Author Topic: Saat Teduh  (Read 64304 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

August 21, 2014, 05:16:16 AM
Reply #100
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23456
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://saatteduh.wordpress.com/2014/08/

Dipanggil di tengah kegamangan
Posted on Rabu, 20 Agustus, 2014 by Saat Teduh

Baca: Yeremia 1:1-19
http://www.jesoes.com/alkitab/yer/1/1
http://www.jesoes.com/alkitab/mat/10/16
http://www.jesoes.com/alkitab/mat/28/20

Menjadi nabi dalam usia belia bukanlah impian banyak orang, sebab nabi bukanlah figur populer. Tugas seorang nabi tidak jarang mengharuskan “penyambung lidah” Tuhan ini bentrok dengan para pemangku kepentingan yang merasa tidak nyaman dengan pesan yang disampaikan. Pengalaman inilah yang harus dihadapi Yeremia sepanjang hidupnya.

Yeremia berasal dari keluarga imam yang tinggal di Anatot, desa kecil yang berjarak sekitar lima kilometer dari Yerusalem. Ketika dipanggil Tuhan pada tahun ketiga belas pemerintahan Yosia, usianya baru sekitar dua puluhan (sekitar tahun 627 SM). Wajar saja, ia mencoba mengelak dengan alasan tidak pandai bicara karena masih belia (6). Namun, Tuhan yang mengerti ketakutannya memberi jaminan: “Aku menyertai engkau untuk melepaskan engkau!” (8-9).

Tuhan mempunyai rencana atas hidup Yeremia jauh sebelum ia lahir (5). Tuhan mempersiapkan, mengutus, dan memperlengkapi Yeremia untuk “mencabut dan merobohkan” serta “menanam dan membangun” (10). Bobot dan cakupan tugas yang diemban Yeremia tidak tanggung-tanggung. Ia harus meneruskan Firman Tuhan yang menentukan jatuh bangunnya bangsa-bangsa dan kerajaan-kerajaan! Sejak awal Tuhan memang mengingatkan bahwa semua kekuatan dunia ini akan memeranginya. Namun, Tuhan menjanjikan penyertaan-Nya: “Mereka akan memerangi engkau, tetapi tidak akan mengalahkan engkau!” (19). Dua penglihatan yang dilihatnya berfungsi untuk menguatkan hatinya (11-12, 13-14).

Seperti Yeremia, pengikut Kristus diutus ke dalam dunia yang siap menentang, bahkan memangsa. Wajar bila rasa takut dan bimbang menghinggapi kita saat bersaksi bagi Tuhan dan mewartakan kebenaran-Nya. Bukankah Guru Agung itu mengingatkan kita, “Lihat, Aku mengutus kamu seperti domba ke tengah-tengah serigala” (Mat. 10:16)? Namun, Tuhan tidak membiarkan kita digilas oleh angkara lawan-Nya. Dia yang telah mengalahkan dunia (Yoh. 16:33) menegaskan, “Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman” (Mat. 28:20)!





Sebab dari Sebuah Tangisan
Posted on Rabu, 20 Agustus, 2014 by Saat Teduh

Bacaan Alkitab hari ini:  Ratapan 2
http://www.jesoes.com/alkitab/rat/2/1
http://www.jesoes.com/alkitab/luk/19/41
http://www.jesoes.com/alkitab/luk/16/42


Semua orang pasti pernah menangis. Yang terpenting adalah apa yang menyebabkan kita menangis. Jika tangisan itu muncul karena kesedihan hati yang tidak dapat menikmati keinginan hati yang mengarah pada dunia, maka itulah tangisan yang patut disayangkan. Jangan menangis karena ke-ego-an kita, tapi menangislah karena kepedihan hati kita menyaksikan dosa yang merajalela. Tuhan Yesus pernah menangis. Dalam Lukas 19:41 dikatakan bahwa waktu Tuhan Yesus mendekati kota Yerusalem, Ia menangisinya. Berbeda jauh dengan kebiasaan orang pada saat itu yang selalu memuji-muji keindahan dan kekokohan Yerusalem. Tuhan Yesus tidak terpukau oleh keindahan Yerusalem di atas Bukit Sion. Pandangan-Nya terpaku pada orang-orang Yerusalem yang tidak mengerti apa yang mereka perlukan untuk mendapatkan damai sejahtera yang sesungguhnya (Lukas 19:42). Jika kita membaca Kitab Ratapan, kita bisa salah mengerti tentang apa yang diratapi oleh Nabi Yeremia. Sekilas, kita bisa berpikir bahwa yang Dia ratapi adalah kota Yerusalem yang hancur. Namun, bila kita simak lebih dalam, sebenarnya yang dia tangisi adalah penduduk Yerusalem. Yeremia menangis beg itu pedihnya karena penduduk Yerusalem (yang mengaku sebagai umat Allah) menolak Allah. Ratapan 2:11 menjelaskan bahwa mata Yeremia bengkak karena menangis tanpa henti, jiwanya merana tak terperi, dan hatinya hancur melihat keruntuhan bangsanya yang dia sebut sebagai “My People” (terjemahan versi NIV). Yang menjadi pertanyaan bagi kita: Bila kita menangis, apa yang kita tangisi? Marilah kita menangisi orang-orang zaman ini karena banyak di antara mereka yang menolak Tuhan Yesus dan tidak tahu apa yang mereka perlukan untuk kehidupan kekal . [GT]

Lukas 19:42
kata-Nya: “Wahai, betapa baiknya jika pada hari ini juga engkau mengerti apa yang perlu untuk damai sejahteramu! Tetapi sekarang hal itu tersembunyi bagi matamu.
August 22, 2014, 05:21:08 AM
Reply #101
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23456
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://saatteduh.wordpress.com/2014/08/
Masih Ada Kesempatan
Posted on Kamis, 21 Agustus, 2014 by Saat Teduh

Bacaan Alkitab hari ini:  Ratapan 3
http://www.jesoes.com/alkitab/rat/3/1

Jangan pernah berpikir, bahwa karena Tuhan itu panjang sabar, maka Dia tidak akan pernah menghukum kita yang berdosa. Bila kita terusmenerus memberontak, Tuhan akan menyelubungi diri-Nya dengan murka. Bahkan, ketika kita berdoa pun, doa kita tidak didengar-Nya. Dalam 3:40, Yeremia mengajak pembaca untuk mengintrospeksi diri (menyelidiki dan memeriksa kehidupannya). Seringkali, tanpa disadari, kita telah jauh dari kebenaran. Celakanya, walaupun kita sudah tersesat, kita masih merasa masih berada pada jalan yang benar. Kita tidak punya waktu untuk mengintropeksi diri atau kita terlalu sombong untuk melakukan hal itu. Kita selalu beranggapan bahwa kita benar dan akan selalu benar. Tuhan memberikan hukuman. Namun, hukuman yang Tuhan berikan pada kita pada ‘saat ini’ adalah suatu bukti bahwa Tuhan mengasihi kita. Hukuman itu tidak bertujuan untuk membinasakan kita, melainkan membuat kita sadar akan kesalahan kita dan kita kembali pada jalan Tuhan. Lihatlah! Waktu Tuhan memberikan hukuman, hukuman itu selalu disertai dengan ajakan untuk bertobat. Tuhan itu panjang sabar. Dia menghukum untuk menanti kita bertobat. Merupakan suatu hal yang indah bahwa Tuhan siap menerima kita dan memberikan pengampunan saat kita bertobat, meskipun kesalahan atau dosa kita begitu berat. “Engkau mendengar suaraku! …Engkau dekat tatkala aku memanggil- Mu…Engkau telah menyelamatkan hidupku” (3:56, 57, 58). Janganlah kita menyangka bahwa Tuhan telah membuang kita bila murka-Nya menimpa kita. Tuhan akan selalu menerima kita saat kita memanggil- Nya. [GT]

1 Yohanes 1:9
“Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan..”





7 pesan bijak hari ini
Posted on Kamis, 21 Agustus, 2014 by Saat Teduh

1. Saat semua baik-baik saja, kita tidak tampak kuat atau lemah. Tapi saat ada guncangan, di situ akan terlihat apakah kita kuat atau lemah.

Lari dari masalah bukan solusi yang tepat, kita akan tetap mendapatkan masalah yang sama.

Solusinya kita harus melewatinya dengan tegar!!

2. Siapa yang dapat menahan amarahnya, maka ia mampu mengalahkan musuhnya yang paling berbahaya.

Musuh yang paling berbahaya di dunia ini adalah rasa takut, kuatir dan bimbang.

Sahabat yang paling setia, hanyalah keberanian dan keyakinan yang teguh.

3. Jangan malas saat belajar, jangan mengeluh ketika bekerja!

Keberhasilan bukan milik mereka yang malas dan yang suka mengeluh.

Jangan sampai kemalasan dan sikap ‘semau gue’ membuat kita kehilangan bagian yang telah TUHAN sediakan.

4. Rendah Hati membuat kita menjadi tidak sombong dan tidak mementingkan diri sendiri.

Keegoisan dan mementingkan diri sendiri bertujuan untuk menguntungkan dan menyelamatkan diri sendiri, tapi pada akhirnya akan merugikan diri sendiri.

5. Kita tidak mau terbelenggu dalam keterbatasan, tapi kita tidak boleh berbuat sebebas-bebas-nya.

Kita pasti mau kebebasan, tapi harus punya batasannya.
Hidup perlu kebebasan, tapi harus ada batasnya.

6. Yang sudah lalu bukan untuk menjatuhkan, tapi sebagai pelajaran agar lebih kuat.

Yang di depan bukan untuk ditakuti, tapi untuk penyemangat.

7. Jangan menahan kelimpahan yang TUHAN berikan untuk memberi berkat kepada sesama dan melakukan pelbagai kebajikan, agar hidup kita berkenan di hati-Nya.

Mengasihi tak perlu alasan atau dasar apa-apa, itu merupakan tindakan yang keluar dari hati yang tulus.

TUHAN suka dengan orang yang mau bertolong-tolonganan menanggung beban, yang tidak berpikir untung-rugi dalam menuruti perintah-Nya.

Tetaplah mengikut TUHAN, meskipun harus menyangkal diri dan memikul salib.

Amsal 3:12 <Karena TUHAN memberi ajaran kepada yang dikasihi-Nya, seperti seorang ayah kepada anak yang disayangi.>
August 23, 2014, 05:16:44 AM
Reply #102
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23456
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://saatteduh.wordpress.com/2014/08/
Tiada yang Dapat Luput dari Murka Tuhan
Posted on Jumat, 22 Agustus, 2014 by Saat Teduh

Bacaan Alkitab hari ini:  Ratapan 4
http://www.jesoes.com/alkitab/rat/4/1

“Tidak percaya raja-raja di bumi, pun seluruh penduduk dunia, bahwa lawan dan seteru dapat masuk ke dalam gapura-gapura Yerusalem” (4:12). Sering kali kita terlalu percaya diri dan akhirnya tak mawas diri. Kita beranggapan bahwa kita pasti tidak akan ditimpa malapetaka. Yerusalem adalah kota di atas bukit dengan tembok pertahanan yang tinggi dan tebal. Bukan saja penduduk kota Yerusalem, bahkan semua orang pada masa itu menganggap bahwa kota Yerusalem tidak mungkin bisa dikalahkan. Zaman ini berbeda konteks dengan masa itu, tetapi tetap sama persoalannya. Banyak orang merasa aman dengan apa yang dimilikinya. Kekayaan dan kedudukan atau gelar yang tinggi dianggap sebagai jaminan hidup yang dapat diandalkan. Tidak mungkin kita akan hidup berkesusahan atau mengalami hambatan saat kita punya uang atau kedudukan. Semua hal bisa dibeli dengan uang. Semua hal bisa diatur saat kita punya kekuasaan. Namun, jika Tuhan memberikan hukuman, semuanya itu tidak dapat menyelamatkan diri kita. Walaupun be rtembok tinggi dan tebal, kota Yerusalem runtuh karena Tuhan memberikan hukuman. Hukuman Allah ini disebabkan oleh DOSA. Dari bacaan Alkitab hari ini, kita dapat melihat betapa luar biasanya keberdosaan yang telah terjadi di Yerusalem. Sungguh amat menyedihkan! Meskipun kita ini kaya, berkedudukan, dan berpendidikan tinggi, semua hal itu tidak dapat menyelamatkan diri kita dari hukuman Tuhan. Lalu kita bertanya: Mengapa Tuhan menghukum kita.

Karena keberdosaan kita, ketidaktaatan kita pada Tuhan, dan pemberontakan kita pada otoritas Tuhan. [GT]

Mazmur 86:11
Tunjukkanlah kepadaku jalan-Mu, ya TUHAN, supaya aku hidup menurut kebenaran-Mu; bulatkanlah hatiku untuk takut akan nama-Mu.





Janganlah kita sombong, tapi takutlah akan Tuhan!
Posted on Jumat, 22 Agustus, 2014 by Saat Teduh

Yesaya 2:17 <Manusia yang sombong akan ditundukkan dan orang yang angkuh akan direndahkan; hanya TUHAN sajalah yang maha tinggi pada hari itu.>

Perubahan nasib seseorang dan status sosial dari yang biasa-biasa menjadi luar biasa dapat merubah sikap dan perangai orang itu. Jika tidak menjaga hati, kita bisa terjebak dalam dosa kesombongan, selalu meninggikan diri, memandang rendah orang lain, bahkan tidak peduli terhadap orang-orang yang tingkatannya lebih rendah.

Jika kita mulai menyombongkan diri karena kelebihan-kelebihan yang kita miliki, berhati-hatilah karena saat itu kita sedang berada di ujung tanduk. Alangkah baiknya apabila kita memegang prinsip berikut, “Di atas gunung masih ada gunung-gunung yang lebih tinggi.”

Ada yang lebih pandai, ada yang lebih kaya, ada yang lebih elok parasnya, ada yang lebih bijaksana dan ada yang lebih segalanya dari apa yg kita miliki.

Janganlah berlebihan dalam menilai diri sendiri, karena belum tentu kita sehebat seperti apa yang kita yakini!

Kesombongan akan menutup pintu hati kita; kesombongan akan membuat TUHAN menjauh dari hidup kita.
August 24, 2014, 05:12:47 AM
Reply #103
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23456
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://saatteduh.wordpress.com/2014/08/
Janganlah kita sombong, tapi takutlah akan Tuhan!
Posted on Jumat, 22 Agustus, 2014 by Saat Teduh

Yesaya 2:17 <Manusia yang sombong akan ditundukkan dan orang yang angkuh akan direndahkan; hanya TUHAN sajalah yang maha tinggi pada hari itu.>

Perubahan nasib seseorang dan status sosial dari yang biasa-biasa menjadi luar biasa dapat merubah sikap dan perangai orang itu. Jika tidak menjaga hati, kita bisa terjebak dalam dosa kesombongan, selalu meninggikan diri, memandang rendah orang lain, bahkan tidak peduli terhadap orang-orang yang tingkatannya lebih rendah.

Jika kita mulai menyombongkan diri karena kelebihan-kelebihan yang kita miliki, berhati-hatilah karena saat itu kita sedang berada di ujung tanduk. Alangkah baiknya apabila kita memegang prinsip berikut, “Di atas gunung masih ada gunung-gunung yang lebih tinggi.”

Ada yang lebih pandai, ada yang lebih kaya, ada yang lebih elok parasnya, ada yang lebih bijaksana dan ada yang lebih segalanya dari apa yg kita miliki.

Janganlah berlebihan dalam menilai diri sendiri, karena belum tentu kita sehebat seperti apa yang kita yakini!

Kesombongan akan menutup pintu hati kita; kesombongan akan membuat TUHAN menjauh dari hidup kita.





Dimurkai, tetapi dirakhmati
Posted on Sabtu, 23 Agustus, 2014 by Saat Teduh

Baca: Yeremia 3:1-13
http://www.jesoes.com/alkitab/yer/3/1
http://www.jesoes.com/alkitab/hos/1/1
http://www.jesoes.com/alkitab/2raj/17/6
http://www.jesoes.com/alkitab/2raj/17/7
http://www.jesoes.com/alkitab/mzm/103/8
http://www.jesoes.com/alkitab/hos/3/13
http://www.jesoes.com/alkitab/luk/15/18

Suasana muram dan kecaman yang disampaikan Tuhan mengenai umat-Nya masih berlanjut dalam bagian yang kita baca hari ini. Kali ini gambaran utama yang digunakan mengenai hubungan Tuhan dan Israel adalah ikatan suami istri.Gambaran ini sering digunakan untuk menegaskan hubungan kasih dan kesetiaan antara Tuhan dan umat-Nya (bdk. Hos. 1-3). Israel dan Yehuda digambarkan sebagai dua saudara yang sama-sama tidak setia kepada Tuhan. Keduanya berzina dengan menyembah ilah-ilah lain di bukit-bukit pengurbanan (2, 6).

Dengan nada pedih berbaur amarah, Tuhan mengecam keduanya sebagai perempuan sundal yang berzina dengan banyak kekasih. Israel diberi surat cerai, tetapi Yehuda tidak takut dan tetap bersundal (3, 8). “Perceraian” yang dimaksud terjadi ketika Samaria jatuh ke tangan Asyur dan penduduknya ditawan ke pembuangan pada tahun 722/721 SM (2 Raj. 17:6). Malapetaka nasional ini dilihat sebagai akibat ketidaksetiaan mereka kepada Tuhan (2 Raj. 17:7-12). Namun, Yehuda yang luput dari peristiwa tragis ini rupanya tidak jera dan tetap bersundal dengan berhala-berhala (Yer. 3:8).

Bagaimana pun, Tuhan yang memanggil Israel adalah Allah yang “pengasih dan penyayang, panjang sabar, dan berlimpah kasih setia”. Ia tidak selamanya menuntut, apalagi mendendam (Mzm. 103:8-9). Oleh kemurahan hati-Nya, Ia tetap memanggil umat yang murtad untuk kembali kepada-Nya (Yer. 3:12). Di balik kekecewaan-Nya, selalu terselip pengampunan dan kerinduan untuk merangkul orang berdosa. Namun, seperti yang kita baca dalam perumpaan “Bapa yang menyambut anak yang hilang” (Luk. 15), perjalanan kembali seperti itu dimulai dari pengakuan akan dosa dan kesalahan yang telah dilakukan (Hos. 3:13; Luk. 15:18-20).

Firman Tuhan melalui Yeremia mengajak kita kembali pada langkah dasar yang amat menentukan ini. Apakah langkah ini yang akan kita ambil hari ini, yaitu mengakui segala dosa yang kita lakukan? Atau, apakah ada orang lain yang perlu kita doakan dan gugah untuk mengambil langkah kembali kepada Dia Yang Mahakasih?
August 24, 2014, 05:13:29 AM
Reply #104
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23456
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
Bersandar Pada Kesetiaan Allah
Posted on Sabtu, 23 Agustus, 2014 by Saat Teduh

- Diambil dari Renungan Gereja Kristus Yesus -

Bacaan Alkitab hari ini:  Ratapan 5

 

Kitab ini diakhiri dengan sebuah pertanyaan: “Atau, apa Engkau sudah membuang kami sama sekali? Sangat murkakah Engkau terhadap kami?” (5:22) Tentu saja penulis kitab ini tahu jawabannya. Tuhan tetap akan menghukum Yehuda jika mereka tetap dalam keberdosaannya. Sebaliknya, Tuhan akan mengampuni dan memulihkan Yehuda jika mereka mau bertobat dan kembali pada jalan Tuhan. Di ayat 16, tercermin suatu kesadaran Yehuda akan dosa. Kesadaran ini dilanjutkan dengan pengakuan bahwa mereka memang berdosa. Dosa itulah yang membuat mereka mengalami petaka, yaitu mengalami hukuman dari Allah. Yehuda kembali mengakui otoritas Tuhan dalam kehidupan mereka, “Engkau, ya TUHAN, bertakhta selama-lamanya, takhta-Mu tetap dari masa ke masa” (5:19). Pengakuan ini jelas sekali bukan sekadar pengakuan di bibir, namun pengakuan yang benar-benar nyata melalui kehidupan bangsa Yehuda. Mereka sekarang mau kembali kepada Tuhan (5:21). Iman mereka mengatakan bahwa saat mereka bertobat, Tuhan akan kembali memperbarui kehidupan mereka menjadi seperti dahulu kala, yaitu kehidupan yang penuh dengan berkat Tuhan (5:21). Pada zaman ini, banyak orang menginginkan “berkat” Tuhan. Celakanya, mereka tidak mau berjalan di jalan Tuhan. Mereka hidup dalam keberdosaan, tetapi bermimpi mendapatkan “berkat” yang berkelimpahan. Ratapan 5 mengingatkan kita sekali lagi bahwa jika kita ingin menikmati kehidupan yang penuh dengan rahmat Tuhan, kita harus selalu mengakui otoritas Tuhan dan berjalan di dalam kebenaran Tuhan. [GT]

Amsal 3:33
“Kutuk TUHAN ada di dalam rumah orang fasik, tetapi tempat kediaman orang benar diberkati-Nya.”
August 25, 2014, 05:36:47 AM
Reply #105
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23456
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://saatteduh.wordpress.com/2014/08/

Permohonan untuk keselamatan bangsa
Posted on Minggu, 24 Agustus, 2014 by Saat Teduh

Baca: Mazmur 124
http://www.jesoes.com/alkitab/mzm/124/1
http://www.jesoes.com/alkitab/mzm/8/5

Mazmur raja ini dimulai dengan pujian raja untuk pertolongan Tuhan atas bangsanya, sekaligus permohonan agar memberkati bangsanya. Ada penafsir yang melihat mazmur ini digubah pada masa pasca pembuangan. Pemazmur mengingat kembali saat dinasti Daud masih memerintah bangsanya, dan merindukan saat seperti itu terulang kembali.

Raja bersyukur karena kekuatan Tuhanlah yang membuatnya bisa mengalahkan para musuh (1-2). Siapakah para musuh itu? Hanya manusia yang fana (3-4)! Di satu sisi, ayat-ayat ini mirip dengan Mazmur 8:5, walau kata kerja yang dipakai berbeda. Ini menunjukkan bahwa kemenangan raja bukan karena kekuatan sendiri melainkan karena Allah. Di sisi lain, ayat-ayat ini bisa menunjuk kepada para musuh, yang sombong merasa diri hebat, padahal manusia kecil dan tidak berdaya. Oleh karena itu, pemazmur memohon agar Tuhan membelanya dari para musuh tersebut karena di hadapan-Nya, mereka tidak ada artinya. Apalagi para musuh ini ialah musuh Tuhan juga, dengan perilaku mereka yang jahat (8, 11).

Bagian terakhir mazmur ini seperti doa berkat yang diucapkan raja kepada umatnya (12-15). Kiranya anugerah Tuhan yang mengaruniakan kemenangan juga mengaruniakan kesejahteraan dan kemakmuran umat. Demikian mazmur raja ini ditutup dengan ucapan bahagia sebagai suatu harapan atau bahkan keyakinan. Inilah makna syalom sejati, bukan hanya tidak ada ancaman dari musuh, tetapi di dalam pun ada kelimpahan berkat dan sukacita.

Doa raja ini merupakan doa yang peduli kepada umat yang ia layani. Figur raja Daud dan keturunannya ini merupakan figur raja-gembala, sebagaimana keinginan Tuhan ketika mengangkat Daud dan keturunannya pada takhta Israel. Kiranya mazmur ini bisa menjadi doa untuk para pemimpin yang Tuhan percayakan untuk menggembalakan umat-Nya.





Iman Yang Menjadi Teladan
Posted on Minggu, 24 Agustus, 2014 by Saat Teduh

Bacaan Alkitab hari ini:  1 Tesalonika 1
http://www.jesoes.com/alkitab/1tes/1/1

Paulus dan rekan-rekan sepelayanannya bersyukur kepada Tuhan atas iman, kasih dan pengharapan jemaat Tesalonika. Iman mereka bukanlah iman yang pasif, melainkan telah nyata pekerjaan yang aktif dari iman tersebut. Kasih mereka juga bukan kasih yang pasif, melainkan mereka telah berusaha di dalam mengasihi Tuhan dan sesama. Pengharapan mereka bukanlah pengharapan yang kosong dan sementara, melainkan mereka telah bertekun di dalam pengharapan kepada Yesus Kristus. Semua hal ini merupakan hasil pemberitaan injil yang disampaikan dengan kekuatan ROH KUDUS dan dengan keyakinan dan kepastian. Hasilnya sungguh luar biasa karena jemaat Tesalonika menjadi jemaat yang penurut kepada Tuhan, bahkan di dalam penindasan yang berat mereka masih penuh dengan sukacita di dalam menerima Firman. Mereka berbalik dari berhala kepada melayani Tuhan yang hidup dan benar sambil menantikan kedatangan Yesus Kristus yang kedua kalinya. Seluruh perubahan dalam kehidupan jemaat Tesalonika ini telah menjadi kesaksian dan teladan bagi semua orang di wilayah Makedonia dan Akhaya. Saudara yang terkasih, adakah perubahan yang nyata dalam hidupmu setelah engkau menerima Yesus dan menjadi pengikut Yesus? Dapatkah keluarga dan orang-orang sekitar kita melihat iman, kasih dan pengharapan kita di dalam Yesus Kristus? Teladan iman dan hidup lebih besar kuasanya daripada pemberitaan yang sekedar kata-kata saja. Saudara, mari kita bertekad untuk terus bertumbuh di dalam iman, kasih dan pengharapan. Beritakan Injil dengan kuasa ROH KUDUS dan teladan dalam imanmu.[DW]

1 Timotius 4:12
“Jangan seorangpun menganggap engkau rendah karena engkau muda. Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu, dan dalam kesucianmu.”
August 25, 2014, 05:42:34 AM
Reply #106
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23456
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
Iman Yang Menjadi Teladan
Posted on Minggu, 24 Agustus, 2014 by Saat Teduh

- Diambil dari Renungan Gereja Kristus Yesus -

Bacaan Alkitab hari ini:  1 Tesalonika 1

Paulus dan rekan-rekan sepelayanannya bersyukur kepada Tuhan atas iman, kasih dan pengharapan jemaat Tesalonika. Iman mereka bukanlah iman yang pasif, melainkan telah nyata pekerjaan yang aktif dari iman tersebut. Kasih mereka juga bukan kasih yang pasif, melainkan mereka telah berusaha di dalam mengasihi Tuhan dan sesama. Pengharapan mereka bukanlah pengharapan yang kosong dan sementara, melainkan mereka telah bertekun di dalam pengharapan kepada Yesus Kristus. Semua hal ini merupakan hasil pemberitaan injil yang disampaikan dengan kekuatan ROH KUDUS dan dengan keyakinan dan kepastian. Hasilnya sungguh luar biasa karena jemaat Tesalonika menjadi jemaat yang penurut kepada Tuhan, bahkan di dalam penindasan yang berat mereka masih penuh dengan sukacita di dalam menerima Firman. Mereka berbalik dari berhala kepada melayani Tuhan yang hidup dan benar sambil menantikan kedatangan Yesus Kristus yang kedua kalinya. Seluruh perubahan dalam kehidupan jemaat Tesalonika ini telah menjadi kesaksian dan teladan bagi semua orang di wilayah Makedonia dan Akhaya. Saudara yang terkasih, adakah perubahan yang nyata dalam hidupmu setelah engkau menerima Yesus dan menjadi pengikut Yesus? Dapatkah keluarga dan orang-orang sekitar kita melihat iman, kasih dan pengharapan kita di dalam Yesus Kristus? Teladan iman dan hidup lebih besar kuasanya daripada pemberitaan yang sekedar kata-kata saja. Saudara, mari kita bertekad untuk terus bertumbuh di dalam iman, kasih dan pengharapan. Beritakan Injil dengan kuasa ROH KUDUS dan teladan dalam imanmu.[DW]

1 Timotius 4:12
“Jangan seorangpun menganggap engkau rendah karena engkau muda. Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu, dan dalam kesucianmu.”
August 26, 2014, 05:21:23 AM
Reply #107
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23456
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://saatteduh.wordpress.com/2014/08/
Tuhan akan menyelesaikan bagimu
Posted on Senin, 25 Agustus, 2014 by Saat Teduh

Ketika segalanya terasa berat, saat bernapas pun terasa sesak..
Itulah saatnya bagimu untuk berdoa sambil memuji dan mengucap syukur.

Ingatlah.. Betapa besarnya kasih setia TUHAN dalam hidupmu, Ia telah melakukan perbuatan-perbuatan yang besar dan yang tak terduga bagimu..

Layangkan pandanganmu kepada TUHAN dan dengan iman berkatalah dalam hati: “Semua akan baik-baik saja, TUHAN akan menyelesaikannya bagiku!”

Karena.. .
~Semua permasalahan.
~Semua pergumulan.
~Semua penderitaan..
Pasti akan berlalu!

TUHAN tidak menjanjikan perjalanan hidupmu akan selalu mudah untuk dilalui. Tapi Ia menjanjikan akan selalu menyertaimu. Sesulit apapun hidupmu, kamu tak akan pernah berjalan sendiri..

Mazmur 138:7~8 <Jika aku berada dalam kesesakan, Engkau mempertahankan hidupku; terhadap amarah musuhku Engkau mengulurkan tangan-Mu, dan tangan kanan-Mu menyelamatkan aku. TUHAN akan menyelesaikannya bagiku! Ya TUHAN, kasih setia-Mu untuk selama-lamanya; janganlah Kau tinggalkan perbuatan tangan-Mu!>





Dipulihkan untuk saling memberkati
Posted on Senin, 25 Agustus, 2014 by Saat Teduh

Baca: Yeremia 3:14-4:4
http://www.jesoes.com/alkitab/yer/3/14
http://www.jesoes.com/alkitab/yes/2/1
http://www.jesoes.com/alkitab/kis/3/26
http://www.jesoes.com/alkitab/1ptr/2/9
http://www.jesoes.com/alkitab/1ptr/3/9
http://www.jesoes.com/alkitab/why/7/9
http://www.jesoes.com/alkitab/why/21/22

Seruan pertobatan masih dilanjutkan dalam bacaan hari ini. Namun, di antara kecaman yang dilontarkan kepada umat yang tidak setia, terdapat tatapan ke depan yang penuh harapan ke Sion (3:14).Bila umat berbalik, Tuhan berjanji akan mengangkat para gembala, pemimpin umat, yang hidup sesuai dengan hati-Nya (3:15). Yerusalem akan dipulihkan menjadi takhta Tuhan dan pusat ibadah segala bangsa “demi nama Tuhan” (bdk. Yes. 2:1-3). Lebih lanjut, terungkap harapan, kelak kerajaan Israel Raya yang pernah terbelah dua itu akan dipersatukan kembali (3:18).

Lagi-lagi, di antara suasana muram yang membayangi masa lalu umat yang melupakan Tuhannya (3:19-21), umat diajak kembali kepada-Nya dan mengakui Dia sebagai Allah mereka (3:23). Mereka datang kepada-Nya dengan mengakui tipu daya bukit-bukit pengurbanan dan juga dengan pernyataan jelas: “Sesungguhnya, hanya pada Tuhan, Allah kita, ada keselamatan Israel!” (3:23).

Jika umat Tuhan mau kembali kepada Tuhan, bukan saja mereka akan terhindar dari murka-Nya, melainkan juga akan memberi dampak yang luar biasa bagi dunia: “bangsa-bangsa akan saling memberkati di dalam Dia” (4:4). Nabi yang memberitakan pesan pengharapan ini tak pernah membayangkan, kelak nubuat ini diwujudkan melampaui batas-batas lingkungan asalnya.

Seperti yang dikhotbahkan oleh Petrus pada saat turunnya ROH KUDUS, Yesus telah dibangkitkan dan diutus untuk “memberkati kamu dengan memimpin kamu masing-masing kembali dari segala kejahatanmu” (Kis. 3:26). Dalam arti luas dan mendasar, umat tebusan yang telah dipilih dari segala bangsa dipanggil untuk “memberkati”, bukan untuk membalas kejahatan dengan kejahatan (1Ptr. 2:9-10; 3:9).

Demikianlah, dalam kerinduan dan pengharapan kita, bersama-sama kelak segala bangsa, suku, kaum dan bahasa memegahkan keselamatan bagi Allah di Yerusalem baru (bdk. Why. 7:9-10; 21:22-24).Namun, wujud dari visi ini harus dimulai dari jawaban kita terhadap panggilan-Nya untuk kembali kepada-Nya, kini dan di sini..
August 26, 2014, 05:22:07 AM
Reply #108
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23456
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
Membagi Injil, Membagi Hidup
Posted on Senin, 25 Agustus, 2014 by Saat Teduh

Bacaan Alkitab hari ini:  1 Tesalonika 2
http://www.jesoes.com/alkitab/1tes/2/1

Pelayanan Pengabaran Injil bukan hanya tidak mudah, namun juga penuh tantangan dan pengorbanan. Paulus mengatakan bahwa mereka dianiaya, dihina dan berjuang dengan berat, namun mereka tetap memberitakan Injil karena mereka tahu bahwa apa yang mereka beritakan bukanlah kesesatan, tanpa maksud yang tidak murni dan juga tidak disertai tipu daya. Motivasi pelayanan mereka adalah menyukakan Tuhan, bukan manusia, karena Tuhanlah yang mempercayakan pelayanan ini. Mereka tidak mencari pujian manusia sehingga mereka tidak perlu bermulut manis, melainkan mereka menyatakan apa yang perlu dinyatakan, dan tidak menyembunyikan maksud loba. Namun, mereka tetap ramah bahkan bagaikan seorang ibu yang mengasuh dan merawati anaknya. Seorang ibu rela memberikan segalanya bahkan hidupnya untuk sang anak, demikianlah juga Paulus dan kawan-kawan bukan hanya rela membagikan Injil tetapi juga membagikan hidup mereka kepada jemaat Tesalonika yang mereka kasihi. Paulus menggambarkan pelayanan mereka bagaikan seorang bapa terhadap anak-anaknya di dalam menasihati dan menguatkan hati mereka. Saudara terkasih, memberitahu seseorang bahwa Yesus mengasihi mereka mungkin mudah secara ucapan, namun orang ingin melihat kasih Yesus itu melalui kehidupan para pengikut Yesus. Apakah kita—sebagai pengikut Kristus—mengasihi orang berdosa dengan segenap hati? Apakah kita bersikap sebagai teman yang memberi nasihat dan menguatkan hati mereka yang membutuhkan? Beritakanlah Injil dengan perkataan dan juga dengan perbuatan. Ada ungkapan yang berbunyi, “Works speak louder than words,” artinya perbuatan kita berbicara lebih keras daripada perkataan kita. [DW]

1 Tesalonika 2:8
“Demikianlah kami, dalam kasih sayang yang besar akan kamu, bukan saja rela membagai Injil Allah dengan kamu, tetapi juga hidup kami sendiri dengan kamu, karena kamu telah kami kasihi.”
August 27, 2014, 05:31:15 AM
Reply #109
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23456
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://saatteduh.wordpress.com/2014/08/
“Singa” sudah mendekat
Posted on Selasa, 26 Agustus, 2014 by Saat Teduh

Baca: Yeremia 4:5-18
http://www.jesoes.com/alkitab/yer/4/5
http://www.jesoes.com/alkitab/yer/32/1
http://www.jesoes.com/alkitab/yes/5/29
http://www.jesoes.com/alkitab/nah/2/12
http://www.jesoes.com/alkitab/yeh/32/2
http://www.jesoes.com/alkitab/yer/6/13

Ada yang mengatakan, hidup manusia kini terkotak-kotak. Pengalaman rohani punya ruang tersendiri, sementara peristiwa ekonomi atau politik misalnya, merupakan ranah yang berbeda. Dikotomi ini tidak ada dalam masyarakat Ibrani kuno.Dalam nubuat Yeremia, ancaman militer dari utara dilihat dalam hubungan yang tak terpisahkan dengan ketaatan umat kepada Tuhan. Bahkan, Tuhan sendirilah penyebabnya: “Aku mendatangkan malapetaka dari utara dan kehancuran yang besar” (6).

Siapakah musuh yang membawa petaka bagi Yehuda? Kita tidak mempunyai informasi yang jelas. Bila dilihat dari jalur yang biasa ditempuh, “utara” merupakan arah masuk ke Palestina yang lazim dari Babel atau Asyur. Boleh jadi, yang dia bayangkan adalah pasukan Babel yang kelak menamatkan riwayat kerajaan Yehuda (bdk.Yer. 32). Namun dalam teks hari ini, musuh yang memangsa umat yang tidak taat itu digambarkan sebagai singa, suatu gambaran yang kerap digunakan dalam nubuat para nabi (Yes. 5:29; Nah. 2:12; Yeh. 32:2). Kegentingan bencana yang menghampiri digambarkan bagai gejala alam: “angin panas” dan “angin keras” yang datang atas perintahTuhan (Yer. 4:11-12). Musuh memang akan mengepung dengan kuda yang lebih tangkas daripada rajawali (13), tetapi dibalik semua itu Tuhanlah yang bangkit melawan umat!

Mengapa bencana yang menghampiri umat luput dari pemberitaan atau peringatan imam dan nabi (Yer. 4:9)? Kita menemukan jawaban yang lebih terang di bagian lain. Rupanya, mereka mengejar laba dengan tipu daya, dengan memberitakan “damai sejahtera” (Yer. 6:13-14), tetapi Tuhan yang dituduh memperdaya mereka (10)! Masihkah ada harapan dalam bencana yang membayangi? Dalam nubuat Yeremia, jawabannya adalah “ya”. Sebab, malapetaka nasional adalah hukuman atas umat yang memberontak kepada Tuhan (17-18). Itu sebabnya, nabi berseru: “Bersihkanlah hatimu dari kejahatan!” (14). Maka jika suatu bangsa tak henti diterpa bencana, baik alam, ekonomi, atau politik, bukankah seruan ini harus didengarkan dan diperdengarkan?





Iman Yang Tak Tergoyahkan
Posted on Selasa, 26 Agustus, 2014 by Saat Teduh

Bacaan Alkitab hari ini:  1 Tesalonika 3
http://www.jesoes.com/alkitab/1tes/2/1

Banyak orang yang mengatakan bahwa menjadi orang Kristen itu menyenangkan sekali, tidak ada kesusahan atau penderitaan. Di pasal 3 ini, Rasul Paulus jelas sangat kuatir kalau-kalau iman jemaat Tesalonika tergoyahkan karena kesusahan-kesusahan yang mereka alami. Rasul Paulus juga mengingatkan bahwa orang Kristen akan mengalami banyak kesusahan. Oleh sebab itu, Rasul Paulus telah mengutus Timotius ke Tesalonika untuk menguatkan iman kepercayaan mereka agar mereka tetap teguh ketika dicobai oleh si penggoda, sehingga pelayanan yang telah Rasul Paulus lakukan tidak menjadi sia-sia.

Puji syukur kepada Tuhan karena ternyata iman jemaat Tesalonika adalah iman yang tak tergoyahkan, bahkan iman mereka telah menjadi penghiburan bagi Rasul Paulus dan kawan kawan yang juga sedang berada di dalam kesesakan dan kesukaran. Rasul Paulus mendoakan jemaat agar Tuhan menambahkan kasih kepada mereka dan juga menguatkan hati mereka supaya tak bercacat dan kudus di hadapan Allah dan Bapa kita pada waktu kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kalinya.

Saudara yang terkasih, jika saudara hari ini sedang bergumul dengan kesusahan dan kesulitan karena iman Saudara sebagai pengikut Kristus, teguhkanlah hatimu dan tetaplah memandang kepada kasih Kristus. Kiranya Tuhan menguatkan hatimu dan membuka jalan bagimu agar segala sesuatu yang engkau alami tidak menggoyahkan imanmu, melainkan keteguhan imanmu menjadi sumber penghiburan bagi mereka yang sedang bergumul menghadapi permasalahan hidup.[DW]

1 Korintus 15:58
“Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)