Author Topic: MARTIN LUTHER SANG PESAING TUHAN YESUS  (Read 6806 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

February 05, 2014, 04:57:16 PM
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 3571
  • Gender: Male
  • Gereja Katolik Roma
    • [b][i]Allah, demi menyatakan DiriNya kepada manusia dalam bentuk yang baru dan utuh, yang memulai era Penebusan, tiada memilih bagi tahta-Nya sebuah bintang di langit, pun istana dari seorang yang berkuasa. Pula Ia tak menghendaki sayap-sayap para malaika
Topik ini merupakan kelanjutan dari Topik sebelumnya:
Bidah-Bidah Menyerang Gereja Awal, Silahkan klik: http://forumkristen.com/index.php?topic=51698.msg980282#msg980282


Martin Luther

Tidak ada yang lebih beracun, berbahaya atau jahat daripada seorang pemberontak " ~ MARTIN LUTHER
[/b]


Dalam surat-suratnya itu ada hal-hal yang sulit dipaharni, sehingga orang-orang yang tidak memaharninya dan yang tidak teguh imannya, memutarbalikkan menjadi kebinasaannya sendiri.'
2 Petrus 3: 16
[/b]

Gereja Katolik, ketika diterima sebagai institusi, adalah .kudus  dan sempurna seperti pendirinya, Yesus Kristus, tetapi ketika diterima sebagai kelompok orang Gereja mencakup semua kesalahan dan kelemahan karakteristik manusia. Gereja tidak pernah mengeklaim bahwa semua anggotanya suci. Kenyataannya, Gereja mengakui bahwa banyak anggotanya benar-benar runyam. Banyak unsur yang tidak menyenangkan ada dalam hierarki, tidak berarti bahwa Gereja itu sendiri dirusak, atau bahwa Gereja digulingkan. Amerika Serikat tidak mungkin meniadakan jabatan presiden hanya karena beberapa kepala negara tidak patuh, maka kita tidak berharap Gereja Katolik menghapus jabatan paus atau hierarki sebab tindakan-tindakan jahat itu lebih menyangkut para anggotanya.

Sekalipun janji perlindungan Kristus diberikan bagi Gereja Katolik, sepanjang sejarah banyak orang anti-Katolik menyebutkan dan/atau membayangkan penyalahgunaan dalam hierarki kepausan dan imani sebagai pembenaran atas pemberontakan melawan autoritas Gereja dan doktrin Gereja. Seperti kasus dua pelopor pemberontak Protestan,  John Wycliff dan Jan Hus.

John Wycliff
Jan Hus.

Pada pertengahan abad ke-14, filsuf dan teolog Inggris dari Oxford  bernama John Wycliff, dijuluki "Bintang Timur Reforrnasi Protestan", menimbulkan keributan yang kontroversial ketika dia dihukum di depan umum oleh hierarki Gereja Katolik Inggris karena gila dan materialistis. Wycliff mempergunakan tuduhan ini, yang bermanfaat,' sebagai sarana menyerang ajaran Gereja Katolik. Mencela banyaknya keyakinan dan praktek Gereja yang tidak sesuai dengan Kitab Suci, Wycliff menyangkal autoritas jabatan paus dan para uskup, menolak doktrinTrans-substantiatio, menolak sakramen Tobat dan praktek penjualan indulgensi. Alasannya, Kitab Suci itu sendiri cukup bagi iman, Wycliff berpendapat lebih baik mempunyai relasi langsung dengan Allah tanpa  para paus, waligereja, atau para imam sebagai mediator

Serangan Wycliff terhadap hierarki kepausan dan Gereja muncul pada waktu yang tidak tepat sebab Gereja sedang berada dalam situasi  perpecahan yang disebut "Skisma Besar di Barat pada tahun 1378-  1417". Selama periode yang paling gelap dalam sejarah Gereja ini, tiga kepausan yang saling bersaing di Avignon, Roma, dan Pisa mengeklaim menjadi paus yang benar dari Gereja Katolik. Tidak perlu dikatakan, tiga orang telah mengeklaim menjadi paus yang mengurangi autoritas dan prestise kepausan, dan tidak terjadi sampai Konsili Constance pada  tahun 1415, yang menyatukan kembali Gereja di bawah satu paus, sehingga reputasi kepausan dipulihkan kedudukannya seperti dulu.

Skisma Besar di Barat telah diikuti dengan periode yang menggernparkan dalam sejarah Gereja Katolik yang dikenal sebagai "Tahanan Babilonia pada tahun 1309-1377", dengan memindahkan istana kepausan ke Avignon, Perancis, selama pemerintahan tujuh paus Perancis lebih dari 70 tahun. Faksionalisme umat Perancis dan umat Italia, yang memperjuangkan kepentingan Gereja dan negara, politik, serta kerusuhan di Italia - semuanya adalah faktor signifikan yang menyumbang kepada kepausan "Tahanan Babilonia", yang berakhir ketika Paus Gregorius XI memindahkan kembali kepausan ke Rorna pada tahun 1377 seperti yang dimohon oleh mistikus besar Italia, St. Katharina dari Siena.

« Last Edit: May 20, 2018, 09:31:40 AM by CLAY »
Sebab kamu semua adalah anak-anak Allah karena Iman didalam YESUS KRISTUS (Galatia 3:25)
February 05, 2014, 04:57:32 PM
Reply #1
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 3571
  • Gender: Male
  • Gereja Katolik Roma
    • [b][i]Allah, demi menyatakan DiriNya kepada manusia dalam bentuk yang baru dan utuh, yang memulai era Penebusan, tiada memilih bagi tahta-Nya sebuah bintang di langit, pun istana dari seorang yang berkuasa. Pula Ia tak menghendaki sayap-sayap para malaika
Bidah John Wycliff secara diam-diarn mempergunakan Tahanan Babilonia dan Skisma Besar di Barat sebagai pembenaran atas pertikaiannya melawan ajaran dan autoritas Gereja, yang menjadikan dia sangat terkenal sebagai provokator. Kebanyakan imam Inggris tidak setuju dengan Skisma Besar di Barat, Wycliff terkenal sebagai agitator pada tahun 1374 selama ada perselisihan antara Raja Edward III dari Inggris dan Paus Gregorius XI karena keengganan Inggris membayar upeti kepada paus di Roma. Baik raja Inggris maupun parlemen Inggris tidak mau membayar pajak kepada paus, maka Wycliff rnenulis beberapa pamflet yang menyangkal autoritas paus di Inggris dan mernbenarkan hak parlemen Inggris membatasi kekuasaan Gereja di negaranya. Dua tahun kemudian, Wycliff merumuskan doktrinnya tentang "kekuasaan yang diperoleh karena rahmat", yang mengatakan bahwa semua autoritas temporal dan spiritual ditunjuk secara langsung oleh rahmat Allah dan hilang ketika pemegang autoritas, seperti paus dan hierarki Gereja, berdosa berat. Wycliff tidak mengatakan secara eksplisit bahwa dia menganggap Gereja Katolik penuh dosa dan bersifat duniawi, tetapi insinuasinya tegas.

Dikarenakan pamflet-pamflet bidahnya yang mendukung posisi pemerintah Inggris melawan Roma, Wycliff dipanggil Uskup London, William Courtenay, pada tanggal 19 Februari 1377 untuk rnempertanggungjawabkan doktrin-doktrinnya. Inquisisi ini berakhir, ketikaYohanes dari Gaunt, yang menemani Wycliff, terlibat dalam pertengkaran dengan uskup dan stafnya. Akibatnya, pada tanggal 22 Mei 1377, Paus Gregorius XI mengeluarkan beberapa bulla menghukum bidah Wycliff, dan pada bulan Mei tahun berikutnya, Courtenay, sekarang Uskup Agung Canterbury, mengadakan sidang pengadilan gerejawi  yang menghukum Wycliff sebagai seorang bidah dan mengusir dia dari Oxford. Mundur dari parokinya Lutterworth, Wycliff meninggal tahun 1382 sebelum para penguasa melaksanakan hukuman yang dijatuhkan kepadanya." Hukuman tidak dapat dilaksanakan, Konsili Constance (1414-1418) memerintahkan untuk membakar tulisan-tulisan Wycliff  dan makamnya dipindahkan dari tanah suci serta dibakar sebagai simbol atas hukumannya di neraka sebagai seorang bidah, yang sangat memalukan Gereja dewasa ini.

Para pengikut Wycliff, "Kaum Lollard", dibubarkan pada awal  abad ke-15, tetapi sebelumnya mereka telah mempengaruhi imam lain  yang setuju, Jan Hus (tahun 1369-1415), mencela Gereja Katolik. Hus, pengkhotbah Bohemian dari Praha, terpikat oleh retorika skismatis John Wycliff, dan seperti Wycliff, secara umum mengecam kepausan dan hierarki Gereja atas penyalahgunaan kekuatan dan autoritasnya. Berhadapan dengan ajaran-ajaran Gereja, Hus mempercayai predestinasi  jiwa-jiwa, menghormati Kitab Suci sebagai autoritas religius yang utama, dan mempertahankan bahwa Yesus Kristus adalah kepala yang sebenarnya dari komunitas orang Kristen. Tradisi lisan, ajaran Magisterium Gereja, penetapan kepemimpinan Petrus, dan imam at klerus tidak relevan bagi Hus sebab dia merasakan penyalahgunaan-penyalahgunaan terjadi dalam Gereja.

Ajaran-ajaran bidah Hus dan keinginannya mereformasi hierarki  Gereja secara radikal akhirnya menimbulkan kutukan 'atas dirinya pada tahun 1407, dia dilarang berkhotbah pada tahun 1408, dan pembakaran buku-bukunya pada tahun 1409. Diekskornunikasi untuk pertama kalinya pada tahun 1410, dan diekskomunikasi lagi pada tahun 1412, Hus dipanggil Konsili Constance tahun 1414 untuk mempertahankan dirinya atas tuduhan bidah. Sesampainya di Constance, Hus dipenjara oleh para lawannya. Ketika dihadapkan ke Konsili Constance, para penguasa Gereja memerintahkan agar Hus menarik kembali ajaran ajaran bidahnya dan berhenti berkhotbah. Jan Hus akhirnya dibakar pada tanggal 6 J uli 1415 karena menolak untuk melakukannya.

Setelah kematian John Wycliff dan Jan Hus, sarana yang tepat menyebarkan pemberontakan melawan Gereja akhirnya terjadi pada tahun 1455, saat di mana Johann Gutenberg menemukan mesin cetak logam yang dapat digerakkan di Jerman. Dengan penemuan mesin cetak Gutenberg, Kitab Suci tidak lagi ditulis tangan oleh para rahib di biara-biara dan dijual dengan harga yang sangat mahal kepada para teolog dan pendidik: sekarang mesin ini dapat mencetak dengan murah dalam jumlah yang banyak dan .dengan mudah didistribusikan ke masvarakat. Sekarang Kitab Suci ada di tangan kaum awam, yang bebas menginterpretasikan seperti yang mereka inginkan, yang rneniadikan autoritas ilahi Gereja Katolik lebih gampang diserang. Sernuanya itu dibutuhkan orang yang tidak malu tampil dan menentang Gereja dengan mempergunakan Kitab Suci sebagai autoritas satu-satunya. Itulah Martin Luther.
Sebab kamu semua adalah anak-anak Allah karena Iman didalam YESUS KRISTUS (Galatia 3:25)
February 05, 2014, 04:57:48 PM
Reply #2
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 3571
  • Gender: Male
  • Gereja Katolik Roma
    • [b][i]Allah, demi menyatakan DiriNya kepada manusia dalam bentuk yang baru dan utuh, yang memulai era Penebusan, tiada memilih bagi tahta-Nya sebuah bintang di langit, pun istana dari seorang yang berkuasa. Pula Ia tak menghendaki sayap-sayap para malaika

Martin Luther, tokoh reformasi, dilahirkan pada tanggal 10 November 1483, dan dibaptis dengan nama "Martin" tanggal 11 November pada hari peringatan St. Martinus. Martin muda berkembang dalam keluarga yang keras dengan ayah yang kejam, John Luder, yang menjadi penambang batu bara yang kasar dan dikatakan telah rnernbunuh orang dengan kekang kuda ketika bertengkar." Mungkin karena ketidaksenangan Luther kepada ayahnya yang kejarn, atau ketidaksenangan pada arti nama belakang ayahnya (Luder, dalam bahasa Jerman, berarti bangkai, binatang, orang yang sial, orang yang bermoral bejat, kasar, penggoda, penyiksa, pelacur, atau bajingan), pada tahun 1512 dia mengubah nama belakangnya menjadi Luther. Sejak senang bermain kecapi, alat musik gesek semacam gitar, Martin "Luter" atau "Luther" lebih dapat diterima daripada Martin Luder.

Pada tahun 1505, Martin Luther mendaftarkan diri di Universitas  Erfurt untuk belajar hukum. Pada bulan Juli, ketika angin ribut terjadi  secara tiba-tsba, ledakan petir melemparkan Martin dan temannya dari  kuda mereka, temannya langsung mati. Mengatasi ketakutan tersebut,  Luther berteriak kepada St. Anna mohon belas kasihan, "Tolonglah saya, Santa Anna; saya akan menjadi rahib! Ledakan petir itu membunuh  temannya dan hampir membunuh dirinya, maka Luther takut sehingga dia berjanji meninggalkan sekolah hukumnya dan masuk biara. Melawan keinginan keluarga dan ternan-temannya, Luther bergabung dengan kaum Eremit Agustinian di Erfurt pada tanggal 17 Juli 1505.

Pada tanggal ,3 April 1507, Martin Luther ditahbiskan menjadi imam di Katedral St. Mary di Erfurt. Selama merayakan misa perdananva, Luther membeku pada saat konsekrasi dalam Ekaristi, dan tidak dapat berkata-kata atau bergerak beberapa menit (Luther berkata ini semua  karena Luther tidak dapat memegang Allah dalam tangannya). Apapun penyebabnya atas kepanikan itu, sebagai rahib, Luther berusaha mengatasi kegelisahannya  tidak ada silih yang dapat mengatasi ketakutannya karena hancurnya semua keabadian. Luther menghabiskan waktu untuk meneliti suara hatinya dan memohon pengampunan atas dosa-dosanya yang paling besar, sangat menjengkelkan para bapa pengakuannya. Tidak masalah berapa pun banyaknya tindakan saleh atau tindakan memalukan yang terjadi atas dirinya, Luther tidak dapat mernbersihkan dirinya sendiri dari pikiran-pikiran yang bergema terus-menerus dalam pikirannya sampai dia pergi ke neraka. Luther begitu dihantui oleh dosa-dosanya sehingga teman rahibnya berpikir dia gila. Tahun-tahun berlalu, sebagai mantan rahib, Luther menulis mengenai ketakutannya yang berlebihan dan ketaatannya pada biara Erfurt, "Karena kesalahan meletakkan keyakinan hatiku menjadi penuh ketidakpercayaan, keraguan, ketakutan, kebencian, dan penghujatan kepada Allah. Saya menjadi musuh Kristus sehingga di mana pun saya melihat bayangan atau gambar Dia yang tergantung di kayu salib-Nya, saya tidak memandang dan menutup mataku serta merasakan bahwa saya telah melihat iblis. Rohku sungguh-sungguh hancur dan, saya selalu berada dalam situasi yang melankolis; sebab, apa yang saya lakukan, 'kebajikan' dan 'tindakan baik'-ku tidak membantuku atau tidak memberi penghiburan kepadaku.”

Tentu saja, Luther tidak menemukan penghiburan dalam usahanya mempertahankan kaul-kaul biara yang keras tentang kemiskinan,  kesucian, dan ketaatan sebab dia masuk biara karena takut dihukum  dan bukan karena cinta kepada Allah atau hidup religius. Betapapun kerasnya usaha itu Luther tidak dapat menjalankan aturan-aturan yang kaku atau monastisisme, khususnya kesucian. Sebagai anak muda yang kuat, Luther merindukan kepuasan akan kebutuhan daging. Dia menulis, "Saya bergelora dengan hawa nafsu, sedang saya kuat daJam roh. Saya sangat terbakar dengan gelora daging yang tak terkendali itu duduk di sini dengan menghabiskan waktu dan bermalas-malasaan 'sehingga lupa berdoa."!"
Sebab kamu semua adalah anak-anak Allah karena Iman didalam YESUS KRISTUS (Galatia 3:25)
February 05, 2014, 04:58:08 PM
Reply #3
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 3571
  • Gender: Male
  • Gereja Katolik Roma
    • [b][i]Allah, demi menyatakan DiriNya kepada manusia dalam bentuk yang baru dan utuh, yang memulai era Penebusan, tiada memilih bagi tahta-Nya sebuah bintang di langit, pun istana dari seorang yang berkuasa. Pula Ia tak menghendaki sayap-sayap para malaika
Membersihkan suara hati yang jahat di samping keinginan-keinginan hawa nafsunya, Luther mengarang teologi baru tentang keselamatan: keselamatan tanpa ketaatan kepada Sepuluh Perintah Allah; orang akan membenarkan nafsu dan tindakan asusila tanpa takut hukuman. Suatu hari sementara dia berada di cloaca (toilet). tiba-tiba Luther dihentakkan oleh bagian surat kepada orang Ibrani yang berbunyi, "Tetapi orang-Ku yang benar akan hidup oleh iman,"! ( Ibrani 10:38) di mana Luther menambahkan satu kata kunci yang tidak ditemukan dalam teks asli, satu kata yang secara signiflkan mengubah arti bagian itu. Kata kunci yang ditambahkan Luther adalah hanya. Sekarang, dari "Tetapi orang- Ku yang benar akan hidup oleh iman", menjadi "Tetapi orang-Ku yang benar akan hidup hanya oleh iman". Dengan sisipan satu kata lain dari  Luther lahirlah Protestan, yakni sola fide atau "hanya iman". Tidak diperlukan perbuatan-perbuatan baik, ketaatan kepada Sepuluh Perintah Allah, atau mematikan keinginan daging demi keselamatan - hanya iman kepada Yesus Kristus yang menjarnin masuk surga.

Percaya bahwa dia telah menemukan kembali jalan yang benar ke surga, Luther mempersiapkan dirinya secara mental untuk menantang Gereja Katolik berkaitan dengan doktrin tentang keselamatan melalui iman dan perbuatan-perbuatan baik. Dia segera melakukannya.

Pada malam tanggal 31 Oktober 1517, yang bersamaan dengan perayaan Pesta Halloween, Martin Luther, berusia 33 tahun, sama dengan usia Kristus ketika Dia dipaku di kayu salib, memakukan daftar 95 tesis di pintu gereja Kastil Wittenberg.


Kastil Wittenberg menuntut supaya Uskup Agung Albrecht dari Mainz mengakhiri penjualan indulgensi (uang yang diberikan untuk  mengampuni hukuman sementara atau mengangkat orang keluar dari api penyucian), yang dilakukan oleh rahib Dominikan, Yohanes Tetzel, di wilayah Brandenburg dekat Wittenberg untuk pembangunan Basilika St. Petrus di Roma. Bersikeras bahwa keselamatan jiwa-jiwa hanya melalui sola fide, Luther menolak dengan keras cara-cara Tetzel yang  terlalu bersemangat menjual keselamatan dengan menetapkan harga. Luther yakin bahwa paus akan mendukung 95 tesisnya itu, tetapi ketika dia mengetahui hahwa paus telah menginterpretasikan tesis-tesisnya sebagai serangan terhadap autoritas paus dan telah berpihak kepada Tetzel dan Uskup Agung Albrecht, dia mengetahui bahwa dia  berada dalam bahaya dihukum sebagai seorang bidah. Martin Luther  dipanggil para superiornya agar mempertanggungjawabkan tindakan-tindakannya. Dalam mempertahankan 95 tesis itu di hadapan para superiornya, Luther, seperti Wycliff, berpendapat bahwa autoritas Kitab Suci melebihi autoritas paus dan konsili-konsili Gereja. Luther berpendapat bahwa Kitab Suci adalah autoritas yang utarna; bukan para imam, para uskup, para kardinal, para bapa gereja, para pujangga gereja, ajaran magisterium, konsili-konsili ekumenis, atau para paus.

Menyebutkan keyakinan bidahnya sola scriptura, "hanya Kitab Suci", Luther mempergunakannya untuk mempertahankan sola fide dengan berpendapat bahwa Rasul Paulus telah memperjelas dalam  surat Ibrani dan surat Roma bahwa pembenaran berasal dari "hanya iman" melalui "hanya rahmat" (sola gratia) kepada orang yang tidak pantas. Menurut penafsiran Luther tentang tulisan-tulisan Paulus, perbuatan-perbuatan baik dan kehendak baik tidak perlu untuk keselamatan; semua orang harus menerima Yesus Kristus sebagai Tuhannya dan Penyelamat pribadi TITIK! Dan kemudian serta menunggu diterima di surga kelak. Luther berpendapat bahwa Anda hanya harus menerima Kristus, tidak ada yang dapat Anda lakukan atau Anda berdosa mempertahankan keselamatan abadi. Dapatkan hadiah-hadiah dan kebaikan-kebaikan lebih dahulu sehingga belas kasih, ketaatan, penderitaan, penyangkalan diri, perasaan berdosa yang mendalam, kesalehan, pengorbanan, dan mematikan keinginan daging tidak diperlukan untuk keselamatan. Di samping itu, Luther menyatakan. manusia tidak dapat melakukan yang baik. Luther berpendapat, karena dosa asal, manusia dirusak secara keseluruhan. lblis memperbudak keinginan kita. Kita tidak lebih baik daripada "kotoran hewan".
Sebab kamu semua adalah anak-anak Allah karena Iman didalam YESUS KRISTUS (Galatia 3:25)
February 05, 2014, 04:58:54 PM
Reply #4
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 3571
  • Gender: Male
  • Gereja Katolik Roma
    • [b][i]Allah, demi menyatakan DiriNya kepada manusia dalam bentuk yang baru dan utuh, yang memulai era Penebusan, tiada memilih bagi tahta-Nya sebuah bintang di langit, pun istana dari seorang yang berkuasa. Pula Ia tak menghendaki sayap-sayap para malaika
Sola fide Luther, seperti bidah Valentinianisme pada abad ke- 2, lebih mudah daripada keyakinan orang Katolik akan iman dan per- buatan-perbuatan baik. Dengan sola fide tidak ada orang yang HARUS mempertahankan Sepuluh Perintah Allah. Ketakutan akan hukuman abadi karena dosa-dosa dihilangkan. Menurut Luther, dosa yang mematikan adalah dosa orang yang tidak percaya kepada Yesus Kristus, Maka, keyakinan Luther atas sola fide inilah yang mendorong pendosa "menyombongkan kebejatannya"

Luther menegaskan:

"Jadilah pendosa dan tetaplah berdosa, tetapi percayalah kepada Kristus dengan sungguh-sungguh ... bahkan Anda harus berlatih melacurkan diri seribu kali sehari atau berurusan dengan tamparan-tamparan yang mematikan. "

Bahkan Luther melangkah begitu jauh untuk mempertahankan Sepuluh Perintah Allah dengan membenci Allah: Luther berkata "Hukum [Musa] menimbulkan kebencian akan Allah. " Menurut Luther, Musa, orang yang membawakan kita hukum, adalah "lebih jelek daripada paus dan iblis" Jelaslah, Luther telah melupakan apa yang dikatakan Rasul Paulus mengenai dosa dan kebenaran hukum yang diberikan Allah kepada Musa:

"Jika dernikian, apakah yang hendak kita katakan? Bolehkah kita bertekun dalam dosa, supaya semakin bertambah kasih karunia itu? Sekali-kali tidakl Bukankah kita telah mati bagi dosa, bagaimanakah kita masih dapat hidup di dalarnnva?” Roma 6:1-2

"Jika demikian, apakah yang hendak kita katakan? Apakah hukum Taurat itu dosa? Sekali-kali tidak! ... Jadi hukum Taurat adalah kudus, dan perintah itu juga adalah kudus, benar dan baik. " Roma 7:7-12

Banyak orang Kristen mempercayai doktrin bidah Luther tentang keselamatan yang diberikan semata-mata melalui rahmat, maka Gereja Katolik harus berbuat sesuatu terhadap Luther dan melakukannya secara cepat. Setelah diperiksa di Augsburg, sekitar pertengahan bulan Oktober 1518, Luther dipanggil menghadap Kardinal Cajetan berkaitan dengan ajaran-ajaran bidahnya, Pada saat pemeriksaan itu, Luther menolak untuk memperbaiki keyakinannya, maka pada tanggal 15 Juni 1520, Paus Leo X mengeluarkan bulla, Exsurge Domine, mengutuk  41 pemyataan dari tulisan-tulisan Luther dan mengancamnya dengan ekskomunikasi. Bulla Paus Leo  X sampai di Wittenberg pada tanggal 10 Oktober 1520, dan Luther membakar bulla dan hukum kanon itu di Gerbang Elster pada tanggal 10 Desember. Sekarang Paus Leo X  tidak mempunyai pilihan selain melaksanakan ancamannya, mengekskomunikasi Martin Luther dari Gereja Katolik dalam bulla kepausannya, Decet Romanum Pontificum, pada tanggal 3 Januari 1521. Melaksanakan ekskomunikasinya, sebelumnya Luther diperiksa di Worms pada tanggal 17-18 April 1521, dia menjawab tuduhan Kaisar Romawi tentang bidah, Tanpa membuang-buang waktu, pemeriksa menempatkan masalah Luther secara benar, "Apakah Anda, Martin Luther, mengakui buku-buku yang dipublikasikan atas nama Anda sebagai milik Anda?" Luther menjawab "Ya". "Apakah Anda siap menarik kembali apa yang Anda tulis dalam buku-buku ini?" Luther meminta waktu berpikir dan dikabulkan selarna 24 jam. Hari berikutnya, pertanyaan itu ditanyakan lagi kepada Luther. Luther mengambil napas panjang dan memberitahukan kepada pcmeriksa, "Karena saya yakin oleh pernyataan Kitab Suci atau oleh pertimbangan yang jelas - karena saya tidak mempercayai paus dan konsili-konsili, karena mereka berbuat salah berulang kali dan menyangkalnya sendiri ....
Quote from: link=topic=30415.msg979981#msg979981 date=1391353007
(Red, Luther rupanya lupa bahwa Alkitab yang dia pegang adalah hasil sebuah konsili- dan juga kanonisasi Alkitab secara resmi diputuskan di abad ke empat oleh konsili-konsili Gereja Katolik dan para Paus. Sebelum kanon Alkitab ditetapkan)

Selanjutnya ia menambahkan:

saya beranggapan saya dihukum karena pernyataan Kitab Suci, yang adalah dasar bagiku; suara hatiku terpikat oleh sabda Allah. Jadi, saya tidak dapat dan tidak akan menarik kembali, sebab bertindak melawan suara hati itu tidak aman  dan tidak masuk aka!. Allah membantuku. Amin." 
Sebab kamu semua adalah anak-anak Allah karena Iman didalam YESUS KRISTUS (Galatia 3:25)
February 05, 2014, 04:59:57 PM
Reply #5
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 3571
  • Gender: Male
  • Gereja Katolik Roma
    • [b][i]Allah, demi menyatakan DiriNya kepada manusia dalam bentuk yang baru dan utuh, yang memulai era Penebusan, tiada memilih bagi tahta-Nya sebuah bintang di langit, pun istana dari seorang yang berkuasa. Pula Ia tak menghendaki sayap-sayap para malaika
Hari berikutnya Kaisar Romawi, Charles V, memerintahkan agar buku-buku Luther dibakar dan para pengikutnya dihukum sebagai bidah. Meskipun dia dicela oleh Kaisar Romawi, banyak pangeran Jerman mendukung Luther sebab gelombang perasaan nasionalistis sedang melanda negara Jerman, misalnya para pangeran Jerman ingin bebas dari dominansi Roma di bidang politik dan spiritual. 28 Sejak Lutheranisme menggabungkan dirinya dengan agenda politik para pangeran Jerman tentang otonomi dari Roma, mereka tidak membiarkan Luther dibakar mati di tiang pembakaran. Luther sangat berharga bagi politik mereka, maka suatu rencana dirumuskan untuk menyelamatkan hidup Luther. Dalam perjalanannya dari pemeriksaan di Worms, Luther diculik dan dilindungi di dekat Eisenach oleh pangeran yang berkuasa, dia disembunyikan selama setahun di Kastil Wartburg seperti Junker Jorg.

Sementara itu, perlawanan dari Protestan menyebar dengan cepat ke seluruh Jerman dan Eropa bagian utara, menghasut para petani Jerman mengadakan revolusi melawan baik Gereja maupun negara. Dipublikasikan pada tahun 1525, buku Luther, Temporal Authority: To What Extent It Should Be Obeyed, memprovokasi para petani Jerman untuk bangkit melawan para pangeran dan menyerang serta merampas biara-biara Katolik. Perang para petani terjadi pada tahun 1525, dan Luther mengaku dialah yang bertanggung jawab atas mulainya perang ini, yang berakhir dengan terbunuhnya ribuan petani Jerman. Pada awal pemberontakan, Luther mengkhianati para petani dan berpihak pada para pangeran Jerman, yang mengutuk revolusi para petani dalam bukunya Against the Robbing and Murdering Hordes of Peasants.  Luther merekornendasikan para pangeran Jerman bertindak tanpa  kenai ampun terhadap para petani, "Pada zaman yang aneh seperti ini  pangeran dapat lebih pantas menerima surga dengan menumpahkan  darah daripada menerima sesama dengan berdoa.' "Berbelaskasihlah kepada yang miskin, yang berkhianat, yang membunuh, yang mencekik di mana pun Anda temui. " Setelah mengecam timbulnya perang para  petani pada tahun 1525 dan menyerang para petani, Luther berusaha ganti menyalahkan Allah, "Saya, Martin Luther, telah membunuh para petani pada saat pemberontakan mereka, karena saya perintahkan untuk membunuh mereka; darah mereka saya tanggung. Tetapi saya melemparkannya kepada Tuhan Allah; Dia menyuruhku mengatakan seperti yang saya lakukan.

"Ketika dia menjadi semakin tua dan hatinya berubah menjadi lebih dingin, tulisan-tulisan Luther lebih menyakitkan hati orang-orang  Katolik dan orang-orang Yahudi. Pada tahun 1545, Luther menu lis buku dengan penuh semangat, Against the Roman Papacy, an Institution of the Devil. Dua tahun sebelumnya, Luther telah menulis buku anti-Semitis yang berjudul Of the Jews and their Lies, dia mengutuk orang-orang Yahudi karena kesalahannya di masyarakat. Kebencian Luther terhadap orang-orang Yahudi berlanjut sarnpai hari kernatiannya. Tiga hari sebelum kematiannya, pada tanggal 18 Februari 1547, khotbah-nva yang terakhir, "Teguran terhadap orang-orang Yahudi," merupakan serangan yang kejam, menyakitkan hati yang menuduh orang-orang Yahudi sebagai "musuh rakyat" Jerman."    

Martin Luther meninggal pada tanggal 18 Februari 1546. Sebclum meninggal, Luther bergurau dengan teman dekatnya, "Kalau saya kembali ke 'Wittenberg, saya akan merebahkan diri di peti mayat dan memberikan diri kepada ulat-ulat gemuk untuk pesta." Lelucon Luther terjadi sesuai dengan ramalannya sebab dalam beberapa hari dia meninggal.

Selesai
Topik selanjutnya : Raja Henry VIII
« Last Edit: February 08, 2014, 08:13:00 PM by CLAY »
Sebab kamu semua adalah anak-anak Allah karena Iman didalam YESUS KRISTUS (Galatia 3:25)
February 06, 2014, 01:22:58 PM
Reply #6
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 6769
  • Gender: Male
  • Tuhanku Memberkatimu
  • Denominasi: Baptis

Kalau kepahitan jangan disini bung, saya itu cape lihat jemaat Katholik macam sampean ini kerjanya menjelekkan orang yang sudah mati, walaupun beliau jelek ya ga usah dibuat biografinya segala, semua juga tau siapa Luther.

Kasihan si Luther, buruk rupa jangan cermin dibelah mas bro.

Salam... ;D
-- Savaka-Buddha --
February 06, 2014, 02:01:20 PM
Reply #7
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 3571
  • Gender: Male
  • Gereja Katolik Roma
    • [b][i]Allah, demi menyatakan DiriNya kepada manusia dalam bentuk yang baru dan utuh, yang memulai era Penebusan, tiada memilih bagi tahta-Nya sebuah bintang di langit, pun istana dari seorang yang berkuasa. Pula Ia tak menghendaki sayap-sayap para malaika
Kalau kepahitan jangan disini bung, saya itu cape lihat jemaat Katholik macam sampean ini kerjanya menjelekkan orang yang sudah mati, walaupun beliau jelek ya ga usah dibuat biografinya segala, semua juga tau siapa Luther.

Kasihan si Luther, buruk rupa jangan cermin dibelah mas bro.

Salam... ;D

Silahkan anda menagis, saya ijinkeennnnn, Tentang Martin Luther perlu diulas juga agar berimbang, sebagaimana FK mengulas tentang Vatican dan Paus.
Sebab kamu semua adalah anak-anak Allah karena Iman didalam YESUS KRISTUS (Galatia 3:25)
February 06, 2014, 02:07:15 PM
Reply #8
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 9773
Martin luther menentang kesesatan katolik saya salut dengan keberaniannya dan ketekunannya menentang kesesatan.

Sayang sampai sekarang katolik masih menyembah maria.
February 06, 2014, 02:08:41 PM
Reply #9
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 3571
  • Gender: Male
  • Gereja Katolik Roma
    • [b][i]Allah, demi menyatakan DiriNya kepada manusia dalam bentuk yang baru dan utuh, yang memulai era Penebusan, tiada memilih bagi tahta-Nya sebuah bintang di langit, pun istana dari seorang yang berkuasa. Pula Ia tak menghendaki sayap-sayap para malaika
Martin luther menentang kesesatan katolik saya salut dengan keberaniannya dan ketekunannya menentang kesesatan.

Sayang sampai sekarang katolik masih menyembah maria.

Loh Martin Luther sangat MENGHORMATI Maria loh! Mestrinya kamu meneladani pendiri gerejamu itu!
Sebab kamu semua adalah anak-anak Allah karena Iman didalam YESUS KRISTUS (Galatia 3:25)
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)