Author Topic: Api yang Membinasakan dan Api yang Memurnikan  (Read 15607 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

September 06, 2013, 05:01:19 PM
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 3600
  • Gender: Male
  • Gereja Katolik Roma
    • [b][i]Allah, demi menyatakan DiriNya kepada manusia dalam bentuk yang baru dan utuh, yang memulai era Penebusan, tiada memilih bagi tahta-Nya sebuah bintang di langit, pun istana dari seorang yang berkuasa. Pula Ia tak menghendaki sayap-sayap para malaika
Protestan mengalami kesulitan dengan doktrin api penyucian karena dua alasan utama: Pertama, ketika Martin Luther menerjemahkan Kitab Suci ke dalam bahasa Jerman pada tahun 1532, ia mengeluarkan tujuh Kitab dari Perjanjian Lama, termasuk kedua Kitab Makabe, di mana setidak-tidaknya pemurnian jiwa dinyatakan secara samar. Kedua, John Calvin mengajarkan bahwa kita telah kehilangan kehendak bebas kita karena dosa asal dan bahwa Tuhan telah menentukan sebelumnya apakah suatu jiwa akan diselamatkan atau dikutuk; karena itu, jika kita tak dapat memilih untuk berbuat dosa dan jika nasib abadi kita sudah ditentukan, siapakah yang membutuhkan api penyucian? Singkatnya, para pemimpin Protestan menolak ajaran Gereja Kristen yang sudah berabad-abad lamanya itu saat mereka menyangkal doktrin api penyucian.

Dibawah ini saya ambilkan beberapa dasar dari Kitab Suci yang juga diakui Protestan berbicara tentang pemurnian jiwa dinyatakan secara samar


Keberadaaan Api Penyucian bersumber dari ajaran Kitab Suci, yaitu dalam beberapa ayat berikut ini:
1. “Tidak akan masuk ke dalamnya [surga] sesuatu yang najis” (Why 21:27) sebab Allah adalah kudus (Is 6:3). Maka kita semua dipanggil kepada kekudusan yang sama (Mat 5:48; 1 Pet 1:15-16), sebab tanpa kekudusan tak seorangpun dapat melihat Allah (Ibr 12:14).

Melihat bahwa memang tidak mungkin orang yang ‘setengah kudus’ langsung masuk surga, maka sungguh patut kita syukuri jika Allah memberikan kesempatan pemurnian di dalam Api Penyucian.

   Aku akan menaruh yang sepertiga itu dalam api dan akan memurnikan mereka seperti orang memurnikan perak. Aku akan menguji mereka, seperti orang menguji emas. Mereka akan memanggil  nama-Ku, dan Aku akan menjawab  mereka. Aku akan berkata: Mereka adalah umat-Ku,  dan mereka akan menjawab: TUHAN adalah Allahku! " Zacharia 13:9

    Sebab Engkau telah menguji  kami, ya Allah, telah memurnikan kami, seperti orang memurnikan perak Mzm 66:10

    Sesungguhnya, Aku telah memurnikan engkau, namun bukan seperti perak, tetapi Aku telah menguji engkau dalam dapur kesengsaraan. Yes 48:10

    Sebagian dari orang-orang bijaksana itu akan jatuh, supaya dengan demikian diadakan pengujian, penyaringan dan pemurnian  di antara mereka, sampai pada akhir zaman; sebab akhir zaman itu belum mencapai waktu yang telah ditetapkan. Dan 11:35

Banyak orang akan disucikan dan dimurnikan  dan diuji, tetapi orang-orang fasik akan berlaku fasik;  tidak seorangpun dari orang fasik itu akan memahaminya, tetapi orang-orang bijaksana akan memahaminya.

Dan 12:10   

Rasul Paulus mengajarkan bahwa pada akhirnya segala pekerjaan kita akan diuji oleh Tuhan. “Jika pekerjaannya terbakar, ia akan menderita kerugian, tetapi ia sendiri akan diselamatkan, tetapi seperti dari dalam api.” (1 Kor 3:15) Api ini tidak mungkin merupakan api neraka, sebab dari api neraka tidak ada yang dapat diselamatkan. Api ini juga bukan surga, sebab di surga tidak ada yang ‘menderita kerugian’. Sehingga ‘api’ di sini menunjukkan adanya kondisi tengah-tengah, di mana jiwa-jiwa mengalami kerugian sementara untuk mencapai surga.

Ada api yang membinasakan YAITU NERAKA! Tetapi ada Api yang Memurnikan, Mengapa Alkitab selalu menyebut nyebut api yang memurnikan jika ada api yang membinasakan? Hal ini dibuat untuk menandai dan membedakan antara neraka dan api penyucian.
« Last Edit: September 06, 2013, 05:11:54 PM by CLAY »
Sebab kamu semua adalah anak-anak Allah karena Iman didalam YESUS KRISTUS (Galatia 3:25)
September 06, 2013, 05:04:17 PM
Reply #1
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 3600
  • Gender: Male
  • Gereja Katolik Roma
    • [b][i]Allah, demi menyatakan DiriNya kepada manusia dalam bentuk yang baru dan utuh, yang memulai era Penebusan, tiada memilih bagi tahta-Nya sebuah bintang di langit, pun istana dari seorang yang berkuasa. Pula Ia tak menghendaki sayap-sayap para malaika

mnurut saya setiap pribadi mempertanggungjawabkan perbuatannya masing-masing. saya pernah mendengar orang berkata, "mohon dosa-dosa bapa ini di ampuni oleh saudara semua supaya dia tenang di sorga" padahal dia Kristen. saya jadi berpikir selama hidupnya aja dia tidak pernah ke gereja trus kelakuannya juga tidak baik. bagaimana mungkin tiba2 dalam dunia akhirat Allah mengampuni dosa-dosanya. dan jika dikaitkan dengan matius 7:21 sangat tidak mungkin!

Memang benar demikian bahwa setiap pribadi mempertanggungjawabkan perbuatannya masing-masing.  Kita selagi di dunia lah yang beroleh kesempatan mendoakan mereka sedang mengalami penderitaan di api penyucian? Mereka berada di api penyucian dalam konteks mempertanggungjawabkan dosanya masing masing. Doa kitalah yang merupakan ungkapan kasih kita kepada mereka yang kita doakan akan berpengaruh terhadap lama atau tidaknya hukuman tu mereka jalani. Dan jika menurut anda tidak ada api penyucian siapakah yang akan mampu ke surga? Sebab sangat2 sedikit manusia yg hidup di dunia ini dapat hidup kudus tanpa setitik dosapun. Akan sangat tidak adil jika hanya karena belum sungguh kudus sehingga manusia harus ke neraka, justru sebaliknya Oleh karena itulah Api Penyucian diperlukan untuk memurnikan jiwa2 Kristen yang belum benar2 kudus sehingga ia layak ke surga untuk menatap muka dengan muka Allah di Surga.

Sebab kamu semua adalah anak-anak Allah karena Iman didalam YESUS KRISTUS (Galatia 3:25)
September 08, 2013, 09:37:12 AM
Reply #2
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 3600
  • Gender: Male
  • Gereja Katolik Roma
    • [b][i]Allah, demi menyatakan DiriNya kepada manusia dalam bentuk yang baru dan utuh, yang memulai era Penebusan, tiada memilih bagi tahta-Nya sebuah bintang di langit, pun istana dari seorang yang berkuasa. Pula Ia tak menghendaki sayap-sayap para malaika
Api penyucian, atau disebut juga Purgatorium, telah diajarkan sejak jaman para Rasul. Baru pada abad ke-16, kaum Protestan memutuskan untuk menolak doktrin yang telah lama ada ini. Jika kita mempelajari sejarah Gereja serta membaca tulisan-tulisan Gereja Perdana, kita dapat melihat bahwa api penyucian senantiasa diajarkan oleh Gereja. Menolaknya berarti menolak ajaran yang telah diwariskan kepada kita melalui para Rasul Kristus sendiri.

Api penyucian ada semata-mata karena belas kasih Allah. Persyaratan untuk masuk ke dalam surga begitu sulit karena “tidak akan masuk ke dalamnya sesuatu yang najis” (Why 21:27). Agar dapat langsung menuju surga, kita harus sepenuhnya bebas dari noda dosa. Artinya bahwa kita harus dalam keadaan rahmat, bebas dari dosa-dosa ringan, telah sepenuhnya melunasi penitensi dan siksa dosa temporal atas segala dosa kita, serta bebas dari keterikatan duniawi yang menjauhkan kita dari Tuhan (misalnya: harta benda, dendam, dsb). Begitulah, kita dapat melihat betapa sulitnya menghindari api penyucian, tetapi dengan pertolongan rahmat Tuhan, kita dapat melakukannya!

Tujuan api penyucian adalah untuk memurnikan kita dari segala noda dosa, silih atas segala hutang dosa sepanjang hidup kita, serta melepaskan kita dari segala keterikatan duniawi agar kita dapat sepenuhnya mengasihi Tuhan dan sesama. Setelah noda dosa sepenuhnya dibersihkan, maka jiwa akan segera masuk dalam kemuliaan dan persekutuan penuh dengan Tuhan di surga.

Dalam Alkitab kita temukan ayat yang menggabrakan adanya Api yang memurnikan


   Aku akan menaruh yang sepertiga itu dalam api dan akan memurnikan mereka seperti orang memurnikan perak. Aku akan menguji mereka, seperti orang menguji emas. Mereka akan memanggil  nama-Ku, dan Aku akan menjawab  mereka. Aku akan berkata: Mereka adalah umat-Ku,  dan mereka akan menjawab: TUHAN adalah Allahku! " Zacharia 13:9


Quote from: .link=topic=50132.msg923702#msg923702 date=1378437048

 Mereka akan memanggil  nama-Ku,:


“Dari jurang yang dalam aku berseru kepada-Mu, ya TUHAN! Tuhan, dengarkanlah suaraku! Biarlah telinga-Mu menaruh perhatian kepada suara permohonanku.”
(Mzm 130:1-2)

dan Aku akan menjawab  mereka. Aku akan berkata: Mereka adalah umat-Ku,  dan mereka akan menjawab: TUHAN adalah Allahku! " Zacharia 13:9

Proses pemurnian di api penyucian sangat menyakitkan. “Jika pekerjaannya terbakar, ia akan menderita kerugian, tetapi ia sendiri akan diselamatkan, tetapi seperti dari dalam api.” (1 Kor 3:15) Api ini tidak mungkin merupakan api neraka, sebab dari api neraka tidak ada yang dapat diselamatkan. Api ini juga bukan surga, sebab di surga tidak ada yang ‘menderita kerugian’. Sehingga ‘api’ di sini menunjukkan adanya kondisi tengah-tengah, di mana jiwa-jiwa mengalami kerugian sementara untuk mencapai surga.

Jiwa-jiwa di sana melihat bagaimana dosa telah memisahkan mereka dari Tuhan dan mereka menyesali secara mendalam apa yang telah mereka lakukan. Bahkan dosa ringan sekalipun menyebabkan mereka menderita, sebab seringan apapun dosa, dosa tersebut merupakan penghinaan terhadap Allah karena ketidaktaan pada kehendak-Nya. Jiwa-jiwa menderita memiliki kerinduan yang kuat untuk berada di surga, tetapi mereka tak dapat, karena ketaklayakan mereka. Hal ini juga mengakibatkan sengsara hebat dalam diri mereka. Jiwa-jiwa memohon, “Dari jurang yang dalam aku berseru kepada-Mu, ya TUHAN! Tuhan, dengarkanlah suaraku! Biarlah telinga-Mu menaruh perhatian kepada suara permohonanku.” (Mzm 130:1-2). Walau jiwa-jiwa di sana menderita sengsara yang dahsyat, tetapi mereka juga memiliki sukacita yang besar oleh karena pengharapan bahwa suatu hari nanti mereka akan berada di surga. St Katarina dari Genoveva mengatakan bahwa “selain dari kebahagiaan para kudus di surga, aku rasa tak ada sukacita yang melebihi sukacita jiwa-jiwa di api penyucian.” St Katarina menambahkan, “Tuhan membangkitkan dalam jiwa-jiwa di api penyucian suatu gerakan kasih yang berkobar-kobar hingga mampu membinasakan mereka, seandainya jiwa-jiwa itu fana. Diterangi dan dibakar oleh kasih yang murni ini, semakin jiwa mengasihi Tuhan, semakin jiwa jijik terhadap noda terkecil sekalipun yang menyakiti-Nya, dan semakin berkuranglah rintangan yang menghalangi persatuan jiwa dengan-Nya.”


    Sesungguhnya, Aku telah memurnikan engkau, namun bukan seperti perak, tetapi Aku telah menguji engkau dalam dapur kesengsaraan. Yes 48:10
« Last Edit: September 08, 2013, 09:51:32 AM by CLAY »
Sebab kamu semua adalah anak-anak Allah karena Iman didalam YESUS KRISTUS (Galatia 3:25)
September 08, 2013, 09:43:56 AM
Reply #3
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 3600
  • Gender: Male
  • Gereja Katolik Roma
    • [b][i]Allah, demi menyatakan DiriNya kepada manusia dalam bentuk yang baru dan utuh, yang memulai era Penebusan, tiada memilih bagi tahta-Nya sebuah bintang di langit, pun istana dari seorang yang berkuasa. Pula Ia tak menghendaki sayap-sayap para malaika
Jiwa-jiwa di Api Penyucian


(Esok malam) Aku melihat malaikat pelindungku yang memintaku untuk mengikutinya. Dalam sekejap aku berada di suatu tempat berkabut penuh api di mana terdapat suatu himpunan besar jiwa-jiwa menderita. Mereka berdoa dengan sungguh-sungguh bagi diri mereka sendiri, tetapi sia-sia belaka; hanya kita yang dapat menolong mereka. Kobaran api yang membakar mereka tak menyentuhku sama sekali. Malaikat pelindung tak sekejap pun meninggalkanku. Aku bertanya kepada jiwa-jiwa ini apakah penderitaan mereka yang paling hebat. Serempak mereka menjawab bahwa siksaan yang paling dahsyat adalah kerinduan akan Tuhan. Aku melihat Santa Perawan mengunjungi jiwa-jiwa di api penyucian. Jiwa-jiwa menyebutnya Kartika Samudera. Santa Perawan mendatangkan kelegaan bagi mereka. Aku ingin berbicara lebih lanjut kepada mereka, tetapi malaikat pelindung memberi isyarat kepadaku untuk segera pergi. Kami keluar dari kurungan sengsara. (Aku mendengar suara batin), “Belas kasih-Ku tak menghendaki ini, tetapi keadilan menuntutnya.” Sejak saat itu, aku memiliki hubungan yang lebih erat dengan jiwa-jiwa menderita. (20)

Suatu hari, seorang suster yang telah meninggal dua bulan sebelumnya datang kepadaku. Ia adalah suster dari paduan suara pertama. Aku melihatnya dalam keadaan yang mengerikan, sepenuhnya dilahap api dan wajahnya rusak ngeri. Hal ini berlangsung hanya sekejap saja, lalu ia pun lenyap. Kegentaran hebat merayapi jiwaku sebab aku tidak tahu apakah ia ada di api penyucian atau di neraka. Walau demikian, aku melipatgandakan doa-doaku untuknya. Keesokan malam ia datang kembali; aku melihatnya dalam keadaan yang lebih mengerikan, di tengah-tengah api yang bahkan lebih berkobar-kobar, keputusasaan terpancar jelas di setiap guratan wajahnya. Aku terperanjat melihatnya dalam keadaan yang lebih buruk sesudah doa-doa yang aku panjatkan baginya, maka aku bertanya, “Tidakkah doa-doaku menolongmu?” Ia menjawab bahwa doa-doaku tak menolongnya dan bahwa tak suatu pun yang akan dapat menolongnya. Aku bertanya, “Dan doa-doa yang dipersembahkan seluruh komunitas bagimu; tidakkah doa-doa itu menolongmu sama sekali?” Ia mengatakan tidak; doa-doa itu telah menyelamatkan jiwa-jiwa lain. Jadi kataku, “Jika doa-doaku tidak menolongmu, Suster, tolong janganlah datang lagi kepadaku.” Ia pun lenyap seketika. Walau demikian, aku terus berdoa untuknya.

Selang beberapa waktu ia datang kembali kepadaku pada waktu malam, tetapi penampilannya telah berubah. Tak ada lagi api seperti sebelumnya; wajahnya bercahaya, matanya bersinar-sinar penuh sukacita. Ia mengatakan bahwa aku memiliki kasih sejati bagi sesama dan bahwa banyak jiwa-jiwa lain mendapatkan manfaat dari doa-doaku. Ia mendorongku untuk tak henti-hentinya berdoa bagi jiwa-jiwa di purgatorium; ia menambahkan bahwa ia sendiri tak akan lama lagi tinggal di sana. Betapa mencengangkannya keputusanmu, Tuhan! (58)

lanjut bawah...
Sebab kamu semua adalah anak-anak Allah karena Iman didalam YESUS KRISTUS (Galatia 3:25)
September 08, 2013, 09:44:44 AM
Reply #4
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 3600
  • Gender: Male
  • Gereja Katolik Roma
    • [b][i]Allah, demi menyatakan DiriNya kepada manusia dalam bentuk yang baru dan utuh, yang memulai era Penebusan, tiada memilih bagi tahta-Nya sebuah bintang di langit, pun istana dari seorang yang berkuasa. Pula Ia tak menghendaki sayap-sayap para malaika
Kala aku pergi ke kebun suatu siang, malaikat pelindungku mengatakan, “Berdoalah bagi mereka yang menghadapi ajal.” Maka, seketika itu juga aku mulai mendaraskan rosario bersama para pekerja kebun bagi mereka yang menghadapi ajal. Setelah rosario, kami mendaraskan berbagai macam doa bagi mereka yang di ambang maut. Selesai berdoa, murid-murid mulai berceloteh gembira di antara mereka. Kendati kegaduhan yang mereka timbulkan, aku mendengar kata-kata ini dalam jiwaku, “Berdoalah untukku!” Tetapi, karena tak dapat mengerti perkataan ini dengan baik, aku menjauh beberapa langkah dari para murid, sembari memikirkan siapakah gerangan yang kiranya memintaku untuk berdoa. Lalu, aku mendengar kata-kata ini, “Aku, Suster….” Suster ini berada di Warsawa sementara aku, pada saat itu, berada di Vilnius. “Berdoalah untukku hingga aku memintamu berhenti. Aku sedang menghadapi sakrat maut.” Segera aku mulai berdoa dengan khusuk untuknya, (menghadirkan diri) di hadapan Hati Yesus yang sedang meregang nyawa. Suster tak membiarkanku beristirahat, dan aku terus berdoa dari (pukul) tiga hingga lima sore. Pukul lima, aku mendengar kata-kata, “Terima kasih!” dan aku mengerti bahwa ia telah meninggal dunia. Tetapi, dalam Misa Kudus keesokan harinya, aku terus berdoa dengan khusuk bagi jiwanya. Siang hari, sebuah kartu pos datang mengabarkan bahwa Suster … telah meninggal dunia pada saat dan waktu itu. Aku tahu bahwa tepat pada waktu yang sama itulah ia mengatakan kepadaku “Berdoalah untukku.” (315) 

Sore ini, salah seorang dari para biarawati yang telah meninggal dunia datang dan meminta padaku satu hari berpuasa dan mempersembahkan segala latihan [rohani]ku pada hari itu untuknya. Aku menjawab bahwa aku akan melakukannya. Sejak dini hari berikutnya, aku mempersembahkan semua untuk intensinya. Pada waktu Misa Kudus, aku mengalami secara singkat sengsaranya. Aku merasakan kerinduan yang begitu dahsyat akan Tuhan hingga tampaknya aku akan mati oleh kerinduan untuk bersatu dengan-Nya. Hal ini berlangsung beberapa saat saja, tetapi aku mengerti seperti apa kerinduan jiwa-jiwa di api penyucian itu. (1185-6)

sumber : “Souls in Purgatory ~ from The Diary of the Servant of God Sister M. Faustina Kowalska”; www.catholic-forum.com/churches/cathteach
Sebab kamu semua adalah anak-anak Allah karena Iman didalam YESUS KRISTUS (Galatia 3:25)
September 08, 2013, 10:00:11 AM
Reply #5
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 3600
  • Gender: Male
  • Gereja Katolik Roma
    • [b][i]Allah, demi menyatakan DiriNya kepada manusia dalam bentuk yang baru dan utuh, yang memulai era Penebusan, tiada memilih bagi tahta-Nya sebuah bintang di langit, pun istana dari seorang yang berkuasa. Pula Ia tak menghendaki sayap-sayap para malaika
Mengapa Kita Mendoakan Orang Mati

Sebab Kristus sendiri mengajarkan kepada kita bahwa orang-orang yang meninggal dunia di dalam Kristus itu bukan orang-orang yang mati, melainkan orang-orang yang hidup. Kristus bersabda, “Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati…. ” (Yoh 11:25)

Maka jika umat Katolik mendoakan orang percaya yang meninggal, itu adalah karena kami mengimani sabda Tuhan ini, yaitu bahwa jiwa mereka tetaplah hidup, walaupun badannya sudah mati. Nah, jiwa-jiwa orang beriman yang meninggal dalam keadaan kudus/ sempurna, dapat bersatu dan memandang Allah dalam Kerajaan Surga (lih. Mat 5:8; Ibr 12:14) namun bagi jiwa-jiwa yang belum sempurna, perlu dimurnikan terlebih dahulu seperti melalui api, sebelum ia diselamatkan (lih. 1 Kor 3:15; Zacharia 13:9;  Yes 48:10; Dan 11:35; Dan 12:10   )

“Sebab aku yakin, bahwa baik maut, maupun hidup, baik malaikat-malaikat, maupun pemerintah-pemerintah, baik yang ada sekarang, maupun yang akan datang, atau kuasa-kuasa, baik yang di atas, maupun yang di bawah, ataupun sesuatu makhluk lain, tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.” (Rm 8:38-39).

Kuasa kasih Kristus yang mengikat kita semua di dalam satu Tubuh-Nya. Dengan prinsip bahwa kita sebagai sesama anggota Tubuh Kristus selayaknya saling tolong menolong dalam menanggung beban (Gal 6:2) di mana yang kuat menolong yang lemah (Rm 15:1), maka jika kita mengetahui (kemungkinan) adanya anggota keluarga kita yang masih dimurnikan di Api Penyucian, maka kita yang masih hidup dapat mendoakan mereka, secara khusus dengan mengajukan intensi Misa kudus (2 Mak 12:42-46).

Tafsir rabiah atas Kitab Suci menegaskan keyakinan ini. Dalam Kitab Zakharia, Tuhan bersabda, “Aku akan menaruh yang sepertiga itu dalam api dan akan memurnikan mereka seperti orang memurnikan perak. Aku akan menguji mereka, seperti orang menguji emas.” Sekolah Rabi Shammai menafsirkan ayat ini sebagai pemurnian jiwa melalui belas kasihan dan kebaikan Tuhan, mempersiapkan jiwa untuk kehidupan kekal. Dalam Kitab Sirakh 7:33 tertulis, “orang mati pun jangan kau kecualikan pula dari kerelaanmu”, ditafsirkan sebagai memohon kepada Tuhan untuk membersihkan jiwa. Singkat kata, Perjanjian Lama dengan jelas menegaskan adanya semacam proses pemurnian bagi jiwa umat beriman setelah mereka meninggal dunia agar dapat masuk ke dalam Surga sebab  “Tidak akan masuk ke dalamnya [surga] sesuatu yang najis” (Why 21:27) sebab Allah adalah kudus (Is 6:3).
« Last Edit: September 08, 2013, 10:14:09 AM by CLAY »
Sebab kamu semua adalah anak-anak Allah karena Iman didalam YESUS KRISTUS (Galatia 3:25)
September 08, 2013, 09:56:45 PM
Reply #6
  • Moderator
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12115
  • Gender: Female
  • aman dalam perlindungan Tuhan
woha....koq ujung-ujungnya jadi mendoakan orang mati?
kalau tentang mendoakan orang mati sudah ada topiknya sendiri ya bro CLAY :)
menjadi seseorang yang selalu hidup dengan hati nurani yang murni di hadapan Tuhan dan manusia.
selalu jujur meski kadang jujur itu menyakiti yang lain. Yang penting Tuhan ga sakit.
September 09, 2013, 03:07:18 AM
Reply #7
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 5389
Jika besedia untuk direnungkan sebagai pegangan kenapa kita memperlakukan orang yan sudah meninggal tidak perlu ikut campur tangan kita lagi ( utk didoakan ), karea ada Janji Tuhan YESUS sbb :

Yoh 11:26 dan setiap orang yang hidup dan yang percaya kepada-Ku, tidak akan mati selama-lamanya. Percayakah engkau akan hal ini?"

Yoh 11 :40 Jawab Yesus: "Bukankah sudah Kukatakan kepadamu: Jikalau engkau percaya engkau akan melihat kemuliaan Allah?"

Intinya : Percayakah kita pada Yesus.?? ( Kalau saya jelas percaya )...Karena disitu ada janji Tuhan Yesus bagi siapa
pun yang mepercayaiNYA, Yaitu : " kita akan melihat kemulyaan Allah...". baik saat kita masih hidup di dunia fana ini maupun setelah kita mati. Janji-Nya selalu setia dan adil.
Karena PRINSIP HIDUP Kekristenan  kita adalah pada dasar PENGHARAPAN KITA KEPADA TUHAN KITA YESUS KRISTUS. Nothing els..!!

Salam..

September 09, 2013, 08:15:57 AM
Reply #8
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1607
  • Gender: Female
  • Denominasi: "I AM" (Immanuel) is The CHURCH
Re: Api yang Membinasakan dan Api yang Memurnikan

Api yang Memurnikan
1 Ptr. 4:12-16
Saudara-saudara yang kekasih, janganlah kamu heran akan nyala api siksaan yang datang kepadamu sebagai ujian, seolah-olah ada sesuatu yang luar biasa terjadi atas kamu.

Sebaliknya, bersukacitalah, sesuai dengan bagian yang kamu dapat dalam penderitaan Kristus, supaya kamu juga boleh bergembira dan bersukacita pada waktu Ia menyatakan kemuliaan-Nya.
Berbahagialah kamu, jika kamu dinista karena nama Kristus, sebab Roh kemuliaan, yaitu Roh Allah ada padamu.
Janganlah ada di antara kamu yang harus menderita sebagai pembunuh atau pencuri atau penjahat, atau pengacau.
Tetapi, jika ia menderita sebagai orang Kristen, maka janganlah ia malu, melainkan hendaklah ia memuliakan Allah dalam nama Kristus itu.


September 11, 2013, 02:54:11 PM
Reply #9
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 3600
  • Gender: Male
  • Gereja Katolik Roma
    • [b][i]Allah, demi menyatakan DiriNya kepada manusia dalam bentuk yang baru dan utuh, yang memulai era Penebusan, tiada memilih bagi tahta-Nya sebuah bintang di langit, pun istana dari seorang yang berkuasa. Pula Ia tak menghendaki sayap-sayap para malaika
woha....koq ujung-ujungnya jadi mendoakan orang mati?
kalau tentang mendoakan orang mati sudah ada topiknya sendiri ya bro CLAY :)

Sabar sis...  memang ada kaitanya. Sebab yg kita bahas di sini adalah keraguan Protestan akan adanya api penyucian, sehingga beranggapan bahwa doa bagi mereka yang telah mati tidak ada faedahnya. Sementara Katolik mengakui adanya Api penyucian berdasarkan ajaran yg diterima melalui Bapa Gereja dan Tradisi Katolik dan Yudaisme. Oleh karena itu saya mencoba dalam threat ini menunjukkan kepada rekan2 protestan ayat ayat yang menunjukkan atau mendukung doktrin Gereka Katolik tentang Api penyucian. Dan menunjukkan bahwa dasar ajaran tersebut menurut istilah Protestan sangatlah ALKITABIAH!

Lagipula ayat2 yg digunakan Protestan utk menyanggah Doktrin Purgotary adalah setiap pribadi mempertanggungjawabkan perbuatannya masing-masing.. Katolikpun tidak menyangah hal itu. M

Memang benar demikian bahwa setiap pribadi mempertanggungjawabkan perbuatannya masing-masing.  Kita selagi di dunia lah yang beroleh kesempatan mendoakan mereka sedang mengalami penderitaan di api penyucian? Mereka berada di api penyucian dalam konteks mempertanggungjawabkan dosanya masing masing. Sementara doa kita yang merupakan ungkapan kasih  kepada mereka yang kita doakan mempunyai pengaruh terhadap lama atau tidaknya hukuman tu mereka jalani. Dan jika menurut Protestan bahwa tidak ada api penyucian maka siapakah yang akan mampu ke surga? Sebab sangat2 sedikit manusia yg hidup di dunia ini dapat hidup kudus tanpa setitik dosapun. Akan sangat tidak adil jika hanya karena belum sungguh kudus sehingga manusia harus ke neraka, justru sebaliknya Oleh karena itulah Api Penyucian diperlukan untuk memurnikan jiwa2 Kristen yang belum benar2 kudus sehingga ia layak ke surga untuk menatap muka dengan muka Allah di Surga.
Sebab kamu semua adalah anak-anak Allah karena Iman didalam YESUS KRISTUS (Galatia 3:25)
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)