Author Topic: Mari kita kembali kepada Esensi Kekristenan yang semula.  (Read 4273 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

February 11, 2018, 12:34:53 PM
Reply #40
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 982
  • BIBLE IS TRUTH
Jemaat Perdana tentunya yang lahir di Yerusalem dan PL tetap merupakan Firman Tuhan yang harus dipahami dengan benar melalui kacamata PB.Ooo... begitu.
Jadi, Back to Bible itu maksudnya kembali kembali ke jemaat yang lahir di Yerusalem itu, di mana PB belum dikanon, ya?
Tapi, lantas, kalo kembali ke saat PB belum dikanon, apakah artinya kembali ke PL? Bagaimana cara memahami PL dengan kacamata PB jika PB-nya sendiri belum dibakukan? Maksud @debat, menggunakan kacamata PB yang seenak perut sendiri?

Salam damai.

Prinsip Back to Bible itu dicanangkan diabad ke 6 dimana Bible sudah lengkap ditulis PL dan PB.
Jemaat Perdana hanya contoh bagaimana bersandar kepada apa yang sudah tertulis di Bible.

February 11, 2018, 04:58:08 PM
Reply #41
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 3548
  • Gender: Male
  • Denominasi: Bukan Denominasi
Prinsip Back to Bible itu dicanangkan diabad ke 6 dimana Bible sudah lengkap ditulis PL dan PB.
Jemaat Perdana hanya contoh bagaimana bersandar kepada apa yang sudah tertulis di Bible.
Ooo... begitu.
Abad VI, ya? Di mana Bible sudah lengkap baik PL-nya, maupun PB-nya.

Lantas, jika Bible sudah ditulis secara lengkap, kenapa Back to Bible?
Pernahkah Bible itu ditinggal, sehingga memerlukan back to Bible?

Salam damai.
Rawat empat konsensus nasional, Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika
Kita Bhinneka kita Indonesia
Kita berhikmat bangsa bermartabat
February 11, 2018, 09:28:21 PM
Reply #42
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 943
  • Denominasi: Protestan
Prinsip Back to Bible itu dicanangkan diabad ke 6 dimana Bible sudah lengkap ditulis PL dan PB.
Maksud dicanangkan itu, apa ya?

Apakah maksudnya adalah "direncanakan"? Jika iya, terus, kapan realisasinya? Abad 15-kah?

Jemaat Perdana hanya contoh bagaimana bersandar kepada apa yang sudah tertulis di Bible.
Lah, jemaat perdana itu sudah ada dari abad 1, sekitar tahun 33M, bray.

Yang sudah lengkap ketika itu, entah terjilid atau tidak, cuma PL.
"PB"-nya cuma oral teaching dari para rasul.
 
So, gimana mau back to Bible? Lah, jild Bible-nya az lom ada. 
« Last Edit: February 11, 2018, 09:31:17 PM by viruskasih »
February 12, 2018, 09:14:22 PM
Reply #43
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 982
  • BIBLE IS TRUTH
Ooo... begitu.
Abad VI, ya? Di mana Bible sudah lengkap baik PL-nya, maupun PB-nya.

Lantas, jika Bible sudah ditulis secara lengkap, kenapa Back to Bible?
Pernahkah Bible itu ditinggal, sehingga memerlukan back to Bible?

Salam damai.

Back to Bible artinya semua ajaran gereja yang sudah jauh menyimpang seperti mariology itu harus dikritik karena sama sekali tidak alkitabiah atau kembali kepada kebenaran ajaran Bible.
February 12, 2018, 09:16:27 PM
Reply #44
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 982
  • BIBLE IS TRUTH
Maksud dicanangkan itu, apa ya?

Apakah maksudnya adalah "direncanakan"? Jika iya, terus, kapan realisasinya? Abad 15-kah?
Lah, jemaat perdana itu sudah ada dari abad 1, sekitar tahun 33M, bray.

Yang sudah lengkap ketika itu, entah terjilid atau tidak, cuma PL.
"PB"-nya cuma oral teaching dari para rasul.
 
So, gimana mau back to Bible? Lah, jild Bible-nya az lom ada.

Dicanangkan maksudnya diproklamirkan bahwa semua ajaran gereja harus kembali kepada kebenaran Bible.
Diabad 6 Bible sudah lengkap jadi searang tidak perlu mempersoalkan kapan Bible sudah lengkap.
February 13, 2018, 09:01:19 AM
Reply #45
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 3548
  • Gender: Male
  • Denominasi: Bukan Denominasi
Quote
Ooo... begitu.
Abad VI, ya? Di mana Bible sudah lengkap baik PL-nya, maupun PB-nya.

Lantas, jika Bible sudah ditulis secara lengkap, kenapa Back to Bible?
Pernahkah Bible itu ditinggal, sehingga memerlukan back to Bible?
Back to Bible artinya semua ajaran gereja yang sudah jauh menyimpang seperti mariology itu harus dikritik karena sama sekali tidak alkitabiah atau kembali kepada kebenaran ajaran Bible.
Ooo... begitu.
Kalo kuperhatikan kata-kata yang digunakan dalam back to Bible, tidak kutemukan ajakan selain untuk kembali ke Alkitab, pertanda, pernah meninggalkan Alkitab.
Jika dirunut ke jemaat yang didirikan Tuhan Yesus Kristus, di mana ketika didirikan belum mengenal Alkitab seperti yang digunakan pengikut Kristus sekarang, dan hingga Tuhan Yesus Kristus naik ke sorga juga tidak meninggalkan Alkitab, lalu dalam perkembangan jemaat Kristus dikanonlah Alkitab yang digunakan sampai sekarang dan tidak pernah ditinggalkan. Dari runutan itu dapat diketahui bahwa prinsip back to Bible adalah ajakan yang tidak sesuai fakta.
Bagaimana bisa back to Bible sementara Bible tidak pernah ditinggal?

Salam damai. 
Rawat empat konsensus nasional, Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika
Kita Bhinneka kita Indonesia
Kita berhikmat bangsa bermartabat
February 13, 2018, 09:08:21 AM
Reply #46
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12356
  • Gender: Male
  • Denominasi: Kharismatik - OSAS
Back to Bible artinya semua ajaran gereja yang sudah jauh menyimpang seperti mariology itu harus dikritik karena sama sekali tidak alkitabiah atau kembali kepada kebenaran ajaran Bible.Ooo... begitu.
Kalo kuperhatikan kata-kata yang digunakan dalam back to Bible, tidak kutemukan ajakan selain untuk kembali ke Alkitab, pertanda, pernah meninggalkan Alkitab.
Jika dirunut ke jemaat yang didirikan Tuhan Yesus Kristus, di mana ketika didirikan belum mengenal Alkitab seperti yang digunakan pengikut Kristus sekarang, dan hingga Tuhan Yesus Kristus naik ke sorga juga tidak meninggalkan Alkitab, lalu dalam perkembangan jemaat Kristus dikanonlah Alkitab yang digunakan sampai sekarang dan tidak pernah ditinggalkan. Dari runutan itu dapat diketahui bahwa prinsip back to Bible adalah ajakan yang tidak sesuai fakta.
Bagaimana bisa back to Bible sementara Bible tidak pernah ditinggal?

Salam damai.
Kekristenan awal itu berdasarkan pengajaran rasul yang menyingkapkan alkitab PL.
Pengajaran rasul itu sekarang sudah dibukukan menjadi alkitab.
Jadi Back to bible itu adalah kembali kepada pengajaran rasul seperti di awal Kekristenan. Karena banyak orang Kristen yang tidak lagi mendasarkan ajaran mereka dari ajaran rasul seprti Kekristenan mula-mula.

Mengertikah saudara sotardugur??
If salvation can be lost, then who is righteous enough to keep their own salvation?
February 13, 2018, 11:15:58 AM
Reply #47
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 3548
  • Gender: Male
  • Denominasi: Bukan Denominasi
Kekristenan awal itu berdasarkan pengajaran rasul yang menyingkapkan alkitab PL.
Pengajaran rasul itu sekarang sudah dibukukan menjadi alkitab.
Jadi Back to bible itu adalah kembali kepada pengajaran rasul seperti di awal Kekristenan. Karena banyak orang Kristen yang tidak lagi mendasarkan ajaran mereka dari ajaran rasul seprti Kekristenan mula-mula.

Mengertikah saudara sotardugur??
Justru @alephtav dan orang-orang sepemahaman dengan @alephtavlah yang kunilai tidak mengerti.

Kekristenan awal itu berdasarkan pengajaran rasul yang menyingkapkan alkitab PL.
Oke.
Tuhan Yesus Kristus menyatakan, Dia datang untuk menggenapi Hukum Taurat dan kitab para nabi (sekarang dikenal sebagai PL).
Pengajaran rasul itu sekarang sudah dibukukan menjadi alkitab.
Oke.
Di Alkitab itu dicatat, belum semua tanda yang diperbuat Yesus di hadapan murid-murid-Nya dicatat. Tercatat pula perkataan Tuhan Yesus Kristus, masih banyak yang harus dikatakan tetapi rasul belum sanggup menanggung. Dari situ kutangkap, bahwa belum semua yang harus dikatakan Tuhan Yesus Kristus tercatat dalam Alkitab.
Mengingat bahwa Tuhan Yesus Kristus tidak meninggalkan Alkitab, dan masih banyak yang harus dikatakan oleh Tuhan Yesus Kristus maka Tuhan Yesus Kristus memberikan kewenangan mengajar (Magisterium) kepada rasul dengan janji, senantiasa menyertai rasul sampai kepada akhir zaman.
Artinya, Tuhan Yesus Kristus masih senantiasa mengajar kepada jemaat-Nya melalui penerus rasul. jadi, pengajaran rasul tidak terbatas hanya pada yang sudah tercatat dalam Alkitab.
Jadi Back to bible itu adalah kembali kepada pengajaran rasul seperti di awal Kekristenan.
Dari Pengajaran rasul itu sekarang sudah dibukukan menjadi Alkitab dan Back to bible itu adalah kembali kepada pengajaran rasul seperti di awal Kekristenan, tertangkap makna bahwa pengajaran rasul sudah dibukukan menjadi Alkitab, maka jika hendak kembali ke pengajaran seperti pada awal Kekristenan, para pengajar harus lebih dahulu membuang Alkitab. Begitukah?

Jika yang dimaksud adalah: pengajar mengajarkan semua yang telah dicatat dalam Alkitab itu, maka pengajaran yang dilakukan Katolik sekaranglah yang benar. Katolik mengajar berdasar pada kewenangan mengajar yang diterima langsung dari Tuhan Yesus Kristus. Apabila Tuhan Yesus Kristus dalam penyertaan-Nya kepada rasul (dan penerus rasul) hendak mengajarkan hal yang belum dicatat di Alkitab, sangat mungkin dilakukan. Pengajaran yang hanya berdasar pada yang tercatat dalam Alkitab, justru menjadi salah karena kontradiktif dengan ayat masih banyak yang harus dikatakan Yesus kepada rasul namun rasul belum sanggup menanggung.

Karena banyak orang Kristen yang tidak lagi mendasarkan ajaran mereka dari ajaran rasul seperti Kekristenan mula-mula.
O, begitu?
Siapa saja mereka?
Kekristenan mula-mula yang @alephtav maksudkan, itu sebelum atau sesudah terbentuknya Alkitab? Jika sebelum terbentuk Alkitab, rasul mengajar secara lisan. Setelah Alkitab terbentuk, justru dalam ayat Alkitab ada ayat yang menghimbau agar pengikut Kristus memegang teguh ajaran rasul baik yang lisan maupun yang tertulis. Nah, jika @alephtav mensinyalir bahwa banyak orang Kristen yang tidak lagi mendasarkan ajaran mereka dari ajaran rasul seperti Kekristenan mula-mula, tunjukkan dong, kelompok mana itu?
Menurut pendapatku, Katolik justru setia dan taat pada pengajaran rasul mula-mula. Berdasarkan catatan Alkitab, masih banyak yang harus dikatakan Tuhan Yesus Kristus yang belum dicatat dalam Alkitab. Dengan demikian, Katolik mengakomodir semua catatan Alkitab, termasuk ayat yang menyatakan masih banyak yang belum dicatat dalam Alkitab. Kelompok yang menamakan diri pengikut Kristus, namun menganut prinsip bahwa ajaran Kekristenan hanya yang telah tercatat dalam Alkitab, justru menyimpang. Tuhan tidak meninggalkan catatan bahan ajar rasul. Gereja mengkanon Alkitab, dan di Alkitab terkanon itu terdapat ayat bahwa jemaat Kristus harus memegang ajaran rasul baik lisan maupun tulisan. Selain itu, penggunaan kata "hanya" pada "Ajaran rasul hanya berdasar pada Alkitab saja" muncul pada abad XVI. Kenapa prinsip yang muncul abad XVI hendak merubah praktik yang sudah dilakoni sejak masih bersama Tuhan Yesus Kristus?

Salam damai.
Rawat empat konsensus nasional, Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika
Kita Bhinneka kita Indonesia
Kita berhikmat bangsa bermartabat
February 14, 2018, 10:44:58 AM
Reply #48
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 982
  • BIBLE IS TRUTH
Back to Bible artinya semua ajaran gereja yang sudah jauh menyimpang seperti mariology itu harus dikritik karena sama sekali tidak alkitabiah atau kembali kepada kebenaran ajaran Bible.Ooo... begitu.
Kalo kuperhatikan kata-kata yang digunakan dalam back to Bible, tidak kutemukan ajakan selain untuk kembali ke Alkitab, pertanda, pernah meninggalkan Alkitab.
Jika dirunut ke jemaat yang didirikan Tuhan Yesus Kristus, di mana ketika didirikan belum mengenal Alkitab seperti yang digunakan pengikut Kristus sekarang, dan hingga Tuhan Yesus Kristus naik ke sorga juga tidak meninggalkan Alkitab, lalu dalam perkembangan jemaat Kristus dikanonlah Alkitab yang digunakan sampai sekarang dan tidak pernah ditinggalkan. Dari runutan itu dapat diketahui bahwa prinsip back to Bible adalah ajakan yang tidak sesuai fakta.
Bagaimana bisa back to Bible sementara Bible tidak pernah ditinggal?

Salam damai.

Prinsip Back to Bible yg saya katakan diterima oleh semua denominasi Protestan bukan seperti karangan anda itu.
Prinsip itu diproklamirkan di abad ke 6 setelah semua Bible lengkap ditulis.
Anda memang tidak mau taat Bible malahan membeo begitu saja magisterium yg hanya ajaran manusia itu tanpa mengujinya dengan ajaran Bible.

February 14, 2018, 12:01:27 PM
Reply #49
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 3548
  • Gender: Male
  • Denominasi: Bukan Denominasi
Quote
Ooo... begitu.
Kalo kuperhatikan kata-kata yang digunakan dalam back to Bible, tidak kutemukan ajakan selain untuk kembali ke Alkitab, pertanda, pernah meninggalkan Alkitab.
Jika dirunut ke jemaat yang didirikan Tuhan Yesus Kristus, di mana ketika didirikan belum mengenal Alkitab seperti yang digunakan pengikut Kristus sekarang, dan hingga Tuhan Yesus Kristus naik ke sorga juga tidak meninggalkan Alkitab, lalu dalam perkembangan jemaat Kristus dikanonlah Alkitab yang digunakan sampai sekarang dan tidak pernah ditinggalkan. Dari runutan itu dapat diketahui bahwa prinsip back to Bible adalah ajakan yang tidak sesuai fakta.
Bagaimana bisa back to Bible sementara Bible tidak pernah ditinggal?
Prinsip Back to Bible yg saya katakan diterima oleh semua denominasi Protestan bukan seperti karangan anda itu.
Prinsip itu diproklamirkan di abad ke 6 setelah semua Bible lengkap ditulis.
Anda memang tidak mau taat Bible malahan membeo begitu saja magisterium yg hanya ajaran manusia itu tanpa mengujinya dengan ajaran Bible.
Kalo @debat mau bebal, silahkan saja. Tapi, kiranya jangan kebangatan, deh.
Menurut pengetahuan @debat, abad berapa Protestan lahir?
Yang kuketahui, Ptotestan lahir abad XVI, dipelopori oleh Martin Luther, sejak itu sampai sekarang, entah sampai kapan, kelompok-kelompok manusia yang menamakan diri pengikut Kristus, berkembang biak.

Bagaimana ceritanya, Back To Bible yang menurut @debat diproklamirkan abad VI, lalu sepuluh abad kemudian, diterima oleh semua denominasi Protestan? Atau, mungkin maksud @debat, dengan bermodalkan prinsip Back to Bible maka banyak orang yang merasa diri rasul, merasa pantas menyaingi Tuhan dalam hal mendirikan jemaat Kristus, maka kelompok-kelompok baru, yang terkategori sebagai denominasi bertambah lagi bertambah lagi?
Perjelas lagi, @debat.

Tentang yang kugarisbawahi, @Sotardugur Parreva ingin mengomentari, begini:
Kalimat @debat itu justru menunjukkan bahwa @debat tidak percaya Alkitab. Hanya pembohongan publik saja @debat mengaku percaya bahkan pikiran @debat berdasar pada catatan yang terdapat di Alkitab.
Mengapa kutulis begitu?
Karena di Mat 28:19-20, Tuhan Yesus Kristus memberikan kewenangan kepada 11 rasul untuk mengajarkan segala sesuatu yang diperintahkan-Nya. Dijanjinkan pula bahwa Tuhan Yesus Kristus senantiasa menyertai rasul sampai kepada akhir zaman. Jika @debat percaya pada kandungan arti Mat 28:19-20, maka idealnya, @debat menerima ajaran dari rasul atau penerus rasul yang diberi kewengangan mengajarkan segala sesuatu yang diperintahkan Tuhan Yesus Kristus.
Sangat disayangkan, @debat melakukan kebohongan publik, mengaku percaya pada tulisan di Alkitab, namun ternyata @debat tidak sepenuhnya percaya pada ayat-ayat  yang tertulis di Alkitab.

Salam damai.
« Last Edit: February 14, 2018, 12:09:46 PM by Sotardugur Parreva »
Rawat empat konsensus nasional, Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika
Kita Bhinneka kita Indonesia
Kita berhikmat bangsa bermartabat
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)