Author Topic: Nama Mesias yang Benar YAHUSHUA atau YEHOSHUA  (Read 6075 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

July 31, 2013, 08:31:07 PM
Reply #90
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 4778
  • Merdeka di dalam Kristus
    • SARAPANPAGI BIBLIKA
Orang Kristen ==> menjadi satu
Bapa dan Anak ==> adalah satu

Right!

Dibawah ini akan saya jelaskan kajian TEKSTUAL dan KONTEKSTUAL dari ayat-ayat yang menuliskan kebenaran itu.

* Yohanes 10:30
Aku dan Bapa adalah satu

KJV, I and my Father are one.
TR, εγω και ο πατηρ εν εσμεν
Interlinear, egô {Aku} ka i{dan} ho patêr {Bapa itu} hen {satu} esmen {kami adalah}


Perhatikan kata kunci disini: "hen" yang merupakan pernyataan "satu hakikat" ke-Allah-an. Yohanes 10:30 dari segi kaidah bahasa Yunani, menyatakan bahwa Yesus dan Bapa memiliki  satu Hakekat yaitu Allah. Konteks kata satu "hen" untuk ayat  diatas menunjukkan pernyataan Yesus adalah Allah, yang "satu" sama hakekat dengan Bapa yang dipertegas dengan pernyataan "hen esmen".   Ayat diatas lebih lanjut dipertegas dalam ayat-ayat : "Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa" (Yohanes 14:9),  dan "Akulah jalan dan kebenaran, dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa kalau tidak melalui Aku." (Yohanes 14:6).

Lalu bagaimana dengan Doa Yesus yang mengatakan bahwa Yesus menyatu "hen" dengan murid-muridnya? Mari kita tinjau bukan dari kata "hen" saja, tetapi juga meneliti tata-bahasa Yunani :

* Yohanes 17:11
LAI TB, Dan Aku tidak ada lagi di dalam dunia, tetapi mereka masih ada di dalam dunia, dan Aku datang kepada-Mu. Ya Bapa yang kudus, peliharalah mereka dalam nama-Mu, yaitu nama-Mu yang telah Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu sama seperti Kita.
TR, και ουκ ετι ειμι εν τω κοσμω και ουτοι εν τω κοσμω εισιν και εγω προς σε ερχομαι πατερ αγιε τηρησον αυτους εν τω ονοματι σου ους δεδωκας μοι ινα ωσιν εν καθως ημεις
Interlinear, kai {adapun} ouk {tidak} eti {lama} eimi {Aku ada} en {di dalam} tô kosmô {dunia} kai {tetapi} outoi {mereka} hen {didalam} tô kosmô {dunia} eisin {masih ada} kai {dan} egô {Aku} pros {kepada} se {Engkau} erkhomai {pergi} pater {ya Bapa} hagie {Yang Kudus} têrêson {peliharakanlah} autous {mereka} hen {dengan} tô onomati {Nama} sou {Mu} ous {yang} dedôkas {Engkau telah memberikan} moi {kepada-Ku} hina {supaya} ôsin {mereka} hen {satu} kathôs {sama} hêmeis {seperti kita}

Dalam Yohanes 17:11, menjadi satu ditulis hina ôsin hen kathôs hêmeis. Kata ôsin adalah "to be" dalam modus subjunktif, modus probabilitas, kemungkinan, dapat saja terjadi seperti yang diharapkan, dapat pula tidak. Sedangkan esmen dalam Yohanes 10:30 adalah "to be" dalam modus indikatif, pernyataan fakta

Hanya ada dua ayat yang menulis tentang "hen esmen" yaitu Yohanes 10:30  dan Yohanes 17:22 di bawah ini:

* Yohanes 17:22
Dan Aku telah memberikan kepada mereka kemuliaan, yang Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu, sama seperti Kita adalah satu:

TR, και εγω την δοξαν ην δεδωκας μοι δεδωκα αυτοις ινα ωσιν εν καθως ημεις εν εσμεν
Interlinear, kai {dan} egô {Aku} tên doxan {kemuliaan} hên {yang} dedôkas {Engkau telah memberikan} moi {kepadaKu} dedôka {telah memberikan} autois {kepada mereka} hina {supaya} ôsin {mereka menjadi} hen {satu} kathôs {sama seperti} hêmeis {kita} hen {satu} esmen {kita adalah}

Perhatikan perbedaan antara "hina ôsin hen", harfiah : "supaya – mereka adalah, menjadi –satu", dengan "hêmeis hen esmen : "kita - satu - kita adalah (fakta). "


to be indikatif (fakta)

ειμι – eimi : aku adalah
ει – ei : engkau adalah
εστιν – estin :  ia adalah
εσμεν – esmen : kami/kita adalah
εστε – este : kalian adalah
εισιν – eisin : mereka adalah


to be subjunktif (probabilitas, kemungkinan) :

ω – ô : aku (barangkali) menjadi
ης – ês :  engkau (barangkali) menjadi
η – ê :  ia (barangkali) menjadi
ωμεν – ômen : kami/kita (barangkali) menjadi
ητε – ête : kalian (barangkali) menjadi
ωσιν – ôsin : mereka (barangkali) menjadi

bersambung...

Apakah dengan mengatakan kebenaran kepadamu aku telah menjadi musuhmu? (Galatia  4:16)
July 31, 2013, 08:32:25 PM
Reply #91
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 4778
  • Merdeka di dalam Kristus
    • SARAPANPAGI BIBLIKA
Kemudian, silahkan cek ayat-ayat dibawah ini :


* Yohanes 17:21,23
17:21 supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau, agar mereka juga di dalam Kita, supaya dunia percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku.
TR, ινα παντες εν ωσιν καθως συ πατερ εν εμοι καγω εν σοι ινα και αυτοι εν ημιν εν ωσιν ινα ο κοσμος πιστευση οτι συ με απεστειλας
Interlinear, ina {supaya} pantes {semua} hen {satu} ôsin {menjadi} kathôs {sama seperti} su {Engkau} pater {ya Bapa} hen {didalam} emoi {Aku} kagô {dan Aku} hen {didalam} soi {Engkau} ina {supaya} kai {juga} autoi {mereka} hen {didalam} êmin {kita} hen {satu} ôsin {berada} ina {supaya} ho kosmos {dunia} pisteusê {percaya} hoti {bahwa} su {Engkau} me {Aku} apesteilas {telah mengutus}

17:23 Aku di dalam mereka dan Engkau di dalam Aku supaya mereka sempurna menjadi satu, agar dunia tahu, bahwa Engkau yang telah mengutus Aku dan bahwa Engkau mengasihi mereka, sama seperti Engkau mengasihi Aku.
TR, εγω εν αυτοις και συ εν εμοι ινα ωσιν τετελειωμενοι εις εν και ινα γινωσκη ο κοσμος οτι συ με απεστειλας και ηγαπησας αυτους καθως εμε ηγαπησας
Interlinear, egô {Aku} hen {didalam} autois {mereka} kai {dan} su {Engkau} hen {didalam} emoi {Aku} ina {supaya} ôsin teteleiômenoi {mereka (boleh) dengan sempurna} eis {menjadi} hen {satu} kai {dan} ina {supaya} ginôskê {tahu} ho kosmos {dunia} hoti {bahwa} su {Engkau} me {Aku} apesteilas {telah mengutus} kai {dan} êgapêsas {Engkau telah mengasihi} autous {mereka} kathôs {sama seperti} eme {Aku} êgapêsas {Engkau telah mengasihi}
 

YESUS MENYATU DENGAN MURID-MURIDNYA :


Murid-murid Yesus akan menjadi bagian dari Yesus; Yesus dan Bapa adalah satu.

Pernyataan Yesus yang mengatajan ia menyatu dengan murid-muridnya adalah pernyataan yang ajaib dimana orang-orang percaya "dimuliakan" menjadi bagian dari Yesus. Dan ini jelas tidak bermakna bahwa murid-murid Yesus akan "sama hakikat denganNya", namun makna pernyataan Yesus dalam doaNya itu adalah murid-muridNya menjadi bagian dari diriNya.

Perhatikan ayat dibawah ini yang menyatakan jemaat/Gereja Tuhan adalah terdiri dari orang-orang percaya dan Yesus sebagai kepala jemaat/gereja itu.


* Efesus 1:22-23
1:22 Dan segala sesuatu telah diletakkan-Nya di bawah kaki Kristus dan Dia telah diberikan-Nya kepada jemaat sebagai Kepala dari segala yang ada.
TR, και παντα υπεταξεν υπο τους ποδας αυτου και αυτον εδωκεν κεφαλην υπερ παντα τη εκκλησια
Interlinear, kai {lalu} panta {segala (sesuatu)} upetaxen {ia menundukkan} upo {dibawah} tous podas {kaki-kaki} autou {Nya} kai {dan} auton {Dia} edôken {Ia mengangkat} kephalên {(menjadi) Kepala} uper {atas} panta {segala (sesuatu)} tê ekklêsia {bagi jemaat}

1:23 Jemaat yang adalah tubuh-Nya, yaitu kepenuhan Dia, yang memenuhi semua dan segala sesuatu.
TR, ητις εστιν το σωμα αυτου το πληρωμα του παντα εν πασιν πληρουμενου
Interlinear, êtis {yaitu} estin to sôma {tubuh} autou {NYA} to plêrôma {pelengkap/ Dia yang dipenuhi} tou {(dari Dia/ oleh Dia)} panta {segala} en {didalam} pasin {segala} plêroumenou { (yang) dipenuhi/ (yang) memenuhi}

Inilah yang dimaksud dengan kesatuan antara Kristus dengan murid-muridNya yang menjadi jemaat Tuhan. Dimana diibaratkan bahwa Yesus Kristus menjadi kepala dari jemaat dan jemaat adalah Tubuhnya

Apakah dengan mengatakan kebenaran kepadamu aku telah menjadi musuhmu? (Galatia  4:16)
July 31, 2013, 09:31:17 PM
Reply #92
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1020
  • Denominasi: Kitab Suci Saja
Rasul Paulus adalah seorang Yahudi asli, dia ahli Taurat, dia bukan sembarang ahli Taurat, dia itu muridnya guru yang sangat terkenal "Gamaliel." Tapi rasul Paulus itu wawasannya luas, ngga' kayak Anda.
Dia yang sangat paham Taurat, sangat paham bahasa Ibrani, tapi dia menulis kitab penggembalaan dalam BAHASA YUNANI! Dan tulisan-tulisannya itu diilhami ROH KUDUS. Dan lagi tulisannya ini masuk dalam Kanon Alkitab. Apakah Anda masih menyanggah tulisan Rasul Paulus dalam bahasa Yunani ini diilhami ROH KUDUS?


Apakah Anda masih belum paham bahwa naskah Bahasa Asli Perjanjian Baru itu ditulis dalam bahasa Yunani?
Coba belajar lagi.... jangan asal menyanggah.

Anda melihat dari sisi harafiahnya,

buktinya saya tidak perlu belajar bahasa Ibrani dan Yunani, hanya dengan membaca dan merenungkan ayat FT di Alkitab bahasa Indonesia saja, saya tahu ada yang keliru.

Karena saya mengikuti aturan main yang tertulis dalam Akitab.

Namun dari semula sebelumnya saya juga berterimaksih kepada anda atas masukan Ibrani nama YHVH dan Yehoshua nya.

Dan untuk hal-hal lain yang tidak dapat saya cerna hanya dengan bahasa Indonesia (kalau2 ada yang salah terjemah) untuk hal2 yang lebih mendalam. Maka baru saya memerlukan teks aslinya.

Teks asli juga gak menjamin, kalau tidak sejajar hikmat dari kalimatnya.

Teks asli sih pasti benar, tetapi siapa berani jamin kalau itu benar2 100% teks asli.

salam,

tks.
July 31, 2013, 09:54:26 PM
Reply #93
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1020
  • Denominasi: Kitab Suci Saja
Kata "Yosua" atau "Joshua" adalah terjemahan bahasa Indonesia dan b. Inggris.
Nama-nama tokoh Alkitab diterjemahkan itu sudah biasa karena hal itu sudah berlaku sejak jaman dahulu kala, bahkan sebelum era Yesus Kristus, dimana nama-nama Ibrani diterjemahkan dalam bahasa/ pelafalan Yunani. Naskah Septuaginta membuktikannya, Naskah Septuaginta itu sudah disusun mulai pertengahan abad 3 sebelum Masehi, dan naskah ini diterima oleh kalangan Yahudi, sebab team penerjemahnya juga dari kalangan Yahudi yang berbahasa Yunani. Bahkan ada banyak bukti dimana Yesus Kristus dan para rasul juga menutip naskah-naskah Septuaginta apabila mereka berbicara kepada "goyim" atau kepada masyarakat yang lebih luas. Sebab kala itu bahasa Yunani adalah bahasa internasional (seperti bahasa Inggris di masa sekarang). Anda boleh tidak mempercayai yang saya tulis, tapi jangan asal menyanggah, disini saya bukan berdebat, tapi ngasih informasi, kajian sejarah. Jadi orang harus banyak membaca ensiklopedia biar pikiran punya wawasan luas. Bukannya modal baca beberapa artikel lantas dipercayai begitu saja. Silahkan Anda menggali sendiri apa itu Septuaginta melalui referensi2 yang banyak ada di internet. Jangan asal menyanggah yang justru membuktikan kemiskinan wawasan Anda sendiri. Dan lagi, Anda jangan menggunakan logika yang berlaku di masa sekarang, cobalah selami apa yang terjadi di masa lalu.


Kisah Para Rasul 9:36-40.

Memang adanya kebiasaan dalam masyarakat memakai nama panggilan yang bukan nama aslinya,

terbukti Kefas memanggil nama Tabita, bukan memanggil nama Dorkas.

salam,
August 01, 2013, 01:32:39 AM
Reply #94
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 670
Dibawah ini akan saya jelaskan kajian TEKSTUAL dan KONTEKSTUAL dari ayat-ayat yang menuliskan kebenaran itu.

* Yohanes 10:30
Aku dan Bapa adalah satu

KJV, I and my Father are one.
TR, εγω και ο πατηρ εν εσμεν
Interlinear, egô {Aku} ka i{dan} ho patêr {Bapa itu} hen {satu} esmen {kami adalah}

Perhatikan kata kunci disini: "hen" yang merupakan pernyataan "satu hakikat" ke-Allah-an. Yohanes 10:30 dari segi kaidah bahasa Yunani, menyatakan bahwa Yesus dan Bapa memiliki  satu Hakekat yaitu Allah. Konteks kata satu "hen" untuk ayat  diatas menunjukkan pernyataan Yesus adalah Allah, yang "satu" sama hakekat dengan Bapa yang dipertegas dengan pernyataan "hen esmen".

ἐγὼ ὁ πατὴρ = make each person distinct
ἐσμεν = menjadi kata kerja jamak - menunjukkan lebih dari satu.
ἕν = mengindikasikan unity dari dua pihak.
ἕν (nueter) mengindikasikan bahwa kesatuan itu tidak secara langsung melainkan in abstract ways.
Walau memang bisa diterjemahkan "Aku dan Bapa adalah satu hakikat"

Namun menjadi kendala jika diterapkan pada ayat Yoh 17:22:

Lalu bagaimana dengan Doa Yesus yang mengatakan bahwa Yesus menyatu "hen" dengan murid-muridnya? Mari kita tinjau bukan dari kata "hen" saja, tetapi juga meneliti tata-bahasa Yunani :

* Yohanes 17:22
Dan Aku telah memberikan kepada mereka kemuliaan, yang Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu, sama seperti Kita adalah satu:

TR, και εγω την δοξαν ην δεδωκας μοι δεδωκα αυτοις ινα ωσιν εν καθως ημεις εν εσμεν
Interlinear, kai {dan} egô {Aku} tên doxan {kemuliaan} hên {yang} dedôkas {Engkau telah memberikan} moi {kepadaKu} dedôka {telah memberikan} autois {kepada mereka} hina {supaya} ôsin {mereka menjadi} hen {satu} kathôs {sama seperti} hêmeis {kita} hen {satu} esmen {kita adalah}

Perhatikan perbedaan antara "hina ôsin hen", harfiah : "supaya – mereka adalah, menjadi –satu", dengan "hêmeis hen esmen : "kita - satu - kita adalah (fakta). "

Poinnya; Hakikat sebagaimana poin anda semula dan pada ayat itu kentara KONTRASNYA:
supaya mereka menjadi satu HAKIKAT (kemungkinan), SAMA SEPERTI Kita adalah satu HAKIKAT (fakta) dengan mengikuti konsep Anda.

Pertanyaannya: menjadi satu HAKIKAT APA; MANUSIA atau ALLAH ?
Jika menjadi satu hakikat manusia; bukankah mereka memang hakikatnya manusia, kenapa pula didoakan agar menjadi satu hakikat manusia ?

Problem kedua; dengan mengatakan bahwa Yesus sama hakikat dengan Bapa saat Yesus belum disalib == secara implisit mengatakan bahwa Yesus datang sebagai Allah dan akan bertentangan dengan ayat:
2Yoh. 1:7   Sebab banyak penyesat telah muncul dan pergi ke seluruh dunia, yang tidak mengaku, bahwa Yesus Kristus telah datang sebagai manusia. Itu adalah si penyesat dan antikristus.



« Last Edit: August 01, 2013, 01:42:08 AM by driew »
August 01, 2013, 07:17:54 AM
Reply #95
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12407
  • Gender: Male
    • http://www.mypage.com/
  • Denominasi: Protestan Injili/Evangelikal
Dari mana ayatnya anda mengatakan Bapa dan Putra adalah satu?

Aku dan Bapa adalah satu (Yoh 10:30)

Quote
Coba buktikan bahwa Yesus adalah Tuhan!

Yesus adalah TUHAN, Tuhan dan tuan.

TUHAN = ADUNAY/KURIOS (YHWH)

Tuhan = Kurios (yang disembah)

Tuan = Kurios (yang dihormati)

Sedangkan Allah padanan dari El, ELOHIM dan Eloah DAN theos.


Jawab Yesus kepadanya: "Jikalau kata-Ku salah, tunjukkan kesalahannya tapi jikalau kata-Ku benar, mengapakah engkau menampar Aku?" (Injil riwayat Yuhana 18:23)
August 01, 2013, 07:21:17 AM
Reply #96
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12407
  • Gender: Male
    • http://www.mypage.com/
  • Denominasi: Protestan Injili/Evangelikal
Menurut intelinear Alkitab saya lihat terjemahan yang lebih tepat: ditafsirkan jadi disebut Dorkas.

Jadi Dorkas itu adalah arti dari nama Tabita, maka Dorkas boleh jadi nama panggilan.

Tetapi nama panggilan Dorkas tidak menggantikan nama aslinya Tabita.

Nyata Kefas memanggilnya : Tabita.

Act 9:40 Dan, setelah menyuruh semua orang ke luar, Petrus berdoa sambil bertekuk lutut. Dan seraya berpaling ke arah mayat itu, ia berkata, “Tabita, bangunlah!” Dan dia membuka matanya, dan ketika melihat Petrus, ia pun duduk.


Memang pada zaman PB, minimal org Yahudi punya 2 atau 3 nama.

Saul ialah nama Yahudi Paulus. Paulus ialah nama Yunaninya. Apakah nama Paulus suatu panggilan?

Jawab Yesus kepadanya: "Jikalau kata-Ku salah, tunjukkan kesalahannya tapi jikalau kata-Ku benar, mengapakah engkau menampar Aku?" (Injil riwayat Yuhana 18:23)
August 01, 2013, 07:49:01 AM
Reply #97
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 4778
  • Merdeka di dalam Kristus
    • SARAPANPAGI BIBLIKA
Poinnya; Hakikat sebagaimana poin anda semula dan pada ayat itu kentara KONTRASNYA:
supaya mereka menjadi satu HAKIKAT (kemungkinan), SAMA SEPERTI Kita adalah satu HAKIKAT (fakta) dengan mengikuti konsep Anda.

Pertanyaannya: menjadi satu HAKIKAT APA; MANUSIA atau ALLAH ?
Jika menjadi satu hakikat manusia; bukankah mereka memang hakikatnya manusia, kenapa pula didoakan agar menjadi satu hakikat manusia ?

Selengkapnya saya menulis begini:
Dalam Yohanes 17:11, menjadi satu ditulis hina ôsin hen kathôs hêmeis. Kata ôsin adalah "to be" dalam modus subjunktif, modus probabilitas, kemungkinan, dapat saja terjadi seperti yang diharapkan, dapat pula tidak. Sedangkan esmen dalam Yohanes 10:30 adalah "to be" dalam modus indikatif, pernyataan fakta.  [/color]

Saya lengkapi dengan keterangan Grammar:


* Yohanes 17:11
LAI TB, Dan Aku tidak ada lagi di dalam dunia, tetapi mereka masih ada di dalam dunia, dan Aku datang kepada-Mu. Ya Bapa yang kudus, peliharalah mereka dalam nama-Mu, yaitu nama-Mu yang telah Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu sama seperti Kita.
TR, και ουκ ετι ειμι εν τω κοσμω και ουτοι εν τω κοσμω εισιν και εγω προς σε ερχομαι πατερ αγιε τηρησον αυτους εν τω ονοματι σου ους δεδωκας μοι ινα ωσιν εν καθως ημεις
Interlinear, kai {adapun} ouk {tidak} eti {lama} eimi {Aku ada} en {di dalam} tô kosmô {dunia} kai {tetapi} houtoi {mereka} hen {didalam} tô kosmô {dunia} eisin {masih ada} kai {dan} egô {Aku} pros {kepada} se {Engkau} erkhomai {pergi} pater {ya Bapa} hagie {Yang Kudus} têrêson {peliharakanlah} autous {mereka} hen {dengan} tô onomati {Nama} sou {Mu} ous {yang} dedôkas {Engkau telah memberikan} moi {kepada-Ku} hina {supaya, conjunction} ôsin {mereka akan (are) may, might, should, verb - present subjunctive - third person} hen {satu, adjective - nominative singular neuter} kathôs {sama, adverb} hêmeis {seperti kita, personal pronoun - first person nominative plural}

Untuk Yohanes 17:11, perhatikan kata Yunani: ôsin adalah "to be" dalam modus subjunktif, modus probabilitas, kemungkinan, dapat saja terjadi seperti yang diharapkan, dapat pula tidak.

Sedangkan Yohanes 10:30 menggunakan kata esmen dalam "to be" dalam modus indikatif, pernyataan fakta.

Jadi kedua ayat ini tidak dapat dipertentangkan kepada kata "hen" (satu) tetapi kepada "to be" yang menyertainya, dimana yang satu menggunakan "ôsin" (subjunktif), yang satunya lagi esmen (indikatif).

Kesatuan Yesus Kristus dengan para murid-Nya, bukan kesatuan hakikat. Tetapi kesatuan dari orang-orang yang "diangkat sebagai anak-anak Allah" (adopsi) di dalam kerajaan-Nya.
Ini perbedaannya kesatuan Yesus, Sang Anak dengan Bapa yang memang satu hakikat. Hakikatnya adalah "Allah."



Problem kedua; dengan mengatakan bahwa Yesus sama hakikat dengan Bapa saat Yesus belum disalib == secara implisit mengatakan bahwa Yesus datang sebagai Allah dan akan bertentangan dengan ayat:
2Yoh. 1:7   Sebab banyak penyesat telah muncul dan pergi ke seluruh dunia, yang tidak mengaku, bahwa Yesus Kristus telah datang sebagai manusia. Itu adalah si penyesat dan antikristus.

Yesus Kristus memang adalah Allah yang inkarnasi, Dia menjadi manusia (daging). Tetapi dalam keadaan kenosis-Nya Dia tetaplah Allah. Dan pernyataan ini bukanlah penolakan inkarnasi-Nya sebagai manusia.

Silahkan baca Efesus 2:6-8, ayat tersebut mengakui bahwa Yesus Kristus yang walaupun Dia adalah Allah, Dia menjadi sepenuhnya manusia, sebab Ia telah mengosongkan dirinya (kenosis). Kata "kosong" bukan berarti Ia tidak menjadi Allah lagi (untuk waktu tertentu), Yesus walaupun dalam keadaan-Nya sebagai manusia, Ia tidak pernah kurang daripada Allah.

Saya ambil ilustrasi... seorang Raja yang menyamar menjadi seorang rakyat biasa untuk suatu tugas dan tujuan tertentu, walaupun dalam bentuk penyamarannya, ia pada hakekatnya tetap seorang Raja.
Demikian pula denga Yesus Kristus, dalam keadaan-Nya yang hina sekalipun dalam menjalani misi sebagai domba tebusan bagi dosa manusia... Yesus tidak pernah kurang daripada Allah!



Apakah dengan mengatakan kebenaran kepadamu aku telah menjadi musuhmu? (Galatia  4:16)
August 01, 2013, 10:04:55 AM
Reply #98
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1020
  • Denominasi: Kitab Suci Saja
Aku dan Bapa adalah satu (Yoh 10:30)

Yesus adalah TUHAN, Tuhan dan tuan.

TUHAN = ADUNAY/KURIOS (YHWH)

Tuhan = Kurios (yang disembah)

Tuan = Kurios (yang dihormati)

Sedangkan Allah padanan dari El, ELOHIM dan Eloah DAN theos.

Joh 10:30 Aku dan Bapa adalah satu!”
Joh 10:31 Oleh karena itu, kembali orang-orang Yahudi mengambil batu agar mereka dapat merajam Dia.
Joh 10:32 YESUS menjawab kepada mereka, “Aku telah menunjukkan kepadamu banyak perbuatan yang baik dari Bapa-Ku, karena perbuatan manakah dari antaranya maka kamu merajam Aku?”
Joh 10:33 Orang-orang Yahudi itu menjawab kepada-Nya dengan berkata, “Kami merajam Engkau bukan sehubungan dengan suatu perbuatan yang baik, melainkan sehubungan dengan penghujatan, dan karena Engkau, yang adalah seorang manusia, menjadikan diri-Mu sebagai Tuhan.”
Joh 10:34 YESUS menjawab kepada mereka, “Bukankah telah tertulis di dalam toratmu: Aku berfirman, kamu adalah ilah-ilah!?”
Joh 10:35 Jika Dia menyebut mereka itu ilah-ilah, maka terhadap Dia yang Firman Tuhan telah datang -dan kitab suci tidak mungkin dibatalkan-
Joh 10:36 yaitu Dia yang telah Bapa kuduskan dan utus ke dalam dunia, kamu justru berkata: Engkau menghujat, karena Aku berkata, Aku adalah Putra Tuhan?

Anda hanya menafsirkan sepotong kata tanpa membaca secara lengkap.

Ayat 30 Aku dan Bapa adalah satu, artinya Mesias itu berasal dari Bapa di ayat 32.

Perhatian, ayat 33 orang Yahudi menuding Mesias menyatakan diri Tuhan, dan dijawab oleh Mesias di ayat 34-35 ada tertulis kamu adalah ilah-ilah yang artinya menunjukkan bahwa orang2 beriman kepada Tuhan yang Esa yaitu Bapa adalah keturunan Tuhan, Anak2 Tuhan, demikian juga sama dengan Mesias adalah keturunan Tuhan: Putra Tuhan. Dan ini dinyatakan di ayat 36.

Semoga dapat diterima dengan baik.

August 01, 2013, 10:23:57 AM
Reply #99
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1020
  • Denominasi: Kitab Suci Saja
Memang pada zaman PB, minimal org Yahudi punya 2 atau 3 nama.

Saul ialah nama Yahudi Paulus. Paulus ialah nama Yunaninya. Apakah nama Paulus suatu panggilan?


Apakah Tuhan menggantikan nama Saul menjadi Paulus?

Yang benar di mata Tuhan, Saul tidak mempunyai dua nama tetapi hanya satu: Saul.

Act 9:4 Dan sambil rebah ke tanah, dia mendengar suatu suara yang berkata kepadanya, “Saul, Saul, mengapa engkau menganiaya Aku?”

Sama dengan kasus Dorkas, di mana Kefas tidak memanggil nama Dorkas ketika membangkitkannya dari mati, tetapi tetap memanggil nama aslinya: Tabita.

Beribu-ribu manusia, dengan satu nama saja tidaklah mudah bagi pemerintah untuk mengendalikannya.

Bagaimana pula sampai ada dua nama??

 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)