Author Topic: alkitab sudah dirubah!?  (Read 11494 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

January 14, 2014, 08:08:17 AM
Reply #60
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1632
Sebab bahasa Yunani tidak sesederhana bahasa Inggris apalagi bahasa Indonesia.

Relatif, kalau belum menguasai maka dikatakan tidak sederhana.

Quote
Bahasa Inggris hanya menggunakan sedikit macam article: an/ a/ the. Bahkan dalam bahasa Indonesia suatu article sering diabaikan (tidak perlu digunakan).
Tetapi dalam bahasa Yunani penggunaannya ada bermacam-macam jenis sesuai gender, number, dan case nya.

Masing2 memang ada aturannya tersendiri, namun terjemahannya seharusnya sepadan.

Quote
Karena spesifiknya bahasa Yunani ini justru membuat Alkitab kita tidak bisa diubah-ubah/ dibalik-balik.

Justru di Yohanes 1:1 bagian akhir itu bolak balikkan.
Dan bagian kelompok kata kedua: and the saying was toward the God, kok menjadi: dan firman itu bersama-sama dengan Tuhan.
Itukan sudah diubah, tidak sama lagi.

Dan lagi, kalau diterjemahkan: dan firman itu adalah Tuhan, menunjukkan kata ini boleh terlepas dari konteks kata2 sebelumnya sehingga menunjukkan konsep: Yesus adalah Tuhan.

Maka ini sudah tidak nyambung lagi dengan ayat 14 dan 18.

Dan lagi, terjemahan: dan Tuhan itu adalah firman, bukan berarti kata: firman menjadi obyek, tetap menjadi subyek. Di sini letak kelemahan bahasa di luar Yunani, tidak ada konsep jelas dengan kata: adalah, kecuali dalam bentuk aktif pasif.

Sepertinya anda belum menjawab saya: apakah bahasa Yunani memakai hukum MD atau DM?
Dan, apakah bahasa Yunani mengenal kalimat akif dan pasif? Maaf, atas ketidaktahuan ini. Tks.

Quote
Misalnya: Istilah dalam bahasa Inggris "God is Love" secara urutan kata (bukan makna) dapat diubah menjadi  "Love is God"
Namun tidak demikian di dalam bahasa Yunani: Sebab dalam bahasa Yunaninya nulis  "ho theos agapê estin" (1 Yohanes 4:16) yang hanya dapat bermakna "God is love", tidak dapat dibalik "love is God", sebab dalam naskah Yunani itu sudah jelas bahwa Subyek-nya adalah "Theos" dengan menimbang ada article "ho" di depannya. Itulah salah satu keunikan dari bahasa yang dipilih Allah secara Otograf untuk menuliskan firmannya di dalam Perjanjian Baru, supaya jangan ada orang yang mencoba membolak-balik makna Alkitab.

Makanya saya katakan ada kelemahan bahasa di luar Yunani, karena tidak jelas apakah bentuk aktif atau pasif, karena dengan kata sandang: adalah, dapat membentuk berbagai pengertian, tergantung kata2 di kalimat sebelum dan sesudahnya.

Di sini jelas kelebihan bahasa Yunani, sesuai juga dengan masukan dari anda, Tks, bahwa bahasa Yunani itu memiliki konsep aturannya sendiri dan ini baru dapat dimengerti/diterjemahkan dengan tepat setelah melihat posisi kata2 dalam kalimat secara keseluruhan.

Quote
Pemahaman dalam menimbang "definite article" dalam Yohanes 1:1 sangat penting. Saya sudah menjelaskannya khusus untuk kasus Yohanes 1:1:

Selanjutnya masih ada kajian gramatik, menurut kaidah tata bahasa Yunani: ada nomina dengan kategori 'artikular' (memiliki kata sandang) dan ada yang 'anarthrous' (tanpa kata sandang). Saya tidak menjelaskannya disini, sebab terlalu rumit bagi seorang yang belum pernah mempelajari bahasa Yunani secara seksama. Yang penting Anda perlu paham bahwa apa yang disajikan program ISA itu hanya urutan interlinear, bukan terjemahan final sesuai kajian: "tekstual-kontekstual-gramatik"

Dalam penelitian menurut banyak para ahli bahasa, penyajian frasa terakhir Yohanes 1:1 "και θεος ην ο λογος - kai theos ên ho logos" menjadi "dan firman itu adalah Allah", adalah benar.

Sajian resmi terjemahan  yang ada dan yg sudah beredar di bawah ini sudah benar:

King James Version, "In the beginning was the Word, and the Word was with God, and the Word was God."
New International Version, "In the beginning was the Word, and the Word was with God, and the Word was God."
LAI TB, "Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah."
ILT, "Pada awalnya ada Firman, dan Firman itu ada bersama ELOHIM, dan Firman itu adalah ELOHIM."


Sang Firman itu adalah Allah!

Amin.


Sama dengan jawaban sebelumnya.

Salam.



January 14, 2014, 08:25:32 AM
Reply #61
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1632
Jika Tuhan = sumber segala sesuatu/segalanya dari segalanya, apakah Ia akan memberikan segalanya kepadamu @hayatek?

oot.

Quote
Jika Adam dan Hawa adalah karya langsung dari Tuhan, mengapa mereka HARUS DIUSIR HANYA KARENA MELANGGAR PERINTAH?

Memang manusia bukan karya langsung Tuhan, lantas apa hubungannya dengan diusir keluar?

Jelas diusir karena telah melanggar, lantas apa yang hendak anda sampaikan di sini?

Quote
Tuhan adalah sumber segala sesuatu, dan mengatur kepada mu segala sesuatu, Yesus sebgai Tuhan yang mengatur segala sesuatumu, agar pantas engkau diselamatkan..

Yesus bukan Tuhan, namun Tuan yang menjadi penguasa dan juruselamat.

Saya tetap diselamatkan, tidakkah anda baca pernyataan Petrus yang mengatakan dari ROH KUDUS: Yesus itu Putra Tuhan, dan Yohanes menegaskan lagi iman Kristen itu mengalahkan dunia yang mengakui Yesus adalah Putra Tuhan.
Yesus menyangkal ketika dikatakan sebagai Tuhan, dan membela diri dengan pengakuan: Putra Tuhan.
Yohanes 10:33-36.

Lantas pendapat anda Yesus itu adalah Tuhan, dasarnya dari mana?

Quote
ROH KUDUS adalah TUhan, Dan Tuhan adalah ROH KUDUS, Jika yang mencipta adalah Tuhan maka yang mencipta juga ROH KUDUS,

Kata sandang: adalah dapat ditafsirkan beragam, yang tepatnya harus tergantung posisi yang tepat di dalam kalimat secara keseluruhan.

ROH KUDUS adalah Tuhan: salah, jika ditafsirkan ROH KUDUS itulah Tuhan. Benar, jika ditafsirkan ROH KUDUS menunjukkan kehadiran Tuhan.
Demikian juga kata selanjutnya itu.

Tuhan menciptakan melalui ROH KUDUS.

Quote
Allah itu adalah Kudus, orang yang tidak kudus dan pembangkang akan dibuang, sperti malaikat pembangkang.. terlebih kepada manusia..

Siapa yang membangkang, masing2 intropeksi diri. Menyalahkan orang lain jauh lebih mudah daripada menyalahkan diri sendiri.

Quote
Yesus adalah jalan menuju kekudusan, SEBAB ALLAH ADALAH KUDUS...
kamu kurang banyak tahu hayatek (makanya banyak belajar), maniz1, maniz2, tangtoy dan banyak lagi ID mu, yang nomaden..

Anda sendiri tahu Yesus itu jalan, kenapa anda jadi lupa dengan berkata Yesus itu adalah Tuhan?

Yang penting hikmat ayat2 nya sejajar, tidak nomaden.

Quote
2Kor 3:17   
Sebab Tuhan adalah Roh; dan di mana ada Roh Allah, di situ ada kemerdekaan.
Yoh 4:24
Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran."

dan Allah itu kudus..

Im 19:2
"Berbicaralah kepada segenap jemaah Israel dan katakan kepada mereka: Kuduslah kamu , sebab Aku, TUHAN, Allahmu, kudus.
Allah Adalah Roh dan Allah adalah Kudus.. biar cocok sama pemahaman kamu..
Tuhan adalah Roh dan Tuhan adalah kudus..

oot

salam.
January 14, 2014, 08:47:14 AM
Reply #62
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 4778
  • Merdeka di dalam Kristus
    • SARAPANPAGI BIBLIKA
@ Hayatek, tidak ada gunanya "mendebat" apa yang saya sampaikan, kalau Anda masih buta dan tidak mau belajar secara benar ttg bahasa Yunani.


Di sini letak kelemahan bahasa di luar Yunani, tidak ada konsep jelas dengan kata: adalah, kecuali dalam bentuk aktif pasif.

Kelemahan?
Sangat "absurd" ada orang yg tidak paham bahasa Yunani, menyatakan ada kelemahan bahasa Yunani.

Apa yang Anda sampaikan itu justru dari produk ketidak tahuan Anda. Gramar Yunani: sarat dengan pemahaman Pasif, aktif, gender, kasus, milik, waktu dll.... sangat lengkap, tidak dapat dibandingkan dengan grammar bahasa manapun.

Belajarlah bahasa Yunani dari dasarnya, bukan dengan "mendebat" terjemahan ayat. Bagaimana Anda dapat "mendebat" suatu sajian terjemahan jika Anda sendiri masih buta huruf, dan buta grammar?

Bahasa Yunani sangat Spesifik. Dan Brown dan banyak penulis dunia lain pernah mencoba menyatakan "murid yang dikasihi" ditujukan kepada Maria Magdalena, tetapi mengkaji struktur kalimat asli bahasa Yunani-nya, hal tsb tidak dapat ditujukan kepada Maria Magdalena. Demikian pula kata "mengasihi" ditujukan kepada Rasul Yohanes, ada penulis dunia lainnya yang menuduh Yesus itu "homoseksual" tetapi dengan pengkajian seksama dari kata Yunani yang spesifik, "kasih" dalam bahasa Yunani yang digunakan itu tidak mengandung makna "asmara."
Itulah kehebatan Alkitab, yang menggunakan bahasa asli Yunani. Dimana ketika ada pikiran dan tangan-tangan jahil hendak membelokkan makna Alkitab, naskah bahasa Aslinya telah menguncinya.
 
Rapa Rasul atas inspirasi ROH KUDUS menulis Naskah Alkitab Otograf dalam bahasa Yunani, jikalau Anda mengatakan "ada kelamahan", artinya Anda menyerang "Otograf" itu sendiri, bagaimana Anda dapat mengimani ayat yang diinspirasikan ROH KUDUS. Jika Anda menganggap ada kelemahan dalam bahasa yang dipakainya?

Sekali lagi, Anda tidak perlu mendebat "grammar Yunani" kalau Anda sendiri masih buta huruf dan buta grammar-nya. Mulailah belajar dari awal, bukan mendebat.


Apakah dengan mengatakan kebenaran kepadamu aku telah menjadi musuhmu? (Galatia  4:16)
January 14, 2014, 09:57:43 AM
Reply #63
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 535
  • Gender: Male
  • Denominasi: No Denominasi

Kelemahan?
Sangat "absurd" ada orang yg tidak paham bahasa Yunani, menyatakan ada kelemahan bahasa Yunani.


Sabar, bro SP... yang dimaksudkannya kelemahan bahasa di luar Yunani.
 :happy0025:
January 14, 2014, 10:06:34 AM
Reply #64
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 535
  • Gender: Male
  • Denominasi: No Denominasi
@ Bro SP
Top banget dah....
Jangan sungkan jawab, yang lain jadi tambah pinterkok... sangat sedikit Kristen yang bisa basa yunani  :afro:

@Bro CB
Pa kabar nie...
Photonya keren
 :afro:
January 14, 2014, 10:51:07 AM
Reply #65
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2614
Wuih, ane baru tau kalo pemilihan bahasa asli yunani untuk penulisan naskah-naskah alkitab ternyata memiliki tujuan khusus. Makasih untuk infonya masbro @SarapanPagi.
January 14, 2014, 11:30:59 AM
Reply #66
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1818
  • ??????????????????????????????????????????????????
Justru penyaliban merupakan suatu bukti kasih Allah kepada manusia, seluruh manusia, ga Kristen, islam, budha, ato atheis, ato apapun. Firman Allah, Oknum yang menjadikan segala sesuatu, dan tanpaNya tidak ada apapun telah dijadikan, telah menjadi manusia. Manusia tulen, 100% manusia. Titik ini pun sudah menjadi bukti kasih Allah kepada manusia, bagaimana yang Maha Kudus harus menjadi manusia yang penuh keterbatasan. Namun, misi Allah adalah penebusan dosa yang dilakukan Adam, manusia, dan penebusannya pun juga harus dilakukan oleh manusia. Dengan demikian, reinkarnasi Firman Allah menjadi manusia adalah dengan melepaskan ke-Ilahian-Nya. Setelah proses penyaliban, penguburan, dan kebangkitan, Hadirat Allah kembali pulih.

Penyaliban inipun mengandung teladan yang luar biasa. Coba perhatikan, Dia memberi standar kepada manusia dengan pernyataan kasihilah manusia seperti dirimu sendiri.
Tapi apa yang dilakukanNya, Dia berikan diriNya untuk penebusan dosa manusia dengan menanggalkan ke-Ilahian-Nya. Dia mengajarkan bahwa Dia mengasihi manusia melebihi Dia mengasihi DiriNya sendiri.
Seperti Dia memberi standar kepada kita untuk berjalan sejauh 10 km, tetapi Dia meneladani dengan telah melangkah 1000 km.

Jadi tidak ada perbedaan antara penyaliban dan kasih. Keduanya hal terpenting dari kehidupan Kristen.
Hal ini yang sulit dipahami oleh orang di luar Kristen.
Saya setuju namun menurut saya, kasih sendiri itu sudah suatu hal pro dlm Kristen.
SOS.... need help from God.
January 14, 2014, 12:37:56 PM
Reply #67
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1632

Makanya saya katakan ada kelemahan bahasa di luar Yunani, karena tidak jelas apakah bentuk aktif atau pasif, karena dengan kata sandang: adalah, dapat membentuk berbagai pengertian, tergantung kata2 di kalimat sebelum dan sesudahnya.

Di sini jelas kelebihan bahasa Yunani, sesuai juga dengan masukan dari anda, Tks, bahwa bahasa Yunani itu memiliki konsep aturannya sendiri dan ini baru dapat dimengerti/diterjemahkan dengan tepat setelah melihat posisi kata2 dalam kalimat secara keseluruhan.

Sama dengan jawaban sebelumnya.

Salam.

Mohon anda lebih fokus.

Silahkan bantu jawab pertanyaan saya, maka diskusi tidak berat sebelah.

Anda punya pendapat sendiri, dan saya punya pendapat sendiri juga.
Maka marilah kita bandingkan sama2 mana letak kebenarannya, oleh karena itu mohon anda fokus ke pertanyaan saya.

Tks.

Salam.
January 14, 2014, 12:58:35 PM
Reply #68
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1503
  • Gender: Male
  • Denominasi: K R I S T E N
@ Hayatek, tidak ada gunanya "mendebat" apa yang saya sampaikan, kalau Anda masih buta dan tidak mau belajar secara benar ttg bahasa Yunani.


tinggalin aja om, tuh orang mah susah mudeng nya, walo udah di Ban brapa kali, tetap tidak susah mengerti..

mungkin beberapa orang SUDAH DITAKDIRKAN UNTUK SUSAH MENGERTI BAHASA...   ;D Yah upahnya mengganggu orang lain aja, ga bisa urus diri..  ;D kelamaan diladenin , ntar "LAGU" si om Sarpag, sama sperti dia..  ;D , trus dia bangga TINGKAT PEMAHAMANNYA UDAH SPERTI OM SARPAG INI..
Mat 4:10
Maka berkatalah Yesus kepadanya: "Enyahlah, Iblis! Sebab ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!"
January 14, 2014, 05:17:39 PM
Reply #69
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 4778
  • Merdeka di dalam Kristus
    • SARAPANPAGI BIBLIKA

Wuih, ane baru tau kalo pemilihan bahasa asli yunani untuk penulisan naskah-naskah alkitab ternyata memiliki tujuan khusus. Makasih untuk infonya masbro @SarapanPagi.


Mempelajari bahasa asli dari Alkitab itu bukan kewajiban, tetapi baik untuk lebih memahami makna, dan maksud-maksud yang tidak cukup apabila dibaca dalam terjemahannya.

Bahasa Yunani sangat menarik untuk dipelajari, meski memang rumit dalam pembelajarannya, karena bahasa ini adalah bahasa dari para filsuf. Allah tentu mempunyai maksud-maksud mengapa alkitab yang mulanya ditulis dalam bahasa Ibrani, kemudian diizin-kanNya ditulis dalam bahasa "goyim" yaitu bahasa Yunani.

Kata-kata dalam bahasa Yunani mempunyai istilah2 dan konstruk kata yang sangat spesifik, sehingga menyulitkan bagi siapa-siapa yang hendak membelokkan isi original yang ada di dalamnya.

Dalam posting saya di atas, saya menyinggung tentang gonjang-ganjing novel "Da Vinci Code" yang menyatakan Yesus kawin dengan Maria Magdalena. Bahwa frasa "murid yang dikasihi-Nya" itu kata si Dan Brown itu bukan Rasul Yohanes, melainkan Maria Magdalena. Well.... Dan Brown dapat mengelabuhi para pembaca yang berbahasa Inggris, dan lain-lain termasuk bahasa Indonesia. Namun, Dan Brown tidak dapat mengelabuhi seorang pembaca yang berbahasa Yunani.
Bagaimana bisa....?
Anda bisa membaca bahasannya di:  http://www.sarapanpagi.org/maria-magdalena-murid-yg-dikasihi-vt789.html#p2031

Belajar bahasa Yunani itu asik, dan kemudian membuat ketagihan karena ada banyak maksud2 yang dapat kita gali lebih dalam.
Ada satu ayat yang bikin saya mau belajar bahasa Yunani, yaitu: 
Matius 15:26 Tetapi Yesus menjawab: "Tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing."
Kala itu saya terusik dengan ayat itu, saya tidak dapat menerima ayat itu, saya merasa ayat itu tidak patut diucapkan Yesus. Ada penolakan keras di hati saya: masak sih Yesus itu "kasar" atau dalam bahasa jawanya "sloro" mengucapkan kata yang tidak patut untuk seorang perempuan yang seharusnya Ia hormati....? Tidak seharusnya Yesus berkata begitu, tapi kenapa ditulis dalam Alkitab? Apa maksudnya?

Akhirnya saya cari-cari banyak sumber, dan dari situ saya merasa bahwa mempelajari bahasa Yunani itu sangat bermanfaat. Anda bisa membaca keingin-tahuan saya tentang istilah "anjing" itu di http://www.sarapanpagi.org/anjing-vt636.html#p1478 dan http://www.sarapanpagi.org/berkat-kepada-anjing-vt2629.html#p15130 dan http://www.sarapanpagi.org/benarkah-yesus-rasis-dan-kasar-vt47.html#p110
Alhasil kisah perempuan itu menjadi kisah Alkitab yang paling saya sukai.

Itu sekedar 2 contoh, betapa bahasa Yunani itu sangat indah. Dan masih ada banyak lagi... Termasuk istilah "benar" yang dipakai Tuhan Yesus ketika berkata "AKULAH KEBENARAN", Kata "benar" yang dipakai ini adalah bukan "benar" yang biasa, tetapi benar yang hakiki, benar yang terbukti, benarnya benar, benar yang sejati, yaitu kata Yunani: αληθεια - alêtheia. Dan di dunia ini hanya ada 1 orang saja yang berani mengenakan kata αληθεια - alêtheia untuk dirinya sendiri, yaitu TUHAN YESUS KRISTUS.
Tidak jarang mempelajari satu kata dalam bahasa Yunani, membuat saya tergetar oleh maknanya yang begitu Indah, yang tak terungkapkan dalam bahasa-bahasa lain. Dari satu kata Yunani αληθεια - alêtheia yang dikenakan Kristus ini membuat saya tidak bisa tidak mempercayai bahwa Dia adalah TUHAN dan ALLAH!

Maka, saya mempersilahkan kita disini untuk sama-sama belajar bahasa Yunani, yang walaupun memang bukan suatu kewajiban bagi orang Kristen, tetapi jika ada waktu luang, hal ini sangat indah untuk dipelajari.


Blessings,
BP

Apakah dengan mengatakan kebenaran kepadamu aku telah menjadi musuhmu? (Galatia  4:16)
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)