Author Topic: Kitab Wahyu by Yohanes  (Read 2364 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

September 11, 2019, 02:38:06 PM
Reply #30
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2403
  • Gender: Male
    • Tertiga
  • Denominasi: Kristen
Berdasar Luk 16:16 Hukum Taurat dan kitab para nabi berlaku sampai kepada zaman Yohanes;
dan sejak waktu itu Kerajaan Allah diberitakan
dan setiap orang menggagahinya berebut memasukinya,


kumaknai juga bahwa sejak zaman Yohanes Pembaptis,
setiap orang menggagahi pemberitaan Kerajaan Allah,
lepas dari memiliki "kompetensi" atau tidak, pokoke,
semua orang menggagahi pemberitaan Kerajaan Allah.

Bagimu, hanya “kompetensi” sbg dasar ukuran surgawi
Oleh sebab itu, sejak tampilnya Yohanes Pembaptis hingga sekarang,
Kerajaan Sorga diserong dan org yg menyerongnya mencoba menguasainya. [Mat 11:12]

Maka istilahku:
Yg paling berkompeten ialah org dalem
Org dalem itulah yg men-coba2 menguasainya

Salam Damai!
« Last Edit: September 11, 2019, 02:44:46 PM by Maren Kitatau »
Firman itu hidup dan powerful dan lebih tajam dr pedang bermata dua manapun
Ia dpt menikam pun menyayat memisahkan jiwa dan roh, sendi2 dan sumsum
Ia sanggup membedakan akal pikir dan maksud hati yang sesungguhnya
September 11, 2019, 03:12:03 PM
Reply #31
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2403
  • Gender: Male
    • Tertiga
  • Denominasi: Kristen
Kami menyaksikan, bagaimana Ia menerima kehormatan dan kemuliaan dr Allah Bapa,
ketika datang kpd-Nya suara dr Yg Mahamulia,
yg mengatakan: "Inilah Anak yg Kukasihi, kpd-Nyalah Aku berkenan."
Suara itu kami dengar datang dr sorga,
ketika kami ber-sama2 dgn Dia di atas gunung yg kudus.

Dgn  demikian kami makin diteguhkan oleh firman yg telah disampaikan oleh para nabi (juga suara Allah yg sama).
Alangkah baiknya kalau kamu memperhatikannya sama spt memperhatikan pelita yg bercahaya di tempat yg gelap
sampai fajar menyingsing dan bintang timur terbit bersinar di dlm hatimu. [2Pet 1:5-19]
(Dr Petrus yg beroleh iman karena keadilan Allah dan Juruselamat, Yesus Kristus)
Petrus beriman karena suara-Nya,
Bukan karena mujizat2 yg dilihatnya
Itu sebab, iman datang dari pendengaran

Now faith is the substance of things hoped for,
the evidence of things not seen. [Hebrews 11:1]


Artinya, bukan "kompetensi" utama-Nya
Melainkan iman yg menjadi dasar ajaran
Sehingga kita tidak hrs beriman banyak

Kpd iman tambahkanlah kebajikan, dan kpd kebajikan pengetahuan, 
dan kpd pengetahuan penguasaan diri, kpd penguasaan diri ketekunan,
dan kpd ketekunan kesalehan, dan kpd kesalehan kasih akan saudara2,
dan kpd kasih akan saudara2 kasih akan semua org.

Dgn begitu kita menjadi giat dan berhasil mengenal Yesus Kristus,
Dan mudah berusaha agar panggilan dan pilihan makin teguh.
Dan kita tidak akan tersandung dlm "kompetensi" apa pun

Salam Damai!
« Last Edit: September 11, 2019, 03:27:50 PM by Maren Kitatau »
Firman itu hidup dan powerful dan lebih tajam dr pedang bermata dua manapun
Ia dpt menikam pun menyayat memisahkan jiwa dan roh, sendi2 dan sumsum
Ia sanggup membedakan akal pikir dan maksud hati yang sesungguhnya
September 11, 2019, 04:34:07 PM
Reply #32
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2403
  • Gender: Male
    • Tertiga
  • Denominasi: Kristen
Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan ROH KUDUS, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman." [Mat 28:19-20], berterima bahwa yang kompetensi mengajarkan arti kitab Wahyu adalah penerus atau pewaris kerasulan.
Seorang murid tidak lebih dr pd gurunya, atau seorang hamba dr pd tuannya.
Cukuplah bagi seorang murid jika ia menjadi sama seperti gurunya dan
bagi seorang hamba jika ia menjadi sama spt tuannya. [Mat 10:24-25]

Dlm hal ini Petrus, menurutku, sudah menjadi sama spt Gurunya, menyerahkan nyawanya karena iman kpd, Yesus Kristus. Jika kau masih ngotot mengatakan masih banyak hal yg "belum" di katakan Yesus kpd rasul2, seolah hanya penerus rasul ydskaz itulah yg menjadi sama spt Gurunya, sebab kau anggap Petrus kala itu belum sanggup mendengarkan apa yg hrs dikatakan-Nya(?), sementara penerus rasul ydskaz kau anggap "sudah" sanggup (?). Dgn demikian, apakah Petrus masih kau anggap tidak "kompeten" mengajar segala sesuatu yg diperintahkan Yesus karena tidak seluruhnya dikatakan-Nya?

Salam Damai!
Firman itu hidup dan powerful dan lebih tajam dr pedang bermata dua manapun
Ia dpt menikam pun menyayat memisahkan jiwa dan roh, sendi2 dan sumsum
Ia sanggup membedakan akal pikir dan maksud hati yang sesungguhnya
September 11, 2019, 11:50:32 PM
Reply #33
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 3944
  • Gender: Male
  • Denominasi: Bukan Denominasi
Kompetensi itu adalah ukuran
Dan mengajar bukan warisan
Kebenaran hrs berdasar iman
Ukuran ada gram, meter, detik, derajat, dll, bukan kompetensi.
Yang dapat diwariskan ialah benda, kompetensi mengajar atau kewenangan mengajar, bukan mengajar yang adalah kata kerja. “Pengajaran” dan “ajaran” dapat diwariskan, “mengajar” tidak dapat diwariskan.
Oke, kebenaran berdasar iman.

Iman adalah anugerah Tuhan
Mengajar itu lebih pd panggilan
Raihlah kompetensi-mu dlm iman
Iman timbul dari pendengaran akan firman Kristus.
Kompetensi mengajarkan segala sesuatu yang diperintahkan Yesus Kristus adalah pemberian Yesus Kristus kepada rasul-Nya yang senantiasa disertai sampai kepada akhir zaman. Mengajar adalah kata kerja, bukan kata benda.
Kuulangi, kompetensi atau kewenangan mengajarkan segala sesuatu yang diperintahkan Yesus Kristus adalah pemberian Yesus Kristus kepada rasul-Nya yang senantiasa disertai sampai kepada akhir zaman.

Sebab:

Kpd yg lain lagi Roh memberikan karunia membedakan macam2 roh
Kpd yg se-org Roh memberikan karunia ber-kata2 dgn bahasa roh
Dan kpd yg lain Roh memberikan karunia menafsirkan bahasa roh itu
Tetapi semuanya ini dikerjakan oleh Roh yg satu dan yg sama,
Yg memberikan karunia kpd tiap2 org secara khusus,
Spt yg dikehendaki-Nya. [1Kor 12:8-11]
Yang mana dari sebab di atas yang mengajar?

Justru karena itu kamu hrs dgn sungguh2 berusaha menambahkan kpd imanmu kebajikan, dan kpd kebajikan pengetahuan,  dan kpd pengetahuan penguasaan diri, kpd penguasaan diri ketekunan, dan kpd ketekunan kesalehan, dan kpd kesalehan kasih akan saudara2, dan kpd kasih akan saudara2 kasih akan semua org.

Sebab apabila semuanya itu ada pd-mu dgn be-limpah2, kamu akan dibuatnya menjadi giat dan berhasil dlm pengenalanmu akan Yesus Kristus, Tuhan kita. Tapi yg tidak memiliki semuanya itu, ia menjadi buta dan picik, karena ia lupa, bw dosa2-nya yg dahulu telah dihapuskan.

Karena itu, saudara2-ku, berusahalah sungguh2, spy panggilan dan pilihanmu makin teguh. Sebab jika kamu melakukannya, kamu tidak akan pernah tersandung. Dgn demikian kpd-mu akan dikaruniakan hak penuh utk memasuki Kerajaan kekal, yaitu Kerajaan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus.

Karena itu aku senantiasa bermaksud mengingatkan kamu akan semuanya itu, sekalipun kamu telah mengetahuinya dan telah teguh dlm kebenaran yg telah kamu terima. Aku menganggap sbg kewajibanku utk tetap mengingatkan kamu akan semuanya itu selama aku belum menanggalkan kemah tubuhku ini.  Sebab aku tahu, bw aku akan segera menanggalkan kemah tubuhku ini, sbg mana yg telah diberitahukan kpd-ku oleh Yesus Kristus, Tuhan kita.

Tetapi aku akan berusaha, spy juga sesudah kepergianku itu kamu selalu mengingat semuanya itu. Sebab kami tidak mengikuti dongeng2 isapan jempol manusia, ketika kami memberitahukan kpd-mu kuasa dan kedatangan Tuhan kita, Yesus Kristus sbg raja, tetapi kami adalah saksi mata dari kebesaran-Nya. Kami menyaksikan, bagaimana Ia menerima kehormatan dan kemuliaan dr Allah Bapa, ketika datang kpd-Nya suara dr Yg Mahamulia, yg mengatakan: "Inilah Anak yg Kukasihi, kpd-Nyalah Aku berkenan." Suara itu kami dengar datang dr sorga, ketika kami ber-sama2 dgn Dia di atas gunung yg kudus.

Dgn  demikian kami makin diteguhkan oleh firman yg telah disampaikan oleh para nabi. Alangkah baiknya kalau kamu memperhatikannya sama spt memperhatikan pelita yg bercahaya di tempat yg gelap sampai fajar menyingsing dan bintang timur terbit bersinar di dlm hatimu. [2Pet 1:5-19][/i]
(Dr Petrus yg beroleh iman karena keadilan Allah dan Juruselamat, Yesus Kristus)
Pokok bahasan ialah pengajaran, kewenangan mengajar yang diwariskan dari rasul ke penerus rasul sampai kepada akhir zaman.

Salam Damai!
Damai tanpa pentung.
Rawat empat konsensus nasional, Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika
Kita Bhinneka kita Indonesia
Kita berhikmat bangsa bermartabat
September 11, 2019, 11:52:24 PM
Reply #34
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 3944
  • Gender: Male
  • Denominasi: Bukan Denominasi
Quote from: Sotardugur Parreva on September 11, 2019, 10:55:36 AM
Berdasar Luk 16:16 Hukum Taurat dan kitab para nabi berlaku sampai kepada zaman Yohanes;
dan sejak waktu itu Kerajaan Allah diberitakan
dan setiap orang menggagahinya berebut memasukinya,


kumaknai juga bahwa sejak zaman Yohanes Pembaptis,
setiap orang menggagahi pemberitaan Kerajaan Allah,
lepas dari memiliki "kompetensi" atau tidak, pokoke,
semua orang menggagahi pemberitaan Kerajaan Allah.
Bagimu, hanya “kompetensi” sbg dasar ukuran surgawi
Oleh sebab itu, sejak tampilnya Yohanes Pembaptis hingga sekarang,
Kerajaan Sorga diserong dan org yg menyerongnya mencoba menguasainya. [Mat 11:12]

Maka istilahku:
Yg paling berkompeten ialah org dalem
Org dalem itulah yg men-coba2 menguasainya
Itu perasaanmu saja, bahwa bagi @Sotardugur Parreva hanya (sola) kompetensi sebagai dasar ukuran surgawi.
Pada pokok pembicaraan ini, entah siapa yang membicarakan dasar ukuran surgawi.
Yang kusampaikan ialah karena kitab Wahyu itu adalah perintah Tuhan Yesus agar Yohanes menuliskannya, maka yang kompeten menjelaskannya ialah rasul dan/atau penerus rasul. Landasan pikirku menyampaikan seperti itu ialah Mat 28:20, di mana Yesus Kristus memberikan kepada rasul yang senantiasa disertai sampai kepada akhir zaman, kewenangan mengajarkan segala sesuatu yang diperintahkan Yesus Kristus.
Jika dari penyampaianku itu ada hal yang hendak Anda protes, hal apa?
@Sotardugur Parreva tidak sedang membicarakan dasar ukuran surgawi.

Orang dalem?
Maksudmu, orang dalem apa?
Mat 28:20 mencatat pemberian kewenangan atau kompetensi mengajar kepada rasul yang senantiasa disertai sampai kepada akhir zaman, kenapa menjadi orang dalem?

Salam Damai!
Damai tanpa pentung.
Rawat empat konsensus nasional, Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika
Kita Bhinneka kita Indonesia
Kita berhikmat bangsa bermartabat
September 11, 2019, 11:54:36 PM
Reply #35
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 3944
  • Gender: Male
  • Denominasi: Bukan Denominasi
Petrus beriman karena suara-Nya,
Bukan karena mujizat2 yg dilihatnya
Itu sebab, iman datang dari pendengaran

Now faith is the substance of things hoped for,
the evidence of things not seen. [Hebrews 11:1]


Artinya, bukan "kompetensi" utama-Nya
Melainkan iman yg menjadi dasar ajaran
Sehingga kita tidak hrs beriman banyak

Kpd iman tambahkanlah kebajikan, dan kpd kebajikan pengetahuan, 
dan kpd pengetahuan penguasaan diri, kpd penguasaan diri ketekunan,
dan kpd ketekunan kesalehan, dan kpd kesalehan kasih akan saudara2,
dan kpd kasih akan saudara2 kasih akan semua org.

Dgn begitu kita menjadi giat dan berhasil mengenal Yesus Kristus,
Dan mudah berusaha agar panggilan dan pilihan makin teguh.
Dan kita tidak akan tersandung dlm "kompetensi" apa pun
Apakah Anda hendak mengatakan bahwa Mat 28:20 bukan pemberian kewenangan atau kompetensi mengajar dari Yesus Kristus kepada rasul yang senantiasa disertai sampai kepada akhir zaman?
Pada Mat 28:20 itu Yesus kristus masih menekankan agar rasul mengetahui bahwa rasul senantiasa disertai sampai kepada akhir zaman.

Salam Damai!
Damai tanpa pentung.
Rawat empat konsensus nasional, Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika
Kita Bhinneka kita Indonesia
Kita berhikmat bangsa bermartabat
September 12, 2019, 12:09:08 AM
Reply #36
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 3944
  • Gender: Male
  • Denominasi: Bukan Denominasi
Quote from: Sotardugur Parreva on September 11, 2019, 10:55:36 AM
Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan ROH KUDUS, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman." [Mat 28:19-20], berterima bahwa yang kompetensi mengajarkan arti kitab Wahyu adalah penerus atau pewaris kerasulan.
Seorang murid tidak lebih dr pd gurunya, atau seorang hamba dr pd tuannya.
Cukuplah bagi seorang murid jika ia menjadi sama seperti gurunya dan
bagi seorang hamba jika ia menjadi sama spt tuannya. [Mat 10:24-25]

Dlm hal ini Petrus, menurutku, sudah menjadi sama spt Gurunya, menyerahkan nyawanya karena iman kpd, Yesus Kristus. Jika kau masih ngotot mengatakan masih banyak hal yg "belum" di katakan Yesus kpd rasul2, seolah hanya penerus rasul ydskaz itulah yg menjadi sama spt Gurunya, sebab kau anggap Petrus kala itu belum sanggup mendengarkan apa yg hrs dikatakan-Nya(?), sementara penerus rasul ydskaz kau anggap "sudah" sanggup (?).
Dgn demikian, apakah Petrus masih kau anggap tidak "kompeten" mengajar segala sesuatu yg diperintahkan Yesus karena tidak seluruhnya dikatakan-Nya?
Poin pembicaraan ini tidak sedang membicarakan kebesaran guru atau murid. Pokok pembicaraan adalah kitab Wahyu. Kitab Wahyu itu adalah tulisan Yohanes berdasar perintah Yesus Kristus. Mat 28:20 menyatakan Yesus Kristus memberi kewenangan/kompetensi mengajarkan segala sesuatu yang diperintahkan Yesus Kristus kepada rasul. Maka, karena kitab Wahyu adalah perintah Yesus Kristus kepada Yohanes (rasul), maka yang kompeten menjelaskan kitab Wahyu ialah rasul atau penerus rasul yang senantriasa disertai sampai kepada akhir zaman.
Sementara itu, di trit ini, ada pihak yang mencoba menjelaskan kitab Wahyu, yang tidak jelas dari mana garis kerasulannya. Maka, kutulis: Othak-athik-gathuk memang memikat. Sebanding dengan Cocokmologi.

Tentang kesanggupan menanggung hal yang harus dikatakan Yesus Kristus, menurut pendapatku, dari semua rasul dan penerus rasul, belum seorangpun yang sudah sanggup menanggung, karena zaman belum berakhir. Jika zaman sudah berakhir, berarti semua yang harus dikatakan Yesus Kristus, sudah dikatakan. Di Mat 28:19-20 Yesus Kristus memberi kewenangan mengajar kepada rasul, dan menekankan agar rasul mengetahui bahwa rasul senantiasa disertai sampai akhir zaman. Sebelum segala hal yang harus dikatakan Yesus itu tuntas dikatakan, zaman takkan berakhir.

Salam Damai!
Damai tanpa pentung.
Rawat empat konsensus nasional, Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika
Kita Bhinneka kita Indonesia
Kita berhikmat bangsa bermartabat
September 12, 2019, 10:02:08 AM
Reply #37
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2403
  • Gender: Male
    • Tertiga
  • Denominasi: Kristen
Tentang kesanggupan menanggung hal yang harus dikatakan Yesus Kristus, menurut pendapatku,
dari semua rasul dan penerus rasul, belum seorangpun yang sudah sanggup menanggung,
karena zaman belum berakhir.
Mengapa nunggu saz utk tahu hal kesanggupan itu?
Kesanggupan menanggung yg paling berat adalah hal "nyawa'
Hanya Yesus yg sanggup menanggung kematian dan kebangkitan
Oleh karena iman, maka rasul2 dan kita pun sanggup menanggungnya

Menurut nalar sehatmu,
Apa ada lagi yg lebih berat
Selain dr pd kehilangan nyawa?

Karena barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya;
tapi barangsiapa kehilangan nyawanya karna Aku, ia akan memperolehnya.[Mat 26:25]


Salam Damai!
« Last Edit: September 12, 2019, 10:05:14 AM by Maren Kitatau »
Firman itu hidup dan powerful dan lebih tajam dr pedang bermata dua manapun
Ia dpt menikam pun menyayat memisahkan jiwa dan roh, sendi2 dan sumsum
Ia sanggup membedakan akal pikir dan maksud hati yang sesungguhnya
September 12, 2019, 12:12:04 PM
Reply #38
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 3944
  • Gender: Male
  • Denominasi: Bukan Denominasi
Quote from: Sotardugur Parreva on September 12, 2019, 12:09:08 AM
Tentang kesanggupan menanggung hal yang harus dikatakan Yesus Kristus, menurut pendapatku, dari semua rasul dan penerus rasul, belum seorangpun yang sudah sanggup menanggung, karena zaman belum berakhir.
Mengapa nunggu saz utk tahu hal kesanggupan itu?
Karena Yesus Kristus menyatakan, bahwa Yesus Kristus senantiasa menyertai rasul sampai kepada akhir zaman.
Dari perkataan Yesus Kristus di Mat 28:20 itu kutangkap, bahwa jemaat Kristus membutuhkan pengajaran rasul sampai kepada akhir zaman, sehingga Yesus Kristus menugaskan rasul mengajar jemaat sampai kepada akhir zaman.
Sementara itu, dari Yoh 16:12 kutangkap bahwa masih banyak hal yang harus dikatakan Yesus Kristus kepada rasul tetapi belum dikatakan karena rasul belum dapat menanggung. Tidak kutemukan ayat yang menyatakan bahwa semua hal yang belum dikatakan Yesus kepada rasul, akhirnya sudah dikatakan.
Jadi, kutangkap, berdasar Yoh 16:12, apabila sudah semua hal yang harus dikatakan Yesus Kristus kepada rasul sudah benar-benar dikatakan, maka Yoh 16:12 itu tidak akan dikatakan oleh Yesus Kristus. Berdasar Yoh 16:12 itu pula kumaknai bahwa selama rasul belum sanggup menanggung hal yang harus dikatakan Yesus itu, Yesus belum mengatakannya.
Berdasar Mat 28:20 kumaknai bahwa rasul ditugaskan mengajar jemaat sampai kepada akhir zaman.

Jika menurut pemahamanmu berbeda dari situ, silahkan saja. Betapa baiknya jika Anda mengemukakan latar pemahamanmu yang memandang bahwa rasul sudah dapat menanggung hal yang harus dikatakan Yesus Kristus itu.

Kesanggupan menanggung yg paling berat adalah hal "nyawa'
Itu menurutmu.
Sebelum Yesus berhadir ke dunia dari rahim Maria, manusia sudah kehilangan nyawa. Sanggup atau tidak sanggup kehilangan nyawa, manusia harus kehilangan nyawa. Setelah tebusan oleh Yesus Kristus, dan berdasar ajaran Yesus yang kepada rasul diberi kewenangan mengajarkan segala sesuatu yang diperintahkan Yesus Kristus, menunjukkan bahwa, siapa yang menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat, kehilangan nyawanya hanya sementara. Yesus Kristuslah jaminan.
Artinya, menurut pendapatku, kehilangan nyawa, meski ditakuti, namun karena harus dialami, akhirnnya, bukan lagi merupakan hal yang tidak dapat ditanggung. Wong harus, bagaimana caranya untuk mengatakan "tidak" sanggup?

Hanya Yesus yg sanggup menanggung kematian dan kebangkitan
Oleh karena iman, maka rasul2 dan kita pun sanggup menanggungnya
Lhoh, beriman atau tidak, manusia harus mengalami kematian. Tidak boleh tidak mati. Ditakuti atau tidak, kematian harus dialami oleh manusia.

Menurut nalar sehatmu,
Apa ada lagi yg lebih berat
Selain dr pd kehilangan nyawa?
Itu di luar nalarku, tidak kuketahui apa yang berat, yang tidak sanggup ditanggung oleh manusia termasuk rasul. Yang tercatat di Yoh 16:12, kubaca bahwa Yesus Kristus menyatakan masih banyak hal yang harus dikatakan-Nya kepada rasul, tetapi belum dikatakan karena ketika itu rasul belum dapat menanggung. Dari catatan lainnya di Alkitab, tidak ada ayat yang menyatakan bahwa rasul dinilai oleh Yesus sudah dapat menanggung hal yang harus dikatakan Yesus.

Karena barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya;
tapi barangsiapa kehilangan nyawanya karna Aku, ia akan memperolehnya.[Mat 26:25]
Mat 26:25 Yudas, yang hendak menyerahkan Dia itu menjawab, katanya: "Bukan aku, ya Rabi?" Kata Yesus kepadanya: "Engkau telah mengatakannya." Yang Anda petik itu Mat 16:25.
Nah, ayat yang Anda kutip itu mengungkapkan bahwa Yesus sudah memberitahukan kepada rasul tentang manusia yang kehilangan nyawa karena Yesus akan memperoleh nyawanya kembali, maka kehilangan nyawa karena Yesus bukan hal berat bagi rasul atau jemaat.


Salam Damai!
Damai tanpa pentung.
Rawat empat konsensus nasional, Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika
Kita Bhinneka kita Indonesia
Kita berhikmat bangsa bermartabat
September 12, 2019, 12:48:43 PM
Reply #39
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2403
  • Gender: Male
    • Tertiga
  • Denominasi: Kristen
Yg kau sodor2-kan itu mati model alami, spt tua, sakit, bencana alam
Yg harus kuat ditanggung oleh anak2 Tuhan itu mati model rohani, spt Yesus
Mungkin org paling banyak mati yg model duniawi, spt perang, nabrak, kesetrum

Salam Damai!
« Last Edit: September 12, 2019, 12:58:36 PM by Maren Kitatau »
Firman itu hidup dan powerful dan lebih tajam dr pedang bermata dua manapun
Ia dpt menikam pun menyayat memisahkan jiwa dan roh, sendi2 dan sumsum
Ia sanggup membedakan akal pikir dan maksud hati yang sesungguhnya
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)