Author Topic: MENGAPA PETRUS YG DIPILIH SEBAGAI GEMBALA?  (Read 22183 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

April 06, 2019, 05:18:21 AM
Reply #60
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 3421
Bro!
Kita hrs respon pertanyaannya
Bukan tendensi SP yg kita jelaskan

Mengapa Petrus yg di-wanti2 sampai 3x
Apa karna budeg rohani atau gimana-gitu
Atau karna ia nelayan selalu kritis hidupnya

Salam Damai!


Yesus sengaja memperingati Petrus sampai 3 kali karena Petrus juga  menyangkali Yesus 3 kali supaya hati Petrus benar benar tertemplak atas  dosanya.

Demikian juga Yesus menanyakan soal kasih Petrus kepadanya 3 kali karena kasih itu ada 3 macam yang tidak sama yaitu Agape,Filia dan Eros.

April 06, 2019, 11:38:20 AM
Reply #61
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 4189
  • Gender: Male
  • Denominasi: Bukan Denominasi
@SP
Mulai sekarang biru sudah!
Syukur bagi Tuhan, terima kasih bagi @Maren Kitatau.

Sudah kutambahkan alasanku bahwa:
Namun setelah itu masih komplain juga di ayat berikutnya
Ketika Petrus melihat Yohanes, ia berkata kpd Yesus:
"Tuhan, apakah yg akan terjadi dengan dia ini?"
Jawab Yesus:
"Jikalau Aku menghendaki, spy ia tinggal hidup sampai Aku datang,
itu bukan urusanmu. Tetapi engkau: ikutlah Aku." [Yoh 21:21-22]
Tidak kutangkap hubungannya.
Betapa akan menyenangkan jika @Maren Kitatau menunjukkan hubungan perintah menggembalakan domba Kristus dengan keingintahuan Petrus akan akhir hidup Yohanes.
Tentang alasan pemberian tugas menggembalakan domba Kristus adalah karena Petrus paling sering off-side, kenceng sendirian, agresif, banyak nabrak, banyak "direparasi", ya mungkin saja. Yesus Kristus tidak memberitahukan alasan. Menurut pendapatku, apapun alasan Yesus Kristus memberikan tugas menggembalakan domba Kristus kepada Petrus, faktanya, hanya kepada Petrus tugas menggembala domba Kristus disampaikan secara verbal, didengar oleh rasul lain. Meski rasul lain tidak tergambar spontan setuju, namun tidak ada yang protes.

Ini terulang spt saat ia berkata briliant, "Engkau Mesias", saat ditanya ttg siapa Yesus [Mar 8:29]
Tapi tak lama setelah itu Yesus memarahinya di depan murid2-Nya, "Enyahlah Iblis!" [Mar 8:33]

Memang Yesus melihat gairahnya yg kuat ketika ia ingin mendirikan kemah bagi-Nya [Mat 17:4]
Mungkin gairah ini muncul setelah nama Simon bin Yunus "direparasi" menjadi Petrus [Mat 16:18]
Maksudnya?
@Maren Kitatau memandang pemberian tugas menggembalakan domba Kristus itu sama dengan atau mengulang hardikan Yesus kepada Petrus ketika Petrus menunjukkan gairah ingin mendampingi Yesus sampai mati?

Dan pd akhirnya Petrus pun sungguh mengikuti Yesus
Dia tidak perlu hrs mendirikan kemah utk Musa dan Elia
Petrus pun memberi nasihat yg sama kpd para penatua:
Gembalakanlah kawanan domba Allah yg ada pd-mu,

Jgn dgn paksa, tapi dgn sukarela sesuai dgn kehendak Allah,
Jgn karena mau mencari keuntungan, tetapi dgn pengabdian diri.
Hendaklah kamu menjadi teladan bagi kawanan domba itu [1Pet 5:1-3]
Belum kutemukan kesamaan atau pengulangannya. Justru kutangkap, pemberian tugas menggembalakan domba Kristus kepada Petrus, bertolak-belakang dengan hardikan kepada Petrus.

Salam damai (tanpa pentung).
Rawat empat konsensus nasional, Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika
Kita Bhinneka kita Indonesia
Kita berhikmat bangsa bermartabat
April 06, 2019, 12:00:15 PM
Reply #62
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 4189
  • Gender: Male
  • Denominasi: Bukan Denominasi
Gembala itu adalah jabatan gerejawi yang bersifat jamak bukan monopoli Petrus saja.
Janganlah suka mengkultuskan manusia.
Jika @jamu bukan orang munafik, suka ngeyel, suka muter-muter, dan jika benar @jamu kukuh dengan prinsip Sola Scriptura, harusnya @jamu sudah membaca di Injil bahwa perkataan Tuhan Yesus Kristus tentang menggembalakan domba-Nya, hanya kepada Petrus.

Menurut pendapatku, trit ini bukan hendak mengkultuskan manusia. Tudingan berlatar pikiran negatif saja jika memandang trit ini sebagai pengkultusan manusia. Nyata-nyata di Injil tercatat bahwa perkataan Yesus Kristus hanya kepada Petrus agar menggembalakan domba Kristus. Dari sudut mana @jamu melihat adanya pengkultusan? Tersimpul, @jamu nggak menggunakan nalar sehat.
Menurut pendapatku, jika nyata-nyata tercatat di Injil bahwa perintah penggembalaan domba Kristus disampaikan secara verbal hanya kepada Petrus, lalu orang yang mengklaim diri sebagai pengikut Kristus mereduksi hal tersebut dengan memahami bahwa kepada rasul lain juga secara verbal diberi tugas penggembalaan domba Kristus, orang tersebut sungguh-sungguh munafik. Tidak sesuai antara prinsip yang dianut dengan fakta yang tercatat di Alkitab.

Salam damai.
Rawat empat konsensus nasional, Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika
Kita Bhinneka kita Indonesia
Kita berhikmat bangsa bermartabat
April 08, 2019, 08:14:29 AM
Reply #63
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2752
  • Gender: Male
    • Tertiga
  • Denominasi: Kristen
Syukur bagi Tuhan, terima kasih bagi @Maren Kitatau.
Tidak kutangkap hubungannya.
Yg kutangkap adalah Petrus “nego” soal kemastiannya
Hatinya tetap gelisah walau sudah mengaku mengasihi Yesus 3x
Tapi soal mati spt Yesus, ya, gimana-gitu, maka kalu boleh ia tahu.


Betapa akan menyenangkan jika @Maren Kitatau menunjukkan hubungan perintah menggembalakan domba Kristus dengan keingintahuan Petrus akan akhir hidup Yohanes.
Semohga kau senang dgn jawaban ini:
Gembala hrs mengorbankan diri-nya demi domba2-Nya
Hubungannya adalah pd soal kematiannya yg hrs di dlm Kristus

Sesungguhnya, dr karakter Petrus dan sikapnya selama itu
Ia lebih suka spt tentara pake senjata sabung nyawa, tak suka mati “konyol”
Kitatau Petrus menyangkal Yesus 3x utk menghindari sengsara atau kematian

Itu menurut pendapatku:
Sebab itu Yesus ketus menjawab Petrus,
“Itu bukan urusan-mu”, tapi kau, “Ikulah aku”, lalu ia ikut.

Dan Yohanes memang matinya paling tua
Semoga responku utk yg ini menyenangkan, Bro!

Salam Damai!


Firman itu hidup dan powerful dan lebih tajam dr pedang bermata dua manapun
Ia dpt menikam pun menyayat memisahkan jiwa dan roh, sendi2 dan sumsum
Ia sanggup membedakan akal pikir dan maksud hati yang sesungguhnya
April 08, 2019, 09:48:37 AM
Reply #64
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 4189
  • Gender: Male
  • Denominasi: Bukan Denominasi
Yg kutangkap adalah Petrus “nego” soal kemastiannya (Maaf, kuedit, kuduga, @Maren Kitatau hendak menulis kematiannya)
Hatinya tetap gelisah walau sudah mengaku mengasihi Yesus 3x
Tapi soal mati spt Yesus, ya, gimana-gitu, maka kalu boleh ia tahu.
Tidak kutemukan adanya indikasi bahwa Petrus "menego" soal kematiannya.
Tentang kematian Petrus, menurut Tradisi Suci, Petrus malah merasa tidak layak dipersamakan dengan kematian Tuhan Yesus, maka dari itu Petrus meminta agar dirinya disalib secara terbalik, kaki ke atas dan kepala ke bawah.

Betapa akan menyenangkan jika @Maren Kitatau menunjukkan hubungan perintah menggembalakan domba Kristus dengan keingintahuan Petrus akan akhir hidup Yohanes.
Semohga kau senang dgn jawaban ini:
Gembala hrs mengorbankan diri-nya demi domba2-Nya
Hubungannya adalah pd soal kematiannya yg hrs di dlm Kristus
Kenapa belum kutangkap juga apa yang @Maren Kitatau maksudkan, ya?
Pada tulisan @Maren Kitatau: "Gembala hrs mengorbankan diri-Nya demi domba2-Nya", menurut pendapatku, itu hanya untuk Yesus Kristus.
Sebelum inkarnasi ke dunia melalui rahim Bunda Maria, Yesus memang sudah tahu bahwa Dia harus berdarah-darah, karena penebusan manusia hanya melalui pengorbanan darah (-Itu penyebab maka pada PL, penebusan dosa dilakukan dengan pengorbanan dengan menyembelih hewan, agar terjadi pendarahan-).
Sementara untuk gembala lainnya, sepeninggal Yesus Kristus, bukan harus mengorbankan diri, dalam arti mati. Gembala setelah Yesus, mengorbankan diri dalam bentuk lain yang bukan kematian atas penggembalannya. Tetapi memang sebagai gembala yang baik, gembala bersedia mati untuk membebaskan yang digembalakannya, tetapi bukan berarti gembala setelah Yesus harus mati dalam penggembalaannya. Yang harus mati secara berdarah-darah dalam menggembalakan adalah Yesus Kristus, karena memang untuk itulah Dia inkarnasi ke dunia.

Nah, sampai ke situpun, tidak kutemukan ketersambungan atau hubungan antara keingintahuan Petrus akan kematian Yohanes dengan perintah menggembalakan domba Kristus.

Sesungguhnya, dr karakter Petrus dan sikapnya selama itu
Ia lebih suka spt tentara pake senjata sabung nyawa, tak suka mati “konyol”
Kitatau Petrus menyangkal Yesus 3x utk menghindari sengsara atau kematian
Menurut pendapatku, dugaan seperti itu terlalu maju.
Karena, Petrus belum mengetahui bahwa Yesus harus dihukum mati karena mengajar di sinagoga, karena menyembuhkan orang sakit, karena menyebut diri Anak Allah, dll. Tentang Yesus menyebut diri Anak Allah, menurut Petrus ketika itu tidak apa-apa. Atas kemesiasan Yesus, Petrus sendiri sudah langsung menjawab dari antara rasul, "Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!" Mat 16:16. Maka, lebih berterima di pikiranku, bahwa penyangkalan Petrus adalah karena Petrus tidak mau direpotkan apabila nantinya dia juga akan ditanya-tanya terkait sikap, perilaku, dan tindakan Yesus Kristus, maka Petrus menyangkal, mengaku tidak mengenal Yesus.

Itu menurut pendapatku:
Sebab itu Yesus ketus menjawab Petrus,
“Itu bukan urusan-mu”, tapi kau, “Ikulah aku”, lalu ia ikut.
Terima kasih.
Belum kutemukan ketersambungannya.

Dan Yohanes memang matinya paling tua
Ya, Yohanes mati tua.

Semoga responku utk yg ini menyenangkan, Bro!
Terima kasih.
Belum menyenangkan juga.

Salam damai (tanpa pentung)
« Last Edit: April 10, 2019, 08:03:48 PM by Sotardugur Parreva »
Rawat empat konsensus nasional, Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika
Kita Bhinneka kita Indonesia
Kita berhikmat bangsa bermartabat
April 08, 2019, 11:18:08 AM
Reply #65
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2752
  • Gender: Male
    • Tertiga
  • Denominasi: Kristen
Tidak kutemukan adanya indikasi bahwa Petrus "menego" soal kematiannya.
Kurasa, indikasinya ialah ingin tahu soal ajalnya
Dgn pura2 bertanya: "Apa yg akan terjadi dengan Yohanes"
Hubungkan dgn jawaban ketus: "Itu bukan urusanmu, tapi kau ikut aku!"

Salam Damai!

NB: "menego" dlm petik
Boleh diganti dgn yg cocok
« Last Edit: April 08, 2019, 11:29:08 AM by Maren Kitatau »
Firman itu hidup dan powerful dan lebih tajam dr pedang bermata dua manapun
Ia dpt menikam pun menyayat memisahkan jiwa dan roh, sendi2 dan sumsum
Ia sanggup membedakan akal pikir dan maksud hati yang sesungguhnya
April 08, 2019, 12:27:05 PM
Reply #66
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 4189
  • Gender: Male
  • Denominasi: Bukan Denominasi
Tidak kutemukan adanya indikasi bahwa Petrus "menego" soal kematiannya...
Kurasa, indikasinya ialah ingin tahu soal ajalnya
Dgn pura2 bertanya: "Apa yg akan terjadi dengan Yohanes"
Hubungkan dgn jawaban ketus: "Itu bukan urusanmu, tapi kau ikut aku!"


NB: "menego" dlm petik
Boleh diganti dgn yg cocok
O begitu.
Maksud @Maren Kitatau, bahwa sebenarnya Petrus ingin mengetahui akhir hidupnya sendiri, dan karena ketepatan murid yang dikasihi berjalan mengikuti Yesus dan Petrus yang berbarengan, maka Petrus menggunakan kesempatan tersebut mencari tahu, dengan menanyakan akhir hidup murid yang dikasihi itu.
Begitu, bukan?
Boleh saja, sih.

Namun, karena tidak kutangkap indikasinya, tidak kusimpulkan seperti itu. Sebab, menurut pendapatku, perintah Yesus kepada Petrus: "Ikutlah Aku," bukan keketusan, melainkan penegasan perintah bahwa Petruslah yang dipilih menggembalakan domba Kristus. Jika "Ikutlah Aku" itu bernada ketus, menurut pendapatku, akan ditulis dengan tanda pentung, eh tanda seru. Ternyata, ditulis pakai tanda titik, berarti biasa-biasa saja, itu sungguh perintah kepada Petrus agar mengikuti Yesus.

Pemilihan Petrus sebagai ketua semua rasul, sudah ketahuan secara tersirat. Kepada Petrus diberikan hal keutamaan yang tidak diberikan kepada rasul lain, misalnya pemberian Kunci Kerajaan Sorga, didoakan agar Iman Petrus tidak gugur, dll, sudah penunjukan bahwa Petrus dipilih mengepalai rasul-rasul. Selanjutnya, kepada Petrus dikatakan tiga kali agar Petrus menggembalakan domba Kristus, dan pada perintah yang @Maren Kitatau tangkap sebagai keketusan itu, Petrus diperintah untuk mengikut pada Yesus. Tidak kutemukan indikasi keketusan di sana.

Salam damai (tanpa pentung).
Rawat empat konsensus nasional, Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika
Kita Bhinneka kita Indonesia
Kita berhikmat bangsa bermartabat
April 08, 2019, 12:43:42 PM
Reply #67
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2752
  • Gender: Male
    • Tertiga
  • Denominasi: Kristen
Boleh saja, sih.
Namun, karena tidak kutangkap indikasinya, tidak kusimpulkan seperti itu.
Sebab, menurut pendapatku, perintah Yesus kepada Petrus:
"Ikutlah Aku," bukan keketusan,
Ya! Menurutku,
Yg ketus ialah perkataan:
"Itu bukan urusan-mu!
Semoga bisa tangkap.

Salam Damai!
Firman itu hidup dan powerful dan lebih tajam dr pedang bermata dua manapun
Ia dpt menikam pun menyayat memisahkan jiwa dan roh, sendi2 dan sumsum
Ia sanggup membedakan akal pikir dan maksud hati yang sesungguhnya
April 08, 2019, 01:21:14 PM
Reply #68
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 4189
  • Gender: Male
  • Denominasi: Bukan Denominasi
Boleh saja, sih.
Namun, karena tidak kutangkap indikasinya, tidak kusimpulkan seperti itu. Sebab, menurut pendapatku, perintah Yesus kepada Petrus:
"Ikutlah Aku," bukan keketusan,
Ya! Menurutku,
Yg ketus ialah perkataan:
"Itu bukan urusan-mu!
Semoga bisa tangkap.
Salam Damai!
Yang kutangkap, frasa ucapan Yesus, "itu bukan urusanmu," juga bukan keketusan. Dari https://www.jesoes.com/index.php?hal=lihatPasal&injil=43&pasal=21&ayat=20#20 kusalin, Yoh 21:20 Jawab Yesus: "Jikalau Aku menghendaki, supaya ia tinggal hidup sampai Aku datang, itu bukan urusanmu. (-tanpa tanda pentung eh tanda seru-)   Tetapi engkau: ikutlah Aku," Frasa itu memang benar-benar memaksudkan bahwa apa-apa yang akan diperbuat Yesus kepada siapapun, itu bukan urusan Petrus atau siapapun. Hendaklah tiap orang melaksanakan tugasnya, melaksanakan urusannya.

Salam damai (tanpa pentung).
Rawat empat konsensus nasional, Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika
Kita Bhinneka kita Indonesia
Kita berhikmat bangsa bermartabat
April 08, 2019, 01:49:47 PM
Reply #69
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2752
  • Gender: Male
    • Tertiga
  • Denominasi: Kristen
Jawab Yesus:
"Jikalau Aku menghendaki, supaya ia tinggal hidup sampai Aku datang, itu bukan urusanmu.
Artinya, pertanyaan Petrus kpd Yesus itu tak bermutu
Sebab tak sebanding dgn pengakuan mengasihi-Nya 3x
Kasarnya, "Tak usah banyak cing-cong lagi, ikutlah Aku"
Semoga SP bisa tangkap!

Salam Damai!
 
Firman itu hidup dan powerful dan lebih tajam dr pedang bermata dua manapun
Ia dpt menikam pun menyayat memisahkan jiwa dan roh, sendi2 dan sumsum
Ia sanggup membedakan akal pikir dan maksud hati yang sesungguhnya
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)