Author Topic: Mari kita kembali kepada Esensi Kekristenan yang semula.  (Read 4274 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

February 14, 2018, 12:51:15 PM
Reply #50
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12356
  • Gender: Male
  • Denominasi: Kharismatik - OSAS
Justru @alephtav dan orang-orang sepemahaman dengan @alephtavlah yang kunilai tidak mengerti.
Oke.
Tuhan Yesus Kristus menyatakan, Dia datang untuk menggenapi Hukum Taurat dan kitab para nabi (sekarang dikenal sebagai PL).Oke.
Di Alkitab itu dicatat, belum semua tanda yang diperbuat Yesus di hadapan murid-murid-Nya dicatat. Tercatat pula perkataan Tuhan Yesus Kristus, masih banyak yang harus dikatakan tetapi rasul belum sanggup menanggung. Dari situ kutangkap, bahwa belum semua yang harus dikatakan Tuhan Yesus Kristus tercatat dalam Alkitab.
Mengingat bahwa Tuhan Yesus Kristus tidak meninggalkan Alkitab, dan masih banyak yang harus dikatakan oleh Tuhan Yesus Kristus maka Tuhan Yesus Kristus memberikan kewenangan mengajar (Magisterium) kepada rasul dengan janji, senantiasa menyertai rasul sampai kepada akhir zaman.
Artinya, Tuhan Yesus Kristus masih senantiasa mengajar kepada jemaat-Nya melalui penerus rasul. jadi, pengajaran rasul tidak terbatas hanya pada yang sudah tercatat dalam Alkitab.Dari Pengajaran rasul itu sekarang sudah dibukukan menjadi Alkitab dan Back to bible itu adalah kembali kepada pengajaran rasul seperti di awal Kekristenan, tertangkap makna bahwa pengajaran rasul sudah dibukukan menjadi Alkitab, maka jika hendak kembali ke pengajaran seperti pada awal Kekristenan, para pengajar harus lebih dahulu membuang Alkitab. Begitukah?

Jika yang dimaksud adalah: pengajar mengajarkan semua yang telah dicatat dalam Alkitab itu, maka pengajaran yang dilakukan Katolik sekaranglah yang benar. Katolik mengajar berdasar pada kewenangan mengajar yang diterima langsung dari Tuhan Yesus Kristus. Apabila Tuhan Yesus Kristus dalam penyertaan-Nya kepada rasul (dan penerus rasul) hendak mengajarkan hal yang belum dicatat di Alkitab, sangat mungkin dilakukan. Pengajaran yang hanya berdasar pada yang tercatat dalam Alkitab, justru menjadi salah karena kontradiktif dengan ayat masih banyak yang harus dikatakan Yesus kepada rasul namun rasul belum sanggup menanggung.
O, begitu?
Siapa saja mereka?
Kekristenan mula-mula yang @alephtav maksudkan, itu sebelum atau sesudah terbentuknya Alkitab? Jika sebelum terbentuk Alkitab, rasul mengajar secara lisan. Setelah Alkitab terbentuk, justru dalam ayat Alkitab ada ayat yang menghimbau agar pengikut Kristus memegang teguh ajaran rasul baik yang lisan maupun yang tertulis. Nah, jika @alephtav mensinyalir bahwa banyak orang Kristen yang tidak lagi mendasarkan ajaran mereka dari ajaran rasul seperti Kekristenan mula-mula, tunjukkan dong, kelompok mana itu?
Menurut pendapatku, Katolik justru setia dan taat pada pengajaran rasul mula-mula. Berdasarkan catatan Alkitab, masih banyak yang harus dikatakan Tuhan Yesus Kristus yang belum dicatat dalam Alkitab. Dengan demikian, Katolik mengakomodir semua catatan Alkitab, termasuk ayat yang menyatakan masih banyak yang belum dicatat dalam Alkitab. Kelompok yang menamakan diri pengikut Kristus, namun menganut prinsip bahwa ajaran Kekristenan hanya yang telah tercatat dalam Alkitab, justru menyimpang. Tuhan tidak meninggalkan catatan bahan ajar rasul. Gereja mengkanon Alkitab, dan di Alkitab terkanon itu terdapat ayat bahwa jemaat Kristus harus memegang ajaran rasul baik lisan maupun tulisan. Selain itu, penggunaan kata "hanya" pada "Ajaran rasul hanya berdasar pada Alkitab saja" muncul pada abad XVI. Kenapa prinsip yang muncul abad XVI hendak merubah praktik yang sudah dilakoni sejak masih bersama Tuhan Yesus Kristus?

Salam damai.
Susah emang ngejelasin ke elu yang guobloknya gak ketulungan.

If salvation can be lost, then who is righteous enough to keep their own salvation?
February 14, 2018, 03:35:13 PM
Reply #51
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 3548
  • Gender: Male
  • Denominasi: Bukan Denominasi
Susah emang ngejelasin ke elu yang guobloknya gak ketulungan.
Guoblog @alephtav yang maha besar, sehingga enggak mampu menjelaskan pikiranmu sendiri, kenapa menuding sebaliknya? :coolsmiley:

Salam damai.

Rawat empat konsensus nasional, Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika
Kita Bhinneka kita Indonesia
Kita berhikmat bangsa bermartabat
February 15, 2018, 08:11:59 AM
Reply #52
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 982
  • BIBLE IS TRUTH
Prinsip Back to Bible yg saya katakan diterima oleh semua denominasi Protestan bukan seperti karangan anda itu.
Prinsip itu diproklamirkan di abad ke 6 setelah semua Bible lengkap ditulis.
Anda memang tidak mau taat Bible malahan membeo begitu saja magisterium yg hanya ajaran manusia itu tanpa mengujinya dengan ajaran Bible.Kalo @debat mau bebal, silahkan saja. Tapi, kiranya jangan kebangatan, deh.
Menurut pengetahuan @debat, abad berapa Protestan lahir?
Yang kuketahui, Ptotestan lahir abad XVI, dipelopori oleh Martin Luther, sejak itu sampai sekarang, entah sampai kapan, kelompok-kelompok manusia yang menamakan diri pengikut Kristus, berkembang biak.

Bagaimana ceritanya, Back To Bible yang menurut @debat diproklamirkan abad VI, lalu sepuluh abad kemudian, diterima oleh semua denominasi Protestan? Atau, mungkin maksud @debat, dengan bermodalkan prinsip Back to Bible maka banyak orang yang merasa diri rasul, merasa pantas menyaingi Tuhan dalam hal mendirikan jemaat Kristus, maka kelompok-kelompok baru, yang terkategori sebagai denominasi bertambah lagi bertambah lagi?
Perjelas lagi, @debat.

Tentang yang kugarisbawahi, @Sotardugur Parreva ingin mengomentari, begini:
Kalimat @debat itu justru menunjukkan bahwa @debat tidak percaya Alkitab. Hanya pembohongan publik saja @debat mengaku percaya bahkan pikiran @debat berdasar pada catatan yang terdapat di Alkitab.
Mengapa kutulis begitu?
Karena di Mat 28:19-20, Tuhan Yesus Kristus memberikan kewenangan kepada 11 rasul untuk mengajarkan segala sesuatu yang diperintahkan-Nya. Dijanjinkan pula bahwa Tuhan Yesus Kristus senantiasa menyertai rasul sampai kepada akhir zaman. Jika @debat percaya pada kandungan arti Mat 28:19-20, maka idealnya, @debat menerima ajaran dari rasul atau penerus rasul yang diberi kewengangan mengajarkan segala sesuatu yang diperintahkan Tuhan Yesus Kristus.
Sangat disayangkan, @debat melakukan kebohongan publik, mengaku percaya pada tulisan di Alkitab, namun ternyata @debat tidak sepenuhnya percaya pada ayat-ayat  yang tertulis di Alkitab.

Salam damai.

Anda kerjanya doyan ngecap tidak nyambung.
Prinsip Back to Bible itu dicetuskan dijaman Reformasi diabad pertengahan dimana semua Bible sudah lengkap tertulis.
Jadi apa yang salah ?
February 15, 2018, 09:04:02 AM
Reply #53
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 3548
  • Gender: Male
  • Denominasi: Bukan Denominasi
Anda kerjanya doyan ngecap tidak nyambung.
Prinsip Back to Bible itu dicetuskan dijaman Reformasi diabad pertengahan dimana semua Bible sudah lengkap tertulis.
Jadi apa yang salah ?
Poskan apa yang situ mengerti, jangan poskan yang situ tidak mengerti.
Ngecap? Yang mana yang situ maksud dengan ngecap?

Prinsip Back to Bible, artinya kembali ke Alkitab, begitu bukan?
Jika bukan, bagaimana menurut pemahamanmu?
Jika ya, mengapa kembali ke Alkitab? Kembali ke Alkitab, berarti pernah meninggalkan Alkitab, bukan?
Jika tidak, lantas kenapa kembali ke Alkitab?
Jika ya, kapan Alkitab ditinggalkan?

Apanya yang tidak nyambung?
Situ menyatakan bahwa prinsip back to Bible dikemukakan pada abad VI, dan diterima oleh semua kaum Protestan. Protestan sendiri mulai memisahkan diri abad XVI dipelopori oleh Martin Luther. Artinya, sejak abad VI (dikumandangkannya back to Bible menurut @debat) sampai ke abad XVI, prinsip back to Bible hanya prinsip yang tidak diaplikasikan. Begitu, bukan? Atau, @debat punya penjelasan lain?
Kemudian, menurut @debat, prinsip back to Bible itu diterima kaum Protestan, seiring dengan berkembang-biaknya kumpulan-kumpulan yang menamakan diri pengikut Kristus, dan jemaatnya disebut jemaat Kristus. Aneh, masing-masing kumpulan konon mengaplikasikan back to Bible, namun kumpulan yang satu tidak satu dengan kumpulan lainnya. Yang satu back to Bible tiba di kumpulannya, yang lain back to Bible dan tiba di kumpulannya. Masing-masing kumpulan independen.
Tidakkah nalar @debat mensinyalir ada kenaehan di situ?
Sama-sama back to Bible namun menetap dan bersikukuh di posisi berbeda. Emang ada berapa Bible sehingga back to Bible menurut si A menghantarnya ke tempat X, sementara back to Bible menurut si B menghantarnya ke tempat Y?

Bagian mananya yang tidak nyambung menurut @debat?
Muncul kesan, @debat tidak mengerti apa yang @debat sampaikan.

Salam damai.
Rawat empat konsensus nasional, Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika
Kita Bhinneka kita Indonesia
Kita berhikmat bangsa bermartabat
February 15, 2018, 10:51:41 AM
Reply #54
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 982
  • BIBLE IS TRUTH
Poskan apa yang situ mengerti, jangan poskan yang situ tidak mengerti.
Ngecap? Yang mana yang situ maksud dengan ngecap?

Prinsip Back to Bible, artinya kembali ke Alkitab, begitu bukan?
Jika bukan, bagaimana menurut pemahamanmu?
Jika ya, mengapa kembali ke Alkitab? Kembali ke Alkitab, berarti pernah meninggalkan Alkitab, bukan?
Jika tidak, lantas kenapa kembali ke Alkitab?
Jika ya, kapan Alkitab ditinggalkan?

Apanya yang tidak nyambung?
Situ menyatakan bahwa prinsip back to Bible dikemukakan pada abad VI, dan diterima oleh semua kaum Protestan. Protestan sendiri mulai memisahkan diri abad XVI dipelopori oleh Martin Luther. Artinya, sejak abad VI (dikumandangkannya back to Bible menurut @debat) sampai ke abad XVI, prinsip back to Bible hanya prinsip yang tidak diaplikasikan. Begitu, bukan? Atau, @debat punya penjelasan lain?
Kemudian, menurut @debat, prinsip back to Bible itu diterima kaum Protestan, seiring dengan berkembang-biaknya kumpulan-kumpulan yang menamakan diri pengikut Kristus, dan jemaatnya disebut jemaat Kristus. Aneh, masing-masing kumpulan konon mengaplikasikan back to Bible, namun kumpulan yang satu tidak satu dengan kumpulan lainnya. Yang satu back to Bible tiba di kumpulannya, yang lain back to Bible dan tiba di kumpulannya. Masing-masing kumpulan independen.
Tidakkah nalar @debat mensinyalir ada kenaehan di situ?
Sama-sama back to Bible namun menetap dan bersikukuh di posisi berbeda. Emang ada berapa Bible sehingga back to Bible menurut si A menghantarnya ke tempat X, sementara back to Bible menurut si B menghantarnya ke tempat Y?

Bagian mananya yang tidak nyambung menurut @debat?
Muncul kesan, @debat tidak mengerti apa yang @debat sampaikan.

Salam damai.

Martin Luther mencanangkan Back to Bible karena memang gerejanya pada saat itu sudah jauh meninggalkan Bible krn hanya cari untung dgn menjual surat pengampunan dosa dan segala macam ajaran tradisi manusia lainnya.

Makanya gereja diserukan harus kembali ke Bible dalam arti bahwa semua doktrin gereja harus mengacu dan berlandaskan kepada kebenaran Bible yg pada saat itu sudah lengkap tertulis.
February 20, 2018, 09:46:33 PM
Reply #55
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 3548
  • Gender: Male
  • Denominasi: Bukan Denominasi
Martin Luther mencanangkan Back to Bible karena memang gerejanya pada saat itu sudah jauh meninggalkan Bible krn hanya cari untung dgn menjual surat pengampunan dosa dan segala macam ajaran tradisi manusia lainnya.

Makanya gereja diserukan harus kembali ke Bible dalam arti bahwa semua doktrin gereja harus mengacu dan berlandaskan kepada kebenaran Bible yg pada saat itu sudah lengkap tertulis.
Maksud @debat, Martin Luther yang hidup dari tahun 1483 sampai tahun 1546 itu, bukan? Itu akhir abad XV sampai pertengahan abad XVI.

Lhah, @debat memposkan ini:
Prinsip Back to Bible itu dicanangkan diabad ke 6 dimana Bible sudah lengkap ditulis PL dan PB.
Apakah sejak abad VI (seperti posmu itu), sampai akhir abad XV, Back to Bible itu hanya slogan, atau teori, atau keinginan, yang kemudian baru diterapkan oleh Martin Luther pada abad XVI? Lalu disusul pula oleh orang lain yang juga penganut prinsip Back to Bible menerapkannya dan menghantar mereka ke tempat yang berbeda-beda? Martin Luther dan penganut prinsip Back to Bible lainnya menerapkan Back to Bible, kemudian mereka tiba di kelompok-kelompok yang berbeda dan saling menyesatkan, begitu?

Dari hasil akhir Back to Bible yang @debat agungkan itu menghasilkan kelompok yang saling hujat, yakinkah @debat yang begitu itu berasal dari Tuhan? Kuyakini, Tuhan tidak ingin memecah. Tuhan ingin menyatukan. Dengan demikian, bisa dipastikan, Back to Bible adalah ajaran sesat.

Salam damai.
Rawat empat konsensus nasional, Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika
Kita Bhinneka kita Indonesia
Kita berhikmat bangsa bermartabat
February 22, 2018, 05:52:22 AM
Reply #56
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 982
  • BIBLE IS TRUTH
Maksud @debat, Martin Luther yang hidup dari tahun 1483 sampai tahun 1546 itu, bukan? Itu akhir abad XV sampai pertengahan abad XVI.

Lhah, @debat memposkan ini:Apakah sejak abad VI (seperti posmu itu), sampai akhir abad XV, Back to Bible itu hanya slogan, atau teori, atau keinginan, yang kemudian baru diterapkan oleh Martin Luther pada abad XVI? Lalu disusul pula oleh orang lain yang juga penganut prinsip Back to Bible menerapkannya dan menghantar mereka ke tempat yang berbeda-beda? Martin Luther dan penganut prinsip Back to Bible lainnya menerapkan Back to Bible, kemudian mereka tiba di kelompok-kelompok yang berbeda dan saling menyesatkan, begitu?

Dari hasil akhir Back to Bible yang @debat agungkan itu menghasilkan kelompok yang saling hujat, yakinkah @debat yang begitu itu berasal dari Tuhan? Kuyakini, Tuhan tidak ingin memecah. Tuhan ingin menyatukan. Dengan demikian, bisa dipastikan, Back to Bible adalah ajaran sesat.

Salam damai.

Jelaskan dulu apa maksud anda dengan istilah Back to Bible itu ?
February 22, 2018, 07:52:48 PM
Reply #57
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 3548
  • Gender: Male
  • Denominasi: Bukan Denominasi
Jelaskan dulu apa maksud anda dengan istilah Back to Bible itu ?
Luar biasa.
Sudah baca Reply#53?
Kalau belum, silahkan baca.
Kalau sudah, kenapa masih bertanya? Ada yang tidak @debat mengerti dari Reply#53?
Apakah yang sepertimu tidak patut disebut sebagai pemilik nalar jeblok?
Sujah dijelaskan, masih menanyakan?

Salam damai.
Rawat empat konsensus nasional, Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika
Kita Bhinneka kita Indonesia
Kita berhikmat bangsa bermartabat
February 23, 2018, 07:30:49 AM
Reply #58
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 982
  • BIBLE IS TRUTH
Luar biasa.
Sudah baca Reply#53?
Kalau belum, silahkan baca.
Kalau sudah, kenapa masih bertanya? Ada yang tidak @debat mengerti dari Reply#53?
Apakah yang sepertimu tidak patut disebut sebagai pemilik nalar jeblok?
Sujah dijelaskan, masih menanyakan?

Salam damai.

Back to Bible artinya bukan seperti penafsiran anda yang sangat kekanak-kanakan itu mas.
Kembali ke Bible artinya ajaran Gereja harus berdasarkan apa yang diajarkan didalam Bible.
Istilah "Kembali" disini bukan dalam artian  naik bus kota bisa bolak balik tetapi taat azas kepada kebenaran Bible mas habis Gereja dijaman itu sudah jauh meninggalkan ajaran Bible.
Logika anda nyungsep lagi nampaknya karena jarang dipakai ya ?
February 23, 2018, 03:35:50 PM
Reply #59
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 3548
  • Gender: Male
  • Denominasi: Bukan Denominasi
Quote
Luar biasa.
Sudah baca Reply#53?
Kalau belum, silahkan baca.
Kalau sudah, kenapa masih bertanya? Ada yang tidak @debat mengerti dari Reply#53?
Apakah yang sepertimu tidak patut disebut sebagai pemilik nalar jeblok?
Sujah dijelaskan, masih menanyakan?
Back to Bible artinya bukan seperti penafsiran anda yang sangat kekanak-kanakan itu mas.
Kembali ke Bible artinya ajaran Gereja harus berdasarkan apa yang diajarkan didalam Bible.
Istilah "Kembali" disini bukan dalam artian  naik bus kota bisa bolak balik tetapi taat azas kepada kebenaran Bible mas habis Gereja dijaman itu sudah jauh meninggalkan ajaran Bible.
Logika anda nyungsep lagi nampaknya karena jarang dipakai ya ?
Nalar jeblok @debat tidak mengerti apa yang @debat tulis dan poskan.
Kekanak-kanakan? @debat sendiri yang kekanak-kanakan, sampai mengklaim bahwa Back to Bible dicanangkan abad VI, tanpa informasi pendukung apapaun. Yang begitu yang kekanak-kanakan, tapi @debat nekat menuding partisipan lain kekanak-kanakan. Jika hanya menuliskan suatu pernyataan yang tidak ada info pendukungnya, itu adalah anak imbisil yang merasa tidak perlu menyatakan hal benar.

Lalu, tulis @debat lagi: Kembali ke Bible artinya ajaran Gereja harus berdasarkan apa yang diajarkan didalam Bible. Emang kapan Bible tidak digunakan sebagai inspirasi ajaran Gereja? Konyol.

Logika @debatlah yang nyungsep, tapi menuding sebaliknya. @drbat itu tidak punya kemampuan analisis yang cukup, tapi memaksakan diri mendebat. Bahkan Tuhan yang tidak meninggalkan Alkitab sebagai bahan ajar rasulpun hendak @debat debat, mengharuskan Bible sebagai landasan hidup menggereja. Luar biasa jeblok, tegar tengkuk, bebal, dan konyol, kan?

Salam damai.
Rawat empat konsensus nasional, Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika
Kita Bhinneka kita Indonesia
Kita berhikmat bangsa bermartabat
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)