Author Topic: Arus Hayat  (Read 94462 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

May 15, 2020, 09:16:08 AM
Reply #2170
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 25819
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16


http://arushayat.blogspot.com/2020/

http://arushayat.blogspot.com/2020/05/kisah-para-rasul-minggu-1-jumat.html

15 May 2020
Kisah Para Rasul - Minggu 1 Jumat

Pembacaan Alkitab: Kis. 1:1-5
Doa baca: “Kepada mereka Ia menunjukkan diri-Nya setelah penderitaan-Nya selesai, dan dengan banyak bukti Ia menunjukkan bahwa Ia hidup. Sebab selama empat puluh hari Ia berulang-ulang menampakkan diri dan berbicara kepada mereka tentang Kerajaan Allah.” (Kis. 1:3)


Tulang Punggung Perjanjian Baru


Kitab Kisah Para Rasul adalah tulang punggung perjanjian baru yang membaginya ke dalam dua bagian, yaitu Kitab-kitab Injil dan Surat-surat Rasuli dengan Kitab Wahyu. Keempat kitab Injil membicarakan Tuhan Yesus di bumi. Tetapi, Kitab Kisah Para Rasul menyingkapkan Kristus yang ada di surga. Di dalam Dia, Allah di bumi direndahkan, tetapi sekarang, di dalam Dia juga, manusia ditinggikan di surga. Inilah Kristus yang diwahyukan dalam Kitab Kisah Para Rasul, kitab yang terletak di antara Kitab Injil dengan Surat-surat Rasuli.

Dalam Kitab Injil kita memiliki penyingkapan dari Persona yang ajaib yaitu Allah yang kekal, Yang disebut dengan nama Yehova dalam perjanjian lama. Allah yang mahakuasa, Yehova yang kekal, Pencipta alam semesta dilahirkan sebagai Manusia-Allah, Dia adalah Allah yang lengkap dan manusia yang sempurna. Sebagai Manusia-Allah, Tuhan Yesus menempuh kehidupan manusia. Namun, manusia ini hidup oleh Allah dan dengan Allah. Kehidupan-Nya adalah suatu perbauran antara Allah dengan manusia. Hanya Tuhan Yesus yang menempuh kehidupan yang demikian. Kehidupan-Nya adalah ministri-Nya untuk menggenapkan apa yang telah dinubuatkan dan dilambangkan mengenai Dia dalam perjanjian lama. Setelah hidup di bumi selama tiga puluh tiga setengah tahun, Tuhan Yesus tahu bahwa Dia perlu menggenapkan kematian-Nya yang almuhit. Kematian-Nya menggenapkan segala sesuatu yang dituntut Allah untuk membersihkan alam semesta ini.

Setelah menggenapkan sepenuhnya tujuan Allah melalui kematian-Nya yang almuhit, Dia menjadi Juruselamat dan Penebus yang bangkit. Dalam kebangkitan-Nya, Dia menjadi Roh pemberi-hayat yang almuhit (1 Kor. 15:45) yang adalah perampungan akhir Allah Tritunggal yang mencapai umat tebusan-Nya.


Sumber: Pelajaran-Hayat Kisah Para Rasul, Buku 1, Berita 1




May 16, 2020, 09:42:27 AM
Reply #2171
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 25819
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16

http://arushayat.blogspot.com/2020/

http://arushayat.blogspot.com/2020/05/kisah-para-rasul-minggu-1-sabtu.html

16 May 2020
Kisah Para Rasul - Minggu 1 Sabtu

Pembacaan Alkitab: Kis. 1:1-5
Doa baca: “Kepada mereka Ia menunjukkan diri-Nya setelah penderitaan-Nya selesai, dan dengan banyak bukti Ia menunjukkan bahwa Ia hidup. Sebab selama empat puluh hari Ia berulang-ulang menampakkan diri dan berbicara kepada mereka tentang Kerajaan Allah.” (Kis. 1:3)


Di Atas Takhta Secara Ekonomikal dan di Dalam Kaum Beriman secara Esensial


Dengan singkat kita telah menyajikan wahyu yang lengkap tentang Kristus dalam empat kitab Injil. Kita perlu nampak gambaran yang demikian di dalam roh kita, bahwa Tuhan Yesus dikandung, bahwa Dia lahir dan hidup di bumi, bahwa Dia mati dan bangkit dan bahwa Dia sekarang di dalam kenaikan-Nya berada di surga.  Tidak mungkin kita menggambarkan Dia yang ajaib ini dengan sedikit kalimat saja. Kita memerlukan sejumlah besar kata untuk menggambarkan Dia yang sekarang berada di atas takhta di surga. Di dalam kebangkitan-Nya Dia menghembuskan diri-Nya sendiri ke dalam murid-murid secara esensial. Kemudian secara ekonomikal Dia naik ke surga.  Karena itu, secara ekonomikal Tuhan Yesus sekarang berada di surga sebagai Yang dimuliakan, dan secara esensial Dia berada di dalam murid-murid sebagai hayat. Jadi jika ada seseorang yang bertanya dimanakah Kristus hari ini? Cara menjawab pertanyaan ini adalah dengan berkata, “Secara esensial Kristus ada di dalam kita. dan secara ekonomikal Dia ada di atas takhta di surga. Juruselamat kita adalah Yang esensial dan juga Yang ekonomikal.

Banyak orang Kristen pada hari ini tidak menyadari bahwa Juruselamat kita adalah Yang esensial dan Yang ekonomikal. Betapa ajaib! Inilah wahyu yang mendahului Kitab Kisah Para Rasul. Kita perlu melihat wahyu saat membahas Kitab Kisah Para Rasul, karena setelah Kitab Kisah Para rasul kita juga memiliki Surat-surat Rasuli. Jika kita tidak memiliki pemahaman yang tepat tentang Kitab Kisah Para Rasul, kita tidak akan dapat memahami Surat-surat Rasuli dengan memadai. Karena itu, kita mohon Tuhan membuka Kitab Kisah Para Rasul ini kepada kita dan memberi kita pandangan yang jelas tentang apa yang diwahyukan di dalamnya.


Sumber: Pelajaran-Hayat Kisah Para Rasul, Buku 1, Berita 1





May 17, 2020, 05:39:28 AM
Reply #2172
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 25819
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16

http://arushayat.blogspot.com/2020/

http://arushayat.blogspot.com/2020/05/kisah-para-rasul-minggu-1-sabtu.html

16 May 2020
Kisah Para Rasul - Minggu 1 Sabtu

Pembacaan Alkitab: Kis. 1:1-5
Doa baca: “Kepada mereka Ia menunjukkan diri-Nya setelah penderitaan-Nya selesai, dan dengan banyak bukti Ia menunjukkan bahwa Ia hidup. Sebab selama empat puluh hari Ia berulang-ulang menampakkan diri dan berbicara kepada mereka tentang Kerajaan Allah.” (Kis. 1:3)


Di Atas Takhta Secara Ekonomikal dan di Dalam Kaum Beriman secara Esensial


Dengan singkat kita telah menyajikan wahyu yang lengkap tentang Kristus dalam empat kitab Injil. Kita perlu nampak gambaran yang demikian di dalam roh kita, bahwa Tuhan Yesus dikandung, bahwa Dia lahir dan hidup di bumi, bahwa Dia mati dan bangkit dan bahwa Dia sekarang di dalam kenaikan-Nya berada di surga.  Tidak mungkin kita menggambarkan Dia yang ajaib ini dengan sedikit kalimat saja. Kita memerlukan sejumlah besar kata untuk menggambarkan Dia yang sekarang berada di atas takhta di surga. Di dalam kebangkitan-Nya Dia menghembuskan diri-Nya sendiri ke dalam murid-murid secara esensial. Kemudian secara ekonomikal Dia naik ke surga.  Karena itu, secara ekonomikal Tuhan Yesus sekarang berada di surga sebagai Yang dimuliakan, dan secara esensial Dia berada di dalam murid-murid sebagai hayat. Jadi jika ada seseorang yang bertanya dimanakah Kristus hari ini? Cara menjawab pertanyaan ini adalah dengan berkata, “Secara esensial Kristus ada di dalam kita. dan secara ekonomikal Dia ada di atas takhta di surga. Juruselamat kita adalah Yang esensial dan juga Yang ekonomikal.

Banyak orang Kristen pada hari ini tidak menyadari bahwa Juruselamat kita adalah Yang esensial dan Yang ekonomikal. Betapa ajaib! Inilah wahyu yang mendahului Kitab Kisah Para Rasul. Kita perlu melihat wahyu saat membahas Kitab Kisah Para Rasul, karena setelah Kitab Kisah Para rasul kita juga memiliki Surat-surat Rasuli. Jika kita tidak memiliki pemahaman yang tepat tentang Kitab Kisah Para Rasul, kita tidak akan dapat memahami Surat-surat Rasuli dengan memadai. Karena itu, kita mohon Tuhan membuka Kitab Kisah Para Rasul ini kepada kita dan memberi kita pandangan yang jelas tentang apa yang diwahyukan di dalamnya.


Sumber: Pelajaran-Hayat Kisah Para Rasul, Buku 1, Berita 1






May 18, 2020, 04:46:27 AM
Reply #2173
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 25819
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16


http://arushayat.blogspot.com/2020/

http://arushayat.blogspot.com/2020/05/kisah-para-rasul-minggu-2-senin.html

 18 May 2020
Kisah Para Rasul - Minggu 2 Senin

Pembacaan Alkitab: Kis. 1:1-11; 7:55-56

Doa baca: “Lalu katanya, 'Sungguh, aku melihat langit terbuka dan Anak Manusia berdiri di sebelah kanan Allah.'” (Kis. 7:56)





Perkembangbiakan dan Aktivitas Kristus yang Bangkit dalam Kenaikan-Nya





Pokok Kitab Kisah Para Rasul adalah perkembangbiakan Kristus yang bangkit dalam kenaikan-Nya, oleh Roh itu, melalui murid-murid, untuk menghasilkan gereja-gereja — Kerajaan Allah. Kitab ini membahas perkembangbiakan Kristus yang bangkit. Kristus sedang melaksanakan perkembangbiakan ini di dalam kenaikan-Nya, oleh Roh itu, dan melalui murid-murid. Tujuan dari perkembangbiakan Kristus adalah menghasilkan gereja-gereja—Kerajaan Allah.



Perkembangbiakan dalam Kitab Kisah Para Rasul bukanlah perkembangbiakan Yesus. Dalam kitab ini kita tidak memiliki perkembangbiakan yang hanya dari Dia yang hidup di rumah seorang tukang kayu di Nazaret. Sebaliknya, dalam kitab ini kita nampak perkembangbiakan dari Dia yang bangkit, perkembangbiakan Kristus yang bangkit.



Perkembangbiakan Kristus yang bangkit ini dilaksanakan oleh Kristus di dalam kenaikan-Nya. Tuhan Yesus hidup di bumi selama tiga puluh tiga setengah tahun, tetapi sekarang Dia berada dalam kenaikan. Di dalam kenaikan-Nya, Tuhan sangat aktif. Jangan menyangka bahwa Kristus secara pasif duduk di atas takhta, mengamati situasi yang kasihan di bumi dan merasa kecewa karenanya. Tidak, di dalam kenaikan-Nya, Kristus aktif dengan cara yang sangat positif. Sebagai Dia yang naik, Dia sekarang sedang melakukan banyak hal.



Sebagai Kristus yang naik yang sedang melaksanakan perkembangbiakan-Nya, pekerjaan utama-Nya bukanlah berperang. Sebaliknya, pekerjaan Tuhan yang naik ini adalah mengembangbiakkan diri-Nya sendiri ke seluruh bumi. Di dalam pemulihan Tuhan kita memiliki orang-orang yang berbeda-beda warna kulitnya: hitam, putih, coklat, kuning, dan merah. Kita semua adalah bagian dari perkembangbiak-an Kristus. Kita telah dihasilkan oleh Kristus yang bangkit di dalam kenaikan-Nya.





Sumber: Pelajaran-Hayat Kisah Para Rasul, Buku 1, Berita 2




May 21, 2020, 07:09:02 AM
Reply #2174
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 25819
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16

http://arushayat.blogspot.com/2020/

http://arushayat.blogspot.com/2020/05/kisah-para-rasul-minggu-2-kamis.html

21 May 2020
Kisah Para Rasul - Minggu 2 Kamis

Pembacaan Alkitab: Kis. 1:1-26
Doa baca: “Hai Teofilus, dalam bukuku yang pertama aku menulis tentang segala sesuatu yang dikerjakan dan diajarkan Yesus, sampai pada hari Ia diangkat ke surga. Sebelum itu Ia telah memberi perintah-Nya melalui ROH KUDUS kepada rasul-rasul yang dipilih-Nya.” (Kis. 1:1-2)


Pendahuluan dan Persiapan


Kitab Kisah Para Rasul memiliki tiga bagian utama: pendahuluan (1:1-2), persiapan (1:3-26), dan perkembangbiakan (2:1–28:31). Dari bagian pendahuluan kita bisa melihat bahwa kitab ini ditulis oleh Lukas, yaitu dari gaya penulisan Injil Lukas dan Kitab Kisah Para Rasul. Lukas adalah orang bukan Yahudi (Kol. 4:14) yang adalah seorang tabib. Mulai dari Troas, ia bergabung dengan Paulus. Ia adalah teman setia Paulus sampai saat Paulus mati martir. Selain itu, kitab ini ditulis kepada Teofilus. Nama ini dalam bahasa Yunani berarti “dikasihi Allah”, atau “teman Allah”. Kitab ini adalah kelanjutan dari Injil Lukas yang dapat dibuktikan dengan membandingkan Kisah Para Rasul 1:1-2 dengan Lukas 1:1-4.

Bagian persiapan memberi tahu kita tentang persiapan-persiapan di pihak Tuhan dan di pihak murid-murid. Kristus mempersiapkan murid-murid di dalam kebangkitan-Nya (Kis. 1:3-8), Dia membicarakan hal-hal mengenai Kerajaan Allah kepada mereka (ay. 3) dan memerintahkan mereka untuk menunggu baptisan ROH KUDUS (ay. 4-8). Setelah kenaikan Kristus, dalam ayat 9-11, kita memiliki persiapan murid-murid (ay. 12-26). Murid-murid bertekun dalam doa (ay. 12-14) dan kemudian memilih Matias (ay. 15-26). Sebelum Tuhan naik ke surga, Dia melakukan sesuatu yang lebih jauh untuk mempersiapkan murid-murid-Nya. Meskipun mereka telah bersama-Nya selama tiga setengah tahun, mereka masih belum sepenuhnya siap. Dari hal ini kita nampak bahwa kita tidak dapat melakukan suatu pekerjaan yang cepat untuk menyempurnakan orang-orang kudus di dalam pemulihan Tuhan. Sama seperti seseorang harus menempuh pendidikan dari taman kanak-kanak sampai perguruan tinggi, semua perlu waktu. Marilah kita menempuh penyempurnaan dari Tuhan ini.


Sumber: Pelajaran-Hayat Kisah Para Rasul, Buku 1, Berita 3




May 22, 2020, 07:05:30 AM
Reply #2175
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 25819
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16

http://arushayat.blogspot.com/2020/

http://arushayat.blogspot.com/2020/05/kisah-para-rasul-minggu-2-jumat.html

22 May 2020
Kisah Para Rasul - Minggu 2 Jumat

Pembacaan Alkitab: Kis. 1:1-26; Mat. 16:13-20
Doa baca: “Kata Yesus kepadanya: 'Berbahagialah engkau Simon anak Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di surga.'” (Mat. 16:17)


Keperluan akan Penerangan Surgawi


Hari ini kita sedang berperang melawan kebutaan rohani. Banyak yang memiliki gelar doktor bahasa Yunani, tetapi secara rohani, mereka sama sekali buta. Mereka mengenal dengan cara ilmiah, tetapi tidak mengetahui apa yang Tuhan katakan. Tidak peduli betapa banyak gelar yang dapat kita miliki atau betapa banyak pengetahuan kita, kita masih perlu merendahkan diri dan memohon kepada Tuhan untuk mendatangkan wahyu-Nya. Maka itu, kita masih memerlukan penerangan surgawi untuk melihat wahyu ilahi dalam Perjanjian Baru.

Dalam kitab-kitab Injil, Tuhan Yesus meluangkan waktu tiga setengah tahun bersama murid-murid-Nya dan Dia sangat sabar terhadap mereka. Terhadap Petrus, Tuhan Yesus melakukan apa yang dapat Dia lakukan dengan penuh kesabaran dan simpati. Kita mungkin merasa simpati kepada Petrus sewaktu membaca catatan dalam Matius 16. Meskipun demikian, Petrus bukanlah seorang yang “gugur” dari “perguruan tinggi” Tuhan. Bahkan ketika Petrus menyangkal-Nya, Tuhan Yesus tetap sabar (Mat. 26:33-34). Meskipun Petrus menyangkal Tuhan tiga kali, Tuhan tidak kecewa, karena pengalaman Petrus adalah bagian dari “pelajaran perguruan tinggi” itu.

Akhirnya, Petrus menerima pemahaman ini bukan selama tiga setengah tahun bersama Tuhan, tetapi setelah Tuhan ditransfigurasi dari daging menjadi Roh. Ketika Tuhan berada dalam daging, Dia benar-benar tidak sukses dalam mengajar Petrus, karena Dia tidak dapat masuk untuk berhuni ke dalamnya. Maka itu, terhadap Petrus dan murid-murid, Tuhan Yesus tidak berdaya dalam rupa daging untuk mengembangbiakkan diri-Nya yaitu menyalurkan diri-Nya ke dalam manusia sebagai hayat. Tetapi puji Tuhan, hari ini kita telah melewati waktu tersebut dan memiliki Dia yang berhuni dalam kita sebagai Roh itu.


Sumber: Pelajaran-Hayat Kisah Para Rasul, Buku 1, Berita 3




May 23, 2020, 05:46:26 AM
Reply #2176
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 25819
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16


http://arushayat.blogspot.com/2020/

http://arushayat.blogspot.com/2020/05/kisah-para-rasul-minggu-2-sabtu.html

23 May 2020
Kisah Para Rasul - Minggu 2 Sabtu

Pembacaan Alkitab: Kis. 1:1-26
Doa baca: “Kepada mereka Ia menunjukkan diri-Nya setelah penderitaan-Nya selesai, dan dengan banyak tanda Ia menunjukkan bahwa Ia hidup. Sebab selama empat puluh hari Ia berulang-ulang menampakkan diri dan berbicara kepada mereka tentang Kerajaan Allah.” (Kis. 1:3)


Penyertaan-Nya yang Tidak Terlihat 


Tuhan menyatakan diri-Nya hidup dengan tujuan melatih murid-murid utuk mempraktikkan dan menikmati penyertaan-Nya yang tidak kelihatan. Setelah Tuhan menghembuskan diri-Nya ke dalam murid-murid, Dia tidak pernah meninggalkan mereka secara esensial. Tetapi, secara ekonomikal Dia menampakkan diri dan kemudian menghilang. Selama empat puluh hari Tuhan menampakkan diri kepada murid-murid. Dalam Alkitab empat puluh hari adalah waktu pengujian dan penderitaan (Ul. 9:9, 18; 1 Raj. 19:8). Empat puluh adalah angka pengujian, pembuktian, pencobaan, pendidikan. Selama empat puluh hari, Tuhan menampakkan diri dan menghilang untuk menguji dan melatih murid-murid. Penyertaan Tuhan yang tidak kelihatan itu untuk melatih murid-murid menyadari dan menikmati kehadiran-Nya yang tidak kelihatan secara berkesinambungan

Murid-murid sudah terbiasa dengan penyertaan Kristus yang kelihatan. Selama tiga setengah tahun Dia telah menyertai mereka dengan kelihatan dalam daging (Yoh.13:23). Tiba-tiba penyertaan-Nya yang terlihat itu diambil. Meskipun penyertaan Tuhan yang rohani itu tidak kelihatan, ini lebih riil dan penting daripada penyertaan-Nya yang terlihat. Penyertaan-Nya yang tidak terlihat itu tidak ada unsur ruang dan waktu. Penyertaan-Nya yang tidak terlihat itu ada di mana-mana. Di mana pun kita berada, penyertaan Tuhan yang tidak terlihat itu mengikuti kita.

Karena murid-murid itu tidak terbiasa dengan penyertaan Tuhan yang tidak terlihat, maka Tuhan tinggal bersama-sama mereka secara ekonomikal selama empat puluh hari, menampakkan diri dan menghilang. Dengan cara ini Dia melatih mereka dan kita hari ini untuk mempraktikkan dan menikmati penyertaan-Nya yang tidak terlihat itu.


Sumber: Pelajaran-Hayat Kisah Para Rasul, Buku 1, Berita 3





May 24, 2020, 09:48:21 AM
Reply #2177
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 25819
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16

http://arushayat.blogspot.com/2020/

http://arushayat.blogspot.com/2020/05/kisah-para-rasul-minggu-2-sabtu.html

23 May 2020
Kisah Para Rasul - Minggu 2 Sabtu

Pembacaan Alkitab: Kis. 1:1-26
Doa baca: “Kepada mereka Ia menunjukkan diri-Nya setelah penderitaan-Nya selesai, dan dengan banyak tanda Ia menunjukkan bahwa Ia hidup. Sebab selama empat puluh hari Ia berulang-ulang menampakkan diri dan berbicara kepada mereka tentang Kerajaan Allah.” (Kis. 1:3)


Penyertaan-Nya yang Tidak Terlihat 


Tuhan menyatakan diri-Nya hidup dengan tujuan melatih murid-murid utuk mempraktikkan dan menikmati penyertaan-Nya yang tidak kelihatan. Setelah Tuhan menghembuskan diri-Nya ke dalam murid-murid, Dia tidak pernah meninggalkan mereka secara esensial. Tetapi, secara ekonomikal Dia menampakkan diri dan kemudian menghilang. Selama empat puluh hari Tuhan menampakkan diri kepada murid-murid. Dalam Alkitab empat puluh hari adalah waktu pengujian dan penderitaan (Ul. 9:9, 18; 1 Raj. 19:8). Empat puluh adalah angka pengujian, pembuktian, pencobaan, pendidikan. Selama empat puluh hari, Tuhan menampakkan diri dan menghilang untuk menguji dan melatih murid-murid. Penyertaan Tuhan yang tidak kelihatan itu untuk melatih murid-murid menyadari dan menikmati kehadiran-Nya yang tidak kelihatan secara berkesinambungan

Murid-murid sudah terbiasa dengan penyertaan Kristus yang kelihatan. Selama tiga setengah tahun Dia telah menyertai mereka dengan kelihatan dalam daging (Yoh.13:23). Tiba-tiba penyertaan-Nya yang terlihat itu diambil. Meskipun penyertaan Tuhan yang rohani itu tidak kelihatan, ini lebih riil dan penting daripada penyertaan-Nya yang terlihat. Penyertaan-Nya yang tidak terlihat itu tidak ada unsur ruang dan waktu. Penyertaan-Nya yang tidak terlihat itu ada di mana-mana. Di mana pun kita berada, penyertaan Tuhan yang tidak terlihat itu mengikuti kita.

Karena murid-murid itu tidak terbiasa dengan penyertaan Tuhan yang tidak terlihat, maka Tuhan tinggal bersama-sama mereka secara ekonomikal selama empat puluh hari, menampakkan diri dan menghilang. Dengan cara ini Dia melatih mereka dan kita hari ini untuk mempraktikkan dan menikmati penyertaan-Nya yang tidak terlihat itu.


Sumber: Pelajaran-Hayat Kisah Para Rasul, Buku 1, Berita 3







May 25, 2020, 11:28:31 AM
Reply #2178
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 25819
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16


http://arushayat.blogspot.com/2020/

http://arushayat.blogspot.com/2020/05/kisah-para-rasul-minggu-3-senin.html

25 May 2020
Kisah Para Rasul - Minggu 3 Senin

Pembacaan Alkitab: Kis. 1:1-26
Doa baca: “Kepada mereka Ia menunjukkan diri-Nya setelah penderitaan-Nya selesai, dan dengan banyak bukti Ia menunjukkan bahwa Ia hidup. Sebab selama empat puluh hari Ia berulang-ulang menampakkan diri dan berbicara kepada mereka tentang Kerajaan Allah.” (Kis. 1:3)


Kerajaan Allah dan Perkembangluasannya


Kita nampak selama empat puluh hari Tuhan berbicara kepada murid-murid mengenai Kerajaan Allah. Lukas tidak memberi tahu kita secara terperinci sebaliknya dengan sederhana mengatakan bahwa Dia berbicara kepada mereka tentang Kerajaan Allah. Untuk mengenal Kerajaan Allah, kita memerlukan pemahaman rohani, pandangan rohani. Tanpa pandangan rohani, tidak mungkin kita dapat mengenal Kerajaan Allah. Orang-orang yang kekurangan pandangan rohani mungkin mengira bahwa masuk ke dalam Kerajaan Allah adalah pergi ke surga. Umumnya, ini adalah konsepsi alamiah dari manusia yang jatuh mengenai Kerajaan Allah.

Pada titik ini kita perlu mengajukan satu pertanyaan penting: Apakah Kerajaan Allah itu? Kerajaan Allah bukanlah satu kerajaan material yang terlihat oleh mata manusia, namun adalah suatu kerajaan hayat ilahi, perkembangluasan Kristus sebagai hayat ke dalam kaum beriman-Nya. Kerajaan Allah adalah pengaturan, pemerintahan Allah dengan semua berkat dan kenikmatannya.

Kerajaan ini kelak akan menjadi Kerajaan Kristus dan Allah bagi kaum beriman pemenang untuk diwarisi dan dinikmati pada zaman kerajaan yang akan datang, sehingga mereka dapat memerintah bersama Kristus selama seribu tahun (Why. 20:4, 6). Kemudian, sebagai kerajaan kekal, kerajaan ini akan menjadi berkat kekal dari hayat kekal Allah untuk dinikmati seluruh umat tebusan Allah dalam langit baru dan bumi baru sampai selama-lamanya (Why. 21:1-4; 22:1-5, 14, 17).

Zaman ini, Kerajaan Allah adalah realitas gereja yang dihasilkan oleh hayat kebangkitan Kristus melalui Injil. Kelahiran kembali merupakan pintu masuknya (Yoh. 3:5), dan pertumbuhan hayat ilahi kita adalah perkembangannya (2 Ptr. 1:3-11).


Sumber: Pelajaran-Hayat Kisah Para Rasul, Buku 1, Berita 4





May 26, 2020, 10:57:32 AM
Reply #2179
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 25819
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16

http://arushayat.blogspot.com/2020/

http://arushayat.blogspot.com/2020/05/kisah-para-rasul-minggu-3-selasa.html

26 May 2020
Kisah Para Rasul - Minggu 3 Selasa

Pembacaan Alkitab: Kis. 1:1-26
Doa baca: “Pada suatu hari ketika Ia makan bersama-sama dengan mereka, Ia melarang mereka meninggalkan Yerusalem, dan menyuruh mereka tinggal di situ menantikan janji Bapa, yang sebagaimana dikatakan-Nya, telah kamu dengar dari Aku.” (Kis. 1:4)


Pencurahan Roh Ekonomikal


Kerajaan Allah adalah Juruselamat itu sendiri (Luk. 17:21) sebagai benih hayat yang ditaburkan ke dalam kaum beriman-Nya, umat pilihan Allah (Mrk. 4:3, 26), dan berkembang menjadi suatu alam di mana Allah dapat memerintah di dalam hayat ilahi-Nya. Pintu masuk ke dalam kerajaan ini adalah kelahiran kembali dan perkembangan kerajaan ini adalah pertumbuhan hayat ilahi kaum beriman. Kerajaan Allah adalah kehidupan gereja hari ini, yang di dalamnya kaum beriman yang setia hidup (Rm. 14:17), dan kerajaan ini akan berkembang ke dalam kerajaan yang akan datang sebagai suatu pahala warisan (Gal. 5:21; Ef. 5:5) bagi orang-orang kudus yang menang di dalam Kerajaan Seribu Tahun. Akhirnya, kerajaan ini akan rampung dalam Yerusalem Baru sebagai Kerajaan kekal Allah, dan alam kekal berkat kekal dari hayat kekal Allah untuk dinikmati seluruh umat tebusan Allah di dalam langit baru dan bumi baru sampai selama-lamanya.

Dalam mempersiapkan murid-murid, Tuhan Yesus harus membantu mereka untuk mendapatkan pemahaman yang tepat mengenai Kerajaan Allah. Murid-murid harus sudah nampak bahwa mereka adalah bagian dari perkembangbiakan, perkembangluasan Kristus, dan adalah bagian dari Kerajaan Allah.

Dalam Kisah Para Rasul 1:4-8 Tuhan Yesus menyuruh murid-murid untuk menantikan baptisan ROH KUDUS. Janji dalam Kisah Para Rasul 1:4 adalah janji Yoel 2:28-29, yang digenapi pada hari Pentaskosta, untuk pencurahan sebagai kuat kuasa dari tempat tinggi bagi ministri kaum beriman secara ekonomikal. Janji Bapa dalam Kisah Para Rasul 1:4 digenapi empat puluh hari setelah kebangkitan-Nya, pada hari Pentakosta.


Sumber: Pelajaran-Hayat Kisah Para Rasul, Buku 1, Berita 4





 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)