Author Topic: Melanggar adat meski tidak melanggar Firman Tuhan  (Read 6551 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

November 25, 2013, 05:59:28 PM
Reply #20
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 5389
Saya ambil ilustrasi begini:
Firman Tuhan tidak pernah melarang seorang lelaki dan seorang perempuan yang tidak seayah dan tidak seibu, serta mempunyai nenek moyang sama belasan generasi yang lalu untuk menikah. Akan tetapi dalam adat Batak ada larangan menikah semarga, sekalipun lelaki dan perempuan itu sudah jauh hubungan keluarganya (belasan generasi). Bukan hanya semarga, ada beberapa marga juga melarang kawin antar marga2 tertentu dengan berbagai alasan.

Sebagai orang Kristen, bolehkah kita melanggar adat istiadat sekalipun tidak melanggar Firman Tuhan? Misalnya, lelaki dan perempuan Batak Kristen yang kawin semarga?

BROO@DERAYA....

Msalah seperti ini di adat Batak masih di jalankan dan di pegang untuk suatu pernikahan. Apakah lantas itu melanggar Firman Tuhan,,,??? Ya jelas ga ada yang dilanggar disitu. Karena dalam Firman Tuhan tidak pula membuat batasan yang berakar pada adat istiadat manusia, namun adat istiadat sorgawi. Bahwa yang sama sama berasal dari warga kerajaan Sorga  yang di perbolehkan menikah...Bukan dari adat manusia kan...???

Jadi dalam hal ini orang batak tidak dipersalahkan dalam mengawinkan anAknya.SEBAGAIMANA ADAT BUDAYANYA...yng penting sama-samA ( SI LELAKI DAN SI PEREMPUANNYA ) ADALAH KEDUANYA MURID Tuhan YESUS...

Salam GBU...
November 25, 2013, 06:18:39 PM
Reply #21
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2088
  • Gender: Male
  • Denominasi: Sola Scriptura
BROO@DERAYA....

Msalah seperti ini di adat Batak masih di jalankan dan di pegang untuk suatu pernikahan. Apakah lantas itu melanggar Firman Tuhan,,,??? Ya jelas ga ada yang dilanggar disitu. Karena dalam Firman Tuhan tidak pula membuat batasan yang berakar pada adat istiadat manusia, namun adat istiadat sorgawi. Bahwa yang sama sama berasal dari warga kerajaan Sorga  yang di perbolehkan menikah...Bukan dari adat manusia kan...???

Jadi dalam hal ini orang batak tidak dipersalahkan dalam mengawinkan anAknya.SEBAGAIMANA ADAT BUDAYANYA...yng penting sama-samA ( SI LELAKI DAN SI PEREMPUANNYA ) ADALAH KEDUANYA MURID Tuhan YESUS...

Salam GBU...

Adat istiadat dipelihara, bukan untuk menambah-nambahi Firman Tuhan, bukan juga karena takut kutuk nenek moyang, tetapi untuk menjaga keharmonisan dalam masyarakat.
December 28, 2015, 01:14:58 PM
Reply #22
  • FK - Newbie
  • *
  • Posts: 1
  • Denominasi: advent
Kembali kepada mereka berdua, selalu ada konsekwensinya. Di bali jika melanggar adat dan menyatakan keluar dari lingkungan adat mereka dianggap orang luar dan tidak mendapat manfaat dari adat dan juga tidak terikat lagi dengan adat. Demikian semua ada masyarakat adat didunia, melanggar akan mendapat hukuman, tetapi jika ingin lepas dari hukum adat maka anda harus meninggalkan marga anda, keluarga anda, alias putus hubungan kekerabatan. Itu konsekwensinya, seperti yang terjadi di Bali, saat mereka menjadi seorang beriman, mereka keluar dari lingkungan adatnya dan tidak mendapatkan hak waris.

Jika anda di luar negeri, tetapi masih tetap menyandang marga dan hubungan kekeluargaan secara adat, anda tetap akan menerima saksi adat atau bisa jadi keluarga anda akan menaggungnya.

Bijaklah bertindak, bicarakanlah dengan baik-baik dan penting berdoalah minta pimpinan TUHAN agar dibukakan jalan yang terbaik. Bagi manusia mungkin mustahil tatapi bagi Allah tidak ada yang mustahil jika memang Allah menghendaki sesuatu terjadi. Milikilah iman dan tetaplah tinggal didalam kebenaran Firman Tuhan. Berusahalah untuk menjadi terang dan teladan, menjadi sosok yang dikasihi Allah dan juga manusia.

GBU





buat saya aturan pernikahan dalam batak ini sunggu tidak rasional lg,di karenakan jika kita tetap mengacu kepada peraturan tersebut akan sangat menyulitkan manusia untuk bersatu dalam cinta yang Tuhan sudah berika kepada Manusia.dan cinta itu untuk di nikmati bukan untuk menjadi beban bagi umat nya
December 28, 2015, 01:27:15 PM
Reply #23
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 13019




buat saya aturan pernikahan dalam batak ini sunggu tidak rasional lg,di karenakan jika kita tetap mengacu kepada peraturan tersebut akan sangat menyulitkan manusia untuk bersatu dalam cinta yang Tuhan sudah berika kepada Manusia.dan cinta itu untuk di nikmati bukan untuk menjadi beban bagi umat nya

Jika adat sudah tidak berarti lagi bagi anda, maka tidak layak anda menganggap adat itu tidak rasional.
December 28, 2015, 01:30:05 PM
Reply #24
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1775
  • Gender: Male
  • Damai Di Bumi, Damai di FK
  • Denominasi: Lutheran
Saya ambil ilustrasi begini:
Firman Tuhan tidak pernah melarang seorang lelaki dan seorang perempuan yang tidak seayah dan tidak seibu, serta mempunyai nenek moyang sama belasan generasi yang lalu untuk menikah. Akan tetapi dalam adat Batak ada larangan menikah semarga, sekalipun lelaki dan perempuan itu sudah jauh hubungan keluarganya (belasan generasi). Bukan hanya semarga, ada beberapa marga juga melarang kawin antar marga2 tertentu dengan berbagai alasan.

Sebagai orang Kristen, bolehkah kita melanggar adat istiadat sekalipun tidak melanggar Firman Tuhan? Misalnya, lelaki dan perempuan Batak Kristen yang kawin semarga?

Terhadap hal ini, mungkin ada Firman Tuhan yg dilanggar.

Pada umumnya, org Tua akan melarang anak kawin dgn melanggar hK adat.
Jadi pada saat anda melanggar larangan org tua, mungkin anda sdh melanggar perintah Allah ttg  menghormati Orang Tua.
REV 3:11 Behold, I come quickly: hold that fast which thou hast, that no man take thy crown.
January 21, 2016, 08:38:18 AM
Reply #25
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 5740
  • Gender: Male
  • logikanya, logikamu, logikaku, logiskah
  • Denominasi: PKI (Penganut Kristen Independen)
Tentang perkawinan, terkait dengan tajuk topik ini, menurut logika @Cinta Bhinneka, sudah dipaparkan dengan baik oleh @Krispus di Reply#16. Artinya, boleh dianggap bahwa kasus yang diangakat:
Sebagai orang Kristen, bolehkah kita melanggar adat istiadat sekalipun tidak melanggar Firman Tuhan? Misalnya, lelaki dan perempuan Batak Kristen yang kawin semarga?
Sudah terjawab.
Atau, masih adakah kasus-kasus perkawinan seperti yang dimaksudkan tajuk topik yang ingin dibahas?
Atau, masih adakah kasus-kasus lain yang melanggar adat meski tidak melanggar Firman Tuhan, yang ingin dibicarakan?
 :D
Salam logika macam-macam.
niat baik yang tidak dieksekusi adalah sia-sia
February 14, 2016, 11:16:58 AM
Reply #26
  • FK - Senior
  • ****
  • Posts: 329
  • Gender: Male
  • Venite exultemus Domino, venite adoremus...
    • Kailasa Tour and Travel
  • Denominasi: Ut Omnes Unum Sint (Johannes 17:21)
dalam budaya kita orang Timur, yg namanya pernikahan bukan hanya penyatuan antara seorang lelaki dan seorang perempuan, tetapi juga keluarganya... apalagi bagi orang Batak, definisi "keluarga" tidak sesempit di tempat lain (ayah, ibu, anak), tapi sampai ke tingkat marga... atau setidaknya "pinompar ni ompu XXX"...

apakah Alkitab menyebutkan seperti di atas??? saya gak tau yah... mungkin teman2 yg lain bisa menjawab... saya hanya ingat kalau Tuhan Yesus menyebutkan bahwa "demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu"... tetapi, definisi "dua" dalam kita orang Timur bukan hanya dua manusia, tetapi juga dua keluarga...

kemudian, saya selalu percaya bahwa sejak Si Raja Batak hidup di Dolok Pusuk Buhit, ia dan seluruh keturunannya menciptakan adat untuk tujuan yg baik... bukan untuk menjatuhkan atau merendahkan manusia lainnya...

kalau ada larangan menikah semarga, itu karena bagi kita semarga statusnya sama dgn saudara kandung, walaupun secara biologis mungkin tidak sedarah... tetapi kita diikat oleh "ikrar" (padan) bahwa kita adalah saudara, sehingga tidak boleh saling menikahkan anak... dan "padan" ini bukan hanya semarga, tapi juga antara beberapa marga... misalnya sesama keturunan Si Raja Borbor dan keturunan Nai Ambaton (yg tergabung dalam Parna)... kemudian saya marga Nababan tidak boleh menikah dgn Sitorus Pane... ini karena mereka sudah merasa sebagai saudara...

saya pernah nonton satu filem India... jadi ada klub olahraga cricket yg hubungan mereka erat sekali, seperti saudara... suatu saat, ternyata seorang anggota klub ini jatuh cinta dgn adik dari temannya, yg mereka anggap sebagai saudara sendiri... temannya ini pun marah besar, dia bilang "bukankah adikku adalah adikmu juga???"

kurang lebih begitulah gambarannya... bagi kita yg semarga, adik saya adalah adik mereka juga, abang saya adalah abang mereka juga... dan menikahi adik sendiri??? anda sudah tentu merasa ada yg janggal kan???

jadi jangan memaksakan cinta antara anda dgn kekasih anda, jika itu tidak membawa keharmonisan antara keluarga2 anda...
"Molo na holong rohamuna di Ahu, radotanmuna do angka patikku."
Johannes 14:15

KAILASA TOUR & TRAVEL
Tiket pesawat (domestik & internasional) - kereta api - voucher hotel - paket tour
December 02, 2018, 07:04:23 AM
Reply #27
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2720

Mandat agama lebih tinggi dari mandat budaya makanya budaya manusia harus direformasi berdasarkan kebenaran Firman Tuhan.

December 04, 2018, 12:52:43 PM
Reply #28
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 10611
Mandat agama lebih tinggi dari mandat budaya makanya budaya manusia harus direformasi berdasarkan kebenaran Firman Tuhan.

siapa yang bilang gitu?
jangan menambah-nambahi Firman Tuhan...

situ mau bikin aliran sendiri ya?
December 06, 2018, 07:11:30 PM
Reply #29
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2720

Yesus menegor budaya yang sudah keluar dari kebenaran Firman Tuhan.

 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)