Author Topic: Renungan Harian Air Hidup  (Read 179477 times)

0 Members and 2 Guests are viewing this topic.

September 13, 2019, 06:39:54 AM
Reply #2120
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23159
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16

http://airhidupblog.blogspot.com/2019/

Friday, September 13, 2019
KEKUATAN DOA: Mengubah Segalanya
Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 13 September 2019

Baca:  Mazmur 3:1-9

"Dengan nyaring aku berseru kepada TUHAN, dan Ia menjawab aku dari gunung-Nya yang kudus."  Mazmur 3:5

Tuhan yang kita sembah di dalam nama Tuhan Yesus adalah Tuhan yang kuasa-Nya sungguh tidak terbatas, tidak ada sesuatu pun yang tidak dapat dilakukan-Nya, bahkan  "Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita,"  (Efesus 3:20).  Jangan pernah ragu untuk berdoa kepada Bapa dalam nama-Nya!  "...apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu."  (Yohanes 15:16).

     Yabes, sekalipun namanya memiliki arti dukacita atau menderita, tapi ketika ia berdoa dengan iman:  "Kiranya Engkau memberkati aku berlimpah-limpah dan memperluas daerahku, dan kiranya tangan-Mu menyertai aku, dan melindungi aku dari pada malapetaka, sehingga kesakitan tidak menimpa aku!"  (1 Tawarikh 4:10), Tuhan mengabulkan permintaannya, bahkan Dia bukan hanya memulihkan keadaan Yabes, tapi juga memberkati hidupnya secara luar biasa, sehingga  "Yabes lebih dimuliakan dari pada saudara-saudaranya;"  (1 Tawarikh 4:9).  Mungkin keadaan Saudara sedang terpuruk dan berada di titik terendah, orang lain pun memandang kita dengan sebelah mata, dengan berkata,  "Tak mungkin hidupmu dipulihkan!  Kau tak punya masa depan lagi!", jangan pernah putus asa!  Kekuatan kita memang sangat terbatas, namun jika kita mau menyerahkan segala keterbatasan kita ke dalam tangan Tuhan, maka tangan-Nya yang kuat dan perkasa itu yang akan menopang dan bertindak untuk kita, sebab  " Punya-Mulah lengan yang perkasa, kuat tangan-Mu dan tinggi tangan kanan-Mu."  (Mazmur 89:14), dan  "Tangan kanan TUHAN melakukan keperkasaan! tangan kanan TUHAN berkuasa meninggikan, tangan kanan TUHAN melakukan keperkasaan!"  (Mazmur 118:15b-16).

     Jangan pernah takut untuk bermimpi besar seperti Yabes!  Asal disertai tekad yang kuat, usaha yang pantang menyerah, dan terus bertekun di dalam doa dan hidup mengandalkan Tuhan, apa pun yang kita impikan dan rindukan pasti akan terwujud.

"Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia."  1 Korintus 2:9


September 14, 2019, 05:25:03 AM
Reply #2121
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23159
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16

http://airhidupblog.blogspot.com/2019/

Saturday, September 14, 2019
DAMAI SEJAHTERA: Berkat Orang Percaya
Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 14 September 2019

Baca:  Yesaya 54:1-17

"Sebab biarpun gunung-gunung beranjak dan bukit-bukit bergoyang, tetapi kasih setia-Ku tidak akan beranjak dari padamu dan perjanjian damai-Ku tidak akan bergoyang, Firman Tuhan, yang mengasihani engkau."  Yesaya 54:10

Dalam situasi terjepit dan diterpa berbagai permasalahan hidup, kebanyakan orang menjalani hari-harinya tanpa semangat, penuh kemurungan, takut, cemas dan kuatir.  Damai sejahtera di hati pun terbang melayang entah kemana!  Sebagai orang percaya tak seharusnya kita kehilangan damai sejahtera sekalipun harus mengalami pergumulan hidup yang berat, sebab kita punya Tuhan, yang adalah Sang Raja damai  (Yesaya 9:5), Dialah sumber damai sejahtera kita.  Damai sejahtera yang sejati tak kita dapatkan dari dunia atau pun dari hal-hal materi, melainkan hanya didapatkan oleh mereka yang telah dipulihkan hubungannya dengan Bapa melalui kelahiran baru di dalam Kristus!

     Damai sejahtera adalah salah satu berkat rohani dari sorga yang Tuhan sediakan bagi orang percaya, sebagaimana yang Tuhan janjikan,  "Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu."  (Yohanes 14:27).  Maka dari itu bila seseorang ingin memiliki damai sejahtera ia tak perlu mencarinya dengan berkelana sampai ke ujung dunia, cukup datang kepada Kristus dan menerima Dia di dalam hatinya, maka damai sejahtera itu akan Tuhan berikan.  Damai sejahtera yang sejati itu pemberian dari Tuhan:  "...TUHAN kiranya memberikan kekuatan kepada umat-Nya, TUHAN kiranya memberkati umat-Nya dengan sejahtera!"  (Mazmur 29:11).  Jadi, bukanlah hal yang mustahil orang percaya mengalami damai sejahtera, sekalipun berada di tengah dunia yang bergelora!

     Iblis takkan dapat mengambil satupun berkat Tuhan dari hidup kita atau merampas damai sejahtera di dalam hati kita selama kita tinggal dekat Tuhan dan menaati firman-firman-Nya.  Sebaliknya, Iblis akan dengan mudah mencuri damai sejahtera itu, ketika kita mulai berjalan menyimpang dari jalan-jalan Tuhan dan menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah/hadirat Tuhan  (Ibrani 10:25), sebab hanya orang-orang yang teguh hatinya melekat kepada Tuhan dan firman-Nya yang beroleh damai sejahtera.

"Yang hatinya teguh Kaujagai dengan damai sejahtera, sebab kepada-Mulah ia percaya."  Yesaya 26:3

September 15, 2019, 04:52:57 AM
Reply #2122
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23159
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16

http://airhidupblog.blogspot.com/2019/

Sunday, September 15, 2019
DAMAI SEJAHTERA: Dampak Ketaatan Kita
Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 15 September 2019

Baca:  Yesaya 48:12-22

"Sekiranya engkau memperhatikan perintah-perintah-Ku, maka damai sejahteramu akan seperti sungai yang tidak pernah kering, dan kebahagiaanmu akan terus berlimpah seperti gelombang-gelombang laut yang tidak pernah berhenti,"  Yesaya 48:18

Memiliki uang banyak, harta melimpah, jabatan tinggi, dan menjadi terkenal di mata manusia, apakah memberi jaminan kepada seseorang merasakan damai sejahtera?  Tidak.  Uang sebesar apa pun tak bisa membeli damai sejahtera!  Popularitas tak bisa menggantikan damai sejahtera!  Alkitab menegaskan bahwa hidup dalam damai sejahtera itu tidak berkaitan dengan materi, jabatan, atau popularitas, tapi merupakan hasil atau dampak dari ketaatan orang melakukan kehendak Tuhan.

     Ayat nas menyatakan bahwa ketaatan kepada Tuhan itulah yang akan menghasilkan aliran-aliran damai sejahtera seperti sungai yang tidak pernah kering, yang terus mengalir dengan limpahnya.  Jadi, kunci untuk mengalami damai sejahtera di segala situasi adalah menempuh jalan yang Tuhan tunjukkan:  "Akulah TUHAN...yang mengajar engkau tentang apa yang memberi faedah, yang menuntun engkau di jalan yang harus kautempuh."  (Yesaya 48:17).  Pertanyaan:  Maukah kita menempuh jalannya Tuhan?  Pemazmur menulis:  "Segala jalan TUHAN adalah kasih setia dan kebenaran bagi orang yang berpegang pada perjanjian-Nya dan peringatan-peringatan-Nya."  (Mazmur 25:10).  Banyak orang lebih memilih untuk menempuh jalan sendiri karena mereka tidak mau diatur dan tak mau dikekang kebebasannya, padahal:  "Ada jalan yang disangka orang lurus, tetapi ujungnya menuju maut."  (Amsal 14:12).  Hidup menyimpang dari jalan-jalan Tuhan itu seringkali membawa kita kepada masalah demi masalah, kesukaran demi kesukaran, sehingga kita pun kehilangan damai sejahtera, karena apa yang kita tabur itulah yang kita tuai;  menabur ketidaktaatan, pasti menuai kesukaran.

     Keadaan pasti berbeda kalau kita mau mengikuti jalan-jalan Tuhan, yang sekalipun terasa berat secara daging, tapi mendatangkan berkat jasmani maupun rohani yaitu hidup dalam damai sejahtera Tuhan!  Orang yang hidup taat digambarkan  "...seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil."  (Mazmur 1:3).

Tak mau mengikuti jalan Tuhan, jangan bermimpi hidup dalam damai sejahtera!




September 17, 2019, 11:42:26 AM
Reply #2123
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23159
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16

http://airhidupblog.blogspot.com/2019/

Tuesday, September 17, 2019
MEMPERTANGGUNGJAWABKAN PERKATAAN
Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 17 September 2019

Baca:  Matius 12:33-37

"Karena menurut ucapanmu engkau akan dibenarkan, dan menurut ucapanmu pula engkau akan dihukum."  Matius 12:37

Punya kemampuan berbicara di depan banyak orang, seperti di dalam forum, rapat, seminar, kelas, dan sebagainya, adalah sesuatu yang sangat membanggakan, karena tidak semua orang cakap melakukannya.  Tetapi, jika seseorang berbicara sembarangan di hadapan banyak orang dan tak mampu mengekang lidahnya, apalagi yang terucap adalah perkataan yang kotor, ini justru sangat berbahaya dan bisa menimbulkan masalah besar.  Berhati-hatilah!  Firman Tuhan mengatakan,  "Setiap kata sia-sia yang diucapkan orang harus dipertanggungjawabkannya pada hari penghakiman."  (Matius 12:36).  Rasul Paulus juga memperingatkan orang percaya,  "Janganlah ada perkataan kotor keluar dari mulutmu, tetapi pakailah perkataan yang baik untuk membangun, di mana perlu, supaya mereka yang mendengarnya, beroleh kasih karunia."  (Efesus 4:29). 

     Perkataan kotor dan sia-sia adalah perkataan yang jahat dan buruk, yang dapat menjadi penyulut api, yang dapat membakar, melukai dan menghanguskan apa pun yang ada di sekitarnya.  Sadar atau tidak, ada banyak kata sia-sia yang seringkali meluncur begitu saja dari mulut kita, tanpa kita peduli dengan keadaan orang lain.  Yang termasuk dalam kategori perkataan kotor:  1.  Fitnah.  Yaitu perkataan yang tidak didasari dengan kebenaran yang dengan sengaja disebarkan dengan maksud untuk menjelek-jelekkan, merusak atau menghancurkan nama baik seseorang.  2.  Gosip.  Yaitu pergunjingan atau obrolan negatif tentang orang lain, yang belum tentu kebenarannya.  3.  Hujatan.  Yaitu ucapan yang mencaci, mencela, atau ujaran kebencian.  4.  Makian.  Yaitu kata-kata kasar yang diucapkan seseorang karena tersulut oleh amarah yang meledak-ledak, dan sebagainya!

     Di hari-hari ini dosa yang paling banyak dilakukan oleh orang adalah dosa perkataan.  Seorang percaya tak sepantasnya mengucapkan perkataan kotor dan sia-sia!  Adalah mutlak untuk selalu mengucapkan perkataan yang benar dan positif!  Hal ini perlu latihan dan disiplin tinggi agar kita dapat mengontrol dan menundukkan satu bagian dari tubuh kita yang dapat mempengaruhi seluruh kehidupan kita, yaitu lidah.

Karena itu,  "Jika ada orang yang berbicara, baiklah ia berbicara sebagai orang yang menyampaikan firman Allah;"  1 Petrus 4:11a


September 18, 2019, 04:27:45 AM
Reply #2124
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23159
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16

http://airhidupblog.blogspot.com/2019/

Wednesday, September 18, 2019
DUNIA YANG PENUH GEJOLAK
Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 18 September 2019

Baca:  Mazmur 46:1-12

"Bangsa-bangsa ribut, kerajaan-kerajaan goncang, Ia memperdengarkan suara-Nya, dan bumipun hancur."  Mazmur 46:7

Perhatikan dengan seksama keadaan dunia saat ini!  Bukankah semakin hari semakin bergejolak?  Gejolak ini tidak hanya terjadi di negara kita, tapi hampir seluruh negara mengalami hal yang sama.  Dunia ini benar-benar sedang digoncang!  "Sebab beginilah Firman Tuhan semesta alam: Sedikit waktu lagi maka Aku akan menggoncangkan langit dan bumi, laut dan darat;"  (Hagai 2:7).  Apa yang pemazmur tulis bahwa bangsa-bangsa ribut dan kerajaan-kerajaan goncang  (ayat nas), benar-benar tergenapi.

     Bergejolaknya dunia, mau tidak mau, memengaruhi kehidupan semua orang, bahkan dapat menimbulkan ketakutan, kekuatiran, dan kecemasan.  "...sekalipun bumi berubah, sekalipun gunung-gunung goncang di dalam laut; sekalipun ribut dan berbuih airnya, sekalipun gunung-gunung goyang oleh geloranya."  (Mazmur 46:3-4), sebagai orang percaya, kita tak perlu takut, berpeganglah teguh pada janji Firman Tuhan.  Bila kita masih merasa sulit untuk melepaskan diri dari belenggu ketakutan dan kekuatiran, itu tandanya kita belum tinggal di dalam Firman Tuhan, padahal Firman Tuhan penting sekali untuk menumbuhkan iman kita, bahwa Tuhan yang kita sembah adalah Tuhan yang bukan saja menyelamatkan kita, tapi juga Tuhan yang sanggup memelihara kehidupan kita setiap hari, sekalipun dunia dipenuhi dengan gejolak.  Tak perlu takut menghadapi gejolak dan goncangan apa pun, sebab orang percaya  "...menerima kerajaan yang tidak tergoncangkan, marilah kita mengucap syukur dan beribadah kepada Allah menurut cara yang berkenan kepada-Nya, dengan hormat dan takut."  (Ibrani 12:28).

     Supaya kita mampu bertahan dan tetap kuat menghadapi dunia yang sedang bergejolak dan bergoncang ini kita harus memperkokoh fondasi hidup kita.  Fondasi itu adalah Firman Tuhan:  "Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu."  (Matius 24:35).  Ada tertulis:  "Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu. Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, tetapi rumah itu tidak rubuh sebab didirikan di atas batu."  (Matius 7:24-25).

Tuhan itu tempat perlindungan dan kekuatan!  Dialah kota benteng kita.


September 19, 2019, 06:30:59 AM
Reply #2125
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23159
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16

http://airhidupblog.blogspot.com/2019/

Thursday, September 19, 2019
KALA KEGELISAHAN MELANDA
Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 19 September 2019

Baca:  Mazmur 116:1-19

"Kembalilah tenang, hai jiwaku, sebab TUHAN telah berbuat baik kepadamu."  Mazmur 116:7

Tidur adalah pekerjaan yang mudah dilakukan!  Tapi ada sebagian orang yang justru mengeluh bahwa mereka sulit untuk bisa tidur.  Kedengarannya memang agak aneh ya, tapi kenyataannya demikian, yaitu ada orang yang butuh perjuangan yang sedemikian rupa untuk bisa tidur, bahkan mereka perlu dibantu obat dari dokter agar bisa tidur.  Penyakit sulit tidur disebut insomnia, yaitu ketidakmampuan seseorang untuk tidur selama periode yang seharusnya, di saat orang lain biasanya tidur dengan lelap.

     Ada beberapa sebab mengapa seorang mengalami gangguan sulit tidur atau insomnia, salah satunya adalah karena faktor psikis yaitu stres.  Di zaman sekarang ini banyak orang dilanda stres:  stres karena beban hidup yang semakin berat, stres karena sakit yang dideritanya belum sembuh-sembuh, stres karena gagal menjadi caleg pasca pemilu, dan sebagainya.  Salah satu gejala stres adalah rasa gelisah yang berlebihan.  Gelisah berarti tidak tenang, tidak tenteram, selalu merasa was-was, cemas.  Daud pun pernah mengalaminya saat ia terus dikejar-kejar oleh Saul yang berusaha untuk menghabisi nyawanya:  "Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku, dan gelisah di dalam diriku?"  (Mazmur 42:6).  Ternyata ketenangan hidup itu teramat mahal harganya, tak bisa dibeli dan tak bisa diukur dengan materi seberapa pun.  Apalah artinya punya segalanya bila hidup dipenuhi dengan kegelisahan setiap hari?  "Segenggam ketenangan lebih baik dari pada dua genggam jerih payah dan usaha menjaring angin."  (Pengkhotbah 4:6).

     Masalah adalah bagian kehidupan manusia yang tak bisa dihindari, namun untuk tetap bersikap tenang dan tidak gelisah adalah sebuah keputusan.  Jika kita berserah dan memercayakan hidup sepenuhnya kepada Tuhan, kita tidak akan gelisah dalam menjalani hidup ini, sebab kita percaya bahwa tangan Tuhan tidak kurang panjang untuk menyelamatkan dan pendengaran-Nya tidak kurang tajam untuk mendengarkan seruan doa kita  (Yesaya 59:1).  Kegelisahan pasti sirna bila kita senantiasa mendekat kepada Tuhan, sebab hanya dekat Tuhan saja kita menemukan ketenangan hidup  (Mazmur 62:2).

Percayalah bahwa ada ROH KUDUS di dalam kita,  "Siapa yang percaya, tidak akan gelisah!"  Yesaya 28:16

 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)