Author Topic: Baptisan Selam Mutlak!?  (Read 6855 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

May 09, 2014, 10:35:18 PM
Reply #140
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12957
    • fossil coral cantik
jadi menurut anda, baptis selam adalah mempunyai makna rohani atau sekedar diselam saja ?
event baptis (apapun formatnya) itu sendiri mempunyai makna rohani.

Seperti yg janet info-kan, format selam adalah menggambarkan (simbolisasi) dari "kubur" --- menggambarkan si yang di baptis itu "sudah mati".

Dan kan saya udah kasih pendapat, bhw :
YA - format selam itu tepat sekali MENGGAMBARKAN penguburan.

Tetapi sekali lagi, ijo. Karena kalo Kekristenan bilang : event baptist itu NIHIL, tidak mempunyai makna rohani apabila tidak dilakukan secara selam ini bisa membuka kemungkinan Cuplis (newbie) yg sudah dibaptis selain selam "terusik" benaknya - shg menyebabkan Cuplis minta lagi di baptis ulang secara selam, ataupun pindah aliran Kristen lain yg melakukan pembaptisan berformat selam.

Pada asumsi Cuplis minta dibaptis lagi secara selam, timbul pertanyaan : mengapa Cuplis sampai minta lagi di baptis ulang dan yg secara selam ?

Jawabannya bervariasi, antara lain :
1. Cuplis ketika dibaptis yg pertama kali itu, dia memang tidak/belum mengetahui makna rohani dari baptis. Di pov Cuplis berdasarkan pengetahuan coklat, dengan mengutamakan penggambaran secara pas/tepat (yakni selam) adalah yang utama ketimbang makna rohani dari menyerahkan diri utk di baptis (apapun formatnya).
2. Cuplis meragukan keimanan-nya. Dia sebenernya sudah tahu dan percaya makna rohani penyerahan dirinya utk dibaptis yg pertama kali tsb. Namun setelah dia mendapat pengetahuan coklat, Cuplis terpengaruh .... event pembaptisan yg pertama kali dia sudah jalankan tsb (selain selam), di pov Cuplis menjadi tidak mengandung makna rohani ... Cuplis menjadi berpendapat bhw di baptis dlm format selam itu, barulah yang mengandung makna rohani. Di pov Cuplis, orang yang membaptis dirinya pertama kali tsb (selain selam) tidak mengetahui makna rohani event membaptis. Di pov Cuplis : dirinya yg sudah "cape2" tahu, mengerti dan percaya makna rohani pembaptisan dan menyerahkan dirinya di baptis ---- namun blakangan karena ada pengetahuan coklat, Cuplis merasa pembaptisan dirinya yg pertama kali tsb (selain selam) tidak sempurna ... karena di pov Cuplis si pembaptis yg membaptis dirinya dulu itu tidak mengetahui makna rohani baptisan. Timpang.

Sekarang, saya ulangi kalimat ijo dimana ijo adl sejauh yang saya mengertikan ttg perihal baptis :
event baptis (apapun formatnya) itu sendiri mempunyai makna rohani.

Kekristenan bertanya :
Quote
baptis SELAM adalah mempunyai makna rohani atau sekedar diselam saja ?

respond odading yg ijo.

Odading bertanya balik ke Kekristenan :
apakah di pov Kekristenan : baptis SELAIN selam itu TIDAK mempunyai makna rohani ? sekedar percik/guyur/sembur saja ? sehingga format selam adalah kemutlakan ?

:)
salam.
« Last Edit: May 09, 2014, 10:39:24 PM by odading »
May 10, 2014, 01:08:26 PM
Reply #141
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 39216
Cara mengerjakan baptisan air sesuai dengan alkitab.

Cara cara yang terdapat dalam alkitab :

1.   Matius 3 : 6 lalu dibaptiskannya mereka itu di dalam Sungai Yarden, sambil masing-masing mengaku dosanya (terjemahan lama)
2.   Yoh. 1 : 28   Segala perkara itu telah jadi di Baitani, di seberang Sungai Yarden, di tempat Yahya membaptiskan orang (terjemahan lama)
3.   Yoh. 10 Lalu pergilah Ia pula ke seberang Yarden, ke tempat Yahya mula-mula membaptiskan orang, lalu tinggallah Ia di situ (terjemahan lama)

Mengapa di kerjakan didalam sungai ??

1.   Yoh. 3 : 23 Tetapi Yahya ada juga membaptiskan orang di Ainun dekat Salim, karena banyak air di situ, maka datanglah orang, lalu dibaptiskannya
May 10, 2014, 01:10:30 PM
Reply #142
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 39216
Mengapa butuh air??

Matius 3 : 16  Setelah Yesus dibaptiskan, naiklah Ia dari dalam air itu dengan segera, maka terbukalah langit, lalu dilihat-Nya Roh Allah turun seperti seekor burung merpati datang ke atas-Nya

Tuihan Yesus keluar, naik dari dalam air, inbi berarti ia di celup seluruh tubuhnya kebawah permukaan air, lalu keluar dan naik dari dalam air, bukan naik keluar dasri sungai. Tuhan Yesus sendiri perlu didalam air yordan, mat. 3 : 14   Tetapi Yahya menolak kehendak-Nya sambil berkata, "Patutlah hamba ini dibaptiskan oleh Tuhanku, masakan Tuhanku datang kepada hamba!"
3:15 Tetapi Yesus menyahut serta berkata kepadanya, "Biarkanlah, karena demikianlah patut bagi kita menggenapi segala syarat agama." Lalu diturutnya. Apalagi kita. Apakah ada orang yang terlalu mulia sehingga tidak layak “dibegitukan”?
Kalau naaman menghina untuk di celup dalam sungai yordan, ia akan kehilangan berkat yang paling besar seumur hidupnya. Untung ia bertobat dan membuang  kesombongan, merendahkan diri untuk dicelup dalam Yordan seperti orang lainnya dan ia mendapat berkat surgawi yuang paling besar, ia berobah menjadi baru sama sekali. Begitu pula dengan “dicelup” dalam baptisan air, kalau sudah mengerti kebenaran ini, janganlah menghina tetapi bertobat seperti Naaman.

Kis 8 : 36 Maka di dalam berjalan itu, sampailah keduanya kepada suatu tempat yang berair; maka kata sida-sida itu, "Di sini ada air, sapakah yang menggendalakan aku daripada berbaptis?"
8:37 Maka jawab Pilipus, "Jikalau Tuan percaya dengan sebulat-bulat hati, bolehlah." Maka ujarnya, "Sahaja percaya bahwa Yesus Kristus itulah Anak Allah!"
8:38 Lalu ia menyuruhkan kendaraan itu berhenti; maka keduanya pun turunlah ke dalam air, yaitu Pilipus dan sida-sida itu; lalu Pilipus membaptiskan dia.
8:39 Tatkala mereka itu naik dari dalam air, maka Roh Tuhan pun meraibkan Pilipus, dan sida-sida itu tiada lagi nampak dia, lalu ia berjalan pulang dengan sukacitanya sepanjang jalan.

Jadi dibutuhkan banyak air
, supaya seluruh badan orang itu dicelupkan, yaitu “dikuburkan”. Jadi cara baptisan dalam alkitab adalah dengan mencelup seluruh orang itu kedalam air.

Dalam bahasa Yunani, baptisan berasal dari  kata  bapto = todip = dicelup (Vine’s expository of new testament words). Kalau upacara ini dari semula sudah diberi nama “dicelup”  itu berarti dicelup  ke dalam air.
Ditinjau dari arti rohaninya baptisan air adalah penguburan hidup yang lama

Roma 6 : 4  Demikianlah kita dikuburkan serta-Nya oleh baptisan itu ke dalam maut, supaya sebagaimana Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, sedemikian itu juga kita ini pun dapat berjalan di dalam suatu hidup yang baharu

Untuk mengubur dibutuhkan lobang yang cukup dalam dan seluruh mayat ditutup tanah.
Baptisan dengan mencelup seluruh badan ke dalam air itu tepat sekali menggambarkan penguburan.
Pernahkah ada seorang yang meninggal dikuburkan sebagian sehingga leher dan kepalanya nongol di luar??

May 10, 2014, 01:21:59 PM
Reply #143
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 13019
Quote
Untuk mengubur dibutuhkan lobang yang cukup dalam dan seluruh mayat ditutup tanah.
Baptisan dengan mencelup seluruh badan ke dalam air itu tepat sekali menggambarkan penguburan.
Pernahkah ada seorang yang meninggal dikuburkan sebagian sehingga leher dan kepalanya nongol di luar??

Kubur di kerawang apa di Israel?
November 07, 2015, 06:24:06 AM
Reply #144
  • FK - Newbie
  • *
  • Posts: 1
  • Denominasi: protestan
permisi, mw tanya yang bs baptis selam u/.org tua yg sdh pakai tongkat di bsd dimana y? tks... pin.29d94b30.
November 11, 2015, 08:16:10 PM
Reply #145
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1179
Kubur di kerawang apa di Israel?

Pada era Yesus , dikubur itu masukin dalam goa trus tutup dgn batu besar. Bukan "ditenggelamkan" dalam tanah.
Mungkin mirip2 kubur di Toraja  :)

GBU
November 12, 2015, 01:07:27 AM
Reply #146
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1543
Dari arti kata baptis saja adalah selam.

Apa yang dikatakan Alkitab?

1Pe 3:18 Sebab, Kristus juga telah menderita karena dosa-dosa sekali untuk selamanya, yang benar ganti yang tidak benar, supaya Dia dapat mendekatkan kita kepada Tuhan, karena di satu sisi, telah dijadikan mati dalam daging, tetapi di sisi lain, dijadikan hidup dalam Roh.
1Pe 3:19 Dalam pada itu pula, ketika pergi kepada roh-roh yang ada di dalam penjara, Dia telah mengumumkan
1Pe 3:20 kepada yang dahulu tidak taat, ketika satu kali kesabaran Tuhan menanti pada zaman Nuh, dengan dipersiapkan sebuah bahtera yang ke dalamnya hanya sedikit, yaitu delapan jiwa, yang telah diselamatkan dari air.
1Pe 3:21 Dan sekarang, baptisan yang menyelamatkan kita, bukanlah sesuatu yang menunjuk pada pembersihan kotoran jasmani, melainkan jawaban dari hati nurani yang baik terhadap Tuhan, melalui kebangkitan YESUS Kristus,

Ayat 19-20 Yesus dalam kondisi Roh pergi menginjili orang mati ketika banjir besar nabi Nuh.

Hanya tertulis orang mati di zaman Nuh, bagaimana dengan orang mati setelahnya sebelum kedatangan Yesus?

Coba bandingkan dengan ayat ini:

Rom 14:9 Sebab karena hal inilah Kristus telah mati dan bangkit dan hidup kembali, supaya Dia menjadi Tuan baik atas yang mati maupun atas yang hidup.

Dari ayat ini saya menyimpulkan baik orang mati di zaman Nuh maupun sesudahnya juga diinjili oleh Yesus ketika Dia ke dunia orang mati.

Lantas, kenapa di 1 Petrus 3:19-20 hanya tertulis kepada yang mati ketika zaman Nuh?

Coba perhatikan ayat 1 Petrus 3:21,

nah disinilah maksudnya orang2 mati yang ditenggelamkan ke dalam air (lautan) dikiaskan rohani/digambarkan dengan pembaptisan air harus diselam.

Orang2 yang ditenggelamkan di dalam air (zaman Nuh dan pembaptisan air) diartikan sudah mati terhadap dosa, dan dapat bangkit untuk hidup di dalam kebenaran oleh karena iman kepada Yesus (menerima pemberitaan Injil).

Demikianlah saya melihatnya, bahwa baptisan air diselam adalah mutlak!

Bagaimana members, silahkan berkomentar.

Maunya sih tidak oot, namun saya paham kok oot sudah menjadi tradisi, Tidak apa2.

Tks.

Salam.

Dalam iman percaya saya, Babtis ada 2 ( dua ), yaitu :

1). Babtis dimasa kanak2 ( bayi ) dan tidak diselamkan, tetapi cuma diambil air dan dibasahi kepala si bayi tersebut. Untuk pembabtisan pada masa kanak-kanak ini, dilakukan pada setiap bayi yang lahir dari orang tua yang sudah percaya.==> Babtisan ini adalah Simbol dari "Keselamatan", maksutnya adalah : "Karena Si bayi terlahir dari Orang tua yang sudah percaya, maka keselamatan tersebut terpancar juga pada si bayi".

2). Babtis Selam ( Harus diselamkan ), Babtisan ini berlaku bagi setiap orang yang "sama sekali" belum pernah mengenal ataupun mnenerima Yesus, sehingga Ia harus dibabtis dengan cara diselamkan, untuk maksut :"Dengan Diselamkan dirinya, maka segala dosa yang dilakukannya tersebut telah dikubur dalam kematian Yesus, dan pada saat Ia bangkit dari dalam Air, maka Ia telah dibangkitkan bersama dengan Yesus, atau Ia telah dilahirkan kembali.==> Baptisan ini adalah "Simbol Pertobatan".


Salam ...
November 12, 2015, 02:10:04 AM
Reply #147
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2614
Dalam iman percaya saya, Babtis ada 2 ( dua ), yaitu :

1). Babtis dimasa kanak2 ( bayi ) dan tidak diselamkan, tetapi cuma diambil air dan dibasahi kepala si bayi tersebut. Untuk pembabtisan pada masa kanak-kanak ini, dilakukan pada setiap bayi yang lahir dari orang tua yang sudah percaya.==> Babtisan ini adalah Simbol dari "Keselamatan", maksutnya adalah : "Karena Si bayi terlahir dari Orang tua yang sudah percaya, maka keselamatan tersebut terpancar juga pada si bayi".
Bagaimana jika ada satu keluarga; ayah, ibu dan anaknya yang masih bayi; yang tadinya bukan orang percaya lalu menerima YK sebagai Tuhan dan JS dan memberi diri untuk dibaptis? Jelas anaknya yang masih bayi, terlahir dalam situasi dimana orang tuanya belumlah menjadi orang percaya.   

2). Babtis Selam ( Harus diselamkan ), Babtisan ini berlaku bagi setiap orang yang "sama sekali" belum pernah mengenal ataupun menerima Yesus, sehingga Ia harus dibabtis dengan cara diselamkan, untuk maksut :"Dengan Diselamkan dirinya, maka segala dosa yang dilakukannya tersebut telah dikubur dalam kematian Yesus, dan pada saat Ia bangkit dari dalam Air, maka Ia telah dibangkitkan bersama dengan Yesus, atau Ia telah dilahirkan kembali.==> Baptisan ini adalah "Simbol Pertobatan".
Argumen Anda, yang digarisbawahi di atas, terasa janggal bagi saya. Mengapa? Ya, karena sejatinya seseorang mengenal atau menerima YK sebagai Tuhan dan JS dulu, barulah kemudian dibaptis. Saya kok menangkapnya terbalik, dibaptis dulu, baru setelahnya mengenal atau menerima YK sebagai Tuhan dan JS.

But, nevermind, karena yang saya ingin tanyakan adalah :
Bagaimana jika ada seseorang yang sudah mengenal atau menerima YK sebagai Tuhan dan JS tetapi karena sesuatu hal belum "sempat" dibaptis? Kemudian ketika kesempatan itu datang, apakah orang itu harus dibaptis dengan cara diselamkan?
November 12, 2015, 08:55:41 AM
Reply #148
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1179
Baptisan selam TIDAK MUTLAK. Yang bilang mutlak tidak alkitabiah, gk ada ayatnya.

Sebenarnya yang ada hanyalah tafsiran,dan dasar dari tafsiran tersebut juga debatable. Jika memang tata cara harus diselam ini penting, pasti Tuhan mengatakannya explisit. Semua doktrin penting dalam bible itu explisit jelas dan tegas.

GBU
« Last Edit: November 12, 2015, 09:10:13 AM by Dya4^_^ »
November 12, 2015, 11:14:58 PM
Reply #149
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1543
Bagaimana jika ada satu keluarga; ayah, ibu dan anaknya yang masih bayi; yang tadinya bukan orang percaya lalu menerima YK sebagai Tuhan dan JS dan memberi diri untuk dibaptis? Jelas anaknya yang masih bayi, terlahir dalam situasi dimana orang tuanya belumlah menjadi orang percaya.   
Argumen Anda, yang digarisbawahi di atas, terasa janggal bagi saya. Mengapa? Ya, karena sejatinya seseorang mengenal atau menerima YK sebagai Tuhan dan JS dulu, barulah kemudian dibaptis. Saya kok menangkapnya terbalik, dibaptis dulu, baru setelahnya mengenal atau menerima YK sebagai Tuhan dan JS.

But, nevermind, karena yang saya ingin tanyakan adalah :
Bagaimana jika ada seseorang yang sudah mengenal atau menerima YK sebagai Tuhan dan JS tetapi karena sesuatu hal belum "sempat" dibaptis? Kemudian ketika kesempatan itu datang, apakah orang itu harus dibaptis dengan cara diselamkan?

Maaf, saya menjelaskan tentang "tata cara babtisan" pada jemaat kami, tetapi yang perlu anda pahami adalah :"Semua penjelasan saya tentang babtisan, jika anda baca kembali, maka dalam penjelasan tersebut, saya MENEGASKAN, bahwa babtisan itu adalah Simbol dari Keselamtan dan pertobatan".

Jadi, karena Babtisan itu adalah "simbol", maka hal itu bukanlah suatu yang "Mutlak", tetapi dalam jemaat kami, Simbol Keselamatan ( Cukup dibasuh dan dilakukan pada masa bayi / kanak - kanak ), dan Simbol Pertobatan ( harus dilakukan dengan babtis selam, baik untuk bayi sekalipun ).==> Jadi, karena Babtisan itu adalah Simbol, maka sebenarnya makna babtisan ( untuk maksut bukan pengertian lain, tetapi untuk maksut makna simbol ), Tata Cara Babtisan itu, hanyalah "Sebuah Tindakan untuk memberikan kesaksian pada jemaat lainnya, bahwa orang yang dibabtis itu telah menjadi seorang Kristen".==> Bukan Baptisan yang menyelamatkan, tetapi Iman Percayanya.

Salam ..
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)