Author Topic: Saat Teduh  (Read 74134 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

September 06, 2014, 10:28:52 AM
Reply #120
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 25253
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
Kasih Menajamkan Ketulusan Kita
Posted on Sabtu, 6 September, 2014 by Saat Teduh

Bacaan Alkitab hari ini:  Hosea 10 – 11
http://www.jesoes.com/alkitab/hos/10/1
http://www.jesoes.com/alkitab/hos/8/1
http://www.jesoes.com/alkitab/hak/19/1
http://www.jesoes.com/alkitab/2kor/9/10

Dosa-dosa yang telah dihukum dalam pasal 8 kembali lagi direnungkan di sini, “Sejak hari Gibea engkau telah berdosa, hai Israel” (10:9-10). Terdapat suatu kenangan kepada sejarah yang memperlihatkan bahwa dosa umat Allah telah berakar di dalam masa lampau. Sebutan ‘hari Gibea’ menunjuk kepada peristiwa terjadinya perbuatan tidak senonoh (menjijikkan) yang dilakukan oleh orang-orang Benyamin terhadap seorang Lewi serta akibat (hukuman) yang dialami oleh segenap suku Benyamin (Hakim-hakim 19-21). Kenang-kenangan sejarah masa lampau itu jelas kelihatan dalam kitab Hosea pasal 11 ini. Misalnya “Ketika Israel masih muda, Kukasihi dia…” (11:1). inilah masa permulaan kasih antara bapa dan anak. Di dalam seluruh Perjanjian Lama, peristiwa Keluaran dari Mesir merupakan pengakuan pokok dalam kepercayaan Israel. Ikatan mesra seperti hubungan ayah dan anak menandakan perjanjian antara Yahwe (TUHAN) dengan Israel. Kenang-kenangan sejarah tersebut menunjukkan bahwa sebenarnya Allah memilih Israel untuk menjadi hamba-Nya; Ia telah mendidik, membebaskan, dan mengasih Israel, agar Israel menjadi pelayan yang berguna. Israel dipanggil untuk hidup dan bekerja di tanah yang dijanjikan sesuai dengan keadilan Allah dan menurut kasih satu sama lain. Hanya dengan jalan itulah, Israel akan mempunyai masa depan. Akan tetapi, Israel menipu Allah sehingga mereka sendiri terpaksa harus ‘memakan buah kebohongannya’ (10:13a).

Jemaat Kristen terpanggil untuk hidup sesuai dengan kasih karunia Allah dan menumbuhkan buah-buah kebenaran sehingga orang lain dapat ikut mendapat anugerah (bandingkan dengan 2 Korintus 9:10). Jangan lupakan kasih yang mula-mula, kasih yang tulus justru menajamkan ketulusan kita kepada-Nya. Tanpa kasih hidup kita tidak akan berkenan kepada Allah. [AAL]

Hosea 11:1
“Ketika Israel masih muda, Kukasihi dia, dan dari Mesir Kupanggil anak-Ku itu.”
September 08, 2014, 05:26:38 AM
Reply #121
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 25253
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://saatteduh.wordpress.com/2014/09/
Renungan tentang kehidupan
Posted on Minggu, 7 September, 2014 by Saat Teduh

Jika seseorang menjalani hidup dengan toleransi, maka ia belajar arti kesabaran.

Jika seseorang menjalani hidup dengan motivasi, maka ia belajar percaya diri.

Jika seseorang menjalani hidup dengan perhatian, maka ia belajar nilai menghargai.

Jika seseorang menjalani hidup dengan kejujuran, maka ia belajar bersikap adil.

Jika seseorang menjalani hidup dengan mengerti perubahan, maka ia belajar kebijaksanaan.

Jika seseorang menjalani hidup dengan mengerti akan kebijakan, maka ia belajar mengasihi dan memaafkan.

Jikas eseorang menjalani hidup dengan menghargai orang lain, maka ia belajar menemukan cinta kasih di dunia ini.

    Air tak selalu jernih, begitu juga ucapanku.
    Kapas tak selalu putih, begitu juga hatiku.
    Langit tak selalu biru, begitu juga hidupku.
    Jalan tak selalu lurus, begitu juga langkahku…

Tapi yang pasti kutahu, saat ini sudah terbit sang mentari, hatiku pun tak henti-henti nya bersyukur kepada TUHAN dan memuji nama-Nya:

“Tak berkesudahan kasih setia TUHAN, tak habis-habis nya rahmat-Nya, selalu baru tiap pagi; besar kesetiaan-Mu!” (Ratapan 3:22~23)





Cinta sejati
Posted on Minggu, 7 September, 2014 by Saat Teduh

Baca: Kidung Agung 1:1-8
http://www.jesoes.com/alkitab/kid/1/1

Cinta sejati tidak memandang perbedaan sebagai penghalang, apalagi kalau perbedaan itu dipakai untuk membeda-bedakan sesama berdasarkan SARA. Hal ini sedikit tergambarkan dalam puisi pertama dari Kidung Agung. Bagian ini terbagi menjadi ayat 2-4a suara sang mempelai perempuan, ayat 4b suara para sahabat, ayat 5-7, kembali sang perempuan, dan ayat 8 para sahabat.Fungsi suara para sahabat ini menjadi pemberi semangat untuk pasangan itu tetap setia satu sama lain, walaupun dihadang tantangan.

Meskipun status sosial berbeda, sang mempelai perempuan mungkin seorang dari kelas rakyat pekerja (6), sebaliknya sang kekasih adalah raja (4), hal ini tidak menghalangi hasrat cinta yang tulus bahkan bisa dikatakan sedikit posesif (3b; cemburu?), yaitu keinginan mencium serta menikmati keharuman badan sang kekasih, bahkan ingin segera memuncak pada paduan kasih di mahligai pernikahan.

Hasrat yang begitu besar ini belum tercapai. Ada penghalang yang harus diterobos. Bayangkan gunjingan dari kalangan istana mengenai sang mempelai perempuan karena kerendahan status sosialnya (6). Dengan percaya diri, sang perempuan mengatakan dirinya cantik (5). Hitam kulitnya disebabkan oleh sinar matahari yang membakarnya justru menarik sang raja. Entah karena ‘hitam manis’, atau karena karakter pekerja kerasnya.

Kerinduan sang perempuan diungkapkan lewat keinginannya mengenal lebih baik lagi sang kekasih, bukan dari luar saja, seperti ‘pengembara’ di antara teman-teman sang kekasih. Keberanian untuk menyatakan kerinduan ini akan dibalas oleh sang kekasih pada perikop selanjutnya. Di ayat delapan sang mempelai wanita seolah mendapatkan penguatan untuk tetap mencari.

Cinta sejati tidak surut oleh tantangan, melainkan setia dan fokus pada panggilan mulia Allah pada pasangan yang diberkati-Nya.
September 08, 2014, 05:27:01 AM
Reply #122
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 25253
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
Dosa Berdampak Luas
Posted on Minggu, 7 September, 2014 by Saat Teduh

Bacaan Alkitab hari ini:  Hosea 12:1 – 14:1
http://www.jesoes.com/alkitab/hos/12/1
http://www.jesoes.com/alkitab/hos/8/7
http://www.jesoes.com/alkitab/pkh/1/14
http://www.jesoes.com/alkitab/hos/14/4

Pasal 12 ini menoleh ke belakang sampai kepada zaman nenek moyang (para bapa leluhur). Untuk memperlihatkan bahwa oleh perbuatan mereka, khususnya oleh perbuatan Yakub, kesalahan telah mulai meresap ke dalam tubuh Israel. Inti pokok pasal ini adalah ‘penipuan’ (12:1, 2, 4, 8, 15). Yakub yang hidup dalam kebohongan menunjukkan pergumulan yang sama dengan umat Allah yang hidup dalam kebohongan. Karena itu, dalam 12:1, “dengan kebohongan Aku telah dikepung oleh Efraim,” Allah seakan-akan mengeluh atas ketidakjujuran Israel Utara dan penduduknya. Mereka mengatakan bahwa mereka mengabdi kepada-Nya, tetapi kenyataannya ialah bahwa mereka melayani Baal.

Kehidupan yang penuh dusta itu sangatlah mencolok dan berbeda dengan karakter Allah yang setia, yang dapat dipercaya (tidak penipu). Sikap penipu dari umat-Nya dikonkretkan lagi dengan perkataan “Efraim menjaga angin, dan mengejar angin timur” (12:2) yang menunjukkan bahwa sikap demikian adalah sia-sia belaka (bandingkan dengan 8:7; Pengkhotbah 1:14). Oleh karena itu, segala praktik keagamaan serta praktik sosial dan politik mereka tidak membawa hasil, tetapi hanya memperbanyak dusta dan pemusnahan. Di sini kita belajar bahwa dusta mendatangkan pemusnahan, bersifat destruktif (merusak).

Hosea 13 memperlihatkan pertentangan antara ketidaksetiaan bangsa itu dengan kesetiaan Allah. Pasal 14 adalah pasal paling radikal dari seluruh Kitab Hosea yang memberitakan bahwa Allah akan menghukum umat-Nya. Bangsa Asyur tidak dapat menyelamatkan mereka (14:4). Seruan untuk bertobat kepada Allah sudah tidak diperdengarkan lagi. Biarlah bacaan Alkitab hari ini mengejutkan hati kita, yaitu bahwa dosa yang kita perbuat pasti—cepat atau lambat—akan berdampak luas dan sangat menyakitkan. Tidak ada hal lain yang lebih menakutkan selain murka Allah yang menyala-nyala. Jauhilah murka Allah!  [AAL]

Hosea 13:9
“Aku membinasakan engkau, hai Israel….”
September 09, 2014, 05:42:50 AM
Reply #123
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 25253
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://saatteduh.wordpress.com/2014/09/
Damai sejahtera yang melampaui segala akal telah diberikan Yesus kepada kita
Posted on Senin, 8 September, 2014 by Saat Teduh

Yohanes 14:27 <Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu.>

Kesulitan dan pencobaan merupakan bagian dari ritme musik kehidupan.


Kita tidak dapat mengharapkan musim semi yang tak pernah berganti. Suka ataupun tidak, kita harus bersedia dipanaskan oleh teriknya matahari di musim kemarau dan diguyur oleh air di musim hujan.

Di samping mengakui bahwa hidup manusia tak pernah berhenti dari masalah, iman umat Kristiani diteguhkan oleh janji Allah, yang menjanjikan bahwa Ia akan senantiasa memberi kekuatan kepada yang lelah dan menambah semangat kepada yang tiada berdaya, sehingga kita mampu bertahan dan berdiri tegak di tengah-tengah terpaan badai pencobaan serta gelombang kehidupan.

Yesus tidak mewariskan sumber kekayaan materi atau resep untuk memperolehnya dengan mudah, Ia juga tidak mengecualikan pengikut-pengikut Nya mengalami penderitaan dan penganiayaan, tetapi Ia meninggalkan kepada kita warisan yang tidak mungkin direbut oleh siapapun juga, yaitu: “Damai sejahtera” yang melampaui segala akal, telah menjadi jawaban atas semua permasalahan manusia.

Dengan iman, kita yakin TUHAN bisa mengubah lembah air mata menjadi bukit kegirangan. Di tengah air mata kedukaan, Ia pun sanggup membuatnya menjadi tempat yang bermata air pengharapan.





Tahu jalan kembali
Posted on Senin, 8 September, 2014 by Saat Teduh

Baca: Yeremia 8:4-17
http://www.jesoes.com/alkitab/yer/8/4
http://www.jesoes.com/alkitab/yer/5/1
http://www.jesoes.com/alkitab/yer/5/22
http://www.jesoes.com/alkitab/ul/28/30


Apakah yang akan dilakukan orang yang jatuh? Tentu ia akan bangun. Apakah yang akan dilakukan orang yang berdosa? Tentu bertobat (4). Namun tidak demikian dengan umat Tuhan. Mereka berdosa, tetapi tidak mau mengakui kesalahan mereka dan bertobat (5-6, bdk. Yer. 5:1-3).

Burung-burung yang bermigrasi pada musim-musim tertentu secara instingtif tahu kapan mereka harus berbalik arah dan terbang ke tempat tertentu (7). Namun umat Tuhan yang mengaku memiliki Taurat tidak tahu kapan harus mengubah hidup (8-9, bdk. Yer. 5:22-23).

Para pemimpin agama pun tidak jauh berbeda. Mereka melakukan tipu daya terhadap umat dan sedikit pun tidak merasa malu (11-12).

Ketika umat diibaratkan seperti pohon, ternyata pohon itu tidak menghasilkan buah, seperti yang diharapkan oleh si pemilik pohon (13).Tak heran bila Allah murka atas umat sehingga akan menghukum mereka. Harta milik mereka, bahkan istri-istri mereka pun akan dirampas oleh musuh (10, bdk. Ul. 28:30). Musuh bagaikan ular beludak yang memagut dengan bisanya yang mematikan (17). Dalam situasi seperti itu, nyata bahwa damai sejahtera yang dikumandangkan oleh para pemimpin agama (11, 15) hanyalah janji kosong yang tak pernah terwujud. Karena yang datang kemudian adalah musuh yang menyerbu dari Utara, dengan jumlah tentara yang sangat besar (16).

Hukuman yang berat itu harus dialami oleh umat Tuhan karena mereka terus menerus melakukan dosa, tanpa pernah memilki kesadaran untuk bertobat dari dosa-dosa itu dan kemudian berbalik kepada Allah. Ini menjadi peringatan keras bagi kita untuk tidak hidup di dalam dosa. Karena itu marilah kita introspeksi diri: adakah dosa yang masih terus menerus bercokol dalam hidup kita? Adakah dosa yang mengganggu hubungan kita dengan Tuhan? Apakah dosa itu menghalangi pertumbuhan kerohanian kita? Ingatlah bahwa setiap pelanggaran terhadap Firman Tuhan hendaknya kita bereskan dengan segera. Maka mintalah pengampunan dari Allah dan tinggalkanlah jalan dosa itu. Jangan sampai Tuhan menganggap kita lebih bodoh dari burung!
September 10, 2014, 05:42:21 AM
Reply #124
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 25253
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://saatteduh.wordpress.com/2014/09/
Dampak tak mengenal Allah
Posted on Selasa, 9 September, 2014 by Saat Teduh

Baca: Yeremia 8:18-9:11
http://www.jesoes.com/alkitab/yer/8/18

Kesedihan Allah begitu dalam. Kesedihan itu muncul bagai hati seorang tua yang terluka karena penderitaan yang dialami anaknya (8:18a-19a). Si orang tua ingin sekali bisa melepaskan penderitaan itu dari si anak. Sayangnya dia tidak dapat berbuat apa-apa saat bencana sudah membayang di depan mata.

Penyebab bencana yang melanda umat Allah adalah penyembahan berhala (8:19c). Umat menyerahkan hidup mereka kepada objek yang sesungguhnya berada di bawah kontrol mereka, dan bukannya menyerahkan kendali atas diri mereka kepada Allah yang Mahakudus. Namun mereka tidak menyadari kesalahan mereka dan memohon pengampunan Allah. Mereka masih mencoba mencari pertolongan Allah. Mereka mengira bahwa Allah akan tetap hadir saat mereka datang menghadap Dia (8:19b). Mereka masih berharap bahwa Allah akan datang pada waktu yang mereka harapkan. Namun, meski waktu berlalu dan musim berganti, tetapi pertolongan Allah tidak kunjung tiba (8:20). Mengapa Ia tidak datang menolong umat-Nya? Karena umat telah mengundang murka-Nya dengan menyembah berhala. Maka Allah pun menolak untuk menyelamatkan umat. Bila bukan dari Allah, darimana lagi umat akan mendapat pertolongan? Jelas tidak ada (8:22).

Kalau mau ditelisik lebih lanjut, meski umat mencari Allah sesungguhnya mereka tidak mengenal Allah (9:3). Itu nyata dalam kehidupan mereka bermasyarakat (9:4-6, 8). Hubungan di antara sesama anggota masyarakat jadi rusak. Orang tidak bisa lagi menaruh percaya kepada sesamanya. Yang ada ialah tipu daya, dusta, fitnah, bahkan penindasan. Oleh karena itu Tuhan akan menghukum mereka (9:9-11).

Tidak mengenal Allah, selain berdampak pada penyembahan terhadap sesuatu yang bukan Allah ternyata berdampak juga pada hubungan dengan sesama. Maka betapa pentingnya mengenal Allah. Yang dimaksud dengan mengenal bukanlah pengetahuan kognitif saja, melainkan pengenalan yang melahirkan komitmen pribadi untuk hidup bagi Dia dan taat.





Berkabung Atas Dosa
Posted on Selasa, 9 September, 2014 by Saat Teduh

Bacaan Alkitab hari ini:  Yoel 1
http://www.jesoes.com/alkitab/yl/1/1

Pesan Tuhan melalui Nabi Yoel ini dimulai dengan berita bencana yang belum pernah terjadi sebelumnya dan yang harus diingat oleh anak cucu mereka (1:2-3). Bencana yang dimaksud adalah bencana kekeringan disertai dengan serangan dari kelompok belalang (1:4) yang merupakan bentuk penghukuman Tuhan atas umat-Nya yang berdosa. Istilah nama-nama belalang ini (belalang pengerip, belalang pindahan, belalang pelompat, belalang pelahap) mengacu pada empat fase perkembangan belalang dengan penekanan pada kengerian yang ditimbulkan dari serangan kelompok belalang ini. Mengingat sumber perekonomian bangsa Israel sangat bergantung pada hasil pertanian, kehancuran dari segi pertanian ini sama artinya dengan kehancuran bagi kehidupan masyarakat Israel. Dampak bencana yang mengerikan ini adalah tidak lagi tersedia anggur baru untuk pesta (1:5), tidak ada lagi korban sajian dan korban curahan untuk penyelenggaraan ibadah (1:9), bahkan para petani menjadi frustasi dan meratap (1:11). Akhirnya, dampak bencana ini menimpa secara menyeluruh pada manusia (1:16), binatang (1:18-20) dan tumbuh-tumbuhan (1:17).

Penghukuman Tuhan menuntut umat supaya berkabung atas dosa-dosa mereka, karena bencana tulah belalang ini masih belum sebanding dengan kedatangan hari Tuhan (1:15), di mana hukuman yang lebih mengerikan akan menimpa mereka yang tidak mau bertobat. Terkadang kemewahan, kenyamanan dan kesejahteraan bisa membuat seseorang terlena dan menjauh dari Tuhan. Bisa jadi Tuhan sengaja mendatangkan bencana dan keterpurukan ekonomi sehingga umat-Nya berbalik dari dosa dan bertobat dengan sungguh-sungguh. [FI]

Yoel 1:15
“Wahai, hari itu! Sungguh, hari Tuhan sudah dekat, datangnya sebagai pemusnahan dari Yang Mahakuasa.”
September 11, 2014, 05:24:44 AM
Reply #125
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 25253
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://saatteduh.wordpress.com/2014/09/
Pemulihan Umat yang Bertobat
Posted on Rabu, 10 September, 2014 by Saat Teduh

Bacaan Alkitab hari ini:  Yoel 2
http://www.jesoes.com/alkitab/yl/2/1

Bencana tulah belalang di tanah Israel hanyalah sebuah metafora untuk menunjukkan penghukuman Tuhan yang dahsyat bagi mereka yang tidak mau bertobat pada hari Tuhan. Dalam 2:2-11, diperlihatkan bagaimana hukuman yang sangat mengerikan itu akan diberikan kepada mereka yang tidak mau bertobat. Jika dilihat dari tuturan Nabi Yoel, maka dosa-dosa umat menunjuk pada keagamaan yang palsu, yaitu ibadah yang setengah hati serta kesalehan yang tampak dari luar, namun bukan berasal dari hati. Itulah sebabnya, Nabi Yoel mengatakan bahwa pertobatan sejati itu adalah dengan cara mengoyakkan hati dan bukan pakaian saja (2:13). Sementara bagi umat yang bertobat (2:12-17), Tuhan berjanji akan menjauhkan dari serangan bangsa lain, hasil pertanian dan peternakan yang melimpah dan memulihkan kondisi akibat bencana tulah belalang (2:18-27). Bahkan, Tuhan akan mencurahkan Roh-Nya kepada umat yang bertobat dalam arti bahwa Tuhan akan menyertai umat-Nya kembali (2:28-29). Dalam relasi yang dipulihkan dengan Tuhan, Tuhan menyatakan keselamatan-Nya (2:32).

Tuhan bisa memakai banyak cara, termasuk melalui bangsa-bangsa lain sebagai alat penghukuman-Nya bagi mereka yang tetap tinggal dalam dosa. Mengingat hukuman Tuhan juga menimpa mereka yang mengaku umat Tuhan, maka kita perlu menyadari apakah kita sudah menjadi umat yang mengalami pertobatan? Pemulihan Tuhan bagi umat yang bertobat bukan sekadar pemulihan secara fisik, tetapi yang lebih penting adalah pemulihan hati dan relasi dengan Tuhan. [FI]

Yoel 2:13
“Koyakkanlah hatimu dan jangan pakaianmu, berbaliklah kepada TUHAN, Allahmu, sebab Ia pengasih dan penyayang, panjang sabar dan berlimpah kasih setia,  dan Ia menyesal karena hukuman-Nya.”
September 12, 2014, 05:18:49 AM
Reply #126
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 25253
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://saatteduh.wordpress.com/2014/09/
Masa depan ada di tangan Tuhan
Posted on Kamis, 11 September, 2014 by Saat Teduh

Baca: Yeremia 10:1-16
http://www.jesoes.com/alkitab/yer/10/1

Umat Allah dipanggil secara khusus untuk menjadi umat pilihan. Umat dipanggil untuk berbeda dari bangsa-bangsa lain. Menyembah Allah yang berbeda dari sesembahan bangsa-bangsa lain. Memiliki cara hidup yang berbeda dari cara hidup bangsa-bangsa lain.

Maka Allah memperingatkan umat agar tidak mengikuti kebiasaan bangsa lain dalam mencari fenomena benda-benda angkasa untuk mengetahui kehendak dewa-dewa mengenai masa depan mereka (1-2). Lalu abnormalitas di langit dipandang sebagai tanda dari surga. Jika itu menandakan bahwa masa depan mereka akan buruk, maka suatu ritual tertentu harus dilakukan untuk menangkal yang buruk itu. Allah menyatakan bahwa penyembahan kepada patung berhala merupakan suatu delusi (pikiran yang tidak rasional), karena patung berhala tidak memiliki sifat Ilahi. Patung berhala hanyalah kayu belaka (3) yang kemudian diperindah oleh tangan manusia (4). Lalu kuasa apa yang terdapat pada patung seperti itu? Patung seperti itu tidak lebih dari orang-orangan sawah yang hanya bisa menakut-nakuti burung. Maka sungguh menggelikan bila orang menyembah sesuatu yang tidak bisa memberikan perintah, nasihat, penghiburan, atau pertolongan kepada orang-orang yang menyembah dia. Seharusnya orang-orang yang menyembah patung menjadi malu.

Jadi, tidak mungkin membandingkan patung-patung berhala itu dengan Allah. Patung berhala hanya buatan manusia, yang suatu saat akan hancur. Namun Allah adalah Pencipta. Segala sesuatu di kolong langit ini ada karena kuasa-Nya. Hujan, angin badai, dan kilat merupakan kesaksian akan kuasa Allah (12-13).

Dengan perbandingan yang tak sebanding itu, masihkah kita merasa tidak aman bila menyerahkan masa depan kita di tangan Allah yang Mahakuasa itu? Adakah kita masih memerlukan ramalan bintang atau ramalan-ramalan yang lain untuk melengkapi rasa yakin kita dalam menapaki masa depan? Kiranya pemahaman bahwa Dialah Pencipta alam semesta, yang berkuasa atas hidup mati manusia, meneguhkan kita untuk percaya bahwa masa depan kita ada di tangan-Nya.





Berkat dan Hukuman di Hari Tuhan
Posted on Kamis, 11 September, 2014 by Saat Teduh

Bacaan Alkitab hari ini:  Yoel 3
http://www.jesoes.com/alkitab/yl/3/1

Konsep tentang hari Tuhan yg akan terjadi tentunya berbeda perspektif bagi mereka yang mau bertobat dengan bagi mereka yang tidak mau bertobat. Penghukuman disediakan bukan hanya bagi umat yang tetap tinggal dalam dosa-dosanya, tetapi juga bagi bangsa-bangsa lain yang tidak mengenal Tuhan (3:1-16). Dalam 3:11-12, diberikan gambaran tentang bagaimana Tuhan sendiri yang akan memimpin peperangan melawan bangsa-bangsa di lembah Yosafat. Di tempat itulah, Tuhan menghakimi bangsa-bangsa. Peperangan ini pada akhirnya menunjukkan siapakah Tuhan itu (3:17). Empat ayat terakhir (3:18-21) menjadi ayat penegasan yang memberikan gambaran secara eskatologis bahwa hari Tuhan yang akan datang itu akan penuh dengan berkat yang luar biasa bagi mereka yang bertobat dan dipulihkan oleh Tuhan. Berkat itu meliputi pemulihan hasil tanah (3:18), ketiadaan ancaman dari bangsa-bangsa sekitar (3:19), kediaman Yehuda dan Yerusalem yang kekal (3:20) dan Tuhan berdiam di Sion selamanya (3:21).

Tuhan yang menggemakan penghukuman yang mengerikan pada hari Tuhan adalah Tuhan yang sama yang memanggil kita untuk bertobat serta memberikan pengampunan dan berkat. Sebagai Tuhan yang mampu mendatangkan berkat dan hukuman, Tuhan memberikan kengerian bagi mereka yang tidak mau percaya kepada-Nya. Bagi umat-Nya yang sejati, Ia memberikan pengharapan yang kekal dan pasti. Sebagai umat yang sejati, maka tiap orang percaya tidak lagi berfokus pada kengerian penghukuman sebagai hal yang menakutkan karena fokus kita sekarang pada keajaiban kasih karunia Tuhan yang memberi keselamatan dan pemeliharaan hingga kesudahannya. Bersyukurlah atas janji pemulihan dari Tuhan bagi tiap orang percaya. [FI]

Yoel 3:16b
“Tetapi TUHAN adalah tempat perlindungan bagi umat-Nya, dan benteng bagi orang Israel.”
September 13, 2014, 05:19:57 AM
Reply #127
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 25253
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://saatteduh.wordpress.com/2014/09/
Penghukuman TUHAN Adil
Posted on Jumat, 12 September, 2014 by Saat Teduh

Bacaan Alkitab hari ini:  Amos 1-2
http://www.jesoes.com/alkitab/am/1

Kitab Amos dibuka dengan perkataan nabi “TUHAN mengaum dari Sion” (1:2) sebagai bentuk auman murka Tuhan yang menyala-nyala atas kejahatan bangsa-bangsa. Menariknya, penghukuman itu tidak hanya ditujukan kepada bangsa-bangsa lain, namun Yehuda dan Israel juga tidak luput dari penghukuman Tuhan. Ini menunjukkan bahwa penghukuman TUHAN itu berlangsung adil atas semua bangsa, tanpa terkecuali bagi bangsa Israel yang meyakini bahwa mereka adalah bangsa pilihan TUHAN. Bentuk pengulangan “karena tiga …, bahkan empat” menunjukkan bahwa dosa dan kekerasan hati bangsa-bangsa tersebut sudah mencapai puncaknya, sehingga Allah bertindak menghukum mereka.

Sangat wajar jika bangsa-bangsa lain yang tidak mengenal hukum TUHAN melakukan kejahatan yang keji, namun tidak seharusnya kejahatan yang sama dilakukan oleh bangsa Israel yang mengenal hukum TUHAN. Yehuda menolak berpegang pada hukum TUHAN (2:4), sedangkan Israel menindas orang lemah, mencari keuntungan diri, melakukan perzinahan dan percabulan, dan bersenang-senang atas harta gadaian sesamanya (2:6-8). Semuanya itu pada akhirnya mendatangkan hukuman atas mereka (2:13-16).

Berita penghukuman ini menjadi cermin bagi orang Kristen masa kini. Sungguh menyedihkan jika orang Kristen berperilaku sama dengan orang dunia dengan segala nafsu duniawinya. Selama manusia—bahkan orang Kristen sekalipun—tidak mau mencari Tuhan dengan sungguh-sungguh dan hidup benar, penghukuman TUHAN pasti berlaku bagi mereka. Godaan dosa di zaman akhir ini makin kuat menyeret orang Kristen untuk jatuh di dalamnya. Hanya dengan kembali kepada firman-Nya setiap orang percaya dapat hidup berkenan kepada TUHAN. [FI]

Amos 1:2a
“TUHAN mengaum dari Sion dan dari Yerusalem Ia memperdengarkan suara-Nya.”





Saat dihukum Tuhan
Posted on Jumat, 12 September, 2014 by Saat Teduh

Baca: Yeremia 10:17-25
http://www.jesoes.com/alkitab/yer/10/17

Meski berbuat salah, tak semua orang mau mengaku kesalahannya, apalagi kesalahan itu memiliki konsekuensinya. Tak sedikit orang yang menyangkal mati-matian kesalahan yang telah dia lakukan.

Yeremia menyadari bahwa bangsanya telah berdosa di hadapan Allah. Tuhan pun telah memberitahukan Yeremia bahwa di dalam kemarahan-Nya, Tuhan akan melemparkan penduduk Yerusalem seperti orang melemparkan batu dari ketapelnya. Ini akan menjadi pengalaman yang menyakitkan bagi mereka (18-19). Tak ada tempat untuk melarikan diri dari hukuman Tuhan. Tempat tinggal mereka rusak, sementara tak seorang pun dapat menolong mereka untuk membangunnya kembali. Bahkan anak-anak mereka pun telah pergi (20).

Dari sisi seorang pemimpin, baik pemimpin politik maupun pemimpin rohani, telah menolak Allah dan perjanjian-Nya (21). Tindakan bodoh itu membuat mereka gagal menggembalakan umat-Nya. Akibatnya, rakyat kehilangan arah bagaikan anak ayam kehilangan induk. Maka kesalahan umat dan pemimpin umat membuat Allah menggunakan bangsa-bangsa lain untuk menghancurkan kota-kota Yehuda sedemikian rupa, sehingga hanya serigala-serigala sajalah yang akan menempati wilayah itu (22).

Begitu mengerikan hukuman Allah sehingga Yeremia berdoa kepada Allah. Namun Yeremia bukan meminta agar Allah menghentikan invasi itu, karena Allah sudah melarang dia untuk mendoakan hal itu (Yer. 7:16; bdk. Yer. 11:14; 14:11-12). Yeremia meminta agar Tuhan menghukum bukan dengan kemarahan yang menyala-nyala, karena mereka pasti akan mati, meski mereka memang layak untuk menerima hal itu (24). Yeremia mengakui bahwa bangsanya tidak memiliki hikmat untuk melangkah dengan benar (23), maka hukuman itu kiranya bertujuan untuk mengoreksi mereka (24).

Menerima hukuman Allah sebagai akibat dosa-dosa kita memang tidak mudah. Namun jangan pernah meninggalkan Allah. Mintalah kasih karunia-Nya agar hukuman itu mengoreksi hidup Anda dan membuat Anda dapat hidup makin menyenangkan hati-Nya.
September 14, 2014, 10:26:49 AM
Reply #128
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 25253
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://saatteduh.wordpress.com/2014/09/
Jangan sampai Tuhan sakit hati
Posted on Sabtu, 13 September, 2014 by Saat Teduh

Baca: Yeremia 11:1-17
http://www.jesoes.com/alkitab/yer/10/17
http://www.jesoes.com/alkitab/yer/7/23
http://www.jesoes.com/alkitab/kel/20/3


Dua pihak yang bersepakat dalam suatu perjanjian tentu sama-sama beranggapan bahwa keduanya akan memegang teguh perjanjian itu. Biasanya, bila salah satu pihak melanggar perjanjian, maka akan ada sanksi yang dikenakan bagi pihak yang melanggar.

Tuhan telah menjalin perjanjian dengan bangsa Israel ketika Ia akan membebaskan mereka dari Mesir, negeri yang membelenggu mereka dengan perbudakan bertahun-tahun lamanya (4-5). Pada waktu itu, Tuhan memerintahkan Israel untuk mendengar dan menaati firman-Nya. Dengan menyetujui perintah Tuhan itu, Israel telah masuk dalam relasi perjanjian dengan Allah, mereka menjadi umat-Nya dan Ia menjadi Allah mereka (bdk. Yer. 7:23). Namun sayang, Israel gagal untuk mendengar dan taat (8). Mengikuti nenek moyang mereka, Israel telah menyembah allah-allah lain. Itu berarti, pelanggaran terhadap Hukum Taurat yang pertama, “Jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku.” (Kel. 20:3). Berulang kali, dari generasi ke generasi, umat Allah melakukan hal itu meski sudah berulang kali pula diperingatkan. Faktanya, allah-allah yang disembah oleh umat pada waktu itu sama banyak dengan jumlah kota-kota di Yehuda (13). Tak heran, Tuhan begitu sakit hati hingga Ia akan menimpakan malapetaka atas mereka (18). Malah Yeremia pun dilarang Tuhan untuk mendoakan mereka (14). Ini memperlihatkan bahwa dosa-dosa umat begitu keterlaluan sehingga Tuhan tidak berniat untuk menarik hukuman-Nya. Seolah-olah Tuhan sudah tidak bisa berharap bahwa umat bisa berubah. Apa lagi mereka telah bersikap hipokrit, datang ke rumah Allah dan merancang kejahatan di sana (15).

Tuhan memang panjang sabar, tetapi bukan berarti bahwa Dia tidak bisa marah bila umat terus menerus berdosa. Bila kita melanggar ketetapan-Nya, maka Tuhan akan menerapkan keadilan-Nya, yang bersalah harus dihukum. Sebelum Tuhan murka dan menjatuhkan hukuman, kita harus berbalik dari segala sesuatu yang jahat, yang terus menerus kita lakukan. Jangan sampai, doa-doa orang agar kita bertobat, tidak lagi didengarkan Tuhan karena kedegilan kita.





Kepalsuan Hidup Umat TUHAN
Posted on Minggu, 14 September, 2014 by Saat Teduh

Bacaan Alkitab hari ini:  Amos 4
http://www.jesoes.com/alkitab/am/4
http://www.jesoes.com/alkitab/1raj/12/28

Terkadang, sebagian orang secara sangat naif menganggap bahwa semua orang kaya memperoleh kekayaan dari buah pekerjaannya yang benar selama ini. Semua orang yang beribadah ke gereja dianggap sebagai orang percaya yang sungguh-sungguh. Nyatanya, Nabi Amos memperlihatkan realita umat Israel yang berbeda pada masa itu. Perempuan-perempuan kaya yang digambarkan dengan lembu-lembu Basan justru mendapatkan kekayaan dari hasil memeras dan menginjak orang miskin (4:1). Demikian juga, umat yang beribadah di Betel dan Gilgal sebagai pusat peribadatan umat di Kerajaan Israel bukan menyembah Allah yang benar, melainkan menyembah patung lembu emas (4:4; bandingkan dengan 1 Raja-raja 12:28-29), Baal, dan dewa-dewa kekejian lainnya. Tidakkah semua itu menunjukkan kepalsuan hidup umat Israel? Hidup mereka tampak di luar diberkati TUHAN dan bersungguh-sungguh dalam menjalankan keagamaan, tetapi di dalamnya hanyalah kepalsuan belaka yang menimbulkan penghukuman TUHAN atas mereka.

Seruan Nabi Amos agar mereka bersiap bertemu dengan Allah mereka (4:12) sebenarnya menunjukkan bahwa meskipun Allah akan menghukum Israel yang berdosa, namun Allah masih memberikan kesempatan bagi Israel untuk bertobat dari segala kepalsuan penyembahan yang tidak berkenan di hati-Nya. Pertobatan yang sejati tentu harus dimulai dengan melepaskan segala topeng kepalsuan hidup orang percaya. Hidup orang Kristen itu indah jika kita mau bersyukur menikmati berkat yang memang berasal dari hasil yang benar dan diberkati Tuhan dan beribadah dengan hati yang menyembah kepada Allah yang benar. [FI]

Amos 5:14
“Carilah yang baik dan jangan yang jahat, supaya kamu hidup, dengan demikian TUHAN, Allah semesta alam, akan menyertai kamu”
September 15, 2014, 06:07:06 AM
Reply #129
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 25253
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://saatteduh.wordpress.com/2014/09/
Cinta dan disiplin diri
Posted on Minggu, 14 September, 2014 by Saat Teduh

Baca: Kidung Agung 1:9 – 2:7
http://www.jesoes.com/alkitab/kid/1/9

Pria lebih mudah tergoda oleh apa yang dilihat dan disentuhnya, wanita oleh apa yang didengar dan dirasakannya. Sehingga bagi sepasang kekasih, yang belum menikah, pria harus menjaga diri dari menyentuh, sang perempuan dari memberi diri disentuh.

Percakapan manis mempelai perempuan dan kekasihnya merupakan ungkapan kasih sejati yang berorientasi bukan pada diri sendiri, melainkan pada pasangannya. Perhatikan bagaimana mempelai pria memuji kekasihnya (1:9-11, 15; 2:2). Sebaliknya, sang perempuan terhadap kekasihnya (1:12-14, 16; 2:3). Lihat bagaimana sang mempelai perempuan begitu terpesona pada kekasihnya sehingga ‘sakit asmara’ (2:3b-6). Kerinduan untuk berada di peraduan bersama dengan sang kekasih begitu kuat, pada saat yang sama, sadar bahwa untuk semua itu ada waktunya (2:7).

“Jangan kamu membangkitkan dan menggerakkan cinta sebelum diingininya” bisa diartikan sebagai bentuk disiplin diri untuk tidak hanyut pada keinginan atau kebutuhan biologis semata. Bagi pasangan yang belum menikah, tentu seks dan segala bentuk keintiman fisik yang berpotensi ke arah itu harus dihindari. Di sini peran perempuan untuk mengatakan ‘tidak’ sangat penting (2:7). Sebaliknya bagi pasangan yang resmi, relasi seks yang indah dan nikmat merupakan hak bersama, walau tidak berarti segala-galanya.

Disiplin dalam seks penting karena kita bukan binatang yang hidup didorong oleh naluri. Kita adalah makhluk mulia, gambar dari Sang Khalik. Dia memberikan cinta, seks, dan keintiman untuk tujuan mulia, bukan semata-mata untuk kenikmatan sesaat, apalagi sepihak. Kiranya, ketertarikan kita pada pasangan kita, selalu dikendalikan oleh kekudusan dan kasih sejati. Kasih sejati mau memberikan yang terbaik untuk pasangannya, dan bukan sekadar mau menerima.
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)