Author Topic: Mari kita kembali kepada Esensi Kekristenan yang semula.  (Read 4824 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

March 26, 2014, 10:07:48 AM
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1265
  • Gender: Male
Esensi Kekristenan yang Sejati
Coba kita membayangkan orang-orang Kristen pada gereja mula-mula abad pertama yang bersekutu tanpa gereja dan dari rumah ke rumah. Ketika mereka harus menghadapi aniaya, mereka harus mengadakan pertemuan di kuburan-kuburan. Tidak ada liturgi, tidak ada organisasi, bahkan tidak ada pendeta. Mereka dengan tekun mempelajari apa yang diajarkan rasul-rasul. Hal ini berlangsung sampai beratus-ratus tahun, namun gereja masih tetap eksis.

Coba saudara2 bayangkan lagi bahwa sebuah agama (kalau boleh saya pinjam kata agama) yang ditindas begitu hebat dan dipioniri oleh seorang Anak Tukang Kayu yang dituduh sebagai penjahat oleh pihak yang berwajib dan dituduh sebagai penghujat Allah oleh tokoh-tokoh agama, dan mati secara keji disalib, tetapi tetap eksis sampai beratus-ratus tahun. Ini sangat luar biasa. Kalau bukan ada tangan kuat yang menyertai mereka, hal ini sangat mustahil.
Dengan keterbatasan yang mereka miliki tersebut, mereka mempunyai kualitas Kekristenan yang begitu dahsyat.

Tapi bagaimana dengan kita sebagai umat Kristen saat ini, masihkah kita memiliki esensi Kekristenan yang memiliki kualitas dahsyat tersebut?
Jika tidak pasti ada yang salah pada diri kita. Mengapa bisa begitu? Karena ternyata Tuhan hanya mendapat porsi yang sangat kecil di dalam hidup orang Kristen saat ini. Lihatlah Rasul-rasul yang rela meninggalkan segalanya hanya untuk menemukan panggilan mereka guna mengabdi kepada Tuhan.

Berbeda dengan bangsa Israel dalam Perjanjian Lama yang selalu berpesta merayakan pertolongan-pertolongan Tuhan kepada mereka di masa lalu. Mereka sangat bangga akan keberagamaan yang mereka jalani.
Dalam Kekristenan hal itu tidak ada, yang ada hanyalah bagaimana mempersembahkan hidup sepenuhnya kepada Tuhan.

Dalam Lukas 5:38 Tuhan Yesus berkata “Tetapi anggur yang baru harus disimpan dalam kantong yang baru pula.”
Dengan kata lain ajaran Tuhan Yesus harus di taruh di dalam hati yang baru. Kita harus merasa bodoh tidak tahu apa-apa pada saat mendengar Firman.
Kita tidak boleh sok tahu supaya kita dapat menerimanya secara utuh dan benar. Itulah sebabnya karena merasa sok tahu para ahli Taurat dan orang Farisi tidak dapat menerima pengajaran Tuhan Yesus. Diperlukan kerendahan hati untuk dapat menerima semua apa yang Tuhan Yesus katakan.

Kita harus berani menjadi seperti anak-anak yang selalu merasa bodoh dan belum mengerti firman dengan benar agar dapat menerima segala yang Tuhan ajarkan dalam hidup ini. Mengapa demikian? Karena yang diajarkan Tuhan Yesus itu adalah hal-hal yang luar biasa yang sangat sulit diterima oleh akal pikiran manusia (lihat ayat 39).

Untuk itu diperlukan kerendahan hati dalam menyadari kebodohan dan ketidaktahuan kita akan Firman Tuhan agar supaya kita dapat menerima dengan tulus dan tidak berbantah-bantah segala firman yang telah Tuhan sampaikan. Di samping kerendahan hati, diperlukan juga pembaharuan pikiran dan hati yang telah diubahkan agar dapat menerima manisnya Firman dan melakukannya.

Jadi Jika kita ingin mengenal Tuhan, bersekutu secara harmonis dengan Tuhan dan berjalan bersama Tuhan, maka kita harus berpikir dengan cara berpikir Bapa dan harus hidup dengan gaya hidup surga. Dengan pembaharuan pikiran dan hati yang diubahkanlah, kita dapat memiliki esensi Kekristenan seperti jemaat mula-mula dan Rasul-Rasul Kristus.

Selamat berjuang!

Salam.. :)
« Last Edit: March 26, 2014, 10:10:53 AM by hiraki007 »
II Timotius 2:25 "dan dengan lemah lembut dapat menuntun orang yang suka melawan, sebab mungkin Tuhan memberikan kesempatan kepada mereka untuk bertobat dan memimpin mereka sehingga mereka mengenal kebenaran,
March 26, 2014, 02:47:29 PM
Reply #1
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 752
  • Gender: Male
  • Denominasi: Pengikut Kristus
Garis besarnya, menurut Parsiattar, tulisan hiraki007 di atas menggambarkan kegelisahan hati yang ingin menjalani hidup keberagamaan seperti keberagamaan Kristen Mula-mula. Keinginan yang mulia, dimana seluruh pengikut Kristus menjual apa yang ada padanya, dan memberikan kepada karya penyebaran Kabar Gembira yang diwariskan oleh Yesus Kristus. Mungkinkah orang-orang yang hidup di zaman ini berlaku seperti itu? Rasanya sih, mustahil.

Lepas dari kemustahilan itu, Parsiattar ingin mengomentari paragraf pertama dan kedua tulisan hiraki 007 di atas. Kalau dibaca Kitab Kisah Para Rasul, dapat dsimpulkan, itulah kisah kehidupan Kristen Mula-mula. Menurut Parsiattar, kisah-kisah yang dituliskan dalam Kisah Para Rasul tidak menggambarkan bahwa seluruh kehidupan Kristen Mula-mula berisi kesedihan karena diburu oleh Yahudi atau siapapun. Bahkan, digambarkan di beberapa kejadian, para rasul dan pengikutnya bertentangan langsung dengan alim ulama dan penguasa-penguasa pemerintahan. Namun, penguasa tidak berani mengambil tindakan menghukum para rasul, karena apa yang disampaikan oleh para rasul adalah kebenaran. Jadi, menurut Parsiattar, kegetiran hidup beragama yang dialami oleh Kristen Mula-mula, tidak segetir gambaran paragraf pertama dan kedua tulisan hiraki007 tersebut.
Damai di surga, damai di bumi, damai di forum, dan damai di hati
March 26, 2014, 03:40:39 PM
Reply #2
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1265
  • Gender: Male
Garis besarnya, menurut Parsiattar, tulisan hiraki007 di atas menggambarkan kegelisahan hati yang ingin menjalani hidup keberagamaan seperti keberagamaan Kristen Mula-mula. Keinginan yang mulia, dimana seluruh pengikut Kristus menjual apa yang ada padanya, dan memberikan kepada karya penyebaran Kabar Gembira yang diwariskan oleh Yesus Kristus. Mungkinkah orang-orang yang hidup di zaman ini berlaku seperti itu? Rasanya sih, mustahil.

Lepas dari kemustahilan itu, Parsiattar ingin mengomentari paragraf pertama dan kedua tulisan hiraki 007 di atas. Kalau dibaca Kitab Kisah Para Rasul, dapat dsimpulkan, itulah kisah kehidupan Kristen Mula-mula. Menurut Parsiattar, kisah-kisah yang dituliskan dalam Kisah Para Rasul tidak menggambarkan bahwa seluruh kehidupan Kristen Mula-mula berisi kesedihan karena diburu oleh Yahudi atau siapapun. Bahkan, digambarkan di beberapa kejadian, para rasul dan pengikutnya bertentangan langsung dengan alim ulama dan penguasa-penguasa pemerintahan. Namun, penguasa tidak berani mengambil tindakan menghukum para rasul, karena apa yang disampaikan oleh para rasul adalah kebenaran. Jadi, menurut Parsiattar, kegetiran hidup beragama yang dialami oleh Kristen Mula-mula, tidak segetir gambaran paragraf pertama dan kedua tulisan hiraki007 tersebut.
iya brother parsiattar, Pastilah memang tidak akan persis sekali saya dapat menggambarkan detail kisah kehidupan kisah para murid Kristus & juga para Rasul kristus seperti yang saya tuliskan, Hanya memang secara garis besarnya mereka tidak hidup dengan Nyaman & berkelimpahan secara materi, mereka sama sekali tidak memfokuskan diri mereka kepada hal- hal yang berbau material & duniawi..,berbeda dengan kehidupan kekeristenan jaman kita sekarang...heeeumhh... :char16:

bro Parsiattar, dapat kita bayangkan yaa Jika saja sekarang setiap yang mengaku dirinya sebagai Hamba-hamba Tuhan yang setiap minggunya selalu berkotbah & memiliki gereja2nya sendiri itu mulai mengajarkan umatnya untuk selalu saling berbagi dengan sesamanya,saling tolong menolong, & mengajarkan adalah lebih berguna jika uang persepuluhan yg selalu di sisihkan setiap umatnya dapat umat sendiri bagikan kepada yang membutuhkan,seperti janda2 miskin & anak yatim piatu serta masih banyak lagi sesama kita yg sangat memerlukannya, sebab bagi Tuhan yang terpenting dari semuanya itu adalah BELAS KASIHAN.
Waaah... betapa hebat & luar biasanya INJIL dapat diberitakan melalui perbuatan-perbuatan Nyata setiap umat kristiani kepada seluruh umat manusia tanpa memilih ras,agama,suku & golongan apapun.
Setiap Umat akan menjadi KITAB INJIL yang TERBUKA bagi sesamanya.
Amin

Salam.. :)
II Timotius 2:25 "dan dengan lemah lembut dapat menuntun orang yang suka melawan, sebab mungkin Tuhan memberikan kesempatan kepada mereka untuk bertobat dan memimpin mereka sehingga mereka mengenal kebenaran,
March 28, 2014, 06:16:33 PM
Reply #3
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 752
  • Gender: Male
  • Denominasi: Pengikut Kristus
bro Parsiattar, dapat kita bayangkan yaa Jika saja sekarang setiap yang mengaku dirinya sebagai Hamba-hamba Tuhan yang setiap minggunya selalu berkotbah & memiliki gereja2nya sendiri itu mulai mengajarkan umatnya untuk selalu saling berbagi dengan sesamanya,saling tolong menolong, & mengajarkan adalah lebih berguna jika uang persepuluhan yg selalu di sisihkan setiap umatnya dapat umat sendiri bagikan kepada yang membutuhkan,seperti janda2 miskin & anak yatim piatu serta masih banyak lagi sesama kita yg sangat memerlukannya, sebab bagi Tuhan yang terpenting dari semuanya itu adalah BELAS KASIHAN.
Waaah... betapa hebat & luar biasanya INJIL dapat diberitakan melalui perbuatan-perbuatan Nyata setiap umat kristiani kepada seluruh umat manusia tanpa memilih ras,agama,suku & golongan apapun.
Setiap Umat akan menjadi KITAB INJIL yang TERBUKA bagi sesamanya.
Amin
Selama pendeta masih punya keluarga, saya pikir, tidak akan bisa berbagi seratus persen. Contoh sederhana, kalau ada dua orang anak yang memerlukan uang sekolah sebulan (anggaplah sekolah tidak gratis), satu dari anak itu adalah darah daging si pendeta, dan yang lain adalah anak umat biasa, sementara si pendeta hanya memiliki uang sebesar uang sekolah sebulan, maka si pendeta pasti mendahulukan membayar uang sekolah anak yang darah dagingnya. Tidak mungkin si pendeta akan membagi dua uang tersebut, separoh untuk anaknya, dan separoh lagi untuk anak umat itu. Apalagi mendahulukan membayar uang sekolah umat, meskipun Tuhan Yesus Kristus mengajari agar murid-Nya harus mendahulukan kepentingan orang lain.
Damai di surga, damai di bumi, damai di forum, dan damai di hati
March 28, 2014, 07:11:03 PM
Reply #4
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 706
  • Denominasi: Kristen aja
Selama pendeta masih punya keluarga, saya pikir, tidak akan bisa berbagi seratus persen. Contoh sederhana, kalau ada dua orang anak yang memerlukan uang sekolah sebulan (anggaplah sekolah tidak gratis), satu dari anak itu adalah darah daging si pendeta, dan yang lain adalah anak umat biasa, sementara si pendeta hanya memiliki uang sebesar uang sekolah sebulan, maka si pendeta pasti mendahulukan membayar uang sekolah anak yang darah dagingnya. Tidak mungkin si pendeta akan membagi dua uang tersebut, separoh untuk anaknya, dan separoh lagi untuk anak umat itu. Apalagi mendahulukan membayar uang sekolah umat, meskipun Tuhan Yesus Kristus mengajari agar murid-Nya harus mendahulukan kepentingan orang lain.
pastor yg tdk punya keluarga saja masih memikirkan para biarawati
padahal sdh janji hidup selibat, akhirnya terjadilah skandal yg memalukan
ada banyak kerangka bayi yg ditemukan dibawah GRK, itu hasil hubungan pastor dgn biarawati
baru2 ini di NTT juga ada pator yg dihukum mati krn selain melakukan aborsi hsl hubungan gelapnya dgn biarawati, dia juga dituduh membunuh biarawati pasangannya  :'( :'( :'(
ada juga pator yg menikahi umatnya senidri, itu terjadi pada beberapa pastor  di sebuah kota
shg akhirnya diputuskan pastor harus selalu ditukar dlm jangka waktu yg tdk terlalu lama
ada2 saja ya bang ;D janjimu ternyata hanya dimulut dan palsu.
March 28, 2014, 09:21:59 PM
Reply #5
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1265
  • Gender: Male
yaah...itulah memang keadaan kita semua manusia..,pasti akan selalu lebih condong kepada kepentingan-kepentingan Pribadi masing2..,dan Kenyataan yang lebih menyedihkan adalah hampir semua manusia "TANPA SADAR" datang beribadah kepada Tuhan tetapi sesungguhnya dengan Niat Guna " mengambil hati Allah" yang ujung-ujungnya untuk kepentingan si manusia itu sendiri.
Tetapi saya yakin,di tahun 2014 ini, Tuhan akan mulai kembalikan Esensi Injil yang sesungguhnya lagi seperti injil yang semula,yang MURNI & BENAR sesuai dengan kehendak-NYA
Amin.


Salam..
II Timotius 2:25 "dan dengan lemah lembut dapat menuntun orang yang suka melawan, sebab mungkin Tuhan memberikan kesempatan kepada mereka untuk bertobat dan memimpin mereka sehingga mereka mengenal kebenaran,
April 10, 2014, 12:22:41 PM
Reply #6
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 752
  • Gender: Male
  • Denominasi: Pengikut Kristus
pastor yg tdk punya keluarga saja masih memikirkan para biarawati
padahal sdh janji hidup selibat, akhirnya terjadilah skandal yg memalukan
ada banyak kerangka bayi yg ditemukan dibawah GRK, itu hasil hubungan pastor dgn biarawati
baru2 ini di NTT juga ada pator yg dihukum mati krn selain melakukan aborsi hsl hubungan gelapnya dgn biarawati, dia juga dituduh membunuh biarawati pasangannya  :'( :'( :'(
ada juga pator yg menikahi umatnya senidri, itu terjadi pada beberapa pastor  di sebuah kota
shg akhirnya diputuskan pastor harus selalu ditukar dlm jangka waktu yg tdk terlalu lama
ada2 saja ya bang ;D janjimu ternyata hanya dimulut dan palsu.
Satu dari 12 orang dipilih langsung oleh Yesus Kristus saja ada yang jatuh, Doa_ku. Tidak pantas digeneralisir. Ambil saja statistiknya, semoga Doa_ku mendapat jawaban doamu. Yang paling pertama, bersihkan lebih dahulu kebencian dari batinmu, agar doamu terjawab.
Damai di surga, damai di bumi, damai di forum, dan damai di hati
April 10, 2014, 12:34:45 PM
Reply #7
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 752
  • Gender: Male
  • Denominasi: Pengikut Kristus
yaah...itulah memang keadaan kita semua manusia..,pasti akan selalu lebih condong kepada kepentingan-kepentingan Pribadi masing2..,dan Kenyataan yang lebih menyedihkan adalah hampir semua manusia "TANPA SADAR" datang beribadah kepada Tuhan tetapi sesungguhnya dengan Niat Guna " mengambil hati Allah" yang ujung-ujungnya untuk kepentingan si manusia itu sendiri.
Tetapi saya yakin,di tahun 2014 ini, Tuhan akan mulai kembalikan Esensi Injil yang sesungguhnya lagi seperti injil yang semula,yang MURNI & BENAR sesuai dengan kehendak-NYA
Amin.


Salam..
Semoga damai Tuhan menyertai manusia yang mau mengikut Yesus Kristus.

Saya ikut mendukung agar keyakinan hiraki007 yang bergaris bawah di atas, terwujud. Tapi sedikit berpendapat, sejak semula Tuhan mencipta alam semesta ini baik adanya. Kehendak bebas manusialah yang menjatuhkan dan membinasakan. Artinya, Tuhan tidak lagi dalam upaya mengembalikan Esensi Injil yang telah dikembalikannya. Pilihan ada di manusia, apakah hendak mengikut atau tetap keukeuh mempersalahkan pihak lain. Kesulitannya, ada bagian dasar iman yang berbeda antar kelompok yang menamakan diri pengikut Kristus. Meski sudah saling menjelaskan, namun saling tidak mau saling menerima, walaupun dalam doa seing bilang, "Ampunilah kesalahan kami, seperti kamipun mengampuni kesalahan orang lain kepaa kami."

Contoh yang didemonstrasikan Doa_ku di atas sudah memperlihatkan. Kesalahan seorang imam Katolik, langsung digeneralisir bahwa semua imam Katolik bersikap seperti itu. DOa_ku merasa kelompoknya paling benar, tanpa melakukan introspeksi. Jadi ingat pepatah yang dikatakan Yesus Kristus, "Selumbar di mata ... " eh, bagaimana kelanjutannya?
Damai di surga, damai di bumi, damai di forum, dan damai di hati
April 10, 2014, 01:02:11 PM
Reply #8
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 3017
  • Gender: Male
  • karena Cinta Yesus lebih kuat daripada maut
  • Denominasi: Seventh-Day Adventist
Semoga damai Tuhan menyertai manusia yang mau mengikut Yesus Kristus.

Saya ikut mendukung agar keyakinan hiraki007 yang bergaris bawah di atas, terwujud. Tapi sedikit berpendapat, sejak semula Tuhan mencipta alam semesta ini baik adanya. Kehendak bebas manusialah yang menjatuhkan dan membinasakan. Artinya, Tuhan tidak lagi dalam upaya mengembalikan Esensi Injil yang telah dikembalikannya. Pilihan ada di manusia, apakah hendak mengikut atau tetap keukeuh mempersalahkan pihak lain. Kesulitannya, ada bagian dasar iman yang berbeda antar kelompok yang menamakan diri pengikut Kristus. Meski sudah saling menjelaskan, namun saling tidak mau saling menerima, walaupun dalam doa seing bilang, "Ampunilah kesalahan kami, seperti kamipun mengampuni kesalahan orang lain kepaa kami."

Contoh yang didemonstrasikan Doa_ku di atas sudah memperlihatkan. Kesalahan seorang imam Katolik, langsung digeneralisir bahwa semua imam Katolik bersikap seperti itu. DOa_ku merasa kelompoknya paling benar, tanpa melakukan introspeksi. Jadi ingat pepatah yang dikatakan Yesus Kristus, "Selumbar di mata ... " eh, bagaimana kelanjutannya?

 :afro: :afro:, thx lae,, betul itu, kehendak bebas manusia berdosalah yang membuat kesusahan,
tapi saya tidak setuju yang di bold lae,,
sampai saat ini Yesus masih bekerja agar esensi injil itu dipulihkan dalam hidup kita,

sifat dasar manusia setelah dosa = mementingkan diri sendiri
ajaran injil = mementingkan, memikirkan dan berkorban bagi orang lain,

 :D
salam
" Lamanya satu ajaran dianut tidak akan membuat kesalahan menjadi kebenaran, sebab kebenaran mampu berdiri sendiri. Doktrin yang benar akan tetap teguh oleh penyelidikan Alkitab yang seksama. "
April 14, 2014, 03:05:44 PM
Reply #9
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 752
  • Gender: Male
  • Denominasi: Pengikut Kristus
:afro: :afro:, thx lae,, betul itu, kehendak bebas manusia berdosalah yang membuat kesusahan,
tapi saya tidak setuju yang di bold lae,,
sampai saat ini Yesus masih bekerja agar esensi injil itu dipulihkan dalam hidup kita,

sifat dasar manusia setelah dosa = mementingkan diri sendiri
ajaran injil = mementingkan, memikirkan dan berkorban bagi orang lain,

 :D
salam
Pada posting itu banyak yang di-bold. Yang mana gerangan yang Simatupang@123 tidak setuju? Semua yang bold-kah? Dan untuk lebih sreg, agar enak didiskusikan, alasan ketidaksetujuan Simatupang@123 itu, apa? Kalo hanya bilang tidak setuju tanpa penjelasan apa-apa, bisa saja, sih. Manusia itu orang-orang merdeka, tidak harus setuju seorang dengan orang yang lain.
Damai di surga, damai di bumi, damai di forum, dan damai di hati
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)