Author Topic: Arus Hayat  (Read 98477 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

March 23, 2020, 06:08:26 AM
Reply #2120
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 27061
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16

http://arushayat.blogspot.com/2020/

http://arushayat.blogspot.com/2020/03/yohanes-minggu-19-senin.html

23 March 2020
Yohanes - Minggu 19 Senin

Pembacaan Alkitab: Yoh. 16:12-15; 1 Yoh. 1:5
Doa baca: “Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran; sebab Ia tidak akan berkatakata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengar-Nya itulah yang akan dikatakanNya dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang.” (Yoh. 16:13)


Roh Realitas


Pekerjaan kategori pertama Roh itu ialah menginsafkan dunia melalui memberitakan Injil dan memindahkan orang keluar dari Adam masuk ke dalam Kristus. Menginsafkan orang adalah pekerjaan Roh itu dalam mendapatkan, menghidupkan, dan melahirkan kembali orang dosa. Pekerjaan kategori kedua Roh itu ialah memuliakan Putra melalui mewahyukan Dia bersama dengan kepenuhan Bapa kepada kaum beriman (Yoh. 16:12-15). Hal ini adalah untuk mewahyukan dan memuliakan Kristus supaya Kristus menjadi riil di dalam kaum beriman. Pekerjaan ini adalah pekerjaan pembangunan ROH KUDUS.

Realisasi penuh dari Putra adalah Roh realitas itu. Apa adanya Putra, milik Putra, yang telah dicapai, diperoleh, dan digenapkan Putra, akan sepenuhnya tergarap ke dalam kita melalui Roh. Roh realitas akan membawa kita semua ke dalam semua realitas Kristus. Semua apa adanya Bapa, seluruh kepenuhan ke-Allahan, berdiam di dalam Kristus. Segala apa yang dimiliki Bapa, dimiliki Putra, kini telah diterima oleh Roh. Roh mewahyukan Putra bersama dengan Bapa kepada kaum beriman. Ia menjadikan segala apa adanya Kristus dan apa yang dimiliki-Nya menjadi riil bagi kita.

Hari ini kita perlu memuji Tuhan karena Ia telah menjadi Roh itu. Hidup gereja mutlak tergantung pada Roh itu. Kita perlu penerapan yang hidup tentang Bapa dan Putra melalui Roh itu. Roh itu memuliakan Putra melalui mewahyukan Dia bersama dengan seluruh kepenuhan Bapa. Roh itu melakukannya bukan dengan mengajarkan Kristus melainkan langsung mewahyukan Kristus ke dalam kita. Diperhidupkannya Kristus ialah dimuliakannya Kristus.


Sumber: Pelajaran-Hayat Yohanes, Buku 3, Berita 37



March 24, 2020, 06:30:17 AM
Reply #2121
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 27061
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16

http://arushayat.blogspot.com/2020/

http://arushayat.blogspot.com/2020/03/yohanes-minggu-19-selasa.html

24 March 2020
Yohanes - Minggu 19 Selasa

Pembacaan Alkitab: Yoh. 16:16-33; 20:22-23
Doa baca: “Sesaat lagi, kamu tidak melihat Aku lagi dan juga sesaat lagi, kamu akan melihat Aku.” (Yoh. 16:16)


Esa dengan Dia


Hidup gereja ialah suatu perbauran ilahi dengan insani. Ketika Roh itu memuliakan Putra bersama dengan Bapa, Allah Tritunggal tergarap ke dalam dan berbaur dengan kaum beriman. Ketika Roh realitas datang, Ia akan membimbing kita ke dalam realitas penuh Kristus agar kita berbaur dengan Allah Tritunggal. Semakin banyak Putra diwahyukan kepada kita bersama dengan kepenuhan Bapa, kita akan semakin mengalami Putra. Hidup gereja ialah perbauran ilahi dan insani hari demi hari.

Yohanes 16:16-24 adalah butir yang berbicara mengenai Putra dilahirkan dalam kebangkitan sebagai anak yang baru lahir. Perempuan dalam bagian ini adalah murid-murid Tuhan. Mereka akan bergembira karena kelahiran anak itu. Anak itu adalah Sang Putra yang dilahirkan melalui kebangkitan. Selama tiga hari sebelum kebangkitan Tuhan, murid-murid seolah menderita sakit bersalin, menantikan kelahiran anak itu. Dalam kebangkitan, anak itu dilahirkan sebagai Anak Allah. Dalam kedatangan-Nya yang pertama, Ia adalah Anak Manusia di palungan. Akan tetapi, dalam kebangkitan, Ia dilahirkan sebagai Anak Allah untuk membuktikan Kisah Para Rasul 13:33 yang mengatakan, “Dengan membangkitkan Yesus, seperti yang tertulis dalam mazmur kedua: Engkaulah Anak-Ku! Aku telah menjadi Bapa-Mu pada hari ini.” Ia dalam kebangkitan-Nya menjadi anak luar biasa dengan hayat Allah dan sifat insani.

Kristus datang kepada kaum beriman-Nya pada malam hari kebangkitan-Nya. Murid-murid bersukacita atas kehadiran-Nya. Yohanes 16:23 mengatakan, “Sesungguhnya Aku berkata kepadamu: ‘Segala sesuatu yang kamu minta kepada Bapa, akan diberikan-Nya kepadamu dalam nama-Ku.’” Kaum beriman bersatu dengan Putra melalui berdoa dalam nama-Nya. Untuk bersatu dengan Dia, kita perlu berada di dalam Roh. Demikian kita baru dapat melakukan dan mengklaim sesuatu dalam nama Putra.


Sumber: Pelajaran-Hayat Yohanes, Buku 3, Berita 37




March 25, 2020, 06:54:51 AM
Reply #2122
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 27061
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16

http://arushayat.blogspot.com/2020/

http://arushayat.blogspot.com/2020/03/yohanes-minggu-19-rabu.html

25 March 2020
Yohanes - Minggu 19 Rabu

Pembacaan Alkitab: Yoh. 16:16-33
Doa baca: “Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya kamu beroleh damai sejahtera dalam Aku. Dalam dunia kamu menderita penganiayaan, tetapi kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia.” (Yoh. 16:33)


Misteri Ilahi


Putra datang dari Allah Bapa. Allah Bapa adalah sumber-Nya dan Putra mewahyukan sumber itu kepada manusia sehingga manusia mengenal Bapa dan masuk ke dalam sumber itu. Setelah menyelesaikan tugas-Nya di bumi, Tuhan kembali melalui kematian dan kebangkitan kepada Bapa agar Ia dapat menyiapkan jalan dan tumpuan bagi manusia, untuk membawa manusia ke dalam Bapa (Yoh. 16:28). Tuhan menjadikan kita putra-putra Allah, saudara-saudara-Nya, mengenal Bapa dalam jalan hayat, berbagian dalam sifat ilahi-Nya. Akhirnya, manusia bersatu dengan diri Tuhan dan Tuhan berdoa bersama-sama dengan mereka kepada Bapa.

Kaum beriman mempunyai damai sejahtera dalam Tuhan (Yoh. 16:33). Kaum beriman hari ini masih berada di dalam dunia yang tidak ada damai sejahtera, hanya ada kesulitan. Namun, Tuhan sendiri menjadi damai sejahtera bagi kita. Ia telah mengalahkan dunia. Karena itu kita tidak lagi perlu khawatir akan kesusahan yang ada di dunia ini. Damai sejahtera adalah diri-Nya yang adalah Roh itu di dalam kita. Kita perlu mengingat kembali Yohanes 14 mengatakan perkara saling tinggal, Yohanes 15 berbicara perkara organisme dan pasal 16 adalah tambahan dari kedua pasal sebelumnya.

Hal yang dibahas dalam pasal 16 adalah pekerjaan Roh yang menghasilkan perbauran ilahi dan insani. Perbauran menghasilkan saling tinggal. Saling tinggal adalah suatu organisme, Tubuh Kristus dengan Kristus bertumbuh dalam hayat ilahi untuk mengekspresikan Bapa. Semua adalah hasil pekerjaan ROH KUDUS. Kita perlu mengingat bahwa pekerjaan Roh itu adalah menginsafkan dunia, membangun kaum beriman dengan kepenuhan ke-Allahan sehingga gereja dapat memuliakan Putra bersama Bapa. Inilah misteri ilahi yang menjadi kehendak hati-Nya.


Sumber: Pelajaran-Hayat Yohanes, Buku 3, Berita 37






March 26, 2020, 06:36:17 AM
Reply #2123
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 27061
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16

http://arushayat.blogspot.com/2020/

http://arushayat.blogspot.com/2020/03/yohanes-minggu-19-kamis.html

26 March 2020
Yohanes - Minggu 19 Kamis

Pembacaan Alkitab: Yoh. 17:1-26
Doa baca: “Demikianlah kata Yesus. Lalu Ia menengadah ke langit dan berkata, 'Bapa, telah tiba saatnya; muliakanlah Anak-Mu, supaya AnakMu memuliakan Engkau.’” (Yoh. 17:1)


Kemuliaan adalah Ekspresi Allah


Penyempurnaan dari Yohanes 14, 15, dan 16 terdapat di dalam doa yang diucapkan oleh Tuhan di dalam Yohanes 17. Tuhan mengatakan dalam doa penutup ini, “Bapa, muliakanlah Anak-Mu, supaya Anak-Mu memuliakan Engkau” (Yoh. 17:1). Hanya Anak yang dapat mengatakan hal ini. Konsep dasar doa Tuhan dalam Yohanes 17 adalah kemuliaan. Subjek dan titik inti doa Tuhan adalah Yohanes 17:1. Kita perlu mengetahui bahwa suatu doa setelah satu berita adalah untuk menyampaikan butir utama dari berita itu. Demikian juga dengan doa Tuhan Yesus sebagai kesimpulan dari apa yang telah Ia sampaikan pada ketiga pasal sebelumnya. Butir utama pemberitaan Tuhan pada Yohanes pasal 14—16 adalah Putra dimuliakan sehingga Bapa dapat dimuliakan di dalam Putra. Hal ini dapat terjadi melalui organisme pohon anggur.

Pohon anggur di dalam Yohanes 15 adalah untuk perkembangbiakan dan penyebaran hayat, yakni untuk pelipatgandaan dan reproduksi hayat, serta untuk ekspresi Allah Tritunggal. Inilah kemuliaan. Karena itu, Ia berdoa agar diri-Nya dimuliakan supaya Bapa juga turut dimuliakan. Ketetapan kehendak kekal Allah ialah untuk menyatakan dan mengekspresikan diri-Nya. Dalam penciptaan, Allah menciptakan manusia menurut gambar-Nya (Kej. 1:26). Gambar adalah ekspresi Allah sendiri. Maksud tujuan Allah menciptakan manusia adalah supaya Ia dapat diekspresikan.

Ketika Tuhan Yesus berinkarnasi menjadi manusia, Ia mengekspresikan Allah hanya sampai pada satu taraf tetapi kemuliaan Allah tersembunyi oleh tubuh daging-Nya. Karena itu, Ia harus melewati kematian dan kebangkitan agar kemuliaan yang tersembunyi ini bisa diekspresikan. Puji Tuhan! Ia turut membawa kita ke dalam kematian dan kebangkitan-Nya agar kita pun dapat memuliakan Dia dan mengekspresikan Allah.


Sumber: Pelajaran-Hayat Yohanes, Buku 3, Berita 38




March 27, 2020, 07:37:15 AM
Reply #2124
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 27061
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16

http://arushayat.blogspot.com/2020/

http://arushayat.blogspot.com/2020/03/yohanes-minggu-19-jumat.html

27 March 2020
Yohanes - Minggu 19 Jumat

Pembacaan Alkitab: Yoh. 17:1-26
Doa baca: “Demikianlah kata Yesus. Lalu Ia menengadah ke langit dan berkata, ‘Bapa, telah tiba saatnya; muliakanlah Anak-Mu, supaya AnakMu memuliakan Engkau.’” (Yoh. 17:1)


Tiga Tahap Penggenapan Doa Tuhan


Subjek doa Tuhan dalam Yohanes 17 adalah kemuliaan. Tuhan adalah Allah berinkarnasi dalam daging, dan daging-Nya adalah kemah bagi Allah untuk tinggal di bumi (Yoh. 1:14). Sebelum kebangkitan, unsur ilahi-Nya masih tersembunyi di dalam tubuh daging-Nya. Karena itu, Dia perlu melewati mati agar tempurung insani-Nya terpecahkan supaya unsur ilahi-Nya, hayat ilahiNya terbebaskan. Kebangkitan adalah untuk meninggikan insani-Nya ke dalam unsur ilahi, dan supaya unsur ilahi-Nya terekspresikan, sehingga antero diri-Nya, baik ilahi dan insani-Nya dapat dimuliakan. Tujuan doa Yesus di dalam Yohanes 17 adalah untuk Allah Tritunggal bisa dimuliakan.

Penggenapan dan jawaban doa untuk kemuliaan Allah Tritunggal ada tiga tahap. Tahap pertama adalah kebangkitan Kristus. Kebangkitan Tuhan adalah untuk membebaskan semua aspek hayat ilahi-Nya sehingga hayat ini bisa disalurkan kepada seluruh kaum beriman serta seluruh diri Kristus dibawa ke dalam kemuliaan (Luk. 24:26). Tahap kedua adalah hidup gereja karena hayat kebangkitan-Nya telah diekspresikan melalui anggota tubuh-Nya. Ketika hayat ilahi diekspresikan di dalam gereja, inilah keindahan dan kemuliaan. Bagaimanapun lemahnya suatu gereja, penting bagi kita untuk dapat melihat sejumlah kecil keindahan hayat ilahi di dalamnya.

Tahap ketiga terjadi pada saat kegenapan waktu itu tiba yaitu Yerusalem Baru. Pada waktu itu, semua orang yang ditebus, dari Perjanjian Lama maupun dari Perjanjian Baru, akan tersusun menjadi satu sebagai ekspresi sempurna Allah Tritunggal. Dalam ekspresi sempurna ini, Kristus akan menjadi pelita dan Allah akan menjadi terang. Kristus akan diekspresikan dan dimuliakan melalui Yerusalem Baru, dan Allah Bapa juga akan diekspresikan dan dimuliakan dalam Putra melalui Yerusalem Baru. Haleluya, inilah pengharapan kita.


Sumber: Pelajaran-Hayat Yohanes, Buku 3, Berita 38




March 28, 2020, 06:08:28 AM
Reply #2125
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 27061
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16

http://arushayat.blogspot.com/2020/

http://arushayat.blogspot.com/2020/03/yohanes-minggu-19-sabtu.html


28 March 2020
Yohanes - Minggu 19 Sabtu

Pembacaan Alkitab: Yoh. 17:1-26
Doa baca: “Dan sekarang, ya Bapa, muliakanlah Aku di hadirat-Mu sendiri dengan kemuliaan yang Kumiliki di hadirat-Mu sebelum dunia ada.” (Yoh. 17:5)


Hayat yang Kekal


Putra mutlak sama dengan Bapa dalam kemuliaan. Ia memiliki kemuliaan ilahi bersama dengan Bapa sebelum dunia ada, yaitu dalam kekekalan yang lampau. Karena itu, sekarang Ia harus dimuliakan bersama Bapa di dalam kemuliaan itu karena Ia dan Bapa adalah satu (Yoh. 10:30). Bapa telah menyerahkan segala sesuatu kepada Putra. Bapa dan Putra tidak bisa dipisahkan. Karena itu, Bapa dimuliakan apabila Putra dimuliakan. Bapa adalah sumber, esens, asal usul, dan segala sesuatu pohon anggur. Pohon anggur yang adalah Putra tidak dapat dimuliakan dan diekspresikan tanpa adanya ranting-ranting, maka orang yang percaya pada Putra menjadi ekspresi dan kemuliaan Bapa.

Yohanes 17:2 mengatakan, “Sama seperti Engkau telah memberikan kepada-Nya kuasa atas segala yang hidup (hayat), demikian pula Ia akan memberikan hidup yang kekal kepada semua yang telah Engkau berikan kepada-Nya.” Ayat ini menunjukkan pekerjaan Tuhan. Pekerjaan Tuhan mencakup penciptaan, penguasaan, penebusan, dan penyaluran hayat. Karena itu, penciptaan-Nya bukanlah sebuah kebetulan. Allah Bapa mengasihi kita, memilih kita, bahkan memeteraikan kita. Kita adalah hadiah dari Bapa kepada Putra. Pemilihan-Nya atas diri kita adalah untuk penyaluran hayat yang kekal.

Apakah hayat yang kekal ini? Hayat yang kekal adalah hayat yang ilahi dengan fungsi khusus—mengenal Allah dan Kristus. Untuk mengenal persona ilahi, kita perlu memiliki hayat ilahi. Setiap orang beriman Perjaniian Baru telah mengenal Allah karena telah ada hayat Allah di dalam diri mereka. Oleh karena itu, Ibrani 8:11 mengatakan kita tidak perlu mengajar orang percaya dalam Perjanjian Baru untuk mengenal Allah karena hayat ilahi ini sudah ada di dalam diri kita. Marilah kita memuji Tuhan karena kita yang telah dipilih oleh Bapa juga menerima hayat kekal untuk mengenal diri Allah!


Sumber: Pelajaran-Hayat Yohanes, Buku 3, Berita 38




March 29, 2020, 05:27:26 AM
Reply #2126
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 27061
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16

http://arushayat.blogspot.com/2020/

http://arushayat.blogspot.com/2020/03/yohanes-minggu-19-sabtu.html

28 March 2020
Yohanes - Minggu 19 Sabtu

Pembacaan Alkitab: Yoh. 17:1-26
Doa baca: “Dan sekarang, ya Bapa, muliakanlah Aku di hadirat-Mu sendiri dengan kemuliaan yang Kumiliki di hadirat-Mu sebelum dunia ada.” (Yoh. 17:5)


Hayat yang Kekal


Putra mutlak sama dengan Bapa dalam kemuliaan. Ia memiliki kemuliaan ilahi bersama dengan Bapa sebelum dunia ada, yaitu dalam kekekalan yang lampau. Karena itu, sekarang Ia harus dimuliakan bersama Bapa di dalam kemuliaan itu karena Ia dan Bapa adalah satu (Yoh. 10:30). Bapa telah menyerahkan segala sesuatu kepada Putra. Bapa dan Putra tidak bisa dipisahkan. Karena itu, Bapa dimuliakan apabila Putra dimuliakan. Bapa adalah sumber, esens, asal usul, dan segala sesuatu pohon anggur. Pohon anggur yang adalah Putra tidak dapat dimuliakan dan diekspresikan tanpa adanya ranting-ranting, maka orang yang percaya pada Putra menjadi ekspresi dan kemuliaan Bapa.

Yohanes 17:2 mengatakan, “Sama seperti Engkau telah memberikan kepada-Nya kuasa atas segala yang hidup (hayat), demikian pula Ia akan memberikan hidup yang kekal kepada semua yang telah Engkau berikan kepada-Nya.” Ayat ini menunjukkan pekerjaan Tuhan. Pekerjaan Tuhan mencakup penciptaan, penguasaan, penebusan, dan penyaluran hayat. Karena itu, penciptaan-Nya bukanlah sebuah kebetulan. Allah Bapa mengasihi kita, memilih kita, bahkan memeteraikan kita. Kita adalah hadiah dari Bapa kepada Putra. Pemilihan-Nya atas diri kita adalah untuk penyaluran hayat yang kekal.

Apakah hayat yang kekal ini? Hayat yang kekal adalah hayat yang ilahi dengan fungsi khusus—mengenal Allah dan Kristus. Untuk mengenal persona ilahi, kita perlu memiliki hayat ilahi. Setiap orang beriman Perjaniian Baru telah mengenal Allah karena telah ada hayat Allah di dalam diri mereka. Oleh karena itu, Ibrani 8:11 mengatakan kita tidak perlu mengajar orang percaya dalam Perjanjian Baru untuk mengenal Allah karena hayat ilahi ini sudah ada di dalam diri kita. Marilah kita memuji Tuhan karena kita yang telah dipilih oleh Bapa juga menerima hayat kekal untuk mengenal diri Allah!


Sumber: Pelajaran-Hayat Yohanes, Buku 3, Berita 38




March 30, 2020, 06:39:39 AM
Reply #2127
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 27061
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16

http://arushayat.blogspot.com/2020/

http://arushayat.blogspot.com/2020/03/yohanes-minggu-20-senin.html

30 March 2020
Yohanes - Minggu 20 Senin

Pembacaan Alkitab: Yoh. 17:1-26
Doa baca: “Dan sekarang, ya Bapa, muliakanlah Aku di hadirat-Mu sendiri dengan kemuliaan yang Kumiliki di hadirat-Mu sebelum dunia ada.” (Yoh. 17:5)


Sang Sumber Hayat


Bagian kedua dari doa Tuhan Yesus pada Yohanes 17:6-24 berbicara mengenai kesatuan. Tujuan kesatuan ialah untuk kemuliaan Putra, supaya Putra dapat memuliakan Bapa. Umat dalam kesatuan ini meliputi semua murid, semua orang Allah pilih dan berikan kepada Tuhan Yesus, yaitu semua orang yang diberi hayat yang kekal oleh Tuhan. Karena itu, agar ada kesatuan, perlu ada pembangunan. Tidak akan ada kesatuan tanpa adanya pembangunan. Kesatuan bukan hanya sekedar menumpuk bahan melainkan menyusunnya dengan tepat.

Dalam Wahyu 22:20, Tuhan Yesus berkata, “Aku datang segera!” Namun, sampai saat ini Ia masih belum datang kembali. Hal ini disebabkan Dia masih menunggu adanya sebuah pembangunan yang sejati. Harus ada sekelompok orang yang mau menanggapi hati Tuhan dan rela melepaskan ciri khas mereka untuk dibangunkan bersama sebagai suatu kesatuan. Iblis begitu membenci pembangunan. Karena itu, Tuhan berdoa untuk hal ini di dalam Yohanes 17. Kesatuan yang sejati adalah pembangunan kaum beriman di dalam nama Bapa melalui hayat kekal. Hayat kekal adalah realitas nama Bapa. Yohanes 5:26 mengatakan, “Bapa mempunyai hidup (hayat) dalam diri-Nya sendiri.” Hal ini menunjukkan bahwa Bapa adalah Sang sumber hayat.

Sumber hayat adalah untuk perkembangan dan perlipatgandaan hayat. Dari Bapa, Sang sumber hayat, akan ada perkembangan dan perlipatgandaan, banyak putra dilahirkan untuk mengekspresikan Dia. Doa penutup yang dibicarakan oleh Tuhan Yesus adalah mengenai Bapa berkembang, melahirkan banyak putra untuk mengekspresikan Allah Tritunggal. Memahami bahwa Bapa memiliki hayat ilahi ini membawa kita untuk dapat lebih memahami Injil Yohanes. Ketika kita memanggil nama-Nya, kita bersatu dengan nama-Nya, juga bersatu dengan hayat ilahi-Nya.


Sumber: Pelajaran-Hayat Yohanes, Buku 3, Berita 39




March 31, 2020, 07:13:11 AM
Reply #2128
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 27061
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16

http://arushayat.blogspot.com/2020/

http://arushayat.blogspot.com/2020/03/yohanes-minggu-20-selasa.html

31 March 2020
Yohanes - Minggu 20 Selasa

Pembacaan Alkitab: Yoh. 17:1-26
Doa baca: “Sebab segala firman yang Engkau sampaikan kepada-Ku telah Kusampaikan kepada mereka dan mereka telah menerimanya. Mereka tahu benar-benar bahwa Aku datang dari Engkau dan mereka percaya bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku.” (Yoh. 17:8)


Dilahirkan Kembali oleh Firman


Tuhan Yesus berkata dalan Yohanes 17:6 bahwa, “Aku telah menyatakan nama-Mu kepada semua orang yang Engkau berikan kepada-Ku dari dunia.” Nama yang Ia maksud adalah nama Bapa. Nama Allah dan nama Yehova telah diwahyukan penuh kepada manusia, tetapi nama Bapa tidak diwahyukan. Nama Bapa baru diwahyukan di dalam Perjanjian Baru. Nama Bapa mewahyukan bahwa nama ini berkaitan dengan hayat. Ketika kita mengatakan, “Bapaku,” berarti kita memiliki hayat-Nya dan dilahirkan oleh-Nya.

Dalam Perjanjian Baru, Tuhan mewahyukan Allah sebagai Bapa yang melahirkan banyak putra lewat melahirkan kembali mereka dengan hayat-Nya. Inilah maksud dan tujuan-Nya. Karena Allah adalah Bapa kita dalam hayat, maka ketika kita memanggil Dia, “Abba, Bapa,” kita merasa begitu manis. Ketika kita merasakan kemanisan ini, kita tahu bahwa kitalah anak-Nya dan Ia benar-benar Bapa kita dalam hayat. Kristus datang dan bekerja dalam nama Bapa, yaitu dalam realitas Bapa. Karena Putra bersatu dengan Bapa, maka ketika Ia beserta dengan kaum beriman, Ia menyatakan Bapa kepada mereka dalam apa adanya Bapa. Ketika mereka melihat Putra, mereka juga melihat Bapa karena Bapa diekspresikan melalui diri Putra.

Putra memberitahukan nama Bapa kepada kaum beriman dengan menyalurkan hayat-Nya. Tuhan menggunakan dua macam firman untuk menyalurkan hayat yang kekal yaitu firman yang tetap (logos) dan firman yang seketika (rhema). Firman yang tetap adalah firman yang tertulis di dalam Alkitab, menjadi firman seketika ketika kita begitu tergerak oleh kalimat yang tertulis ini. Ketika menerima firman Allah, kita dilahirkan kembali oleh firman itu (1 Ptr. 1:23) dan kita menjadi anak-anak Allah.


Sumber: Pelajaran-Hayat Yohanes, Buku 3, Berita 39



April 01, 2020, 09:17:33 AM
Reply #2129
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 27061
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16

http://arushayat.blogspot.com/2020/

http://arushayat.blogspot.com/2020/04/yohanes-minggu-20-rabu.html

01 April 2020
Yohanes - Minggu 20 Rabu

Pembacaan Alkitab: Yoh. 17:1-26
Doa baca: “Aku tidak ada lagi di dalam dunia, tetapi mereka masih ada di dalam dunia, dan Aku datang kepada-Mu. Ya Bapa yang kudus, peliharalah mereka dalam nama-Mu, yaitu nama-Mu yang telah Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu sama seperti Kita.” (Yoh. 17:11)


Bapa yang Memelihara


Dipelihara dalam nama Bapa ialah dipelihara berdasarkan hayat Bapa, karena hanya yang lahir dari Bapa, dan memiliki hayat Bapa yang bisa berbagian dalam nama Bapa. Orang-orang yang telah dipilih oleh Bapa terpelihara melalui menikmati nama ini dan menjadi satu di dalam nama ini. Aspek pertama dari terbangunnya kaum berima ialah kesatuan di dalam nama Bapa dan berdasarkan hayat ilahi-Nya. Kaum beriman milik Putra masih perlu dipelihara yakni dipisahkan dari dunia agar mereka dikuduskan. Putra berdoa untuk hal ini kepada Bapa dan kita perlu senantiasa berada dalam nama Bapa supaya dapat terpelihara melalui hayat Bapa yang kudus.

Allah Tritunggal adalah satu dalam hayat ilahi, dalam sifat ilahi, dan dalam kemuliaan ilahi. Kesatuan ini harus menjadi teladan bagi kita. Kita perlu satu di dalam nama Bapa yaitu melalui hayat yang kekal. Kita tidak dapat membiarkan kesukaan atau kebencian kita mengontrol diri kita tetapi kita harus memperhatikan hayat yang ada di dalam kita. Karena kita bersama dengan kaum beriman lainnya telah memiliki hayat Bapa, bahkan tinggal di dalam hayat ini, kita telah dipersatukan dengan anak-anak Bapa yang lainnya. Kita menjadi satu dalam nama Bapa melalui menikmati diri Bapa sendiri. Inilah yang menjadi faktor kesatuan dari kaum beriman.

Kedudukan dan alasan yang pertama untuk kesatuan kita ialah kita semua adalah anak-anak Allah yang mempunyai hayat ilahi yang sama, dan Allah itulah Bapa kita bersama. Puji Tuhan karena kita adalah saudara dalam hayat Bapa! Karena inilah kita harus bersatu. Penuh sukacita adalah hasil dari kesatuan yang sejati. Ketika kita bersatu dalam nama Bapa melalui hayat Bapa, bersama-sama menikmati Bapa, kita akan dipenuhi oleh sukacita Tuhan di dalam kita. Keluapan sukacita dalam batin kita menimbulkan puji-pujian kita kepada Bapa.


Sumber: Pelajaran-Hayat Yohanes, Buku 3, Berita 39





 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)