Author Topic: Satu Kodrat Inkarnasi ( Mia Physis tou Theou Logou Sesarkomene )  (Read 1218 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

November 14, 2015, 07:49:48 AM
Reply #10
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1543
Kesepakatan yang mana?

Kalau anda Katholik Roma, silahkan bertanya pada uskup anda tentang "Gereja Kami", Kesepakatan apa yang dibuat Vatikan dengan Gereja kami, pada Tahun 1984 lalu, oleh Paus Yohanes Paulus II,  untuk mengakhiri permusuhan yang telah berlangsung selama "1.500 Tahun".

Dari sejak Era Tahun 1.800 lalu, Katholik Roma telah berusa untuk melakukan "Perdamaian" dengan Gereja kami, tetapi semua misi dan juru runding dari Vatikan "gagal" mencapai perdamaian yang diinginkan, karena Gereja kami tetap "Menolak" untuk "Mengakui Katholik Roma".

Tetapi Sejak Era Tahun 1970-an, Katholik Roma kembali aktif melakukan "Perundingan misi perdamian" dengan Gereja kami, Team Perunding dari Katholik Roma, dipimpin oleh seorang "yang Brilian" dan akhirnya "berhasil melunakan hati tokoh - tokoh gereja kami", hingga lahirlah "Kesepakatan damai yang mengakhiri permusuhan yang sudah berlangsung selama kurang - lebih 1.500 tahun lamanya".

Dalam kesepakatan damai tersebut, "Disetujui beberapa point keputusan", dimana point terpenting adalah, dikeluarkannya "Fatwa" dari Paus Yohanes Paulus II, bahwa : "Seluruh umat Katholik Roma, dapat melakukan Ekaristi bersama di Gereja kami".==> Mungkin, kami satu-satunya Gereja yang "diakui" oleh Vatikan di luar Katholik Roma.

Tapi sudahlah, semua itu hanya bagian dari dinamika sejarah perkembangan Kristen dan saya pribadi ( sekarang ini ), tidak tertarik lagi untuk mengingat itu semua , jadi .. kalau anda ingin mengetahui lebih lanjut tentang "semua peristiwa itu", silahkan anda cari tahu sendiri.

Hal yang terpenting saat ini, adalah : "Kita Semua Satu dalam Kristus, untuk menyongsong Hari Tuhan yang sudah semakin sangat dekat sekali".

Salam Kasih untuk anda ..
November 14, 2015, 10:57:16 AM
Reply #11
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 13019
Quote
Kalau anda Katholik Roma, silahkan bertanya pada uskup anda tentang "Gereja Kami", Kesepakatan apa yang dibuat Vatikan dengan Gereja kami, pada Tahun 1984 lalu, oleh Paus Yohanes Paulus II,  untuk mengakhiri permusuhan yang telah berlangsung selama "1.500 Tahun".

Dari sejak Era Tahun 1.800 lalu, Katholik Roma telah berusa untuk melakukan "Perdamaian" dengan Gereja kami, tetapi semua misi dan juru runding dari Vatikan "gagal" mencapai perdamaian yang diinginkan, karena Gereja kami tetap "Menolak" untuk "Mengakui Katholik Roma".

Saya bertanya kepada anda yang membuat pernyataan.
Adlah kenyataan pula sejak awal bahwa gereja Katolik Roma adalah gereja yang sungguh memperjuangkan perdamaian kepada seluruh sempalan. Kalau kemudian gereja sempalan itu merasa diri lebih suka menyempal, silahkan, Katolik Roma (apalagi saya) tidak berkurang keagungannya karena hal itu.

Apakah bisa dipahami?

Kembali saya tanya, kalau mau dijawab, 'kesepakatan apa?'

November 14, 2015, 06:15:28 PM
Reply #12
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 4722
Saya bertanya kepada anda yang membuat pernyataan.
Adlah kenyataan pula sejak awal bahwa gereja Katolik Roma adalah gereja yang sungguh memperjuangkan perdamaian kepada seluruh sempalan. Kalau kemudian gereja sempalan itu merasa diri lebih suka menyempal, silahkan, Katolik Roma (apalagi saya) tidak berkurang keagungannya karena hal itu.

Apakah bisa dipahami?

Kembali saya tanya, kalau mau dijawab, 'kesepakatan apa?'

tandain dulu ah
penasaran nich
saya belum tahu tentang kesepakatan ini
udah ubek2, gooling gak ketemu2
 :cheesy:

November 15, 2015, 10:21:58 PM
Reply #13
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1543
Saya bertanya kepada anda yang membuat pernyataan.
Adlah kenyataan pula sejak awal bahwa gereja Katolik Roma adalah gereja yang sungguh memperjuangkan perdamaian kepada seluruh sempalan. Kalau kemudian gereja sempalan itu merasa diri lebih suka menyempal, silahkan, Katolik Roma (apalagi saya) tidak berkurang keagungannya karena hal itu.

Apakah bisa dipahami?

Kembali saya tanya, kalau mau dijawab, 'kesepakatan apa?'

Lho, saya kan sudah jelaskan kepada anda, bahwa salah satu butir kesepakatan perdamian tersebut adalah, bahwa Vatikan, melalui Paus Johanes Paulus II, Pada Tahun 1984 lalu,  telah mengeluarkan "Fatwa", bahwa : "Seluruh umat katholik di seluruh dunia, telah dapat melakukan Ekaristi bersama di Gereja Kami".


Salam ..
November 15, 2015, 11:06:45 PM
Reply #14
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 557
  • Spirit is perfect, matter is imperfect
  • Denominasi: Rosae Crucis
Mia Physis tou Theou Logou Sesarkomene ( One Nature or One Hypostasis ) for God The Word Incarnate ( Satu Kodrat untuk Allah yang berinkarnasi ). ( Devine Person and not Devine Substance ).


Akar masalahnya kembali kepada definisi terminologi: ousia, physis, prosopon, hypostasis.

Buat kita yang hidup satu setengah millenia lebih dari ketika istilah tersebut digunakan, pasti lebih rumit lagi untuk memahami terminologi-terminologi ini saat digunakan pada zamannya. Apalagi waktu diterjemahkan ke bahasa Indonesia jadi substansi, esensi, hakikat, kodrat, natur, dll.

Ini kutipan Kiril yang katanya bersumber dari Apollinarius (Kiril pikir ini dari Athanasius). Waktu zaman itu, terminologi physis dan hypostasis sinonim. Baru setelah Konsili Kalsedon, dibuat definisi bahwa physis dibedakan dari hypostasis. Sehingga dalam konteks sekarang, mungkin lebih tepat ditafsir sebagai "mia hypostasis tou logou sesarkomene" bagi yang mengakui Konsili Kalsedon.

Bagi sisi Oriental Orthodoks, perlu pengertian juga bahwa yang mengakui Konsili Kalsedon bukan mempercayai bahwa ada 2 hypostasis dalam Yesus Kristus, melainkan tetap 1 hypostasis (Firman Allah) yang dalam pov (pinjam istilah odading) manusia dibedakan lagi dalam 2 physis: Roh/Allah dan manusia/daging.

Btw, kesepakatan antara Paus Yohanes Paulus II dengan Patriarkh Moran Mor Ignatius Zakka I (tahun 1984):
http://www.vatican.va/roman_curia/pontifical_councils/chrstuni/anc-orient-ch-docs/rc_pc_christuni_doc_19840623_jp-ii-zakka-i_en.html
« Last Edit: November 15, 2015, 11:11:58 PM by Phantom »
For by these He has granted to us His precious and magnificent promises, so that by them you may become partakers of the divine nature, having escaped the corruption that is in the world by lust. - 2 Pet 1:4 (NASB)

Follow me on Twitter @phantomlogy
November 16, 2015, 08:27:47 AM
Reply #15
  • FK Friend
  • FK - Hero
  • ******
  • Posts: 6471
  • Mistery
  • Denominasi: Karismatik
kalo saya tulis ulang kalimat bold, jadinya spt sbb :

Bapa adalah [100% Allah]
Yesus adalah [100% Allah + 100% manusia]
RK adalah [100% Allah]

bener gak yah ?

:)
salam.



Yesus itu awalnya 100% Allah saja, ktika inkarnasi Dia 100% Allah dan 100% Manusia,
Pasca kebangkitanNya, Dia 100% Allah dan 100% Manusia.
Tetapi siapa yang termasuk orang hidup mempunyai harapan, karena anjing yang hidup lebih baik dari pada singa yang mati (Pkh 9:4)

https://manusia-biasa-saja.blogspot.com
November 16, 2015, 11:20:47 PM
Reply #16
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12926
    • fossil coral cantik
Yesus itu awalnya 100% Allah saja, ktika inkarnasi Dia 100% Allah dan 100% Manusia,
Pasca kebangkitanNya, Dia 100% Allah dan 100% Manusia.
Dengan demikian, bisa gak utk dipendapati spt sbb, siip ?

1. Trinity sebelum inkarnasi :
100% Allah (Bapa)
100% Allah (Anak)
100% Allah (RK)


2. Trinity selagi inkarnasi
100% Allah (Bapa)
100% Allah + 100% manusia (Anak)
100% Allah (RK)


3. Trinity setelah kebangkitan s/d selamanya
100% Allah (Bapa)
100% Allah + 100% manusia (Anak)
100% Allah (RK)



Tidak ada perbedaan secuilpun antara point-2 dan point-3.
Idem blekplek.

:)
salam.
November 17, 2015, 10:57:48 AM
Reply #17
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1543
..cut..
Bagi sisi Oriental Orthodoks, perlu pengertian juga bahwa yang mengakui Konsili Kalsedon bukan mempercayai bahwa ada 2 hypostasis dalam Yesus Kristus, melainkan tetap 1 hypostasis (Firman Allah) yang dalam pov (pinjam istilah odading) manusia dibedakan lagi dalam 2 physis: Roh/Allah dan manusia/daging.
Penjelasan anda benar-benar dapat saya terima, hanya terlepas dari apa yang kita bicarakan di permasalahan disini, maka saya mencoba untuk menguraikan apa yang saya bold bewarna diatas.

Nah, bagi saya .. seperti FT katakan .. manusia itu terdiri dari Tubuh, Jiwa dan Roh, nah .. Roh yang dimaksutkan dalam FT tersebut, adalah Nafas Hidup yang telah menjadikan manusia itu menjadi mahluk yang hidup.

Nah, karena Nafas Hidup manusia saat ini adalah warisan dari Adam, sedangkan Yesus terlahir, BUKAN dari hasil hubungan biologis manusia, maka lahir pertanyaan :"Dari manakah Nafas Hidup yang dimiliki oleh Yesus"?

FT berkata ..bahwa anak yang berada dalam kandungan maria itu berasal dari ROH KUDUS, jadi berdasarkan FT ini, maka Nafas Hidup Yesus itu adalah ROH KUDUS.

Jadi, sebagai mana manusia pada umumnya memiliki Nafas Hidup, untuk menjadikan manusia itu menjadi mahluk yang hidup, demikian juga Yesus memiliki hal yang sama.

Namun, sekarang permasalahannya adalah:"Manusia memiliki Nafas Hidup yang berasal dari Allah melalui Adam, dan Nafas Hidup itu adalah Nafas Allah yang kudus dan tidak ternoda dosa". Dan yang menjadi pertanyaan besar adalah :"Apakah manusia yang telah memiliki Nafas Hidup yang berasal dari Allah itu dapat disebutkan sebagai Allah juga"? atau dapat disebutkan sebagai setengah Allah dan Setengah Manusia ?==> TIDAK  BUKAN.

Demikian juga halnya terhadap Yesus, sekalipun Yesus memiliki Nafas Hidup yang berasal dari Roh Allah itu sendiri, Apakah Yesus ( saat menjadi manusia ), masih dapat dikatakan juga sebagai Allah, atau setengah Allah dan setengah Manusia ?

Menurut pendapat saya, kita tidak boleh memberikan pengertian "double standart", untuk memahami sesuatu hal yang sama, sehingga :

1). Yesus memiliki Nafas Hidup berasal dari Roh Allah sendiri ==> Disebutkan Allah 100% dan Manusia 100%.
2). Manusia memiliki Nafas Hidup berasal dari Nafas Allah ( karena cuma nafas Allah ), maka ==> Kwality manusia harus disebutkan juga sebagai Allh 50% dan Manusia 100%.

Apakah demikian ?


Salam ..
November 17, 2015, 11:15:51 AM
Reply #18
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 4722
Lho, saya kan sudah jelaskan kepada anda, bahwa salah satu butir kesepakatan perdamian tersebut adalah, bahwa Vatikan, melalui Paus Johanes Paulus II, Pada Tahun 1984 lalu,  telah mengeluarkan "Fatwa", bahwa : "Seluruh umat katholik di seluruh dunia, telah dapat melakukan Ekaristi bersama di Gereja Kami".


Salam ..

maaf om (saya panggil om, karena om katanya umurnya jauh lebih tua dari saya, hampir 2 kali lipat :) )
yang ditanyakan sdr brc adalah kesepakatan apa yang terjadi pada tahun 1984 tsb
bukan fatwanya
saya sendiri coba googling untuk mencari tahu tentang "kesepakatan" antara gereja asiria dengan gkr pada tahun 1984, dan saya belum menemukannya
mohon penjelasannya, dan tentang fatwa nanti baru dilanjutkan
kalau bisa tolong diberi link referensinya juga ya om, buat tambahan pengetahuan saya

salam
« Last Edit: November 17, 2015, 11:33:13 AM by pengen_tahu »
November 17, 2015, 12:02:02 PM
Reply #19
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1543
maaf om (saya panggil om, karena om katanya umurnya jauh lebih tua dari saya, hampir 2 kali lipat :) )
yang ditanyakan sdr brc adalah kesepakatan apa yang terjadi pada tahun 1984 tsb
bukan fatwanya
saya sendiri coba googling untuk mencari tahu tentang "kesepakatan" antara gereja asiria dengan gkr pada tahun 1984, dan saya belum menemukannya
mohon penjelasannya, dan tentang fatwa nanti baru dilanjutkan
kalau bisa tolong diberi link referensinya juga ya om, buat tambahan pengetahuan saya

salam

Itu saudara phantom sudah memberikan masukan linknya, silahkan anda buka dan baca masukan dari saudra phantom tersebut.

Salam ...
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)