Author Topic: Pdt.Drs.Y.Pariadji dan perdukunan melalui penyalahgunaan Minyak Urapan  (Read 1788 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

April 09, 2013, 09:37:25 AM
  • FK - Junior
  • **
  • Posts: 84
  • Gender: Female
  • Denominasi: Pentakosta
Belakangan  ini  ada  gereja  di Jakarta yang memperkenalkan pelayanan 'Minyak Urapan' yang spektakuler sehingga menarik ribuan jemaat untuk bergabung,namun  praktek  'minyak  urapan'  ini  tidak  sepi  kritik  bahkan  banyak pertanyaan  diajukan  banyak  pihak  karena  praktek itu tidak lazim dilakukan dikalangan  Kristen.

Majalah  BAHANA  edisi April 2001 mengulas praktek ini dengan judul 'Pdt.Drs. Y.  Pariadji:  Sejak  Lahir Sampai Mati Manusia Perlu Minyak Urapan' (hlm.27).
Dilaporkan  bahwa  pendeta yang mengaku rohnya pernah diundang Tuhan menghadap takhta-Nya   di   surga  dengan  diantar  Rasul  Petrus  itu  dalam brosurnya menuliskan, bahwa:
  (1) Firman Allah mengajar manusia bahwa diperlukan minyak urapan sejak manusia  lahir   di   bumi  sampai  kepada  kematiannya.  Bahkan  Allah  sendiri untuk  kehadiranNya  di Bait Allah memerintahkan Nabi Musa untuk menguduskannya lebih dahulu  dengan  minyak  urapan. Hal tersebut untuk selanjutnya harus dilakukan  secara  turun-temurun bagi orang Kristen. Minyak urapan diperlukan dalam hidup  umat sehari-hari dan dalam rumah tangganya;

  (2)  Minyak  Urapan  memegang  peranan  penting  dalam  penyerahan  anak,ini didasarkan  Im.8:1-2  dimana disebutkan bahwa anak-anak Harun harus diserahkan  dan  ada  sarana  minyak  urapan,  roti  tidak beragi dan korban darah.
Dengan  mengutip  Mat.18:10 dan Luk.10:18-20 ditulis bahwa "Tuhan Yesus menyatakan dan   menjanjikan  bahwa  ada  para  malaikat  dari  Surga  yang  akan  menjaga dan  melindungi  anak-anak.  Alkitab  yang  mengatakan  harus ada sarana-sarananya,  yaitu  dengan  kuasa  minyak  urapan. Sejak manusia lahir di bumi perlu minyak  urapan agar tidak diganggu setan-setan dan roh-roh jahat. Maka anak-anak kecil  perlu diserahkan agar sehat sentosa, agar tidak mengalami kecelakaan dan bebas  dari marabahaya."

Bagaimanakah  dengan  ajaran  'Minyak  Urapan'  ini?  Apakah ini sesuai dengan  pengajaran  Alkitab atau bukan? Sekalipun ajaran itu dikatakan berdasar firman  Allah,  marilah  kita  melihat apakah firman Allah benar-benar mengajarkan hal itu atau tidak.

Penggunaan  ayat-ayat  diluar  pengertian konteksnya dalam ajaran ini dapatlah dilihat secara kasat mata dan merupakan konsekwensi logis dari seorang pendeta  yang  kurang  memiliki  dasar  pengertian  Alkitab yang utuh, ia hanya belajar  melalui  Sekolah  Alkitab  Malam  YPPII  Jakarta  (86-87), dan sebagai seorang  apoteker  yang  biasa  meramu  obat-obatan,  sudah  dapat  diperkirakan bahwa  bukannya  profesi  semulanya  ini mendorong timbulnya ide ramuan minyak urapan  yang bersifat farmakologis, namun menjurus pada pengertian magis, suatu
gejala  perdukunan.

Pengertian minyak urapan yang non-farmakologis dan lebih berbau perdukunan itu  jelas  terlihat  dari  khasiat  minyak  urapan  dalam praktek penggunaannya di  gereja  itu.  Diceritakan di BAHANA bahwa ada jemaat yang secara tidak sengaja  matanya  yang juling terkena cipratan minyak urapan langsung sembuh dan normal  kembali,  bahkan  ada  rumah yang kebanjiran, setelah saluran-saluran air yang  mampet disiram dengan minyak urapan, airnya langsung lancar dan menjadi kering  dan bebas banjir.

Memang  dalam  Perjanjian  Lama  ada  cerita  tentang  'Minyak  Urapan' namun  pengertiannya  beda  sekali  dengan praktek pendeta tersebut. Dalam PL 'minyak  urapan' digunakan sebagai ramuan rempah-rempah yang kudus yang digunakan dalam  hubungan   dengan  pengurapan,  pentahbisan  dan  pengudusan  Bait  Allah dan  peralatannya,    dan    para    Imam    dan    Raja    yang    dipilih Allah
(Kel.29:7;30:22-33;Im.8:10-12;1Sam.9:16;10:1),  jadi bukan dimaksudkan sebagai  jimat  yang  memiliki kekuatan magis/mujizat untuk kesembuhan mata juling atau  melancarkan saluran mampet.

April 09, 2013, 09:38:41 AM
Reply #1
  • FK - Junior
  • **
  • Posts: 84
  • Gender: Female
  • Denominasi: Pentakosta
Lebih  jelas  lagi  pengertian  di  luar pengertian Alkitab dapat dilihat dari  penggunaannya  untuk  mengurapi  anak-anak  yang  sekalipun mengutip perhatian Yesus  pada  anak-anak  jelas  artinya  berbeda.  Dalam  perintah kepada Musa,  Anak-anak  Harun dikuduskan dan ditahbiskan dengan minyak urapan karena mereka  mewarisi  jabatan  imam  (Kel.29:1-9;30:30).  Musa sendiri tidak melakukan ini  pada  anak-anaknya  karena  minyak urapan itu kudus dan tidak boleh dicurahkan  pada orang biasa yang bukan imam, bahkan peringatan keras ditujukan pada orang   yang   membuat  minyak  urapan  dan  membubuhkannya  pada  orang  biasa harus
dilenyapkan dari antara bangsanya!

 "Engkau  harus  juga  mengurapi  dan menguduskan Harun dan anak-anaknya supaya  mereka  memegang  jabatan  imam  bagiKu.  Dan  kepada  orang  Israel haruslah  kaukatakan demikian: Inilah yang harus menjadi minyak urapan yang kudus bagiKu  di  antara  kamu  turun-temurun. Kepada badan orang biasa janganlah minyak itu  dicurahkan,  dan janganlah kau buat minyak semacam itu dengan memakai campuran  itu  juga: itulah minyak yang kudus, dan haruslah itu kudus bagimu. Orang yang  mencampur  rempah-rempah menjadi minyak yang semacam itu atau yang membubuhnya  pada   badan   orang   awam,  haruslah  dilenyapkan  dari  antara
bangsanya."  (Kel.30:30-33).

 Jadi,  kalau ada upacara pengurapan anggota jemaat dan anak-anak dengan minyak  urapan  bukan  saja tidak sesuai dengan firman PL tetapi juga melawan perintah  Tuhan yang tidak membolehkan minyak kudus untuk orang biasa kecuali untuk para imam.

 Yesus  dalam  Perjanjian  Baru tidak mengajarkan minyak urapan karena dalam PB  peran 'Minyak Urapan' sudah digantikan oleh ROH KUDUS dan dilakukan oleh Tuhan  Allah  sendiri  (Luk.4: 18;Kis.10:38;IYoh.2:20). Dalam PB memang ada ayat yang  menunjukkan  soal  minyak yang digunakan dalam penyembuhan (Mrk.6:13;Yak.5:14)  tetapi  berkali-kali  disebutkan  bahwa  yang  menyembuhkan  adalah Tuhan yang diterima dengan doa iman (Yak.5:15).

 Arti  'minyak'  dalam PL dan PB berbeda. Dalam PL minyak itu adalah alat kudus  untuk  mengurapi  dan  mentahbiskan  Bait Allah atau para Imam/Raja, sedangkan  dalam  PB  minyak  hanya  alat bantu sebagai lambang dalam proses penyembuhan.
Jadi,  praktek  masakini  yang  menjadikan minyak sebagai kekuatan magis/jimat  yang  bisa  digunakan  sewaktu-waktu  di  rumah  oleh siapapun untuk kebutuhan  apapun  jelas  tidak  sesuai  dengan  ajaran PL maupun PB dan melecehkan peran  karya  penebusan  Kristus  dan  karya  pengudusan  ROH KUDUS, dan menggantinya  dengan khasiat jimat 'minyak urapan.' Pendeta itu mengatakan juga bahwa:
  "Tuhan  Yesus  menyatakan  dan  menjanjikan bahwa ada para malaikat dari Surga  yang  akan menjaga dan melindungi anak-anak. Alkitab yang mengatakan harus ada  sarana-sarananya,  yaitu  dengan  kuasa  minyak urapan. Sejak manusia lahir di  bumi  perlu  minyak  urapan agar tidak diganggu setan-setan dan roh-roh jahat.
Maka anak-anak kecil perlu diserahkan agar sehat sentosa, agar tidak mengalami  kecelakaan dan bebas dari marabahaya."

Praktek 'Minyak Urapan' bukan sekedar praktek perdukunan tetapi juga dilakukan  seorang  pendeta  yang dikultuskan yang tidak beda dengan fungsi seorang dukun  klenik,  suatu  sikap bidaah yang menyamakan diri tokoh kultus itu sama bahkan  lebih  dari  Kristus sendiri. Bukan saja bahwa pendeta itu mengaku bisa dengan  mudahnya  keluar  masuk  surga  bahkan  bisa mengajak isterinya, tetapi dengan  jelas  menjadikan  dirinya  sendiri  tokoh  kultus  yang  setara  dengan Tuhan  sendiri. Ia menulis:

 
April 09, 2013, 09:39:20 AM
Reply #2
  • FK - Junior
  • **
  • Posts: 84
  • Gender: Female
  • Denominasi: Pentakosta
"Dalam  perjalanan  selama 10 tahun, Tuhan Yesus telah memberkati GBI Tiberias  luar  biasa?och.  Bukan  saja saya diberikan penglihatan-penglihatan dan janji  Tuhan  Yesus  akan  menyembuhkan  puluhan ribu orang, lebih dari 10.000 orang,  saya  pernah  diberikan penglihatan di alam roh, setan-setan dan roh-roh jahat  berduyun-duyun datang dan berlutut di kaki saya, dan memohon: Pariadji, jangan  siksa kami."

Akhirnya, kita harus berhati-hati terhadap setiap pendeta dengan ajaran-ajaran  baru  yang kelihatannya menarik dan berdasarkan firman Allah padahal merupakan  praktek  perdukunan  dengan  dukun  yang  menjadikan dirinya tokoh kultus yang  biasa  memberitakan  janji-janji  penghiburan,  yaitu  agar  dapat hidup sehat  sentosa,  agar  tidak  mengalami  kecelakaan  dan bebas dari marabahaya berkat  minyak urapan. Dengarlah firman Allah:

  "Janganlah  dengarkan  perkataan  para nabi yang bernubuat kepada kamu! Mereka  hanya   memberi   harapan  yang  sia-sia  kepadamu,  dan  hanya mengungkapkan  penglihatan-penglihatan rekaan hatinya sendiri, dan bukan apa yang datang dari  mulut  TUHAN;  mereka  selalu  berkata  kepada orang-orang yang menista firman  TUHAN:  Kamu  akan  selamat!  Dan kepada setiap orang yang mengikuti kedegilan  hatinya mereka berkata: malapetaka tidak akan menimpa kamu!" (Yer.23:16-17)

  "Karena  akan  datang  waktunya, orang tidak dapat lagi menerima ajaran sehat,   tetapi  mereka akan mengumpulkan guru-guru menurut kehendaknya untuk memuaskan  keinginan  telinganya.  Mereka  akan memalingkan telinganya dari kebenaran dan  membukanya bagi dongeng." (IITim.3:3-4).

  A m i n.
  ------------------------------------------
  Salam kasih dari Herlianto/YBA.

http://groups.yahoo.com/group/METAMORPHE/message/2493

April 09, 2013, 10:12:30 AM
Reply #3
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1937
  • Gender: Male
Latar belakang pedeta tersebut adalah seorang muslim yang memiliki dasar pengajaran islam dalam hidupnya. Sehingga tidak heran jika pengalaman spiritualnya tidak berbeda jauh dari kisah-kisah di Alquran. Pengalaman dibawa ke Surga dengan pendamping salah satu nabi atau rasul, kemudian pertobatan setan dan sebagainya adalah pemahaman yang lahir dari ajaran Islam bukan dari Alkitab.

Media atau sarana seperti minyak urapan, bukan sesuatu yang salah, bahkan didalam praktek yang tertulis dalam Alkitab, para rasul juga menyebutkan dan memakai media minyak. Bahkan kain dari Paulus juga dapat dipakai, juga tulang Elisa dan media-media benda lain-lainnya. Sebab iman manusia yang lemah terkadang butuh media untuk membantunya.

Seorang wanita tua yang pendarahan, saat ia memegang jumbai jubah Yesus, ia sembuh. Padahal iman yang sama tanpa diapa-apapakan 10 orang kusta sembuh, tetapi wanita itu butuh media, yaitu jumbai jubah Yesus. Media untuk menolong iman kita itu bukan salah, tetapi tidak harus minyak urapan, apa saja bisa. Bukan juga minyak yang didoakan khusus, atau sesuatu yang di kuduskan, kalau sudah seperti itu telah menyimpang dari iman. Pengharapan kita bukan lagi kepada Kristus tetapi kepada sesuatu yang dikhususkan itu.

Jadi pendapat saya, saya setuju dengan anda, bahwa pada kelanjutannya pelayanan pendeta bersangkutan lebih banyak menyesaatkan dari pada membawa banyak orang dikuduskan untuk Kristus.
April 09, 2013, 10:33:39 AM
Reply #4
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 6495
  • Gender: Male
  • Tuhanku Memberkatimu
  • Denominasi: Baptis
Latar belakang pedeta tersebut adalah seorang muslim yang memiliki dasar pengajaran islam dalam hidupnya. Sehingga tidak heran jika pengalaman spiritualnya tidak berbeda jauh dari kisah-kisah di Alquran. Pengalaman dibawa ke Surga dengan pendamping salah satu nabi atau rasul, kemudian pertobatan setan dan sebagainya adalah pemahaman yang lahir dari ajaran Islam bukan dari Alkitab.

Media atau sarana seperti minyak urapan, bukan sesuatu yang salah, bahkan didalam praktek yang tertulis dalam Alkitab, para rasul juga menyebutkan dan memakai media minyak. Bahkan kain dari Paulus juga dapat dipakai, juga tulang Elisa dan media-media benda lain-lainnya. Sebab iman manusia yang lemah terkadang butuh media untuk membantunya.

Seorang wanita tua yang pendarahan, saat ia memegang jumbai jubah Yesus, ia sembuh. Padahal iman yang sama tanpa diapa-apapakan 10 orang kusta sembuh, tetapi wanita itu butuh media, yaitu jumbai jubah Yesus. Media untuk menolong iman kita itu bukan salah, tetapi tidak harus minyak urapan, apa saja bisa. Bukan juga minyak yang didoakan khusus, atau sesuatu yang di kuduskan, kalau sudah seperti itu telah menyimpang dari iman. Pengharapan kita bukan lagi kepada Kristus tetapi kepada sesuatu yang dikhususkan itu.

Jadi pendapat saya, saya setuju dengan anda, bahwa pada kelanjutannya pelayanan pendeta bersangkutan lebih banyak menyesaatkan dari pada membawa banyak orang dikuduskan untuk Kristus.

Jadi Pdt. Pariaji sesat bro? Berarti jemaatnya sesat semua dong?

-- Savaka-Buddha --
April 09, 2013, 10:41:28 AM
Reply #5
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 33934
Re: Pdt.Drs.Y.Pariadji dan perdukunan melalui penyalahgunaan Minyak Urapan

apakah benar melakukan praktek perdukunan ??
April 09, 2013, 10:46:01 AM
Reply #6
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2299
  • Gender: Male
  • Denominasi: "Knowing God"
Ada yang bilang "Tiber**s" adalah bidat modern.. :ashamed0004:
3:20 Lihat, Aku berdiri di muka pintu dan mengetok; jikalau ada orang yang mendengar suara-Ku dan membukakan pintu, Aku akan masuk mendapatkannya dan Aku makan bersama-sama dengan dia, dan ia bersama-sama dengan Aku.
April 09, 2013, 11:27:05 AM
Reply #7
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 3318
  • Denominasi: protestan
Ada yang bilang "Tiber**s" adalah bidat modern.. :ashamed0004:
Biar bisa menilainya dengan BENAR ..... gak salahnya sesekali NYEMPLUNG kedalamnya ....... biar lamaan dikit entar tahu deh soal ENAK atau SESAT nya itu Kelompok ..... Duren aja kalau cuma dilihat dan diciumin ..... gak bakalan tahu dimana LEZAT atau BUSUK nya , bukan ?
Gak semua orang suka lagu Kroncong, R&B, Hip Hop, Dang Dut, dll ........ kalau di paksa2 ........ kalau gak suka mana bisa menikmatinya ?
« Last Edit: April 09, 2013, 12:08:42 PM by liliput124 »
April 09, 2013, 11:44:14 AM
Reply #8
  • FK - Newbie
  • *
  • Posts: 46
  • Denominasi: .
..... Duren aja kalau cuma dilihat dan diciumin ..... gak bakalan tahu dimana LEZAT atau BUSUK nya , bukan ?
 ........ kalau gak suka mana bisa menikmatinya ?
Apalagi kejatuhan duren, ndak usah tinggi2 deh, cukup 50cm saja  :ashamed0004:
April 09, 2013, 12:14:01 PM
Reply #9
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 3318
  • Denominasi: protestan
Apalagi kejatuhan duren, ndak usah tinggi2 deh, cukup 50cm saja  :ashamed0004:
Itu mah KERJAAN saya Bro kalau lagi NGENDON di Kebun Duren di Daerah Malingping Kab Pandeglang sono .... kalau udeh Musim Duren ... itu Mata ama Tangan pada NGACUNG TINGGI siap menampung Jatuhnya Duren yg sudah MASAK itu lho Bro !
Cuma sampai sekarang saya belum nemuin Duren yg hanya sejarak 50 cm dari Jangkauan tangan saya saat menginjak Tanah Bro .... soalnya Pohon Duren milik saya TINGGI2 sih Dahannya !
Di PERLU kan ke Ahlian dan ke Trampilan menanggapi Jatuhnya Buah Duren itu agar TIDAK TERLUKA !
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)