Author Topic: Arus Hayat  (Read 70030 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

March 22, 2013, 04:54:25 AM
Reply #30
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 19615
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
Quote
http://arushayat.blogspot.com/
http://arushayat.blogspot.com/2013/03/efesus-minggu-26-jumat.html

22 March 2013
Efesus - Minggu 26 Jumat

Pembacaan Alkitab: Ef. 5:25-30


Adam dan Hawa tergabung menjadi satu satuan yang lengkap. Seprinsip dengan itu, Kristus dan gereja juga tergabung menjadi satu satuan yang lengkap. Jadi, gereja ialah belahan Kristus yang lain. Adam dengan Hawa menjadi satu daging, tetapi Kristus dan gereja adalah satu roh (1 Kor. 6:17). Kita dapat berkata kepada Tuhan, “Tuhan Yesus, tanpa gereja, Engkau hanya separuh. Engkau tidak lengkap. Demikian pula, tanpa Engkau, kami tidak lengkap.” Terpujilah Tuhan, ketika Kristus dan gereja disatukan, terjadilah satu satuan yang lengkap!

Kristus merawat gereja dengan segala kekayaan Bapa. Kristus ialah wujud kepenuhan ke-Allahan. Maka, segala kekayaan Allah berada di dalam Dia, dan Dia menikmati kekayaan itu. Lalu Ia merawat gereja dengan kekayaan ke-Allahan yang Ia nikmati sendiri.

Hal ini terbukti dalam Yohanes 15. Dalam pasal ini Tuhan Yesus mengatakan bahwa Dia adalah pokok anggur dan Bapa adalah pengusahanya, penggarap, penanam, atau petani. Kita, kaum beriman dalam Kristus, adalah ranting-rantingnya. Pohon anggur merawat ranting-rantingnya dengan apa yang diserapnya dari tanah. Allah Bapa ialah tanah, air dan segala sesuatu bagi Kristus yang menjadi pokok anggur. Pokok anggur menyerap kekayaan dari tanah dan air, mencernanya lalu menyalurkannya kepada ranting-rantingnya. Itulah artinya merawat atau memberi makan. Kristus merawat gereja dengan kekayaan Bapa yang telah diserap dan dicerna-Nya. Melalui merawat gereja, keperluan batiniah gereja dipenuhi oleh Kristus.

Memang benar mengatakan Kristus merawat gereja dengan hayat dan firman-Nya. Tetapi sumbernya bukanlah hayat atau firman, melainkan Bapa. Apa yang diterima Kristus dari Bapa menjadi hayat dan suplai hayat yang terwujud dalam firman. Karena itu, firman adalah firman hayat, bahkan roti hayat atau suplai hayat. Bila kita hari ini ingin menerima perawatan Kristus, kita wajib tinggal di dalam-Nya untuk menyerap unsur-Nya ke dalam diri kita sebagai hayat dan suplai hayat. Untuk mengalami hal ini secara riil, kita perlu berkontak dengan firman hidup dari hari ke hari, sebab firman ialah wujud hayat dan suplai hayat. Semakin kita tinggal di dalam Tuhan dan berkontak dengan firman, kita akan semakin mengalami perawatan-Nya. Inilah cara Kristus merawat gereja.

Ketika kita dirawat dengan hayat dan suplai hayat, kita akan bertumbuh dan dibasuh. Dalam berita berikutnya kita akan nampak bahwa firman yang merawat juga adalah firman yang membasuh. Air yang kita minum membersihkan setiap bagian dalam diri kita. Ketika kita tinggal dalam Tuhan untuk menerima kekayaan Bapa, dan ketika kita berkontak dengan firman untuk menerima hayat dan suplai hayat, kita akan dirawat oleh Kristus. Dengan cara inilah Kristus merawat gereja yang dikasihi-Nya.


Sumber: Pelajaran-Hayat Efesus, Buku 3, Berita 53
March 23, 2013, 04:54:32 AM
Reply #31
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 19615
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
Quote
http://arushayat.blogspot.com/
http://arushayat.blogspot.com/2013/03/efesus-minggu-26-sabtu.html

23 March 2013
Efesus - Minggu 26 Sabtu

Pembacaan Alkitab: Yoh. 3:29-30


Menurut Perjanjian Baru, perhatian Kristus terhadap gereja memiliki dua aspek: Aspek batin adalah merawat, dan aspek lahir adalah memelihara. Dirawat berarti ada sesuatu yang disalurkan ke dalam diri kita, sedang dipelihara berarti kita dihangatkan dan dihibur dari luar. Pemeliharaan berkaitan dengan lingkungan. Dalam lingkungan atau keadaan sekitar kita Tuhan Yesus sering seperti hembusan angin yang sejuk dan lembut meniupi diri kita. Ketika angin yang sejuk dan lembut ini bertiup, kita akan merasakan kesejukan yang lembut. Walau hal ini terjadi dalam lingkungan, tetapi hal itu merupakan suatu hal yang lebih tinggi daripada lingkungan itu sendiri; bahkan melebihi penyertaan Tuhan. Ketika penyertaan Tuhan menjadi satu angin yang lembut, itu berarti kita mengalami pemeliharaan-Nya. Pemeliharaan ini meliputi kesejukan, penghiburan, dan perhentian.

Kita dapat mengalami atmosfer yang sedemikian dalam sidang-sidang gereja. Begitu kita masuk ke dalam atmosfer ini, kita akan dipelihara oleh penyertaan Tuhan. Melalui atmosfer yang dihasilkan oleh penyertaan pengeraman Tuhan inilah Ia memelihara gereja-Nya. Berada dalam iklim, atmosfer, dan lingkungan demikian memberi kita perhentian, penghiburan, penyembuhan, pembasuhan, dan dorongan. Tidak ada atmosfer lain dapat dibandingkan dengan atmosfer sidang-sidang gereja. Karena itulah saya tidak ingin melewatkan sidang gereja walau sekali.

Perawatan dan pemeliharaan berjalan seiring. Melalui perawatan kita menikmati suplai hayat di batin, dan melalui pemeliharaan kita mengalami atmosfer penyejukan dan penghiburan di lahir. Bila kita berada dalam suatu atmosfer pemeliharaan, kita dapat menyerap setiap perkataan ministri. Ini menunjukkan bahwa di bawah pemeliharaan kita akan menerima perawatan. Sebuah gereja yang terawat dan terpelihara sedemikian rupa pasti akan menjadi perkasa dan sehat.

Bila kita terkesan dengan berbagai aspek dari lambang rahasia Kristus dan gereja yang diungkapkan dalam Efesus 5 ini, kita tidak saja akan memiliki hidup gereja yang wajar, juga memiliki kehidupan pernikahan yang wajar. Para istri akan tahu apakah yang menjadi tanggung jawab mereka, begitu pula para suami. Beban Paulus di sini ialah membahas hidup gereja dan kehidupan pernikahan. Dalam tulisannya ini Paulus tidak memisahkan kehidupan pernikahan dari hidup gereja. Sebaliknya, ia menyatukan keduanya itu, sebab ia tahu bahwa kehidupan pernikahan sebenarnya adalah bagian dari hidup gereja. Tanpa kehidupan pernikahan yang wajar, sulitlah ada hidup gereja yang wajar. Kita bersyukur kepada Tuhan bahwa melalui hidup gereja yang wajar, maka kehidupan pernikahan kita pun menjadi wajar. Alangkah ajaibnya! Demikianlah lambang rahasia Kristus dan gereja!


Sumber: Pelajaran-Hayat Efesus, Buku 3, Berita 53
March 24, 2013, 04:59:14 AM
Reply #32
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 19615
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
Quote
http://arushayat.blogspot.com/
http://arushayat.blogspot.com/2013/03/efesus-minggu-26-sabtu.html

23 March 2013
Efesus - Minggu 26 Sabtu

Pembacaan Alkitab: Yoh. 3:29-30


Menurut Perjanjian Baru, perhatian Kristus terhadap gereja memiliki dua aspek: Aspek batin adalah merawat, dan aspek lahir adalah memelihara. Dirawat berarti ada sesuatu yang disalurkan ke dalam diri kita, sedang dipelihara berarti kita dihangatkan dan dihibur dari luar. Pemeliharaan berkaitan dengan lingkungan. Dalam lingkungan atau keadaan sekitar kita Tuhan Yesus sering seperti hembusan angin yang sejuk dan lembut meniupi diri kita. Ketika angin yang sejuk dan lembut ini bertiup, kita akan merasakan kesejukan yang lembut. Walau hal ini terjadi dalam lingkungan, tetapi hal itu merupakan suatu hal yang lebih tinggi daripada lingkungan itu sendiri; bahkan melebihi penyertaan Tuhan. Ketika penyertaan Tuhan menjadi satu angin yang lembut, itu berarti kita mengalami pemeliharaan-Nya. Pemeliharaan ini meliputi kesejukan, penghiburan, dan perhentian.

Kita dapat mengalami atmosfer yang sedemikian dalam sidang-sidang gereja. Begitu kita masuk ke dalam atmosfer ini, kita akan dipelihara oleh penyertaan Tuhan. Melalui atmosfer yang dihasilkan oleh penyertaan pengeraman Tuhan inilah Ia memelihara gereja-Nya. Berada dalam iklim, atmosfer, dan lingkungan demikian memberi kita perhentian, penghiburan, penyembuhan, pembasuhan, dan dorongan. Tidak ada atmosfer lain dapat dibandingkan dengan atmosfer sidang-sidang gereja. Karena itulah saya tidak ingin melewatkan sidang gereja walau sekali.

Perawatan dan pemeliharaan berjalan seiring. Melalui perawatan kita menikmati suplai hayat di batin, dan melalui pemeliharaan kita mengalami atmosfer penyejukan dan penghiburan di lahir. Bila kita berada dalam suatu atmosfer pemeliharaan, kita dapat menyerap setiap perkataan ministri. Ini menunjukkan bahwa di bawah pemeliharaan kita akan menerima perawatan. Sebuah gereja yang terawat dan terpelihara sedemikian rupa pasti akan menjadi perkasa dan sehat.

Bila kita terkesan dengan berbagai aspek dari lambang rahasia Kristus dan gereja yang diungkapkan dalam Efesus 5 ini, kita tidak saja akan memiliki hidup gereja yang wajar, juga memiliki kehidupan pernikahan yang wajar. Para istri akan tahu apakah yang menjadi tanggung jawab mereka, begitu pula para suami. Beban Paulus di sini ialah membahas hidup gereja dan kehidupan pernikahan. Dalam tulisannya ini Paulus tidak memisahkan kehidupan pernikahan dari hidup gereja. Sebaliknya, ia menyatukan keduanya itu, sebab ia tahu bahwa kehidupan pernikahan sebenarnya adalah bagian dari hidup gereja. Tanpa kehidupan pernikahan yang wajar, sulitlah ada hidup gereja yang wajar. Kita bersyukur kepada Tuhan bahwa melalui hidup gereja yang wajar, maka kehidupan pernikahan kita pun menjadi wajar. Alangkah ajaibnya! Demikianlah lambang rahasia Kristus dan gereja!


Sumber: Pelajaran-Hayat Efesus, Buku 3, Berita 53
March 25, 2013, 05:03:27 AM
Reply #33
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 19615
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
Quote
http://arushayat.blogspot.com/
http://arushayat.blogspot.com/2013/03/efesus-minggu-27-senin.html

25 March 2013
Efesus - Minggu 27 Senin

Pembacaan Alkitab: Ef. 5:25-27


Dalam berita ini kita akan meninjau aspek ketiga tentang Kristus dan gereja, yaitu aspek pengudusan melalui pembasuhan. Kristus menguduskan gereja melalui membasuhnya (5:25-27). Maksud Kristus dalam menyerahkan diri-Nya kepada gereja ialah untuk menguduskannya; tidak saja memisahkannya bagi diri-Nya dari perkara-perkara yang lazim, tetapi juga meresapinya dengan diri-Nya sendiri agar ia dapat menjadi jodoh-Nya. Hal ini digenapkan melalui membasuhnya dengan pembasuhan air dalam firman (ayat 26 Tl.).

Kristus menguduskan gereja, agar Ia dapat mempersembahkan gereja kepada diri-Nya sendiri. Dulu, Kristus menyerahkan diri-Nya bagi gereja, sekarang, Ia menguduskan gereja, dan kelak Ia akan mempersembahkan gereja kepada diri-Nya sendiri sebagai jodoh-Nya demi kepuasan-Nya. Karena itu, kasih adalah untuk pengudusan, dan pengudusan untuk persembahan.

Kasih Kristus bagi gereja dan penyerahan diri-Nya baginya adalah untuk penebusan dan penyaluran hayat. Menurut Yohanes 19:34, darah dan air keluar dari rusuk Tuhan yang tertikam. Darah untuk penebusan, air untuk penyaluran hayat agar gereja dapat dihasilkan. Dalam Efesus 5:25 kita nampak gereja dihasilkan melalui kasih Kristus dan penyerahan diri-Nya baginya.

Setelah gereja dihasilkan, gereja perlu pengudusan. Proses pengudusan meliputi penjenuhan, pengubahan, pertumbuhan, dan pembangunan. Walaupun pengudusan meliputi pemisahan, tetapi aspek utama pengudusan ialah penjenuhan. Gereja perlu dijenuhi dengan segala apa adanya Kristus. Penjenuhan diikuti oleh pengubahan, pertumbuhan, dan pembagunan. Melalui proses pengudusan, berikut segala aspeknya yang sedemikian, gereja menjadi lengkap dan sempurna, yaitu menjadi realitas dari apa yang dilambangkan oleh Hawa dalam Kejadian 2.

Sesudah Hawa selesai dipersiapkan bagi Adam melalui dibangun dari rusuk Adam, ia dipersembahkan kepada Adam, sumber asal usulnya. Demikian pula, gereja akan dipersembahkan kepada Kristus yang adalah sumbernya. Persembahan ini bukan dilakukan oleh Allah, melainkan oleh Kristus sendiri. Ayat 27 mengatakan bahwa Kristus akan mempersembahkan gereja kepada diri-Nya sendiri sebagai gereja yang mulia. Maka Ia sekaligus menjadi yang mempersembahkan dan yang menerima.

Tanpa pemisahan, penjenuhan, pengubahan, pertumbuhan, dan pembangunan, tidak mungkin gereja menjadi sempurna dan bertumbuh mencapai ukuran perawakan kepenuhan Kristus. Hanya melalui suatu proses pengudusan yang almuhit barulah gereja menjadi lengkap dan mencapai ukuran perawakan kepenuhan Kristus, sehingga Kristus dapat mempersembahkan satu gereja yang sempurna bagi diri-Nya sendiri.


Sumber: Pelajaran-Hayat Efesus, Buku 3, Berita 54
March 27, 2013, 04:35:21 AM
Reply #34
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 19615
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
Quote
http://arushayat.blogspot.com/
arushayat.blogspot.com/2013/03/efesus-minggu-27-selasa.html

26 March 2013
Efesus - Minggu 27 Selasa

Pembacaan Alkitab: Ef. 5:25-27


Dalam berita ini kita perlu memikirkan pengudusan yang almuhit atas gereja. Dalam sidang-sidang gereja kita telah dirawat dari dalam dan dipelihara dari luar. Kita pun telah dikuduskan. Tidak banyak di antara kita yang telah dipisahkan kepada Tuhan hanya melalui waktu-waktu pribadi kita dengan Tuhan. Sebaliknya, kebanyakan dari kita telah dipisahkan dari dunia kepada Allah melalui bantuan yang kita terima dalam sidang-sidang gereja. Kita perlu dirawat dan dipelihara agar dapat dipisahkan dari dunia. Ketika kita dipisahkan, kita pun dijenuhi. Perawatanlah yang mendatangkan penjenuhan. Lagi pula, semakin kita dipelihara oleh suasana dalam sidang, kita akan semakin rela meninggalkan hal-hal dunia. Melalui pemeliharaan kita justru akan kehilangan selera terhadap hal-hal itu; sebab kita menyadari bahwa hal-hal itu menyebabkan kita dingin terhadap Tuhan. Pemeliharaan juga membantu kita untuk dijenuhi Kristus. Penjenuhan ini dengan spontan akan menghasilkan pengubahan. Anda mungkin tidak merasa telah diubah berapa banyak, tetapi orang lain tahu. Mereka dapat melihat perubahan itu dalam hayat dan kehidupan Anda.

Sekarang kita harus melihat cara Tuhan menguduskan kita. Dalam ayat 26 Paulus mengatakan bahwa Kristus menguduskan gereja melalui membasuhnya dengan air dalam firman (Tl.). Menurut konsepsi ilahi, air di sini ditujukan kepada pengaliran hayat Allah, yang dilambangkan oleh air yang mengalir (Kel. 17:6; 1 Kor. 10:4; Yoh. 7:38-39; Why. 21:6; 22:1, 17). Pembasuhan air di sini berbeda dengan pembasuhan darah penebusan Kristus. Darah penebusan membasuh dosa-dosa kita (1 Yoh. 1:7; Why. 7:14), sedangkan air hayat membasuh cacat hayat alamiah dari manusia kita yang usang, itulah cacat cela hayat alamiah dari manusia lama kita, seperti “cacat atau kerut atau yang serupa itu” (ayat 27). Dalam menyisihkan dan menguduskan gereja, Tuhan terlebih dulu membasuh dosa-dosa kita dengan darah-Nya (Ibr. 13:12), dan kemudian membasuh cacat alamiah kita dengan hayat-Nya. Kita sekarang berada dalam proses pembasuhan ini, supaya gereja boleh menjadi kudus dan tanpa cacat (ayat 27).

Jika kita memiliki perawatan dan pemeliharaan tanpa pembasuhan, masalah kita akan tetap ada pada kita. Perawatan dan pemeliharaan Tuhan selalu mendatangkan pembasuhan-Nya. Dalam proses metabolis rohani yang dibawakan oleh pembasuhan ini, “kuman-kuman” dalam diri kita dibunuh, dan hal-hal negatif pun terenyah. Melalui perawatan dan pemeliharaan serta pembasuhan, kita akan menjadi sehat dan perkasa. Dalam sidang gereja, pembasuhan ini terjadi dalam kita tanpa kita sadari. Semakin kita dirawat dan dipelihara dalam sidang-sidang gereja, kita akan semakin dibasuh bersih secara metabolis.

Pembasuhan berarti pengudusan. Pengudusan oleh pembasuhan air hayat ialah di dalam firman. Ini menunjukkan bahwa dalam firman ada air hayat, yang dilambangkan oleh bejana pembasuhan di antara mezbah dan Kemah Pertemuan (Kel. 38:8; 40:7). Dalam bahasa Yunani, kata “pembasuhan” dalam ayat 26 berarti bejana pembasuhan. Istilah Yunani ini dipakai dalam Septuagin untuk menerjemahkan kata Ibrani yang berarti bejana pembasuhan. Dalam Perjanjian Lama, para imam membasuh diri mereka dari kekotoran bumiah melalui bejana pembasuhan itu (Kel. 30:18-21). Kini air pembasuhan ini mencuci kita dari kenajisan. Maka kita dibersihkan oleh bejana pembasuhan dari air dalam firman.


Sumber: Pelajaran-Hayat Efesus, Buku 3, Berita 54
March 27, 2013, 04:37:25 AM
Reply #35
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 19615
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
Quote
http://arushayat.blogspot.com/
http://arushayat.blogspot.com/2013/03/efesus-minggu-27-rabu.html

27 March 2013
Efesus - Minggu 27 Rabu

Pembacaan Alkitab: Ef. 5:25-27


Pembasuhan dalam ayat 26 terutama bukan untuk menanggulangi dosa, melainkan cacat dan kerut. Cacat merupakan sesuatu yang berasal dari hayat alamiah dan kerut berhubungan dengan ketuaan. Hanya air hayat yang dapat membasuh kekurangan-kekurangan ini secara metabolis dengan pengubahan hayat. Setiap cacat dan kerut dalam gereja akan terbasuh bersih melalui pembasuhan batiniah dari air dalam firman. Semakin kita datang kepada firman, kita makin beroleh perawatan. Perawatan yang kita terima membawakan suatu pembasuhan batiniah dari segala kekurangan yang diakibatkan oleh hayat alamiah dan segala kekerutan akibat ketuaan. Kita semua memerlukan suatu pembasuhan organik dan metabolis untuk menyingkirkan segala kekurangan dan tandatanda ketuaan kita. Tatkala gereja terbasuh secara organik dan metabolis sedemikian rupa, maka gereja akan diperbarui hingga tidak bercela.

Pembasuhan demikian sepenuhnya terjadi oleh hayat dan oleh perawatan hayat. Maka hendaklah kita terdorong untuk tinggal dalam Kristus, sebagai sumber perawatan dan berkontak dengan firman untuk menerima unsur perawatan, agar kita dapat terbasuh bersih secara organik dan metabolis dari semua kekurangan dan ketuaan. Melalui pembasuhan yang sedemikianlah gereja akan disempurnakan dan menjadi mulia.

Gereja yang sedemikian mulia inilah yang akan dipersembahkan Kristus kepada-Nya sendiri pada saat kedatangan-Nya kembali. Mulia adalah Allah diekspresikan. Karena itu, menjadi mulia berarti menjadi ekspresi Allah. Akhirnya, gereja yang dipersembahkan kepada Kristus akan menjadi gereja yang mengekspresikan Allah. Gereja yang demikian akan menjadi kudus dan tidak bercela. Menjadi kudus berarti dijenuhi dan diubah oleh Kristus, dan tidak bercela berarti menjadi tidak bernoda dan tan-pa kerut, yakni tanpa sesuatu yang berasal dari hayat alamiah dalam manusia lama kita.

Gereja yang dipersembahkan kepada Kristus akan menjadi gereja yang mulia, dan akan menjadi ekspresi, manifestasi Allah sendiri. Bagi gereja, menjadi mulia berarti menjadi ekspresi Allah. Karena perawatan, pemeliharaan, dan pengudusan akan menyebabkan gereja dijenuhi dengan esens Allah, maka akhirnya gereja akan menjadi mempelai perempuan untuk mengekspresikan Allah. Setiap gereja lokal hari ini harus menjadi ekpresi Allah. Satu-satunya jalan bagi kita untuk menjadi ekspresi-Nya ialah dijenuhi dengan esens ilahi terus-menerus. Bila kita ingin mengalami penjenuhan ini, kita perlu mengalami perawatan, pemeliharaan, dan pengudusan Kristus.


Sumber: Pelajaran-Hayat Efesus, Buku 3, Berita 54
Posted by Arus Hayat at 12:01 AM No comments:
March 28, 2013, 04:47:08 AM
Reply #36
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 19615
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
Quote
http://arushayat.blogspot.com/
http://arushayat.blogspot.com/2013/03/efesus-minggu-27-kamis.html

28 March 2013
Efesus - Minggu 27 Kamis

Pembacaan Alkitab: Ef. 5:25-27


Walau Kristus itu Allah, tetapi Ia bukan hanya Allah saja. Kalau Ia hanya Allah saja, Ia tidak dapat menjadi Kristus. Untuk menjadi Kristus, Ia harus berinkarnasi. Melalui inkarnasi, Kristus menjadi seorang manusia yang memiliki daging, darah, dan tulang. Alangkah ajaibnya! Allah telah mengenakan sifat insani! Allah kita bukan Allah saja, dalam Kristus Ia telah menjadi seorang manusia-Allah.

Dalam daging itulah Tuhan memberikan diri-Nya kepada kita. Jika Ia tidak menyerahkan diri-Nya sebagai manusia dalam daging, tiadalah jalan bagi kita untuk memperoleh Dia. Kita bukan roh, kita adalah daging. Malaikat itu roh. Allah tidak menghendaki kita menjadi roh seperti malaikat. Allah tidak memperhatikan malaikat, melainkan manusia yang berdaging. Tidak ada suatu pun yang lebih menyenangkan Allah selain manusia yang berdaging. Adakalanya kita menyesal karena kita berdaging. Akan tetapi, kalau kita melihat diri kita dari pandangan Allah, kita akan memahami bahwa pada daging terdapat aspek yang positif. Menurut Ibrani 2, Kristus tidak mengenakan sifat malaikat, melainkan mengenakan darah dan daging. Lagi pula, Yohanes 1 mengatakan bahwa Firman yang adalah Allah dan bersama-sama dengan Allah itu telah menjadi daging (ayat 14 Tl.). Besarlah rahasia ibadah ini, Allah telah dinyatakan dalam daging (1 Taw. 3:16). Allah tidak dapat dinyatakan dalam malaikat, Ia hanya dapat dinyatakan dalam daging. Bagian malaikat ialah melihat penyataan Allah di dalam daging.

Firman telah menjadi daging dan Allah dinyatakan dalam daging. Ya, kita memang harus menghukum daging yang berdosa, tetapi daging pun memiliki aspek positif. Kita bukan roh seperti malaikat, kita adalah daging! Kristus kita tidak menjadi roh malaikat, melainkan menjadi daging. Kristus yang menyerahkan diri-Nya bagi kita adalah Allah yang berinkarnasi.

Kalau Allah tidak mengenakan sifat insani, mustahillah kita menerima Dia ke dalam kita. Kristus yang kita terima sebagai persona kita ialah manusia-Allah. Kita tidak mungkin langsung menerima Allah. Tetapi setelah Allah menjadi manusia-Allah, barulah kita dapat menerima Dia ke dalam diri kita menjadi hayat dan persona kita.

Kristus yang kita terima dan yang kita peroleh bukanlah seorang malaikat atau sejenis makhluk surga, melainkan seorang manusia-Allah. Ia adalah seorang manusia yang memiliki daging, sehingga Ia dapat menyerahkan diri-Nya bagi kita. Tidak hanya demikian, sebagai seorang manusia barulah Ia dapat masuk ke dalam situasi kita dan memenuhi kebutuhan kita. Ia telah mengenakan sifat insani agar menjadi serupa dengan kita. Sekarang Ia hidup di dalam kita sebagai hayat kita dan persona kita, untuk menyatakan diri-Nya dari dalam kita. Ketika seorang saudari menerima Kristus sebagai personanya untuk mematuhi suaminya, maka kepatuhannya itu menjadi begitu mulia, penuh dengan realitas Kristus yang diperhidupkan dari dalamnya. Demikian pula, ketika seorang saudara menerima Kristus sebagai personanya untuk mengasihi istrinya, Kristus akan terekspresi dalam kasihnya itu. Manifestasi Kristus yang demikian adalah mungkin, karena sebagai manusia-Allah, Ia telah menyerahkan diri-Nya bagi kita.


Sumber: Pelajaran-Hayat Efesus, Buku 3, Berita 55
March 29, 2013, 04:48:21 AM
Reply #37
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 19615
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
Quote
http://arushayat.blogspot.com/
http://arushayat.blogspot.com/2013/03/efesus-minggu-27-jumat.html

29 March 2013
Efesus - Minggu 27 Jumat

Pembacaan Alkitab: Ef. 5:25-27


Menurut ayat 26 Kristus menyerahkan diri-Nya bagi gereja untuk “Menguduskannya, sesudah Ia menyucikannya dengan memandikannya dengan air dalam firman” (Tl.). Setelah Tuhan Yesus menyerahkan diri-Nya bagi kita dalam daging. Ia lalu dibangkitkan, dan dalam kebangkitan menjadi Roh pemberi-hayat (1 Kor. 15:45). Sebagai Roh pemberi-hayat, Ia adalah Roh yang berbicara. Apa yang Ia katakan adalah firman yang membasuh kita. Istilah “firman” dalam ayat 26 bukan logos, firman yang konstan, melainkan rhema, firman seketika, yaitu yang Tuhan katakan kepada kita sekarang ini. Sebagai Roh pemberi-hayat, Tuhan tidak berdiam diri, melainkan berbicara secara konstan. Kalau Anda menerima Dia sebagai persona Anda, Anda akan mengetahui betapa Ia damba berbicara di batin Anda. Berhala-berhala itu bisu, tetapi Kristus yang menghuni di batin senantiasa berbicara. Tidak seorang pun yang menerima Kristus sebagai hayat dan personanya dapat berdiam diri. Sebaliknya, dia akan digerakkan oleh Kristus untuk berbicara. Ketika saya melayani anak-anak Allah, saya mengalami Kristus berbicara di batin saya.

Dalam Yohanes 6:63 Tuhan Yesus berkata, “Perkataan-perkataan yang Kukatakan kepadamu adalah roh dan hidup.” Istilah “perkataan” di sini juga rhema, yakni perkataan seketika dan sekarang. Ini berbeda dengan logos, firman konstan yang tercantum dalam Yohanes 1:1. Sebagai Roh yang berbicara, Tuhan membicarakan rhema kepada kita. Apa yang Ia bicarakan adalah roh.

Bila dari hari ke hari Tuhan dalam batin kita tidak berbicara, itu suatu petunjuk bahwa dalam batin kita ada masalah. Jika tidak ada pembicaraan, tidak ada rhema, maka dalam pengalaman kita yang riil Roh itu tidak ada, karena pembicaraan Tuhan itu sebenarnya adalah Roh.

Selama kita memiliki Firman Tuhan yang seketika, kita memiliki Roh itu, yakni Roh pemberi-hayat. Kita tidak dapat memisahkan Kristus sebagai Roh pemberi-hayat dari pembicaraan-Nya. Kehadiran-Nya tercakup dalam pembicaraan-Nya. Bagaimana kita dapat mengetahui Kristus sebagai persona kita menyertai kita? Kita mengetahuinya melalui pembicaraan-Nya. Bila kita tidak memiliki pembicaraan-Nya dalam batin kita, kita pun tidak memiliki kehadiran-Nya. Akan tetapi, bila kita berpaling kepada-Nya dan dengan sungguh-sungguh menerima Kristus sebagai hayat dan persona kita, maka pembicaraan-Nya akan terdengar lagi. Pembicaraan-Nya adalah fir-man yang hidup, firman yang hidup ialah Roh itu, dan Roh itu adalah Kristus kita yang ajaib. Betapa riil, subyektif, intim, dan sejatinya Dia sebagai Roh yang berbicara!

Roh ini adalah air yang membasuh kita. Semakin Roh itu berbicara, semakinlah kita dibasuh bersih. Setiap kali Ia berbicara dalam batin kita, kita akan mengalami pembasuhan. Pembasuhan ini adalah pembasuhan yang metabolis yang menyingkirkan hal-hal yang usang dan menggantikannya dengan hal-hal yang baru. Betapa berbedanya hal ini dengan beberapa cara pembasuhan yang lahiriah! Transformasi kita terjadi melalui pembasuhan batiniah yang metabolis. Melalui pembasuhan metabolis yang berasal dari pembicaraan Kristus sebagai Roh pemberihayat, barulah kita benar-benar berubah, mengalami transformasi.


Sumber: Pelajaran-Hayat Efesus, Buku 3, Berita 55
March 30, 2013, 04:37:02 AM
Reply #38
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 19615
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
Quote
http://arushayat.blogspot.com/
http://arushayat.blogspot.com/2013/03/efesus-minggu-27-sabtu.html

30 March 2013
Efesus - Minggu 27 Sabtu

Pembacaan Alkitab: Ef. 5:25-27


Dalam hidup gereja kita tidak perlu koreksi luaran. Sebaliknya, hidup gereja adalah satu kehidupan yang di dalamnya kita semua menerima Kristus sebagai hayat dan persona kita. Para penatua dan saudari tua perlu membantu orang-orang kudus untuk mengenal bahwa mereka perlu menerima Tuhan Yesus sebagai persona mereka. Semakin orang kudus berbuat demikian, mereka akan semakin mengalami pembicaraan Kristus sebagai Roh pemberi-hayat. Pembicaraan itu akan menjadi air pembasuhan dan pemurnian bagi mereka. Air ini akan menyebarkan unsur Kristus ke seluruh diri mereka, dan mengikis segala keusangan. Pada akhirnya, saudara-saudara yang kita sebut dalam ilustrasi di atas tidak lagi diganggu oleh masalah satu sama lain, melainkan akan bertumbuh dan terbangun bersama. Inilah hidup gereja yang wajar. Oh, betapa kita semua memerlukan pembasuhan batiniah, pemurnian metabolis, yang mentransformasi kita!

Apa yang saya beritakan kepada kalian dalam berita ini ialah yang pernah saya pelajari melalui pengalaman bertahun-tahun dalam kehidupan orang Kristen dan hidup gereja. Saya mengenal berbagai macam ajaran ten-tang hayat batiniah, kekudusan, dan kerohanian. Walaupun saya mempraktekkan ajaran-ajaran itu, tetapi kebanyakan tidak begitu efektif. Banyak di antara kita dapat bersaksi, walaupun dengan gairah kita mempraktekkan teori-teori tentang kekudusan dan kerohanian, semua itu tidak berguna dalam pengalaman kita. Karena kegagalan dan kekecewaan itu, maka banyak orang menyangka tidak mungkin mereka memiliki hidup gereja yang tepat pada hari ini. Mereka mengganggap hal tersebut baru bisa terlaksana kelak pada zaman yang akan datang. Oleh belas kasih Tuhan, saya dapat bersaksi bahwa kita bisa memiliki kehidupan gereja yang sejati. Kita memilikinya bukan melalui melakukan ajaran-ajaran secara lahiriah, melainkan melalui mengambil Kristus sebagai hayat dan persona kita. Kemudian kita menikmati dan mengalami Kristus sebagai Roh pemberi-hayat, Roh yang berbicara. Kita menikmati pembicaraan yang membersihkan, mengubah, dan yang mempertumbuhkan kita.

Melalui perkataan Tuhan dalam batin sebagai Roh pemberi-hayat, kita akan menjadi satu gereja yang mulia, satu gereja yang kudus dan tidak bercela. Hari ini kita menantikan kedatangan Tuhan, dan kita tahu bila Ia datang, Ia akan mempersembahkan kita kepada diri-Nya sebagai satu gereja yang mulia, kudus, dan tidak bercela. Pada saat itu, kita akan mengalami Kristus dalam tahap ketiga, yaitu sebagai mempelai laki-laki yang datang bagi mempelai perempuan-Nya. Keperluan kita sekarang ialah mengambil Kristus sebagai persona kita, dibersihkan, dimurnikan, dan dikuduskan melalui perkataan Roh pemberi-hayat, hingga hari itu tiba. Dengan jalan inilah kita akan mengalami pengubahan secara metabolis yang memimpin kita kepada transformasi dalam hayat yang dibutuhkan bagi hidup gereja.


Sumber: Pelajaran-Hayat Efesus, Buku 3, Berita 55
March 31, 2013, 04:40:58 AM
Reply #39
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)