Author Topic: Saat Teduh  (Read 74132 times)

0 Members and 2 Guests are viewing this topic.

August 28, 2014, 04:29:57 AM
Reply #110
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 25253
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://saatteduh.wordpress.com/2014/08/
Aduh, dadaku!
Posted on Rabu, 27 Agustus, 2014 by Saat Teduh

Baca: Yeremia 4:19-31
http://www.jesoes.com/alkitab/yer/4/19
http://www.jesoes.com/alkitab/kej/1/2
http://www.jesoes.com/alkitab/yes/13/7
http://www.jesoes.com/alkitab/yeh/30/1


Sebagai bagian dari masyarakatnya, Yeremia dipanggil untuk meneruskan pesan Tuhan bagi bangsanya. Namun, bencana yang disingkapkan kepadanya begitu memilukan hatinya sampai-sampai ia berseru, “Aduh, dadaku, dadaku!” (19). Sementara bagian terbesar bangsanya hidup seolah tanpa masalah, nabi diberi ketajaman untuk melihat panji perang (21) dan mendengar bunyi sangkakala dan deru pasukan yang bertempur (21, 29). Betapa mengerikan! Semua ini bakal terjadi karena kebodohan umat Tuhan: “anak-anak to***” yang pintar berbuat jahat (22)!

Bencana yang bakal menelan korban itu kerap digambarkan dalam pemberitaan para nabi lainnya, apa yang terjadi dalam dunia manusia disandingkan pula dengan kejadian-kejadian dahsyat di tata alam. Yeremia menggunakan istilah tohuwabohu, istilah yang persis sama untuk melukiskan bumi yang “belum berbentuk dan kosong” pada waktu penciptaan (23; bdk. Kej. 1:2). Bumi yang kacau balau dan tak berpenghuni dibandingkan dengan keadaan porak-poranda akibat perang (25).Gambaran mengenai gunung terguncang, langit menggelap, dan kejadian alam yang serba kacau terkait datangnya hari Tuhan, adalah hari penghukuman yang sangat menggentarkan manusia Ibrani kuno (bdk. Yes. 13:7-9; Yeh. 30:1-4). Luar biasanya, di antara kekacauan perang yang berkecamuk, bangsa yang terancam itu masih sempat berdandan bagai perempuan sundal untuk menawan pihak musuh (30). Namun, kali ini ia merintih kesakitan, binasa di tangan musuhnya (31).

Betapa ironis! Umat yang menolak cinta sejati Tuhannya akhirnya ditolak para pencintanya! Kehancuran bangsa yang menyia-nyiakan kesempatan yang diberikan Tuhan menjadi peringatan bagi kita. Sebagai umat yang ditempatkan Tuhan di negeri ini, kita wajib prihatin bila kekacauan dan kejahatan menandai hidup sehari-hari, dengan menumbuhkembangkan kecerdasan spiritual bangsa berdasarkan Firman Tuhan. Jika tidak, akan semakin banyak orang yang pintar untuk berbuat jahat dan bodoh untuk berbuat baik (22). Aduh!





Panggilan Hidup Kudus
Posted on Rabu, 27 Agustus, 2014 by Saat Teduh

Bacaan Alkitab hari ini:  1 Tesalonika 4
http://www.jesoes.com/alkitab/1tes/4/1

Didalam tiga pasal yang terdahulu, Paulus memuji iman, kasih dan pengharapan jemaat Tesalonika. Mereka tetap teguh dan tak tergoyahkan walaupun hidup di bawah penderitaan karena iman mereka di dalam Yesus Kristus. Namun, sangat disayangkan bahwa ada juga saudarasaudara yang telah dikalahkan bukan oleh serangan fisik dari luar, melainkan serangan hawa napsu dari dalam diri sendiri. Mereka tidak mempertahankan kekudusan hidup sebagaimana layaknya seorang pengikut Yesus. Mereka terjebak di dalam dosa percabulan dan perzinahan bahkan melakukannya dengan saudara seiman. Mereka tidak lagi menjaga kekudusan pernikahan keluarga mereka.

Paulus mengingatkan orang-orang ini agar mereka mengerti kehendak Tuhan, yaitu agar kita menjaga kekudusan dan menjauhi percabulan. Allah memanggil kita bukan untuk melakukan apa yang cemar, melainkan apa yang kudus. Paulus juga menegaskan bahwa barangsiapa menolak untuk hidup kudus, maka sesungguhnya dia menolak Tuhan yang telah memberikan Roh-Nya yang kudus kepada setiap anak Tuhan.

Saudara yang terkasih, bagaimanakah hidupmu hari ini? Apakah engkau hidup di dalam kekudusan sebagaimana dikehendaki Tuhan? Apakah engkau telah menjaga kekudusan dan menghormati pernikahanmu? Keretakan rumah tangga Kristen yang berakhir dengan perceraian umumnya diawali oleh ketidaksetiaan—baik suami maupun istri—terhadap janji pernikahan yang mereka ucapkan untuk setia terhadap pasangan hidup. Saudara, jika engkau juga telah melakukan dosa ini, segeralah bertobat! Pulihkan hubungan dengan pasanganmu. Engkau bukan sedang menolak manusia, melainkan Tuhan! [DW]

Maleaki 2:15
Bukankah Allah yang Esa menjadikan mereka daging dan roh? Dan apakah yang dikehendaki kesatuan itu? Keturunan ilahi! Jadi jagalah dirimu! Dan janganlah orang tidak setia terhadap isteri dari masa mudanya.
August 29, 2014, 05:28:40 AM
Reply #111
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 25253
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://saatteduh.wordpress.com/2014/08/
Masih adakah orang benar?
Posted on Kamis, 28 Agustus, 2014 by Saat Teduh

Baca: Yeremia 5:1-9
http://www.jesoes.com/alkitab/yer/5/1
http://www.jesoes.com/alkitab/kej/18/16
http://www.jesoes.com/alkitab/why/3/19

Nas hari ini mengingatkan kita pada dialog antara Abraham dan Tuhan menjelang kehancuran Sodom dan Gomora (Kej. 18:16-33). Ketika Tuhan membeberkan rencana-Nya untuk membinasakan kota yang “sangat berat dosanya” itu, Abraham memohon agar orang benar tidak turut dibinasakan bersama-sama orang fasik.Seperti yang dikenal oleh banyak pembaca, dalam kisah yang luar biasa itu Abraham menawar-nawar jumlah orang benar yang masih ada di kota, mulai dari lima puluh orang sampai sepuluh orang. Keputusan Tuhan baru jatuh setelah permintaan terakhir itu.

Walau berbeda, semangat serupa nyata dalam nubuat Yeremia yang baru saja kita baca. Tuhan memerintahkan agar jalan-jalan Yerusalem dilintasi untuk mencari orang-orang yang melakukan keadilan dan kebenaran. Jika ternyata masih ada, Ia akan mengampuni kota itu (1). Namun, tak jauh bedanya dengan kisah Abraham yang berdoa syafaat, hasilnya nihil. Tampaknya lebih parah lagi dibandingkan kasus Sodom dan Gomora. Sebab, umat masih terus bersumpah demi nama Tuhan! Mereka sudah dihajar oleh Tuhan, tetapi tidak mau bertobat. Keras kepala bahkan lebih daripada batu (3).

Nabi masih berupaya meringankan tuduhan terhadap bangsanya. Siapa tahu, banyak yang belum mengetahui hukum Tuhan, karena mereka hanya orang kecil yang tidak terpelajar (4). Apa yang ditemukannya sungguh mengecewakan. Orang-orang besar, yang mestinya terpelajar pun tak jauh beda. Seperti lembu yang ingin melepaskan diri dari kuk, semuanya ingin lepas dari ikatan perjanjian dengan Tuhan (5). Tuhan telah mengenyangkan (sāba‘) umat-Nya, tetapi mereka malah bersumpah (syāba‘) demi ilah lain (7). Betapa dalam ironi yang tergambar dalam permainan kata Ibrani yang digunakan!

Allah kita ialah Allah yang memberi kesempatan kedua. Tuhan selalu memberi kesempatan bagi siapa pun yang ingin kembali kepada-Nya (bdk. Why. 3:19-20). Tidak jarang Ia kecewa, tetapi Ia masih menunggu dan memberi kesempatan kedua kepada setiap orang yang mau berbalik dan datang kepada-Nya.





Kita adalah anak-anak Terang
Posted on Kamis, 28 Agustus, 2014 by Saat Teduh

Bacaan Alkitab hari ini:  1 Tesalonika 5
http://www.jesoes.com/alkitab/1tes/5/1
http://www.jesoes.com/alkitab/1tes/4/13
http://www.jesoes.com/alkitab/2tim/4/7

Dalam pasal 4:13 – 5:11, Paulus mengingatkan jemaat Tesalonika bahwa mereka tidak perlu bersedih atas orang-orang yang mereka kasihi yang telah meninggal, karena pada waktu kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kali, mereka semua yang telah meninggal dalam Yesus akan dikumpulkan Allah bersama-sama dengan Dia di surga. Kita semua, baik yang sudah mati maupun yang masih hidup, akan dikumpulkan bersamasama dengan Tuhan. Itulah penghiburan bagi anak-anak Tuhan. Tentang hari kedatangan itu sendiri, Paulus mengatakan bahwa tidak seorang pun yang tahu karena datangnya seperti pencuri di waktu malam. Oleh sebab itu, Paulus menasihati mereka agar anak-anak Tuhan tidak hidup di dalam kegelapan, yakni hidup di dalam dosa, karena siapa tahu sebelum engkau bertobat dan menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat, hari kedatangan Tuhan itu menghampirimu dengan tiba-tiba dan saat itu segala sesuatunya akan menjadi terlambat. Orang-orang yang hidup di dalam gelap digambarkan bagaikan orang yang sedang tidur di waktu malam dan mabuk di waktu malam. Akan tetapi, orang-orang siang adalah orang yang sadar, berbajuzirahkan iman dan kasih, dan berketopongkan pengharapan keselamatan.

Apakah hari ini kita hidup di dalam terang atau di dalam kegelapan? Jika seandainya Yesus Kristus datang kembali pada saat ini juga ketika engkau sedang membaca GEMA, apakah engkau siap untuk bertemu muka dengan muka dengan-Nya? Mulailah menata kembali hidup kita. Jagalah iman agar kita dapat berkata seperti Paulus; “Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan telah memelihara iman” (2 Timotius 4:7). [DW]

Markus 13:32-33
“Tetapi tentang hari atau saat itu tidak seorangpun yang tahu, malaikat-malaikat di sorga tidak, dan Anakpun tidak, hanya Bapa saja. Hati-hatilah dan berjaga-jagalah! Sebab kamu tidak tahu bilamanakah waktunya tiba.”
August 30, 2014, 04:36:55 AM
Reply #112
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 25253
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://saatteduh.wordpress.com/2014/08/
Memperilah yang asing, diperhamba yang asing
Posted on Jumat, 29 Agustus, 2014 by Saat Teduh

Baca: Yeremia 5:10-19
http://www.jesoes.com/alkitab/yer/5/10
http://www.jesoes.com/alkitab/yer/1/10
http://www.jesoes.com/alkitab/mat/6/24

Belum berhenti juga dengan amarah yang meluap terhadap ketidaksetiaan umat Tuhan, Yeremia kembali melontarkan kecaman. Sikap anggap enteng begitu terang-terangan tecermin dalam perkataan mereka: “Dia tidak berbuat apa-apa!” (12). Bila Tuhan tidak akan bertindak, maka semuanya diyakini aman-aman saja.Nubuat-nubuat nabi tentang bencana yang akan menimpa dianggap kosong seperti angin (13).

 
Rasa aman palsu seperti itu menyulut murka Tuhan. Reaksi keras pun diungkapkan terhadap sikap yang meremehkan Tuhan dan nabi-Nya. Umat yang menolak Tuhan akan ditolak juga oleh Tuhan, seperti carang-carang pokok anggur yang dibuang (10). Firman-Nya akan menjadi api yang memakan habis bangsa-Nya! (14). Peringatan ini senada dengan pengutusan Yeremia yang sejak awal memang dipersiapkan untuk mencabut, merobohkan, membinasakan, dan meruntuhkan (bdk. 1:10).
Siapa yang digambarkan sebagai perwujudan firman yang bagaikan api melahap bangsa itu? Lagi-lagi, Yeremia menubuatkan kedatangan bangsa asing “dari jauh” sebagai alat hukuman Tuhan (15-17). Disebutkan dengan jelas bangsa mana yang dimaksudkan, tetapi bangsa yang kuat ini akan menghabisi hasil panen, anak-anak, ternak, dan menghancurkan segala kota pertahanan mereka.
Di akhir perikop ini kita diingatkan, umat Tuhan akan menuai sendiri akibat dari ulahnya yang mengingkari Tuhan. Sama seperti mereka meninggalkan Tuhan dan memuja ilah-ilah asing, demikian pun mereka akan menghamba pada bangsa asing di negeri asing (19)! Untuk manusia yang hidup pada masa kini, bukankah hal serupa masih terlihat? Boleh jadi kita tidak dikuasai secara langsung oleh bangsa lain, tetapi apakah tidak ada yang menguasai pikiran serta tindakan kita? Siapa yang memuja uang akan diperhamba oleh uang. Siapa yang gila kuasa akan diperbudak oleh kuasa. Bukankah Kristus sendiri mengajarkan, “Tak seorang pun dapat mengabdi kepada dua tuan?” (Mat. 6:24). Kita dapat memilih setia mengabdi kepada Tuhan atau sebaliknya.





Lagi dan Lagi
Posted on Jumat, 29 Agustus, 2014 by Saat Teduh

Bacaan Alkitab hari ini:  2 Tesalonika 1
http://www.jesoes.com/alkitab/2tes/1/1

Ucapan syukur merupakan aspek hidup yang selalu ada dalam kehidupan manusia. Namun Rasul Paulus menyatakannya secara berbeda dalam 2 Tesalonika. Eugene Peterson, penulis “The Message”—yaitu sebuah terjemahan Alkitab dalam bahasa Inggris yang tergolong sebagai parafrase atau terjemahan bebas (bukan terjemahan kata demi kata), menerjemahkan perkataan, “wajib selalu mengucap syukur” dalam 1:3 menjadi, “Thanking God over and over for you is not only a pleasure; it’s a must”. Ucapan syukur harus dilakukan ‘over and over’ (lagi dan lagi), tidak cukup hanya satu kali saja. Ucapan syukur bukan hanya merupakan suatu kesenangan atau hal yang menyenangkan untuk dilakukan (a pleasure), melainkan merupakan sebuah keharusan atau kemutlakan (it’s a must). Mengapa Rasul Paulus mengekspresikan seperti ini?

Ada dua alasan.

Pertama, karena iman yang semakin bertambah dalam kehidupan jemaat (1:3). Iman ini menghasilkan ketabahan atas pergumulan hidup (1:4).

Kedua, karena kasih yang semakin kuat di antara jemaat (1:3). Kedua alasan ini merupakan kombinasi yang indah. Iman menyangkut relasi dengan Allah (unsur Vertikal) dan kasih menyangkut relasi dengan manusia (unsur Horisontal). Kombinasi ini menjadikan seseorang layak menjadi warga Kerajaan Allah serta layak bagi panggilan Allah (1:5, 11). Ketika kombinasi antara iman dan kasih ini ada dalam kehidupan orang percaya, pasti akan muncul ucapan syukur yang ‘over and over’ – lagi dan lagi, berulang kali.

Apakah kombinasi ini ditemukan dalam gereja dewasa ini? Apakah kombinasi ini ada dalam hidupmu saat ini? Marilah kita membangkitkan ucapan syukur ‘over and over’ melalui kehidupan kita. [TE]

2 Tesalonika 1:3
“Kami wajib selalu mengucap syukur kepada Allah karena kamu, saudara-saudara. Dan memang patutlah demikian, karena imanmu makin bertambah dan kasihmu seorang akan yang lain makin kuat di antara kamu”
August 31, 2014, 04:51:50 AM
Reply #113
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 25253
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://saatteduh.wordpress.com/2014/08/
Impian palsu akan berkat melimpah
Posted on Sabtu, 30 Agustus, 2014 by Saat Teduh

Baca: Yeremia 5:20-31
http://www.jesoes.com/alkitab/yer/5/20
http://www.jesoes.com/alkitab/yer/4/22

Rentetan ungkapan kemarahan Ilahi masih diteruskan dalam bagian ini. Ketidakpekaan dan ketidakpedulian umat Tuhan digambarkan dengan sejumlah kontras: “mempunyai mata, tetapi tidak melihat,” “mempunyai telinga, tetapi tidak mendengar” (21). Sekali lagi, mereka disapa sebagai “bangsa yang to***” (21; bdk. 4:22)! Mereka bahkan disebut “tidak punya hati” (ên lēv; bdk. terjemahan LAI: “tidak mempunyai pikiran”).

 
Suatu ironi yang tragis, umat yang dipilih dan dikasihi Tuhan justru tidak memahami siapa Dia sesungguhnya! Mereka tidak takut akan Dia “yang membuat pantai pasir sebagai perbatasan bagi laut” (22), “yang memberi hujan pada waktunya” (24). Dialah Tuhan semesta alam yang menjamin kesuburan dan menjadi sumber kehidupan serta kesejahteraan. Jika laut saja tahu diri dan tidak sanggup melampaui batas yang ditentukan baginya, umat Tuhan justru bersikap sebaliknya. Hati mereka selalu memberontak dan menyimpang (23). Sikap hati yang demikian melahirkan tindakan sewenang-wenang serta ketidakpedulian pada anak yatim, orang miskin, dan kaum yang lemah (28). Nubuat yang disampaikan nabi memperingatkan “orang besar dan kaya”, “orang gemuk dan “gendut” (27), yaitu semua yang menikmati dan kenyang dari tipuan, hasil kejahatan, dan ketidakadilan. Bagaimana mungkin segala kejahatan ini dapat dibiarkan?

 
Tak bosan mengulangi kecaman sama, nabi kembali memperingatkan dengan keras bahwa bencana dan petaka mengintai bangsa yang tidak takut kepada Tuhan (31). Para imam dan nabi yang sudah dikecam sebelumnya, kembali menjadi sasaran (bdk. Yer. 2:8), dan umat ternyata senang mendengar pesan palsu mereka! Pesan palsu, meski dengan kutipan ayat-ayat suci, tetap tidak dapat menyembunyikan kebobrokan sesungguhnya.

 
Agama, ayat-ayat suci, berbagai perayaan religius yang memberi citra baik niscaya tidak dapat membendung datangnya bencana! Bagaimana mungkin ada kesejahteraan sejati bila tidak ada takut akan Tuhan yang sama sejatinya (25)?





Penghiburan & Pengharapan Illahi
Posted on Sabtu, 30 Agustus, 2014 by Saat Teduh

Bacaan Alkitab hari ini:  2 Tesalonika 2
http://www.jesoes.com/alkitab/2tes/2/1
http://saatteduh.wordpress.com/2014/08/29/lagi-dan-lagi-2/
http://www.jesoes.com/alkitab/1tes/1/1


Kombinasi indah dari iman dan kasih yang menghasilkan ucapan syukur ‘over and over’ (renungan 2 Tesalonika 1) tidak membuat segala sesuatu dalam kehidupan jemaat Tesalonika menjadi berjalan lancar. Dalam pasal 2–3, Rasul Paulus menjelaskan konsep hari Tuhan secara lebih detail untuk menjawab kebingungan yang terjadi yang sudah dijelaskan sebelumnya dalam surat 1 Tesalonika.

Berkaitan dengan konsep hari Tuhan, ada beberapa penegasan Rasul Paulus:

Pertama, munculnya manusia durhaka, si iblis yang menyatakan diri sebagai Allah (2:3,4).

Kedua, pekerjaan iblis bukan melalui sesuatu yang menyeramkan, tetapi justru menarik hati manusia dengan ruparupa perbuatan ajaib, tanda-tanda, dan mujizat-mujizat (2:9).

Ketiga, hal ini menghasilkan kesesatan atas dunia dan kemurtadan (2:3, 11).

Berhadapan dengan penjelasan di atas, mungkinkah kita dapat bertahan atas serangan si Iblis tersebut? Kekuatan terutama dalam melawan si Iblis terletak pada Kristus yang akan memusnahkannya (2:8). Kasih Kristus terus melingkupi dan menjaga umat pilihan Allah. Penghiburan Kristus adalah penghiburan abadi, penghiburan tanpa akhir, penghiburan yang terus-menerus ada. Bandingkan dengan penghiburan manusia yang terbatas yang bersifat situasional. di samping memberikan penghiburan abadi, Kristus juga menyediakan pengharapan yang baik bagi kita (2:16). Di tengah berita mengenai manusia durhaka, ingatlah akan penghiburan dan pengharapan illahi dari Kristus. Pada kebenaran inilah kita harus terus berpegang dan berdiri teguh (2:15). Janganlah mengisi hidupmu hanya dengan berbagai kecemasan serta kekuatiran terhadap pekerjaan si Iblis. Sebaliknya, penuhilah hidupmu dengan berita serta janji penghiburan dan pengharapan illahi. [TE]

2 Tesalonika 2:16
“Dan Ia, Tuhan kita Yesus Kristus, dan Allah, Bapa kita, yang dalam kasih karunia-Nya telah mengasihi kita dan yang telah menganugerahkan penghiburan abadi dan pengharapan baik kepada kita.”
September 01, 2014, 05:18:07 AM
Reply #114
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 25253
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://saatteduh.wordpress.com/2014/08/
Bersyukur Engkau Raja kami
Posted on Minggu, 31 Agustus, 2014 by Saat Teduh

Baca: Mazmur 145
http://www.jesoes.com/alkitab/yer/5/20

Inilah mazmur berstruktur akrostik yang terakhir ditemukan di kumpulan 150 Mazmur. Yang dimaksud akrostik ialah, setiap baris dimulai dengan abjad Ibrani secara berurutan. Hanya dalam naskah Ibraninya, abjad ke-12 tidak terwakili.Keindahan akrostik ini hanya bisa dinikmati dalam bahasa aslinya. Namun, hal ini tidak mengurangi keindahan mazmur ini sendiri dan terutama makna rohaninya.

Mazmur ini mulai dengan menyebut Allah sebagai Raja (1). Pujian kepada Allah sebagai Raja diungkapkan (1-7). Dialah Allah yang besar dan perbuatan-perbuatan-Nya besar dan ajaib. Oleh karena itu, pujian ini bukan hanya keluar dari mulut umat Tuhan generasi kontemporernya pemazmur, melainkan juga keluar dari setiap generasi umat Tuhan (4). Pemazmur berkomitmen untuk memuji Tuhan terus menerus dan setiap hari (2) dan mengajak orang lain juga memuji Tuhan.

 
Dari pujian, beralih kepada ucapan syukur (10). Alasan bersyukur ialah karena perbuatan Tuhan kepada umat-Nya sesuai dengan karakter-Nya yang menjadi dasar Ia bertindak penuh kemurahan (8-9). Ayat 14-20 memberikan gambaran berbagai perbuatan Tuhan yang baik. Ia menopang orang yang jatuh, memberi makanan mereka yang membutuhkannya, menjawab doa mereka minta tolong, serta memelihara mereka yang mengasihi-Nya. Semua itu karena kasih setia dan keadilan-Nya. Kesetiaan-Nya menopang umat, sebaliknya keadilan-Nya membinasakan para musuh (20).

 
Mazmur ini dimulai dengan semangat memuji Tuhan, ditutup juga dengan tekad serta ajakan agar semua makhluk ikut memuji-Nya selamanya. Sama seperti pemamzur, kita juga perlu belajar memuji Allah kita di dalam Kristus karena memang hanya Dia patut disembah. Seraya mengucap syukur untuk segala yang Ia telah perbuat, di dalam Anak-Nya. Hitunglah berkat Tuhan agar kita mulai dapat bersyukur dengan jujur, dan membagikan pengalaman diberkati Tuhan kepada sesama.





Pola Hidup Illahi
Posted on Minggu, 31 Agustus, 2014 by Saat Teduh

Bacaan Alkitab hari ini:  2 Tesalonika 3
http://www.jesoes.com/alkitab/2tes/3/1
http://saatteduh.wordpress.com/2014/08/30/penghiburan-pengharapan-illahi/
http://www.jesoes.com/alkitab/1kor/15/33

Hidup yang dipenuhi dengan penghiburan dan pengharapan illahi (renungan 2 Tesalonika 2) akan menghasilkan pola hidup illahi. Ini adalah pola hidup yang dibangun dari pengertian yang benar akan ajaran firman Allah.

Dalam pasal 3, ada dua prinsip pola hidup illahi.

Pertama, Prinsip “menjauh”. Paulus berpesan agar jemaat menjauhkan diri dari setiap saudara yang tidak melakukan ajaran yang benar (3:6), bahkan menandai dan jangan bergaul dengan mereka (3:14). Prinsip ‘menjauh’ adalah prinsip yang diremehkan pada zaman ini. Namun, perlu dipahami alasan di balik prinsip ini. Kenyataan akan lemahnya manusia dan kuatnya tarikan dosa merupakan hal yang tidak bisa dipungkiri. Ingatlah, “Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik (1 Korintus 15:33). Tentu saja ini tidak berarti kita memusuhi mereka, melainkan kita justru harus menasehati mereka dalam Tuhan sebagai seorang saudara (3:12, 15).

Kedua, prinsip “mengikuti”. Teladan Paulus harus diikuti oleh jemaat Tesalonika (3:7). Jemaat pada zaman ini harus memperhatikan Ibrani 12:1, “… kita mempunyai banyak saksi, bagaikan awan yang mengelilingi kita, marilah kita menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita, dan berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita”. Ayat ini dilanjutkan dengan, “Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus , yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan.” Mari kita selesaikan perlombaan iman ini. Jalanilah kedua prinsip pola hidup illahi, dan anugerah Tuhan akan menyertai kita. [TE]

2 Tesalonika 3:6-7
““Tetapi kami berpesan kepadamu, saudara-saudara, dalam nama Tuhan Yesus Kristus, supaya kamu menjauhkan diri dari setiap saudara yang tidak melakukan pekerjaannya dan yang tidak menurut ajaran yang telah kamu terima dari kami. Sebab kamu sendiri tahu, bagaimana kamu harus mengikuti teladan kami, karena kami tidak lalai bekerja di antara kamu””
September 02, 2014, 05:23:40 AM
Reply #115
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 25253
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://saatteduh.wordpress.com/2014/09/
Betapa hebat dan tak terhingganya Tuhan kita!
Posted on Senin, 1 September, 2014 by Saat Teduh

Mazmur 147:5 <Besarlah Tuhan kita dan berlimpah kekuatan, kebijaksanaan-Nya tak terhingga.>

“Komputer kami sedang heng..” Itu sering terlontar ketika komputer macet, tidak bisa lagi memberi respons apa-apa.

Mungkin program yang dijalankan terlalu banyak atau berat. Kadang dipakai orang untuk menggambarkan bahwa mereka sedang tidak  bisa berpikir lebih jauh, mungkin karea terlalu lelah atau kurang istirahat.

Kondisi “heng” mengingatkan kita bahwa teknologi secanggih apapun dan manusia sepandai apapun ada batasnya. Namun, TUHAN tak terbatas. Pemazmur menciptakan imajinasi kita untuk memahami Dia yang “tak terhingga”. Kita seringkali frustrasi dengan waktu yang sempit dan tanggung jawab yangg banyak. Kita tidak tahu bagaimana menyikapi relasi yang rusak sementara kasih dan kesabaran kita terbatas.

Kita tidak mahahadir, otak kita tidak mahatahu. Namun, mana yang lebih sering kita andalkan? Diri kita, sesama manusia, teknologi ataukah TUHAN yang tak terhingga?

Sungguh, kita perlu senantiasa diingatkan betapa hebat dan tak terbatasnya TUHAN kita itu! Frustasi datang ketika kita mengandalkan sumber-sumber yang terbatas dan mengabaikan Dia yang tak terbatas.





Jangan Pernah Mendua
Posted on Senin, 1 September, 2014 by Saat Teduh

Bacaan Alkitab hari ini:  Hosea 1 – 2
http://www.jesoes.com/alkitab/hos/1/1
http://www.jesoes.com/alkitab/kel/20/3

Uang, ketenaran, dan ketakutan dapat memotivasi orang untuk melakukan hal-hal “gila”. Beberapa orang tega menjual dirinya untuk mendapatkan kepuasan seks, sementara yang lain rela mengorbankan reputasi dan seisi keluarganya demi satu menit menikmati ‘ranjang’ orang lain. Gomer adalah seorang wanita, istri dari Hosea, nabi muda yang sedang berkembang pada zamannya. Kisah Hosea dan Gomer merupakan penggambaran bahwa Allah melihat Israel sebagai istri-Nya. Oleh karena itu, Allah telah memperingatkan agar Israel tidak mendua, “Jangan ada padamu allah lain di hadapanKu” (Perintah pertama dari sepuluh hukum, Keluaran 20:3). Ada beberapa pelajaran penting dari Hosea 1-2:

Pertama, moral yang kendur dari seorang wanita adalah modal ketidaksetiaan. “Pergilah, kawinilah seorang perempuan sundal dan peranakkanlah anak-anak sundal, karena negeri ini bersundal hebat dan membelakangi TUHAN” (1:2b). Jelas bahwa perempuan itu memiliki kehidupan moral yang sangat longgar dalam masyarakat. Perempuan yang tidak menaruh kesetiaan pada pernikahannya adalah kepedihan bagi suaminya.

Kedua, ketidaksetiaan seorang istri menghasilkan buah penderitaan batin yang tak henti-hentinya. Di pasal 2, sekilas terlihat bahwa Gomer tidak menumbuhkan rasa penyesalannya. Penghormatannya kepada suaminya makin kabur. Sikap Gomer yang mendua mendatangkan penderitaan bagi Nabi Hosea, suaminya. Penderitaan yang berkepanjangan itu dilukiskan dengan perkataan, “…sebab dia bukan istriKu” (2:1).

Pernikahan Nabi Hosea dan Gomer merupakan bahan pelajaran tentang hubungan Allah dengan umat-Nya.  Firman Tuhan menunjukkan bahwa pernikahan itu kudus, tetapi bisa dinajiskan oleh seorang wanita yang bermoral rendah. Secara tidak langsung, peranan seorang istri dalam rumah tangga sangat menentukan kokoh tidaknya pernikahan tersebut. Istri yang tidak mendua adalah mahkota suaminya! [AAL]

Hosea 2:19a
“Aku akan menjadikan engkau isteri-Ku dalam kesetiaan, ….”
September 03, 2014, 05:18:10 AM
Reply #116
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 25253
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://saatteduh.wordpress.com/2014/09/http://saatteduh.wordpress.com/2014/09/
Mengasihi Sampai Begitu Dalam
Posted on Selasa, 2 September, 2014 by Saat Teduh

Bacaan Alkitab hari ini:  Hosea 3 -4
http://www.jesoes.com/alkitab/hos/3/1

Pernikahan adalah hadiah. Hadiah itu diharapkan dapat membahagiakan dan memuaskan si penerima serta mengungkapkan perasaan terdalam dari si pemberi. Pernikahan juga merupakan panggilan untuk melayani.  Pernyataan ini mungkin kurang populer dan kurang diperhatikan dalam banyak pernikahan. Istri yang penuh kasih akan menghargai suaminya sebagai pasangan yang seimbang di segala bidang kehidupan. Ia akan menunjukkan keibuannya dengan memperlihatkan bahwa kemitraan dengan suaminya tidak dapat diganggu gugat. Kewajiban istri dalam hal ini adalah menyumbangkan pikiran, misalnya dalam hal pengambilan keputusan, mengatasi konflik, mengusulkan rencana perkembangan keluarga, dan mengelola kehidupan rumah tangga sehari-hari. Sayangnya, Gomer bukanlah tipe seorang istri yang ideal. Nabi Hosea menebus Gomer dengan cara membelinya seharga lima belas syikal perak dan satu setengah homer jelai, yakni seharga seorang budak pada masa itu. Patutkah Gomer mendapatkan kasih Nabi Hosea yang sedemikian dalam setelah ia mengkhianati dan menyakiti hati Nabi Hosea?

Pertama, kasih melindungi mereka dari kemungkinan terluka. Gomer membuka ruang untuk lebih mudah terluka dan berlindung pada dinding yang tidak aman dari serangan musuh. Nabi Hosea walau terluka tetap mengasihi Gomer sedalam mungkin.

Kedua, kita butuh dicintai. Gomer harus mengalami masa karantina untuk tinggal diam (3:3). Ia tidak boleh bersundal lagi. Karantina ini bertujuan untuk melindungi Gomer. Apa pun kondisi Gomer, ia tetap butuh dicintai.

Tindakan yang dilakukan Nabi Hosea adalah miniatur dari kasih Allah kepada Israel. Kasih dan pengampunan seharusnya mudah didapatkan dalam keluarga Kristen. Jangan biarkan dosa menghancurkan rumah tangga kita. Dosalah yang membuat air mata terus mengalir.  [AAL]

Hosea 3:1b
“…seperti TUHAN juga mencintai orang Israel, sekalipun mereka berpaling kepada allah-allah lain dan menyukai kue kismis.”





Rancangan Tuhan tidak pernah gagal!
Posted on Selasa, 2 September, 2014 by Saat Teduh

Matius 1:1~17 <Inilah silsilah Yesus Kristus, anak Daud, anak Abraham…>

Silsilah Yesus Kristus menunjukkan hikmat dan kesabaran Allah yang tak terselami.

    Abraham, Ishak, Yakub, sama-sama pernah menipu.
    Yehuda tidur dengan menantunya, Tamar.
    Rahab adalah seorang pelacur.
    Rut adalah perempuan Moab.
    Daud berzinah dan melakukan pembunuhan berencana.
    Salomo cinta kekayaan dan punya banyak isteri.
    Rehabeam tak mendengar nasihat para tua-tua.
    Abia hidup dalam dosa ayahnya.
    Asa sakit hati pada TUHAN hingga ajal menjemput.
    Yosafat bekerjasama dengan orang jahat.
    Yoram sakit usus dan mati dengan tidak dicintai orang…

Kita masih bisa menyimak lebih jauh lagi kisah dari orang-orang yang termasuk dalam daftar silsilah-Nya sampai pada suatu kesimpulan yang sama: bahwa manusia telah jatuh dalam dosa dan upah dosa ialah maut, tetapi itu tak mengubah atau menggagalkan rencana TUHAN, yaitu: Mesias harus datang untuk menyediakan jalan keselamatan bagi manusia, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.

Jika Anda mulai meragukan TUHAN, biarlah silsilah ini mengingatkan Anda kembali bahwa manusia bisa mengecewakan, tetapi TUHAN tak pernah mengecewakan kita. Dia tak pernah lalai menepati janji-Nya dan Ia tak pernah gagal!

TUHAN semesta alam telah merancang, siapakah yang dapat menggagalkan-Nya?
September 04, 2014, 05:15:18 AM
Reply #117
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 25253
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://saatteduh.wordpress.com/2014/09/
Bertobat Itu Harga Mati
Posted on Rabu, 3 September, 2014 by Saat Teduh

Bacaan Alkitab hari ini:  Hosea 5:1 -6:6

Jika kita ingin tahu, betapa waktu begitu berharga:

Tanyakan arti 0,1 detik bagi seorang juara lari.

Tanyakan arti 1 detik bagi orang yang baru terhindar dari kecelakaan.

Tanyakan arti 1 menit bagi orang yang ketinggalan kereta.

Tanyakan arti 1 jam bagi sepasang kekasih saat bertemu.

Tanyakan arti 1 bulan bagi seorang ibu yang melahirkan prematur.

Tanyakan arti 1 tahun bagi murid yang tidak naik kelas.

Mereka semua akan mengatakan bahwa waktu itu sangat penting. Namun, waktu (kesempatan) untuk bertobat belum tentu dianggap penting di kalangan orang Kristen. Bila seseorang enggan untuk bertobat, apa yang terjadi?

Pertama, Allah menarik diri dari mereka. Murtad Israel dibalas dengan pengunduran diri Yahwe (5:6). Itulah tindakan-Nya yang pertama di dalam usaha pendidikan-Nya terhadap Israel.

Kedua, Allah sendiri akan campur tangan. Bagian utara dari Kerajaan Israel, yakni daerah Efraim akan menjadi tandus (5:9). Baik Efraim maupun Yehuda akan hancur dan binasa. Mereka akan menjadi bangsa yang menderita yang keadaannya ditimbulkan oleh Allah sendiri.

Ketiga, Allah memberikan kesempatan untuk sebuah pertobatan. Hosea 6:4 mengatakan, “Apakah yang akan Kulakukan kepadamu, hai Efraim? Apakah yang akan Kulakukan kepadamu, hai Yehuda?” Perikop ini sangat emosional. Allah bergumul di dalam diri-Nya sendiri. Allah mengharapkan pertobatan yang sungguh-sungguh, bukan penyesalan dengan mulut saja atau ketaatan lahiriah semata. Hanya sikap demikian yang berkenan kepada Allah (6:6).

Selagi masih ada waktu untuk memperbaiki diri, selagi masih ada firman yang mengingatkan dan menegur kita, bersyukurlah atas kemurahan hati Allah. Jangan palsukan ibadah-ibadah kita. [AAL]

Hosea 6:3
“Marilah kita mengenal dan berusaha sungguh-sungguh mengenal TUHAN; Ia pasti muncul seperti fajar, …”
September 05, 2014, 05:21:02 AM
Reply #118
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 25253
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://saatteduh.wordpress.com/2014/09/
Berbaliklah!
Posted on Kamis, 4 September, 2014 by Saat Teduh

Baca: Yeremia 7:16-20
http://www.jesoes.com/alkitab/yer/7/16
http://www.jesoes.com/alkitab/yer/11/14
http://www.jesoes.com/alkitab/yer/14/11
http://www.jesoes.com/alkitab/yer/7/3
http://www.jesoes.com/alkitab/yer/7/5
http://www.jesoes.com/alkitab/yer/44/17

Hukuman Allah bagi umat tampaknya sudah final. Hukuman itu begitu berat seolah tak terampunkan karena dosa-dosa umat pun sangat banyak. Sampai-sampai Tuhan memerintahkan sang nabi untuk tidak buang-buang waktu berdoa agar Tuhan mengasihani umat-Nya (16).Akan percuma saja Yeremia berdoa bagi umat, karena Tuhan tidak akan melunak dan mengasihani mereka (bdk. Yer. 11:14; 14:11). Satu-satunya yang dapat menghindarkan mereka dari serbuan musuh, kehancuran kota, dan pembuangan adalah pertobatan mereka sendiri (bdk. ayat 3, 5-7).

Mengapa Allah sampai sedemikian murka? Sebab umat di seluruh negeri telah menjauh dari Allah (17). Lebih dari itu, seluruh anggota keluarga dalam rumah tangga umat, yaitu anak-anak, bapak-bapak, dan para perempuan ikut terlibat dalam penyembahan kepada ratu surga (18). Ini mungkin nama salah satu dewi yang disembah oleh bangsa di sekitar mereka (bdk. Yer. 44:17). Penyembahan kepada ratu surga memang menyertakan penganan-penganan yang dibuat dalam bentuk bulan atau serupa dengan patung sang ratu surga (bdk. Yer. 44:19). Selain itu, umat juga mempersembahkan korban curahan.

 
Sesungguhnya apa yang umat lakukan merupakan penolakan terhadap kedaulatan Allah dan dengan demikian memancing kemarahan Allah. Namun di sisi lain, umat sebenarnya sedang mempermalukan diri mereka sendiri (19). Ketidaktaatan akan berbalik kepada diri mereka dan mereka akan menderita sebagai akibat dosa mereka. Itulah sebabnya, Allah akan mencurahkan murka-Nya ke seluruh tanah Yehuda (20). Hukuman Allah akan berdampak pada segala sesuatu yang ada di tanah itu: manusia, hewan, tumbuhan dan segala hasil panen. Tak ada sesuatu apa pun yang dapat melepaskan mereka dari api murka Allah, kecuali pertobatan sejati (3, 5-7).

 
Karena itu jangan sampai murka Allah meluap atas kita karena dosa-dosa yang kita lakukan. Maka jangan keraskan hati ketika Tuhan menegur kita. Bertobatlah dengan berbalik dari jalan-jalan yang kita tempuh dalam keberdosaan kita.





Kelolalah kegagalan dengan baik
Posted on Kamis, 4 September, 2014 by Saat Teduh

Ketika seseorang mengalami kegagalan, seringkali kegagalan itu terasa seolah-olah  adalah titik terakhir baginya.

Kegagalan jika tidak  dikelola dengan baik, akan menghasilkan perasaan pesimis, iri hati dan benci melihat keberhasilan orang lain.

Mengelola kegagalan dengan pola pikir yg positif dan sikap yang optimis sangat diperlukan, agar kegagalan tidak menjadi ketakutan, sehingga setiap kali gagal, kita akan mempunyai keberanian utk mencoba dan mencobanya lagi.

Dalam semuanya itu, kita lebih daripada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi kita.

Jangan berhenti dan menjadi patah semangat! Karena kegagalan sesungguhnya merupakan awal dari keberhasilan.

Kegagalan akan menjadi sebuah pengalaman berharga yang membawa kita pada tingkat lebih tinggi.

Bangkitlah dan tetap semangat!

Amsal 24:16a <Sebab 7 kali orang benar jatuh, namun ia bangun kembali.>
September 06, 2014, 10:27:32 AM
Reply #119
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 25253
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://saatteduh.wordpress.com/2014/09/
Ketika Ketaatan Sulit Ditemui
Posted on Jumat, 5 September, 2014 by Saat Teduh

Bacaan Alkitab hari ini:  Hosea 8 – 9
http://www.jesoes.com/alkitab/hos/8/1
http://www.jesoes.com/alkitab/hos/2/9
http://www.jesoes.com/alkitab/hos/4/1
http://www.jesoes.com/alkitab/hos/5/3

Ada tiga alasan mengapa Israel akan diserang oleh kuasa musuh, dan itu atas perintah Tuhan:

Pertama, dasar-dasar kehidupan sebagai bangsa kudus diingkari. “Busuk sangat perbuatan mereka” (9:9). Akar dan kerangka kehidupan bangsa kudus itu adalah perjanjian dan juga pengajaran (Torah) yang diberikan oleh Allah sendiri. Artinya, Allah telah memberikan ruang dan petunjuk untuk hidup dalam kebebasan, semua itu disangkal.  Ikatan dengan Allah ditiadakan.  Israel menjadi salah satu bangsa ‘biasa’ saja, bukan lagi bangsa yang kudus.

Kedua, cara bersekutu dengan Allah dipandang ringan. Jelas kemunafikan tampak di kalangan bangsa Israel. Istilah ‘mengenal Allah’ (8:2) telah berulangkali kita temukan sebagai pengertian inti dalam Kitab Hosea (2:19; 4:1; 5:3) dan artinya ialah persekutuan dengan Allah. Perkataan seperti ‘mengenal Allah’ biar pun masih diucapkan rakyat secara adat kebiasaan, namun ucapan mereka adalah ucapan yang dangkal. Betapa munafik ucapan mereka itu.

Ketiga, keselamatan ditolak: “Israel telah menolak yang baik” (8:3a). Yang baik adalah lawan kejahatan. Di akhir pasal 8 ditunjukkan secara konkret bahwa bangsa Israel melakukan berbagai-penyelewengan. Mereka melangkahi Tuhan dan mendurhaka terhadap pengajaran-Nya. Di pasal 9, khususnya di 9:7-9, jelaslah betapa kuatnya perlawanan terhadap sang nabi dan tindakannya. Ia dipandang sebagai pengganggu. Nabi Hosea dimaki sebagai seorang gila, “Nabi adalah seorang pandir, orang yang penuh roh adalah orang gila!” (9:7).

Sebagai orang percaya, kita senantiasa bertanya kepada diri sendiri, apakah kita masih tetap dalam hubungan kasih pengantin terhadap Tuhan kita, sehingga kita didorong untuk terus menyenangkan-Nya serta tetap suci dan mulia, atau sebaliknya kita menyerahkan diri kepada ketidaktaatan karena tidak lagi mendengar suara Tuhan. [AAL]

Hosea 9:17
 “Allahku akan membuang mereka, sebab mereka tidak mendengarkan Dia.”





Jangan gantikan Allah dengan berhala
Posted on Sabtu, 6 September, 2014 by Saat Teduh

Baca: Yeremia 7:29-8:3
http://www.jesoes.com/alkitab/yer/7/29
http://www.jesoes.com/alkitab/2raj/16/3
http://www.jesoes.com/alkitab/2raj/21/6
http://www.jesoes.com/alkitab/2raj/23/10
http://www.jesoes.com/alkitab/yeh/20/25
http://www.jesoes.com/alkitab/ul/21/23


Dipermalukan! Itulah hukuman terhadap umat Allah karena telah mencemarkan Bait Allah dengan menempatkan dewa-dewa mereka di sana (7:30). Umat juga mendirikan bukit-bukit pengurbanan di Tofet, di Lembah Ben-Hinom, di sebelah selatan Yerusalem.Di situ, umat mempersembahkan anak-anak mereka sebagai kurban bakaran bagi dewa-dewa mereka (7:31). Praktik semacam ini muncul pada masa pemerintahan Raja Ahas dan Manasye (2Raj. 16:3; 21:6). Raja Yosia sebenarnya menghapuskan praktik pengurbanan manusia pada masa pemerintahannya (2Raj. 23:10), tetapi umat menghidupkan kembali praktik ibadah semacam ini sesudah Yosia wafat (Yeh. 20:25-26).

Bagi Tuhan sendiri, perbuatan itu jahat dan jelas akan mendatangkan murka-Nya. Maka hukuman terhadap umat segera menjelang di depan mata. Musuh dari Utara akan datang menyerbu dan menghancurkan mereka sehingga mayat-mayat mereka akan memenuhi Lembah Ben-Hinom hingga kemudian dinamai Lembah Pembunuhan. Kuburan massal itu akan menjadi tempat bagi hewan-hewan buas untuk mencari makanan. Dalam budaya Timur Dekat kuno, mati tanpa dikubur merupakan sebuah tragedi dan penghinaan. Hukum Taurat sendiri mengatur bahwa para pelaku tindak kejahatan pun harus dikuburkan (Ul. 21:23).Bukan hanya itu, kubur para pemimpin bangsa dan pemuka agama, serta seluruh penduduk Yerusalem pun akan digali (8:1). Tulang belulang mereka akan diserakkan begitu saja, di depan matahari, bulan, dan tentara langit, yang sebelumnya mereka sembah (8:2). Sungguh ironis, apa yang mereka sembah ternyata tidak mampu berbuat apa-apa untuk menolong mereka. Sementara itu, orang-orang yang masih bisa bertahan hidup selanjutnya akan dibuang ke negeri asing (29). Namun mereka akan merasa lebih baik mati daripada hidup seperti itu.

Betapa mengerikan hidup dan matinya orang-orang yang berpalling dari Allah kepada berhala-berhala. Oleh karena itu, jangan gantikan tempat Allah dalam hidup kita dengan berhala apa pun, sebab besar hukumannya.
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)