Author Topic: Melanggar adat meski tidak melanggar Firman Tuhan  (Read 6549 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

November 20, 2013, 10:45:10 PM
Reply #10
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2088
  • Gender: Male
  • Denominasi: Sola Scriptura
Kembali kepada mereka berdua, selalu ada konsekwensinya. Di bali jika melanggar adat dan menyatakan keluar dari lingkungan adat mereka dianggap orang luar dan tidak mendapat manfaat dari adat dan juga tidak terikat lagi dengan adat. Demikian semua ada masyarakat adat didunia, melanggar akan mendapat hukuman, tetapi jika ingin lepas dari hukum adat maka anda harus meninggalkan marga anda, keluarga anda, alias putus hubungan kekerabatan. Itu konsekwensinya, seperti yang terjadi di Bali, saat mereka menjadi seorang beriman, mereka keluar dari lingkungan adatnya dan tidak mendapatkan hak waris.

Jika anda di luar negeri, tetapi masih tetap menyandang marga dan hubungan kekeluargaan secara adat, anda tetap akan menerima saksi adat atau bisa jadi keluarga anda akan menaggungnya.

Bijaklah bertindak, bicarakanlah dengan baik-baik dan penting berdoalah minta pimpinan TUHAN agar dibukakan jalan yang terbaik. Bagi manusia mungkin mustahil tatapi bagi Allah tidak ada yang mustahil jika memang Allah menghendaki sesuatu terjadi. Milikilah iman dan tetaplah tinggal didalam kebenaran Firman Tuhan. Berusahalah untuk menjadi terang dan teladan, menjadi sosok yang dikasihi Allah dan juga manusia.

GBU

Kadang masalahnya bukan hanya sanksi masyarakat, tapi juga ada mitos bila melanggar adat ini itu akan mendapat kutuk nenek moyang. Apakah benar demikian? Bukankah dalam Kristus segala kutuk sudah dipatahkan?
November 21, 2013, 03:42:49 AM
Reply #11
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2614
Ane sangat percaya bahwa segala sesuatu sudah diatur dan ditetapkan Tuhan di dalam dan melalui Alkitab. Permasalahannnya adalah ada banyak hak yg tidak diungkapkan secara langsung seperti 10 perintah.

Mengutip pernyataan ente bahwa "...Firman Tuhan tidak pernah melarang seorang lelaki dan seorang perempuan yang tidak seayah dan tidak seibu, serta mempunyai nenek moyang sama belasan generasi yang lalu untuk menikah..." Apakah sudah bener-benar diselidiki? Untuk perbandingan, coba deh selidiki silsilah Yesus, adakah dari mereka yg menikah dari satu sub-suku (marga)? (asumsi : Suku Yehuda = Suku Batak)
November 21, 2013, 05:06:16 AM
Reply #12
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2088
  • Gender: Male
  • Denominasi: Sola Scriptura
Ane sangat percaya bahwa segala sesuatu sudah diatur dan ditetapkan Tuhan di dalam dan melalui Alkitab. Permasalahannnya adalah ada banyak hak yg tidak diungkapkan secara langsung seperti 10 perintah.

Mengutip pernyataan ente bahwa "...Firman Tuhan tidak pernah melarang seorang lelaki dan seorang perempuan yang tidak seayah dan tidak seibu, serta mempunyai nenek moyang sama belasan generasi yang lalu untuk menikah..." Apakah sudah bener-benar diselidiki? Untuk perbandingan, coba deh selidiki silsilah Yesus, adakah dari mereka yg menikah dari satu sub-suku (marga)? (asumsi : Suku Yehuda = Suku Batak)

Dalam adat Batak, marga menggambarkan orang2 yang berasal dari keturunan nenek moyang yang sama, sehingga tidak boleh saling kawin karena dianggap masih saudara. Adat ini tidak terdapat dalam suku Yehuda, tetapi yang pernah saya ketahui ada di dalam adat orang India, khususnya para penganut Hindu, yang dikenal sebagai "gotra". Orang yang satu gotra juga tidak boleh saling kawin, seperti juga marga dalam Batak.

Orang Yehuda atau Israel pada umumnya, tidak dilarang menikah dengan sepupu sekalipun masih satu kakek/nenek. Alkitab mengatakan yang dilarang adalah kawin satu darah (satu ayah dan/atau satu ibu), kawin dengan saudara perempuan ayah/ibu, kawin dengan cucu, kawin dengan anak sendiri maupun anak tiri, dsb (selengkapnya baca Imamat 18 dan 20).
November 21, 2013, 03:12:12 PM
Reply #13
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 4699
  • Gender: Male
Kadang masalahnya bukan hanya sanksi masyarakat, tapi juga ada mitos bila melanggar adat ini itu akan mendapat kutuk nenek moyang. Apakah benar demikian? Bukankah dalam Kristus segala kutuk sudah dipatahkan?

Kalau soal kutuk, tidak ada kutuk lagi didalam Kristus. Selama kita hidup didalamNya dan menjadi milikNya tidak ada kutuk yang dapat menimpa kita. Apalagi didasari atas mitos... berpeganglah pada Firman Tuhan sebagia kebenaran. Memperhatikan adat dan tradisi bukan artinya kita takut dengan kutuk dan akibat mistiknya, tetapi karena kita adalah manusia baru yang dapat menundukan diri untuk hidup menjadi berkat dan terang disekitar kita.
November 21, 2013, 10:33:18 PM
Reply #14
  • FK - Full Member
  • ***
  • Posts: 169
  • Denominasi: Kharismatik
Dilihat dari adat perkawinan batak sendiri ...

secara logika... mereka sudah kawin campar-campur sehingga kalau sudah keturunan ke-2 saja sudah campur. Secara kedokteran mereka sudah campur. Kakek Nenek tidak semarga, Bapak Ibu sudah tidak semarga. Anda kawin dengan yg dikatakan semarga akan tetapi secara silsilah sudah campur aduk. Jadi secara kedokteran aman2 aja.

Tujuan kawin tidak semarga bisa ditanyakan kepada ahli adat batak ??? kenapa? apa tujuannya?

Dilihat dari tujuan nya terlebih dahulu. Seringkali adat istiadat membatasi kita dengan alasan yang tidak relevan dengan jaman modern ini. Sejalan dengan perkembangan jaman.

Kalau Tujuannya supaya tidak kawin dengan saudara sendiri. Nah ini yang perlu diperhatikan silsilah kakek nenek dan ayah ibu kita dengan silsilah pasangan kita apakah ada hubungan sedarah. Toleransi sampai keturunan keberapa yang bisa dikatakan campur.

Firman Tuhan juga melarang untuk menikah dengan saudara / hubungan sedarah. Kalau menikah dengan sesuku / semarga itu diperbolehkan dalam Firman Tuhan.

Adakalanya kita melakukan revormasi adat istiadat dengan terang Firman Tuhan.

Namanya Cinta dan JOdoh siapa yang bisa tahu. Kalau memang TUHAN yang mengatur. apa yang bisa manusia perbuat???
November 22, 2013, 09:07:42 AM
Reply #15
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2088
  • Gender: Male
  • Denominasi: Sola Scriptura
Dilihat dari adat perkawinan batak sendiri ...

secara logika... mereka sudah kawin campar-campur sehingga kalau sudah keturunan ke-2 saja sudah campur. Secara kedokteran mereka sudah campur. Kakek Nenek tidak semarga, Bapak Ibu sudah tidak semarga. Anda kawin dengan yg dikatakan semarga akan tetapi secara silsilah sudah campur aduk. Jadi secara kedokteran aman2 aja.

Tujuan kawin tidak semarga bisa ditanyakan kepada ahli adat batak ??? kenapa? apa tujuannya?

Dilihat dari tujuan nya terlebih dahulu. Seringkali adat istiadat membatasi kita dengan alasan yang tidak relevan dengan jaman modern ini. Sejalan dengan perkembangan jaman.

Kalau Tujuannya supaya tidak kawin dengan saudara sendiri. Nah ini yang perlu diperhatikan silsilah kakek nenek dan ayah ibu kita dengan silsilah pasangan kita apakah ada hubungan sedarah. Toleransi sampai keturunan keberapa yang bisa dikatakan campur.

Firman Tuhan juga melarang untuk menikah dengan saudara / hubungan sedarah. Kalau menikah dengan sesuku / semarga itu diperbolehkan dalam Firman Tuhan.

Adakalanya kita melakukan revormasi adat istiadat dengan terang Firman Tuhan.

Namanya Cinta dan JOdoh siapa yang bisa tahu. Kalau memang TUHAN yang mengatur. apa yang bisa manusia perbuat???

Makanya saya kasih contoh larangan kawin semarga dalam adat Batak. Secara Firman Tuhan, tidak ada larangan orang semarga kawin selama tidak seayah dan/atau seibu. Nah sekarang saya bikin pertanyaan lagi, seandainya ada orang tua (Kristen tentunya) melarang anaknya kawin semarga, apakah orang tua itu bisa dikatakan melanggar Firman Tuhan, karena menuruti adat bukannya Firman Tuhan?
November 23, 2013, 09:26:18 PM
Reply #16
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 4699
  • Gender: Male
Makanya saya kasih contoh larangan kawin semarga dalam adat Batak. Secara Firman Tuhan, tidak ada larangan orang semarga kawin selama tidak seayah dan/atau seibu. Nah sekarang saya bikin pertanyaan lagi, seandainya ada orang tua (Kristen tentunya) melarang anaknya kawin semarga, apakah orang tua itu bisa dikatakan melanggar Firman Tuhan, karena menuruti adat bukannya Firman Tuhan?

Alkitab tidak melarang kita untuk minum es cendol, tetapi peraturan keluarga melarang anak-anak minum es cendol. Apakah berdosa mama yang melarang anaknya makan es cendol, padahal anaknya pingin banget???

Anda jangan salah memahami kehendak Allah. Tidak dilarang, bukan berarti perintah untuk dilakukan. Sehingga jika ada yang melarang apa yang tidak dilarang oleh Firman Tuhan dianggap melanggar Firman Tuhan. Jika cara berfikir kamu seperti itu, maka boleh kita merokok dong, karena sejatinya tidak ada larangan merokok, lagi pula sebatang tidak akan membuat tubuh binasa, kita juga boleh berjudi, sebab Alkitab tidak melarang, malah mengajarkan membuang undi untuk menentukan keputusan. Kita juga boleh dong bersetubuh dengan lawan jenis selama belum menikah, sebab kita kan tidak bisa disebut berzinah, sementara tidak ada ayat yang melarang seks sebelum menikah???

Adat dan budaya diciptakan Allah agar manusia hidup teratur dan tertib, bukan untuk ditiadakan oleh datangnya agama Kristen. Memang ada agama lain yang seperti itu, mengambil alih budaya dan tradisi serta adat sebuah bangsa atau suku dan digantikan oleh tradisi, adat dan budaya dari mana agama itu dilahirkan. Kekristenan tidak demikian, kehendak Allah adalah agar kita semua berbahagia, hidup didalam kebenaran, kebaikan, kasih, keadilan dan kemurahan.

Kita tetap hidup sebagai orang batak, orang bali, orang cina, orang jawa, orang sunda, orang dayak, timor dan sebagainya dengan adat dan budayanya. Bukan kita ganti dengan budaya barat yang liberal. Kita tetap memilik jati diri sebuah suku tetapi tidak lagi hidup dalam dosa dan kejahatannya, kita melepas apa yang menimbulkan dosa dari adat budaya, tetapi tidak membuang apa yang baik. Jangan benturkan budaya dan adat tradisi dengan Alkitab, sebab seherusnya Alkitab dapat menyatu dalam adat dan tradisi yang telah dimurnikan oleh Firman Allah.

Jika orang tua tidak menyetujui pernikahan, mengapa kita harus keras hati? Jangankan karena adat dan tradisi, karena tidak menyukai gaya berbicaranya sekalipun, kita sebagai anak harusnya belajar menggali kehendak Allah. Orang tua adalah orang yang bertanggung jawab atas hidup kita, dan Alkitab menganjurkan kita mentaatinya. Memang bukan taat buta, tetapi jika orang tua tidak menyetujuinya, bukankah sebaiknya anda berdoa. Jika memang Allah membuka jalan tidak ada yang mustahil restu dari orang tua akan datang pada saatnya.

Pria dan wanita telah menikahpun bisa bercerai, tetapi apakah kita bisa mengingari orang tua kita?
« Last Edit: November 23, 2013, 09:31:11 PM by Krispus »
November 25, 2013, 05:51:44 AM
Reply #17
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2088
  • Gender: Male
  • Denominasi: Sola Scriptura
Alkitab tidak melarang kita untuk minum es cendol, tetapi peraturan keluarga melarang anak-anak minum es cendol. Apakah berdosa mama yang melarang anaknya makan es cendol, padahal anaknya pingin banget???

Jadi pengen minum cendol. :D

Kita juga boleh dong bersetubuh dengan lawan jenis selama belum menikah, sebab kita kan tidak bisa disebut berzinah, sementara tidak ada ayat yang melarang seks sebelum menikah???

Sedikit koreksi, persetubuhan sebelum menikah dianggap persundalan dalam Alkitab (Ulangan 22:20-21)

Adat dan budaya diciptakan Allah agar manusia hidup teratur dan tertib, bukan untuk ditiadakan oleh datangnya agama Kristen. Memang ada agama lain yang seperti itu, mengambil alih budaya dan tradisi serta adat sebuah bangsa atau suku dan digantikan oleh tradisi, adat dan budaya dari mana agama itu dilahirkan. Kekristenan tidak demikian, kehendak Allah adalah agar kita semua berbahagia, hidup didalam kebenaran, kebaikan, kasih, keadilan dan kemurahan.

Kita tetap hidup sebagai orang batak, orang bali, orang cina, orang jawa, orang sunda, orang dayak, timor dan sebagainya dengan adat dan budayanya. Bukan kita ganti dengan budaya barat yang liberal. Kita tetap memilik jati diri sebuah suku tetapi tidak lagi hidup dalam dosa dan kejahatannya, kita melepas apa yang menimbulkan dosa dari adat budaya, tetapi tidak membuang apa yang baik. Jangan benturkan budaya dan adat tradisi dengan Alkitab, sebab seherusnya Alkitab dapat menyatu dalam adat dan tradisi yang telah dimurnikan oleh Firman Allah.

Jika orang tua tidak menyetujui pernikahan, mengapa kita harus keras hati? Jangankan karena adat dan tradisi, karena tidak menyukai gaya berbicaranya sekalipun, kita sebagai anak harusnya belajar menggali kehendak Allah. Orang tua adalah orang yang bertanggung jawab atas hidup kita, dan Alkitab menganjurkan kita mentaatinya. Memang bukan taat buta, tetapi jika orang tua tidak menyetujuinya, bukankah sebaiknya anda berdoa. Jika memang Allah membuka jalan tidak ada yang mustahil restu dari orang tua akan datang pada saatnya.

Pria dan wanita telah menikahpun bisa bercerai, tetapi apakah kita bisa mengingari orang tua kita?

Saya setuju. Btw, saya tidak sedang membicarakan masalah saya pribadi, ini masalah orang lain. Thanks.
November 25, 2013, 12:57:00 PM
Reply #18
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 4699
  • Gender: Male
cut
Sedikit koreksi, persetubuhan sebelum menikah dianggap persundalan dalam Alkitab (Ulangan 22:20-21)
cut

Anda tidak paham kitab Ulangan 22. Coba baca awalnya kepada siapa perempuan itu dibicarakan. Berikut cuplikan ayat 13 dan 14, awal topiknya.

"Apabila seseorang mengambil isteri dan setelah menghampiri perempuan itu, menjadi benci kepadanya, menuduhkan kepadanya perbuatan yang kurang senonoh dan membusukkan namanya dengan berkata: Perempuan ini kuambil menjadi isteriku, tetapi ketika ia kuhampiri, tidak ada kudapati padanya tanda-tanda keperawanan"

Juga dalam ayat 23, "Apabila ada seorang gadis yang masih perawan dan yang sudah bertunangan  —  jika seorang laki-laki bertemu dengan dia di kota dan tidur dengan dia," selanjutnya keduanya dilempari batu...

Dalam ayat 28-29, "Apabila seseorang bertemu dengan seorang gadis, yang masih perawan dan belum bertunangan, memaksa gadis itu tidur dengan dia, dan keduanya kedapatan  — maka haruslah laki-laki yang sudah tidur dengan gadis itu memberikan lima puluh syikal perak kepada ayah gadis itu, dan gadis itu haruslah menjadi isterinya, sebab laki-laki itu telah memperkosa dia; selama hidupnya tidak boleh laki-laki itu menyuruh dia pergi."

Jika terjadi pemerkosaan (pemaksaan) maka mereka harus kawin dan memberi syikal perak sebagai permintaan maaf. (demikian juga seks saling suka sama suka, harus menikah pula dan dianggap sama dengan pemaksaan).

Tentang sepasang kekasih, tidak diatur dalam Taurat tentang kehidupan seks mereka, yang diatur adalah mereka yang sudah terikat pernikahan (pertunangan, simak tradisi Yahudi). Jika mereka melakukan hubungan sex dengan orang lain saat terikat, maka itu dosa. Demikian juga ayat 20-21, itu sama seperti Imammat 19:29, adalah tentang pelacuran (sundal), pasangan laki dan perempuan melakukan hubungan sex diluar pertunangan dan pernikahan tidak semua dianggap persundalan, sebab yang disebut sundal berkenaan dengan upah sundal.

Jika tidak diatur apakah boleh melakukan seks sebelum menikah terhadap pacar kita? Ada seorang teman yang pernah menyatakan hal ini kepada saya sebab pendetanya menyatakan boleh saja, tidak berdosa. Saya sempat geleng-geleng kepala, sebab dasarnya adalah boleh dan tidak boleh, bukan tentang apa kehendak Allah.

Alkitab tidak menuliskan semua hal didunia ini, tidak ada tentang kecanduan game online, tidak ada tentang arisan, tidak juga diceritakan tentang saham, reksadana, asuransi, MLM, obat herbal atau alternatif, tidak juga dibahas tentang banyak hal lainnya. Bahkan minuman memabukan tidak dilarang untuk umat, yang dilarang cuman mabuknya. Banyak hal yang tidak diatur Alkitab tetapi bukan berarti itu tandanya boleh dan jika ada yang melarang maka ia melanggar apa yang "dibolehkan" oleh Allah???? (yaitu apa yang tidak diatur tersebut).

Pahamilah kehendak Allah, maka kamu akan tahu mana yang harus kamu lakukan. Kalau memahami kehendak sendiri sudah biasa buat kita semua.
November 25, 2013, 03:17:36 PM
Reply #19
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2088
  • Gender: Male
  • Denominasi: Sola Scriptura
Anda tidak paham kitab Ulangan 22. Coba baca awalnya kepada siapa perempuan itu dibicarakan. Berikut cuplikan ayat 13 dan 14, awal topiknya.

"Apabila seseorang mengambil isteri dan setelah menghampiri perempuan itu, menjadi benci kepadanya, menuduhkan kepadanya perbuatan yang kurang senonoh dan membusukkan namanya dengan berkata: Perempuan ini kuambil menjadi isteriku, tetapi ketika ia kuhampiri, tidak ada kudapati padanya tanda-tanda keperawanan"

Juga dalam ayat 23, "Apabila ada seorang gadis yang masih perawan dan yang sudah bertunangan  —  jika seorang laki-laki bertemu dengan dia di kota dan tidur dengan dia," selanjutnya keduanya dilempari batu...

Dalam ayat 28-29, "Apabila seseorang bertemu dengan seorang gadis, yang masih perawan dan belum bertunangan, memaksa gadis itu tidur dengan dia, dan keduanya kedapatan  — maka haruslah laki-laki yang sudah tidur dengan gadis itu memberikan lima puluh syikal perak kepada ayah gadis itu, dan gadis itu haruslah menjadi isterinya, sebab laki-laki itu telah memperkosa dia; selama hidupnya tidak boleh laki-laki itu menyuruh dia pergi."

Jika terjadi pemerkosaan (pemaksaan) maka mereka harus kawin dan memberi syikal perak sebagai permintaan maaf. (demikian juga seks saling suka sama suka, harus menikah pula dan dianggap sama dengan pemaksaan).

Tentang sepasang kekasih, tidak diatur dalam Taurat tentang kehidupan seks mereka, yang diatur adalah mereka yang sudah terikat pernikahan (pertunangan, simak tradisi Yahudi). Jika mereka melakukan hubungan sex dengan orang lain saat terikat, maka itu dosa. Demikian juga ayat 20-21, itu sama seperti Imammat 19:29, adalah tentang pelacuran (sundal), pasangan laki dan perempuan melakukan hubungan sex diluar pertunangan dan pernikahan tidak semua dianggap persundalan, sebab yang disebut sundal berkenaan dengan upah sundal.

Jika tidak diatur apakah boleh melakukan seks sebelum menikah terhadap pacar kita? Ada seorang teman yang pernah menyatakan hal ini kepada saya sebab pendetanya menyatakan boleh saja, tidak berdosa. Saya sempat geleng-geleng kepala, sebab dasarnya adalah boleh dan tidak boleh, bukan tentang apa kehendak Allah.

Alkitab tidak menuliskan semua hal didunia ini, tidak ada tentang kecanduan game online, tidak ada tentang arisan, tidak juga diceritakan tentang saham, reksadana, asuransi, MLM, obat herbal atau alternatif, tidak juga dibahas tentang banyak hal lainnya. Bahkan minuman memabukan tidak dilarang untuk umat, yang dilarang cuman mabuknya. Banyak hal yang tidak diatur Alkitab tetapi bukan berarti itu tandanya boleh dan jika ada yang melarang maka ia melanggar apa yang "dibolehkan" oleh Allah???? (yaitu apa yang tidak diatur tersebut).

Pahamilah kehendak Allah, maka kamu akan tahu mana yang harus kamu lakukan. Kalau memahami kehendak sendiri sudah biasa buat kita semua.


Untuk soal persundalan saya buat topik baru supaya tidak OOT.
http://forumkristen.com/index.php?topic=50950.0#new
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)