Author Topic: Yesus tidak diberitakan sebagai Allah di Kisah Para Rasul  (Read 4277 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

November 02, 2015, 11:10:01 PM
Reply #80
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1543
tres personae, una substantia.
saya setuju  bro.

sayapun menolak arianisme..


Misalnya Ilustrasi :Matahari: substansi, sinar dan panas.
Ilustrasi ini  sudah dipakai sejak abad permulaan. Athanasius mungkin adalah orang yang pertama kali memberi ide dan mempopulerkan ini. Menurut ilustrasi ini, substansi matahari, sinar dan panas yang dihasilkan berbeda-beda, tetapi semua tetap satu, yaitu matahari. Orang tidak dapat memisahkan matahari dari sinar maupun panasnya.
Walaupun ilustrasi ini cukup baik, tetapi tetap mengandung kelemahan. Pertama, ilustrasi ini sifatnya tidak berpribadi.. Kedua, sinar dan panas dalam ilustrasi ini sifatnya tidak kekal, karena dihasilkan oleh substansi matahari. Ketiga, ketiga elemen yang ada memiliki esensi yang berbeda: esensi dari materi matahari berbeda dengan sinar, begitu pula dengan panas yang ditimbulkan.

Apa yang dapat kita simpulkan dari ilustrasi tersebut di atas? Kita perlu menyadari bahwa tidak ada satu pun ilustrasi yang layak untuk menggambarkan doktrin Tritunggal.  Sebagian terlalu menekankan kesatuan, tetapi melupakan perbedaan yang ada. Sebagian hanya menekankan perbedaan tetapi gagal menjelaskan kesatuan hakekat yang ada. Khusus untuk ilustrasi yang diambil dari dunia fisik (benda-benda), semuanya menyiratkan konsep yang tidak berpribadi.

Karena tidak ada ilustrasi yang memadai, beberapa theolog mencoba menerangkan doktrin Tritunggal melalui penggunaan gambar segitiga dengan masing-masing titik pertemuan diberi nama “Bapa”, “Anak” dan “ROH KUDUS”. Di bagian sisi luar segitiga masing-masing diberi tanda ≠ untuk menunjukkan bahwa pribadi Bapa tidak sama dengan Anak, Anak tidak sama dengan ROH KUDUS dan ROH KUDUS tidak sama dengan Bapa. Di bagian dalam segitiga ditarik garis dari tiap sudut ke arah tengah dan diberi nama “Allah” untuk menunjukkan bahwa baik Bapa, Anak maupun ROH KUDUS adalah Allah yang satu yang yang sama dalam hakekatnya.

Walaupun penggambaran ini relatif lebih aman (tidak ada kelemahan serius) dalam menjelaskan Tritunggal, namun harus diakui bahwa manfaat yang diberikan tidak terlalu banyak.

Paulus yang sangat pandai pun mengakui, “O, alangkah dalamnya kekayaan, hikmat dan pengetahuan Allah! Sungguh tak terselidiki keputusan-keputusan-Nya dan sungguh tak terselami jalan-jalan-Nya!” (Rm. 11:33).

ya.. namanya ilustrasi pasti tidak bisa menggambarkan secara gamblang. Saya lebih memahami tritunggal itu sebagai sebuah misteri ilahi. :)

Hahahha, berarti "Substansi / Hakikat" Allah itu Satu dong dan Bukan TIGA. ( Artinya : Hakikat / substansi  Bapa, Hakikat / substansi  Anak dan Hakikat / substansi  ROH KUDUS adalah SAMA ).

Una Substantia Tress Personae..

Salam ...


December 19, 2015, 06:43:06 PM
Reply #81
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2614
...
berarti "Substansi / Hakikat" Allah itu Satu dong dan Bukan TIGA. ( Artinya : Hakikat / substansi  Bapa, Hakikat / substansi  Anak dan Hakikat / substansi  ROH KUDUS adalah SAMA ).

Una Substantia Tress Personae..
...
Maksud Anda di atas apa ya?

Apakah menurut Anda ada perbedaan antara "tres personae, una substantia" dengan "una substantia, tres personae"?
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)