Author Topic: Mari kita kembali kepada Esensi Kekristenan yang semula.  (Read 4877 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

February 24, 2018, 06:45:51 AM
Reply #80
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 982
  • BIBLE IS TRUTH
Konyoool... konyol.
Daya tangkap @debat sendiri yang sangat lemah, memprihatinkan, namun menuding sebaliknya.

Bukankah @debat membaca judul paragraf itu? Diberi judul Penyalahgunaan dengan ukuran font yang lebih besar. Kemudian, bukankah kata memasarkan diberi tanda kutip tunggal? Apa artinya?
Jika nalar @debat sehat, dengan membaca mulai dari Indulgensi ke Makna ke Persyaratan Umum ke Macam Indulgensi dan Cara Memperolehnya ke Indulgensi Bagi yang Telah Meninggal ke Indulgensi Saat Minggu Kerahiman Ilahi adakah @debat temukan surat penghapusan dosa? Sama sekali tidak kutemukan surat penghapusan dosa pada paragraf-paragraf itu. Jika @debat menemukan, coba [iquote[/i]kan.

Lalu, sampai ke paragraf Penyalahgunaan, ditulis 'memasarkan' surat indulgensi. Kenapa dari paragraf awal tidak mengindikasikan adanya surat indulgensi, lalu tiba-tiba di paragraf Penyalahgunaan dikatakan 'memasarkan'? Dari mana surat indulgensi yang 'dipasarkan' itu?

Pengampunan dosa, penghapusan dosa, atau indulgensi tidak melibatkan surat-suratan. Namun, Johann Tetzel memunculkan surat indulgensi, atau surat penghapusan dosa, dan 'memasarkannya'. Itu adalah penyimpangan, dan nalar jeblok @debat tidak mampu menangkapnya. Penghapusan dosa, atau pengampunan dosa, atau indulgensi tidak memerlukan surat, namun Johann Tetzel membuat dan 'memasarkan' surat penghapusan dosa atau surat pengampunan dosa, atau surat indulgensi. Dengan nekat pula @debat menuding orang lain tidak dapat menangkap, padahal, @debat yang tidak dapat menangkap. Jeblok.

Salam damai.

Lalu, di paragraf Penyimpangan dikatakan 'memasarkan',

Keterlibatan gereja dengan penjualan SPD itu jelas adalah bukti yang tidak mungkin anda pungkiri mas,sebab itulah pemicu lahirnya gerakan Reformasi.
Jiwa anda sudah dibutakan oleh ajaran ngaco sehingga tidak memiliki pikiran yang sehat lagi.

February 24, 2018, 06:07:35 PM
Reply #81
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 5249
  • Gender: Male
  • Denominasi: Bukan Denominasi
Keterlibatan gereja dengan penjualan SPD itu jelas adalah bukti yang tidak mungkin anda pungkiri mas,sebab itulah pemicu lahirnya gerakan Reformasi.
Jiwa anda sudah dibutakan oleh ajaran ngaco sehingga tidak memiliki pikiran yang sehat lagi.
Memang sangat lemah daya analisismu. Semakin memperjelas, pemilihan namamu sebagai debat, hanya berdasar nafsu tanpa ngaca menimbulkan kekonyolan. Dengan kemampuan yang @debat miliki sangat memprihatinkan, hanya memalukan diri sendiri maju ke ajang debat. Konyol karena bernalar jeblok.

Setelah ditunjukkan bahwa referensi yang @debat ajukan tidak mendukung tulisanmu bahwa penjualan surat penghapusan dosa adalah kebijakan Gereja, sekarang @debat ngacir ke penjualan surat penghapusan dosa melibatkan Gereja. Memalukan. @debat yang dibutakan ajaran sesat abad XVI, tapi nekat menuding sebaliknya dengan memfitnah. Nalar @debat yang sakit, tapi tanpa sungkan menuding nalar pihak lain tidak sehat. Mengaku pengikut Kristus pula.

Jika Gereja diartikan sebagai perorangan pengikut Kristus yang sudah dibaptis dalam nama Bapa dan Putra dan ROH KUDUS, betul bahwa kasus penjualan surat penghapusan dosa melibatkan Gereja. Dalam kasus itu, pengambil inisiatif menjual surat penghapusan dosa, dilakukan oleh orang yang sudah dibaptis. Namun, kesalahan seorang anggota Gereja tidak dapat menggeneralisasi bahwa ajaran Gereja salah. Catat itu baik-baik. Kekonyolan nalar sakit yang @debat miliki bukan menjadikan ajaran Gereja menjadi salah. Setelah ditunjukkan bahwa @debat salah mengartikan referensi yang @debat pilih sendiri, lantas kebebalan @debat menganut 'pokoke'. Walau referensi yang tadinya penuh semangat @debat ajukan, sembari menuding daya tangkap @Sotadugur Parreva lemah, dan kemudian ditunjukkan bahwa daya tangkap @debat sendiri yang memprihatinkan, kemudian @debat menggunakan 'pokoke'. Di nalar sakit @debat mematok: 'Pokoke' Gereja harus salah. Semata-mata karena nalar yang sudah terbungkus oleh ajaran sesat abad XVI.

Pendukung pikiran dan penganut pikiran yang sama dengan Pemberontak Gereja abad XVI tidak sungkan memfitnah demi upaya memecah Gereja. Walau Martin Luther mengajukan 95 tesis, namun karena kasus penjualan surat penghapusan dosa yang nyata-nyata dianggap sesuai fakta, tidak sungkan mengajukan bahwa reformasi dipicu oleh kasus penjualan surat pengampunan dosa. Martin Luther yang merasa 'lebih hebat' daripada Paus Leo X, hilang terbungkus oleh hasrat berontak. Karena Martin Luther merasa 'lebih bagus' daripada Leo X, dia memakukan 95 tesisnya di pintu gedung Gereja.

@debat sebagai seorang pendukung Martin Luther, tanpa sungkan menuding bahwa @Sotardugur Parreva tidak memahami sejarah, demi mengajukan referensi untuk menudingkan bahwa penjualan surat penghapusan dosa adalah kebijakan Gereja. @debat melupakan 95 tesis Martin Luther dan merasa memahami segala hal, menuding penjualan surat penghapusan dosa adalah kebijakan Gereja. Setelah referensi yang diajukan dianalisis, ternyata kemampuan analisis @debat yang jeblok, dan menegarkan tengkuk mengemukakan teori 'pokoke'. Ruarr biasah.

Salam damai.
Rawat empat konsensus nasional, Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika
Kita Bhinneka kita Indonesia
Kita berhikmat bangsa bermartabat
February 26, 2018, 06:41:29 AM
Reply #82
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 982
  • BIBLE IS TRUTH
Memang sangat lemah daya analisismu. Semakin memperjelas, pemilihan namamu sebagai debat, hanya berdasar nafsu tanpa ngaca menimbulkan kekonyolan. Dengan kemampuan yang @debat miliki sangat memprihatinkan, hanya memalukan diri sendiri maju ke ajang debat. Konyol karena bernalar jeblok.

Setelah ditunjukkan bahwa referensi yang @debat ajukan tidak mendukung tulisanmu bahwa penjualan surat penghapusan dosa adalah kebijakan Gereja, sekarang @debat ngacir ke penjualan surat penghapusan dosa melibatkan Gereja. Memalukan. @debat yang dibutakan ajaran sesat abad XVI, tapi nekat menuding sebaliknya dengan memfitnah. Nalar @debat yang sakit, tapi tanpa sungkan menuding nalar pihak lain tidak sehat. Mengaku pengikut Kristus pula.

Jika Gereja diartikan sebagai perorangan pengikut Kristus yang sudah dibaptis dalam nama Bapa dan Putra dan ROH KUDUS, betul bahwa kasus penjualan surat penghapusan dosa melibatkan Gereja. Dalam kasus itu, pengambil inisiatif menjual surat penghapusan dosa, dilakukan oleh orang yang sudah dibaptis. Namun, kesalahan seorang anggota Gereja tidak dapat menggeneralisasi bahwa ajaran Gereja salah. Catat itu baik-baik. Kekonyolan nalar sakit yang @debat miliki bukan menjadikan ajaran Gereja menjadi salah. Setelah ditunjukkan bahwa @debat salah mengartikan referensi yang @debat pilih sendiri, lantas kebebalan @debat menganut 'pokoke'. Walau referensi yang tadinya penuh semangat @debat ajukan, sembari menuding daya tangkap @Sotadugur Parreva lemah, dan kemudian ditunjukkan bahwa daya tangkap @debat sendiri yang memprihatinkan, kemudian @debat menggunakan 'pokoke'. Di nalar sakit @debat mematok: 'Pokoke' Gereja harus salah. Semata-mata karena nalar yang sudah terbungkus oleh ajaran sesat abad XVI.

Pendukung pikiran dan penganut pikiran yang sama dengan Pemberontak Gereja abad XVI tidak sungkan memfitnah demi upaya memecah Gereja. Walau Martin Luther mengajukan 95 tesis, namun karena kasus penjualan surat penghapusan dosa yang nyata-nyata dianggap sesuai fakta, tidak sungkan mengajukan bahwa reformasi dipicu oleh kasus penjualan surat pengampunan dosa. Martin Luther yang merasa 'lebih hebat' daripada Paus Leo X, hilang terbungkus oleh hasrat berontak. Karena Martin Luther merasa 'lebih bagus' daripada Leo X, dia memakukan 95 tesisnya di pintu gedung Gereja.

@debat sebagai seorang pendukung Martin Luther, tanpa sungkan menuding bahwa @Sotardugur Parreva tidak memahami sejarah, demi mengajukan referensi untuk menudingkan bahwa penjualan surat penghapusan dosa adalah kebijakan Gereja. @debat melupakan 95 tesis Martin Luther dan merasa memahami segala hal, menuding penjualan surat penghapusan dosa adalah kebijakan Gereja. Setelah referensi yang diajukan dianalisis, ternyata kemampuan analisis @debat yang jeblok, dan menegarkan tengkuk mengemukakan teori 'pokoke'. Ruarr biasah.

Salam damai.

Sumber saya itu adalah sumber obyektif jadi tidak bias mas.
Dan buktinya ajaran palsu itu bukan soal SPD itu saja tetapi masih berjibun seperti mariology itu atau papacy sehingga siapapun tidak bisa menyangkal bahwa gerakan Reformasi itu muncul dari dalam tubuh Gereja sendiri yang mau mengoreksi doktrin Gereja yang sudah jauh menyimpang dari Bible itu.
February 26, 2018, 06:40:18 PM
Reply #83
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 5249
  • Gender: Male
  • Denominasi: Bukan Denominasi
Sumber saya itu adalah sumber obyektif jadi tidak bias mas.
Dan buktinya ajaran palsu itu bukan soal SPD itu saja tetapi masih berjibun seperti mariology itu atau papacy sehingga siapapun tidak bisa menyangkal bahwa gerakan Reformasi itu muncul dari dalam tubuh Gereja sendiri yang mau mengoreksi doktrin Gereja yang sudah jauh menyimpang dari Bible itu.
Sumbermu yang obyektif itu, sama sekali tidak menyatakan bahwa penjualan surat penghapusan dosa adalah kebijakan Gereja. Hanya nalar @debat yang sudah terbungkus rapat oleh ajaran sesat abad XVI saja mau menganut teori "POKOKE".
Teori "POKOKE" yang @debat anut itu mendorong @debat pada poin ini menambah-nambah hal pemicu reformasi. Tadinya menuding "penjualkan surat penghapusan dosa" sebagai pemicu reformasi, dan dengan penuh semangat mengajukan situs sebagai referensi. Setelah referensi bersangkutan diulas, terbukti bahwa hasil pelintiran terhadap referensi itulah yang menghasilkan simpulan beraroma fitnah.
Sekarang ngacir ke Mariologi kembali. Mengisyaratkan, hendak menerapkan teroi "POKOKE", hendak mengatakan, "POKOKE Gereja harus salah".
Memprihatinkan. Sudah nalar jeblok, tegar tengkuk, bebal, konyol, pembohong, ternyata suka memelintir lagi, nekat mengunakan nama @debat, dan tanpa sungkan tanpa malu-malu memamerkan kedogolan. Nekat pula masuk forum interaksi. Ya, terbuka semua faktor negatifmu, @debat.
Mungkin sudah saatnya @debat tampil dengan nama lain? Saranku, jika belum introspeksi, urungkan saja niat debatmu itu. Baca-baca saja, menambah pengetahuan, menambah kemampuan analisis, dan lain-lain.

Salam damai.
Rawat empat konsensus nasional, Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika
Kita Bhinneka kita Indonesia
Kita berhikmat bangsa bermartabat
February 27, 2018, 05:24:23 AM
Reply #84
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 982
  • BIBLE IS TRUTH
Sumbermu yang obyektif itu, sama sekali tidak menyatakan bahwa penjualan surat penghapusan dosa adalah kebijakan Gereja. Hanya nalar @debat yang sudah terbungkus rapat oleh ajaran sesat abad XVI saja mau menganut teori "POKOKE".
Teori "POKOKE" yang @debat anut itu mendorong @debat pada poin ini menambah-nambah hal pemicu reformasi. Tadinya menuding "penjualkan surat penghapusan dosa" sebagai pemicu reformasi, dan dengan penuh semangat mengajukan situs sebagai referensi. Setelah referensi bersangkutan diulas, terbukti bahwa hasil pelintiran terhadap referensi itulah yang menghasilkan simpulan beraroma fitnah.
Sekarang ngacir ke Mariologi kembali. Mengisyaratkan, hendak menerapkan teroi "POKOKE", hendak mengatakan, "POKOKE Gereja harus salah".
Memprihatinkan. Sudah nalar jeblok, tegar tengkuk, bebal, konyol, pembohong, ternyata suka memelintir lagi, nekat mengunakan nama @debat, dan tanpa sungkan tanpa malu-malu memamerkan kedogolan. Nekat pula masuk forum interaksi. Ya, terbuka semua faktor negatifmu, @debat.
Mungkin sudah saatnya @debat tampil dengan nama lain? Saranku, jika belum introspeksi, urungkan saja niat debatmu itu. Baca-baca saja, menambah pengetahuan, menambah kemampuan analisis, dan lain-lain.

Salam damai.

Baca lagi kutipan saya itu yg tidak bisa anda bantah bahwa gereja terlibat krn uangnya juga masuk ke kas gereja dan dipakai membangun Basilika.
Itu sejarah yang tidak bisa dibantah manusia yg berakal sehat kecuali akalnya sedang sakit seperti anda.
Bayangkan Martin Luther seorang pengajar Bible tiba tiba menemukan ajaran kertas bisa mengurangi dosa manusia ???????
Sudah itu bisa digunakan untuk mencari keuntungan dgn melawan apa yang dilarang Bible.
Gawat sekali ajaran ini ?????
Makanya dia lalu memberontak melawan ajaran yang menyesatkan itu.
Makanya baca lagi dan renungkan kutipan saya itu mas sebelum terlambat agar anda segera bertobat.

February 27, 2018, 08:39:02 AM
Reply #85
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 5249
  • Gender: Male
  • Denominasi: Bukan Denominasi
Baca lagi kutipan saya itu yg tidak bisa anda bantah bahwa gereja terlibat krn uangnya juga masuk ke kas gereja dan dipakai membangun Basilika.
Itu sejarah yang tidak bisa dibantah manusia yg berakal sehat kecuali akalnya sedang sakit seperti anda.
Bayangkan Martin Luther seorang pengajar Bible tiba tiba menemukan ajaran kertas bisa mengurangi dosa manusia ???????
Sudah itu bisa digunakan untuk mencari keuntungan dgn melawan apa yang dilarang Bible.
Gawat sekali ajaran ini ?????
Makanya dia lalu memberontak melawan ajaran yang menyesatkan itu.
Makanya baca lagi dan renungkan kutipan saya itu mas sebelum terlambat agar anda segera bertobat.
Memang @debat itu konyol.
Situ kira, arus informasi ketika itu sudah selancar sekarang?
Situ kira, terhadap masuknya uang ke suatu organisasi sosial, organisasi kemasyarakatan, organisasi keagamaan atau organisasi-organisasi sejenis, dilakukan screening? Uang sudah dikirim, ya diterima. Kemudian, setelah diketahui ternyata uang bersumber dari penyalahgunaan pelayanan Gereja, dihentikan.

Ah, nalar jeblokmu nggak bakalan nyampe, deh.
Rawat empat konsensus nasional, Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika
Kita Bhinneka kita Indonesia
Kita berhikmat bangsa bermartabat
February 27, 2018, 08:43:38 AM
Reply #86
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 982
  • BIBLE IS TRUTH
Memang @debat itu konyol.
Situ kira, arus informasi ketika itu sudah selancar sekarang?
Situ kira, terhadap masuknya uang ke suatu organisasi sosial, organisasi kemasyarakatan, organisasi keagamaan atau organisasi-organisasi sejenis, dilakukan screening? Uang sudah dikirim, ya diterima. Kemudian, setelah diketahui ternyata uang bersumber dari penyalahgunaan pelayanan Gereja, dihentikan.

Ah, nalar jeblokmu nggak bakalan nyampe, deh.

Sumber dana kalau dengan memanipulasi Firman Tuhan itu namanya penipuan mas dan dosa besar.
Tidak mungkin kertas bisa mengurangi atau menghapus dosa manusia selain darah Kristus.
February 28, 2018, 12:44:58 AM
Reply #87
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 5249
  • Gender: Male
  • Denominasi: Bukan Denominasi
Sumber dana kalau dengan memanipulasi Firman Tuhan itu namanya penipuan mas dan dosa besar.
Tidak mungkin kertas bisa mengurangi atau menghapus dosa manusia selain darah Kristus.
Memang ndableg, deh.
Di reply#70, @debat bertanya keyakinan @Sotardugur Parreva mengenai pengaminan penjualan surat pengampuna dosa. @debat memastikan bahwa penjualan surat penghapusan dosa dilakukan oleh organ gereja. @debat menuding @Sotardugur Parreva sebagai orang paling munafik.

Di Reply#71, @Sotardugur Parreva menanggapi:
-   Pengakuan dosa jemaat tidak pakai surat-menyurat;
-   Gejala kemunafikan ada pada partisipan yang suka memposkan hal yang tidak dimengerti;
-   Apa organ gereja yang @debat maksud?
-   Apakah @debat pernah membeli surat pengampunan dosa?

Pada Reply#72, @debat bukan merespon Reply#71, melainkan seperti ngedumel bahwa penjualan surat penghapusan dosa adalah fakta sejarah. @debat ‘mendomplengi’ posnya dengan antipasti terhadap Mariologi.

Di Reply#73, @Sotarduur Parreva menjelaskan tidak ada yang mengingkari penjualan surat pengakuan dosa pernah dilakukan oleh para penggiat Gereja. Kesalahan seorang atau beberapa orang yang menyimpang dari ajaran Gereja tidak menunjukkan ajaran Gereja salah.

Di Reply#74 @debat ngotot menuding bahwa penjualan surat penghapusan dosa adalah kebijakan Gereja dengan memanipulasi Firman Tuhan. @debat menyerempet ke Api Penyucian.

Di Reply#75 @Sotardugur Parreva mencoba menjelaskan sedikit tentang Api Penyucian.

Di Reply#76, @debat menuding @Sotardugur Parreva tidak paham sejarah, bahwa penjualan surat penghapusan dosa adalah kebijakan Gereja. @debat pura-pura pintar sejarah, dengan mengajukan referensi Wikipedia, yang menurut @debat menyatakan penjualan surat penghapusan dosa adalah kebijakan Gereja.

Di Reply#77, @Sotardugur Parreva meminta agar @debat meng-quote bagian Wikipedia tersebut yang menjadi landasan tulisan @debat sebelumnya.

Di Reply#78, @debat menuding daya tangkap @Sotardugur Parreva lemah. @debat tidak menunjukkan bagian dari Wikipedia tersebut yang @debat jadikan landasan tulisan, melainkan menuding seenak perut saja, tanpa info pendukung.

Di Reply#79, @Sotardugur Parreva menjelaskan Wikipedia yang @debat ajukan referensi tersebut. @Sotardugur Parreva memperlihatkan bahwa kedogolan @debat mengartikan Wikipedia tersebut secara salah.

Di Reply#80, @debat ngotot tanpa argumen, menuding keterlibatan Gereja dalam penjualan surat penghapusan dosa. Tidak lupa @debat menuding bahwa jiwa @Sotardugur Parreva sudah dibutakan.

Di Reply#81, @Sotardugur Parreva menunjukkan kejeblokan nalar @debat yang mengajukan referensi ternyata @debat artikan salah. Karena sudah merasa terlanjur salah, @debat ngotot dengan mencoba menerapkan jurus ‘POKOKE’. Bukan mengakui kesalahan berpikir dalam pengajuan referensi, @debat malah ngotot, ‘pokoke’ Gereja harus salah.

Di Reply#82, @debat mencoba berdalih, bahwa referensinya obyektif. Lalu, @debat mencoba memperlebar pembahasan ke hal-hal lain yang menurut @debat adalah pemicu reformasi.

Di Reply#83, @Sotardugur Parreva mengakui keobyektifan referensi @debat, namun @debat salah mengartikannya, seolah-olah sejalan dengan pikiran @debat yang anti Gereja, padahal, referensi itu bercerita tentang penyalahgunaan indulgensi oleh penggiat Gereja. Juga, @Sotardugur Parreva menunjukkan prinsip ‘POKOKE’ yang akan @debat terapkan.

Di Reply#84, @debat mencoba memperkuat tudingan bahwa penjualan surat penghapusan dosa adalah kebijakan Gereja, dengan bukti bahwa uang hasil penjualan surat penghapusan dosa masuk ke Gereja untuk membangun Basilika.

Di Reply#85, @Sotardugur membuka pemahaman @debat bahwa arus informasi saat itu belum selancar sekarang.

Dan di Reply#86 seperti ter-quote di atas, tersirat bahwa di nalar jeblok @debat masih bersarang hal-hal busuk, menuding bahwa penjualan surat penghapusan dosa adalah kebijakan Gereja.
Luar biasa bebal.

Memang tidak ada kebaikan yang dapat diharapkan dari menusia nalar jeblok, tegar tengkuk, bebal, dan konyol. Sudah salah, ngotot pula. Bukannya introspeksi diri, malah mendemonstarikan kedogolan.
Rawat empat konsensus nasional, Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika
Kita Bhinneka kita Indonesia
Kita berhikmat bangsa bermartabat
March 27, 2018, 11:40:45 PM
Reply #88
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 8870
  • Gender: Male
  • Shihonage
  • Denominasi: Sebelum muncul kata "denominasi".
.
yang jelas gereja perdana bukanlah GRK (gereja khatolik roma) divatikan..Gereja perdana lahir di Yerusalem (Kisah 1:8) Petrus dan beberapa murid-murid Tuhan Yesus yang lain membawa Injil ke Yudea (Kisah 1-7). Filipus dan murid-murid yang lain pergi ke Samaria dan sekitarnya (Kisah 8).
Gereja Katolik Roma memiliki mata rantai Rasuliah dari Rasul Petrus, dan dengan demikian GKR juga merupakan Gereja Perdana, selain Gereja Orthodox yang memiliki mata rantai Rasuliah dari para Rasul lainnya.
Nantikanlah hari kematianmu setiap pagi... Itulah jembatan yang membawamu kepada Kristus.
March 29, 2018, 08:11:35 PM
Reply #89
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1097
  • There is none like You
Gereja Katolik Roma memiliki mata rantai Rasuliah dari Rasul Petrus, dan dengan demikian GKR juga merupakan Gereja Perdana, selain Gereja Orthodox yang memiliki mata rantai Rasuliah dari para Rasul lainnya.
Tidak..

Silahkan berikan fakta mana yg km bilang bahwa Gereja km adalah gereja mula2?

Dan saya tidak pernah berkata bahwa Gereja mula2 adalah aliran Protestan. Yg saya tekankan adalah Gereja mula2 mempunyai ciri2 khas sendiri yg berbeda dgn gereja Roma Katolik maupun Protestan

Misalnya mengenai doktrin Ekaristi, ada yg mempercayai doktrin yg mirip dgn gereja km, ada juga yg percayai spt yg Protestan ajarkan. Gereja mula2 juga mempunyai tradisi2 yg baik Gereja km maupun Protestan tidak ikuti lagi.

Dan kalau km tetap besikeras berkata bahwa gereja km adalah gereja mula2, silahkan berikan bukti bahwa segala sesuatu yg gereja ajarkan juga dipercayai dan diterima oleh gereja mula2. Hal ini tidak bisa km buktikan,

sebab ?

gereja mula2 tidak percaya adanya dogma Maria diangkat ke surga, tidak percaya dogma papal infallibility, tidak percaya adanya purgatory, dll bejibun.

TUHAN YESUS MEMBERKATI
ZheZhu
Yohanes 14:23 (TB) 
Jawab Yesus: "Jika seorang mengasihi Aku, ia akan menuruti firman-Ku dan Bapa-Ku akan mengasihi dia dan Kami akan datang kepadanya dan diam bersama-sama dengan dia.
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)