Author Topic: MARTIN LUTHER SANG PESAING TUHAN YESUS  (Read 7354 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

September 05, 2018, 03:47:14 PM
Reply #170
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2165
  • Gender: Male
  • Denominasi: Bukan Denominasi
Sependapat.

Namun, menyatakan Martin Luther menjadi pesaing Tuhan dalam pembentukan jemaat Kristus, menurut pendapatku, bukan mengada-ada. Pernyataan itu beralasan cukup, sebab, nyata-nyata dewasa ini banyak kelompok yang meneruskan ajaran Martin Luther menamakan diri pengikut (jemaat) Kristus. Padahal, Yesus Kristus hanya (sola) sekali mendirikan jemaatNya. Eksistensi pengikut (jemaat) Kristus yang meneruskan ajaran Martin Luther yang mengelompokkan diri di luar kelompok yang didirikan Yesus Kristus melalui rasul, menurut pendapatku, menghasilkan kelompok pengikut Kristus bukan hanya (sola) didirikan Yesus Kristus, tetapi juga yang didirikan oleh orang lain.
Dengan demikian, apakah Martin Luther atau orang-orang lain yang mendirikan kelompok dan menamakan diri kelompok pengikut (jemaat) Kristus, patut, layak, dan pantas disebut sebagai Pesaing Yesus. Martin Luther menyaingi Yesus Kristus dalam hal pendirian jemaat (pengikut) Kristus.
Luther hanyalah orang kecil yang berusaha untuk menentang ajaran yg salah dari orang yg sangat berkuasa saat itu.

dan sayangnya org yg sdh jelas kebijakannya salah, masih tetap dianggap  tidak mungkin salah sampai saat ini
Menurut @wilefhas62, Luther hanyalah orang kecil.
Menurut @Simatupang@123,
MARTIN LUTHER

Martin Luther adalah seorang yang terkemuka dari orang orang yang terpanggil untuk memimpin gereja keluar dari kegelapan kepada terang iman yang lebih murni. ...

Lalu, apakah @wilefhas62 menemukan atau mengetahui dari orang lain bahwa ada ajaran salah ketika itu?
Ajaran siapa yang salah? Siapa orang yg sangat berkuasa saat itu yang membentuk ajaran salah?
Siapa org yg sdh jelas kebijakannya salah dan masih tetap dianggap  tidak mungkin salah sampai saat ini?

Kalo ketidakbisasalahan Paus sih, diimani memang tidak bisa salah dalam hal pengajaran moral dan iman. Bukan tidak bisa salah dalam segala sikap dan tindakan. Ketika Paus mengajarkan ajaran moral dan iman, diimani tidak bisa salah, karena disertai senantiasa sampai kepada akhir zaman.

Salam damai.
Rawat empat pilar kebangsaan, Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika
Kita Bhinneka kita Indonesia
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)