Author Topic: MENGAPA PETRUS YG DIPILIH SEBAGAI GEMBALA?  (Read 10137 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

July 01, 2018, 03:22:09 PM
Reply #30
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 3031
  • Gender: Male
  • Denominasi: Bukan Denominasi
@Sotardugur Parreva tertarik untuk mengomentari tentang ayat Alkitab untuk semua pengikut Kristus. Ketertarikanku bersumber dari adanya partisipan memaknai bahwa kalimat Yesus, "Gembalakanlah domba-dombaKu" dikatakan untuk semua pengikut Kristus. Benarkah itu untuk semua pengikut Kristus? Membayangkan situasi dan kondisi ketika perkataan itu dikatakan Yesus Kristus, tersimpulkan bahwa itu tidak dikatakan kepada seluruh pengikut Kristus.

Kalimat itu dikatakan Yesus Kristus setelah kebangkitanNya dari alam maut, sebelum naik ke sorga. Dikatakan pada saat "sesudah sarapan". Patut diduga, masih pagi hari, rasul-rasul yang tinggal 11 masih lengkap, masing-masing baru bangkit dari peraduan. Sesudah sarapan, nyata-nyata dicatat dalam Alkitab, Yesus berkata kepada Simon Petrus. Kondisinya baru sarapan, idealnya, kesebelas rasul masing bareng. Namun, Yesus berkata kepada Simon Petrus, bukan kepada kesebelas rasul. Dikatakan sampai tiga kali, "Gembalakanlah domba-dombaKu".

Kupikir, setiap pemilik logika sehat dapat menangkap, bahwa memang Simon Petrus ditugaskan untuk menggembalakan domba Kristus. Tidak tersirat di kisah itu tentang adanya kecemburuan dari kesepuluh rasul lainnya, meskipun juga tidak tersirat bahwa mereka setuju dengan ikhlas. Dari kesetiaan mereka yang bahkan rela martir dalam nama Yesus mengindikasikan bahwa mereka (10 rasul selain Petrus) tidak protes atas tugas penggembalaan domba Kristus diberikan kepada Simon Petrus.

Pemberian tugas penggembalaan domba Kristus yang diberikan hanya kepada Simon Petrus (dengan menyebut nama) itu berbeda dengan pemberian ibu Yesus kepada murid yang dikasihiNya.

Bahwa pada perikop Yesus disalibkan (Yoh 19:16-27), tidak mencatat nama "murid yang dikasihiNya" yang berdiri bersama beberapa perempuan termasuk Maria ibu Yesus di kaki salib. Kupikir, konsekuensinya, setiap murid Yesus ingin dipersamakan dengan murid yang berdiri di kaki salib itu, sebab dituliskan, dia itu adalah murid yang dikasihiNya, tanpa menulis nama seperti pada penyerahan tugas penggembalaan domba Kristus. Semua pengikut Kristus, sewajarnya merasa sebagai seorang murid yang dikasihi Kristus.

Kepada murid yang dikasihiNya itu pula Tuhan Yesus Kristus berkata, "Inilah ibumu", mungkin mata Yesus ketika itu melirik ke Maria ibuNya yang terisak di kaki salib. Jadi, dari awal perikop Yesus disalibkan sampai pada Yesus mengatakan "Inilah ibumu", tidak tercatat nama "murid yang dikasihiNya" yang juga ikut berdiri di kaki salib. Karena itu, maka setiap orang yang telah dibaptis dan dimuridkan menjadi murid Kristus, pantas merasa dirinya dikasihi Yesus, dan layak pula merasa dirinya sendiri berada tertegun di kaki salib Yesus ketika Yesus disalibkan. Maka, kepada mereka itu (yang merasa diri sebagai murid yang dikasihi Yesus) diberikan juga Maria ibu Yesus melalui perkataan Yesus, "Inilah ibumu".

Jika diteliti, ternyata sosok murid yang berdiri di kaki salib Yesus ketika itu, dan dia pula penulis Injil yang memuat perikop Yesus disalibkan itu, ialah Yohanes anak Zebedeus. Heran, tidak ada "semangat menonjolkan diri" dan ingin mengambil untung dari penulis Injil itu. Tugas penggembalaan domba Kristus tidak dipelintir dari kepada Petrus menjadi kepadanya (Yohanes anak Zebedeus), dan penyerahan Maria kepada Yohanes tidak dicatat nama untuk menyatakan bahwa Maria diberikan kepada setiap murid yang dikasihi Yesus.

Nah, ketertarikan @Sotardugur Parreva, pada pemberian tugas menggembalakan domba Kristus, Yesus Kristus menyebut nama Simon Petrus dan didengar oleh 10 rasul lainnya. Penyerahan Maria sebagai ibu kepada murid yang dikasihi Yesus, tidak menyebut nama. Kutangkap. tugas penggembalaan domba Kristus memang diberikan kepada Simon Petrus, dan Maria ibu Yesus diberikan menjadi ibu setiap murid yang dikasihi Yesus.

Dengan demikian, menurut pendapatku, bila ada pihak yang merasa berwenang juga menggembalakan domba Kristus, itu adalah meneruskan tugas Petrus. Jika merasa setingkat dengan Petrus, artinya, orang itu menggagahi tugas yang diberikan kepada Simon Petrus. Di sisi lain, jika ada pengikut Kristus yang tidak menerima Maria sebagai ibunya sendiri, orang itu bukan murid yang dikasihi Yesus Kristus.

Salam damai. 
Rawat empat konsensus nasional, Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika
Kita Bhinneka kita Indonesia
Kita berhikmat bangsa bermartabat
July 01, 2018, 06:04:38 PM
Reply #31
  • FK - Senior
  • ****
  • Posts: 305
  • Denominasi: Katolik
Memang tidak dapat dipungkiri bahwa Petruslah yang dipilih Yesus untuk mengembalakan umat-Nya. Petrus pula yang diserahi kunci kerajaan Surga bukan para rasul yang lain. Jadi Petrus mewakili Yesus menggembalakan umat-Nya setelah Yesus terangkat ke Surga. Jadi tepat dikatakan juga bahwa Petrus adalah pemimpin para rasul yang bersama para rasul yang lain bermusyawah untuk memecahkan masalah didalam jemaat.
Dan jemaat- jemaat yang lain di kota-kota yang lain tetap terikat dengan Gereja Yerusalem sebagai pusat sehingga gereja-gereja tersebut tetap satu iman, satu pembabtisan dan satu ajaran.

Mengenai alasan Petrus menjadi gembala hanya Yesus yang tahu sebagaimana Yohanes yang tidak meninggal sebagai martir. Hanya Yesus yang tahu.
1 Korintus 10:31 Aku menjawab: Jika engkau makan atau jika engkau minum, atau jika engkau melakukan sesuatu yang lain, lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Allah.
July 05, 2018, 08:34:40 AM
Reply #32
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 3676
  • Gender: Male
  • Gereja Katolik Roma
    • [b][i]Allah, demi menyatakan DiriNya kepada manusia dalam bentuk yang baru dan utuh, yang memulai era Penebusan, tiada memilih bagi tahta-Nya sebuah bintang di langit, pun istana dari seorang yang berkuasa. Pula Ia tak menghendaki sayap-sayap para malaika
Kebanyakan pengikut Kristus lebih suka menghakimi. Siapakah kita yg menempatkan diri sebagai hakim atas para rasul? Petrus memang tertulis dalam Injil berkali-kali menunjukkan kelemahan dirinya. Namun justru dialah yang terpilih dari 12 Rasul sebagai pemegang kunci kerajaan Sorga. Hendaknya kita belajar dari Petrus bagaimana mengasihi, percaya dan menderita bagi Tuhan, sebab dengan sungguh-sungguh telah Yesus katakan kepada kita bahwa mereka, yang lemah, akan menjadi yang paling kuat dalam iman, dalam kasih, dalam keberanian, dalam mengurbankan diri mereka sendiri bagi Guru mereka, Yang mereka kasihi dengan keseluruhan diri mereka, tanpa mempertanyakan apapun, tanpa berpura-pura, puas hanya dengan cinta untuk memberi Yesus  penghiburan dan sukacita.
Sebab kamu semua adalah anak-anak Allah karena Iman didalam YESUS KRISTUS (Galatia 3:25)
March 29, 2019, 10:03:25 AM
Reply #33
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 3031
  • Gender: Male
  • Denominasi: Bukan Denominasi
Setelah lebih dari satu semester, karena jumlah halamannya baru empat, kubaca ulang trit ini.

Kusimpulkan, semoga simpulanku benar, sampai Reply#32, belum terindikasi dengan jelas, mengapa Petrus yang dipilih sebagai penggembala domba Kistus. Dari Mat 10:2-4 diketahui bahwa para rasul itu adalah (1) Simon Petrus, (2) Andreas saudara Petrus, (3) Yakobus anak Zebedeus, (4) Yohanes saudara Yakobus, (5) Filipus, (6) Bartolomeus, (7) Tomas, (8) Matius, (9) Yakobus anak Alfeus, (10) Tadeus, (11) Simon orang Zelot, dan (12) Yudas Iskariot. Tidak semua rasul disebut atau dicatat dalam frekuensi yang sama. Tidak semua rasul diminta melakukan kegiatan yang sama, dalam arti pada saat-saat tertentu, Simon Petrus, Yakobus anak Zebedeus, dan Yohanes anak Zebedeus secara bertiga diminta mendampingi Yesus Kristus secara tersendiri.

Menurut pendapatku, adalah patut memandang bahwa ketiga rasul itu "punya nilai lebih" daripada rasul lain. Jika ketiganya sama dengan sembilan rasul lain, maka Yesus Kristus akan memperlakukan mereka sama dengan sembilan rasul lainnya. Karena ketiga rasul itu "memiliki nilai lebih", maka Yesus Kristus meminta ketiganya mendampingi Yesus Kristus pada saat-saat tertentu.

Kembali ke judul, meski demikian, belum kutemukan alasan sehingga Petrus dipilih untuk menggembalakan domba Kristus. Pemilihannya, menurut pendapatku diketahui karena didengar oleh sepuluh rasul lain, dan dipilih pada saat baru selesai sarapan. Namun, tetap saja tidak kutemukan alasan mengapa Yesus Kristus memilih Petrus sebagai penggembala domba Kristus,

Karena itu, maka kuduga-duga, Yesus Kristus memilih Petrus untuk menggembalakan domba Kristus, karena Yesus Kristus mengetahui kapasitas kemampuan semua rasulNya, dan pilihanNya jatuh pada Petrus untuk menggembala. Bukan berarti rasul lain tidak menggembala. Tetapi dengan pemilihan itu, secara tersirat, Yesus Kristus memilih Petrus sebagai "pemilik keutamaan lebih" daripada rasul lain.

Jadi, mengapa Petrus dipilih sebagai gembala domba Kristus?

Karena Petrus "memiliki keutamaan lebih" dibandingkan dengan rasul lain.

Salam damai.
Rawat empat konsensus nasional, Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika
Kita Bhinneka kita Indonesia
Kita berhikmat bangsa bermartabat
March 29, 2019, 11:32:02 AM
Reply #34
  • FK - Senior
  • ****
  • Posts: 482
  • Gender: Male
  • Denominasi: Agama Kristen Protestan
Secara keilmuan, seharusnya Paulus. Menurut logikaku Paulus 'lebih tinggi' dalam ilmu, pemahaman dan pengajarannya daripada Petrus, namun secara kedekatan dengan Tuhan Yesus, Petrus lebih 'original' ketimbang Paulus. Mungkin-mungkin saja Tuhan Yesus menghargai 'originalitas' Petrus yang telah sekian lama mengikutiNya (sementara Paulus masih 'anak baru').

Mungkin Tuhan Yesus punya rencana lain, jadi Petrus lah yg ditunjuk sebagai gembala. Tapi Paulus juga sebagai 'gembala' as orang2 non Yahudi.
« Last Edit: March 29, 2019, 11:36:13 AM by revoltzer »
Life is only a matter of accepting your destiny wholeheartedly
March 29, 2019, 12:14:25 PM
Reply #35
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 3031
  • Gender: Male
  • Denominasi: Bukan Denominasi
Secara keilmuan, seharusnya Paulus. Menurut logikaku Paulus 'lebih tinggi' dalam ilmu, pemahaman dan pengajarannya daripada Petrus, namun secara kedekatan dengan Tuhan Yesus, Petrus lebih 'original' ketimbang Paulus. Mungkin-mungkin saja Tuhan Yesus menghargai 'originalitas' Petrus yang telah sekian lama mengikutiNya (sementara Paulus masih 'anak baru').

Mungkin Tuhan Yesus punya rencana lain, jadi Petrus lah yg ditunjuk sebagai gembala. Tapi Paulus juga sebagai 'gembala' as orang2 non Yahudi.
Pemahamanku, Paulus tidak pernah bertemu muka dengan muka kepada Yesus Kristus. Pemilihan Paulus menjadi rasul, berbeda dengan pemilihan 11 rasul lainnya. Berbeda pula dengan pemilihan Matias meneruskan kerasulan Yudas Iskariot. Ketika Paulus dipilih menjadi rasul, Paulus malah tidak melihat apa-apa selain terang benderang yang luar biasa, dan setelahnya, mata Paulus tidak dapat melihat sampai Paulus didoakan oleh Ananias.

Salam damai.
Rawat empat konsensus nasional, Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika
Kita Bhinneka kita Indonesia
Kita berhikmat bangsa bermartabat
March 29, 2019, 12:59:07 PM
Reply #36
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 9522
  • Gender: Male
  • You are free to choose
    • http://berbagi-sharing.blogspot.com/
  • Denominasi: Pentakosta Karismatik
Paulus mah beda.... ga bisa dibandingkan....
dia bukan murid langsung Yesus
Bergaul karib dengan Tuhan, lakukan kehendak Tuhan
I have decided, to follow Jesus, no turning back
http://berbagi-sharing.blogspot.com/
Berjaga-jagalah senantiasa, sebab kamu tidak tahu kapan waktuNya tiba
March 29, 2019, 02:00:28 PM
Reply #37
  • FK - Senior
  • ****
  • Posts: 482
  • Gender: Male
  • Denominasi: Agama Kristen Protestan
omong2, adakah bukti sejarah atau catatan tertulis yg membuktikan bahwa Petrus benar2 Paus yg PERTAMA?
Life is only a matter of accepting your destiny wholeheartedly
March 29, 2019, 02:14:08 PM
Reply #38
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 9522
  • Gender: Male
  • You are free to choose
    • http://berbagi-sharing.blogspot.com/
  • Denominasi: Pentakosta Karismatik
yang jelas satu2nya organisasi yang bisa membuktikan mereka adalah penerus dari Petrus itu adalah Katolik

cm harus mengerti gelar paus itu diberikan kemudian
jaman Petrus idup mah dia gak pusingin gelar, gak ada juga yang mikir kesono

https://en.wikipedia.org/wiki/Saint_Peter

Irenaeus of Lyons wrote in the 2nd century that Peter and Paul had been the founders of the Church in Rome and had appointed Linus as succeeding bishop.[75]

Clement of Alexandria states that "Peter had preached the Word publicly at Rome. (A.D. 190)"[76]

According to Jerome "Peter went to Rome in the second year of Claudius to overthrow Simon Magus, and held the sacerdotal chair there for twenty-five years until the last, that is the fourteenth, year of Nero."[77]

Lactantius, in his book called Of the Manner in Which the Persecutors Died, written around 318, noted that "And while Nero reigned, the Apostle Peter came to Rome, and, through the power of God committed unto him, wrought certain miracles, and, by turning many to the true religion, built up a faithful and stedfast temple unto the Lord."[78]

The Catholic Church speaks of the pope, the bishop of Rome, as the successor of Saint Peter. This is often interpreted to imply that Peter was the first Bishop of Rome. However, it is also said that the institution of the papacy is not dependent on the idea that Peter was Bishop of Rome or even on his ever having been in Rome.[79] While accepting that Peter came to Rome and was martyred there, some scholars claim to find no historical evidence that he held episcopal office there.[80][81][82][83][84]


mungkin macam Granits bisa kasih sumber yang lebih baik dari yang saya berikan
Bergaul karib dengan Tuhan, lakukan kehendak Tuhan
I have decided, to follow Jesus, no turning back
http://berbagi-sharing.blogspot.com/
Berjaga-jagalah senantiasa, sebab kamu tidak tahu kapan waktuNya tiba
March 29, 2019, 02:16:43 PM
Reply #39
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1636
  • Gender: Male
    • Tertiga
  • Denominasi: Kristen
Secara keilmuan, seharusnya Paulus.
Ya!
Paulus terpelajar, murid Gamaliel
Petrus nelayan tulen, murid Yesus

Sbg gembala bukan itu yg utama, tapi kebersamaan-nya
Mungkin Petrus paling sering off-side, kenceng sendirian
Paling agresif, paling banyak nabrak, banyak "direparasi"

Lalu kata Yesus:
"Gembalakanlah domba-domba-Ku." 3x
Maka Petrus hrs pikir 3x utk ide kenceng sendirian

Salam Damai!
« Last Edit: March 29, 2019, 02:24:42 PM by Maren Kitatau »
Firman itu hidup dan powerful dan lebih tajam dr pedang bermata dua manapun
Ia dpt menikam pun menyayat memisahkan jiwa dan roh, sendi2 dan sumsum
Ia sanggup membedakan akal pikir dan maksud hati yang sesungguhnya
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)