Author Topic: Devosi GRII  (Read 32852 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

July 11, 2020, 05:33:12 AM
Reply #1050
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 26187
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16


http://www.bibleforandroid.com/renunganpagi/0711

Sabtu, 11 Juli 2020

Melengkapi, meneguhkan, menguatkan dan mengokohkan kamu, sesudah kamu menderita seketika lamanya. [1 Petrus 5:10]

Anda telah melihat busur langit yang menyelimuti dataran: warna-warninya mulia dan corak warnanya langka. Ini sungguh indah, tapi sayangnya, pelangi itu berlalu dan tidak ada lagi. Warna yang terang mempersilakan kedatangan awan putih nan lembut, dan langit tidak lagi cemerlang dengan semburat surgawi. Pelangi tidak tinggal tetap. Bagaimana mungkin? Sebuah kemuliaan yang terdiri dari sinar matahari yang fana dan tetesan air hujan, dapatkah tinggal tetap? Anugerah dari kepribadian Kristen tidak boleh menyerupai pelangi dalam keindahannya yang sementara, tetapi sebaliknya, harus tetap, teratur, dan kekal. Hai orang-orang percaya, carilah setiap hal baik yang mungkin menjadi hal yang kekal. Biarlah kepribadianmu tidak seperti tulisan di atas pasir, melainkan seperti tulisan di atas prasasti batu! Semoga imanmu, tidak menjadi “visi dari kain yang tak berdasar,” melainkan dibangun dari bahan yang mampu bertahan dari api yang menghanguskan kayu, rumput kering, dan jerami dari orang munafik. Biarlah keyakinanmu tetap berakar dan berdasarkan kasih. Biarlah keyakinanmu semakin dalam, kasihmu nyata, keinginanmu sungguh-sungguh. Biarlah seluruh hidupmu menjadi pasti dan mapan. Semua ledakan dari neraka dan semua badai bumi tidak akan pernah bisa menghapusmu. Namun perhatikan bagaimana berkat dari "bertambah teguh dalam iman" [Kol 2:7] diperoleh. Perkataan rasul menyatakan penderitaan sebagai sarana yang digunakan “sesudah kamu menderita seketika lamanya” [1 Pet 5:10]. Tidak ada gunanya berharap bahwa kita akan berakar dengan baik jika tidak ada angin kuat yang menerpa kita. Bonggol tua di akar pohon tarbantin, dan puntiran aneh di cabang-cabang, semuanya memberitahu bahwa ada banyak badai yang menyapu, dan mereka adalah pertanda tentang seberapa dalam akar mengakar. Jadi, orang Kristen diciptakan menjadi kuat, dan berakar teguh dalam menghadapi semua pencobaan serta badai-badai kehidupan. Jangan ciut menghadapi angin pencobaan yang bergelora, melainkan bersikaplah tenang dan percaya bahwa melalui kedisiplinan yang keras, Allah memenuhi janji berkat ini bagimu.
____________________

RENUNGAN PAGI (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon).
Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.






July 12, 2020, 05:31:00 AM
Reply #1051
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 26187
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16

http://www.bibleforandroid.com/renunganpagi/0712

Minggu, 12 Juli 2020

Dikasihi [dikuduskan] dalam Allah Bapa [Yudas 1:1]

Dikuduskan dalam Yesus Kristus [1 Korintus 1:2]

Dikuduskan oleh Roh [1 Petrus 1:2]

Cermati kesatuan dari Tiga Pribadi Ilahi di dalam seluruh tindakan mulia mereka. Betapa tidak bijaksananya perkataan orang percaya yang membuat pilihan di dalam Pribadi Tritunggal; yang menganggap Yesus seolah-olah Dia adalah perwujudan dari semua hal yang indah dan anggun, sementara Allah Bapa dianggap sangat adil, tetapi miskin akan kebaikan. Sama salahnya bagi mereka yang membesar-besarkan keputusan Allah Bapa, dan penebusan Allah Putra sehingga dapat merendahkan karya Roh. Dalam kasih karunia, tidak ada Pribadi dari Tritunggal yang bertindak terpisah dari yang lain. Mereka satu di dalam tindakan dan esensi mereka. Dalam hal kasih kepada orang yang dipilih, mereka adalah satu, dan di dalam tindakan-tindakan yang mengalir dari Sumber pokok yang besar itu, mereka masih tidak terbagi-bagi. Khususnya perhatikan ini dalam hal pengudusan. Sementara kita mungkin tanpa kesalahan, dapat berbicara tentang pengudusan sebagai karya Roh, namun kita harus mengambil pelajaran bahwa kita tidak melihatnya seolah-olah Allah Bapa dan Putra tidak terlibat di dalamnya. Adalah benar ketika berbicara pengudusan sebagai karya Allah Bapa, Putra, dan Roh. TUHAN masih berkata, “Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita” [Kej 1:26], dan dengan demikian kita adalah “Buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya” [Ef 2:10]. Lihatlah nilai yang Allah tetapkan pada kesucian yang nyata, karena Tiga Pribadi di dalam Tritunggal digambarkan sebagai rekan sekerja untuk menghasilkan gereja tanpa “cacat atau kerut atau yang serupa itu” [Ef 5:27]. Dan Anda, sebagai pengikut Kristus, harus juga menetapkan nilai yang tinggi terhadap kekudusan—pada kemurnian hidup dan percakapan yang saleh. Hargai darah Kristus sebagai fondasi dari harapanmu, tapi jangan pernah meremehkan karya Roh yang merupakan meteraimu untuk memperoleh warisan orang-orang kudus dalam terang. Jadi, hari ini mari kita hidup untuk mewujudkan karya Allah Tritunggal di dalam diri kita.
____________________

RENUNGAN PAGI (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon).
Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.







July 13, 2020, 06:41:38 AM
Reply #1052
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 26187
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16

http://www.bibleforandroid.com/renunganpagi/0713

Senin, 13 Juli 2020

Berfirmanlah Allah kepada Yunus: "Layakkah engkau marah?" [Yunus 4:9]

Kemarahan tidak selalu merupakan dosa, tetapi cenderung berjalan dengan liar kapanpun kemarahan terjadi. Kita harusnya cepat bertanya mengenai karakter kemarahan ini, dengan mempertanyakan “Apakah Anda layak marah?” Mungkin kita bisa menjawab, “YA”. Sangat sering kemarahan menjadi puntung api orang gila, tetapi terkadang juga menjadi seperti api Elia dari Surga. Kita melakukannya dengan benar ketika kita marah terhadap dosa, karena kesalahan yang melawan Allah kita yang baik dan murah hati; atau terhadap diri kita sendiri, karena kita tetap bebal padahal sudah menerima banyak instruksi Ilahi; atau ketika kita marah terhadap orang-orang lain ketika satu-satunya penyebab kemarahan adalah kejahatan yang mereka lakukan. Barangsiapa tidak marah terhadap pelanggaran, berbagian dalam pelanggaran. Dosa adalah hal yang menjijikkan dan hal yang penuh kebencian, dan tidak ada hati yang sudah diperbarui dapat sabar bertahan terhadap dosa. Allah sendiri marah kepada orang jahat setiap hari, dan itu tertulis dalam Firman-Nya, “Hai orang-orang yang mengasihi TUHAN, bencilah kejahatan!” [Mazmur 97:10]. Jauh lebih sering ditakuti apabila kemarahan kita tidak terpuji maupun dapat dibenarkan, dalam hal itu kita harus menjawab, “TIDAK”. Kenapa kita harus kesal kepada anak-anak, mudah membentak kepada pembantu, dan murka kepada teman? Apakah kemarahan merupakan hal yang terhormat sebagai orang Kristen, ataukah memuliakan Allah? Apa itu bukan merupakan hati jahat yang lama, yang berusaha untuk mendapatkan kekuasaan, dan bukankah kita harus menolaknya dengan seluruh kekuatan dari sifat manusia baru kita? Banyak profesor memberi usul seolah-olah percuma kemarahan dilawan, tetapi biarlah orang percaya mengingat bahwa ia harus menjadi orang yang menang di dalam setiap hal, atau dia tidak dimahkotai kemenangan. Jika kita tidak dapat mengendalikan emosi kita, apa yang telah anugerah lakukan bagi kita? Seseorang berkata kepada Tuan [William] Jay, bahwa anugerah sering dicangkokkan kepada tunggul pohon apel. “Ya”, katanya, “tetapi buahnya bukan apel”. Kita tidak boleh membuat kelemahan alami kita menjadi alasan untuk berbuat dosa, melainkan kita harus melarikan diri ke salib dan meminta Tuhan menyalibkan emosi kita, dan memperbaharui kita di dalam kelembutan dan kesabaran menurut gambar Allah sendiri.
____________________

RENUNGAN PAGI (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H. Spurgeon).
Isi renungan ini bebas untuk disalin dan disebarluaskan.








 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)