Author Topic: Persembahan Persepuluhan 1  (Read 611 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

October 08, 2013, 04:09:17 PM
  • FK - Senior
  • ****
  • Posts: 333
  • Gender: Male
  • Hidup itu indah...nikmatilah bersama Tuhan Yesus.
    • Firman Yesus Kristus
  • Denominasi: Kharismatik
'Persembahan Persepuluhan' atau 'Perpuluhan' adalah salah satu topik yang paling peka dalam pengajaran gereja. Disatu sisi 'Persembahan Persepuluhan' harus diajarkan agar iman jemaat bertumbuh, tetapi di sisi lain pengajaran tentang 'Persembahan Persepuluhan' juga menimbulkan apatisme jemaat terhadap gembala-sidang/ pendeta, terutama terjadi pada jemaat Gereja Pentakosta. Hal itu terjadi kemungkinan karena banyak kasus manipulasi pengajaran 'Persembahan Persepuluhan' yang dilakukan oknum pendeta yang berusaha mendapatkan kekayaan duniawi bagi dirinya sendiri dengan dalih bahwa 'Persembahan Persepuluhan' itu diperuntukan bagi pekerjaan Tuhan.
Pengajaran tentang 'Persembahan Persepuluhan' akan dapat menumbuhkan iman jemaat, karena dengan melakukan 'Persembahan Persepuluhan' jemaat dilatih untuk mengasihi Tuhan, sebagai pengamalan Hukum Taurat seperti yang diajarkan Tuhan Yesus (Mat.22:37-40), yaitu: dengan cara 'Persembahan Persepuluhan' itu dikumpulkan oleh gereja dan kemudian disalurkan kepada masyarakat di lingkungan dimana gereja itu berada, untuk membantu orang-orang miskin atas nama gereja, bukan atas nama pendeta atau jemaat secara perseorangan.

Mat.22:37-40. Jawab Yesus kepadanya "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi."

Kelebihan dari cara pendistribusian bantuan model ini adalah:
a. Jemaat tidak merasa bangga dengan dana yang dikeluarkannya melalui persembahan persepuluhan.
b. Orang miskin yang mendapatkan bantuan tidak mengetahui orang yang membantunya.
c. Nama Tuhan dipermuliakan dan memberikan kesaksian akan kasih Tuhan kepada mereka.
d. Jemaat yang bersangkutan imannya bertumbuh dan pada waktunya akan menghasilkan 'buah Roh' dalam hidup masing-masing jemaat, karena ia telah melakukan perbuatan kasih dengan suka-cita.

Persembahan persepuluhan mula-mula diperbuat oleh Abram bapak orang beriman itu, yang kemudian menjadi tradisi Yahudi dalam lingkungan Bait Allah (Tabernakel), dimana sebelas suku Israel memberikan sepersepuluh penghasilannya kepada suku Lewi yang diberikan tugas sebagai imam untuk menyelenggarakan upacara dalam Bait Allah.

Kej.14:18-20. Melkisedek, raja Salem, membawa roti dan anggur; ia seorang imam Allah Yang Mahatinggi. Lalu ia memberkati Abram, katanya: "Diberkatilah kiranya Abram oleh Allah Yang Mahatinggi, Pencipta langit dan bumi, dan terpujilah Allah Yang Mahatinggi, yang telah menyerahkan musuhmu ke tanganmu." Lalu Abram memberikan kepadanya sepersepuluh dari semuanya.

Ul.18:1. "Imam-imam orang Lewi, seluruh suku Lewi, janganlah mendapat bagian milik pusaka bersama-sama orang Israel; dari korban api-apian kepada TUHAN dan apa yang menjadi milik-Nya harus mereka mendapat rezeki. Janganlah ia mempunyai milik pusaka di tengah-tengah saudara-saudaranya; TUHANlah milik pusakanya, seperti yang dijanjikan-Nya kepadanya. Inilah hak imam terhadap kaum awam, terhadap mereka yang mempersembahkan korban sembelihan, baik lembu maupun domba: kepada imam haruslah diberikan paha depan, kedua rahang dan perut besar. Hasil pertama dari gandummu, dari anggurmu dan minyakmu, dan bulu guntingan pertama dari dombamu haruslah kauberikan kepadanya. Sebab dialah yang dipilih oleh TUHAN, Allahmu, dari segala sukumu, supaya ia senantiasa melayani TUHAN dan menyelenggarakan kebaktian demi nama-Nya, ia dan anak-anaknya. Apabila seorang Lewi datang dari tempat mana pun di Israel, di mana ia tinggal sebagai pendatang, dan dengan sepenuh hati masuk ke tempat yang akan dipilih TUHAN, dan menyelenggarakan kebaktian demi nama TUHAN, Allahnya, sama seperti semua saudaranya, orang-orang Lewi, yang melayani TUHAN di sana, maka haruslah mereka mendapat rezeki yang sama, dengan tidak terhitung apa yang ia peroleh dengan menjual harta nenek moyangnya."
« Last Edit: October 08, 2013, 04:18:57 PM by sandiputra »
Hal Kerajaan Allah seumpama seorang pedagang yang mencari mutiara yang indah. Setelah ditemukannya mutiara yang sangat berharga, iapun pergi menjual seluruh miliknya lalu membeli mutiara itu. (Mat.13:45-46)
October 08, 2013, 04:19:54 PM
Reply #1
  • FK - Senior
  • ****
  • Posts: 333
  • Gender: Male
  • Hidup itu indah...nikmatilah bersama Tuhan Yesus.
    • Firman Yesus Kristus
  • Denominasi: Kharismatik
Bil.1:47-53. Tetapi mereka yang menurut suku bapa leluhurnya termasuk orang Lewi, tidak turut dicatat bersama-sama dengan mereka itu. Sebab TUHAN telah berfirman kepada Musa: "Hanya suku Lewi janganlah kaucatat dan janganlah kauhitung jumlahnya bersama-sama dengan orang Israel, tetapi tugaskan lah mereka untuk mengawasi Kemah Suci, tempat hukum Allah dengan segala perabotan dan perlengkapannya; mereka harus mengangkat Kemah Suci dengan segala perabotannya; mereka harus mengurusnya dan harus berkemah di sekelilingnya. Apabila berangkat, Kemah Suci harus dibongkar oleh orang Lewi, dan apabila berkemah, Kemah Suci harus dipasang oleh mereka; sedang orang awam yang mendekat harus dihukum mati.Orang Israel haruslah berkemah masing-masing di tempat perkemahannya dan masing-masing dekat panji-panjinya, menurut pasukan mereka, tetapi orang Lewi haruslah berkemah di sekeliling Kemah Suci, tempat hukum Allah supaya umat Israel jangan kena murka; orang Lewi haruslah memelihara Kemah Suci, tempat hukum itu."

Mal.3:10. Bawalah seluruh persembahan persepuluhan itu ke dalam rumah perbendaharaan, supaya ada persediaan makanan di rumah-Ku dan ujilah Aku, Firman Tuhan semesta alam, apakah Aku tidak membukakan bagimu tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadamu sampai berkelimpahan.

Pada masa itu 'Persembahan Persepuluhan' menjadi penghasilan dari suku Lewi, karena suku Lewi tidak mendapat bagian dalam wilayah pendudukan tanah Kanaan. Tetapi setelah diadopsi gereja, 'Persembahan Persepuluhan' dalam prakteknya harus digunakan untuk pekerjaan Tuhan, tidak lagi menjadi hak para imam/ pendeta sepenuhnya. Pendeta harus mendapatkan penghidupan yang layak dari hasil 'Persembahan Persepuluhan', tetapi tidak diperkenankan untuk bermewah-mewah dengan berbagai barang duniawi. Karena ia harus memberikan contoh kepada jemaat, bagaimana seharusnya hidup yang mencerminkan kedewasaan rohani, sebagai teladan bagi jemaat. Adalah sangat keliru apabila seorang pendeta membanggakan barang-barang duniawi dan menganggapnya sebagai kesuksesan pribadi sebagai seorang 'pendeta besar'. Karena seorang hamba Tuhan mempunyai standar kesuksesan yang berbeda dengan standar kesuksesan seorang pengusaha yang bekerja di lapangan pekerjaan duniawi. Seharusnya seorang hamba Tuhan yang bekerja di lapangan kerohanian standarnya juga rohani, bukan standar duniawi.
Hal Kerajaan Allah seumpama seorang pedagang yang mencari mutiara yang indah. Setelah ditemukannya mutiara yang sangat berharga, iapun pergi menjual seluruh miliknya lalu membeli mutiara itu. (Mat.13:45-46)
October 08, 2013, 06:29:10 PM
Reply #2
  • FK - Senior
  • ****
  • Posts: 287
  • Denominasi: kristenaje
Persepuluhan adalah aturan Torat PL, di PB tidak berlaku lagi!
Ibrani 7:9-12.
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)