Author Topic: Arus Hayat  (Read 72607 times)

0 Members and 2 Guests are viewing this topic.

April 01, 2013, 05:04:44 AM
Reply #40
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 20198
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
Quote
http://arushayat.blogspot.com/
http://arushayat.blogspot.com/2013/04/efesus-minggu-28-senin.html

01 April 2013
Efesus - Minggu 28 Senin

Pembacaan Alkitab: Gal. 2:20


Ekonomi Allah bukanlah suatu agama, melainkan satu persona yang ajaib, tak terbatas, tak terukur, tak terduga, dan almuhit, yaitu Kristus Yesus sendiri. Kristus adalah perwujudan Allah dan isi gereja. Kristus ini seharusnya menjadi hayat dan persona kita.

Namun, dalam Kekristenan hari ini ekonomi Allah telah menjadi satu agama belaka. Di bawah pengaruh agama, orang-orang Kristen percaya bahwa Allah mengasihi dunia dan mengaruniakan Anak tunggal-Nya untuk mati bagi dosa manusia di atas salib. Setelah bangkit, Kristus, naik ke surga. Hingga kembali-Nya, kita terus membaca Alkitab dan menuruti ajaran-ajarannya. Akan tetapi ajaran bukanlah persona hidup Kristus. Ekonomi Allah bukanlah masalah agama yang berisikan ajaranajaran dan doktrin-doktrin, melainkan persona hidup yang ajaib. Sekarang persona ini harus menjadi persona kita. Keperluan kita hari ini bukanlah memperhatikan doktrin, melainkan memperhatikan dan berkontak dengan Kristus yang hidup di batin kita ini.

Kita tidak saja perlu dipulihkan kepada Kristus yang obyektif di surga, tetapi juga kepada Kristus yang subyektif di dalam roh kita. Persona subyektif ini selalu berusaha memperluas diri-Nya ke dalam hati kita. Kristus bukan hanya Juruselamat kita secara obyektif, tetapi juga hayat dan pribadi kita secara subyektif. Kita harus menaruh perhatian sepenuhnya pada Kristus yang subyektif ini. Dalam Galatia 2:20 Paulus dapat berkata, “Bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku.” Di sini Paulus tidak membicarakan hayat Kristus, pekerjaan Kristus, atau kuat kuasa Kristus, melainkan Kristus yang hidup di dalamnya. Haleluya, persona Kristus kini hidup di dalam kita!

Boleh jadi Anda telah mendengar banyak berita atau membaca banyak buku tentang pengudusan. Untuk mengetahui makna sebenarnya dari pengudusan ini, kita perlu berkontak dengan Roh pemberi-hayat yang berhuni dalam roh kita. Salah satu aspek dari pengudusan itu mencakup pemisahan. Dikuduskan berarti dipisahkan pada posisinya, yaitu mengalami perubahan posisi. Namun ini bukan aspek pengudusan yang satu-satunya. Dalam pengudusan ada sesuatu yang dahulunya alamiah berangsur-angsur menjadi kudus pada sifatnya. Maka ketika kita dikuduskan secara subyektif, kita menjadi kudus dalam sifat.

Aspek pengudusan ini dapat diumpamakan dalam proses pembuatan minuman teh. Ketika kita menaruh daun teh ke dalam secangkir air, maka air itu mengalami proses “pentehan” menjadi air teh. Kita dapat membandingkan diri kita seperti secangkir air dan Kristus seperti daun teh. Bagaimana air mengalami proses “pentehan” melalui unsur teh, begitu pula kita dikuduskan oleh unsur Kristus. Jadi, dikuduskan berarti Kristus sendiri ditambahkan ke dalam diri kita. Semakin banyak Kristus ditambahkan ke dalam kita, kita akan semakin memiliki rupa, rasa, dan aroma Kristus. Maka yang kita perlukan dari hari ke hari ialah menerima lebih banyak Kristus sebagai teh surgawi ke dalam kita, agar lebih banyak unsur-Nya ditambahkan ke dalam diri kita. Dengan cara inilah kita akan mengalami proses “peng-Kristusan”.


Sumber: Pelajaran-Hayat Efesus, Buku 3, Berita 56

April 02, 2013, 05:03:03 AM
Reply #41
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 20198
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
Quote
http://arushayat.blogspot.com/
arushayat.blogspot.com/2013/04/efesus-minggu-28-selasa.html

02 April 2013
Efesus - Minggu 28 Selasa

Pembacaan Alkitab: Ef. 5:25-26


Kita telah menunjukkan bahwa ketika kita menerima Kristus sebagai persona kita, kita mengalami Dia sebagai Roh pemberi-hayat yang berbicara di dalam kita. Tujuan Tuhan dalam berbicara di batin kita bukan hanya menyuruh kita berbuat atau tidak berbuat sesuatu, tetapi juga menyalurkan diri-Nya sendiri ke dalam kita. Semakin Tuhan berbicara di batin kita, semakin Ia menyalurkan diri-Nya ke dalam kita. Bila kita memberi tahu Tuhan bahwa kita menginginkan Dia menjadi persona kita, maka mulailah Ia berbicara di dalam kita.

Bahkan jika kita tidak mendengarkan pembicaraan-Nya, Ia tetap menyalurkan diri-Nya kepada kita melalui pembicaraan-Nya. Acapkali mungkin kita tidak menaati perkataan Tuhan dalam batin, tetapi Ia sedikit banyak tetap memperluas diri-Nya di dalam kita. Yang dipentingkan Tuhan terutama bukan berapa banyak kita menaati Dia, melainkan berapa banyak kesempatan yang Dia miliki untuk menyalurkan diri-Nya kepada kita, dan memperluas diri-Nya di dalam kita. Begitu Anda berkata, “Tuhan Yesus, aku menerima Engkau menjadi personaku”, maka Tuhan mulai menyalurkan diri-Nya ke dalam Anda. Akan tetapi, jika Anda berubah pikiran dan mengatakan kepada Tuhan bahwa Anda ingin menarik kembali janji Anda, Ia akan berkata, “Sekalipun kamu menarik kembali janjimu, Aku telah menyalurkan diri-Ku ke dalammu.” Bila kita memberi tahu Tuhan bahwa kita tidak dapat menaati-Nya, Ia akan menjawab, “Aku tidak peduli apakah kamu merasa dirimu dapat menaati-Ku atau tidak. Aku hanya memperhatikan adakah kesempatan bagi-Ku untuk masuk ke dalammu.” Sekalipun kita mengatakan kepada Tuhan bahwa kita tidak mau memenuhi janji yang kita buat dan tidak mampu menaati Dia, Ia tetap menyalurkan diri-Nya sendiri ke dalam kita. Semakin kita berbicara kepada-Nya, kita akan semakin “di-Kristuskan”.

Sekarang kita tiba pada perkara pembersihan. Dalam pengudusan ada satu unsur baru ditambahkan ke dalam kita, sedang dalam pembersihan ada unsur tertentu yang disingkirkan dari diri kita. Kita semua perlu dibersihkan dari sifat atau watak kita yang alamiah. Tidak peduli berapa baiknya bawaan Anda, watak alamiah Anda adalah satu masalah. Lagi pula, kebiasaan, adatistiadat, dan peraturan buatan kita sendiri juga merupakan suatu masalah. Kesemuanya ini perlu dihapus bersih.

Efesus 5:25 dan 26 mengatakan bahwa Kristus menyerahkan diri-Nya bagi gereja, agar Ia dapat menguduskannya, membersihkannya melalui air pembasuhan dalam firman. Dalam berita yang lalu kita menunjukkan bahwa air dalam firman adalah Kristus sebagai Roh yang berbicara. Semakin Kristus berbicara di batin kita, Ia semakin mengalir di batin kita. Air yang mengalir ini bukan dalam logos, firman konstan, melainkan dalam rhema, firman yang saat ini, yaitu firman seketika. Ketika air ini membasuh kita, keusangan kita akan disingkirkan. Pembasuhan ini adalah pembasuhan yang metabolis, yang menyuplaikan unsur baru untuk menggantikan yang usang dan yang mendatangkan transformasi. Karena itu, pembersihan bukanlah perkara pengajaran, melainkan perkara menerima Kristus sebagai persona kita yang hidup. Ketika kita menerima Dia sebagai persona kita, Ia akan menambahkan diri-Nya ke dalam kita dan membasuh kita secara metabolis.


Sumber: Pelajaran-Hayat Efesus, Buku 3, Berita 56
April 03, 2013, 04:53:42 AM
Reply #42
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 20198
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
Quote
http://arushayat.blogspot.com/
http://arushayat.blogspot.com/2013/04/efesus-minggu-28-rabu.html

03 April 2013
Efesus - Minggu 28 Rabu

Pembacaan Alkitab: Ef. 5:29


Dalam ayat 29 terdapat dua istilah penting: merawat dan memelihara. Merawat berarti memberi makan. Dulu banyak di antara kita yang mengikuti apa yang disebut kebaktian Kristen atau membaca Alkitab, tanpa menerima perawatan apa pun. Namun bila kita menerima Kristus sebagai persona kita, kita akan mengalami perawatan-Nya. Kita akan senantiasa merasakan adanya perawatan-Nya yang batiniah. Beroleh perawatan Kristus berarti menerima suplai kekayaan-Nya. Saya percaya kita semua pernah mengalami perawatan yang berasal dari menerima Kristus sebagai persona kita.

Perawatan mendatangkan transformasi. Kita semua menjadi apa yang kita makan. Itu berarti jika kita makan Kristus, akhirnya kita akan tersusun dengan Kristus. Kita akan ditransformasi oleh unsur Kristus yang telah disalurkan ke dalam kita. Semakin kita menerima Kristus sebagai persona kita, Ia makin merawat kita. Melalui perawatan Kristus, kita ditransformasi. Ini berarti kita menjadi satu manusia baru dengan unsur dan substansi baru. Haleluya, Kristus merawat kita dengan diri-Nya sendiri, dengan kekayaan segala apa ada-Nya! Apa yang kita perlukan hari ini bukanlah doktrin atau agama, melainkan kenikmatan atas Kristus yang almuhit.

Banyak di antara kita yang dapat bersaksi bahwa kita telah “diruntuhkan” oleh Kristus. Pada satu pihak, Kristus menyelamatkan kita, tetapi di pihak lain, Ia “meruntuhkan” kita dan membuat kita tidak berguna bagi apa pun, kecuali bagi Dia sendiri dan hidup gereja. Semakin kita menerima Kristus sebagai persona kita, semakinlah Ia “meruntuhkan” kita. Ministri ini sesungguhnya adalah ministri yang “meruntuhkan”. Melaluinya, ribuan orang telah “diruntuhkan” bagi Kristus dan gereja. Sekarang tidak ada apa pun yang dapat memuaskan kita selain Kristus yang hidup dan hidup gereja yang tepat.

Seiring dengan perawatan kita memiliki pula pemeliharaan. Dipelihara berarti dilembutkan melalui dihangatkan. Ketika kita keras dan dingin, kita perlu Kristus memelihara kita. Hati kita perlu Ia hangatkan. Setelah beberapa kali mengalami penghangatan-Nya, kita akan menjadi lembut. Banyak yang dapat bersaksi bahwa melalui berkontak dengan gereja dalam pemulihan Tuhan, mereka telah dihangatkan dan dilembutkan. Sebelum datang ke dalam hidup gereja, mereka agak dingin dan keras. Tetapi Kristus, persona yang merawat dan memelihara, telah membuat mereka hangat dan lembut. Banyak di antara kita dapat memberi kesaksian tentang pemeliharaan Kristus yang lembut dan intim sedemikian.


Sumber: Pelajaran-Hayat Efesus, Buku 3, Berita 56
April 04, 2013, 04:51:03 AM
Reply #43
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 20198
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
Quote
http://arushayat.blogspot.com/
arushayat.blogspot.com/2013/04/efesus-minggu-28-kamis.html

04 April 2013
Efesus - Minggu 28 Kamis

Pembacaan Alkitab: Kol. 1:27


Ekonomi Allah sama sekali berbeda dengan konsepsi alamiah dan agama. Dalam ekonomi-Nya, Allah sedang menggarapkan Kristus ke dalam kita. Pada akhirnya, Kristus akan mempersembahkan gereja yang mulia kepada diri-Nya sendiri, tidak saja datang secara obyektif, tetapi melalui meluasnya di batin kita dan kemudian keluar dari dalam kita.

Roma 8 menunjukkan bahwa Allah tidak saja memanggil kita dan membenarkan kita, tetapi juga akan memuliakan kita. Dulu saya mendapat pengajaran bahwa pada suatu hari Tuhan akan turun secara tiba-tiba dari surga dan membawa kita ke dalam kemuliaan. Namun konsepsi pemuliaan itu tidak sesuai dengan ekonomi Allah. Kristus akan memuliakan kita tidak dengan turun dari surga, melainkan melalui keluar dari batin kita. Pengharapan kemuliaan ini bukan Kristus yang di surga, melainkan Kristus yang di dalam kita (Kol.1:27). Jika kita tidak menerima Kristus sebagai hayat dan persona kita, kita tidak akan bisa menikmati kemuliaan yang di batin kita itu. Kita perlu berkata, “Tuhan Yesus, aku menerima Engkau sebagai hayat dan personaku. Tuhan, aku memberikan hatiku kepada-Mu. Dapatkanlah hatiku, Tuhan, dudukilah hatiku, milikilah hatiku, dan berumahlah dalam hatiku.” Bila Anda mempraktekkan hal ini, dengan spontan Anda akan mengetahui kemuliaan yang ada dalam batin Anda itu.

Berlawanan dengan konsepsi yang agamis, pemuliaan kita bukanlah peristiwa yang terjadi dengan tiba-tiba, melainkan terjadi secara berangsur-angsur ketika Kristus meluas di batin kita dan meresapi kita dengan diri-Nya sendiri. Kristus memuliakan kita ketika Ia “memakan” kita sedikit demi sedikit. Kita semua harus dimakan, dilahap, dan ditelan oleh Kristus sebagai kemuliaan di batin kita. Dalam batin kita, kita tidak saja memiliki Kristus sebagai hayat dan persona kita, tetapi juga sebagai kemuliaan Allah.

Kita dapat memakai metamorfose (perubahan bentuk) seekor ulat bulu yang jelek menjadi seekor kupukupu yang indah untuk menggambarkan pemuliaan. Seekor ulat bulu tidak dengan sekejap mata berubah menjadi seekor kupu-kupu melalui suatu keindahan yang turun ke atasnya dan membungkusnya secara tiba-tiba. Tidak, keindahan kupu-kupu itu terkandung dalam hayat ulat bulu. Ketika hukum hayat ini berfungsi dalam ulat bulu itu, maka ulat bulu itu berangsur-angsur berubah menjadi seekor kupu-kupu. Ketika proses ini berlangsung, keindahan kupu-kupu menelan kejelekan ulat bulu.

Seprinsip dengan itu, Kristus di dalam kita menjadi pengharapan kemuliaan kita. Sebagai kemuliaan yang berhuni di batin, Ia mengambil setiap kesempatan untuk meluas dan berkembang di batin kita. Kemuliaan batiniah ini meresapi bahkan menelan kita. Pada suatu hari seluruh diri kita akan diresapi oleh kemuliaan ilahi. Pada hari itu kita akan dibawa ke dalam kemuliaan dengan sempurna.


Sumber: Pelajaran-Hayat Efesus, Buku 3, Berita 57
April 05, 2013, 04:42:34 AM
Reply #44
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 20198
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
Quote
http://arushayat.blogspot.com/
arushayat.blogspot.com/2013/04/efesus-minggu-28-jumat.html

05 April 2013
Efesus - Minggu 28 Jumat

Pembacaan Alkitab: Ef. 5:27


Kebanyakan orang Kristen mengharapkan Kristus datang dari surga. Saya sangat hafal akan ayat-ayat yang mengatakan hal ini. Pada satu pihak, memang Kristus akan datang dari surga, tetapi di pihak lain, yang banyak membuat orang terkejut, Ia akan tertampil keluar dari batin kita. Pada aspek obyektif Kristus ada di surga, tetapi pada aspek subyektif dan dalam pengalaman kita, Ia berada di batin kita. Sebagai penghuni batin kita, Ia akan tertampil keluar dari batin kita.

Sejak Kristus masuk ke dalam kita, Ia sudah mencari jalan untuk tertampil keluar melalui kita. Mudah sekali Ia masuk ke dalam kita, tetapi Ia sulit untuk tertampil keluar dari dalam kita. Sebagai contoh, kita dapat mudah menabur sebutir benih ke dalam tanah, tetapi jika benih itu ingin bertumbuh dari dalam tanah, itu perlu banyak waktu dan perlu suatu proses. Namun demikian, pada akhirnya benih itu akan bertumbuh dan tertampil keluar dari dalam tanah. Demikian pula, Kristus akhirnya akan meresapi kita, menelan kita, dan kemudian tertampil keluar dari dalam batin kita.

Agama mengajarkan bahwa Allah akan membawa kita ke dalam satu lingkungan atau satu alam kemuliaan. Menurut konsepsi yang agamis itu, Tuhan akan memindahkan kita secara tiba-tiba ke dalam kemuliaan yang obyektif. Kita harus mendisiplin tingkah laku kita dan harus menyesuaikan kehidupan kita dengan Alkitab, hingga pada saat itu. Kita harus berusaha sekuat tenaga untuk sesuai dengan Alkitab dalam setiap perkara dan cara. Setelah itu, menurut ajaran tersebut, pada satu hari kita baru bersyarat untuk diangkat ke dalam alam lingkungan kemuliaan Allah.

Bandingkanlah konsepsi itu dengan ekonomi Allah. Menurut ekonomi Allah, kemuliaan telah masuk ke dalam kita dan kini tinggal di batin kita. Kemuliaan ini ialah Kristus sendiri yang menjadi hayat dan persona kita. Kristus akan mempersembahkan suatu gereja yang mulia kepada diri-Nya sendiri, bukan turun secara mendadak ke atas gereja, melainkan meluas di batin gereja, sampai gereja sepenuhnya dijenuhi, diresapi, dan ditelan oleh Dia sendiri. Betapa bedanya hal ini dengan berusaha mencari perkenan Allah secara lahiriah! Pemuliaan sepenuhnya merupakan masalah meluasnya Kristus di batin kita dan tertelannya kita oleh Dia sendiri. Inilah ekonomi Allah.

Efesus 5:27 tidak mengatakan Kristus akan mempersembahkan kepada diri-Nya gereja yang baik atau yang menang, tetapi gereja yang mulia. Gereja mungkin menjadi menang tanpa menjadi mulia. Banyak buku mengajarkan bagaimana menjadi pemenang, tetapi saya tidak menjumpai buku yang mengajarkan bagaimana menjadi mulia. Demikian pula, banyak berita tentang cara meraih kemenangan, tetapi apakah Anda pernah mendengar sebuah berita tentang cara meraih kemuliaan? Kristus menghendaki gereja yang mulia, bukan hanya gereja yang menang.


Sumber: Pelajaran-Hayat Efesus, Buku 3, Berita 57

April 06, 2013, 04:55:15 AM
Reply #45
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 20198
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
Quote
http://arushayat.blogspot.com/
http://arushayat.blogspot.com/2013/04/efesus-minggu-28-sabtu.html

06 April 2013
Efesus - Minggu 28 Sabtu

Pembacaan Alkitab: 1 Kor. 2:7


Dalam ekonomi Allah, Kristus sekarang bahkan sedang dalam proses mempersembahkan gereja yang mulia kepada diri-Nya sendiri. Ketika proses ini berlangsung, Ia berumah di hati kita melalui menjadi hayat dan persona kita. Dengan jalan inilah Ia menjenuhi insan batiniah kita dengan diri-Nya sendiri. Ia tidak bermaksud mengoreksi, mengatur, atau memperbaiki kita. Tujuan-Nya ialah memuliakan kita. Untuk mencapai sasaran ini, sekarang Ia sedang melaksanakan proses pemuliaan di batin kita.

Tidak peduli Anda bagaimana baik, indah, benar, atau menang, Anda tetap belum mulia. Tujuan Kristus bukanlah memperoleh gereja yang baik, benar, atau indah, melainkan gereja yang benar-benar mulia. Maka Kristus hanya memperhatikan bagaimana memuliakan kita melalui menjenuhi kita dengan diri-Nya sendiri dan melalui menelan kita. Hari demi hari, Ia menelan dan mengganti kita dengan unsur apa adanya Dia. Proses ini terjadi di kedalaman batin kita. Oh, betapa perlunya kita mengalami Kristus yang demikian intim dan pribadi! Kristus kita tidak seharusnya menjadi Kristus dalam ajaran, melainkan harus menjadi Kristus yang berumah di hati kita, dan yang menjenuhi diri kita dengan unsur-Nya.

Sebuah kidung yang terkenal menyuruh kita percaya dan taat. Tetapi ekonomi Allah lebih daripada sekadar percaya dan taat, ia menuntut agar kita “dimakan” oleh Kristus. Kristus ingin kita memakan Dia, dan Ia pun ingin memakan kita. Maka, dalam ekonomi Allah terdapat masalah saling memakan. Beban saya dalam berita ini justru ingin menunjukkan betapa Kristus ingin “memakan” kita. Bila kita telah seluruhnya dihabiskan oleh Kristus, barulah Ia dapat mempersembahkan gereja kepada diri-Nya sendiri sebagai gereja yang mulia.

Tahukah Anda mengapa gereja hari ini tidak begitu mulia? Dikarenakan tidak banyak orang yang membiarkan dirinya dimakan oleh Kristus. Bila gereja ingin menjadi mulia, perlulah kita membiarkan Kristus yang berhuni di batin itu memakan habis setiap bagian batin insan kita. Menurut ayat 25, Kristus menyerahkan diri-Nya bagi gereja. Sekarang Ia sedang bekerja di batin kita untuk menjenuhi kita dan tertampil keluar dari dalam kita. Namun, Ia tidak ingin tertampil keluar dari kita lalu meninggalkan kita. Sebaliknya, Ia ingin tertampil keluar dari kita melalui menjenuhi kita dan memakan habis kita. Kita harus berdoa, “Tuhan Yesus, makanlah aku!” Setelah Kristus menghabiskan kita secara batiniah, barulah Ia dapat bermegah kepada Iblis, “Iblis, tengoklah gereja-Ku yang mulia!”

Sasaran ekonomi Allah ialah memperoleh gereja yang mulia. Allah telah menentukan kita masuk ke dalam kemuliaan (1 Kor. 2:7). Ini bukan satu kemuliaan yang obyektif, melainkan yang subyektif dan yang dapat kita alami. Kemuliaan yang demikian sebenarnya adalah Kristus sendiri yang kita makan, dan yang oleh-Nya kita dimakan habis. Maka keperluan kita yang mendesak hari ini ialah memakan Tuhan dan membiarkan Dia menghabiskan kita. Hanya dengan jalan ini barulah gereja dapat menjadi gereja yang mulia yang didambakan oleh Kristus.


Sumber: Pelajaran-Hayat Efesus, Buku 3, Berita 57
April 07, 2013, 04:27:33 AM
Reply #46
April 08, 2013, 04:41:45 AM
Reply #47
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 20198
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
Quote
http://arushayat.blogspot.com/
http://arushayat.blogspot.com/2013/04/efesus-minggu-29-senin.html

08 April 2013
Efesus - Minggu 29 Senin

Pembacaan Alkitab: Ef. 5:26, 29


Kehendak Allah dalam ekonomi-Nya bukan ingin mengoreksi atau memperbaiki kita, juga bukan ingin menggantikan orang yang buruk dengan orang yang baik. Da-lam pandangan Allah, baik atau buruk tidaklah penting, satu-satunya perkara yang berharga dalam ekonomi-Nya ialah Kristus itu sendiri. Karena itu, Allah sangat damba menggarapkan Kristus ke dalam kita. Entah kita baik atau buruk, kita perlu menerima unsur Kristus ke dalam kita. Ini mencakup pekerjaan Kristus untuk menguduskan kita. Pengudusan dalam 5:26 tidak hanya berarti dipisahkan dari hal-hal yang umum, tetapi juga berarti memiliki unsur Kristus yang ditambahkan ke dalam kita.

Pengudusan bukan masalah perbaikan diri kita dari luar, agar kita cocok dengan situasi hidup gereja. Sebagai contoh, seorang saudara muda sebelum masuk ke dalam gereja mungkin agak kendur. Kini, karena ia tinggal di perumahan saudara, maka ia terus mengingatkan dirinya untuk berperilaku dengan tepat. Perilakunya itu bukanlah pengudusan, melainkan agama. Dalam pandangan Allah, perilaku yang agamis itu tercakup dalam apa yang disebut sampah oleh Paulus (Flp. 3:8). Tuhan tidak menginginkan koreksi diri atau pembenahan diri semacam itu; Tuhan ingin menjenuhi seluruh diri kita dengan diri-Nya sendiri. Maka, pengudusan bukanlah perilaku, melainkan ditambahkannya unsur Kristus ke dalam diri kita.

Sebagai orang yang tahu Alkitab dan ajaran-ajaran Konghucu, saya mengetahui banyak orang Kristen yang menempuh hidup sehari-harinya seperti murid Konghucu. Di bawah pengaruh konsepsi yang agamis, mereka menganggap Alkitab sebagai sebuah buku doktrin dan ajaran-ajaran etika. Sebagai contoh, seorang saudari mung-kin dengan sekuat tenaga berusaha mematuhi suaminya. Dengan berbuat demikian, sebenarnya ia hidup seperti penganut Konghucu, namun ia percaya bahwa ia adalah seorang Kristen yang baik. Ia menjelaskan tingkah lakunya demikian: menurut Alkitab, suami adalah kepala dan ia harus mematuhi suaminya. Perkataan ini kedengarannya baik sekali, tetapi itu agamis, karena tidak sesuai dengan ekonomi Allah, yakni yang menggarapkan Kristus ke dalam kita. Kita semua tahu bahwa dalam Efesus 5:22 Paulus menasihati para istri agar mematuhi suami mereka sendiri. Akan tetapi jangan lupa, bahwa hal itu menyambung perkataannya tentang dipenuhi di dalam roh (ayat 18). Ini menunjukkan bahwa ketaatan seorang istri harus berasal dari dipenuhi Roh dalam batin, bukan dari usaha taat yang dibuat-buat di luaran.


Sumber: Pelajaran-Hayat Efesus, Buku 3, Berita 58
April 09, 2013, 04:36:01 AM
Reply #48
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 20198
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
Quote
http://arushayat.blogspot.com/
arushayat.blogspot.com/2013/04/efesus-minggu-29-selasa.html

09 April 2013
Efesus - Minggu 29 Selasa

Pembacaan Alkitab: Ef. 5:25-27


Untuk mengalami pengudusan yang sejati, kita hanya perlu berkontak dengan Tuhan dan menerima-Nya sebagai hayat dan persona kita. Kita perlu berdoa, “Tuhan Yesus, Engkaulah hayat dan personaku. Terimalah aku, dudukilah aku, dan milikilah aku. O Tuhan, masuklah ke setiap pelosok hatiku, penuhilah hatiku dengan diri-Mu sendiri, dan berumahlah dalam hatiku. Tuhan, aku tidak peduli apakah aku berbeda atau tidak, aku pun tidak memperhatikan perilakuku. Aku hanya ingin Engkau memenuhi aku dan tertampil keluar melalui aku.” Bila Anda berkontak dengan Tuhan demikian, Ia akan berangsurangsur dan dengan wajar bertambah di dalam diri Anda. Pertambahan Kristus inilah yang dapat menguduskan Anda.

Pengudusan yang subyektif tidak dapat terjadi melalui ajaran, melainkan melalui pekerjaan Kristus yang hidup di batin. Itulah sebabnya kita menekankan fakta bahwa dalam pemulihan Tuhan kita sangat sedikit memperhatikan doktrin tertulis, tetapi sangat memperhatikan pengalaman atas Kristus sebagai hayat dan persona kita. Saya tidak dapat menyatakan betapa beratnya beban dalam hati saya terhadap masalah ini. Kalau saya dapat membantu kaum saleh memahami apa itu pengudusan, saya percaya barulah beban saya ini akan terlepas. Ingatlah bahwa pengudusan sekali-kali bukan masalah perilaku atau perbaikan secara luaran. Allah damba menyalurkan unsur Kristus ke dalam kita dari hari ke hari. Hanya unsur inilah yang dapat membuat kita dikuduskan.

Dalam pengudusan yang subyektif ada unsur Kristus yang ditambahkan kepada kita, tetapi dalam pembersihan, ada sesuatu dari kita yang terkikis, khususnya sifat alamiah kita. Ketika kita dibersihkan, sifat alamiah kita dibasuh bersih. Sifat adalah aspek yang terdalam dari diri kita, yaitu akar dari diri kita. Sifat tertentu itu sudah ada sejak kita dilahirkan. Maka, sifat sepenuhnya berada di dalam. Akan tetapi karakter, yaitu kombinasi dari sifat, adat-istiadat, dan kebiasaan sebagian di dalam, ada sebagian lagi di luar, sedang perilaku sama sekali berada di luar. Tuhan Yesus tidak begitu memperhatikan perilaku kita, Ia lebih memperhatikan karakter kita, dan Ia paling memperhatikan sifat kita. Ketika Kristus menambahkan unsur-Nya ke dalam kita, Ia juga membersihkan kita dan menyingkirkan sifat alamiah kita. Pembersihan-Nya menyingkirkan unsur alamiah kita dari lubuk batin kita.

Pembasuhan atas sifat alamiah kita tidak dapat dilaksanakan melalui ajaran, melainkan hanya melalui penyaluran unsur Kristus ke dalam kita. Bila unsur Kristus ditambahkan, saat itu pula ada sesuatu yang berasal dari diri kita akan terkikis. Karena itu, di satu aspek, kita beroleh penambahan Kristus, di aspek lain, kita mengalami pengikisan atas sifat alamiah kita. Secara berangsur-angsur Kristus ditambahkan ke dalam diri kita, dan sifat alamiah kita terkikis habis. Hasil dari proses ini ialah transformasi, yaitu suatu perubahan metabolis yang olehnya unsur baru tersusun ke dalam kita, sedang unsur usang kita disingkirkan.


Sumber: Pelajaran-Hayat Efesus, Buku 3, Berita 58
April 10, 2013, 04:52:44 AM
Reply #49
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 20198
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
Quote
http://arushayat.blogspot.com/
arushayat.blogspot.com/2013/04/efesus-minggu-29-rabu.html

10 April 2013
Efesus - Minggu 29 Rabu

Pembacaan Alkitab: Ef. 5:25-27


Kini kita maju kepada masalah perawatan dan pemeliharaan. Ketika saya masih muda, saya menghabiskan banyak waktu untuk mempelajari Kitab Efesus. Tetapi saya tidak mengerti apa artinya dirawat dan dipelihara. Namun, melalui pengalaman saya kemudian mengerti makna dirawat dan dipelihara oleh Kristus. Apabila kita terbuka kepada Tuhan Yesus dan menerima-Nya sebagai hayat dan persona kita, Ia akan menguduskan dan membersihkan kita. Pada saat itu pula Ia memberi kita perawatan. Kita mengetahui hal ini melalui fakta bahwa kita memiliki satu perasaan kepuasan batiniah yang ajaib. Jadi kepuasan itu berasal dari perawatan.

Setiap pengudusan dan pembersihan yang tidak disertai perawatan itu bukan yang sejati. Itu adalah produk usaha diri sendiri. Setiap kali Anda berusaha menguduskan atau membersihkan diri sendiri, Anda akan menderita kelaparan rohani. Namun, jika Tuhan yang menguduskan dan membersihkan, Ia pasti akan menyuplaikan perawatan, dan Anda akan menikmati kepuasan yang manis. Semakin Tuhan memurnikan Anda, semakin banyaklah perawatan-Nya yang akan Anda terima. Anda tidak akan menderita di bawah proses pemurnian, sebaliknya, Anda akan menikmati Tuhan dan suplai hayat-Nya yang melimpah.

Tatkala Tuhan merawat kita, Ia juga memelihara kita. Ia seperti seorang ibu yang memelihara anaknya, bahkan pada saat memberinya makan. Betapa anak-anak itu menikmati kehangatan dan hiburan ibu mereka! Bila Anda merenungkan pengalaman Anda, Anda akan memahami, ketika Tuhan menguduskan, membersihkan, dan merawat Anda, Ia juga memelihara Anda dengan kehangatan-Nya yang lembut. Pemeliharaan-Nya akan menghibur, menyejukkan, dan menenangkan Anda. Haleluya, atas pengudusan, pembersihan, perawatan, dan pemeliharaan-Nya!

Hanya Kristus yang hiduplah yang dapat melakukan semuanya itu. Doktrin tidak berdaya melakukannya, Alkitab pun tidak. Jika Anda ingin mengalami pengudusan, pembersihan, perawatan, dan pemeliharaan, Anda harus percaya dan bersandar kepada Kristus yang hidup. Katakanlah kepada-Nya, “Tuhan Yesus, tidak ada satu pun yang dapat menggantikan Engkau. Tuhan, aku cinta kepada-Mu. Aku membuka hatiku kepada-Mu, dan aku berikan semua tempat dalam diriku bagi-Mu. Tuhan dudukilah aku dan jadilah hayat dan personaku. Tuhan, aku tidak menghiraukan hal-hal yang di luar, bahkan hidup gereja yang lahiriah. Aku hanya menghiraukan Engkau saja. Tuhan jadilah hayat dan personaku.” Jika Anda berkontak dengan Tuhan demikian, Anda akan merasa alangkah hidup, riil, tersedia, dan hadirnya Dia. Dia akan menguduskan Anda melalui menambahkan diri-Nya kepada Anda. Dia akan membersihkan Anda melalui membasuh bersih unsur usang dari sifat alamiah Anda. Dia juga akan merawat Anda dengan kekayaan-Nya dan memelihara Anda dengan kehangatan-Nya. Semuanya ini akan terjadi di batin Anda, sehingga Anda akan beroleh kenikmatan yang ajaib atas diri Tuhan. Itulah cara Tuhan mempersiapkan mempelai perempuan-Nya dan dengan cara inilah kita akan menjadi gereja yang mulia yang akan dipersembahkan Kristus kepada diri-Nya sendiri pada kedatangan-Nya kelak.


Sumber: Pelajaran-Hayat Efesus, Buku 3, Berita 58
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)