Author Topic: Arus Hayat  (Read 99072 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

August 08, 2020, 05:33:02 AM
Reply #2240
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 27388
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16


http://arushayat.blogspot.com/2020/08

http://arushayat.blogspot.com/2020/08/kisah-para-rasul-minggu-13-sabtu.html

08 August 2020
Kisah Para Rasul - Minggu 13 Sabtu

Pembacaan Alkitab: Kis.9:1-19
Kidung #597


Bejana Pilihan


Doa baca: “Jawab Ananias, ‘Tuhan, dari banyak orang telah kudengar tentang orang itu, betapa banyaknya kejahatan yang dilakukannya terhadap orang-orang kudus-Mu di Yerusalem. Lagi pula di sini dia memperoleh kuasa dari imam-imam kepala untuk menangkap semua orang yang memanggil nama-Mu’” (Kis. 9:13-14)


Tuhan mengutus Ananias, salah satu anggota Tubuh-Nya, untuk pergi kepada Saulus, membawa Saulus masuk ke dalam kesatuan Tubuh Kristus. Kristus, membantu dia menyadari bahwa orang beriman yang beroleh selamat memerlukan anggota-anggota Tubuh Kristus.

Dalam 9:12 Tuhan memberi tahu Ananias bahwa Saulus “dalam suatu penglihatan ia melihat bahwa seorang yang bernama Ananias masuk ke dalam dan menumpangkan tangannya ke atasnya, supaya ia dapat melihat lagi.” Saulus yang buta menerima penglihatannya kembali berarti dia mendapatkan keselamatan yang sempurna. Hal ini sangat penting bagi Saulus, khususnya supaya mata batiniahnya tercelik sehingga nampak perkara-perkara Allah tentang rahasia dan ekonomi-Nya.

Dalam ayat 13-14 menyeru nama Tuhan adalah tanda bagi para pengikut Tuhan pada waktu sebermula (1 Kor. 1:2). Seruan ini tentunya cukup nyaring, sehingga orang lain dapat mendengarnya demikian seruan itu menjadi suatu tanda. Karena Saulus adalah bejana pilihan Allah, maka sejak di dalam kandungan ibunya ia telah dipilih dan dipanggil oleh Tuhan (Gal. 1:15). Tuhan berdaulat atas segala sesuatu, menurut pemilihan-Nya dalam kekekalan, Dia dapat membuat seorang penganiaya yang paling kejam menjadi suatu bejana, namun kemudian menjadi rasul yang terkemuka, untuk merampungkan amanat-Nya dalam pemberitaan Injil dan menempuh jalan yang pernah ia tentang dan aniaya. Akhirnya, dalam ministri Injilnya yang menang, Saulus si penentang, menjadi tawanan Kristus di dalam barisan yang merayakan kemenangan Kristus atas semua musuh-Nya (2 Kor. 2:14).


Sumber: Pelajaran-Hayat Kisah Para Rasul, Buku 1, Berita 25






August 09, 2020, 12:08:02 PM
Reply #2241
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 27388
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16


http://arushayat.blogspot.com/2020/

http://arushayat.blogspot.com/2020/08/kisah-para-rasul-minggu-13-sabtu.html

08 August 2020
Kisah Para Rasul - Minggu 13 Sabtu

Pembacaan Alkitab: Kis.9:1-19
Kidung #597


Bejana Pilihan


Doa baca: “Jawab Ananias, ‘Tuhan, dari banyak orang telah kudengar tentang orang itu, betapa banyaknya kejahatan yang dilakukannya terhadap orang-orang kudus-Mu di Yerusalem. Lagi pula di sini dia memperoleh kuasa dari imam-imam kepala untuk menangkap semua orang yang memanggil nama-Mu’” (Kis. 9:13-14)


Tuhan mengutus Ananias, salah satu anggota Tubuh-Nya, untuk pergi kepada Saulus, membawa Saulus masuk ke dalam kesatuan Tubuh Kristus. Kristus, membantu dia menyadari bahwa orang beriman yang beroleh selamat memerlukan anggota-anggota Tubuh Kristus.

Dalam 9:12 Tuhan memberi tahu Ananias bahwa Saulus “dalam suatu penglihatan ia melihat bahwa seorang yang bernama Ananias masuk ke dalam dan menumpangkan tangannya ke atasnya, supaya ia dapat melihat lagi.” Saulus yang buta menerima penglihatannya kembali berarti dia mendapatkan keselamatan yang sempurna. Hal ini sangat penting bagi Saulus, khususnya supaya mata batiniahnya tercelik sehingga nampak perkara-perkara Allah tentang rahasia dan ekonomi-Nya.

Dalam ayat 13-14 menyeru nama Tuhan adalah tanda bagi para pengikut Tuhan pada waktu sebermula (1 Kor. 1:2). Seruan ini tentunya cukup nyaring, sehingga orang lain dapat mendengarnya demikian seruan itu menjadi suatu tanda. Karena Saulus adalah bejana pilihan Allah, maka sejak di dalam kandungan ibunya ia telah dipilih dan dipanggil oleh Tuhan (Gal. 1:15). Tuhan berdaulat atas segala sesuatu, menurut pemilihan-Nya dalam kekekalan, Dia dapat membuat seorang penganiaya yang paling kejam menjadi suatu bejana, namun kemudian menjadi rasul yang terkemuka, untuk merampungkan amanat-Nya dalam pemberitaan Injil dan menempuh jalan yang pernah ia tentang dan aniaya. Akhirnya, dalam ministri Injilnya yang menang, Saulus si penentang, menjadi tawanan Kristus di dalam barisan yang merayakan kemenangan Kristus atas semua musuh-Nya (2 Kor. 2:14).


Sumber: Pelajaran-Hayat Kisah Para Rasul, Buku 1, Berita 25






August 10, 2020, 07:13:42 AM
Reply #2242
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 27388
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16


http://arushayat.blogspot.com/2020/

http://arushayat.blogspot.com/2020/08/kisah-para-rasul-minggu-14-senin.html


10 August 2020
Kisah Para Rasul - Minggu 14 Senin

 

Pembacaan Alkitab: Kis. 9:1-19

Kidung Suplemen #822

 

 

Doa Tuntas Saulus

 

 

Doa baca: “Firman Tuhan, 'Bangkitlah dan pergilah ke jalan yang bernama Jalan Lurus, dan carilah di rumah Yudas seorang dari Tarsus yang bernama Saulus, sedang berdoa.'” (Kis. 9:11)

 

 

Kisah Para Rasul 9:9 mengatakan bahwa Saulus selama tiga hari tidak dapat melihat dan selama itu juga tidak makan dan minum. Apakah yang ia lakukan selama tiga hari itu? Jawaban pertanyaan ini ditemukan dalam Firman Tuhan kepada Ananias yang tercatat dalam ayat 11 “Bangkitlah dan pergilah ke jalan yang bernama Jalan Lurus, dan carilah di rumah Yudas seorang dari Tarsus yang bernama Saulus. Ia sedang berdoa.” Di sini kita melihat bahwa dalam tiga hari itu, Saulus berdoa. Ia tidak dapat melihat apa-apa, dan ia tidak makan dan minum apa-apa. Apa yang dapat ia lakukan adalah berdoa.

 

Saya percaya bahwa ketika Saulus berdoa, ia berusaha menganalisis Yesus, mencari tahu siapakah Dia itu. Saulus mungkin berkata kepada dirinya sendiri, “Aku tahu bahwa Yesus telah dikubur, tetapi Ia berbicara kepadaku dari langit. Bagaimana mungkin hal ini terjadi? Yesus berkata bahwa aku sedang menganiaya Dia. Bagaimana mungkin Dia berada di antara mereka yang aku aniaya?” Selama tiga hari itu Paulus pasti berdoa tentang perkara-perkara ini. Saulus mungkin terus memikirkan kenaikan Tuhan yang menunjukkan inkarnasi, kehidupan insani, kematian, dan kebangkitan-Nya. Saulus mungkin mulai menyadari bahwa sebagai Dia yang sekarang berada di surga itu, Tuhan telah melalui proses inkarnasi, kehidupan insani, kematian, kebangkitan, dan kenaikan.

 

Kita perlu terkesan dengan fakta bahwa selama tiga hari itu Saulus tidak makan atau minum. Apa yang ia lakukan adalah berdoa. Sewaktu ia sedang berdoa, wahyu mengenai Kristus “dipertontonkan” ke dalam dirinya. Saulus melihat suatu pemandangan yang ajaib dari Tuhan pada televisi surgawi ini. Saulus tidak lagi memiliki keraguan tentang kebangkitan Kristus. Ia juga percaya kepada inkarnasi dan kematian-Nya.

 

 

Sumber: Pelajaran-Hayat Kisah Para Rasul, Buku 1, Berita 26






August 11, 2020, 07:17:56 AM
Reply #2243
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 27388
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16

http://arushayat.blogspot.com/2020/

http://arushayat.blogspot.com/2020/08/kisah-para-rasul-minggu-14-selasa.html


11 August 2020
Kisah Para Rasul - Minggu 14 Selasa

 

Pembacaan Alkitab: Kis. 9:1-19

Kidung #785

 

 

Mengenal Kehidupan Tubuh

 

 

Doa baca: “Tetapi Firman Tuhan kepadanya, 'Pergilah, sebab orang ini adalah alat pilihan bagi-Ku untuk memberitakan nama-Ku di hadapan bangsa-bangsa lain serta raja-raja dan orang-orang Israel. Aku sendiri akan menunjukkan kepadanya, betapa banyak penderitaan yang harus ia tanggung oleh karena nama-Ku.'” (Kis. 9:15-16)

 

 

Saulus bukan hanya melihat bahwa Yesus adalah Yehova, Juruselamat, yang telah mati dan bangkit; ia juga melihat bahwa Tuhan Yesus adalah satu dengan para pengikut-Nya. Ketika Tuhan menampakkan diri kepada Saulus, Dia berkata kepadanya, “Mengapa engkau menganiaya Aku?” “Aku” dalam 9:4 adalah korporat, yang terdiri dari Tuhan Yesus dan semua orang beriman-Nya.

 

Pengalaman Saulus terhadap Aku yang korporat, Kristus dan Tubuh, pasti telah memberi satu kesan yang dalam pada dirinya dan mempengaruhi ministrinya di kemudian hari mengenai Kristus dan gereja. Pengalaman itu meletakkan satu fondasi bagi ministrinya.

 

Segera setelah Saulus diselamatkan, Tuhan mulai mendidiknya mengenai Tubuh. Inilah sebabnya Dia berkata kepada Saulus, “Bangunlah dan pergilah ke dalam kota, di sana akan dikatakan kepadamu, apa yang harus kauperbuat” (9:6). Ketika Saulus datang ke Yerusalem dan berusaha bergabung dengan murid-murid, “semuanya takut kepadanya, karena mereka tidak percaya bahwa ia juga seorang murid” (ayat 26). Situasi yang demikian itu membuat dia perlu diteguhkan oleh satu wakil dari Tubuh.

 

Ketika Tuhan menyuruh Ananias mencari Saulus, Ananias tidak mau berhubungan dengan Saulus (ayat 13). Namun karena perkataan Tuhan dalam ayat 15-16, Ananias mendatangi Saulus. Jika Tuhan tidak menyuruh Ananias mencari Saulus, tidak ada satu pun orang beriman yang akan mengakui Saulus sebagai seorang saudara. Melalui Ananias, Tuhan memberikan pengajaran yang sangat baik kepada Saulus mengenai praktik kehidupan Tubuh.

 

 

Sumber: Pelajaran-Hayat Kisah Para Rasul, Buku 1, Berita 26







August 12, 2020, 05:36:20 AM
Reply #2244
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 27388
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16


http://arushayat.blogspot.com/2020/

http://arushayat.blogspot.com/2020/08/kisah-para-rasul-minggu-14-rabu.html

12 August 2020
Kisah Para Rasul - Minggu 14 Rabu

 

Pembacaan Alkitab: Kis. 9:1-19; Kol. 1;25; 2 Kor.4:7

Kidung #425

 

 

Satu Bejana Pilihan

 

 

Doa baca: “Tetapi Firman Tuhan kepadanya, 'Pergilah, sebab orang ini adalah alat pilihan bagi-Ku untuk memberitakan nama-Ku di hadapan bangsa-bangsa lain serta raja-raja dan orang-orang Israel.’" (Kis. 9:15)

 

 

Dalam 9:15 kita melihat bahwa Saulus dari Tarsus adalah satu bejana pilihan. Ketika membaca Kitab Suci kita mungkin kurang memperhatikan kata “bejana”, satu istilah rohani yang penting. Bejana adalah satu wadah, berbeda dengan alat atau senjata.

 

Dalam surat Rasul Paulus ada satu penekanan yang kuat tentang pentingnya bejana. Misalnya, Roma 9:23 membicarakan tentang Allah menyatakan “kekayaan kemuliaan-Nya atas bejana-bejana belas kasihan-Nya yang telah dipersiapkan untuk kemuliaan.” Di sini terdapat pemikiran bahwa manusia dijadikan Allah sebagai bejana untuk menampung Dia. Dalam 2 Korintus 4:7 Paulus kembali membicarakan tentang bejana: “Tetapi harta ini kami miliki dalam bejana tanah liat, supaya nyata bahwa kekuatan yang melimpah-limpah itu berasal dari Allah, bukan dari diri kami.” Kemudian dalam 2 Timotius 2:20 ia berkata, “Dalam rumah yang besar bukan hanya terdapat perabot dari emas dan perak, melainkan juga dari kayu dan tanah; yang pertama dipakai untuk maksud yang mulia dan yang terakhir untuk maksud yang kurang mulia.” Maksud Allah dalam menyelamatkan Saulus dari Tarsus adalah untuk memenuhi dia dengan diri-Nya sendiri dan kemudian membuat dia menjadi satu bejana yang luar biasa.

 

Saulus dari Tarsus dipilih Tuhan untuk menjadi bejana-Nya. Kita semua perlu melihat pentingnya Saulus sebagai satu bejana pilihan. Dalam kehidupan dan tulisan Paulus kita dapat melihat tiga unsur kebudayaan barat unsur Ibrani, unsur Yunani, dan unsur Roma. Karena ia adalah susunan dari tiga unsur ini, ia cocok sebagai satu bejana untuk menampung dan menyampaikan Kristus yang almuhit. Paulus layak menjadi satu bejana yang demikian.

 

 

Sumber: Pelajaran-Hayat Kisah Para Rasul, Buku 1, Berita 26







August 13, 2020, 05:36:31 AM
Reply #2245
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 27388
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16


http://arushayat.blogspot.com/2020/

http://arushayat.blogspot.com/2020/08/kisah-para-rasul-minggu-14-kamis.html

13 August 2020
Kisah Para Rasul - Minggu 14 Kamis

 

Pembacaan Alkitab: Kis. 9:20-30

Kidung #54

 

 

Perpalingan dan Pemberitaan Paulus

 

 

Doa baca: “Ketika itu juga ia memberitakan Yesus di rumah-rumah ibadat, dan mengatakan bahwa Yesus adalah Anak Allah.” (Kis. 9:20)

 

 

Kisah Para Rasul 9:19-20 menunjukkan bahwa dalam jangka waktu yang sangat singkat, Saulus berpaling kepada Tuhan dengan sempurna. Dulunya ia adalah seorang penganiaya, tetapi ia berpaling kepada Tuhan dan menjadi satu bejana untuk menampung Kristus dan menyuplaikan Dia kepada orang lain. Mungkin tidak ada seorang pun yang pernah berpaling kepada Tuhan Yesus lebih cepat daripada Saulus dari Tarsus.

 

Ayat 20 juga memberikan catatan yang singkat dan sederhana mengenai pemberitaan Paulus, yaitu ia “mengatakan bahwa Yesus, Dia ini adalah Anak Allah” (Tl.). Ia juga membuktikan bahwa “Dia” ini adalah Kristus. Istilah “Dia” ini memiliki makna yang limpah. Dia ini adalah Dia yang ia aniaya, Dia yang ditentang dan dihakimi oleh para penguasa agama Yahudi. Dia ini juga adalah Dia yang kepada-Nya banyak orang yang percaya dan ikuti. Alasan Saulus memakai istilah “Dia” ini sebagai penekanannya adalah agar pendengarnya mengenal tentang Yesus dan tentang apa yang sedang terjadi dengan Saulus dan dengan kaum beriman.

 

Mengenai Kristus yang almuhit ada dua aspek utama: aspek persona-Nya, yaitu Anak Allah, dan aspek pekerjaan-Nya, yaitu Kristus (Kis. 9:20-22). Sebagai Anak Allah, Tuhan Yesus adalah Dia yang ilahi, bahkan Allah itu sendiri (Yoh. 5:18). Tetapi, semua penentang menganggap Dia hanya sebagai seorang manusia saja. Mereka tidak menyadari bahwa Yesus ini juga ilahi, bahwa Dia adalah Anak Allah. Dia adalah Dia dengan sumber ilahi yang unik. Di rumah-rumah ibadat di Damsyik, Saulus memberitakan Yesus adalah Anak Allah, Dia adalah Anak Manusia, meskipun demikian, Dia adalah Anak Allah. Orang-orang Yahudi tidak senang dan tidak tahan mendengar pemberitaan Saulus. Karena itu, mereka menentang pemberitaan Saulus juga ingin membunuhnya karena mereka menganggap itu adalah penghujatan (Kis. 9:24).

 

 

Sumber: Pelajaran-Hayat Kisah Para Rasul, Buku 1, Berita 27






August 14, 2020, 05:23:43 AM
Reply #2246
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 27388
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16

http://arushayat.blogspot.com/2020/

http://arushayat.blogspot.com/2020/08/kisah-para-rasul-minggu-14-jumat.html


14 August 2020
Kisah Para Rasul - Minggu 14 Jumat

 

Pembacaan Alkitab: Kis. 9:20-30; Mat.16:15; Yoh. 20:31

Kidung #663

 

 

Menyeru Nama Tuhan

 

 

Doa baca: “Dan siapa saja yang berseru kepada nama Tuhan akan diselamatkan.” (Kis. 2:21)

 

 

Dalam Perjanjian Baru, menyeru nama Tuhan mulanya disinggung oleh Petrus (Kis. 2:21) pada hari Pentakosta sebagai penggenapan nubuat Yoel. Penggenapan ini berhubungan dengan pencurahan Roh almuhit secara ekonomikal oleh Allah ke atas umat pilihan-Nya supaya mereka dapat berbagian dalam yobel Perjanjian Baru. Nubuat Yoel dan penggenapannya tentang yobel Perjanjian Baru Allah memiliki dua aspek. Pada aspek Allah, Dia mencurahkan Roh-Nya dalam kenaikan Kristus yang bangkit. Pada aspek kita, kita menyeru nama Tuhan yang naik ke surga, yang telah merampungkan semua, mencapai semua, dan mendapatkan semua.

 

Menyeru nama Tuhan sangatlah perlu bagi kita, orang-orang beriman dalam Kristus, agar kita dapat berbagian dan menikmati Kristus yang almuhit dengan segala yang telah Dia rampungkan, capai, dan dapatkan (1 Kor. 1:2). Menyeru nama Tuhan adalah praktik yang utama dalam ekonomi Perjanjian Baru Allah yang memungkinkan kita menikmati Allah Tritunggal yang telah melalui proses untuk keselamatan kita yang sempurna (Rm. 10:10-13). Praktik ini terdapat juga pada perkataan Paulus kepada Timotius dalam 2 Timotius 2:22 yang menunjukkan bahwa pada masa sebermula, semua pencari Tuhan adalah orang-orang yang menyeru nama Tuhan.

 

Istilah Yunani untuk “berseru kepada” (Kis. 2:21) adalah epikaleo, yang terdiri atas epi yang berarti kepada, dan kaleo yang berarti berseru (dengan menyebut nama), yaitu memanggil dengan suara yang terdengar bahkan dengan nyaring, seperti yang dilakukan Stefanus (Kis. 7:59-60). Selain itu, Kisah Para Rasul 2:21 membicarakan tentang berseru kepada nama Tuhan. Nama mengacu kepada personanya. Yesus adalah nama Tuhan, dan Roh itu adalah persona-Nya. Ketika kita menyeru, “Tuhan Yesus,” kita menerima Roh itu. Puji Tuhan!

 

 

Sumber: Pelajaran-Hayat Kisah Para Rasul, Buku 1, Berita 27







August 16, 2020, 04:25:03 PM
Reply #2247
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 27388
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16




http://arushayat.blogspot.com/2020/

http://arushayat.blogspot.com/2020/08/kisah-para-rasul-minggu-14-sabtu.html

15 August 2020
Kisah Para Rasul - Minggu 14 Sabtu

 

Pembacaan Alkitab: Kis. 9:20-30; 1 Yoh.4:2-3

Kidung #57

 

 

Yesus Adalah Allah dan Manusia

 

 

Doa baca: “Dengan inilah kita mengenal Roh Allah: Setiap roh yang mengaku bahwa Yesus Kristus telah datang sebagai manusia, berasal dari Allah, dan setiap roh yang tidak mengaku Yesus, tidak berasal dari Allah. Roh itu adalah roh antikristus dan tentang dia telah kamu dengar bahwa ia akan datang dan sekarang ini ia sudah ada di dalam dunia.” (1 Yoh. 4:2-3)

 

 

Sebagian orang Kristen hari ini tidak percaya kepada keinsanian Tuhan Yesus dengan tepat. Ada yang mengira setelah kebangkitan-Nya, Tuhan menanggalkan keinsanian-Nya. Kita perlu memberitakan keinsanian Tuhan Yesus.

 

Stefanus dalam Kisah Para Rasul 7:56, “melihat langit terbuka dan Anak Manusia berdiri di sebelah kanan Allah.” Ia melihat Tuhan yang naik ke surga itu sebagai seorang manusia.

 

Perkataan Tuhan kepada imam besar dalam Matius 26:64: “Mulai sekarang kamu akan melihat Anak Manusia duduk di sebelah kanan Yang Mahakuasa dan datang di atas awan-awan di langit,” adalah bukti lebih lanjut bahwa Tuhan Yesus dalam kenaikan-Nya masih memiliki keinsanian-Nya, bahkan saat kedatangan-Nya kembali di atas awan-awan, Ia masih tetap Anak Manusia. Karena itu, Tuhan adalah manusia bukan hanya di bumi sebelum ketersaliban-Nya, tetapi juga di surga di sebelah kanan Allah setelah kebangkitan dan kenaikan-Nya.

 

Dalam Yohanes 1:51 Tuhan Yesus berkata kepada Natanael, “Sesungguhnya Aku berkata kepadamu, engkau akan melihat langit terbuka dan malaikat-malaikat Allah naik turun kepada Anak Manusia.” Kristus sebagai Anak Manusia, dengan keinsanian-Nya, adalah tangga yang didirikan di bumi yang mejulang ke langit. Ini berarti dalam kekekalan, Kristus masih sebagai Anak Manusia. Karena itu, Dia selama-lamanya memiliki keilahian dan keinsanian. Puji syukur atas Tuhan kita, Dia adalah Allah dan manusia. Kita patut menjunjung tinggi kebenaran ini, kita perlu menolak segala bidah yang tidak mengakui Dia adalah Allah dan manusia.

 

 

Sumber: Pelajaran-Hayat Kisah Para Rasul, Buku 1, Berita 27





August 17, 2020, 10:14:53 AM
Reply #2248
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 27388
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16


http://arushayat.blogspot.com/2020/

http://arushayat.blogspot.com/2020/08/kisah-para-rasul-minggu-15-senin.html

17 August 2020
Kisah Para Rasul - Minggu 15 Senin

 

Pembacaan Alkitab: Kis. 9:34-35

Suplemen #611

 

 

Satu Gereja Universal

 

 

Doa baca: “Selama beberapa waktu jemaat di seluruh Yudea, Galilea dan Samaria berada dalam keadaan damai. Jemaat itu dibangun dan hidup dalam takut akan Tuhan. Jumlahnya makin bertambah besar oleh pertolongan dan penghiburan ROH KUDUS.” (Kis. 9:31)

 

 

Kisah Para Rasul 9:31 mengatakan, ada gereja-gereja di Yudea, Galilea, dan Samaria. Karena pada waktu itu gereja hanya meluas ke tiga provinsi ini, kata “seluruh” mencakup semua tempat di mana gereja berada, maka di sini digunakan istilah “gereja” dalam bentuk tunggal ini dalam arti universal. Tetapi pasti ada gereja-gereja dalam arti lokal di sejumlah kota dalam ketiga provinsi tersebut. Ayat 31 mengatakan bahwa mereka tetap berada dalam damai secara batini, meskipun ada penganiayaan di luar.

 

Dengan berada dalam keadaan damai di tengah-tengah penganiayaan, gereja itu dibangun. Pembangunan ini terjadi setelah pendirian gereja. Kita juga diberi tahu bahwa gereja di provinsi-provinsi ini hidup dalam takut akan Tuhan. Meskipun ada penganiayaan, gereja tidak takut kepada manusia, tetapi takut kepada Tuhan, takut kalau-kalau gereja bersalah kepada Tuhan karena terpukul atau tertakluk oleh penganiayaan; juga takut kalau-kalau gereja berdosa kepada Tuhan dalam perkara yang lain. Menurut 9:31, gereja juga hidup dalam penghiburan ROH KUDUS. Ini menunjukkan bahwa gereja sedang menderita kesusahan karena penganiayaan,tetapi dalam keadaan itu gereja tetap hidup dalam takut akan Tuhan dan menikmati penghiburan ROH KUDUS. Ayat ini membicarakan tentang “jemaat di seluruh Yudea, Galilea, dan Samaria.” Tidak peduli betapa Galilea itu sangat diremehkan dan tidak peduli betapa Samaria ditolak oleh orang-orang Yahudi di Yerusalem, gereja-gereja yang dibangun di daerah itu semuanya harus dianggap sebagai satu gereja. Secara lokal, ada gereja-gereja, tetapi secara universal, semua gereja ini adalah gereja. Di sini kita memiliki satu wahyu yang mendasar mengenai keesaan gereja secara universal.

 

 

Sumber: Pelajaran-Hayat Kisah Para Rasul, Buku 2, Berita 28






August 18, 2020, 05:06:19 AM
Reply #2249
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 27388
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16


http://arushayat.blogspot.com/2020/

http://arushayat.blogspot.com/2020/08/kisah-para-rasul-minggu-15-selasa.html

18 August 2020
Kisah Para Rasul - Minggu 15 Selasa

 

Pembacaan Alkitab: Kis. 9:32-43

Kidung #209

 

 

Penyebaran Ministri Petrus

 

 

Doa baca: “Kata Petrus kepadanya, 'Eneas, Yesus Kristus menyembuhkan engkau; bangkitlah dan bereskanlah tempat tidurmu!' Seketika itu juga bangkitlah orang itu. Semua penduduk Lida dan Saron melihat dia, lalu mereka berbalik kepada Tuhan.” (Kis. 9:34-35)

 

 

Kisah Para Rasul 9:32 mengatakan, “Pada waktu itu Petrus berjalan keliling, mengadakan kunjungan kemana-mana. Ia singgah juga kepada orang-orang kudus yang tinggal di Lida.” Sewaktu ia berada di Lida, Petrus menyembuhkan, “seorang bernama Eneas, yang telah delapan tahun terbaring di tempat tidur karena lumpuh” (ay. 33). Petrus berkata kepadanya, “‘Eneas, Yesus Kristus menyembuhkan engkau; bangkitlah dan bereskanlah tempat tidurmu!’ Seketika itu juga bangkitlah orang itu. Semua penduduk Lida dan Saron melihat dia, lalu mereka berbalik kepada Tuhan” (ayat 34-35).

 

Dalam 9:36-43 terdapat kesembuhan atau kebangkitan Dorkas di Yope. Istilah “kebangkitan” sebagai ungkapan tegas, tidak dipakai disini. Karena itu lebih baik mengatakan bahwa melalui Petrus ia disembuhkan atau dihidupkan.

 

Dalam 9:32-34 kita melihat Petrus dalam ministrinya di luar Yerusalem, bahkan di luar Yudea, yakni di satu daerah yang agak berhubungan dengan bangsa bukan Yahudi. Ketika Petrus berada di Yope, ia tidak jauh dari Kaisarea, yang adalah pusat pemerintahan Romawi. Ini berarti Petrus telah bergerak jauh dari Yerusalem, pusat agama Yahudi, ke Kota Kaisarea, kota tempat salah satu gubernur Romawi tinggal. Karena Yope dekat dengan Kaisarea, kota itu menjadi satu batu loncatan bagi Petrus untuk membuka pintu kerajaan bagi bangsa bukan Yahudi. Karena itu, tinggalnya Petrus di Yope merupakan satu persiapan baginya untuk pergi ke rumah Kornelius, dan memakai kunci kedua yang diberikan kepadanya oleh Tuhan untuk membuka pintu itu, supaya bangsa bukan Yahudi dapat masuk ke dalam kerajaan. Seperti yang akan kita lihat, di Kaisarea Petrus membuka pintu bagi bangsa Romawi untuk masuk ke dalam Kerajaan Allah.

 

 

Sumber: Pelajaran-Hayat Kisah Para Rasul, Buku 2, Berita 28






 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)