Author Topic: Menguji Tulisan Pdt. Budi Asali tentang Tritunggal.  (Read 5518 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

September 11, 2013, 07:24:44 PM
Reply #40
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 625
  • Denominasi: Kristen
Trinitirian.

Exo 7:1 meaning Moses represented the Divine law, which is the Divine truth, and is called the "Word."
Tetap saja yang memberi kuasa mengadakan mujizat2 tongkat jadi ular, dst itulah yang Allah..
Musa dijadikan representatif-Nya.. seperti Tuhan menjadikan malaikat-Nya sebagai representatif dan dipanggil Tuhan oleh kornelius.

Dalam suatu penglihatan, kira-kira jam tiga petang, jelas tampak kepadanya seorang malaikat Allah masuk ke rumahnya dan berkata kepadanya: "Kornelius!"
Ia menatap malaikat itu dan dengan takut ia berkata: "Ada apa, Tuhan?" Jawab malaikat itu: "Semua doamu dan sedekahmu telah naik ke hadirat Allah dan Allah mengingat engkau.
(Kis. 10:3-4)

Meskipun Musa mewakili YHWH, tetapi kalimat itu mengatakan bahwa YHWH menjadikan Musa sebagai Allah atas Firaun, dengan kata lain Musa adalah Allah bagi Firaun. Mengingat kata 'el' (akar kata ELOHIM) berarti "yang berkuasa", maka dapat dikatakan Musa adalah Allah (el, berkuasa) atas Firaun.

Penggunaan kata ELOHIM juga digunakan untuk allah bangsa-bangsa non-Israel. Apakah allah bangsa-bangsa non-Israel itu juga memiliki kejamakan pribadi dalam dirinya?

Pemahaman bahwa kata ELOHIM menunjukkan adanya kejamakan pribadi dalam diri Allah hanyalah tafsir. Tidak ada dasar bahwa itulah kepastiannya.

Mengenai Kis 10:3-4, kata "Tuhan" di ayat 4 berasal dari kata Yunani 'kyrios', yang artinya "tuan".

"Jeova Sanctus Unus"

"Jeova tu Solus Altissimus in Omni Terra"

"Veritas Liberabit Vos"
September 11, 2013, 07:32:29 PM
Reply #41
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 625
  • Denominasi: Kristen
Trinitirian tidak mirip dengan monarkianisme.

Monarkianisme ada dua model :
a. Modalism (or modalistic monarchianism) considers God to be one person appearing and working in the different "modes" of the Father, the Son, and the Holy Spirit.
b. Dynamic monarchianism holds that God is one being, above all else, wholly indivisible, and of one nature.

Memang menurut definisinya tritunggal berbeda dengan monarkianisme. Tetapi dengan mengatakan bahwa hakikat Allah itu abstrak, ada dimana saja dan memenuhi apa saja (mirip dynamic monarchianism), bukankah ini menjadi tidak sejalan dengan kepercayaan bahwa Allah adalah pribadi?
"Jeova Sanctus Unus"

"Jeova tu Solus Altissimus in Omni Terra"

"Veritas Liberabit Vos"
September 11, 2013, 07:55:30 PM
Reply #42
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 625
  • Denominasi: Kristen
Pdt. Budi Asali menulis:

Quote
o        ELOHIM tidak boleh diartikan ‘Allah-Allah’, karena ini akan bertentangan dengan ayat-ayat yang menggunakan ELO-AH. Sedangkan ELOAH tidak boleh diartikan ‘Allah yang satu secara mutlak’, karena akan bertentangan dengan ayat-ayat yang menggunakan ELOHIM. Jadi untuk meng-harmoniskan ayat-ayat yang menggunakan ELOAH dengan ayat-ayat yang menggunakan ELOHIM, haruslah diartikan bahwa Allah itu tunggal dalam hakekatNya, tetapi jamak dalam pribadiNya.

Pdt. Budi Asali menyimpulkan bahwa karena untuk YHWH digunakan kata 'Eloah' (bentuk tunggal) dan 'ELOHIM' (bentuk jamak) maka YHWH itu tunggal dalam hakikatNya, namun jamak dalam pribadiNya. Tetapi sekali lagi ini hanya pendapat, tidak ada bukti bahwa itulah kepastiannya.

Kata 'Eloah' dan 'ELOHIM' juga digunakan untuk allah bangsa lain (lihat 2 Taw 32:15 dan 1 Sam 5:7). Apakah allah bangsa lain juga tunggal dalam hakikat, namun jamak dalam pribadi? Saya percaya rekan trinitarian akan menjawab tidak.


 
« Last Edit: September 12, 2013, 10:20:14 AM by The Sanctuary »
"Jeova Sanctus Unus"

"Jeova tu Solus Altissimus in Omni Terra"

"Veritas Liberabit Vos"
September 11, 2013, 08:11:29 PM
Reply #43
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12360
  • tidak menyimpan kepahitan
Oh ya, saya lupa bahkan saya agak pikun kali ?

ternyata yang salah satu penyebab diusir dari surga dan dibunuh yakni orang ngaku percaya Yesus tapi gak mau menyembah-Nya sebagai RAJA SURGA.

Terimakasih atas tegoran anda.

Salam. 

Yang diusir dari dalam Kerajaan-Nya itu bukan orang-orang yang tidak mau menyembah-Nya, melainkan orang-orang yang mencintai DUSTA setelah mereka percaya Kristus.

Why. 22:15   Tetapi anjing-anjing dan tukang-tukang sihir, orang-orang sundal, orang-orang pembunuh, penyembah-penyembah berhala dan setiap orang yang mencintai dusta dan yang melakukannya, tinggal di luar.

Mat. 13:41   Anak Manusia akan menyuruh malaikat-malaikat-Nya dan mereka akan mengumpulkan segala sesuatu yang menyesatkan dan semua orang yang melakukan kejahatan dari dalam Kerajaan-Nya.

Artinya "yang mencintai dusta" dalam Kitab Wahyu adalah mereka yang percaya pada ajaran/doktri agama.


Salam,
« Last Edit: September 11, 2013, 08:48:20 PM by sizxbn »
September 11, 2013, 08:13:21 PM
Reply #44
  • FK - Full Member
  • ***
  • Posts: 190
  • Gender: Male
  • Denominasi: Alkitab
Jadi kesimpulanya pdt. Budi asali sesat??
Wkt ak tny ttg pemahaman trinitas yg benar aku di ksh tulisan nya pdt budi asali ini oleh salah satu anggota forum ini..
Aku disesatkan wkt mencari kebenaran donk.... :'( :'(
September 11, 2013, 08:18:10 PM
Reply #45
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 625
  • Denominasi: Kristen
Pdt. Budi Asali menulis:

Quote
b) Penggunaan kata bentuk jamak untuk Allah atau dalam hubungan-nya dengan Allah:

o        Kata ganti orang bentuk jamak.

Contoh: Kej 1:26 3:22 11:7.

Ada yang mengatakan bahwa pada waktu Allah menggunakan ‘Kita’ dalam Kej 1:26, maka saat itu Ia berbicara kepada para malaikat. Jadi itu tidak menunjukkan ‘kejamakan dalam diri Allah’.

Tetapi ini tidak mungkin, sebab kalau dalam Kej 1:26 diartikan bahwa ‘Kita’ itu menunjuk kepada Allah dan para malaikat, maka haruslah disimpulkan bahwa:

o        manusia juga diciptakan menurut gambar dan rupa malaikat.

o        Allah mengajak para malaikat untuk bersama-sama menciptakan manusia, sehingga kalau Allah adalah pencipta / creator, maka malaikat adalah co-creator (= rekan pencipta).

Disamping itu, kata ganti orang bentuk tunggal dan jamak untuk menyatakan Allah, keluar sekaligus dalam satu ayat, yaitu dalam Yes 6:8 yang dalam versi NASB menterjemahkan: "Whom shall I send and who will go for Us?" (= Siapa yang akan Kuutus dan siapa yang mau pergi untuk Kami?).

Catatan: Dalam Yes 6:8 ini, Kitab Suci bahasa Indonesia (baik terjemahan lama maupun baru) salah terjemahan!

Pengunaan kata 'kita' sudah pasti jamak, itu tidak diragukan lagi. Namun, apakah jamak yang dimaksud adalah kejamakan dalam diri Allah? Belum tentu.

Seperti dikatakan, bisa saja YHWH mengucapkan hal itu dihadapan malaikat-malaikat.

- Apakah ini berarti manusia diciptakan dalam gambar dan rupa Allah dan malaikat?
Ya bisa, dalam artian manusia adalah makhluk cerdas, sebagaimana Allah dan malaikat

- Apakah malaikat ikut mencipta?
Tidak harus begitu. Seorang ayah bisa mengatakan kepada anaknya yang masih kecil, "mari kita menggambar pemandangan", namun hanya si ayah seorang diri yang menggambar.

Jadi, 'kejamakan dalam diri Allah' bukan satu-satunya kemungkinan.

"Jeova Sanctus Unus"

"Jeova tu Solus Altissimus in Omni Terra"

"Veritas Liberabit Vos"
September 11, 2013, 08:42:57 PM
Reply #46
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12360
  • tidak menyimpan kepahitan
Trinitirian
-- Eastern Orthodox belief --

Sambungan:
http://forumkristen.com/index.php?topic=50262.msg925399#msg925399
Asas :
1. Hanya God alone sebelum ada sesuatu apapun yang diciptakan.. dan God menciptakan from nothing/ex nihilo..
Cek:
- 2 Macc. 7:28
- Kol. 1:16
- Yoh. 1:3


Masalahnya, segala sesuatu yang diciptakan Allah ketika itu adalah baru berupa IDE; Dan IDE Penciptaan yang ada pada Allah itu adalah mengenai Visible Wold, Bukan mengenai "roh".

2. God menciptakan angels jauh sebelum Dia menciptakan maupun mengatur, menentukan hukum alam the visible world.
Cek:
- Ayub 38
Di manakah engkau, ketika Aku meletakkan dasar bumi?
Ceritakanlah, kalau engkau mempunyai pengertian!
Siapakah yang telah menetapkan ukurannya?
Bukankah engkau mengetahuinya?
--Atau siapakah yang telah merentangkan tali pengukur padanya?
Atas apakah sendi-sendinya dilantak, dan siapakah yang memasang batu penjurunya
pada waktu bintang-bintang fajar bersorak-sorak bersama-sama, dan semua anak Allah bersorak-sorai?
(angels telah ada sebelum the visible world diciptakan dan ditentukan hukum alam-gravitasi, dst, tetapi bukan artinya angel alfa omega, sebab pada ayat lainnya telah termaktub asas ex nihilo)


Pernyataan sodara: "God menciptakan angels jauh sebelum...." hanya merupakan kesimpulan orang/kelompok orang yang berkeyakinan bahwa Malaikat diciptakan oleh Allah; Namun demikian, kesimpulan itu tidak bisa dijadikan bukti bahwa Malaikat diciptakan oleh Allah. Sebab, ketika Visible Wold diciptakan, bintang-bintang fajar dan anak-anak Allah sudah ada.

Konsepnya berbeda dengan konsep sodara sizxbn.
Konsep sodara sizxbn:
- segala roh = Allah = sama kekal dengan ALLAH
- ALLAH itu yang tertinggi diantara pada Allah.
- ALLAH itu memilih Allah, bukan menciptakan.
========


Dan tentunya, konsep yang sodara yakini itu sama dengan keyakinan orang-orang dunia yang tidak mengenal Allah.


Salam,
« Last Edit: September 12, 2013, 08:35:05 AM by sizxbn »
September 11, 2013, 09:08:16 PM
Reply #47
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 3666
  • Gender: Male
  • Denominasi: Protestan
Yang diusir dari dalam Kerajaan-Nya itu bukan orang-orang yang tidak mau menyembah-Nya, melainkan orang-orang yang mencintai DUSTA setelah mereka percaya Kristus.

Why. 22:15   Tetapi anjing-anjing dan tukang-tukang sihir, orang-orang sundal, orang-orang pembunuh, penyembah-penyembah berhala dan setiap orang yang mencintai dusta dan yang melakukannya, tinggal di luar.

Mat. 13:41   Anak Manusia akan menyuruh malaikat-malaikat-Nya dan mereka akan mengumpulkan segala sesuatu yang menyesatkan dan semua orang yang melakukan kejahatan dari dalam Kerajaan-Nya.

Artinya "yang mencintai dusta" dalam Kitab Wahyu adalah mereka yang percaya pada ajaran/doktri agama.

Salam,

Kalau begitu anda yang dimaksud mereka yang percaya pada doktrin / ajaran agamanya sbb :

Yang diusir dari dalam Kerajaan-Nya itu bukan orang-orang yang tidak mau menyembah-Nya, melainkan orang-orang yang mencintai DUSTA setelah mereka percaya Kristus.

Mat. 13:41   Anak Manusia akan menyuruh malaikat-malaikat-Nya dan mereka akan mengumpulkan segala sesuatu yang menyesatkan dan semua orang yang melakukan kejahatan dari dalam Kerajaan-Nya.

Artinya "
yang mencintai dusta"
dalam Kitab Wahyu
adalah
mereka yang percaya pada ajaran/doktri agama.


Yakni :

Why. 22:15   Tetapi anjing-anjing dan tukang-tukang sihir, orang-orang sundal, orang-orang pembunuh, penyembah-penyembah berhala dan setiap orang yang mencintai dusta dan yang melakukannya, tinggal di luar.

Jadi doktrin agama mereka apa ya ?

Salam,
Karena semua orang, yang hidup dari pekerjaan hukum Taurat, berada di bawah kutuk. Sebab ada tertulis: " Terkutuklah orang ( OSAS & TULIP ) yang tidak setia melakukan segala sesuatu yang tertulis dalam kitab hukum Taurat." [/col
September 12, 2013, 08:12:57 AM
Reply #48
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12360
  • tidak menyimpan kepahitan

Jadi doktrin agama mereka apa ya ?


Doktrin agama mereka ya konsep keyakinan mereka, seperti contohnya "Allah Tritunggal Mahakudus"
Dan orang-orang yang mempercayai konsep ajaran itu yang dikatakan sebagai orang-orang yang mencintai dusta.


Salam,
September 12, 2013, 10:17:37 AM
Reply #49
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 625
  • Denominasi: Kristen
Pdt. Budi Asali menulis:

Quote
    Kata kerja dalam bentuk jamak.

Contoh:

o        Kej 20:13 - kata-kata ‘menyuruh aku mengembara’ dalam bahasa Ibraninya adalah kata kerja bentuk jamak.

o        Kej 35:7 - kata ‘menyatakan’ dalam bahasa Ibraninya adalah kata kerja bentuk jamak.

o        2Sam 7:23 - kata ‘pergi’ dalam bahasa Ibraninya adalah kata kerja bentuk jamak.

o        Maz 58:12 - kata ‘memberi keadilan’ dalam bahasa Ibraninya ada dalam bentuk jamak (sebetulnya ini bukan kata kerja tetapi participle).

Padahal dalam ayat-ayat di atas ini, subyeknya adalah kata ‘ELOHIM’ yang digunakan untuk menyatakan Allah yang esa.

o        Kata-kata bentuk jamak lainnya seperti dalam:

o        Pengkhotbah 12:1 - kata ‘pencipta’ (creator), dalam bahasa Ibraninya ada dalam bentuk jamak, sehingga seharusnya terjemahannya adalah ‘creators’ (= pencipta-pencipta).

o        Maz 149:2 - kata-kata ‘yang menjadikannya’, dalam bahasa Ibraninya ada dalam bentuk jamak.

o        Yos 24:19 - dalam bahasa Ibraninya, kata ‘kudus’ ada dalam bentuk jamak, tetapi kata ‘cemburu’ ada dalam bentuk tunggal.

Jadi, kalau dalam Yes 6:8 digunakan kata ganti orang bentuk tunggal dan jamak untuk menunjuk kepada Allah, maka di sini digunakan kata sifat bentuk tunggal dan jamak terhadap diri Allah.

Pdt. Budi Asali berargumen bahwa karena 'ELOHIM' menggunakan kata kerja bentuk jamak, maka 'ELOHIM' pastilah memiliki kejamakan pribadi.

Namun yang menjadi pertanyaan, mengapa sewaktu melakukan sesuatu, kata 'ELOHIM' tidak selalu diikuti kata kerja bentuk jamak? Misalnya:

Gen 1:1  Pada mulanya Allah (ELOHIM) menciptakan (bara) langit dan bumi.

Kata Ibrani 'bara' di ayat ini adalah kata kerja bentuk tunggal. Nah, apakah pada penciptaan langit dan bumi ketiga pribadi Allah tidak terlibat? Tetapi tentu rekan trinitarian akan menjawab tidak.

Faktanya, kata 'ELOHIM' lebih sering diikuti kata kerja bentuk tunggal. Hanya beberapa ayat yang diikuti oleh kata kerja bentuk jamak. Jadi itu tidak kuat untuk membuktikan adanya kejamakan pribadi dalam diri Allah.
« Last Edit: September 12, 2013, 10:19:53 AM by The Sanctuary »
"Jeova Sanctus Unus"

"Jeova tu Solus Altissimus in Omni Terra"

"Veritas Liberabit Vos"
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)