Author Topic: Nama Mesias yang Benar YAHUSHUA atau YEHOSHUA  (Read 5911 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

August 01, 2013, 11:37:25 AM
Reply #100
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 670
Selengkapnya saya menulis begini:
Saya lengkapi dengan keterangan Grammar:


* Yohanes 17:11
LAI TB, Dan Aku tidak ada lagi di dalam dunia, tetapi mereka masih ada di dalam dunia, dan Aku datang kepada-Mu. Ya Bapa yang kudus, peliharalah mereka dalam nama-Mu, yaitu nama-Mu yang telah Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu sama seperti Kita.
TR, και ουκ ετι ειμι εν τω κοσμω και ουτοι εν τω κοσμω εισιν και εγω προς σε ερχομαι πατερ αγιε τηρησον αυτους εν τω ονοματι σου ους δεδωκας μοι ινα ωσιν εν καθως ημεις
Interlinear, kai {adapun} ouk {tidak} eti {lama} eimi {Aku ada} en {di dalam} tô kosmô {dunia} kai {tetapi} houtoi {mereka} hen {didalam} tô kosmô {dunia} eisin {masih ada} kai {dan} egô {Aku} pros {kepada} se {Engkau} erkhomai {pergi} pater {ya Bapa} hagie {Yang Kudus} têrêson {peliharakanlah} autous {mereka} hen {dengan} tô onomati {Nama} sou {Mu} ous {yang} dedôkas {Engkau telah memberikan} moi {kepada-Ku} hina {supaya, conjunction} ôsin {mereka akan (are) may, might, should, verb - present subjunctive - third person} hen {satu, adjective - nominative singular neuter} kathôs {sama, adverb} hêmeis {seperti kita, personal pronoun - first person nominative plural}

Untuk Yohanes 17:11, perhatikan kata Yunani: ôsin adalah "to be" dalam modus subjunktif, modus probabilitas, kemungkinan, dapat saja terjadi seperti yang diharapkan, dapat pula tidak.

Sedangkan Yohanes 10:30 menggunakan kata esmen dalam "to be" dalam modus indikatif, pernyataan fakta.

Jadi kedua ayat ini tidak dapat dipertentangkan kepada kata "hen" (satu) tetapi kepada "to be" yang menyertainya, dimana yang satu menggunakan "ôsin" (subjunktif), yang satunya lagi esmen (indikatif).

Kesatuan Yesus Kristus dengan para murid-Nya, bukan kesatuan hakikat. Tetapi kesatuan dari orang-orang yang "diangkat sebagai anak-anak Allah" (adopsi) di dalam kerajaan-Nya.
Ini perbedaannya kesatuan Yesus, Sang Anak dengan Bapa yang memang satu hakikat. Hakikatnya adalah "Allah."


Yesus Kristus memang adalah Allah yang inkarnasi, Dia menjadi manusia (daging). Tetapi dalam keadaan kenosis-Nya Dia tetaplah Allah. Dan pernyataan ini bukanlah penolakan inkarnasi-Nya sebagai manusia.

Silahkan baca Efesus 2:6-8, ayat tersebut mengakui bahwa Yesus Kristus yang walaupun Dia adalah Allah, Dia menjadi sepenuhnya manusia, sebab Ia telah mengosongkan dirinya (kenosis). Kata "kosong" bukan berarti Ia tidak menjadi Allah lagi (untuk waktu tertentu), Yesus walaupun dalam keadaan-Nya sebagai manusia, Ia tidak pernah kurang daripada Allah.

Saya ambil ilustrasi... seorang Raja yang menyamar menjadi seorang rakyat biasa untuk suatu tugas dan tujuan tertentu, walaupun dalam bentuk penyamarannya, ia pada hakekatnya tetap seorang Raja.
Demikian pula denga Yesus Kristus, dalam keadaan-Nya yang hina sekalipun dalam menjalani misi sebagai domba tebusan bagi dosa manusia... Yesus tidak pernah kurang daripada Allah!


Terima kasih atas tanggapan bung Sarapan Pagi.
Saya reply pada thread yang lebih sesuai, untuk diskusi lebih lanjut.
http://forumkristen.com/index.php?topic=48771.msg910976#msg910976
August 01, 2013, 07:38:26 PM
Reply #101
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12407
  • Gender: Male
    • http://www.mypage.com/
  • Denominasi: Protestan Injili/Evangelikal

Apakah Tuhan menggantikan nama Saul menjadi Paulus?

Yang benar di mata Tuhan, Saul tidak mempunyai dua nama tetapi hanya satu: Saul.

Act 9:4 Dan sambil rebah ke tanah, dia mendengar suatu suara yang berkata kepadanya, “Saul, Saul, mengapa engkau menganiaya Aku?”

Sama dengan kasus Dorkas, di mana Kefas tidak memanggil nama Dorkas ketika membangkitkannya dari mati, tetapi tetap memanggil nama aslinya: Tabita.

Beribu-ribu manusia, dengan satu nama saja tidaklah mudah bagi pemerintah untuk mengendalikannya.

Bagaimana pula sampai ada dua nama??



Penjelasan kamu irrelevants.

Pokoknya dalam Al-Kitab, nama boleh diterjemahkan dan diubah.

Bukti sudah saya cantumkan.
Jawab Yesus kepadanya: "Jikalau kata-Ku salah, tunjukkan kesalahannya tapi jikalau kata-Ku benar, mengapakah engkau menampar Aku?" (Injil riwayat Yuhana 18:23)
August 01, 2013, 07:42:03 PM
Reply #102
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12407
  • Gender: Male
    • http://www.mypage.com/
  • Denominasi: Protestan Injili/Evangelikal
Joh 10:30 Aku dan Bapa adalah satu!”
Joh 10:31 Oleh karena itu, kembali orang-orang Yahudi mengambil batu agar mereka dapat merajam Dia.
Joh 10:32 YESUS menjawab kepada mereka, “Aku telah menunjukkan kepadamu banyak perbuatan yang baik dari Bapa-Ku, karena perbuatan manakah dari antaranya maka kamu merajam Aku?”
Joh 10:33 Orang-orang Yahudi itu menjawab kepada-Nya dengan berkata, “Kami merajam Engkau bukan sehubungan dengan suatu perbuatan yang baik, melainkan sehubungan dengan penghujatan, dan karena Engkau, yang adalah seorang manusia, menjadikan diri-Mu sebagai Tuhan.”
Joh 10:34 YESUS menjawab kepada mereka, “Bukankah telah tertulis di dalam toratmu: Aku berfirman, kamu adalah ilah-ilah!?”
Joh 10:35 Jika Dia menyebut mereka itu ilah-ilah, maka terhadap Dia yang Firman Tuhan telah datang -dan kitab suci tidak mungkin dibatalkan-
Joh 10:36 yaitu Dia yang telah Bapa kuduskan dan utus ke dalam dunia, kamu justru berkata: Engkau menghujat, karena Aku berkata, Aku adalah Putra Tuhan?

Anda hanya menafsirkan sepotong kata tanpa membaca secara lengkap.

Ayat 30 Aku dan Bapa adalah satu, artinya Mesias itu berasal dari Bapa di ayat 32.

Perhatian, ayat 33 orang Yahudi menuding Mesias menyatakan diri Tuhan, dan dijawab oleh Mesias di ayat 34-35 ada tertulis kamu adalah ilah-ilah yang artinya menunjukkan bahwa orang2 beriman kepada Tuhan yang Esa yaitu Bapa adalah keturunan Tuhan, Anak2 Tuhan, demikian juga sama dengan Mesias adalah keturunan Tuhan: Putra Tuhan. Dan ini dinyatakan di ayat 36.

Semoga dapat diterima dengan baik.



Yesus tidak mengoreksikan ancaman Yahudi terhadap-Nya.

Itu berarti apa?

Kamu kira orang Yahudi tidak tahu arti dari kutipan Yesus itu?

Lalu mengapa orang Yahudi bertekad mahu menangkap dan membunuh-Nya?

10:39-40        
Sekali lagi mereka mencoba menangkap Dia, tetapi Ia luput dari tangan mereka. Kemudian Yesus pergi lagi ke seberang Yordan, ke tempat Yohanes membaptis dahulu, lalu Ia tinggal di situ.

You tell me.
Jawab Yesus kepadanya: "Jikalau kata-Ku salah, tunjukkan kesalahannya tapi jikalau kata-Ku benar, mengapakah engkau menampar Aku?" (Injil riwayat Yuhana 18:23)
August 01, 2013, 07:51:33 PM
Reply #103
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1020
  • Denominasi: Kitab Suci Saja
Penjelasan kamu irrelevants.

Pokoknya dalam Al-Kitab, nama boleh diterjemahkan dan diubah.

Bukti sudah saya cantumkan.

Terserah anda, kalau sudah relevan dibilang tidak relevan.

Boleh dirubah ya benar, boleh diterjemahkan ya benar.

Namun akhirnya hanya satu nama saja yang benar.

Anda baca sendiri kasus Tabita ditafsirkan Dorkas.

Kefas tidak memanggil Dorkas tetapi Tabita.

Demikian juga Simon (Petrus) yang diubah Mesias jadi Kefas yang diterjemahkan Petrus.

Namun nama yang benar adalah Kefas. Bukan Simon Petrus maupun Petrus.

August 01, 2013, 07:58:10 PM
Reply #104
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1020
  • Denominasi: Kitab Suci Saja
Yesus tidak mengoreksikan ancaman Yahudi terhadap-Nya.

Itu berarti apa?

Kamu kira orang Yahudi tidak tahu arti dari kutipan Yesus itu?

Lalu mengapa orang Yahudi bertekad mahu menangkap dan membunuh-Nya?

10:39-40        
Sekali lagi mereka mencoba menangkap Dia, tetapi Ia luput dari tangan mereka. Kemudian Yesus pergi lagi ke seberang Yordan, ke tempat Yohanes membaptis dahulu, lalu Ia tinggal di situ.

You tell me.

Orang Yahudi menuduh Yesus telah menjadikan diri sebagai Tuhan.
Dikoreksi oleh Yesus bukan, tetapi Putra Tuhan.
Terakhir Yesus bilang Dia dan Bapa satu dalam arti apa yang dilakukan Yesus adalah berasal dari Bapa.
Orang Yahudi tetap tidak percaya dan berusaha menangkap Dia.
August 01, 2013, 08:21:08 PM
Reply #105
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12407
  • Gender: Male
    • http://www.mypage.com/
  • Denominasi: Protestan Injili/Evangelikal
Orang Yahudi menuduh Yesus telah menjadikan diri sebagai Tuhan.
Dikoreksi oleh Yesus bukan, tetapi Putra Tuhan.
Terakhir Yesus bilang Dia dan Bapa satu dalam arti apa yang dilakukan Yesus adalah berasal dari Bapa.
Orang Yahudi tetap tidak percaya dan berusaha menangkap Dia.


Di mana ayat koreksinya?

Jawab Yesus kepadanya: "Jikalau kata-Ku salah, tunjukkan kesalahannya tapi jikalau kata-Ku benar, mengapakah engkau menampar Aku?" (Injil riwayat Yuhana 18:23)
August 01, 2013, 08:23:20 PM
Reply #106
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12407
  • Gender: Male
    • http://www.mypage.com/
  • Denominasi: Protestan Injili/Evangelikal
Terserah anda, kalau sudah relevan dibilang tidak relevan.

Boleh dirubah ya benar, boleh diterjemahkan ya benar.

Namun akhirnya hanya satu nama saja yang benar.

Anda baca sendiri kasus Tabita ditafsirkan Dorkas.

Kefas tidak memanggil Dorkas tetapi Tabita.

Demikian juga Simon (Petrus) yang diubah Mesias jadi Kefas yang diterjemahkan Petrus.

Namun nama yang benar adalah Kefas. Bukan Simon Petrus maupun Petrus.



Saya sudah buktikan bahwa nama diri dalam Al-Kitab bisa diterjemahkan atau diubah. Dan Al-Kitab itu diilhamkan Allah.

Anda ikut pemahaman dan pikiran sekte-mu, saya ikut Al-Kitab.

Itulah perbedaan antar Anda dan saya.
Jawab Yesus kepadanya: "Jikalau kata-Ku salah, tunjukkan kesalahannya tapi jikalau kata-Ku benar, mengapakah engkau menampar Aku?" (Injil riwayat Yuhana 18:23)
August 01, 2013, 08:53:30 PM
Reply #107
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 3666
  • Gender: Male
  • Denominasi: Protestan
Terserah anda, kalau sudah relevan dibilang tidak relevan.

Boleh dirubah ya benar, boleh diterjemahkan ya benar.

Namun akhirnya hanya satu nama saja yang benar.

Anda baca sendiri kasus Tabita ditafsirkan Dorkas.

Kefas tidak memanggil Dorkas tetapi Tabita.

Demikian juga Simon (Petrus) yang diubah Mesias jadi Kefas yang diterjemahkan Petrus.

Namun nama yang benar adalah Kefas. Bukan Simon Petrus maupun Petrus.
Saya sudah buktikan bahwa nama diri dalam Al-Kitab bisa diterjemahkan atau diubah. Dan Al-Kitab itu diilhamkan Allah.

Anda ikut pemahaman dan pikiran sekte-mu, saya ikut Al-Kitab.

Itulah perbedaan antar Anda dan saya.
Udahlah @Maniz, menurut anda kalau kefas bukan Simon Petrus maupun Petrus, ya ganti dan hapus dong kitab-mu yang tercemar yang bukan dikehendaki Kakek-mu yg usia sudah lanjut yang tidak ada nama Paulus, Simon Petrus atau Petrus

Mungkin juga nama @SimonSays entah itu dari nama Alkitab atau mungkin Simon dari nama kejawen dari asal timon menjadi Simon ?
Karena semua orang, yang hidup dari pekerjaan hukum Taurat, berada di bawah kutuk. Sebab ada tertulis: " Terkutuklah orang ( OSAS & TULIP ) yang tidak setia melakukan segala sesuatu yang tertulis dalam kitab hukum Taurat." [/col
August 01, 2013, 09:39:00 PM
Reply #108
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1020
  • Denominasi: Kitab Suci Saja
Di mana ayat koreksinya?

Tudingan:
Joh 10:33 Orang-orang Yahudi itu menjawab kepada-Nya dengan berkata, “Kami merajam Engkau bukan sehubungan dengan suatu perbuatan yang baik, melainkan sehubungan dengan penghujatan, dan karena Engkau, yang adalah seorang manusia, menjadikan diri-Mu sebagai Tuhan.”

Koreksi:
Joh 10:36 yaitu Dia yang telah Bapa kuduskan dan utus ke dalam dunia, kamu justru berkata: Engkau menghujat, karena Aku berkata, Aku adalah Putra Tuhan?
August 01, 2013, 09:42:14 PM
Reply #109
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1020
  • Denominasi: Kitab Suci Saja
Saya sudah buktikan bahwa nama diri dalam Al-Kitab bisa diterjemahkan atau diubah. Dan Al-Kitab itu diilhamkan Allah.

Anda ikut pemahaman dan pikiran sekte-mu, saya ikut Al-Kitab.

Itulah perbedaan antar Anda dan saya.

Bukankah yang saya postingkan itu hikmat dari ayat FT?

Alkitab tidak pakai dua nama, tetapi hanya satu nama yang asli.

Kenapa anda bilang saya sekte.

 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)