Author Topic: Saat Teduh  (Read 50565 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

May 30, 2014, 05:31:05 AM
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 20167
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://saatteduh.wordpress.com/2014/05/
Mentalmu seperti kaca atau baja?
Posted on Kamis, 29 Mei, 2014 by Saat Teduh

“Palu menghancurkan kaca, tapi palu membentuk baja.”

Apa makna dari pepatah kuno Rusia ini?

Jika mentalmu rapuh seperti kaca, maka ketika palu masalah menghantammu, maka dengan mudah kamu akan putus asa, frustasi, kecewa, marah dan jadi remuk redam.

Jika kamu adalah “kaca”, maka kamu juga rentan terhadap benturan. Kamu mudah tersinggung, kecewa, marah, atau sakit hati saat kamu berhubungan dengan orang lain. Sedikit benturan sudah lebih dari cukup untuk menghancurkan hubunganmu dgn mereka.

Jangan pernah jadi “kaca”, tapi jadilah “baja”. Mental baja adalah mental yang selalu positif, bahkan tetap bersyukur di saat masalah dan keadaan yang benar-benar sulit tengah menghimpitmu.

Orang yang bermental baja selalu menganggap bahwa masalah adalah proses kehidupan untuk membentuknya menjadi lebih kuat.

Sepotong besi baja akan menjadi sebuah alat yang lebih berguna setelah lebih dulu ditempa dan dibentuk dengan palu oleh tangan pandai besi dalam bara api.

Setiap pukulan memang menyakitkan, namun orang yang bermental baja menyadari bahwa itu akan selalu membawa kebaikan bagi dirinya.

Jika kamu adalah “baja”, maka kamu akan melihat palu sebagai “sahabat” yang akan membentukmu.

Sebaliknya jika kamu adalah “kaca”, maka kamu akan selalu melihat palu sebagai “musuh” yang akan menghancurkanmu.
May 31, 2014, 05:29:21 AM
Reply #1
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 20167
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://saatteduh.wordpress.com/2014/05/
Kendalikanlah diri kita!
Posted on Jumat, 30 Mei, 2014 by Saat Teduh

Baca: Amsal 25:28 <Org yang tak dapat mengendalikan diri adalah seperti kota yang roboh temboknya.>

Ketika berat badan cenderung naik terus, banyak orang memilih untuj menguruskan badan dengan cara diet. Namun diet ternyata bukan hal yang gampang untuk dijalankan. Diet seringkali gagal di tengah jalan, masalahnya cuma satu, yaitu kesulitan utk mengendalikan diri ketika berhadapan dengan makanan kesukaan.

Soal mengendalikan diri tentu tidak hanya terbatas dengan makan saja. Hampir semua sisi dalam kehidupan kita membutuhkan pengendalian diri.

Banyak tokoh Alkitab yang jatuh terpuruk hanya gara-gara tidak bisa mengendalikan diri.

Seandainya saja..

    Hawa bisa mengendalikan diri terhadap keinginan makan buah dari pohon pengetahuan yang baik dan jahat.
    Musa tidak cepat marah ketika memukul bukit batu untuk memberi minum kepada bani Isarel yang rewel itu.
    Simson bisa menahan nafsunya terhadap perempuan macam Delila.
    Daud bisa menahan diri dari “pemandangan indah” dari sotoh istananya pada waktu senja.
    Yudas tak silau dengan uang yg ditawarkan oleh imam kepala.

 

Tak bisa mengendalikan diri sering membuat kita melakukan hal-hal yg sangat bodoh..

    Seperti ketika kita dikuasai oleh emosi yang berlebihan.
    Seperti ketika kita menukarkan kekudusan dengan hal-hal yang cabul…

Tanpa memiliki pengendalian diri maka kita seperti kota yang tembok pertahanannya roboh.

Ambillah salah satu kekangan dari hal-hal berikut ini: tidak menjadi rakus soal makan; tidak berkata kotor; tidak membelanjakan uang untuj hal yang tak perlu.
June 01, 2014, 05:33:24 AM
Reply #2
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 20167
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://saatteduh.wordpress.com/2014/05/
Upah kita besar di surga
Posted on Sabtu, 31 Mei, 2014 by Saat Teduh

Baca: 2 Tawarikh 15:7 <Tetapi kamu ini, kuatkanlah hatimu, jangan lemah semangatmu, karena ada upah bagi usahamu!>

Ketika TUHAN menciptakan manusia, Ia menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya, dengan maksud agar manusia hidup di dunia bisa bekerja & berkarya bagi kemuliaan nama-Nya serta menjadi berkat bagi sesama.

Selama nafas masih ada dikandung badan, marilah kita berusaha untuk selalu melakukan hal-hal yang baik sesuai dengan kehendak-Nya.

Tidak usah memusingkan diri dengan pujian & penghargaan, sekalipun hal-hal baik yang kita lakukan tidak dilihat dan tidak dihargai oleh orang lain, kita tetap melakukannya!

Karena TUHAN tidak pernah menutup mata, Dia akan menghargai dan memberi upah besar kepada orang-orang yang tekun melakukan kebaikan serta setia menjalankan tugas & pelayanan-Nya.
June 02, 2014, 04:54:11 AM
Reply #3
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 20167
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://saatteduh.wordpress.com/2014/06/
Damai Sejahtera
Posted on Minggu, 1 Juni, 2014 by Saat Teduh

- Diambil dari Renungan Gereja Kristus Yesus -

Bacaan Alkitab hari ini:  Yohanes 14:15-31; 20:19-23

Hidup  orang Kristen sejati ditandai dengan adanya buah Roh. Dalam Galatia 5:22-23, Paulus menjelaskan tentang buah Roh, yang disebutkannya adalah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri. Seumpama pohon dengan buahnya, kita dapat mengelompokkan sembilan kata ini ke dalam tiga tandan buah. Tanda pertama terdiri dari kasih, sukacita dan damai sejahtera. Hal ini berbicara tentang relasi kita dengan Allah. Tandan kedua terdiri dari kesabaran, kemurahan dan kebaikan. Ini berbicara tentang relasi kita dengan sesama. Tandan yang terakhir adalah kesetiaan, kelemahlembutan dan penguasaan diri. Yang terakhir ini berbicara tentang relasi kita dengan diri sendiri. Dua hari berturut-turut kita sudah merenungkan kasih dan sukacita. Sekarang kita akan merenungkan tentang sifat ketiga dari tandan pertama buah Roh, yaitu damai sejahtera.

Damai sejahtera yang sejati terjadi ketika kita diperdamaikan dengan Allah melalui perantaraan Kristus, sehingga kita bisa berdamai dengan orang lain dan dengan diri sendiri. Sebelum mati disalibkan Yesus berbicara tentang damai sejahtera dan setelah bangkit, Yesus berbicara pula tentang topik damai sejahtera (Yohanes 14:26-27, 20:19, 21). Damai sejahtera yang dimaksud oleh Yesus adalah pemberian-Nya yang berbeda dengan pengertian dunia. Kita sudah dimeteraikan ROH KUDUS menjadi anak-anak Allah. Itu sebabnya kita tidak perlu merasa gelisah pada waktu menghadapi kesulitan. Damai sejahtera yang stabil tidak akan terpengaruh oleh kekuatiran. Terlalu mudah gelisah, kuatir, cemas, takut dan merasa tidak ada jalan lain, menyatakan tidak adanya damai sejahtera dalam hati kita. Ini merupakan tanda bahaya untuk manusia yang hidup dalam zaman modern, hidup yang makin lama makin tegang. Damai sejahtera yang sesungguhnya tidak dipengaruhi oleh ancaman dan kesulitan apapun dari luar.  Maukah kita memiliki damai sejahtera seperti ini? [JS]

Yohanes 14:27
“Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu.”
June 03, 2014, 04:53:32 AM
Reply #4
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 20167
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://saatteduh.wordpress.com/2014/06/
Kesabaran
Posted on Senin, 2 Juni, 2014 by Saat Teduh

Bacaan Alkitab hari ini:  Galatia 5:16-26

Surat Galatia mengajarkan bahwa sejatinya hidup orang Kristen adalah hidup yang sangat indah dan mulia. Hidup yang tidak dapat ditemukan dalam dunia ini. Sesungguhnya hidup di dalam Kristus adalah hidup yang mulia karena sekalipun kita masih bertubuh manusia yang berdosa, yang sering kali membawa kita pada apa yang tidak kita kehendaki, yaitu perbuatan-perbuatan daging—yang berlawanan dengan keinginan Roh—ternyata, Puji Tuhan; Tuhan telah memberikan kuasa kepada kita untuk dapat mengalahkannya. Kuasa itu berasal dari ROH KUDUS yang telah melahirbarukan dan menyertai kita. ROH KUDUS inilah yang memperbarui karakter hidup kita, sehingga kita memiliki nilai hidup yang berbeda dari orang-orang yang belum percaya yaitu hidup yang dipimpin oleh ROH KUDUS (Galatia 5:16-23).

Kehidupan yang indah itu ditandai dengan buah Roh. Dalam Galatia 5:22-23, Paulus menjelaskan buah Roh sebagai: “Kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran,…” Kasih adalah perintah yang terutama (Matius 22:37-39). Sukacita sejati hanya didapatkan di dalam Kristus. Damai sejahtera sesungguhnya terjadi ketika kita diperdamaikan dengan Allah. Melalui ketiga hal inilah relasi kita dengan Allah dibereskan. Setelah relasi kita dengan Tuhan dibereskan, maka akan muncul sifat berikutnya dari buah Roh yang akan membereskan relasi kita dengan sesama. Sifat itu adalah kesabaran (Galatia 5:22). Sabar dalam kesulitan maupun sabar terhadap sesama (Kolose. 1:11, 3:12-13). Sabar menanggung kesengsaraan demi Kristus (2Korintus 1:6). Sabar terhadap ketidakadilan, sabar menantikan kedatangan Tuhan kembali (2 Korintus 11:19-20, Yakobus 5:7). Semuanya itu secara otomatis akan timbul dalam hidup ketika kita sungguh-sungguh hidup dalam pimpinan ROH KUDUS dan melekat pada Kristus, Tuhan kita. (Yohanes. 15:4-5). [JS]

Kolose 3:12
“Karena itu, sebagai orang-orang pilihan Allah yang dikuduskan dan dikasihi-Nya, kenakanlah belas kasihan, kemurahan, kerendahan hati, kelemahlembutan dan kesabaran.”
June 04, 2014, 04:55:22 AM
Reply #5
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 20167
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://saatteduh.wordpress.com/2014/06/
Kemurahan
Posted on Selasa, 3 Juni, 2014 by Saat Teduh

Bacaan Alkitab hari ini:  2 Korintus 9:1-15
http://www.jesoes.com/alkitab/2kor/9/1

Kemurahan adalah buah Roh yang seharusnya menjadi ciri khas orang-orang yang sudah diselamatkan. Oleh karena keselamatan diperoleh secara cuma-cuma karena kemurahan Allah, maka konsekuensi logisnya adalah orang yang sudah diselamatkan seharusnya memiliki hati yang penuh kemurahan. Tetapi sayang sekali, kenyataannya sering kali jauh dari keadaan yang seharusnya itu. Kemurahan adalah suatu karakter yang penuh kebaikan dan murah hati terhadap orang lain. Oleh sebab itu kemurahan diwujudkan melalui sebuah pemberian; bisa berupa memberi hidup, waktu, perhatian, pengampunan, dana, bantuan dan lain-lain. Oleh sebab itulah Paulus berkali-kali mengingatkan jemaat Korintus tentang kemurahan hati ini. Paulus mengingatkan tentang pelayanan kepada orang-orang kudus (9:1). Pemberian itu sebagai bukti kemurahan hati yang dilakukan dengan kerelaan hati dan bukan karena paksaan karena Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita (9:2, 5, 7). Paulus mengingatkan konsep tabur tuai : orang yang menabur sedikit, akan menuai sedikit juga, dan orang yang menabur banyak, akan menuai banyak juga (9:6). Jemaat Korintus mampu memberi oleh karena Allah yang terlebih dulu melimpahkan kepada mereka segala kasih karunia yang menjadikan mereka berkelebihan dalam kebajikan (9:8). Pada akhirnya pelayanan ini mengakibatkan melimpahnya ucapan syukur kepada Allah (9:12, 15).

Jikalau kita mengamini kemurahan adalah buah Roh yang dapat dirasakan oleh saudara-saudara kita, sudahkah dalam hidup kita menunjukkan hidup yang penuh kemurahan? Kita diselamatkan semata-mata karena kemurahan Allah, sudah selayaknya kita sebagai anak-anak Allah yang Mahapemurah menunjukkan hati yang penuh kemurahan. [JS]

Lukas 6:36
“Hendaklah kamu murah hati, sama seperti Bapamu adalah murah hati.”
June 04, 2014, 04:56:46 AM
Reply #6
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 20167
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://saatteduh.wordpress.com/2014/06/
Menyangkali iman!
Posted on Selasa, 3 Juni, 2014 by Saat Teduh

Baca: 1 Samuel 28:1-25
http://www.jesoes.com/alkitab/1sam/28/1

Kisah Saul dalam perikop ini sungguh-sungguh menyedihkan. Ia sungguh-sungguh menyangkali imannya. Kepercayaannya yang paling mendasar kepada Tuhan telah ditinggalkan. Apa yang menjadi salah satu larangan penting dari Taurat (Ul. 18:9-14), yang Saul sendiri pada masa permulaan pemerintahannya menaatinya (3), telah dilanggarnya sendiri.Percaya pada peramal berarti percaya kepada roh-roh lain di luar Tuhan. Hal itu sama saja dengan menduakan Tuhan, alias menyembah berhala.

Itu yang terjadi pada Saul. Dalam keadaan kepepet oleh pasukan Filistin, Saul berusaha mencari petunjuk dari Tuhan. Ketika Tuhan tak kunjung menjawab, ia pun nekad mencari pemanggil arwah agar dapat memberi jawaban atas pergumulannya. Ternyata di Israel masih ada orang dengan profesi semacam itu, yang jelas-jelas bertentangan dengan Taurat Tuhan. Tidak heran, rajanya sendiri pun kemudian terjebak pada dosa tersebut.

Apakah yang muncul benar-benar roh Samuel atau roh “Samuel”, merupakan isu kontroversial dalam dunia penafsiran Alkitab. Kalau benar itu roh Samuel, maka ini merupakan kasus khusus yang Tuhan izinkan untuk meneguhkan penghukuman-Nya atas Saul karena jawaban roh Samuel jelas sekali (16-19). Kalau itu bukan roh Samuel, maka jelas roh jahat berperan di balik sang pemanggil arwah untuk menipu Saul. Isi jawaban yang senada dengan berita penghukuman Allah melalui Samuel pada masa lalu tidak perlu diartikan bahwa roh jahat memiliki pengetahuan Ilahi, tetapi bahwa roh jahat akan memakai apa saja untuk menjerat orang semakin jauh dari Tuhan dan terpuruk.

Kita sudah mengikuti perjalanan iman Saul dari permulaan, dan mendapatkan bahwa saat Saul tidak bersedia dikoreksi oleh Tuhan. Ia semakin jauh dari kasih karunia Tuhan. Puncaknya, ia menyangkali Tuhan dengan mencari pertolongan dari yang bukan Tuhan. Sayang sekali teguran Tuhan sama sekali tidak direspons dengan bertobat dan mau belajar menaati kehendak-Nya. Semoga kita belajar dari kisah Saul ini untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama.

- diambil dari Santapan Harian Scripture Union Indonesia. www.su-indonesia.org  -
June 05, 2014, 05:18:45 AM
Reply #7
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 20167
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://saatteduh.wordpress.com/2014/06/
Kebaikan
Posted on Rabu, 4 Juni, 2014 by Saat Teduh

- Diambil dari Renungan Gereja Kristus Yesus -

Bacaan Alkitab hari ini:  Filipi 4:2-23
http://www.jesoes.com/alkitab/flp/4/2

Kebaikan adalah salah satu sifat dasar Allah. Allah itu baik. Segala yang Allah lakukan itu baik. Kebaikan adalah sebuah kata tindakan artinya selalu melakukan apa yang terhormat secara etika dan moral. Allah menginginkan kita baik sebagaimana Ia adalah baik. Kebaikan juga adalah buah Roh yang tidak berdiri sendiri, tetapi selalu bersama-sama dengan kesabaran dan kemurahan dalam kaitannya dengan relasi terhadap sesama. Ketiga hal ini bersama-sama dan sungguh indah jika dinyatakan dalam hidup kita. Dalam bagian akhir surat Filipi Paulus membahas tentang kebaikan ini. Setelah memberikan beberapa nasihat, Paulus meminta jemaat Filipi untuk melakukan kebaikan : menolong rekannya yang bersama-sama beberapa rekan yang lain berjuang bersama-sama dengannya untuk mengabarkan Injil. Ia juga melanjutkan bahwa kebaikan yang dilandasi motif yang murni itu hendaknya dilakukan dengan sukacita dan menjadi kesaksian yang baik bagi semua orang (4:3-5). Kebaikan yang seperti itu tidak akan membawa hidup kepada kekuatiran, tetapi justru damai sejahtera Allah (4:6-7, 9). Selain itu, Paulus juga menyaksikan kebaikan jemaat Filipi yang turut ikut mengambil bagian dalam kesusahannya dengan beberapa kali mengirimkan bantuan kepadanya (4:14, 16, 18). Kebaikan mereka itu dinilai Paulus sebagai suatu persembahan yang harum dan korban yang disukai dan berkenan kepada Allah yang pada akhirnya akan membawa berkat dan kemuliaan Allah (4:18-20).

Sungguh indah jika setiap anak Tuhan bisa meneladani kebaikan seperti ini. Sebuah kebaikan yang memperbesar buah-buah Injil (4:17). Maukah, di saat menjelang peringatan Pentakosta ini kita melakukan kebaikan yang tidak menghiraukan pamrih ataupun balasan. Kebaikan sejati yang mengalir dari motivasi yang suci, yang rela mengorbankan diri sendiri untuk membangun orang lain; kebaikan yang digerakkan oleh ROH KUDUS dan menjadi cermin sifat Tuhan sendiri. [JS]

Filipi 4:5
“Hendaklah kebaikan hatimu diketahui semua orang. Tuhan sudah dekat! “
June 06, 2014, 05:23:55 AM
Reply #8
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 20167
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://saatteduh.wordpress.com/2014/06/
Belajar bersandar lagi pada Tuhan
Posted on Kamis, 5 Juni, 2014 by Saat Teduh

Baca: 1 Samuel 30:1-31
http://www.jesoes.com/alkitab/1sam/30/1

Luput dari dilema, Daud dan pasukannya menghadapi masalah baru. Selama ini mereka telah meninggalkan para istri dan anak-anak mereka untuk berperang bagi Akhis. Ternyata tempat tinggal mereka di Ziklag, telah diserbu dan dijarah orang Amalek, termasuk anak istri mereka ditawan.Kesedihan para pengikut Daud begitu besar sampai-sampai mereka hendak merajam Daud, yang mereka anggap bertanggung jawab atas malapetaka mereka.

Dalam keadaan kepepet, Daud kembali mencari petunjuk Tuhan (6-8). Kesadaran bahwa ia tidak dapat menyelesaikan masalah yang begitu besar dan serius ini, membuat Daud berpaling kepada Tuhan. Maka atas petunjuk Tuhan pula, Daud dan pasukannya berhasil mengalahkan Amalek serta merampas pulang semua yang dirampas. Tindakan iman Daud ini mengembalikan kepekaan rohaninya.

Pertama, ia tidak merendahkan sebagian pasukannya yang keletihan dalam perjalanan ke tempat musuh. Ia justru mengajarkan para pasukannya bahwa sebagai satu tim mereka harus sepenanggungan dan sependeritaan (23-25). Hal itu ditunjukkannya dengan berbagi jarahan dengan pasukan yang tidak ikut berperang.

Kedua, Daud tetap ingat dirinya sebagai bagian dari umat Israel. Maka, ia pun memberikan sebagian jarahan itu kepada para pemimpin suku Yehuda. Tindakannya sekaligus memulihkan kepercayaan mereka terhadap Daud, yang mungkin memudar saat melihat Daud ada di pihak musuh.

Semua yang terjadi dalam hidup Daud merupakan proses pembentukan iman dan karakter yang mempersiapkannya untuk menggantikan Saul menjadi raja atas Israel. Perjalanan hidup kita masing-masing pasti berbeda dari Daud maupun satu sama lainnya. Namun, kerumitan masalah yang kita hadapi mungkin sama, bisa jadi lebih. Jangan pernah menyerah kalah, apalagi kehilangan pengharapan. Allah yang sama yang dikenal dan dipercayai Daud, ialah Allah yang kita kenal dan sembah dalam Kristus. Dia menyertai kita dan mengizinkan masalah membentuk kita agar lebih bersandar kepada Tuhan dan lebih peka terhadap panggilan kita.

- diambil dari Santapan Harian Scripture Union Indonesia. www.su-indonesia.org  -
June 06, 2014, 05:25:17 AM
Reply #9
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 20167
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://saatteduh.wordpress.com/2014/06/
Kesetiaan
Posted on Kamis, 5 Juni, 2014 by Saat Teduh

- Diambil dari Renungan Gereja Kristus Yesus -

Bacaan Alkitab hari ini:  Matius 25:14-30
http://www.jesoes.com/alkitab/mat/25/14

Dalam perumpamaan tentang talenta yang terkenal ini, hamba-hamba yang dipercayakan talenta oleh tuannya dinilai bukan berdasarkan berapa banyak yang dihasilkan atau hal-hal lain, tetapi dinilai karena kesetiaannya. Baik hamba yang dipercayakan lima atau dua talenta, dinilai sebagai hamba yang baik dan setia (25:21, 23). Sebaliknya seorang hamba lain yang hanya dipercayakan satu talenta itu dinilai jahat dan malas karena ia tidak setia (25:26). Oleh sebab itu di sini kita belajar betapa pentingnya menjadi orang yang setia, karena berdasar kesetiaan itulah Tuhan akan menilai dan menghakimi kita. Kata kesetiaan (Inggris :faithfull) di dalamnya mengandung pengertian iman. Jadi kesetiaan berhubungan erat dengan iman kepada Allah yang setia. Kesetiaan terhadap hal yang kecil sebenarnya adalah ujian karakter yang paling dapat dipastikan yang membawa kepada kepercayaan yang semakin besar. Seperti tadi telah kita baca, Yesus berkata, “…engkau telah setia memikul tanggung jawab dalam perkara yang kecil, aku akan memberikan kepadamu tangggung jawab dalam perkara yang besar.”(25:23). Kesetiaan bukanlah ketaatan kepada sesuatu yang tidak ada dasarnya. Kesetiaan adalah satu kesungguhan hati untuk tetap jujur dan terus menerus bertanggung jawab kepada apa yang harus kita patuhi. Kesetiaan dimanifestasikan dengan melaksanakan apa yang sudah dijanjikan atau dipercayakan. Allah yang setia menghendaki anak-anak-Nya juga setia.

Sebuah refleksi buat kita, sejauh mana kita sebagai orang Kristen setia kepada Tuhan dalam hidup kita sehari-hari? Apakah kita sudah setia dalam hal-hal kecil seperti janji-janji yang kita buat, pemanfaatan waktu kita, apa yang kita baca dan lihat, kesetiaan kepada pasangan hidup kita dan hidup sesuai prinsip kebenaran Firman Tuhan yang kita yakini? [JS]

Wahyu 2:10c
“Hendaklah engkau setia sampai mati, dan Aku akan mengaruniakan kepadamu mahkota kehidupan.”
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)