Author Topic: Baptisan Selam Mutlak!?  (Read 6856 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

November 13, 2015, 05:05:02 AM
Reply #150
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2614
Maaf, saya menjelaskan tentang "tata cara babtisan" pada jemaat kami, tetapi yang perlu anda pahami adalah :"Semua penjelasan saya tentang babtisan, jika anda baca kembali, maka dalam penjelasan tersebut, saya MENEGASKAN, bahwa babtisan itu adalah Simbol dari Keselamtan dan pertobatan".
Oke. Tapi di posting sebelumnya, Anda hanya menyebutkan ini :
Dalam iman percaya saya, Babtis ada 2 ( dua ), yaitu :
Pertanyaaan saya sebelumnya tentu saja berdasarkan statemen Anda yang di-maroon di atas.

Namun jika demikian, saya jadi ingin bertanya:
Dalam hal yang berhubungan dengan pembaptisan saja, apakah Dalam iman percaya saya = pada jemaat kami?



Jadi, karena Babtisan itu adalah "simbol", maka hal itu bukanlah suatu yang "Mutlak",
Bagaimanakah definisi "bukanlah suatu yang "Mutlak"" di atas?



...
tetapi dalam jemaat kami, Simbol Keselamatan (Cukup dibasuh dan dilakukan pada masa bayi / kanak - kanak ), dan Simbol Pertobatan ( harus dilakukan dengan babtis selam, baik untuk bayi sekalipun ).==> Jadi, karena Babtisan itu adalah Simbol, maka sebenarnya makna babtisan ( untuk maksut bukan pengertian lain, tetapi untuk maksut makna simbol ), Tata Cara Babtisan itu, hanyalah "Sebuah Tindakan untuk memberikan kesaksian pada jemaat lainnya, bahwa orang yang dibabtis itu telah menjadi seorang Kristen".==> Bukan Baptisan yang menyelamatkan, tetapi Iman Percayanya.
Saya tidak sedang mempertanyakan tentang metode, simbol atau nilai-nilai Alkitab yang terkandung dalam pembaptisan yang dilakukan. Untuk menyegarkan ingatan, baiklah saya copas lagi pertanyaan sebelumnya :

Dalam iman percaya saya, Babtis ada 2 ( dua ), yaitu :

1). Babtis dimasa kanak2 ( bayi ) dan tidak diselamkan, tetapi cuma diambil air dan dibasahi kepala si bayi tersebut. Untuk pembabtisan pada masa kanak-kanak ini, dilakukan pada setiap bayi yang lahir dari orang tua yang sudah percaya.==> Babtisan ini adalah Simbol dari "Keselamatan", maksutnya adalah : "Karena Si bayi terlahir dari Orang tua yang sudah percaya, maka keselamatan tersebut terpancar juga pada si bayi".
Pertanyaan saya adalah :
Bagaimana jika ada satu keluarga; ayah, ibu dan anaknya yang masih bayi; yang tadinya bukan orang percaya lalu menerima YK sebagai Tuhan dan JS dan memberi diri untuk dibaptis? Jelas anaknya yang masih bayi, terlahir dalam situasi dimana orang tuanya belumlah menjadi orang percaya.

Kalo berdasarkan statment #2 Anda, maka ayah dan ibu dari bayi tersebut sudah pasti akan dibaptis dengan baptis selam. Namun bagaimana dengan bayi mereka? Jika berdasarkan statemen #1 Anda di atas maka sang bayi TIDAK BISA dibaptis dengan cara #1 karena TIDAK TERLAHIR DARI ORANG TUA YANG SUDAH PERCAYA.

Nah, yang saya ingin tanyakan adalah BAGAIMANA TINDAKAN GEREJA ANDA (atau pandangan Anda) DALAM HAL INI? Apakah dibaptis saja atau bagaimana?



2). Babtis Selam ( Harus diselamkan ), Babtisan ini berlaku bagi setiap orang yang "sama sekali" belum pernah mengenal ataupun menerima Yesus, sehingga Ia harus dibabtis dengan cara diselamkan, untuk maksut :"Dengan Diselamkan dirinya, maka segala dosa yang dilakukannya tersebut telah dikubur dalam kematian Yesus, dan pada saat Ia bangkit dari dalam Air, maka Ia telah dibangkitkan bersama dengan Yesus, atau Ia telah dilahirkan kembali.==> Baptisan ini adalah "Simbol Pertobatan".
Saya pertajam pertanyaan saya :
Misalnya, sang bayi, yang saya sebut-sebut di atas, tidak dibaptis seperti point #1. Karena orang tuanya sudah menjadi orang percaya maka kepadanya, mulai dari kanak-kanak, tentu diperkenalkan dan diajarkan mengenai YK sehingga pada akhirnya dia menerima YK sebagai Tuhan dan JS. Jika kemudian dia memberi diri untuk dibaptis, dengan status sudah mengenal dan menerima YK sebagai Tuhan dan JS, berdasarkan statement #2 Anda di atas, dia TIDAK DAPAT DIBAPTIS SELAM.

Nah, yang saya ingin tanyakan adalah BAGAIMANA TINDAKAN GEREJA ANDA (atau pandangan Anda) DALAM HAL INI? Apakah dibaptis saja atau bagaimana?
« Last Edit: November 13, 2015, 07:43:34 AM by shadowing »
November 15, 2015, 11:18:04 PM
Reply #151
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1543
Oke. Tapi di posting sebelumnya, Anda hanya menyebutkan ini :Pertanyaaan saya sebelumnya tentu saja berdasarkan statemen Anda yang di-maroon di atas.

Namun jika demikian, saya jadi ingin bertanya:
Dalam hal yang berhubungan dengan pembaptisan saja, apakah Dalam iman percaya saya = pada jemaat kami?


Bagaimanakah definisi "bukanlah suatu yang "Mutlak"" di atas?


Saya tidak sedang mempertanyakan tentang metode, simbol atau nilai-nilai Alkitab yang terkandung dalam pembaptisan yang dilakukan. Untuk menyegarkan ingatan, baiklah saya copas lagi pertanyaan sebelumnya :
Pertanyaan saya adalah :
Bagaimana jika ada satu keluarga; ayah, ibu dan anaknya yang masih bayi; yang tadinya bukan orang percaya lalu menerima YK sebagai Tuhan dan JS dan memberi diri untuk dibaptis? Jelas anaknya yang masih bayi, terlahir dalam situasi dimana orang tuanya belumlah menjadi orang percaya.

Kalo berdasarkan statment #2 Anda, maka ayah dan ibu dari bayi tersebut sudah pasti akan dibaptis dengan baptis selam. Namun bagaimana dengan bayi mereka? Jika berdasarkan statemen #1 Anda di atas maka sang bayi TIDAK BISA dibaptis dengan cara #1 karena TIDAK TERLAHIR DARI ORANG TUA YANG SUDAH PERCAYA.

Nah, yang saya ingin tanyakan adalah BAGAIMANA TINDAKAN GEREJA ANDA (atau pandangan Anda) DALAM HAL INI? Apakah dibaptis saja atau bagaimana?


Saya pertajam pertanyaan saya :
Misalnya, sang bayi, yang saya sebut-sebut di atas, tidak dibaptis seperti point #1. Karena orang tuanya sudah menjadi orang percaya maka kepadanya, mulai dari kanak-kanak, tentu diperkenalkan dan diajarkan mengenai YK sehingga pada akhirnya dia menerima YK sebagai Tuhan dan JS. Jika kemudian dia memberi diri untuk dibaptis, dengan status sudah mengenal dan menerima YK sebagai Tuhan dan JS, berdasarkan statement #2 Anda di atas, dia TIDAK DAPAT DIBAPTIS SELAM.

Nah, yang saya ingin tanyakan adalah BAGAIMANA TINDAKAN GEREJA ANDA (atau pandangan Anda) DALAM HAL INI? Apakah dibaptis saja atau bagaimana?

Begini saudara ku, karena kami memahami, bahwa Baptisan itu adalah "Simbol dari Keselamatan dan Simbol dari Pertobatan", maka dalam hal tata cara babtisan, dilakukan dengan 2 cara, yaitu :

1). Bayi atau Anak yang dilahirkan dari orang percaya, maka akan dibabtis pada masa bayi / kanak-kanak, cukup dengan membasuhnya.
2). Orang yang sama sekali belum mengenal Yesus ( termasuk bayi / anak - anaknya ), maka "Harus" dibabtis dengan cara diselamkan.

Salam ...
November 16, 2015, 08:38:43 PM
Reply #152
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2614
Begini saudara ku, karena kami memahami,
...
Oke. Dari statement ini saya berasumsi bahwa apa yang Anda pahami tentang baptisan adalah SAMA dengan apa yang dilakukan jemaat atau gereja Anda.

...
bahwa Baptisan itu adalah "Simbol dari Keselamatan dan Simbol dari Pertobatan", maka dalam hal tata cara babtisan, dilakukan dengan 2 cara, yaitu :     
1). Bayi atau Anak yang dilahirkan dari orang percaya, maka akan dibabtis pada masa bayi / kanak-kanak, cukup dengan membasuhnya.
2). Orang yang sama sekali belum mengenal Yesus ( termasuk bayi / anak - anaknya ), maka "Harus" dibabtis dengan cara diselamkan.
Untuk poin #2 di atas, apakah bayi dan anak-anak tersebut dibaptis selam pada hari yang sama ketika orang tua mereka dibaptis?



Oh ya, bersediakah Anda menjawah pertanyaan saya di bawah ini :

Jadi, karena Babtisan itu adalah "simbol", maka hal itu bukanlah suatu yang "Mutlak",
Bagaimanakah definisi "bukanlah suatu yang "Mutlak"" di atas? Saya bertanya karena saya yakin Anda tidak sedang berbicara tentang metode baptis. CMIIW.
« Last Edit: November 16, 2015, 08:48:48 PM by shadowing »
November 17, 2015, 11:15:26 AM
Reply #153
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1543
Oke. Dari statement ini saya berasumsi bahwa apa yang Anda pahami tentang baptisan adalah SAMA dengan apa yang dilakukan jemaat atau gereja Anda.
Untuk poin #2 di atas, apakah bayi dan anak-anak tersebut dibaptis selam pada hari yang sama ketika orang tua mereka dibaptis?



Oh ya, bersediakah Anda menjawah pertanyaan saya di bawah ini :
Bagaimanakah definisi "bukanlah suatu yang "Mutlak"" di atas? Saya bertanya karena saya yakin Anda tidak sedang berbicara tentang metode baptis. CMIIW.

Maaf, saya jadi bingung .. kok anda jadi berbelit-belit yah ..

Maksut keyakinan anda apa yah ? karena saya menguraikan permasalahan "metode" pembabtisan yang digunakan oleh gereja kami. Metodenya ada 2 cara, yaitu :

1). Untuk setiap orang yang lahir dari orang-orang yang sudah percaya, maka digunakan metode pembabtisan pada saat masa kanak-kanak / bayi, dimana dengan metode ini, pembabtisan dilakukan "Sebagai Simbol Keselamatan".
2). Untuk setiap orang yang belum mengenal ataupun menerima Yesus sebagai Juru Selamatnya, apakah Ia masih bayi atau kah sudah Tua Sekali, maka metode yang digunakan adalah "Metode Pembabtisan dengan Cara Harus Diselamkan", dimana dengan metode atau cara ini, pembabtisan dilakukan "Sebagai Simbol Pertobatan".

Lalu, anda mau bertanya tentang apa terhadap permasalahan yang saya uraikan diatas tersebut ?


Salam ..
November 17, 2015, 01:52:37 PM
Reply #154
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12957
    • fossil coral cantik
1). Untuk setiap orang yang lahir dari orang-orang yang sudah percaya, maka digunakan metode pembabtisan pada saat masa kanak-kanak / bayi, dimana dengan metode ini, pembabtisan dilakukan "Sebagai Simbol Keselamatan".
Dengan kata lain, semua bayi yang lahir dari pasutri yg sudah dibaptis - maka baptisan-nya percik. Dengan kata lain, baptisan percik tidak akan pernah diberlakukan pada orang dewasa, melainkan hanya utk balita/bayi (belon mencapai usia layak).

ilustrasi :
cuplis adalah Kristen (sdh dibaptis)
meylan adalah Kristen (sdh dibaptis)
cuplis meylan adalah pasutri
balita/bayi pasutri ini dibaptis percik.

Bener gak jes ?

Quote
2). Untuk setiap orang yang belum mengenal ataupun menerima Yesus sebagai Juru Selamatnya, apakah Ia masih bayi atau kah sudah Tua Sekali, maka metode yang digunakan adalah "Metode Pembabtisan dengan Cara Harus Diselamkan", dimana dengan metode atau cara ini, pembabtisan dilakukan "Sebagai Simbol Pertobatan".
Baptisan selam diberlakukan kepada :
a. orang dewasa yang baru menjadi OP (orang percaya)
b. bayi yang terlahir dari pasutri yang bukan OP.

ilustrasi
a. cuplis dewasa utk pertama kalinya menjadi OP, dibaptis selam.
b. Pasutri beragama nonK berkeinginan balita/anaknya masuk Kristen - maka balita ini dibaptis selam.

bener gak jes ?


Nah... mungkin yg maksud dari pertanyaan shadowing adalah :
begimana itu diketika sikonnya sbb :
case-A
1. suaminya nonK
2. istrinya Kristen (sudah dibaptis)
3. pasutri ini berkeinginan balita/anaknya masuk Kristen.
4. maka balita ini dibaptis percik ? selam ?

case-B
1. suaminya Kristen (sudah dibaptis)
2. istrinya nonK
3. pasutri ini berkeinginan balita/anaknya masuk Kristen.
4. maka balita ini dibaptis percik ? selam ?

case-C
baik case-A dan case-B tidak mungkin eksis karena pabila salah satu dari pasutri itu nonK, maka yang Kristen udah keburu duluan di kasih ban buat berenang ke laut. Dengan demikian, balita tidak didalam posibilitas di baptis KECUALI balita nanti diketika dia sudah masuk usia layak (dewasa) ingin masuk Kristen - maka dia akan dibaptis selam.


case-D
1. suami Kristen
2. istri Kristen
3. Balita tidak pernah dibaptis.
4. Diketika balita ini nanti sudah dewasa
5. maka balita yg sudah dewasa ini dibaptis percik ? selam ?
(kalu yg case-D ini saya tebak baptisnya selam, atas kekonsistenan pendapat saya yg ungu diatas).

:)
salam.
« Last Edit: November 17, 2015, 01:55:06 PM by odading »
November 17, 2015, 02:28:28 PM
Reply #155
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1543
Dengan kata lain, semua bayi yang lahir dari pasutri yg sudah dibaptis - maka baptisan-nya percik. Dengan kata lain, baptisan percik tidak akan pernah diberlakukan pada orang dewasa, melainkan hanya utk balita/bayi (belon mencapai usia layak).

ilustrasi :
cuplis adalah Kristen (sdh dibaptis)
meylan adalah Kristen (sdh dibaptis)
cuplis meylan adalah pasutri
balita/bayi pasutri ini dibaptis percik.

Bener gak jes ?
 Baptisan selam diberlakukan kepada :
a. orang dewasa yang baru menjadi OP (orang percaya)
b. bayi yang terlahir dari pasutri yang bukan OP.

ilustrasi
a. cuplis dewasa utk pertama kalinya menjadi OP, dibaptis selam.
b. Pasutri beragama nonK berkeinginan balita/anaknya masuk Kristen - maka balita ini dibaptis selam.

bener gak jes ?


Nah... mungkin yg maksud dari pertanyaan shadowing adalah :
begimana itu diketika sikonnya sbb :
case-A
1. suaminya nonK
2. istrinya Kristen (sudah dibaptis)
3. pasutri ini berkeinginan balita/anaknya masuk Kristen.
4. maka balita ini dibaptis percik ? selam ?

case-B
1. suaminya Kristen (sudah dibaptis)
2. istrinya nonK
3. pasutri ini berkeinginan balita/anaknya masuk Kristen.
4. maka balita ini dibaptis percik ? selam ?

case-C
baik case-A dan case-B tidak mungkin eksis karena pabila salah satu dari pasutri itu nonK, maka yang Kristen udah keburu duluan di kasih ban buat berenang ke laut. Dengan demikian, balita tidak didalam posibilitas di baptis KECUALI balita nanti diketika dia sudah masuk usia layak (dewasa) ingin masuk Kristen - maka dia akan dibaptis selam.


case-D
1. suami Kristen
2. istri Kristen
3. Balita tidak pernah dibaptis.
4. Diketika balita ini nanti sudah dewasa
5. maka balita yg sudah dewasa ini dibaptis percik ? selam ?
(kalu yg case-D ini saya tebak baptisnya selam, atas kekonsistenan pendapat saya yg ungu diatas).

:)
salam.

Semua pendapat anda tersebut diatas tepat sekali, kecuali kasus D, dimana jika seorang anak yang terlahir dari Ibu dan Bapa adalah Kristen, tetapi anak tersebut belum pernah di babtis hingga dewasa, kemudian setelah dewasa, maka anak tersebut dapat dibabtis dengan babtis percik juga atau tidak perlu diselamkan, tetapi "Jika" anak tersebut merasa telah jatuh kedalam dosa dan si anak ingin benar-benar bertobat dari dosanya, maka si anak tersebut dapat juga dilakukan dengan cara babtis selam.

Salam ...
November 17, 2015, 02:43:59 PM
Reply #156
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12957
    • fossil coral cantik
Semua pendapat anda tersebut diatas tepat sekali, kecuali kasus D, dimana jika seorang anak yang terlahir dari Ibu dan Bapa adalah Kristen, tetapi anak tersebut belum pernah di babtis hingga dewasa, kemudian setelah dewasa, maka anak tersebut dapat dibabtis dengan babtis percik juga atau tidak perlu diselamkan, tetapi "Jika" anak tersebut merasa telah jatuh kedalam dosa dan si anak ingin benar-benar bertobat dari dosanya, maka si anak tersebut dapat juga dilakukan dengan cara babtis selam.

Salam ...
makasih atas penjelasan dari jesuit.

Dengan demikian kalimat ungu saya (di post sebelumnya) = nggak demikian adanya  :ashamed0002:.

case-E
suami Kristen
istri Kristen
balita tidak dibaptis.
balita setelah dewasa masuk agama nonK.
disuatu ketika, anak ini ingin masuk Kristen
maka anak ini dibaptis selam (bertobatnya : dari agama nonK menjadi agama Kristen).

bener gak yah jes ?

:)
salam.
November 17, 2015, 06:57:53 PM
Reply #157
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2614
@odading :

Terima kasih banyak untuk penguraian logisnya. Seperti biasa, selalu ada hal yang terpikirkan di otak Anda tetapi tidak di otak saya. Meskipun kadang-kadang njelimet dan mesti dibaca dengan hati-hati.



@Jesuit_DM :

IMO, terkadang apa yang orang Kristen yakini belum tentu sama persis dengan apa yang gerejanya tetapkan. Soal baptis misalnya, sampai waktu tertentu saya meyakini bahwa baptis perciklah yang "benar" (terlebih karena saya sendiri dibaptis percik ketika balita) tetapi seiiring bertambahnya pengetahuan saya soal Alkitab, detik ini IMO, baptis selamlah yang paling "afdol". Namun itu tidak mempengaruhi pandangan saya terhadap baptisan yang sudah saya terima, juga tidak pernah sekalipun terlintas niatan untuk dibaptis lagi. Bagi saya, baptisan itu sekali untuk seumur hidup dan baptisan itu syarat. Dua hal ini adalah mutlak bagi saya.

Maka dari itu ketika Anda menuliskan :
Jadi, karena Babtisan itu adalah "simbol", maka hal itu bukanlah suatu yang "Mutlak",

Saya coba meraba-raba, apa maksud statement Anda, di bagian yang di-bold, di atas? Di area manakah bagian yang di-bold itu diterapkan?

Sebelumnya Anda menulis :
...
1). Babtis dimasa kanak2 ( bayi ) dan tidak diselamkan, tetapi cuma diambil air dan dibasahi kepala si bayi tersebut. Untuk pembabtisan pada masa kanak-kanak ini, dilakukan pada setiap bayi yang lahir dari orang tua yang sudah percaya.==> Babtisan ini adalah Simbol dari "Keselamatan", maksutnya adalah : "Karena Si bayi terlahir dari Orang tua yang sudah percaya, maka keselamatan tersebut terpancar juga pada si bayi".
...
Poin #1 di atas MUTLAK ATAU TIDAK? Sebab kalo merujuk pada "... bukanlah suatu yang Mutlak", berarti bisa jadi, ada kasus-kasus tertentu dimana bayi bisa dibaptis percik meskipun sang bayi tidak terlahir dari pasangan suami istri Kristen.

Sebelumnya Anda juga menulis :
...
2). Babtis Selam ( Harus diselamkan ), Babtisan ini berlaku bagi setiap orang yang "sama sekali" belum pernah mengenal ataupun menerima Yesus, sehingga Ia harus dibabtis dengan cara diselamkan, untuk maksut :"Dengan Diselamkan dirinya, maka segala dosa yang dilakukannya tersebut telah dikubur dalam kematian Yesus, dan pada saat Ia bangkit dari dalam Air, maka Ia telah dibangkitkan bersama dengan Yesus, atau Ia telah dilahirkan kembali.==> Baptisan ini adalah "Simbol Pertobatan".
Poin #2 di atas MUTLAK ATAU TIDAK? Sebab kalo merujuk pada "... bukanlah suatu yang Mutlak", berarti bisa jadi, ada kasus-kasus tertentu dimana seseorang tidak harus dibaptis selam meskipun belum pernah mengenal atau menerima YK sebagai T&JS.



Atau jika menurut Anda apa yang saya tulis di atas KELIRU, bersediakah Anda menuliskan definisi atau pandangan atau penerapan ketetapan gereja Anda mengenai "...bukanlah sesuatu yang mutlak" itu?
November 21, 2015, 11:30:09 AM
Reply #158
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1543
makasih atas penjelasan dari jesuit.

Dengan demikian kalimat ungu saya (di post sebelumnya) = nggak demikian adanya  :ashamed0002:.

case-E
suami Kristen
istri Kristen
balita tidak dibaptis.
balita setelah dewasa masuk agama nonK.
disuatu ketika, anak ini ingin masuk Kristen
maka anak ini dibaptis selam (bertobatnya : dari agama nonK menjadi agama Kristen).

bener gak yah jes ?

:)
salam.

Benar sekali..

Salam ..
November 21, 2015, 11:41:25 AM
Reply #159
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1543
@odading :

Terima kasih banyak untuk penguraian logisnya. Seperti biasa, selalu ada hal yang terpikirkan di otak Anda tetapi tidak di otak saya. Meskipun kadang-kadang njelimet dan mesti dibaca dengan hati-hati.



@Jesuit_DM :

IMO, terkadang apa yang orang Kristen yakini belum tentu sama persis dengan apa yang gerejanya tetapkan. Soal baptis misalnya, sampai waktu tertentu saya meyakini bahwa baptis perciklah yang "benar" (terlebih karena saya sendiri dibaptis percik ketika balita) tetapi seiiring bertambahnya pengetahuan saya soal Alkitab, detik ini IMO, baptis selamlah yang paling "afdol". Namun itu tidak mempengaruhi pandangan saya terhadap baptisan yang sudah saya terima, juga tidak pernah sekalipun terlintas niatan untuk dibaptis lagi. Bagi saya, baptisan itu sekali untuk seumur hidup dan baptisan itu syarat. Dua hal ini adalah mutlak bagi saya.

Tepat sekali, babtisan itu sekali untuk seumur hidup manusia.

Quote
Maka dari itu ketika Anda menuliskan :
Saya coba meraba-raba, apa maksud statement Anda, di bagian yang di-bold, di atas? Di area manakah bagian yang di-bold itu diterapkan?

Saya menjelaskan tata cara gereja saya, untuk kondisi "normal", tetapi untuk kondisi yang tidak normal atau bersifat khusus, maka semua metode gereja yang normal tersebut, "bisa diabaikan", karena itu saya katakan bukanlah sesuatu yang mutlak,  seperti contoh .. seorang yang sudah kritis dan tidak mungkin untuk dilakukan pembabtisan dengan cara atau metode apapun, maka orang tersebut "cukup" di doakan dan diserahakan pada Tuhan Yesus.

Quote
Sebelumnya Anda menulis :Poin #1 di atas MUTLAK ATAU TIDAK? Sebab kalo merujuk pada "... bukanlah suatu yang Mutlak", berarti bisa jadi, ada kasus-kasus tertentu dimana bayi bisa dibaptis percik meskipun sang bayi tidak terlahir dari pasangan suami istri Kristen.

Benar, untuk kasus tertentu ( karena situasi mengharuskan tidak dapat dilakukannya proses pembabtisan dengan cara yang normal ).

Quote
Sebelumnya Anda juga menulis :Poin #2 di atas MUTLAK ATAU TIDAK? Sebab kalo merujuk pada "... bukanlah suatu yang Mutlak", berarti bisa jadi, ada kasus-kasus tertentu dimana seseorang tidak harus dibaptis selam meskipun belum pernah mengenal atau menerima YK sebagai T&JS.



Atau jika menurut Anda apa yang saya tulis di atas KELIRU, bersediakah Anda menuliskan definisi atau pandangan atau penerapan ketetapan gereja Anda mengenai "...bukanlah sesuatu yang mutlak" itu?

Saya sudah menjawab pertanyaan ini diatas..


Salam ..
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)