Author Topic: Arus Hayat  (Read 85228 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

May 11, 2013, 05:29:49 AM
Reply #80
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23970
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
Quote
http://arushayat.blogspot.com/
http://arushayat.blogspot.com/2013/05/efesus-minggu-33-sabtu.html

11 May 2013
Efesus - Minggu 33 Sabtu

Pembacaan Alkitab: Ef. 6:23-24; 1 Tes. 5:8


Ayat-ayat tentang iman dan kasih dalam Injil Yohanes, Kitab 1 Tesalonika, dan Kitab 1 Timotius menunjukkan bahwa iman dan kasih seiring sejalan. Namun dalam Efesus 6:23 Paulus tidak mengatakan iman dan kasih, tidak pula mengatakan kasih dan iman, melainkan kasih dengan iman. Ini menunjukkan bahwa kita perlu iman untuk mendampingi, mendukung, dan melayani kasih. Berdasarkan Galatia 5:6, iman beroperasi melalui kasih. Operasi ini sangat halus. Dalam Kitab Galatia, sebuah kitab yang menekankan pembenaran oleh iman, dikatakan: “Sebab bagi orang-orang yang ada di dalam Kristus Yesus hal bersunat atau tidak bersunat tidak mempunyai arti, hanya iman yang bekerja oleh kasih” (5:6). Pahamkah Anda bahwa percaya kepada Tuhan Yesus merupakan masalah kasih? Tahukah Anda bahwa iman Anda beroperasi melalui kasih? Seorang yang mendengar Injil, bertobat, lalu mengapresiasi Tuhan Yesus, dan merasa bahwa Dia patut dikasihi sepenuhnya, akan memiliki satu iman yang perkasa. Iman ini bekerja melalui kasihnya terhadap Tuhan. Semakin kita mengasihi Tuhan, semakin kuat pula iman kita terhadap-Nya. Demikianlah pemikiran Paulus dalam Kitab Galatia.

Namun, Kitab Efesus menekankan kasih, bukan iman. Menurut Kitab Galatia, semakin kita mengapresiasi Tuhan Yesus dan mengasihi-Nya, kita akan semakin percaya kepada-Nya. Ini untuk keselamatan. Tetapi dalam Kitab Efesus perhatian Paulus bukan pada keselamatan, melainkan kesinambungan dan persekutuan. Hal ini memerlukan kasih dengan iman. Jika iman kita menjadi lemah karena menerima kebimbangan dan pertanyaan-pertanyaan, kita akan merasa sukar untuk mengasihi Tuhan. Bila iman kita rusak, kasih pun akan rusak. Untuk melanjutkan persekutuan kita dengan Tuhan melalui mengasihi-Nya, kita perlu iman yang kuat. Maka, kita sekaligus perlu iman yang bekerja melalui kasih serta kasih yang bersama iman.

Kita telah menunjukkan bahwa kasih berasal dari Allah. Hal ini berarti kasih berada di pihak Allah. Sebaliknya, iman berada di pihak kita. Jadi, frasa “kasih dengan iman” menyiratkan lalu lintas antara Allah dengan kita dan kita dengan Allah. Kasih itu berasal dari Allah kepada kita, dan iman berasal dari kita kepada Allah. Allah mengaruniakan kasih kepada kita, dan kita menjawabnya dengan iman. Ini merupakan lalu lintas antara kasih dan iman. Melalui lalu lintas ini damai sejahtera tertinggal sebagai bagian kita. Oleh kasih Allah yang datang kepada kita; dan oleh iman kita yang pergi kepada-Nya, kita terpelihara dalam damai sejahtera.

Lalu lintas ini juga akan memelihara kita dalam anugerah, yakni dalam kenikmatan terhadap Tuhan. Dalam ayat 24 Paulus berkata, “Anugerah menyertai semua orang, yang mengasihi Tuhan kita Yesus Kristus dengan kasih yang tidak binasa.” Anugerah kita perlukan untuk menempuh kehidupan gereja yang menggenapkan tujuan kekal Allah, dan menyelesaikan masalah Allah dengan musuh-Nya.

Sumber: Pelajaran-Hayat Efesus, Buku 3, Berita 67
May 12, 2013, 04:53:01 AM
Reply #81
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23970
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
Quote
http://arushayat.blogspot.com/
http://arushayat.blogspot.com/2013/05/efesus-minggu-33-sabtu.html

11 May 2013
Efesus - Minggu 33 Sabtu

Pembacaan Alkitab: Ef. 6:23-24; 1 Tes. 5:8


Ayat-ayat tentang iman dan kasih dalam Injil Yohanes, Kitab 1 Tesalonika, dan Kitab 1 Timotius menunjukkan bahwa iman dan kasih seiring sejalan. Namun dalam Efesus 6:23 Paulus tidak mengatakan iman dan kasih, tidak pula mengatakan kasih dan iman, melainkan kasih dengan iman. Ini menunjukkan bahwa kita perlu iman untuk mendampingi, mendukung, dan melayani kasih. Berdasarkan Galatia 5:6, iman beroperasi melalui kasih. Operasi ini sangat halus. Dalam Kitab Galatia, sebuah kitab yang menekankan pembenaran oleh iman, dikatakan: “Sebab bagi orang-orang yang ada di dalam Kristus Yesus hal bersunat atau tidak bersunat tidak mempunyai arti, hanya iman yang bekerja oleh kasih” (5:6). Pahamkah Anda bahwa percaya kepada Tuhan Yesus merupakan masalah kasih? Tahukah Anda bahwa iman Anda beroperasi melalui kasih? Seorang yang mendengar Injil, bertobat, lalu mengapresiasi Tuhan Yesus, dan merasa bahwa Dia patut dikasihi sepenuhnya, akan memiliki satu iman yang perkasa. Iman ini bekerja melalui kasihnya terhadap Tuhan. Semakin kita mengasihi Tuhan, semakin kuat pula iman kita terhadap-Nya. Demikianlah pemikiran Paulus dalam Kitab Galatia.

Namun, Kitab Efesus menekankan kasih, bukan iman. Menurut Kitab Galatia, semakin kita mengapresiasi Tuhan Yesus dan mengasihi-Nya, kita akan semakin percaya kepada-Nya. Ini untuk keselamatan. Tetapi dalam Kitab Efesus perhatian Paulus bukan pada keselamatan, melainkan kesinambungan dan persekutuan. Hal ini memerlukan kasih dengan iman. Jika iman kita menjadi lemah karena menerima kebimbangan dan pertanyaan-pertanyaan, kita akan merasa sukar untuk mengasihi Tuhan. Bila iman kita rusak, kasih pun akan rusak. Untuk melanjutkan persekutuan kita dengan Tuhan melalui mengasihi-Nya, kita perlu iman yang kuat. Maka, kita sekaligus perlu iman yang bekerja melalui kasih serta kasih yang bersama iman.

Kita telah menunjukkan bahwa kasih berasal dari Allah. Hal ini berarti kasih berada di pihak Allah. Sebaliknya, iman berada di pihak kita. Jadi, frasa “kasih dengan iman” menyiratkan lalu lintas antara Allah dengan kita dan kita dengan Allah. Kasih itu berasal dari Allah kepada kita, dan iman berasal dari kita kepada Allah. Allah mengaruniakan kasih kepada kita, dan kita menjawabnya dengan iman. Ini merupakan lalu lintas antara kasih dan iman. Melalui lalu lintas ini damai sejahtera tertinggal sebagai bagian kita. Oleh kasih Allah yang datang kepada kita; dan oleh iman kita yang pergi kepada-Nya, kita terpelihara dalam damai sejahtera.

Lalu lintas ini juga akan memelihara kita dalam anugerah, yakni dalam kenikmatan terhadap Tuhan. Dalam ayat 24 Paulus berkata, “Anugerah menyertai semua orang, yang mengasihi Tuhan kita Yesus Kristus dengan kasih yang tidak binasa.” Anugerah kita perlukan untuk menempuh kehidupan gereja yang menggenapkan tujuan kekal Allah, dan menyelesaikan masalah Allah dengan musuh-Nya.

Sumber: Pelajaran-Hayat Efesus, Buku 3, Berita 67
May 13, 2013, 05:03:35 AM
Reply #82
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23970
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
Quote
http://arushayat.blogspot.com/
http://arushayat.blogspot.com/2013/05/efesus-minggu-34-senin.html

13 May 2013
Efesus - Minggu 34 Senin

Pembacaan Alkitab: Ef. 1:9; 3:11


Pada mulanya Allah telah merencanakan untuk mendapatkan gereja. Alkitab mewahyukan dengan tegas bahwa hal ini adalah hasrat Allah. Allah menciptakan langit, bumi, dan laksaan benda lain, sebab Ia ingin mendapatkan gereja. Kedua pasal pertama dari Kitab Kejadian kelihatannya merupakan catatan penciptaan Allah, tetapi sebenarnya pasal-pasal itu mewahyukan maksud hati Allah. Benda-benda mineral untuk tumbuh-tumbuhan, tumbuh-tumbuhan untuk binatang-binatang, dan binatangbinatang untuk manusia, dan manusia untuk Allah. Dengan kata lain, segala benda untuk kita, dan kita untuk Allah, agar Ia dapat menggenapkan maksud hati-Nya, yaitu mendapatkan gereja. Jadi, Allah menciptakan segala benda agar Ia dapat mendapatkan gereja.

Tidak hanya demikian, penebusan, kelahiran kembali, dan panggilan Allah semua juga untuk gereja. Allah telah merampungkan penebusan agar Ia bisa mendapatkan gereja. Ia juga mendatangi Anda, memanggil Anda, dan melahirkan Anda kembali demi gereja. Juga demi gereja, hari ini Ia tinggal di batin Anda.

Sekarang kita tiba pada masalah penting, menentukan, dan sulit, yaitu mendefinisikan gereja. Gereja boleh disebut suatu “perbauran dua benda”, sebab ia adalah wujud yang dihasilkan oleh pembauran dua jenis hayat. Kedua hayat yang berbaur untuk menghasilkan gereja adalah hayat ilahi dan hayat insani. Oleh sebab itu, gereja merupakan satu wujud yang tidak saja tersusun dari hayat ilahi atau dari hayat insani, melainkan dari hayat ilahi-insani. Ketika Tuhan Yesus berada di bumi, Ia menempuh satu kehidupan ilahi-insani. Gereja juga memiliki suatu hayat ilahi-insani. Kita bersyukur kepada Tuhan, walau hal ini telah tersembunyi bagi kaum saleh berabad-abad lamanya, kini, dalam pemulihan-Nya, Ia telah mewahyukannya kepada kita.

Mengetahui gereja adalah “perbauran dua benda” yang dihasilkan oleh pembauran hayat ilahi dengan hayat insani adalah satu perkara yang sangat penting. Allah damba menyalurkan diri-Nya sendiri ke dalam manusia dan menggarapkan diri-Nya ke dalam manusia. Dalam bukunya yang berjudul “The Spirit of Christ” — Roh Kristus — Andrew Murray mengatakan bahwa hayat ilahi saling teranyam dengan hayat insani. Walau frase “saling teranyam” merupakan frase yang sangat baik, namun masih tidak memadai. Hayat ilahi ini tidak saja saling teranyam dengan hayat insani, keduanya bahkan berbaur menjadi satu wujud. Hal ini diilustrasikan oleh Paulus dalam Galatia 2:20. Di sini ia berkata, “Aku telah disalibkan dengan Kristus; namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku.” Paulus mengatakan bahwa ia hidup, tetapi bukan ia, melainkan Kristus. Hal ini menunjukkan pembauran Kristus dengan Paulus. Gereja merupakan hasil perbauran yang sedemikian.


Sumber: Pelajaran-Hayat Efesus, Buku 3, Berita 68
May 14, 2013, 05:21:23 AM
Reply #83
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23970
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
Quote
http://arushayat.blogspot.com/
http://arushayat.blogspot.com/2013/05/efesus-minggu-34-selasa.html

14 May 2013
Efesus - Minggu 34 Selasa

Pembacaan Alkitab: Ef. 2:22; 6:18


Kitab Efesus yang khusus membicarakan gereja merupakan miniatur seluruh Alkitab. Ini terbukti dari apa yang tercakup dalam kitab ini. Pertama-tama, seperti telah kita nampak, kitab ini membicarakan kehendak kekal, yaitu rencana kekal Allah. Kedua, kitab ini membicarakan penciptaan Allah. Efesus 3:9 mengatakan ten-tang “dan untuk membuat semua orang melihat rencana rahasia yang telah berabad-abad tersembunyi dalam Allah yang menciptakan segala sesuatu.” Antara penciptaan dengan gereja terdapat suatu pertalian, sebab Allah menciptakan segala sesuatu untuk gereja.

Maksud Allah dalam menciptakan segala sesuatu, termasuk manusia, adalah agar manusia dapat berbaur dengan Allah untuk menghasilkan gereja. Zakharia 12:1 mengatakan bahwa Tuhan membentangkan langit, dan meletakkan dasar bumi, dan menciptakan roh dalam diri manusia. Hal ini menunjukkan langit untuk bumi, bumi untuk manusia, dan manusia dengan rohnya, adalah untuk Allah. Jadi, penciptaan Allah yang ajaib dan berfokus pada manusia itu adalah untuk menghasilkan gereja. Oleh sebab itu, Kitab Efesus membicarakan penciptaan segala sesuatu.

Kitab ini juga berulang-ulang menyebut roh manusia. Setiap pasal dari Kitab Efesus menyinggung tentang roh manusia. Hal ini menunjukkan bahwa roh manusia sangat diperlukan bagi hidup gereja. Dalam Kekristenan hari ini sama sekali tidak ada hidup gereja, karena kebanyakan orang Kristen tidak mengenal roh manusia. Sebaliknya kebanyakan ajaran orang Kristen hari ini memperhatikan pikiran. Tetapi Kitab Efesus tidak berfokus pada pikiran, melainkan pada roh. Roh kita seharusnya menjadi satu roh hikmat dan wahyu, tempat bangunan Allah, organ tempat Allah mewahyukan rahasia-Nya kepada kita, dan manusia batiniah kita diperkuat oleh Roh Allah. Selain itu, kita perlu diperbarui di dalam roh pikiran kita dan berdoa di dalam roh. Melalui latihan yang tepat, maka pada akhirnya roh kita akan dipenuhi ke dalam seluruh kepenuhan Allah. Inilah perbauran Allah dengan manusia yang menghasilkan hidup gereja.


Sumber: Pelajaran-Hayat Efesus, Buku 3, Berita 68
May 15, 2013, 03:17:24 PM
Reply #84
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23970
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
Quote
http://arushayat.blogspot.com/
http://arushayat.blogspot.com/2013/05/efesus-minggu-34-rabu.html

15 May 2013
Efesus - Minggu 34 Rabu

Pembacaan Alkitab: Ef. 1:3


Selain itu, Kitab Efesus mewahyukan Allah Tritunggal lebih lengkap daripada kitab mana pun dalam Alkitab. Alasan Kitab Efesus mengungkapkan Allah Tritunggal sampai ke tingkat sedemikian adalah karena kitab ini membicarakan gereja, yaitu suatu wujud yang tersusun melalui penyaluran Allah Tritunggal ke dalam keinsanian.

Gereja dihasilkan hanya ketika Allah Tritunggal menyalurkan diri-Nya ke dalam kita dan membaurkan diri-Nya dengan kita. Dalam Kitab Efesus kita tidak hanya memiliki doktrin Trinitas, juga penerapan Trinitas bagi penyaluran Allah ke dalam manusia. Allah Tritunggal bukan untuk ajaran, melainkan untuk menyalurkan diri-Nya ke dalam kita.

Kita telah menunjukkan, sebagai Allah yang telah melalui proses, Allah Tritunggal hari ini adalah Roh pemberi-hayat. Sebagai Roh, Ia dapat menyalurkan diri-Nya ke dalam diri kita. Hal ini memungkinkan kita dipenuhi di dalam roh kita dan ke dalam segala kepenuhan Allah, serta memungkinkan Kristus berumah di hati kita. Kristus tidak saja tinggal di dalam kita, Ia juga mencari kesempatan untuk membuat rumah-Nya di hati kita. Ini berarti Ia membaurkan diri-Nya dengan setiap bagian diri kita. Kristus, Putra Allah, jelmaan Allah, ialah Roh pemberihayat yang tinggal di roh kita dan meluas ke dalam semua bagian batiniah kita. Akibat dari hal ini, bukan hanya kekudusan, kerohanian, dan kemenangan, tetapi perbauran yang ajaib antara keilahian dengan keinsanian untuk menghasilkan gereja.

Gereja yang dihasilkan oleh perbauran keilahian dan keinsanian ialah Tubuh Kristus. Beberapa guru Kristen mengira Tubuh Kristus hanya suatu ilutrasi. Tetapi ini bukan hanya suatu ilustrasi, melainkan ekspresi Kristus sendiri. Seperti halnya tubuh jasmani saya adalah ekspresi saya sendiri, begitu pula Tubuh rohani Kristus ialah ekspresi-Nya sendiri. Karena itu, gereja sebagai Tubuh Kristus adalah satu realitas.

Tidak hanya demikian, gereja adalah manusia baru dengan Kristus sebagai hayat dan personanya. Satu tubuh harus mempunyai hayat, tetapi seorang manusia harus mempunyai hayat dan persona. Pohon mempunyai hayat, tetapi tidak mempunyai persona dengan pikiran, tekad, dan emosi. Karena gereja adalah Tubuh dan manusia baru, maka gereja memiliki Kristus sebagai hayat dan persona. Pengertian tentang gereja semacam ini adalah hal yang mendasar.


Sumber: Pelajaran-Hayat Efesus, Buku 3, Berita 68
May 16, 2013, 05:04:21 AM
Reply #85
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23970
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
Quote
http://arushayat.blogspot.com/
http://arushayat.blogspot.com/2013/05/efesus-minggu-34-kamis.html

16 May 2013
Efesus - Minggu 34 Kamis

Pembacaan Alkitab: Ef. 2:18


Kitab Efesus memuat wahyu yang paling lengkap dari Allah Tritunggal dalam Alkitab. Sebagai contoh, dalam pasal 3 Paulus mengatakan tentang kepenuhan Allah (ayat 19), kekayaan Kristus (ayat 8) dan kuasa Roh (ayat 16). Kepenuhan menyiratkan bahwa segala adanya Allah menjadi ekspresi-Nya. Kolose 2:9 mengatakan bahwa kepenuhan Allah diam dalam Kristus secara jasmaniah. Ini berarti Kristus adalah wujud kepenuhan Allah, wujud dari segala apa adanya Allah. Bila kepenuhan Allah terwujud di dalam Kristus, di sana ada kekayaan Kristus. Kekayaan Kristus dinyatakan melalui kuasa Roh. Karena itu, Kristus adalah wujud kepenuhan Allah, dan Roh adalah realisasi kekayaan Kristus. Untuk memiliki kepenuhan Allah, kita harus memiliki Kristus, dan untuk menikmati kekayaan Kristus, kita harus memiliki Roh.

Dalam Injil Yohanes, Roh disebut Roh realitas. Roh realitas ini membuat segala adanya Putra dan milik Putra menjadi riil bagi kaum beriman. Segala apa adanya Bapa dan milik Bapa terwujud di dalam Putra; segala apa adanya Putra dan milik Putra telah diwahyukan sebagai realitas kepada kaum beriman melalui Roh itu (Yoh. 16:14-15). Sebagai contoh, Kristus adalah hayat. Namun, jika kita tidak menjamah Roh, kita tidak dapat memperoleh hayat ini. Jika kita menjamah Roh itu, kita mengalami realitas Kristus sebagai hayat. Demikian pula, Kristus adalah terang. Jika kita tidak berkontak dengan Roh itu, kita tidak dapat diterangi oleh Kristus. Jika kita berkontak dengan Roh itu, kita akan menikmati realitas Kristus sebagai terang.

Hari ini Allah Tritunggal adalah Roh yang almuhit. Janganlah menganggap Roh sebagai suatu benda yang berbeda dengan Kristus, jangan pula mengira Kristus itu terpisah dari Allah Bapa. Tidak! Bapa, Putra, dan Roh itu satu. Inilah alasan kita menyebut Allah sebagai Tritunggal, sebagai tiga di dalam satu. Tidak seorang pun dapat mendefinisikan Sang Tritunggal ini dengan sepenuhnya. Allah Bapa berada dalam Allah Putra, dan Allah Putra telah menjadi Roh yang memberi hayat. Demi gereja, kepenuhan Allah berwujud di dalam Kristus agar kekayaan Kristus menjadi riil bagi kita melalui Roh. Semakin kita berkontak dengan Roh, kita akan semakin menikmati kekayaan Kristus. Pada akhirnya kita akan dipenuhi kepada seluruh kepenuhan Allah dan berbaur sepenuhnya dengan Allah Tritunggal.

Dalam Efesus 2:18 seluruh persona dari Allah Tritunggal disebut: “Karena melalui Dia kita kedua pihak dalam satu Roh beroleh jalan masuk kepada Bapa.” Melalui Kristus, Sang Putra, kita dalam satu Roh beroleh jalan masuk kepada Bapa. Alangkah ajaib! Perhatikan, ayat ini tidak mengatakan bahwa kita beroleh jalan masuk kepada Roh itu, melainkan jalan masuk kepada Bapa. Roh itu terarah kepada kita, sedang kita terarah kepada Bapa. Bapa masuk ke dalam kita di dalam Putra, dan Putra masuk ke dalam kita sebagai Roh itu. Sekarang melalui Putra, Roh itu membawa kita kepada Bapa. Hal ini adalah untuk penyaluran Allah Tritunggal ke dalam kita agar gereja dapat dihasilkan. Sekali lagi kita nampak bahwa gereja dihasilkan oleh perbauran Allah Tritunggal dengan keinsanian.


Sumber: Pelajaran-Hayat Efesus, Buku 3, Berita 69
May 17, 2013, 04:53:32 AM
Reply #86
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23970
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
Quote
http://arushayat.blogspot.com/
http://arushayat.blogspot.com/2013/05/efesus-minggu-34-jumat.html

17 May 2013
Efesus - Minggu 34 Jumat

Pembacaan Alkitab: Ef. 1:17; 2:22


Penyaluran Allah Tritunggal ke dalam manusia sepenuhnya berkaitan dengan Roh itu. Allah yang telah melalui proses sebagai Roh pemberi-hayat yang almuhit sedang menantikan roh kita bereaksi terhadap Dia dan bekerja sama dengan-Nya. Beroleh selamat bukan hanya sekadar mengerti Injil, tetapi juga membuka diri kita dari lubuk batin kita bereaksi terhadap Roh itu. Ketika kita menyeru nama Tuhan Yesus, kita harus menyeru dari dalam roh kita, yaitu dari lubuk batin kita. Bila kita berbuat demkian, kita akan beroleh selamat, walaupun kita tidak mengerti Injil secara memadai.

Renungkanlah kasus Saulus dari Tarsus di tengah jalan menuju Damsyik (Kis. 9). Ia beroleh selamat melalui mengucapkan kata-kata, “Siapakah Engkau, Tuhan?” Pada waktu ia beroleh selamat, Saulus tidak begitu jelas tentang Injil, juga tidak jelas terhadap Tuhan Yesus. Namun, hanya dengan mengatakan, “Siapakah Engkau, Tuhan?” ia telah ditangkap oleh Tuhan. Hal ini memperlihatkan bahwa beroleh selamat terutama bukan masalah mengerti Injil, melainkan berkontak dengan Roh pemberi-hayat, yaitu Allah yang telah melalui proses yang sedang menunggu kesempatan untuk masuk ke dalam kita. Berkontak dengan Roh pemberi-hayat sangat mirip dengan bernafas. Jadi perkara yang terpenting bukan memahami udara, melainkan menghirup udara itu ke dalam kita. Melalui menghirup udara, kita akan menerima segala kebaikan udara itu.

Dalam Kitab Efesus terdapat penekanan yang kuat atas roh perbauran, yakni roh manusia berbaur dengan Roh ilahi. Efesus 1:17 mengatakan, “Dan meminta kepada Allah Tuhan kita Yesus Kristus, yaitu Bapa yang mulia itu, supaya Ia memberikan kepadamu Roh hikmat dan wahyu untuk mengenal Dia dengan benar.” Para pelajar Alkitab berbeda pendapat tentang terjemahan istilah “roh” dalam ayat ini. Ada yang mempertahankan pemakaian huruf besar untuk kata roh itu, sebab mereka mengira itu adalah ROH KUDUS. Sedangkan yang lainnya percaya bahwa roh di sini pasti mengacu kepada roh manusia. Sebenarnya, roh dalam ayat ini adalah roh kita yang telah dilahirkan kembali yang dihuni oleh Roh Allah, yaitu roh manusia yang telah berbaur dengan ROH KUDUS. Roh yang demikian telah diberikan kepada kita oleh Allah agar kita memiliki hikmat dan wahyu untuk mengenal Dia dan ekonomi-Nya. Tanpa ROH KUDUS, roh kita tidak mungkin menjadi roh hikmat dan wahyu. Tetapi begitu ROH KUDUS berbaur dengan roh kita, maka roh kita segera menjadi satu roh hikmat dan wahyu.

Dalam Efesus 2:22 Paulus sekali lagi mengatakan roh perbauran, “Di dalam Dia kamu juga turut dibangun menjadi tempat kediaman Allah, di dalam Roh.” Para penerjemah berbeda pendapat dalam menerjemahkan ayat ini. Ada yang berpendapat, roh di sini adalah Roh ilahi, tetapi yang lain menganggap ini adalah roh manusia. Sebenarnya, ini adalah roh yang telah berbaur, yakni roh kaum beriman yang dihuni oleh ROH KUDUS Allah. Roh Allah adalah yang berhuni, bukan tempat kediaman. Tempat kediaman ialah roh kita. Roh Allah berhuni di dalam roh kita. Karena itu, ROH KUDUS, Sang Penghuni, bukan tempat yang dihuni. Tempat kediaman Allah ialah di dalam roh kita, roh manusia yang telah berbaur dengan ROH KUDUS.


Sumber: Pelajaran-Hayat Efesus, Buku 3, Berita 69
May 18, 2013, 05:33:19 AM
Reply #87
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23970
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
Quote
http://arushayat.blogspot.com/
http://arushayat.blogspot.com/2013/05/efesus-minggu-34-sabtu.html

18 May 2013
Efesus - Minggu 34 Sabtu

Pembacaan Alkitab: Ef. 1:13


Dalam Efesus 3:5 Paulus mengatakan bahwa rahasia Kristus “sekarang dinyatakan di dalam Roh kepada rasul-rasul dan nabi-nabi-Nya yang kudus.” Roh di sini sekali lagi adalah roh yang telah berbaur. Ketika roh kita berbaur dengan Roh ilahi, maka roh kita menjadi organ yang di dalamnya rahasia Kristus diwahyukan.

Dalam Efesus 3:16 Paulus membicarakan soal manusia batiniah. Manusia batiniah ialah roh kita yang telah dilahirkan kembali. Satu-satunya cara roh manusia bisa dilahirkan kembali adalah melalui masuknya Roh Allah ke dalam roh manusia. Karena itu, manusia batiniah dalam ayat ini juga ditujukan kepada roh manusia yang telah berbaur dengan ROH KUDUS.

Dalam Efesus 6:18 Paulus menyuruh kita berdoa setiap waktu di dalam roh. Menurut konteksnya, roh di sini pun mengacu kepada roh manusia yang telah berbaur dengan ROH KUDUS. ROH KUDUS ialah firman yang kita terima dalam roh melalui doa.

Dalam Efesus 1:13 Paulus berkata, “Di dalam Dia kamu juga — karena kamu telah mendengar firman kebenaran, yaitu Injil keselamatanmu — di dalam Dia kamu juga, ketika kamu percaya, dimeteraikan dengan ROH KUDUS, yang dijanjikan-Nya itu.” Meterai di sini adalah Roh pemberi-hayat. Melalui masuk ke dalam kita, Roh itu memeteraikan kita. Menurut Efesus 1:14, meterai ini adalah jaminan, garansi, dan pencicipan dari warisan kita. Kenikmatan sepenuhnya adalah mendapatkan bagian penuh atas Allah Tritunggal. Hari ini Roh pemberi-hayat memberi kita suatu pencicipan atas Allah Tritunggal sebagai bagian kita.

Dalam Efesus 4:30 kita nampak masalah yang penting dan menentukan bagi kita, yakni jangan mendukakan Roh itu. Sebaliknya, kita harus selalu menyenangkan Dia. Bila Roh itu dalam kita tidak senang, kita akan mengalami kesulitan. Perkara yang terpenting dalam kehidupan kristiani kita ialah kita harus berhatihati, agar tidak mendukakan Roh itu. Jika Anda setia dalam hal ini, Anda akan menjadi orang Kristen yang luar biasa.

Menurut Efesus 2:18, melalui Kristus kita memiliki jalan masuk kepada Bapa dalam satu Roh. Ketika Roh masuk ke dalam kita, Ia dengan otomatis membawa kita kembali kepada Bapa. Dalam Roh ini kita benar-benar satu. Kesatuan ini adalah hidup gereja yang tepat. Karena itu, gereja adalah kesatuan dalam Allah Tritunggal dari semua orang yang telah berbaur dengan Allah Tritunggal itu.

Kedalaman Kitab Efesus tersirat dalam ayat-ayat yang membicarakan roh yang telah berbaur. Gereja adalah perbauran antara ROH KUDUS sebagai Allah yang telah melalui proses dengan keinsanian. Ini lebih besar daripada kerohanian, kekudusan, atau kemenangan. Asal kita berada dalam kesatuan ini, kita akan benar-benar rohani, kudus, dan menang. Sasaran kita tidak boleh kurang dari kesatuan ini. Jika kita berada dalam kesatuan ini, untuk apa kita menuntut kerohanian atau kekudusan, atau kemenangan? Dengan berada dalam kesatuan yang ajaib ini, kita akan memiliki semuanya ini, bahkan lebih banyak lagi.


Sumber: Pelajaran-Hayat Efesus, Buku 3, Berita 69
May 19, 2013, 05:13:57 AM
Reply #88
May 20, 2013, 05:06:47 AM
Reply #89
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23970
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
Quote
http://arushayat.blogspot.com/
http://arushayat.blogspot.com/2013/05/efesus-minggu-35-senin.html

20 May 2013
Efesus - Minggu 35 Senin

Pembacaan Alkitab: Yoh. 1:29


Mereka yang telah bertahun-tahun menjadi orang Kristen mengetahui bahwa Kristus telah mati di atas salib sebagai Anak Domba Allah untuk menanggung dosa dunia (Yoh. 1:29). Tidak hanya demikian, di atas salib, Kristus telah menyalibkan manusia lama, menghancurkan Iblis, dan menanggulangi dunia. Akan tetapi, tidak banyak orang Kristen yang menyadari bahwa di atas salib Kristus juga menanggulangi ketentuan-ketentuan. Kristus telah menanggulangi perbuatan dosa dan sifat dosa agar kita dapat beroleh selamat. Ia menanggulangi sifat kita yang usang untuk membebaskan kita dari manusia lama. Selain itu, Kristus menanggulangi Iblis agar kita bisa menang dan menaklukkan si jahat itu. Terakhir, Kristus menanggulangi dunia, agar kita dapat menjadi kudus, suci, terpisah dari dunia. Tetapi mengapa Ia harus menanggulangi ketentuan-ketentuan? Ia menanggulangi ketentuan untuk menciptakan satu manusia baru. Orang Kristen tidak melihat butir ini, sebab mereka hanya memperhatikan keselamatan, kesucian, atau kemenangan pribadi, tanpa memperhatikan gereja. Bahkan banyak guru Alkitab tidak menunjukkan bahwa dalam Kitab Efesus, Kristus membatalkan (menghapus) ketentuan-ketentuan agar gereja dapat dihasilkan. Ini adalah salah satu wahyu yang terpenting yang telah Tuhan berikan kepada gereja akhir-akhir ini. Kematian Kristus bukan hanya untuk keselamatan, kelepasan, kesucian, dan kemenangan kita, kematian-Nya juga untuk membatalkan ketentuan-ketentuan demi menciptakan gereja sebagai satu manusia baru.

Kristus membatalkan ketentuan-ketentuan demi menciptakan satu manusia baru di dalam diri-Nya. Ia tidak membatalkan ketentuan agar kita bisa menjadi kudus, rohani, atau menang. Dalam satu pengertian, Ia bahkan tidak membatalkan ketentuan-ketentuan agar kita dapat beroleh selamat. Ia membatalkan ketentuan agar gereja dapat dihasilkan.

Jika kita mengenal gereja, kita akan menolak segala ketentuan. Gereja adalah perbauran Allah yang telah melalui proses dengan sifat insani yang wajar. Dalam perbauran ini tidak ada ketentuan-ketentuan, perintah-perintah, atau ketetapan-ketetapan. Semakin kita berada dalam roh yang berbaur ini, yaitu dalam perbauran Roh ilahi dengan roh insani, kita akan semakin dibebaskan dari ketentuan-ketentuan. Namun, bila kita condong kepada ketentuan, kita akan terpecah belah. Perpecahan orang Kristen terutama disebabkan ketentuan. Beberapa denominasi telah didirikan karena adanya ketentuan. Dapatkah Anda berkata dengan yakin bahwa Anda tidak memiliki ketentuan? Jarang sekali di antara kita yang dapat berkata demikian. Kaum muda mempunyai ketentuan-ketentuan mereka sendiri, dan kaum saleh dewasa juga memiliki ketentuanketentuan mereka. Kebanyakan problem di antara para pemimpin dalam gereja pun disebabkan oleh ketentuan-ketentuan.

Jika kita mempunyai hidup gereja yang tepat, kita harus meletakkan semua ketentuan dan berkonsentrasi pada perbauran Roh ilahi dengan roh insani. Hanya dalam perbauran ini barulah kita dapat menikmati hidup gereja yang sesungguhnya.


Sumber: Pelajaran-Hayat Efesus, Buku 3, Berita 70
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)