Author Topic: Apakah Lazarus dan Orang Kaya adalah Tafsiran Harafiah?  (Read 4774 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

May 10, 2013, 05:46:46 PM
Reply #30
  • FK - Full Member
  • ***
  • Posts: 187
  • Aku adalah manusia milik Tuhan
Untuk memahamidengan tepat cerita Lazarus dan orang kaya bacalah Lukas 16:13-31!
Orang-orang Farisi benar-benar telah dibutakan oleh kesombongan dan kecintaan mereka akan uang, sehingga Alkitab bahkan menyebut mereka sebagai hamba-hamba uang (Luk. 16:14). Mereka mungkin menganggap bahwa ibadah itu merupakan suatu sumber keuntungan. Mereka menjadikan ibadah sebagai suatu usaha untuk mendapatkan keuntungan. Itulah sebabnya setelah Tuhan mengajarkan bahwa seseorang tidak dapat melayani dua tuan (Luk. 16:13), mereka lalu mencemoohkan Dia.

Rasul Paulus pernah berkata, “Memang ibadah itu kalau disertai rasa cukup, memberi keuntungan besar” (1 Tim. 6:6). “Rasa cukup” di sini mengacu kepada rasa cukup di batin, berlawanan dengan kekurangan atau keinginan akan hal-hal lahiriah. Sedangkan ungkapan “keuntungan besar” di sini berarti jalan yang paling baik untuk mendapatkan keuntungan. Ungkapan ini terutama mengacu kepada berkat rohani dalam zaman ini. Jadi, ibadah ditambah dengan rasa cukup akan menghasilkan kekuatan untuk menyingkirkan ketamakan dan kekhawatiran zaman ini. Inilah jalan masuk ke dalam Kerajaan Allah.

Selanjutnya, Rasul Paulus menghibur kita, “Sebab kita tidak membawa sesuatu apa ke dalam dunia dan kita pun tidak dapat membawa apa-apa ke luar. Asal ada makanan dan pakaian, cukuplah” (1 Tim. 6:7-8). Ini adalah ketetapan hikmat Allah, agar kita percaya kepada-Nya untuk keperluan diri kita, dan hidup bersandar pada-Nya untuk mengekspresikan Dia, tanpa ada perkara apa pun yang menduduki atau mengganggu roh kita.

Sebagai peringatan bagi kita, Paulus berkata, “Tetapi mereka yang ingin kaya terjatuh ke dalam pencobaan, ke dalam jerat dan ke dalam berbagai-bagai nafsu yang hampa dan yang mencelakakan, yang menenggelamkan manusia ke dalam keruntuhan dan kebinasaan” (1 Tim. 6:9). Ingin kaya di sini berkaitan dengan keinginan yang kuat untuk menjadi kaya. Orang-orang yang tamak akan harta jatuh ke dalam pencobaan bukan karena memiliki harta, melainkan karena tamak akan harta. Keinginan yang jahat itu akhirnya merusak dan membinasakan mereka, menyebabkan mereka tenggelam atau terperosok ke dalam keruntuhan dan kebinasaan.

Kisah ini adalah peringatan bagi orang-orang Farisi yang walaupun kaya secara materi namun menolak pemberitaan Injil ini sama sekali berbeda dengan Matius 13 dan kisah Lazarus dan orang kaya ini tidak pernah menyampaikan kerajaan surga !. Tuhan lalu mengutarakan sebuah kisah tentang seorang kaya dan Lazarus (Luk. 16:19-31). Kisah ini bukan suatu perumpamaan, karena kisah ini menyinggung nama-nama Abraham, Lazarus, dan alam maut. Ini adalah kisah yang digunakan oleh Penyelamat sebagai jawaban yang bersifat ilustratif dan nyata kepada orang-orang Farisi yang mencintai uang dan membenarkan diri (Luk. 16:14-15).

Dalam kisah ini, disebutkan bahwa ada seorang kaya yang selalu hidup dalam kemewahan, sementara terdapat pula seorang miskin yang bernama Lazarus, yang badannya penuh dengan borok dan biasa makan dari apa yang jatuh dari meja orang kaya tadi (Luk. 16:20-21). Selanjutnya Tuhan mengatakan bahwa keduanya mati. Tidak hanya orang miskin tidak bisa menghindar dari kematian, orang kaya juga tidak bisa menghindar dari kematian. Namun, Lazarus dibawa oleh para malaikat ke pangkuan Abraham, sedangkan orang kaya itu menderita sengsara di alam maut.

Dalam keadaan yang demikian sengsara di alam maut, orang kaya itu meminta Abraham untuk mengutus Lazarus ke rumah ayahnya untuk memberikan peringatan kepada sanak keluarganya yang masih hidup (Luk. 16:17-18). Tetapi Abraham menjawab, “Mereka memiliki kesaksian Musa dan para nabi; baiklah mereka mendengarkannya” (Luk. 16:29). Jawaban ini mewahyukan bahwa nasib seseorang itu diselamatkan atau binasa ditentukan dari apakah orang tersebut mendengar firman Allah atau tidak. Lazarus diselamatkan bukan karena ia miskin, tetapi karena ia mendengar firman Allah (Yoh. 5:24; Ef. 1:13). Demikian pula, orang kaya itu binasa bukan karena ia kaya, tetapi karena ia menolak firman Allah (Kis. 13:46).

Kebanyakan orang hari ini bersikap sama seperti orang kaya tadi, mengabaikan firman Allah dan hanya mempedulikan kesenangan hari ini, tidak memikirkan penderitaan kelak hari. Semua ingin hidup bahagia, semua ingin memiliki kesenangan, tetapi tidak memikirkan kesudahan di kelak hari. Dari kisah ini kita tahu bahwa penyesalan di kelak hari sungguh tidak berguna!
May 10, 2013, 06:08:22 PM
Reply #31
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1250
  • Denominasi: KS
Kalau anda menafsirkan secara harafiah, kisah Lazarus dan orang kaya tidak akan mengena.
May 11, 2013, 11:12:34 AM
Reply #32
  • FK - Full Member
  • ***
  • Posts: 187
  • Aku adalah manusia milik Tuhan
Kalau anda menafsirkan secara harafiah, kisah Lazarus dan orang kaya tidak akan mengena.
Anda sangat keras kepala.
Itu memang kisah yg nyata.
May 11, 2013, 12:45:56 PM
Reply #33
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1250
  • Denominasi: KS
Anda sangat keras kepala.
Itu memang kisah yg nyata.

Bukan kejadian yang sudah terjadi. Tetapi bentuk perumpamaan. Perlu diingat: kerajaan surga hanya disampaikan melalui perumpamaan.

Kalau anda paksakan, maka hal2 berikut akan menjadi janggal.

1. Lazarus orang dewasa tidak mungkin duduk di pangkuan Abraham. Lukas 16:22.
2. Orang kaya dalam tempat siksaan api (neraka), bagaimana mungkin? Karena hari penghakiman belum tiba.
    Lukas 16:23-24.
3. Neraka dan surga (pangkuan Abraham) mana mungkin saling komunikasi? Karena dua tempat yang lain dan     
    terpisah. Lukas 16:23-31.

May 11, 2013, 03:50:35 PM
Reply #34
  • FK - Full Member
  • ***
  • Posts: 187
  • Aku adalah manusia milik Tuhan
Bukan kejadian yang sudah terjadi. Tetapi bentuk perumpamaan. Perlu diingat: kerajaan surga hanya disampaikan melalui perumpamaan.

Kalau anda paksakan, maka hal2 berikut akan menjadi janggal.

1. Lazarus orang dewasa tidak mungkin duduk di pangkuan Abraham. Lukas 16:22.
2. Orang kaya dalam tempat siksaan api (neraka), bagaimana mungkin? Karena hari penghakiman belum tiba.
    Lukas 16:23-24.
3. Neraka dan surga (pangkuan Abraham) mana mungkin saling komunikasi? Karena dua tempat yang lain dan     
    terpisah. Lukas 16:23-31.
Lazarus yang telah mati itu duduk “dipangkuan Abraham” terjemahan lebih tepatnya “didada Abraham”, menurut cara Yahudi adalah di pesta.

Pangkuan Abraham bukanlah arti yg sebenarnya, hanya menggambarkan kedekatan seseorang yg telah menang dlm peperangan (iman) dengan Abraham. Karena kita semua tahu bahwa Abraham adalah Bapak  orang percaya (Roma 4:11, 16; Galatia 3:7).
Pangkuan Abraham ini disebut juga Firdaus oleh Tuhan Yesus (Lukas 23:43).

Mengapa Pangkuan Abraham?

Ada kebiasaan pada jaman raja2, bahwa setiap orang yang menang dalam peperangan akan dijamu oleh raja, dan mereka di-dudukkan sangat dekat dengan raja, bersebelahan dengan raja.  Ini merupakan suatu kehormatan tertinggi yg diberikan kepada para pahlawan yang menang dalam peperangan.

Sebagai orang percaya, kita semua hidup dalam peperangan iman di dalam dunia ini.
Ada saatnya kita semua harus pulang kepada Bapa ketika saatnya tiba. Sebelum kita mendapatkan tempat di sorga semua orang yang percaya akan dikumpulkan di suatu tempat penantian. Tempat ini disebut oleh Tuhan Yesus sendiri sebagai Pangkuan Abraham /Firdaus karena Abraham adalah Bapak semua orang percaya, dia adalah sahabat Allah. Disana kita akan disambut oleh Bapak oarng percaya, yaitu Abraham karena telah menang dalam peperangan iman.

Istilah Pangkuan Abraham/Firdaus dlm Alkitab:

Lukas  16:22 Kemudian matilah orang miskin itu, lalu dibawa oleh malaikat-malaikat ke pangkuan Abraham.

Lukas  23:43 Kata Yesus kepadanya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus."

Baca perkataan YESUS kepada penjahat itu. Artinya langsung pada saat penjahat itu mati dia masuk ke firdaus .

Lalu ajaran hari penghakiman dari mana ?


Tetap saja kita setelah mati masuk ke firdaus.

OK mari kita lihat Lukas 16:19-31 Kamu mengutip Matius 13:34 untuk pembelaan dalam posisimu yang mengatakan bahwa orang kaya dan Lazarus yang miskin itu adalah perumpamaan yang dibuat-buat.

Mat 13:34 YESUS mengatakan semua hal ini dalam perumpamaan kepada kerumunan orang itu, dan tanpa perumpamaan, Dia tidak berbicara kepada mereka,

Kamu menggunakan ayat ini untuk mengklaim bahwa semua cerita yang Yesus katakan adalah perumpamaan tetapi hal ini jelas tidak terjadi  selalu ,yang dibuktikan dengan ratusan ayat lain.
Satu petikan tersebut dari
Kitab Suci adalah Lukas 17:26-27, yang menyatakan,  "Dan sama seperti terjadi pada zaman Nuh,demikian pulalah halnya kelak pada hari-hari Anak Manusia ,mereka makan dan minum, mereka kawin dan dikawinkan, sampai kepada hari Nuh masuk ke dalam bahtera, lalu datanglah air bah dan membinasakan mereka semua. "
Sekarang sudah jelas ini bukanlah perumpamaan karena NAMA ORANG DIPAKAI . Demikian juga dengan Lukas 16:19-31

Lalu, Yesus selalu mengatakan saat dia membicarakan perumpamaan !

Matius 13:24 Yesus membentangkan suatu perumpamaan lain lagi kepada mereka, kata-Nya: "Hal Kerajaan Sorga itu seumpama orang yang menaburkan benih yang baik di ladangnya.

Matius 13:44 Hal Kerajaan Sorga itu seumpama harta yang terpendam di ladang, yang ditemukan orang, lalu dipendamkannya lagi. Oleh sebab sukacitanya pergilah ia menjual seluruh miliknya lalu membeli ladang itu.

Matius 13:45 Demikian pula hal Kerajaan Sorga itu seumpama seorang pedagang yang mencari mutiara yang indah.

Kamu tidak akan menemukan kata "perumpamaan" atau "seumpama" di dalam Lukas 16:19-31.

Untuk mengklaim bahwa kata-kata Yesus tidak literal/tidak nyata adalah untuk menyerang karakter dan kekudusan-Nya. Yesus bukanlah seorang aktor atau fiksi penulis, ia datang sebagai Anak Allah untuk mencari dan menyelamatkan yang yang hilang (yaitu, manusia berdosa). Dalam Yohanes 14:2 Yesus dengan gamblang menyatakan, "Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu."  Yesus adalah seorang manusia yang jujur, yang mengatakan apa yang dia dimaksudkan, dan berarti apa yang dia katakan.

Kamu sudah menipu dan menuntun banyak orang ke neraka dengan doktrin sesatmu!!

Lukas 16:19-31 adalah nyata !



May 11, 2013, 03:56:52 PM
Reply #35
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1250
  • Denominasi: KS
Perlu diluruskan dari kesalahpahaman anda, bahwa perumpamaan pengertiannya: bukan dusta.

Mohon anda simak dengan seksama: perumpamaan tentang kerajaan surga.

Kalau anda mengerti pangkuan Abraham bukan harafiah, maka anda sudah mengerti apa itu perumpamaan.
May 11, 2013, 03:58:48 PM
Reply #36
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1250
  • Denominasi: KS
Perumpamaan = gambaran, kiasan, pengertian rohani, bukan harafiah.
May 11, 2013, 04:00:27 PM
Reply #37
  • FK - Full Member
  • ***
  • Posts: 187
  • Aku adalah manusia milik Tuhan
Saya sudah katakan bahwa Lazarus dan orang kaya harus ditafsirkan harafiah !
Itu jawaban saya atas pertanyaanmu !
May 11, 2013, 04:20:13 PM
Reply #38
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1250
  • Denominasi: KS

Lalu ajaran hari penghakiman dari mana ?[/b]

Tetap saja kita setelah mati masuk ke firdaus.

OK mari kita lihat Lukas 16:19-31 Kamu mengutip Matius 13:34 untuk pembelaan dalam posisimu yang mengatakan bahwa orang kaya dan Lazarus yang miskin itu adalah perumpamaan yang dibuat-buat.

Mat 13:34 YESUS mengatakan semua hal ini dalam perumpamaan kepada kerumunan orang itu, dan tanpa perumpamaan, Dia tidak berbicara kepada mereka,

Kamu menggunakan ayat ini untuk mengklaim bahwa semua cerita yang Yesus katakan adalah perumpamaan tetapi hal ini jelas tidak terjadi  selalu ,yang dibuktikan dengan ratusan ayat lain.
Satu petikan tersebut dari
Kitab Suci adalah Lukas 17:26-27, yang menyatakan,  "Dan sama seperti terjadi pada zaman Nuh,demikian pulalah halnya kelak pada hari-hari Anak Manusia ,mereka makan dan minum, mereka kawin dan dikawinkan, sampai kepada hari Nuh masuk ke dalam bahtera, lalu datanglah air bah dan membinasakan mereka semua. "
Sekarang sudah jelas ini bukanlah perumpamaan karena NAMA ORANG DIPAKAI . Demikian juga dengan Lukas 16:19-31


Kalau anda mengatakan ayat di atas bukan perumpamaan, maka diakhir zaman semua manusia akan dibinasakan dengan air bah seperti zaman Nuh.

Dan ini bertentangan dengan:

Gen 9:11 Aku akan menegakkan perjanjian-Ku dengan kamu, dan segala makhluk tidak akan dimusnahkan lagi oleh air bah, dan tidak akan ada lagi air bah untuk menghancurkan bumi.”
Gen 9:12 Dan ELOHIM berfirman, “Inilah tanda perjanjian yang Aku buat di antara Aku dan engkau, dan di antara segala makhluk hidup yang bersama-sama denganmu, turun-temurun untuk selama-lamanya.
Gen 9:13 Aku telah menaruh busur-Ku di awan, dan itu akan menjadi tanda perjanjian antara Aku dan bumi.

2Pe 3:7 Namun sekarang, oleh firman yang sama langit dan bumi sedang disimpan untuk api, sambil dipelihara sampai pada hari penghakiman dan pemusnahan orang-orang fasik.
May 11, 2013, 04:26:34 PM
Reply #39
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1250
  • Denominasi: KS
Lalu, Yesus selalu mengatakan saat dia membicarakan perumpamaan !

Matius 13:24 Yesus membentangkan suatu perumpamaan lain lagi kepada mereka, kata-Nya: "Hal Kerajaan Sorga itu seumpama orang yang menaburkan benih yang baik di ladangnya.

Matius 13:44 Hal Kerajaan Sorga itu seumpama harta yang terpendam di ladang, yang ditemukan orang, lalu dipendamkannya lagi. Oleh sebab sukacitanya pergilah ia menjual seluruh miliknya lalu membeli ladang itu.

Matius 13:45 Demikian pula hal Kerajaan Sorga itu seumpama seorang pedagang yang mencari mutiara yang indah.

Kamu tidak akan menemukan kata "perumpamaan" atau "seumpama" di dalam Lukas 16:19-31.


Pro 1:5 Orang yang bijak biarlah dia mendengarkan dan biarlah dia menambah pengajaran; dan orang yang berpengertian biarlah dia mendapatkan nasihat-nasihat yang bijak,
Pro 1:6 untuk mengerti amsal dan kiasan; perkataan hikmat, dan teka-teki.

Luk 8:18 Oleh sebab itu, perhatikanlah bagaimana kamu mendengarkan; sebab siapa yang memiliki, kepadanya akan diberikan, dan siapa yang tidak memiliki, bahkan apa yang ia anggap memiliki, akan diambil dari padanya.”

Hikmat Alkitab, hikmat Kerajaan Surga itu tersembunyi.

Jadi tidak dinyatakan semuanya tertulis jelas: seumpama.
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)