Author Topic: Mari kita kembali kepada Esensi Kekristenan yang semula.  (Read 4507 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

April 14, 2014, 05:45:48 PM
Reply #10
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2786
  • Gender: Male
  • karena Cinta Yesus lebih kuat daripada maut
  • Denominasi: Seventh-Day Adventist
Pada posting itu banyak yang di-bold. Yang mana gerangan yang Simatupang@123 tidak setuju? Semua yang bold-kah? Dan untuk lebih sreg, agar enak didiskusikan, alasan ketidaksetujuan Simatupang@123 itu, apa? Kalo hanya bilang tidak setuju tanpa penjelasan apa-apa, bisa saja, sih. Manusia itu orang-orang merdeka, tidak harus setuju seorang dengan orang yang lain.

yang ini 
Quote
Tuhan tidak lagi dalam upaya mengembalikan Esensi Injil yang telah dikembalikannya.

salam
" Lamanya satu ajaran dianut tidak akan membuat kesalahan menjadi kebenaran, sebab kebenaran mampu berdiri sendiri. Doktrin yang benar akan tetap teguh oleh penyelidikan Alkitab yang seksama. "
April 14, 2014, 05:47:53 PM
Reply #11
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2786
  • Gender: Male
  • karena Cinta Yesus lebih kuat daripada maut
  • Denominasi: Seventh-Day Adventist
Pada posting itu banyak yang di-bold. Yang mana gerangan yang Simatupang@123 tidak setuju? Semua yang bold-kah? Dan untuk lebih sreg, agar enak didiskusikan, alasan ketidaksetujuan Simatupang@123 itu, apa? Kalo hanya bilang tidak setuju tanpa penjelasan apa-apa, bisa saja, sih. Manusia itu orang-orang merdeka, tidak harus setuju seorang dengan orang yang lain.

yang ini 
Quote
Tuhan tidak lagi dalam upaya mengembalikan Esensi Injil yang telah dikembalikannya.

salam
" Lamanya satu ajaran dianut tidak akan membuat kesalahan menjadi kebenaran, sebab kebenaran mampu berdiri sendiri. Doktrin yang benar akan tetap teguh oleh penyelidikan Alkitab yang seksama. "
April 15, 2014, 10:13:16 AM
Reply #12
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 752
  • Gender: Male
  • Denominasi: Pengikut Kristus
yang ini
Quote
Tuhan tidak lagi dalam upaya mengembalikan Esensi Injil yang telah dikembalikannya.
salam
O itu.

Pemikiran, pemahaman, dan pengimanan saya, begini:

Tuhan menciptakan alam semesta dalam kondisi amat baik. Kej 1:31 Maka Allah melihat segala yang dijadikan-Nya itu, sungguh amat baik. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari keenam. Namun kemudian, dengan menggunakan kehendak bebasnya, manusia jatuh kedalam dosa. Maka perusakan-perusakan terjadi terus-menerus, hingga Tuhan mengembalikan Esensi Injil dengan datang ke dunia, terwujud dalam diri Tuhan Yesus Kristus.

Proses pengembalian Esensi Injil itu adalah pelayanan Tuhan Yesus Kristus secara jasmaniah, terutama sejak dibaptis oleh Yohanes Pembaptis, sampai naik ke sorga. Itu sudah dilakukan oleh Tuhan Yesus Kristus. Itulah yang Parsiattar maksudkan dengan Upaya mengembalikan Esensi Injil. Pengembalian Esensi Injil itu sudah dilakukan oleh Tuhan Yesus Kristus. Pada saat itu, Tuhan Yesus Kristus telah memberi contoh hidup sesuai Injil, sebab Dia sendirilah Injil itu.

Kemudian Dia kembali ke Rumah Bapa, yaitu Rumah-Nya sendiri, dengan janji bahwa Dia senantiasa menyertai rasulNya, sampai kepada akhir zaman. Artinya, contoh hidup sesuai Esensi Injil sudah diberikan-Nya, dan apabila ada yang belum diketahui oleh Rasul-Nya, akan diajarkan oleh-Nya melalui ROH KUDUS.

Namun, manusia dengan kehendak bebasnya selalu saja ingin berkelakuan seenak sendiri, maka contoh-contoh yang sudah disampaikan oleh Tuhan Yesus Kristus sendiri dimodifikasi sedemikian rupa, yang diharap mendekatkan kepada Esensi Injil, namun ternyata semakin menjauh dari Esensi Injil.

Nah, dalam hal seperti itulah yang saya artikan bahwa Tuhan tidak lagi dalam proses mengembalikan Esensi Injil, karena Tuhan sudah mengembalikannya ketika jasmani Tuhan Yesus Kristus hidup bersama manusia. Tinggal lagi, manusia itu sendiri yang mengambil keputusan dengan kehendak bebasnya, apakah manusia mau mencontoh Esensi Injil itu, atau hidup seenaknya saja.

Mungkin pemahaman seperti itu tidak identik bagi orang per orang. Kita bebas saja memaknainya bagaimana, karena masing-masing kita memiliki kehendak bebas yang kita terima dari Tuhan, dan Parsiattar yakin bahwa kehendak bebas itu tidak akan dicabut oleh Tuhan sampai akhir zaman. Tuhan itu konsisten, ketika kehendak bebas itu diberikan sejak manusia diciptakan, itu tidak akan dicabutn-Nya sampai kepada akhir zaman.
Damai di surga, damai di bumi, damai di forum, dan damai di hati
April 15, 2014, 10:48:42 AM
Reply #13
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2786
  • Gender: Male
  • karena Cinta Yesus lebih kuat daripada maut
  • Denominasi: Seventh-Day Adventist
Quote
salam
O itu.

Pemikiran, pemahaman, dan pengimanan saya, begini:

Tuhan menciptakan alam semesta dalam kondisi amat baik. Kej 1:31 Maka Allah melihat segala yang dijadikan-Nya itu, sungguh amat baik. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari keenam.
saya juga mengimani yang diatas ini lae,,,  :afro:

Quote
[/color] Namun kemudian, dengan menggunakan kehendak bebasnya, manusia jatuh kedalam dosa. Maka perusakan-perusakan terjadi terus-menerus, hingga Tuhan mengembalikan Esensi Injil dengan datang ke dunia, terwujud dalam diri Tuhan Yesus Kristus.
saya sangat setuju lae, tapi kejatuhan manusia sangat berbeda dengan kejatuhan lusifer,,,
lusifer jatuh, murni karena pilihan sendiri dan penyalahgunaan kehendak bebas yang Tuhan berikan.
sementara manusia jatuh karena lebih memilih tidak percaya kata Tuhan dan lebih percaya kata setan,, setuju gak lae ??

Quote
Proses pengembalian Esensi Injil itu adalah pelayanan Tuhan Yesus Kristus secara jasmaniah, terutama sejak dibaptis oleh Yohanes Pembaptis, sampai naik ke sorga. Itu sudah dilakukan oleh Tuhan Yesus Kristus.

tapi kalau simatupang berkata, bahwa pengembalian esensi injil itu tidak berhenti ketika Yesus mati dan naik kesurga,, tapi sampai saat ini Yesus masih bekerja sebagai IMAM Besar di hadapan bapa, sampai pintu kasihan tertutup.

 
Quote
Itulah yang Parsiattar maksudkan dengan Upaya mengembalikan Esensi Injil. Pengembalian Esensi Injil itu sudah dilakukan oleh Tuhan Yesus Kristus. Pada saat itu, Tuhan Yesus Kristus telah memberi contoh hidup sesuai Injil, sebab Dia sendirilah Injil itu.
[/color][/b]
yang di bold merah saya imani lae,
tapi kalau menurut simatupang adalah yang Tuhan sudah lakukan dan masih tetap Tuhan lakukan..  :wink:

Quote
Kemudian Dia kembali ke Rumah Bapa, yaitu Rumah-Nya sendiri, dengan janji bahwa Dia senantiasa menyertai rasulNya, sampai kepada akhir zaman. Artinya, contoh hidup sesuai Esensi Injil sudah diberikan-Nya, dan apabila ada yang belum diketahui oleh Rasul-Nya, akan diajarkan oleh-Nya melalui ROH KUDUS.
  :afro:

Quote
Namun, manusia dengan kehendak bebasnya selalu saja ingin berkelakuan seenak sendiri, maka contoh-contoh yang sudah disampaikan oleh Tuhan Yesus Kristus sendiri dimodifikasi sedemikian rupa, yang diharap mendekatkan kepada Esensi Injil, namun ternyata semakin menjauh dari Esensi Injil.

betul itu lae, jadi sebenarnya menurut pandangan saya loh lae,, kehendak bebas manusia sekarang ini sudah jauh benar dari rencana Allah yang semula, bila seorang anak kecil di biarkan dari kecil tanpa diajari mana yang baik dan mana yang jahat, kecenderungan hatinya pasti melakukan yang tidak baik,(berorientasi kepada diri/mementingkan diri) itulah kenapa Tuhan mengatakan kita harus lahir kembali... bagaimana kira kira lae,,,  :wink:

Quote
Nah, dalam hal seperti itulah yang saya artikan bahwa Tuhan tidak lagi dalam proses mengembalikan Esensi Injil, karena Tuhan sudah mengembalikannya ketika jasmani Tuhan Yesus Kristus hidup bersama manusia. Tinggal lagi, manusia itu sendiri yang mengambil keputusan dengan kehendak bebasnya, apakah manusia mau mencontoh Esensi Injil itu, atau hidup seenaknya saja.
thx laeku,,, tapi kayanya mustahil bagi manusia sendiri untuk kembali kepada esensi injil yang Tuhan rencanakan... maka dari itu simatupang berkata, pekerjaan Kristus sampai saat ini belum berakhir, karena Dia senantiasa bekerja untuk kebaikan manusia.

Quote
Mungkin pemahaman seperti itu tidak identik bagi orang per orang. Kita bebas saja memaknainya bagaimana, karena masing-masing kita memiliki kehendak bebas yang kita terima dari Tuhan, dan

betul lae,,, saya setuju ..  :afro:

Quote
Parsiattar yakin bahwa kehendak bebas itu tidak akan dicabut oleh Tuhan sampai akhir zaman. Tuhan itu konsisten, ketika kehendak bebas itu diberikan sejak manusia diciptakan, itu tidak akan dicabutn-Nya sampai kepada akhir zaman.
dan simatupang berkata bahkan sampai zaman kekekalan pun kehendak bebas itu Tuhan tidak akan cabut, alias manusia tetap dapat memilih bagi dirinya sendiri,,,  :wink:


thx sharingnya lae,,,
Gbus
" Lamanya satu ajaran dianut tidak akan membuat kesalahan menjadi kebenaran, sebab kebenaran mampu berdiri sendiri. Doktrin yang benar akan tetap teguh oleh penyelidikan Alkitab yang seksama. "
April 15, 2014, 11:50:37 AM
Reply #14
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 752
  • Gender: Male
  • Denominasi: Pengikut Kristus
saya juga mengimani yang diatas ini lae,,,  :afro:
Puji Jesus.
Quote
saya sangat setuju lae, tapi kejatuhan manusia sangat berbeda dengan kejatuhan lusifer,,,
lusifer jatuh, murni karena pilihan sendiri dan penyalahgunaan kehendak bebas yang Tuhan berikan.
sementara manusia jatuh karena lebih memilih tidak percaya kata Tuhan dan lebih percaya kata setan,, setuju gak lae ??
Betul, kejatuhan Lucifer karena pilihan sendiri, sementara kejatuhan manusia mempunyai pemicu, yaitu bujukan setan. Bercampurnya bujukan setan dan kemampuan bertindak, kejatuhan manusia berbeda dengan kejatuhan Lucifer. Pada saat kejatuhan manusia, si manusia tahu dua sosok  'supra natural' (menurut manusia), yaitu Tuhan dan setan. Sementara, manusia mempunyai pikiran, untuk menganalisis. Hasil akhirnya, si manusia memilih mengikuti 'bujukan' setan, dan lupa pada Tuhan.

Mengapa?

Menurut pemahaman saya, karena Tuhan memerintah tanpa tedeng aling-aling, sementara setan 'membujuk' atau 'menggoda' dengan alasan-alasan yang bila dipikir-pikir seperti menghasilkan keenakan. "Bila engkau begini, maka akan engkau dapatkan yang begitu," kata setan, dan yang begitu itu menggiurkan manusia. Maka, manusia sering memilih 'bujukan' atau 'godaan' setan.

Kalau saja manusia tidak menganalisis, manusia tidak akan tergiur, dan tidak jatuh. Dalam hal menganalisis itu pula Parsiattar kelompokkan manusia menggunakan kehendak bebasnya, meskipun itu terjadi karena dipicu oleh 'bujukan' dan 'godaan' setan.

Quote
tapi kalau simatupang berkata, bahwa pengembalian esensi injil itu tidak berhenti ketika Yesus mati dan naik kesurga,, tapi sampai saat ini Yesus masih bekerja sebagai IMAM Besar di hadapan bapa, sampai pintu kasihan tertutup.
Bisa saja.

Menurut Parsiattar, Tuhan Yesus Kristus bekerja menolong manusia, bila manusia minta tolong. Kalau manusia mengerjakan kegiatan yang dikehendakinya saja, Tuhan Yesus Kristus tidak menghalangi manusia, walaupun manusia itu mengerjakan kegiatan yang bertentangan dengan keinginan Tuhan. Sama seperti kejatuhan manusia pertama kali, walaupun kejatuhan itu tidak dikehendaki Tuhan, namun Tuhan tidak menghalangi perbuatan manusia yang menjatuhkan dirinya sendiri. Sama pula dengan ketika Yudas Iskariot hendak menjual Yesus, walaupun itu diketahui oleh Yesus dan tidak dikehendaki Yesus (terbukti ketika Yesus akan melalukan cawan penderitaan), namun Yesus tidak menghalangi Yudas Iskariot.

Yang ingin Parsiattar sampaikan, pengembalian Esensi Injil itu sudah selesai ketika di salib Yesus bilang "Sudah selesai". Bila manusia merasa memerlukan bantuan atau pertolongan, Tuhan Yesus Krtistus menjanjikan ROH KUDUS yang akan menjelaskan segala sesuatu tentang Yesus Kristus. Dan kepada para rasul, itu disampaikan dengan jelas, bahwa Yesus Kristus menyertai sampai kepada akhir zaman.

 
Quote
[/color][/b]
yang di bold merah saya imani lae,
tapi kalau menurut simatupang adalah yang Tuhan sudah lakukan dan masih tetap Tuhan lakukan..  :wink:
  :afro:
Dalam hal itu, pengertian kita berbeda. Parsiattar mengartikan bahwa Tuhan Yesus Kristus sudah tidak mengembalikan Esensi Injil lagi, sebab Dia sudah mengembalikannya pada saat jasmani-Nya bersama manusia. Tetapi, kalau ada pengikut-Nya meminta tolong, Dia akan menolong, sesuai dengan ajaran-Nya, "Mintalah,... carilah,... ketuklah,..." Jika manusia tidak meminta, tidak mencari, tidak mengetuk, maka Tuhan tidak akan 'mencekoki' manusia.

Quote
betul itu lae, jadi sebenarnya menurut pandangan saya loh lae,, kehendak bebas manusia sekarang ini sudah jauh benar dari rencana Allah yang semula, bila seorang anak kecil di biarkan dari kecil tanpa diajari mana yang baik dan mana yang jahat, kecenderungan hatinya pasti melakukan yang tidak baik,(berorientasi kepada diri/mementingkan diri) itulah kenapa Tuhan mengatakan kita harus lahir kembali... bagaimana kira kira lae,,,  :wink:
Dalam hal itu, Parsiattar sependapat.
Quote
thx laeku,,, tapi kayanya mustahil bagi manusia sendiri untuk kembali kepada esensi injil yang Tuhan rencanakan... maka dari itu simatupang berkata, pekerjaan Kristus sampai saat ini belum berakhir, karena Dia senantiasa bekerja untuk kebaikan manusia.
Baiklah. Kita berbeda pandangan.

Menurut Parsiattar, bila manusia mengikuti contoh yang telah dilakukan oleh Yesus Kristus, Esensi Injil sungguh bisa dirasakan oleh manusia.
 
Quote
betul lae,,, saya setuju ..  :afro:
dan simatupang berkata bahkan sampai zaman kekekalan pun kehendak bebas itu Tuhan tidak akan cabut, alias manusia tetap dapat memilih bagi dirinya sendiri,,,  :wink:
Puji Jesus.


Quote
thx sharingnya lae,,,
Terima kasih Tupang.
Damai di surga, damai di bumi, damai di forum, dan damai di hati
April 16, 2014, 12:46:14 PM
Reply #15
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2786
  • Gender: Male
  • karena Cinta Yesus lebih kuat daripada maut
  • Denominasi: Seventh-Day Adventist
Quote
Puji Jesus.
Haleluya,, Puji Jesus juga lae,,,  :D
kita sambung lagi diskusinya lae,,,,

Quote
Betul, kejatuhan Lucifer karena pilihan sendiri, sementara kejatuhan manusia mempunyai pemicu, yaitu bujukan setan. Bercampurnya bujukan setan dan kemampuan bertindak, kejatuhan manusia berbeda dengan kejatuhan Lucifer. Pada saat kejatuhan manusia, si manusia tahu dua sosok  'supra natural' (menurut manusia), yaitu Tuhan dan setan. Sementara, manusia mempunyai pikiran, untuk menganalisis. Hasil akhirnya, si manusia memilih mengikuti 'bujukan' setan, dan lupa pada Tuhan.
sip lae,,  :happy0062:

Quote
Mengapa?

Menurut pemahaman saya, karena Tuhan memerintah tanpa tedeng aling-aling, sementara setan 'membujuk' atau 'menggoda' dengan alasan-alasan yang bila dipikir-pikir seperti menghasilkan keenakan. "Bila engkau begini, maka akan engkau dapatkan yang begitu," kata setan, dan yang begitu itu menggiurkan manusia. Maka, manusia sering memilih 'bujukan' atau 'godaan' setan.
bisa jadi bisa jadi,

Quote
Kalau saja manusia tidak menganalisis, manusia tidak akan tergiur, dan tidak jatuh. Dalam hal menganalisis itu pula Parsiattar kelompokkan manusia menggunakan kehendak bebasnya, meskipun itu terjadi karena dipicu oleh 'bujukan' dan 'godaan' setan.
Bisa saja.
nah kalau yang ini menurut saya, manusia jatuh bukan karena menganalisis lae, tapi karena kurang menganalisis, ketika dihadapkan kepada pilihan antara ya dan tidak, jahat dan baik, menurut atau melanggar, sebenarnya otak manusia sudah mulai bekerja,
sementara dalam kitab kejadian Tuhan Jesus sudah mengamarkan jangan memakan buah ini (buah larangan), tapi setan berkata sebaliknya,
nah yang saya dapati lae, kejatuhan manusia adalah karena manusia lebih menggunakan otak kanannya alias perasaan/hayalan kepada sesuatu yang tidak pasti, setan katakan akan seperti Allah, tapi itu kan sesuatu yang belum pasti, sementara Tuhan katakan jangan, nah letak kejatuhannya yang saya lihat lae adalah ketika manusia itu tidak percaya kata Tuhan dan lebih percaya kepada kata setan, alias tidak percaya kepada sesuatu yang nyata alias yang sudah jelas larangannya dan memilih lebih percaya kepada bujukan yang tidak pasti kebenarannya... gitu lae,

Quote
Menurut Parsiattar, Tuhan Yesus Kristus bekerja menolong manusia, bila manusia minta tolong. Kalau manusia mengerjakan kegiatan yang dikehendakinya saja, Tuhan Yesus Kristus tidak menghalangi manusia, walaupun manusia itu mengerjakan kegiatan yang bertentangan dengan keinginan Tuhan. Sama seperti kejatuhan manusia pertama kali, walaupun kejatuhan itu tidak dikehendaki Tuhan, namun Tuhan tidak menghalangi perbuatan manusia yang menjatuhkan dirinya sendiri. Sama pula dengan ketika Yudas Iskariot hendak menjual Yesus, walaupun itu diketahui oleh Yesus dan tidak dikehendaki Yesus (terbukti ketika Yesus akan melalukan cawan penderitaan), namun Yesus tidak menghalangi Yudas Iskariot.
saya sangat setuju lae, dan simatupang menyebut kehendak bebas itu sebagai the Power of Choice,,, cieh, biar agak keren lae,,,  :D

Quote
Dalam hal itu, pengertian kita berbeda. Parsiattar mengartikan bahwa Tuhan Yesus Kristus sudah tidak mengembalikan Esensi Injil lagi, sebab Dia sudah mengembalikannya pada saat jasmani-Nya bersama manusia. Tetapi, kalau ada pengikut-Nya meminta tolong, Dia akan menolong, sesuai dengan ajaran-Nya, "Mintalah,... carilah,... ketuklah,..." Jika manusia tidak meminta, tidak mencari, tidak mengetuk, maka Tuhan tidak akan 'mencekoki' manusia.
Dalam hal itu, Parsiattar sependapat.Baiklah. Kita berbeda pandangan.
kalau saya perhatikan kita masih sepaham, khususnya yang saya bold merah lae,,, itu bukti bahwa Tuhan bekerja sampai sekarang.
mengapa saya katakan mustahil bagi manusia untuk kembali kepada esensi injil tanpa bantuan Tuhan adalah, karena semua orang dapat berbuat baik secara lahiriah tanpa dilahirkan dari ROH KUDUS, tapi saya pastikan lae kebaikan lahiriah yang dihasilkan tanpa kelahiran kembali adallah hasil dari kedagingan/ego yang ada dihati manusia. misalnya menderma, berprestasi yang baik, pemimpin yang tidak korup dan banyak jenis kebaikan lainnya yang sebenarnya lahir dari kepentingan dibaliknya.. jadi untuk benar benar suci satu satunya hanyalah pertolongan Tuhan Jesus Kristus melalui ROH KUDUS yang bekerja di hati kita.

Quote
Menurut Parsiattar, bila manusia mengikuti contoh yang telah dilakukan oleh Yesus Kristus, Esensi Injil sungguh bisa dirasakan oleh manusia.
 Puji Jesus.
Puji Tuhan Jesus Kristus,, haleluya,,,

salam
" Lamanya satu ajaran dianut tidak akan membuat kesalahan menjadi kebenaran, sebab kebenaran mampu berdiri sendiri. Doktrin yang benar akan tetap teguh oleh penyelidikan Alkitab yang seksama. "
April 16, 2014, 10:15:11 PM
Reply #16
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 8870
  • Gender: Male
  • Shihonage
  • Denominasi: Sebelum muncul kata "denominasi".
Tapi bagaimana dengan kita sebagai umat Kristen saat ini, masihkah kita memiliki esensi Kekristenan yang memiliki kualitas dahsyat tersebut?
Masih ada.

Sudah 2000 tahun dipelihara dan masih ada dan akan terus ada.
Nantikanlah hari kematianmu setiap pagi... Itulah jembatan yang membawamu kepada Kristus.
April 16, 2014, 11:12:56 PM
Reply #17
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1265
  • Gender: Male
Masih ada.

Sudah 2000 tahun dipelihara dan masih ada dan akan terus ada.
Amin..dan akan terus ada sampai selama-lamanya.. :)
II Timotius 2:25 "dan dengan lemah lembut dapat menuntun orang yang suka melawan, sebab mungkin Tuhan memberikan kesempatan kepada mereka untuk bertobat dan memimpin mereka sehingga mereka mengenal kebenaran,
January 16, 2018, 04:33:10 AM
Reply #18
  • FK - Newbie
  • *
  • Posts: 11
Esensi Kekristenan yang Sejati
Coba kita membayangkan orang-orang Kristen pada gereja mula-mula abad pertama yang bersekutu tanpa gereja dan dari rumah ke rumah. Ketika mereka harus menghadapi aniaya, mereka harus mengadakan pertemuan di kuburan-kuburan. Tidak ada liturgi, tidak ada organisasi, bahkan tidak ada pendeta. Mereka dengan tekun mempelajari apa yang diajarkan rasul-rasul. Hal ini berlangsung sampai beratus-ratus tahun, namun gereja masih tetap eksis.

Coba saudara2 bayangkan lagi bahwa sebuah agama (kalau boleh saya pinjam kata agama) yang ditindas begitu hebat dan dipioniri oleh seorang Anak Tukang Kayu yang dituduh sebagai penjahat oleh pihak yang berwajib dan dituduh sebagai penghujat Allah oleh tokoh-tokoh agama, dan mati secara keji disalib, tetapi tetap eksis sampai beratus-ratus tahun. Ini sangat luar biasa. Kalau bukan ada tangan kuat yang menyertai mereka, hal ini sangat mustahil.
Dengan keterbatasan yang mereka miliki tersebut, mereka mempunyai kualitas Kekristenan yang begitu dahsyat.

Tapi bagaimana dengan kita sebagai umat Kristen saat ini, masihkah kita memiliki esensi Kekristenan yang memiliki kualitas dahsyat tersebut?
Jika tidak pasti ada yang salah pada diri kita. Mengapa bisa begitu? Karena ternyata Tuhan hanya mendapat porsi yang sangat kecil di dalam hidup orang Kristen saat ini. Lihatlah Rasul-rasul yang rela meninggalkan segalanya hanya untuk menemukan panggilan mereka guna mengabdi kepada Tuhan.

Berbeda dengan bangsa Israel dalam Perjanjian Lama yang selalu berpesta merayakan pertolongan-pertolongan Tuhan kepada mereka di masa lalu. Mereka sangat bangga akan keberagamaan yang mereka jalani.
Dalam Kekristenan hal itu tidak ada, yang ada hanyalah bagaimana mempersembahkan hidup sepenuhnya kepada Tuhan.

Dalam Lukas 5:38 Tuhan Yesus berkata “Tetapi anggur yang baru harus disimpan dalam kantong yang baru pula.”
Dengan kata lain ajaran Tuhan Yesus harus di taruh di dalam hati yang baru. Kita harus merasa bodoh tidak tahu apa-apa pada saat mendengar Firman.
Kita tidak boleh sok tahu supaya kita dapat menerimanya secara utuh dan benar. Itulah sebabnya karena merasa sok tahu para ahli Taurat dan orang Farisi tidak dapat menerima pengajaran Tuhan Yesus. Diperlukan kerendahan hati untuk dapat menerima semua apa yang Tuhan Yesus katakan.

Kita harus berani menjadi seperti anak-anak yang selalu merasa bodoh dan belum mengerti firman dengan benar agar dapat menerima segala yang Tuhan ajarkan dalam hidup ini. Mengapa demikian? Karena yang diajarkan Tuhan Yesus itu adalah hal-hal yang luar biasa yang sangat sulit diterima oleh akal pikiran manusia (lihat ayat 39).

Untuk itu diperlukan kerendahan hati dalam menyadari kebodohan dan ketidaktahuan kita akan Firman Tuhan agar supaya kita dapat menerima dengan tulus dan tidak berbantah-bantah segala firman yang telah Tuhan sampaikan. Di samping kerendahan hati, diperlukan juga pembaharuan pikiran dan hati yang telah diubahkan agar dapat menerima manisnya Firman dan melakukannya.

Jadi Jika kita ingin mengenal Tuhan, bersekutu secara harmonis dengan Tuhan dan berjalan bersama Tuhan, maka kita harus berpikir dengan cara berpikir Bapa dan harus hidup dengan gaya hidup surga. Dengan pembaharuan pikiran dan hati yang diubahkanlah, kita dapat memiliki esensi Kekristenan seperti jemaat mula-mula dan Rasul-Rasul Kristus.

Selamat berjuang!

Salam.. :)

[Esensi Kristen Sejati]

SOOOO SIMPLEE!
Jemaat mula2 di Kis 2 adalah contoh sempurna dari sebuah esensi gereja, Kristen, yang BUKAN SEKEDAR LEMBAGA.
Mereka didirkan diatas dasar kasih.
Yang dimulai dari peristiwa Pentakosta,
Dimana ROH KUDUS bekerja dengan leluasa di setiap jemaat

Sekian
January 16, 2018, 08:31:45 AM
Reply #19
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 4030
  • Gender: Male
  • Denominasi: Bukan Denominasi
[Esensi Kristen Sejati]

SOOOO SIMPLEE!
Jemaat mula2 di Kis 2 adalah contoh sempurna dari sebuah esensi gereja, Kristen, yang BUKAN SEKEDAR LEMBAGA.
Mereka didirkan diatas dasar kasih.
Yang dimulai dari peristiwa Pentakosta,
Dimana ROH KUDUS bekerja dengan leluasa di setiap jemaat

Sekian
Maksud @kfjordanm, lembaga-lembaga yang menamakan diri pengikut Kristus yang berdiri kemudian setelah peristiwa Pentakosta, bukan didirikan berdasar kasih?
Atau, di jemaat-jemaat sekarang ini, ROH KUDUS tidak leluasa bekerja?

Terkait dengan itu, ada berapa kumpulan jemaat Kristus yang @kfjordanm ketahui, dan berapa kumpulan jemaat Kristus yang diinginkan Tuhan Yesus Kristus?

Salam damai.
Rawat empat konsensus nasional, Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika
Kita Bhinneka kita Indonesia
Kita berhikmat bangsa bermartabat
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)