ia duduk dan mengajar mereka.” (Yoh. 8:2)


Pemberesan Dosa dan Kematian


Dalam Injil Yohanes, tercatat sembilan peristiwa yang membuktikan bahwa Tuhan Yesus adalah hayat dan suplai hayat manusia. Kita telah melihat aspek yang positif di enam peristiwa yang pertama (pasal 3—7). Sekarang kita akan masuk ke aspek yang negatif di tiga peristiwa yang terakhir (pasal 8—11). Di aspek negatifnya, Tuhan sebagai hayat kita menyelamatkan kita dari dosa, kebutaan, dan kematian.

Peristiwa dalam Yohanes 8 (kisah perempuan yang berzina), yaitu peristiwa ketujuh, sepenuhnya mengungkapkan masalah dosa. Peristiwa ini mewahyukan bahwa agama (yang diwakili oleh Bait Suci – Yoh. 8:2, 20) dan hukum Taurat (Yoh. 8:5, 17) tidak bisa membebaskan manusia dari dosa. Walaupun agama Yahudi adalah agama yang sangat baik, tinggi, unggul, dan sejati, namun tetap tidak dapat membebaskan manusia dari dosa. Hanya Tuhan Yesus, yang adalah Yehova, Sang “Aku adalah,” yang dapat menyelesaikan perkara dosa.

Demikian juga hari ini, secara tidak sadar, manusia sering kehilangan sasaran dengan mengumpulkan semua peraturan, hukum, dan hal-hal yang baik lalu menjadikannya suatu agama. Agama mungkin baik, tetapi seseungguhnya agama justru membunuh diri manusia sendiri. Agama tidak bisa memberikan hayat kepada kita yang mati. Orang yang mati tidak memerlukan barang yang baik, yang ia perlukan ialah hayat.

Sangat bermakna bahwa hari ini, sang “Aku adalah,” yaitu Allah sendiri yang berhubungan dengan manusia (Kej. 2:4), menjadi Anak Manusia. Jika Allah ingin membereskan semua masalah dosa manusia, Ia sendiri harus menjadi manusia. Lalu, Anak Manusia harus ditinggikan seperti ular tembaga, bukan hanya untuk menanggulangi dosa, bahkan untuk menanggulangi ular, yakni Iblis. Selain itu, Allah dalam Putra sebagai Roh juga masuk ke dalam manusia untuk menjadi hayat manusia. Puji Tuhan! Ia membereskan dosa manusia serta menghidupkan manusia yang mati.


Sumber: Pelajaran-Hayat Yohanes, Buku 2, Berita 19


January 21, 2020, 04:41:38 AM
Reply #2063
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 24748
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://arushayat.blogspot.com/2020/

21 January 2020
Yohanes - Minggu 10 Selasa

Pembacaan Alkitab: Yoh. 8:1-11, 24, 34; Rm. 5:12
Doa baca: “Jawabnya, 'Tidak ada, Tuan. ‘Lalu kata Yesus, 'Aku pun tidak menghukum engkau. Pergilah, dan mulai sekarang, jangan berbuat dosa lagi.'” (Yoh. 8:11)


Semua Manusia telah Berdosa


Dalam kisah perempuan yang berzina, para agamawan mengajukan pertanyaan yang sangat licik kepada Tuhan, “Rabi, perempuan ini tertangkap basah ketika ia sedang berzina. Musa dalam hukum Taurat memerintahkan kita untuk melempari perempuan-perempuan yang demikian dengan batu. Bagaimana pendapat-Mu tentang hal itu?” (Yoh. 8:4-5) Sebagai seorang Juruselamat dan Penebus, Tuhan tidak dapat berkata bahwa perempuan ini harus dilempari batu sampai mati. Tetapi di pihak lain, jika Ia mengatakan mereka tidak boleh melemparinya, mereka akan mengatakan bahwa Ia melanggar hukum Taurat. Ketika Tuhan dihujani dengan pertanyaan ini, Ia tidak mengucapkan satu kata pun. Ia hanya membungkuk, menulis di tanah, lalu berdiri dan berkata, “Siapa saja di antara kamu yang tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu” (Yoh. 8:7). Perkataan ini menusuk hati nurani mereka, sehingga mereka pergi seorang demi seorang, mulai dari yang tertua sampai yang termuda (Yoh. 8:9).

Demikian juga hari ini, siapakah yang tidak berdosa? Tidak seorang pun. Semua manusia telah berdosa. Sumber dari dosa ini adalah Iblis (Yoh. 8:44). Dosa itu sifat Iblis, dan sifat Iblis—dosa, adalah bohong. Karena Iblis adalah bapa orang berdosa, maka orang-orang berdosa adalah “anak-anak Iblis.” Iblis menaruh seluruh umat manusia di bawah belenggu dosa dengan menempatkan dirinya ke dalam manusia sebagai sifat dosa, yang memaksa orang untuk berdosa. Dengan kata lain, manusia menjadi budak dosa. Akibatnya, manusia melakukan dosa, di mana tiga butir utamanya adalah percabulan (perzinaan), pembunuhan, dan kebohongan.

Akibat dari dosa adalah kematian, maut (Yoh. 8:24, 51-52; Rm. 5:12). Karena itu, Tuhan perlu ditinggikan bagi kita dalam bentuk ular di atas salib (Yoh. 3:14), bukan hanya untuk menolong mereka terlepas dari dosa, juga menolong kita terlepas dari sumber dosa—Iblis (Ibr. 2:14).


Sumber: Pelajaran-Hayat Yohanes, Buku 2, Berita 19





January 22, 2020, 06:27:32 AM
Reply #2064
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 24748
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16

http://arushayat.blogspot.com/2020/

22 January 2020
Yohanes - Minggu 10 Rabu

Pembacaan Alkitab: Yoh. 8:1-11, 24, 28, 32-34, 51-52
Doa baca: “Jawabnya, 'Tidak ada, Tuan.' Lalu kata Yesus, 'Aku pun tidak menghukum engkau. Pergilah, dan mulai sekarang, jangan berbuat dosa lagi.'” (Yoh. 8:11)


Hayat-Nya Mengalahkan Sifat dan Akibat Dosa


Yesus adalah satu-satunya Orang yang tak berdosa di alam semesta ini. Karena Ia tidak berdosa, maka hanya Ia yang bersyarat untuk menghukum kita. Tetapi Ia tidak menghukum kita. Sebaliknya, Ia ditinggikan dalam bentuk ular bagi orang berdosa untuk menanggulangi sifat ular (Yoh. 8:28).

Ketika manusia jatuh ke dalam dosa, Iblis menginjeksikan dirinya ke dalam kita. Dengan demikian, dosa tidak hanya bersifat objektif – suatu perbuatan lahiriah, dosa pun ada di dalam sifat kita, sangat subjektif. Dosa tidak lagi di luar diri kita, melainkan di dalam kita. Dosa bahkan sudah menjadi diri kita, di dalam sifat kita. Segala sesuatu yang di luar tidak dapat membantu kita menanggulangi dosa yang ada dalam sifat kita. Maka, kita memerlukan satu hayat yang lain, hayat yang lebih kuat, limpah, dan unggul untuk membebaskan kita dari perbudakan ini. Kita memerlukan Tuhan Yesus sendiri masuk ke dalam kita sebagai hayat kita, guna melawan sifat ular yang ada di dalam kita. Hanya Yesus yang dapat melakukan ini karena Ia adalah Yehova, Sang “Aku adalah.” Hanya Tuhan yang layak mengampuni dosa manusia dan membebaskan manusia dari perbudakan dosa (Yoh. 8:32-34). Hayat ilahi-Nya lebih tinggi dari hayat manusia ataupun hayat Iblis. Ketika masuk ke dalam kita, hayat ilahi ini mengalahkan hayat dan sifat ular.

Tidak hanya mengalahkan hayat dan sifat ular, Tuhan juga menyelamatkan manusia dari kematian. Kita tahu bahwa akibat dari dosa adalah kematian (maut). Ketika Tuhan menanggulangi dosa, dengan sendirinya akibat dosa—kematian, ditanggulangi. Agama dan hukum Taurat tidak dapat melakukan hal ini karena mereka adalah milik pohon pengetahuan yang menghasilkan kematian (Kej. 2:17). Sebaliknya, Yesus adalah pohon hayat yang menghasilkan hayat (Kej. 2:9). Hanya Dia yang dapat menyelamatkan manusia dengan mengubah maut menjadi hayat.


Sumber: Pelajaran-Hayat Yohanes, Buku 2, Berita 19


January 23, 2020, 06:18:25 AM
Reply #2065
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 24748
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://arushayat.blogspot.com/2020/

23 January 2020
Yohanes - Minggu 10 Kamis

Pembacaan Alkitab: Yoh. 8:12-20
Doa baca: “Yesus berkata lagi kepada mereka, 'Akulah terang dunia; siapa saja yang mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang kehidupan.'” (Yoh. 8:12)


Terang Hayat yang Membebaskan Kita dari Perbudakan Dosa


Bagaimana Tuhan Yesus membebaskan kita dari dosa? Yaitu melalui masuk ke dalam kita sebagai terang hayat. Ketika kita menerima Tuhan, Ia masuk ke dalam kita sebagai hayat kita. Hayat yang tinggal di dalam kita ini kini menerangi batin kita. Berangsur-angsur namun dengan spontan, terang hayat yang tinggal di dalam kita membebaskan kita dari belenggu dosa. Hal ini bukanlah perkara yang instan, melainkan memerlukan waktu.

Sebagai gambaran, kita bisa menggunakan masalah temperamen kita. Setiap orang mempunyai temperamen, dan temperamen ini adalah ekspresi pertama sifat ular kita. Ekspresi utama Iblis di dalam kita ialah temperamen kita. Temperamen kita sangat mengganggu kita, merepotkan kita sepanjang waktu. Sangat sulit bagi kita untuk lepas dari temperamen kita. Namun, sejak kelahiran kembali, Tuhan Yesus masuk ke dalam kita, menjadi hayat kita. Hayat ini terusmenerus menerangi batin kita. Semakin Tuhan menerangi batin kita, semakin kita bebas dari temperamen kita. Saudara Lee bersaksi bahwa kadang-kadang ketika ia marah, terang ini bersinar dengan kuat. Pernahkan Anda mengalami perkara seperti ini, di mana pada saat Anda marah-marah, terang bersinar? Sesungguhnya di saat sedemikian, kita sedang dihentikan oleh penyinaran batin. Saudara Lee lanjut bersaksi bahwa sebelumnya ia sulit untuk lepas dari temperamennya, namun setelah melewati pengalaman selama lima puluh tahun, ia menjadi sulit marah.

Hal ini dapat diumpamakan dengan pengobatan sinar radium yang diterapkan untuk beberapa penyakit. Si pasien duduk di bawah sinar radium, dan sinarnya ditransfusikan ke dalamnya. Demikian juga, kita memiliki sinar radium surgawi di dalam kita, dan sinar radium ini membunuh sifat ular. Inilah terang hayat yang membebaskan kita dari perbudakan dosa. Untuk mengalaminya, kita perlu bersandar pada hayat-Nya di dalam kita.


Sumber: Pelajaran-Hayat Yohanes, Buku 2, Berita 20



January 24, 2020, 06:28:18 AM
Reply #2066
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 24748
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16

http://arushayat.blogspot.com/2020/

24 January 2020
Yohanes - Minggu 10 Jumat

Pembacaan Alkitab: Yoh. 8:12-20
Doa baca: “Yesus berkata lagi kepada mereka, 'Akulah terang dunia; siapa saja yang mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang kehidupan.'” (Yoh. 8:12)


Dibebaskan melalui Putra sebagai Realitas


Kita dibebaskan dari dosa bukan hanya oleh sinar terang hayat, tetapi juga oleh Putra sebagai realitas (kebenaran). Dalam Yohanes 8:32 kita diberi tahu bahwa “kebenaran (realitas) itu akan memerdekakan kamu.” Dalam Yohanes 8:36 dikatakan, “Jadi, apabila Anak itu memerdekakan kamu, kamu pun benar-benar merdeka.” Ini membuktikan bahwa kebenaran di sini bukan sebutan kebenaran secara doktrin, melainkan realitas perkara rohani, yaitu Tuhan sendiri (Yoh. 14:6; 1:14, 17). Ketika Tuhan Sang “Aku adalah” yang agung ini masuk ke dalam kita sebagai hayat, Dia di dalam kita menyorotkan terang, membawakan unsur ilahi ke dalam kita sebagai realitas. Realitas ini adalah unsur ilahi yang disalurkan ke dalam kita, membawakan realitas apa adanya Allah ke dalam manusia kita. Alhasil, realitas ini melepaskan kita dari perbudakan dosa melalui hayat Allah sebagai terang manusia.

Maka, dapat dikatakan bahwa terang hayat menerangi kita, lalu Putra sebagai realitas menggarapkan diri-Nya ke dalam kita. Hal ini dapat diilustrasikan dengan meminum obat. Di satu pihak obat akan memusnahkan bakteri, di pihak lain akan menambahkan unsur positif ke dalam tubuh organik kita. Unsur positif ini akan menyuplaikan gizi ke jaringan tubuh kita hingga akhirnya penyakit akan tersingkirkan.

Jadi, kita mengetahui bahwa kita dibebaskan hanya dengan Kristus menjadi hayat dan terang kita. Hayat dan terang ini juga akan membawa kita ke dalam kebenaran (realitas). Setelah kita dibawa ke dalam realitas, kita akan terselamatkan dari kepalsuan. Manusia mudah berbuat dosa karena kita dilahirkan oleh Iblis—Bapa Pendusta—ke dalam kepalsuan. Namun puji Tuhan bahwa ada bapa lain, Bapa Surgawi, Bapa terang dan kebenaran. Ia di dalam Putra akan menyelamatkan kita dari kepalsuan masuk ke dalam realitas; dan dari kegelapan masuk ke dalam kerajaan terang, di mana kita akan dibebaskan dari belenggu dan perbudakan dosa.


Sumber: Pelajaran-Hayat Yohanes, Buku 2, Berita 20



January 25, 2020, 05:14:35 AM
Reply #2067
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 24748
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://arushayat.blogspot.com/2020/

25 January 2020
Yohanes - Minggu 10 Sabtu

Pembacaan Alkitab: Yoh. 8:21-59
Doa baca: “Maka kata Yesus, 'Apabila kamu telah meninggikan Anak Manusia, barulah kamu tahu bahwa Akulah Dia, dan bahwa Aku tidak berbuat apa-apa dari diri-Ku sendiri, tetapi Aku berbicara tentang hal-hal, sebagaimana diajarkan Bapa kepada-Ku.” (Yoh. 8:28).


Persona Tuhan dalam Kitab Yohanes


Selain mewahyukan tentang pemberesan dosa, Yohanes 18 juga mewahyukan persona Tuhan. Tuhan adalah Yehova, Sang “Aku adalah” yang Agung (Yoh. 8:24, 28, 58, Kel. 3:14) Dia adalah yang ada dan sudah ada, dan yang akan akan datang, yaitu yang ada dengan sendirinya dan kekal ada (Why. 1:4; Kel. 3:14-15). Nama Yehova ini adalah yang dipakai Allah dalam hubungan-Nya dengan manusia (Kej. 2:7). Karena Tuhan adalah Sang “Aku adalah” yang Agung, berarti Dia adalah segala sesuatu yang kita perlukan.

Sebagai Sang “Aku adalah” yang Agung, Allah yang kekal, Tuhan ada sebelum Abraham dan lebih besar daripada Abraham (Yoh. 8:53). Tuhan mengatakan, “Sesungguhnya Aku berkata kepadamu, sebelum Abraham ada, Aku telah ada” (Yoh. 8:58). “Aku telah ada” seharusnya diterjemahkan “Aku adalah.” Ini berarti Dia adalah Sang “Aku Adalah” baik di masa lampau, kini, atau kelak.

Pada aspek lain, Tuhan adalah Putra sebagai realitas (Yoh. 8:32, 36) untuk menyalurkan semua unsur ilahi ke dalam orang-orang yang percaya kepada-Nya. Di aspek lainnya lagi, Tuhan adalah Anak Manusia (Yoh. 8:28). Allah perlu menjadi Anak Manusia untuk mengampuni dosa karena bila Yehova mengampuni dosa, Ia membuat diri-Nya tidak benar. Satu-satunya jalan bagi Allah untuk mengampuni dosa adalah melalui penebusan, di mana Anak Manusia harus ditinggikan di atas salib.

Injil Yohanes juga mewahyukan bahwa Tuhan adalah firman dan Roh. Jika kita menjamah Roh itu dan menerima firman, kita akan memperoleh Tuhan sendiri, sumber hayat yang kekal. Injil Yohanes adalah kitab hayat, di mana kisah-kisah di dalamnya tidak pernah memberi jawaban menurut pohon pengetahuan baik dan jahat, melainkan selalu memalingkan orang kepada pohon hayat. Ketika kita mempunyai hayat, semuanya akan baik.


Sumber: Pelajaran-Hayat Yohanes, Buku 2, Berita 20



January 26, 2020, 04:48:32 AM
Reply #2068
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 24748
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://arushayat.blogspot.com/2020/

25 January 2020
Yohanes - Minggu 10 Sabtu

Pembacaan Alkitab: Yoh. 8:21-59
Doa baca: “Maka kata Yesus, 'Apabila kamu telah meninggikan Anak Manusia, barulah kamu tahu bahwa Akulah Dia, dan bahwa Aku tidak berbuat apa-apa dari diri-Ku sendiri, tetapi Aku berbicara tentang hal-hal, sebagaimana diajarkan Bapa kepada-Ku.” (Yoh. 8:28).


Persona Tuhan dalam Kitab Yohanes


Selain mewahyukan tentang pemberesan dosa, Yohanes 18 juga mewahyukan persona Tuhan. Tuhan adalah Yehova, Sang “Aku adalah” yang Agung (Yoh. 8:24, 28, 58, Kel. 3:14) Dia adalah yang ada dan sudah ada, dan yang akan akan datang, yaitu yang ada dengan sendirinya dan kekal ada (Why. 1:4; Kel. 3:14-15). Nama Yehova ini adalah yang dipakai Allah dalam hubungan-Nya dengan manusia (Kej. 2:7). Karena Tuhan adalah Sang “Aku adalah” yang Agung, berarti Dia adalah segala sesuatu yang kita perlukan.

Sebagai Sang “Aku adalah” yang Agung, Allah yang kekal, Tuhan ada sebelum Abraham dan lebih besar daripada Abraham (Yoh. 8:53). Tuhan mengatakan, “Sesungguhnya Aku berkata kepadamu, sebelum Abraham ada, Aku telah ada” (Yoh. 8:58). “Aku telah ada” seharusnya diterjemahkan “Aku adalah.” Ini berarti Dia adalah Sang “Aku Adalah” baik di masa lampau, kini, atau kelak.

Pada aspek lain, Tuhan adalah Putra sebagai realitas (Yoh. 8:32, 36) untuk menyalurkan semua unsur ilahi ke dalam orang-orang yang percaya kepada-Nya. Di aspek lainnya lagi, Tuhan adalah Anak Manusia (Yoh. 8:28). Allah perlu menjadi Anak Manusia untuk mengampuni dosa karena bila Yehova mengampuni dosa, Ia membuat diri-Nya tidak benar. Satu-satunya jalan bagi Allah untuk mengampuni dosa adalah melalui penebusan, di mana Anak Manusia harus ditinggikan di atas salib.

Injil Yohanes juga mewahyukan bahwa Tuhan adalah firman dan Roh. Jika kita menjamah Roh itu dan menerima firman, kita akan memperoleh Tuhan sendiri, sumber hayat yang kekal. Injil Yohanes adalah kitab hayat, di mana kisah-kisah di dalamnya tidak pernah memberi jawaban menurut pohon pengetahuan baik dan jahat, melainkan selalu memalingkan orang kepada pohon hayat. Ketika kita mempunyai hayat, semuanya akan baik.


Sumber: Pelajaran-Hayat Yohanes, Buku 2, Berita 20




January 27, 2020, 04:22:07 AM
Reply #2069
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 24748
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://arushayat.blogspot.com/2020/

27 January 2020
Yohanes - Minggu 11 Senin

Pembacaan Alkitab: Yoh. 9:1-3; 10:21
Doa baca: “Waktu Yesus sedang lewat, Ia melihat seorang yang buta sejak lahirnya.” (Yoh. 9:1)


Manusia yang Buta Sejak Lahir


Injil Yohanes dibagi ke dalam dua kelompok peristiwa. Enam peristiwa pertama menunjukkan Tuhan membawa manusia kepada segala sesuatu yang positif. Tetapi dalam ketiga peristiwa terakhir, Tuhan melepaskan manusia dari segala sesuatu yang negatif karena Ia melepaskan kita dari dosa, kebutaan, dan kematian. Dalam kelompok tiga peristiwa ini, dosa diletakkan pada tempat pertama di antara perkara-perkara negatif lainnya karena dosa merupakan asal kebutaan dan kematian. Kebutaan berasal dari dosa, dan kematian merupakan akhir dari dosa.

Yesus adalah terang dunia dan Dia dengan cara hayat bisa membuat orang yang buta melihat (Yoh. 10:10, 28). Peristiwa penyembuhan orang buta yang ada dalam pasal ini dilakukan oleh Tuhan pada hari Sabat seolah untuk menyingkapkan kesia-siaan ritual agama. Kebutaan adalah masalah kematian, karena itu, orang buta memerlukan “cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus” (2 Kor. 4:4) untuk menyoroti mereka. Prinsip dalam Yohanes 9 adalah mengubah maut menjadi hayat. Murid-murid bertanya kepada Tuhan, “Siapakah yang berbuat dosa, orang ini sendiri atau orang tuanya sehingga ia dilahirkan buta?” (Yoh. 9:2) tetapi jawaban Tuhan adalah, “Bukan dia dan bukan juga orang tuanya, tetapi supaya pekerjaan-pekerjaan Allah dinyatakan di dalam dia,” (Yoh. 9:3).

Injil Yohanes adalah kitab hayat. Tuhan datang kepada manusia sebagai pohon hayat yaitu Allah sendiri sebagai hayat kita. Murid-murid selalu menanyakan pertanyaan dengan jawaban ya atau tidak tetapi dalam pelatihan Tuhan selama tiga setengah tahun, Tuhan melatih mereka untuk dapat lepas dari pohon pengetahuan, berpaling pada Allah, Sang pohon hayat. Ketika masih berdosa, kita kehilangan penglihatan dan tidak dapat melihat apa pun. Kebutaan kita adalah karena alamiah kita yang berdosa. Karena itu, penting untuk kita mengakui bahwa kita berdosa, kita buta, dan memerlukan Dia untuk melepaskan kita dari kebutaan kita.


Sumber: Pelajaran-Hayat Yohanes, Buku 2, Berita 21




 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)