Author Topic: Menguji Tulisan Pdt. Budi Asali tentang Tritunggal.  (Read 5520 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

September 09, 2013, 10:52:55 AM
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 625
  • Denominasi: Kristen
Hai semua. Pada kesempatan ini saya tertarik untuk menguji tulisan Pdt. Budi Asali tetang tritunggal sebagaimana terdapat di link berikut:

http://golgothaministry.org/doktrinallah/doktrinallah_06.htm
http://golgothaministry.org/doktrinallah/doktrinallah_07.htm

Saya akan mencoba membahas sepotong demi sepotong, hal ini karena keterbatasan waktu, hehe. Mohon dimaklumi.
"Jeova Sanctus Unus"

"Jeova tu Solus Altissimus in Omni Terra"

"Veritas Liberabit Vos"
September 09, 2013, 11:06:49 AM
Reply #1
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 625
  • Denominasi: Kristen
Pertama-tama, Pdt. Budi Asali mengawali tulisannya dengan definisi tentang tritunggal dan istilah-istilahnya (bagian I dan II). Sedangkan dasar ayatnya dijelaskan di bagian III. Sekalipun mungkin tujuannya untuk memudahkan pembaca mengerti, tetapi ini justru memberi kesan bahwa tritunggal adalah ajaran yang "dibuat dahulu kesimpulannya, baru dicari dasarnya". Padahal proses yang benar adalah "dicari dahulu dasarnya, baru dibuat kesimpulan". Tetapi mungkin ada yang membantah. Well, baiklah, ini hanya pendapat saya.
"Jeova Sanctus Unus"

"Jeova tu Solus Altissimus in Omni Terra"

"Veritas Liberabit Vos"
September 09, 2013, 11:21:31 AM
Reply #2
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 625
  • Denominasi: Kristen
Pdt. Budi Asali menulis:

Quote
I) Pernyataan tentang doktrin Allah Tritunggal.

1) Dalam diri Allah hanya ada 1 hakekat yang tidak terbagi-bagi (one indivisible essence), tetapi ada 3 pribadi yaitu Bapa, Anak & ROH KUDUS.

a) Adanya 3 pribadi tidak berarti bahwa orang Kristen mempercayai 3 Allah!

Calvin: "Three are spoken of, each of which is entirely God, yet there is not more than one God" (= Tiga yang dibicarakan, masing-masing adalah Allah sepenuhnya, tetapi tidak ada lebih dari satu Allah) - ‘Institutes of the Christian Religion’, Book I, Chapter XIII, No 3.

b) Tetapi orang Kristen juga tidak mempercayai Allah itu tunggal secara mutlak. Orang Kristen mempercayai Allah Tritunggal.

Calvin mengutip kata-kata Gregory Nazianzus sebagai berikut:

"I cannot think on the one without quickly being encircled by the splendor of the three; nor can I discern the three without being straightway carried back to the one" (= Saya tidak dapat memikirkan yang satu tanpa dengan cepat dilingkupi oleh kemegahan dari yang tiga; juga saya tidak bisa melihat yang tiga tanpa segera dibawa kembali kepada yang satu) - ‘Institutes of the Christian Religion’, Book I, Chapter XIII, No 17.

c) Allah menyatakan diriNya dalam 3 pribadi bukan karena Ia memilih / menghendaki hal itu, tetapi karena memang Ia adalah demikian.

Louis Berkhof: "This tri-personal existence is a necessity in the Divine Being, and not in any sense the result of a choice of God. He could not exist in any other than the tri-personal form" (= Keberadaan yang bersifat tiga pribadi ini adalah suatu keharusan dalam diri Allah, dan sama sekali bukanlah hasil dari pilihan Allah. Ia tidak bisa berada dalam sesuatu yang lain dari pada bentuk tiga pribadi) - ‘Systematic Theology’, hal 84.

Saya melihat tulisan diatas hanya sekedar pendapat. Siapa saja bisa membuat pendapat. Apakah karena pendapat itu disampaikan oleh tokoh-tokoh terdahulu, maka pendapat itu sudah pasti benar? Bagaimana dengan pendapat Tertulian dan Origen tentang tritunggal? Apakah tritunggal mereka juga sudah pasti benar? Yang terpenting bukan siapa yang memberikan pendapat itu, tetapi apakah pendapat itu memiliki dasar (dalam hal ini, dasar Alkitab) yang kuat. Misalnya, apakah pernyataan "Keberadaan yang bersifat tiga pribadi ini adalah suatu keharusan dalam diri Allah, dan sama sekali bukanlah hasil dari pilihan Allah" punya dasar Alkitab? Saya melihat ini hanya filsafat ciptaan manusia.

"Jeova Sanctus Unus"

"Jeova tu Solus Altissimus in Omni Terra"

"Veritas Liberabit Vos"
September 09, 2013, 11:29:31 AM
Reply #3
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 625
  • Denominasi: Kristen
Pdt. Budi Asali menulis:

Quote
2) Ketiga pribadi dalam diri Allah itu ditandai dengan urut-urutan (order) yang tertentu.

Allah Bapa adalah yang pertama; Allah Anak yang ke 2; dan Allah ROH KUDUS yang ke 3. Urut-urutan ini tidak berhubungan dengan waktu atau hakekat, tetapi hanya dengan urut-urutan asal mula mereka secara logika.

Louis Berkhof: "It need hardly be said that this order does not pertain to any priority of time or of essential dignity, but only to the logical order of derivation (= Hampir tidak perlu dikatakan bahwa urut-urutan ini tidak berhubungan dengan keberadaan lebih dulu atau kewibawaan hakiki, tetapi hanya dengan urut-urutan asal mula secara logika) - ‘Systematic Theology’, hal 88-89.

Bisakah dijelaskan maksud "hanya dengan urut-urutan asal mula mereka secara logika"? Apakah maksudnya urutan itu tidak berarti? Jika ya, bisakah urutannya diubah-ubah? Tetapi saya percaya rekan trinitarian tentu tidak akan setuju.

Seperti saya katakan diatas, saya melihat ini hanya filsafat manusia. Saya belum melihat dasar Alkitab dari pernyataan ini. Saya membayangkan, seandainya Origen masih hidup, tentu ia akan mendebat pernyataan ini habis-habisan.

"Jeova Sanctus Unus"

"Jeova tu Solus Altissimus in Omni Terra"

"Veritas Liberabit Vos"
September 09, 2013, 11:37:51 AM
Reply #4
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 625
  • Denominasi: Kristen
Pdt. Budi Asali menulis:

Quote
3) Doktrin Allah Tritunggal adalah suatu misteri yang melampaui pengertian manusia.

a) Manusia tidak dapat mengertinya atau membuatnya bisa dimengerti.

Otak kita yang terbatas tidak mungkin bisa mengerti sepenuhnya tentang Allah yang tak terbatas! Seseorang pernah berkata bahwa kalau ada seseorang yang bisa mengajarkan Doktrin Allah Tritunggal sehingga bisa dimengerti sepenuhnya, maka itu pasti adalah ajaran sesat.

b) Kesulitan yang terbesar terletak pada hubungan antara pribadi-pribadi dalam diri Allah dengan hakekat illahi dan hubungan antara pribadi yang satu dengan pribadi yang lain. Kesulitan-kesulitan ini tidak pernah bisa dipecahkan oleh manusia.

Kita berusaha untuk menyatakan doktrin Allah Tritunggal ini sedemikian rupa, bukan supaya semua ini bisa dimengerti dengan jelas, tetapi hanya supaya kita terhindar / terlindung dari ajaran-ajaran sesat tentang Allah Tritunggal.

Perhatikan yang saya bold. Menurut saya ini adalah lompatan logika. Tanpa dapat mengerti ajaran tritunggal secara jelas (seperti diakui pada poin (a)), namun dapat mengatakan ajaran lain sebagai sesat. Ini tentu tidak tepat.

"Jeova Sanctus Unus"

"Jeova tu Solus Altissimus in Omni Terra"

"Veritas Liberabit Vos"
September 09, 2013, 11:53:41 AM
Reply #5
  • FK - Senior
  • ****
  • Posts: 393
  • Gender: Female
  • Denominasi: Katolik
Pdt. Budi Asali menulis:

Bisakah dijelaskan maksud "hanya dengan urut-urutan asal mula mereka secara logika"? Apakah maksudnya urutan itu tidak berarti? Jika ya, bisakah urutannya diubah-ubah? Tetapi saya percaya rekan trinitarian tentu tidak akan setuju.

Seperti saya katakan diatas, saya melihat ini hanya filsafat manusia. Saya belum melihat dasar Alkitab dari pernyataan ini. Saya membayangkan, seandainya Origen masih hidup, tentu ia akan mendebat pernyataan ini habis-habisan.
Saya juga penasaran. "Urut-urutan asal mula mereka secara logika"..
Mungkin maksudnya urutannya tsb berdasarkan pikiran manusia?
Soalnya tidak ada urutan di dalam Trinitas (Bapa, Putera, dan ROH KUDUS adalah sama dan setara), dan ketiga pribadi tsb tidak memiliki asal mula karena tidak diciptakan.
Tapi coba saya kaitkan ke "kebiasaan" Katolik bikin tanda salib.
Yang pertama disebut memang Bapa, kedua Putera, dan ketiga ROH KUDUS, keempat amin.
Lalu sebelum Yesus naik ke Surga juga berfirman : "Baptislah mereka dengan Nama Bapa, Putera, dan ROH KUDUS.
Pretty words are not always true
True words are not always pretty
September 09, 2013, 11:59:39 AM
Reply #6
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12360
  • tidak menyimpan kepahitan
Menurut pandangan saya, doktrin/konsep Allah Tritunggal yang dibuat oleh orang-orang Kristen tidak merubah keadaan orang-orang yang hidup di bawahnya; Keadaan mereka sama saja seperti orang-orang yang hidup di bawah hukum Taurat yang diperdaya oleh daging; Demikian juga halnya dengan orang-orang Kristen yang hidup di bawah doktrin/konsep Allah Tritunggal; Mereka tidak berdaya oleh doktrin/konsep yang dibuat oleh logika mereka sendiri, mereka diperdaya oleh logika.

Kedua keadaan orang2 yang hidup di bawahnya tersebut telah diungkapkan oleh Kitab Suci sbb:

1. Orang-orang yang hidup di bawah hukum Taurat....diperdaya oleh daging
Rm. 5:20-21 Tetapi hukum Taurat ditambahkan, supaya pelanggaran menjadi semakin banyak; dan di mana dosa bertambah banyak, di sana kasih karunia menjadi berlimpah-limpah, supaya, sama seperti dosa berkuasa dalam alam maut, demikian kasih karunia akan berkuasa oleh kebenaran untuk hidup yang kekal, oleh Yesus Kristus, Tuhan kita.

2. Orang-orang yang hidup di bawah doktrin Allah Tritunggal....diperdaya oleh logika
Dan. 12:4   Tetapi engkau, Daniel, sembunyikanlah segala firman itu, dan meteraikanlah Kitab itu sampai pada akhir zaman; banyak orang akan menyelidikinya, dan pengetahuan akan bertambah."

Tetapi rasul Paulus mengatakan:

Rm. 7:25   Syukur kepada Allah! oleh Yesus Kristus, Tuhan kita. (7-26) Jadi dengan akal budiku aku melayani hukum Allah, tetapi dengan tubuh insaniku aku melayani hukum dosa.

Rm. 8:3   Sebab apa yang tidak mungkin dilakukan hukum Taurat karena tak berdaya oleh daging, telah dilakukan oleh Allah. Dengan jalan mengutus Anak-Nya sendiri dalam daging, yang serupa dengan daging yang dikuasai dosa karena dosa, Ia telah menjatuhkan hukuman atas dosa di dalam daging, supaya tuntutan hukum Taurat digenapi di dalam kita, yang tidak hidup menurut daging, tetapi menurut Roh.

Salam,
« Last Edit: September 09, 2013, 12:22:27 PM by sizxbn »
September 09, 2013, 12:08:41 PM
Reply #7
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 670
Non Trinitirian (mono) :
"Allah" = sosok/makhluk satu2nya.

Non Trinitirian (poly) :
"Allah" = yang berwujud itu bukan hakekat Allah.. yang berwujud dan terpisah2 itu hanya wujud...
substansinya adalah hakekat Allah.. dan substansi dari segala sesuatu adalah Allah.. dan substansi Allah itu tidak terpisah2, terbagi2.. melainkan satu.. sehingga walau secara wujud, berbeda2.. namun secara substansi ialah satu.. seluruh alam semesta baik terlihat maupun tidak substansinya adalah Allah.
Cara melogiskan pandangan itu:
bedakan antara alam semesta yang kosong dengan isinya (wujud2; planet, bintang, bulan)
substansi itu alam semesta yg kosong, sedangkan benda2 yang ada dalam alam semesta itu hanyalah wujud2.. bukan substansi.

Trinitirian :
"Allah" = Hakekat
Bapa, Anak, ROH KUDUS = Pribadi
Jadi bukan 3 Allah = 3 hakekat melainkan 1 hakekat.
Kristus = 2 hakekat = Allah dan manusia.
Tetapi bukan 2 Kristus melainkan 1 Kristus.

Kristus diutus Bapa agar manusia dapat kembali masuk dalam persekutuan dengan (hakekat manusia Kristus) dan diliputi (hakekat keilahian Kristus) = keilahian bukan esensi manusia, melainkan keilahian menyertai manusia.
Jadi manusia tidak mungkin bisa sehakekat (esensi) Allah.
Hanya Bapa, Anak, ROH KUDUS saja yang berhakekat (esensi) Allah.
Manusia hanya bisa menjadi serupa gambarNya dalam persekutuan dengan (hakekat manusia Kristus).





September 09, 2013, 12:12:32 PM
Reply #8
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 625
  • Denominasi: Kristen
Pdt. Budi Asali menulis:

Quote
II) Istilah ‘hakekat’ dan ‘pribadi’.

Mengapa digunakan istilah-istilah seperti person (= pribadi) dan essence (= hakekat), padahal istilah-istilah tersebut tidak ada dalam Kitab Suci?

Calvin (pada waktu ia berbicara tentang Allah Tritunggal dalam Yoh 1:1-2) menjawab pertanyaan tersebut sebagai berikut:

"And yet the ancient writers of the Church were excusable, when, finding that they could not in any other way maintain sound and pure doctrine in opposition to the perplexed and ambiguous phraseology of the heretics, they were compelled to invent some words, which after all had no other meaning than what is taught in the Scriptures. They said that there are three Hypostases, or Subsistences, or Persons, in the one and simple essence of God" (= dan penulis-penulis kuno dari gereja bisa dibenarkan, karena pada waktu mereka melihat bahwa tidak ada jalan lain untuk mempertahankan doktrin yang sehat dan murni untuk menentang penyusunan kata yang membingungkan dan berarti dua dari orang-orang sesat, maka mereka terpaksa menciptakan beberapa kata-kata, yang sebetulnya tidak mempunyai arti lain dari pada apa yang diajarkan dalam Kitab Suci. Mereka berkata bahwa ada tiga pribadi dalam hakekat Allah yang satu dan sederhana).

Penciptaan istilah hendaknya dapat membuat seseorang lebih paham. Tujuan itu menjadi kehilangan makna jika istilah itu justru membuat subjek menjadi lebih kabur. Misalnya, bisakah dijelaskan maksud "hakikat" ini? Seperti apa "hakikat" yang dimaksud itu?

Hal ini saya katakan karena selama saya diskusi dengan rekan trinitarian, saya belum pendapat penjelasan yang memuaskan tentang maksud dari "hakikat" ini. Tentu saja, saya menyadari bahwa pengalaman saya tidak bisa dijadikan patokan (bukan berarti karena saya belum mendapat menjelasan yang memuaskan tentang "hakikat", lantas memang tidak ada penjelasan yang memuaskan).

"Jeova Sanctus Unus"

"Jeova tu Solus Altissimus in Omni Terra"

"Veritas Liberabit Vos"
September 09, 2013, 12:27:05 PM
Reply #9
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 625
  • Denominasi: Kristen
Pdt. Budi Asali menulis:

Quote
III) Dasar Kitab Suci dari doktrin Allah Tritunggal.

A) Kitab Suci menunjukkan ketunggalan Allah.

1) Ayat-ayat Kitab Suci yang secara explicit menyatakan bahwa Allah itu satu (Ul 6:4 1Kor 8:4 1Tim 2:5 Yak 2:19).

2) Penggunaan kata-kata bentuk tunggal untuk Allah atau dalam hubungannya dengan Allah:

a) Penggunaan kata ganti orang bentuk tunggal.

Contoh:

o        kalau Allah berbicara tentang diriNya sendiri, maka pada umumnya Ia menggunakan kata ’Aku’ (bahasa Inggris: ‘I’).

o        kalau orang lain berbicara tentang Allah, maka pada umumnya digunakan kata ‘Dia’ (bahasa Inggris: ‘He’).

o        kalau orang berbicara kepada Allah, maka pada umumnya digunakan kata ‘Engkau’ (bahasa Inggris: ‘You’). Dalam bahasa Yunani maupun Ibraninya terlihat bahwa yang digunakan adalah ‘You’ dalam bentuk tunggal.

b) Penggunaan kata kerja bentuk tunggal.

Contoh: dalam bahasa Ibraninya, kata ‘menciptakan’ dalam Kej 1:1 adalah kata kerja bentuk tunggal.

c) Penggunaan kata sifat bentuk tunggal.

Contoh: dalam bahasa Ibraninya, kata-kata ‘baik’ dan ‘benar’ dalam Maz 25:8 adalah kata sifat bentuk tunggal.

3) Allah mempunyai sifat self-existent, dan sifat ini tidak memungkinkan adanya lebih dari satu makhluk seperti Dia.

a) Sifat self-existent (= ada dengan sendirinya / ada dari dirinya sendiri) dari Allah, jelas merupakan ajaran dalam Kitab Suci, karena Kitab Suci menunjukkan bahwa segala sesuatu diciptakan oleh Allah (Kej 1:1-31 Yoh 1:3,10), tetapi Kitab Suci tidak pernah menceritakan tentang terjadinya Allah, dan ini menunjukkan bahwa Allah sendiri tidak pernah diciptakan / dijadikan oleh siapapun / apapun juga.

b) Sifat self-existent ini mempunyai 2 perwujudan:

o        Allah adalah makhluk yang independent (= bebas / tak tergantung) secara mutlak.

o        diriNya / keberadaanNya / hidupNya independent (Yoh 5:26).

o        pikiranNya / rencanaNya / kehendakNya / tindakanNya independent (Ro 11:33-34 9:10-24 Daniel 4:35 Ef 1:5 Maz 115:3 1Yoh 5:14).

o        Segala sesuatu ada hanya melalui Dia, dan Ia membuat segala sesuatu tergantung kepada Dia (Neh 9:6 Maz 104:27-30 Yoh 1:3 Kis 17:28 Ibr 1:3 1Tim 6:13a).

c) Dari semua ini bisa disimpulkan bahwa tidak mungkin ada lebih dari satu makhluk yang seperti itu! Karena tidak mungkin bisa ada 2 makhluk yang sama-sama tidak tergantung apapun / siapapun, dan yang membuat segala sesuatu tergantung dirinya.

Saya tertarik menyoroti kalimat "satu makhluk". Apa maksud "makhluk" disini? Sebab terus terang saya menjadi bingung jika disimpulkan: ada satu makhluk yang adalah tiga pribadi.

Untuk selebihnya saya kira tidak masalah.
"Jeova Sanctus Unus"

"Jeova tu Solus Altissimus in Omni Terra"

"Veritas Liberabit Vos"
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)