Author Topic: Saat Teduh  (Read 64288 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

September 16, 2014, 05:20:31 AM
Reply #130
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23456
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://saatteduh.wordpress.com/2014/09/
Allah melindungi
Posted on Senin, 15 September, 2014 by Saat Teduh

Baca: Yeremia 11:18-23
http://www.jesoes.com/alkitab/yer/11/18

Dalam pelayanan Injil, kita selalu diperhadapkan dengan risiko. Risiko pelayanan itu beragam, mulai dari ucapan yang sifatnya fitnah sampai pada tindakan kekerasan fisik. Suka atau tidak suka, kita harus siap sedia. Kesetiaan pada Allah dan kegigihan dalam pelayanan harus menjadi karakteristik setiap orang beriman.Ketaatan dan kegigihan Yeremia menjadi bukti nyata kesetiaannya kepada Allah. Karena ketaatan dan kesetiaan Yeremia, Allah melindunginya dari ancaman orang-orang yang ingin membunuhnya.

Dalam nas ini, kita melihat bagaimana keselamatan jiwa Yeremia terancam. Ancaman itu datang dari orang-orang Anatot yang berniat membunuh Yeremia (19). Motif dibalik pembunuhan berencana itu disebabkan oleh ucapan Yeremia bahwa Allah akan membinasakan kaum Israel dan Yehuda (Yer. 11:1-17). Berita yang dibawa oleh Yeremia membuat kaum Israel dan Yehuda gelisah dan marah. Awalnya Yeremia tidak tahu rencana jahat orang-orang Anatot (19). Ia mengetahui hal itu karena Allah menyingkapkan perbuatan orang-orang Anatot kepada Yeremia (18). Di satu sisi, Yeremia takut. Di sisi lain, Yeremia berserah dan berharap pada kemurahan Allah (20). Di sini, kepasrahan Yeremia memiliki dasar yang kuat. Ia percaya bahwa Allah yang mengutusnya kepada kaum Israel dan Yehuda, maka Allah juga yang akan menjamin hidupnya. Dalam kepasrahannya, Yeremia menemukan bahwa Allah itu tidak tinggal diam atas hidup orang yang berkenan di mata-Nya. Dalam kepasrahan Yeremia, Allah maju berperang dan membela hamba-Nya yang setia (22-23). Kepedulian Allah membuat Yeremia bukan saja terhibur, tetapi juga bersyukur.

Apa yang terjadi pada Yeremia bisa saja menimpa kita dalam pelayanan. Dalam Kisah Para Rasul, kita menemukan bagaimana orang-orang Kristen perdana mengalami penganiayaan dan mati martir karena Injil Kristus. Meski mereka mengalami kesulitan dalam pelayanan, perlindungan Allah selalu menyertai mereka. Kiranya perlindungan Allah pula yang menguatkan kita tatkala mengalami tantangan dan kesulitan dalam pelayanan.





Ketika Sang Nabi Meratap
Posted on Senin, 15 September, 2014 by Saat Teduh

Bacaan Alkitab hari ini:  Amos 5
http://www.jesoes.com/alkitab/am/5

Sebuah ratapan tentunya biasa kita dengar ketika terjadi bencana, tragedi atau suasana perkabungan karena meninggalnya orang yang sangat dikasihi. Akan tetapi, bagaimana jika ratapan itu justru terjadi pada situasi sebaliknya? Nabi Amos meratap justru ketika Kerajaan Israel ada dalam masa kejayaannya. Dalam ratapannya, Nabi Amos memperingatkan bahwa Israel akan mengalami kehancuran (5:2-3) dan pembuangan jauh ke seberang, yaitu ke Damsyik (5:27). Setidaknya, sampai tiga kali Nabi Amos menyerukan pertobatan bagi Israel dalam pasal 5 ini saja (5:4-6, 14-15, 24). Pengulangan seruan pertobatan ini menunjukkan bahwa umat harus segera sadar akan keberdosaan mereka dan kembali kepada TUHAN. Bukan tanpa alasan bahwa Nabi Amos meratap atas Israel dalam kejayaannya.

Kenikmatan akan kemewahan duniawi melalui cara menindas orang miskin dan beribadah kepada ilah lain telah membuat hati mereka degil. Karena semua perilaku itu seolah-olah tidak menuai konsekuensi hukuman langsung, dan malahan membawa keberuntungan secara materi, membuat Israel makin jatuh dalam dosa.

Kedegilan hati Israel mengingatkan setiap orang percaya bahwa dosa biasanya dimulai dari perasaan nyaman dan senang terhadap segala kenikmatan dari dunia meski itu mengorbankan kebenaran. Rasa nyaman yang berasal dari perbuatan dosa itu semakin membawa kita pada kejatuhan yang semakin dalam. Pada akhirnya, segala sukacita atas kenikmatan dunia itu akan berganti dengan ratapan ketika Tuhan menyatakan keadilan dan penghakiman-Nya. Segeralah sadar akan kejatuhanmu. Berbalik dan merataplah sebelum penghukuman itu terjadi atas dirimu! [FI]

Amos 5:24
“Tetapi biarlah keadilan bergulung-gulung seperti air dan kebenaran seperti sungai yang selalu mengalir.”
September 17, 2014, 05:18:44 AM
Reply #131
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23456
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://saatteduh.wordpress.com/2014/09/
Hanya dengan bertobat
Posted on Selasa, 16 September, 2014 by Saat Teduh

Baca: Yeremia 12:1-7
http://www.jesoes.com/alkitab/yer/12/1

Selingkuh rohani adalah perbuatan yang dibenci oleh Allah. Allah akan murka jika ada umat-Nya yang menyembah ilah lain. Allah tidak akan segan-segan menghukum umat-Nya demi menegakkan keadilan-Nya.

Kondisi itu terjadi juga pada masa Yeremia. Perselingkuhan rohani bangsa Israel dengan Baal membuat Yeremia geram dan muak. Dalam ayat 1-4, kita melihat bagaimana dia mengadu kepada Allah. Yeremia protes, mengapa kehidupan orang-orang fasik bukan bertambah suram, malah bertambah mujur. Semakin jahat perbuatan mereka, semakin berlimpah kekayaan mereka. Karena itu, Yeremia meminta Allah memberikan keadilan kepada bangsa Israel. Dalam 7-13, Allah menjawab Yeremia dengan janji bahwa Allah akan membinasakan bangsa Israel dengan cara membiarkan Israel dijajah oleh bangsa lain. Kejahatan Israel sudah tidak dapat ditolerir lagi oleh Allah. Bangsa Israel menyembah Baal, dan itu berarti pemberontakan terhadap Allah. Hati mereka telah menyimpang dari Allah. Penyembahan mereka kepada berhala membuat tanah yang ditempati mereka menjadi ternoda (8-11). Allah menyatakan tidak akan ada damai bagi Israel (12). Mereka akan mengalami kesusahan hidup. Segala usaha yang dilakukan oleh mereka akan sia-sia. Apa yang mereka tanam hanya menghasilkan penderitaan (13). Namun dibalik penghukuman-Nya, Allah menjanjikan pemulihan terhadap bangsa Israel. Dalam ayat 14-17, jelas terlihat bahwa Allah bukan hanya akan memulihkan status Israel sebagai bangsa, tetapi juga memberkati mereka dengan berlimpah secara jasmani. Hal itu dimungkinkan terjadi jika bangsa Israel mau kembali taat dan beribadah kepada Allah.

Besarnya hukuman bagi penyembah berhala menjadi peringatan keras untuk tidak memperhamba diri terhadap sesuatu yang bukan Allah. Jika ada sesuatu yang menempati nomor satu di dalam hidup kita selain Allah, itu pun merupakan perlawanan terhadap Allah. Untuk itu, tidak ada jalan lain selain bertobat dan kembali kepada Allah. Hanya itulah yang akan memulihkan hubungan kita dengan Allah.





Bersandar Pada Kesetiaan Allah
Posted on Selasa, 16 September, 2014 by Saat Teduh

Bacaan Alkitab hari ini:  Lukas 17
http://www.jesoes.com/alkitab/luk/17/1
http://www.jesoes.com/alkitab/1kor/6/20

Setiap orang yang mau melayani Tuhan haruslah menyadari bahwa sebaik apa pun yang mereka sedang atau telah lakukan bagi pekerjaan Tuhan, mereka tidak pernah memiutangi Tuhan (seakan Tuhan berhutang padanya atau harus berterima kasih padanya). Sebaliknya, setiap pelayan Tuhan harus melayani Tuhan dengan penuh kerendahhatian di dalam pelayanan apa pun yang mereka lakukan bagi Tuhan (17:7-10).

Kita semua adalah para pelayan Tuhan. Sebagai pelayan, kita wajib melaksanakan segala sesuatu semampu kita demi kehormatan Tuhan. Segenap kekuatan dan waktu kita harus dipakai bagi Dia, sebab kita bukan milik diri kita sendiri karena kita telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar (1 Korintus 6:20). Apa pun yang kita lakukan bagi Kristus, walaupun nampaknya lebih banyak daripada yang dilakukan orang lain, semua itu merupakan kewajiban yang harus kita kerjakan. Kita tidak mempunyai hak untuk menyombongkan diri seakan-akan kita berjasa karena berhasil menyelesaikan pekerjaan Tuhan.

Jangan pernah beranggapan bahwa kita sudah berjasa sehingga orang lain harus memuji dan berterima kasih kepada kita, sebab kesempatan melayani Tuhan justru merupakan kehormatan dan kepercayaan yang Ia berikan kepada kita. Tatkala kita sudah melayani-Nya, sekalipun benar bahwa kita telah melakukan pelayanan yang terbaik, tetap saja kita harus mengakui dengan rendah hati bahwa kita hanyalah hamba-hamba yang tidak berguna.

Setiap kali Anda selesai melakukan suatu pelayanan untuk Allah, bersyukurlah karena Allah masih berkenan memakai Anda. Anggaplah pelayanan yang Anda lakukan itu sebagai kesempatan untuk menunjukkan kasih Anda kepada Tuhan yang telah lebih dahulu mengasihi dan melayani Anda (1 Yohanes 4:19).  [FL]

Yohanes 12:26-b
“Barangsiapa melayani Aku, ia akan dihormati Bapa”
September 18, 2014, 05:28:07 AM
Reply #132
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23456
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://saatteduh.wordpress.com/2014/09/
Bila berdosa, bertobatlah!
Posted on Rabu, 17 September, 2014 by Saat Teduh

Baca: Yeremia 13:1-14
http://www.jesoes.com/alkitab/yer/13/1

Allah Israel bukanlah Allah yang kejam. Ia adalah Allah yang penuh kasih dan rahmat, serta panjang sabar. Namun kasih dan kesabaran-Nya berubah menjadi murka, saat umat-Nya menodai kesucian kasih-Nya. Kedegilan dan kecongkakan bangsa Israel menjadi penyebab utama Allah menghancurkan mereka.

Yeremia 13:1-14 berbicara tentang peringatan keras Allah kepada bangsa Israel melalui 2 contoh konkret, yaitu ikat pinggang lenan dan buyung anggur. Dari dua contoh konkret ini, Allah ingin menunjukkan kepada Yeremia apa yang akan Allah lakukan dan apa yang akan terjadi pada bangsa Israel. Simbol ikat pinggang merupakan lambang kepemilikan dan kedekatan Allah dengan Israel (11). Ikat pinggang yang baru memperlihatkan kondisi Israel yang tidak ternoda (1-2). Ikat pinggang ini dibiarkan Allah menjadi kotor dan lapuk. Kotor menandakan kegelapan hati bangsa Israel yang semakin parah (3-5). Lapuk memperlihatkan ketidakmungkinan bagi bangsa Israel untuk berbalik kepada Allah (6-7). Jika ikat pinggang sudah tidak berfungsi lagi maka yang bisa dilakukan hanyalah dibuang dan dihancurkan (7-10). Dalam ayat 12-14, simbol buyung anggur menandakan murka Allah yang sudah mencapai puncaknya. Murka Allah ini akan dicurahkan atas seluruh bangsa Israel, tanpa pandang bulu, tanpa merasa sayang, dan tanpa ampun (14).

Mungkin sekilas kita akan melihat Allah yang tampaknya begitu kejam dalam menghukum umat-Nya. Namun kita perlu ingat, dalam hal ini Allah tidak sedang bersikap sewenang-wenang. Sebelum Allah menghukum umat, Allah sudah memberikan peringatan terlebih dahulu, dan itu sudah disampaikan berulang kali. Jika umat terus mengeraskan hati, maka Allah harus menjatuhkan hukuman untuk menegakkan keadilan-Nya. Yang salah harus dihukum! Maka jangan mau terus menerus hidup di dalam dosa. Jika kita mendengarkan peringatan Allah, jika kita tahu bahwa yang kita lakukan adalah salah maka segeralah minta ampun dan bertobat. Bagaimana pun Dia adalah Allah yang lembut hati. Bila kita mohon ampun, Allah akan mengampuni kita.





Orang Farisi & Pemungut Cukai
Posted on Rabu, 17 September, 2014 by Saat Teduh

Bacaan Alkitab hari ini:  Lukas 18
http://www.jesoes.com/alkitab/luk/18/1

Dalam “Perumpamaan tentang orang Farisi dengan pemungut cukai”, Yesus membongkar kebusukan yang tersembunyi rapi dalam diri orang Farisi yang menganggap dirinya lebih benar dari semua orang yang lain. Dalam doanya, orang Farisi mengatakan banyak hal baik mengenai dirinya sendiri, yang mungkin saja benar. Ia tidak pernah melakukan dosa yang keji (menurut anggapan orang pada umumnya), yaitu ia bukan perampok, bukan lintah darat, tidak berbuat jahat terhadap siapa pun, bahkan ia berpuasa dua kali seminggu, memberi sepersepuluh dari segala penghasilannya sesuai dengan hukum Taurat (18:11-12). Semua yang dilakukannya baik dan layak dipuji. Meskipun demikian, ia tidak berkenan di hadapan Allah.

Walaupun ia memulai doanya dengan “mengucap syukur”, namun kelihatannya doa tersebut hanya sekadar tindakan lahiriah (basa-basi). Ia tidak berkata, “Karena anugerah Allah aku adalah sebagaimana aku ada sekarang” seperti halnya Paulus. Yang ada dalam pikirannya hanyalah dirinya dan kebaikannya sendiri, sehingga ia berpikir bahwa ia tidak membutuhkan apa pun, termasuk anugerah dan pertolongan Allah.

Sebaliknya, pemungut cukai itu sangat merendahkan diri. Dia datang dengan hati yang hancur serta dengan sikap pertobatan dan kerinduan akan Allah. Ia menyadari ketidaklayakan dirinya di hadapan Allah yang suci dan mulia. Walaupun doanya singkat, tapi sarat dengan permohonan yang tulus dan terus-menerus akan rahmat pengasihan Allah.

Di luar dugaan para orang Farisi, ternyata Tuhan Yesus mengatakan bahwa pemungut cukai itulah yang pulang dengan dibenarkan oleh Allah dan orang lain (orang Farisi) itu tidak. Lalu Tuhan Yesus menyimpulkannya dengan mengatakan, “Sebab barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan.” (18:14). [FL]

Mazmur 51:19
“Korban sembelihan kepada Allah ialah jiwa yang hancur; hati yang patah dan remuk tidak akan Kaupandang hina, ya Allah”.
September 19, 2014, 05:26:31 AM
Reply #133
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23456
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://saatteduh.wordpress.com/2014/09/
Ketidaksetiaan berujung pada murka Allah
Posted on Kamis, 18 September, 2014 by Saat Teduh

Baca: Yeremia 13:15-27
http://www.jesoes.com/alkitab/yer/13/15

Dalam Alkitab, Israel selalu dilukiskan sebagai mempelai Allah, demikian juga orang percaya dilukiskan sebagai mempelai Kristus. Allah dan Israel diikat dalam perjanjian suci melalui Abraham, Ishak, dan Yakub.Demikian juga orang percaya diikat dalam pernikahan suci melalui salib Kristus. Perselingkuhan Israel dengan ilah lain dapat disebut sebagai tindakan persundalan. Persundalan Israel merupakan tanda kegelapan hati mereka.

Dalam nas ini, kita melihat betapa gelapnya hati bangsa Israel. Berulang-ulang bangsa Israel menyakiti Allah dengan cara menyembah berhala. Berulang kali juga Allah memberikan kesempatan kepada bangsa Israel untuk bertobat (15-17). Namun bangsa Israel bukan saja meremehkan peringatan Allah, tetapi secara terus terang memberontak terhadap Allah. Pemberontakan mereka jelas memicu kemarahan Allah.

Melalui hamba-Nya, Yeremia, Allah menyingkapkan dengan jelas apa yang akan dihadapi oleh bangsa Israel. Jika Israel tidak bertobat, mereka akan ditawan dan diangkut dalam pembuangan oleh kerajaan Babilonia (17, 19; bdk. 2 Raj. 24:12). Menjadi tawanan dalam pembuangan dilukiskan oleh Allah sebagai masa kegelapan dan kekelaman (16). Kegelapan dan kekelaman ini bisa dapat diartikan sebagai sebuah invasi dan penaklukan bangsa Babilonia atas Israel. Karena itu, Allah mengingatkan umat-Nya, ketika saat itu tiba maka semua kebanggaan mereka akan sirna seketika. Apa yang mereka miliki akan dirampas. Tanah mereka akan dikuasai bangsa lain. Semua orang Israel akan menjadi budak bangsa lain. Pada masa itu, teriakan minta tolong bangsa Israel dilukiskan oleh Allah seperti seorang perempuan yang diperkosa (22, 26). Inilah tragedi dari sebuah persundalan. Sebab itu, Allah mengutuki Israel karena ketidaksetiaan mereka (27).

Jangan pernah berlaku tidak setia kepada Allah. Ketidaksetiaan akan berujung pada murka-Nya. Jika kita jatuh juga ke dalam dosa, bertobatlah, rendahkan diri, dan reformasi diri senantiasa di hadapan Allah. Dengan ini, pengampunan Allah akan turun dan pemulihan Allah akan mengubah hidup kita.





Yang Hilang Didapatkan-Nya
Posted on Kamis, 18 September, 2014 by Saat Teduh

Bacaan Alkitab hari ini:  Lukas 19
http://www.jesoes.com/alkitab/luk/19/1
http://www.jesoes.com/alkitab/luk/15/3
http://www.jesoes.com/alkitab/yeh/34/16

Di tengah kesibukan-Nya, bahkan hanya beberapa hari sebelum penyaliban-Nya, Tuhan Yesus masih memiliki kepedulian dan mencari yang terhilang (19:10). Inilah tujuan kedatangan-Nya (bandingkan dengan 15:3-7; Yehezkiel 34:16). Kisah pertobatan Zakheus kembali menegaskan kebenaran ini. Meskipun Tuhan Yesus dikerumuni banyak orang, Dia tidak kehabisan waktu dan perhatian terhadap pribadi perorangan. Dia bahkan melihat orang yang berada di atas pohon (Lukas 19:5)!

Sebagai seorang pemungut cukai, kemungkinan besar, Zakheus mencari nafkah dengan mengumpulkan pajak lebih besar daripada yang seharusnya ia peroleh dari rakyat. Pada masa itu, pemungut cukai dianggap sebagai tukang peras dan antek penjajah Romawi. Oleh karena itu, para pemungut cukai biasa dipandang rendah dan dimusuhi oleh masyarakat. Tuhan Yesus seringkali melihat dengan cara yang berbeda dengan kebanyakan orang. Orang banyak melihat luarnya, tetapi Ia mampu melihat sampai ke dalam hati seseorang. Ia melihat bahwa meskipun Zakheus dianggap hina dan tidak disukai masyarakat, Zakheus memiliki kerinduan dan keterbukaan terhadap Tuhan Yesus. Tuhan Yesus pun tidak mengabaikan dia, bahkan berkenan menumpang di rumah “orang berdosa” itu (19:7).

Perjumpaan dengan Sang Juru Selamat membawa pertobatan sejati pada diri Zakheus. Ia tidak merasa sayang untuk memberikan setengah dari hartanya kepada orang miskin dan ia rela mengganti rugi orang yang diperasnya (19:8). Inilah bukti dari iman sejati yang telah mengubah hidupnya. Seorang yang telah mengalami perjumpaan dengan Tuhan pasti tidak akan terus–menerus tinggal dalam dosa: kelicikan berubah menjadi ketulusan, kebohongan berubah menjadi kejujuran, dan pemerasan berubah menjadi kemurahan hati terhdap orang lain. [FL]

Yakobus 2:26
“Sebab seperti tubuh tanpa roh adalah mati, demikian jugalah iman tanpa perbuatan-perbuatan adalah mati.”
September 22, 2014, 05:28:26 AM
Reply #134
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23456
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://saatteduh.wordpress.com/2014/09/
Hidup Kebangkitan di Surga
Posted on Jumat, 19 September, 2014 by Saat Teduh

Bacaan Alkitab hari ini:  Lukas 20
http://www.jesoes.com/alkitab/luk/20/1

Kaum Saduki mencoba menjerat Tuhan Yesus dengan sebuah pertanyaan tentang kebangkitan orang mati, jika sekiranya ada kebangkitan, siapakah di antara ketujuh orang laki-laki yang menikahi wanita itu yang akan menjadi suaminya pada hari kebangkitan (20:33). Di luar dugaan mereka, jawaban Tuhan Yesus menyingkapkan bahwa kehidupan setelah kematian sungguh ada dan berbeda dengan kehidupan ragawi di bumi ini. Di surga tidak ada perkawinan seperti di bumi ini.

Ada beberapa pengajaran penting yang bisa kita ambil dari jawaban Tuhan Yesus kepada kaum Saduki yang tidak mempercayai kebangkitan (20:27):

Pertama, dalam kehidupan sekarang di bumi, perkara kawin dan dikawinkan adalah realita, hal yang lazim (20:34). Perkawinan diperlukan untuk kelanjutan umat manusia.

Kedua, dalam kehidupan yang akan datang di surga, dalam kekekalan, orang tidak akan mati dan anak-anak tidak lagi dilahirkan (20:35-36). Oleh karena itu, tidak diperlukan adanya perkawinan dan kelahiran.

Ketiga, kehidupan yang berbeda di dunia yang akan datang hanya akan dialami oleh “mereka yang dianggap layak” (20:35), yaitu orang benar yang dibangkitkan dalam anugerah untuk mendapat bagian di surga, bukan oleh usaha dan jasa seseorang.

Keempat, Tuhan Yesus sama sekali tidak bermaksud mengatakan bahwa pernikahan itu buruk—sehingga di surga orang tidak lagi kawin dan dikawinkan—tetapi bahwa di surga tidak dibutuhkan perkawinan dan kehidupan di surga berbeda—serta jauh lebih indah—dari pernikahan yang bahagia di bumi ini.

Kelima, jangan menyimpulkan bahwa orang-orang yang memiliki hubungan keluarga di bumi—suami, istri, anak-anak—tidak saling mengenal di surga. Meskipun tidak ada ikatan perkawinan, kasih yang melimpah akan selalu ada di surga, bahkan jauh lebih melimpah daripada kasih yang kita rasakan di bumi ini. [FL]

Kolose 3:1
“Karena itu, kalau kamu dibangkitkan bersama dengan Kristus, carilah perkara yang di atas, di mana Kristus ada, duduk di sebelah kanan Allah.”
September 22, 2014, 05:29:54 AM
Reply #135
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23456
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
Menjadi orang terpecaya dan dipercaya
Posted on Jumat, 19 September, 2014 by Saat Teduh

Sejak awal mula penciptaan manusia, Tuhan telah mempercayakan banyak hal kepada kita. Tuhan memperlengkapi Adam dengan kemampuan agar ia bisa bertanggung jawab mengelola segala binatang yang ada di taman Eden. Kini, tanggung jawab itu ada dalam bentuk lain seperti waktu, uang, talenta, energi dan lain-lain.

Bagaimana kita menggunakan waktu atau uang menunjukkan apa prioritas kita. Yesus sendiri dengan spesifik mengatakan hal ini di Matius 6:21 yaitu ”Dimana hartamu berada, disitu hatimu berada.” Orang-orang percaya harus mengatur bagaimana mereka menggunakan sumber penghasilan mereka, bukan semata-mata untuk kebutuhan pribadi atau kesenangan mereka saja, namun juga untuk pekerjaan Allah di bumi.

Studi terakhir menunjukkan bahwa rata-rata orang mengabiskan lebih dari lima jam di depan televisi setiap harinya. Jika diasumsikan manusia hidup hingga usia 70 tahun, maka kurang lebih empat belas tahun dari hidup kita terlewat bersama televisi. Mari bertanya kepada diri sendiri seberapa banyak keuntungan yang kita peroleh dari menonton televisi atau pergi ke bioskop, bermain video games, dan membandingkannya dengan jumlah waktu yang kita habiskan untuk Tuhan.

Hal yang sama berlaku untuk uang. Berapa rupiah yang kita keluarkan untuk kepuasaan sementara dan berapa yang kita investasikan untuk jangka panjang atau bahkan investasi kekal? Seberapa keras Anda bekerja untuk diri sendiri dan seberapa sungguh-sungguh Anda mengerjakan panggilan Allah di dunia ini? Ini adalah pertanyaan yang perlu direnungkan oleh setiap orang percaya. Sebagai pengelola yang dipercaya oleh Sang Raja ( Matius 25:14-30) seharusnya kita menyadari bahwa tujuan kita hidup di dunia ini jauh lebih besar daripada kesenangan kita sendiri.

Kita memang saat ini tinggal di dunia dengan segala hal yang ia tawarkan. Namun selalu ingat bahwa kewarganegaraan kita yang sebenarnya bukan dari dunia ini, melainkan dari kerajaan Allah. Pastikan Anda tidak mengecewakan Tuhan yang telah mempercayai Anda sebagai pengelola. Susun kembali prioritas Anda dan bertanyalah kepada Tuhan apakah ini yang Ia mau dengan menempatkan kita di dunia. Selalu ingat apa yang Alkibat katakan dalam Efesus 5: 15 ditulis “Sebab itu, perhatikanlah baik-baik cara hidupmu. Jangan hidup seperti orang-orang bodoh; hiduplah seperti orang-orang bijak.”

Salah satu langkah yang bisa Anda ambil untuk menjadi pengelola yang baik adalah dengan mulai memikirkan investasi kekal, yaitu untuk pekerjaan Tuhan di bumi. Sebagai pelayanan media, program TV CBN telah menjadi alat yang efektif dalam mengabarkan kasih Tuhan kepada jutaan masyarakat. Mari ikut terlibat sekarang dengan menjadi mitra CBN, dan Anda telah memastikan banyak orang hidupnya dipulihkan Tuhan. Info lebih lanjut tentang pelayanan CBN dan bagaimana cara mendukungnya, klik disini (link to http://www.jawaban.com/index.php/about_cbn/give_to_cbn.html).

Ada sebuah GIFT menarik bagi Anda yang bergabung sekarang.

Sumber: http://www.gty.org
September 22, 2014, 05:32:24 AM
Reply #136
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23456
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
Hiduplah di saat ini!
Posted on Sabtu, 20 September, 2014 by Saat Teduh

Tahukah Anda, bahwa ada 3 tipe manusia di dunia ini?

Yang pertama, adalah manusia yang hidup di masa lalu. yang menyesali kejadian-kejadian yang sudah lewat. Marah akibat masa lalunya. Orang tipe ini menghukum dirinya dengan selalu mengatakan pada dirinya, “Aku bodoh. Aku malas” dan lain-lain.

Yang kedua, adalah manusia yang hidup di masa yang akan datang. Yang selalu memulai segala sesuatunya dengan kata “Nanti” dan “Apabila”. “Saya akan mulai menabung tapi nanti kalau gaji saya sudah mencapai 10 juta sebulan. Apabila saya sudah berada di level eksekutif perusahaan, saya akan mulai memperhatikan kesehatan saya” dan lain-lain.

Sesungguhnya kedua tipe orang tersebut adalah orang-orang yang hidupnya tidak bahagia. Rasa tidak bahagia itu sepergi magnet menarik hal-jal yang buruk datang kepada mereka dan membuat hidupnya berantakan.

Karena itu, hiduplah sebagai orang tipe yang ketiga. Hidup di saat ini, berubahlah menjadi orang yang bahagia saat ini! Sebab kebahagian juga seperti magnet yang akan menarik hal-hal yang baik masuk ke dalam hidup kita.

Pikirkanlah bagamian di setiap harinya kita harus hidup. Dimulai dengan langkah kecil tapi menuju kesebuah perubahan besar di masa mendatang.

Ada pepatah yang mengatakan, “Belajar dari masa lalu, hidup di hari ini dan berpengharapan untuk masa mendatang.” Tempatkanlah diri kita di hari ini bukan masa lalu maupun masa mendatang!

Efesus 5:15 <Karena itu, perhatikanlah dengan seksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif.>





Siap Sedia Akan Akhir Zaman
Posted on Sabtu, 20 September, 2014 by Saat Teduh

Bacaan Alkitab hari ini:  Lukas 21
http://www.jesoes.com/alkitab/luk/21/1

Ketika orang-orang mengagumi Bait Allah yang indah dan megah pada masa itu, Tuhan Yesus justru mengungkapkan kepada murid-murid-Nya bahwa “akan datang harinya di mana tidak ada satu batu pun akan dibiarkan terletak di atas batu yang lain” (21:6). Mendengar penyingkapan bencana tragis yang akan terjadi itu, bisa dipahami bila murid-murid terkejut dan bertanya mengenai kapan hal itu akan terjadi dan apa tandanya (21:7). Tuhan Yesus tidak langsung menjawab soal kapan dan bagaimana kehancuran Bait Allah serta kedatangan akhir zaman, tetapi Dia memperjelas gambaran yang mengerikan dari akhir zaman, seperti pergolakan bangsa-bangsa, peperangan yang semakin hebat, bencana alam,  wabah penyakit dan kelaparan, penganiayaan, dan penyesatan.

Penekanan Tuhan Yesus bukanlah mengenai “kapan-nya”, tetapi kepada persiapannya, yaitu bagaimana orang percaya harus mengantisipasi (menyiapkan diri untuk menghadapi) datangnya akhir zaman. Nubuat Tuhan Yesus ini dapat menunjuk kepada dua peristiwa:

Pertama, bencana jangka pendek, yakni kehancuran Bait Allah—pusat keagamaan Israel—yang digenapi 40 tahun kemudian (pada tahun 70) setelah Jendral Titus dari Roma mengepung kota Yerusalem selama 134 hari.

Kedua, bencana yang akan terjadi di akhir zaman. Apa yang harus dilakukan oleh orang percaya? Ada beberapa petunjuk yang diberikan Tuhan Yesus:

    Pertama, jangan tersesat oleh pengajaran palsu (21:8).
    Kedua, jangan terkejut (karena tidak siap, 21:9).
    Ketiga, jangan memikirkan pembelaan bila menghadapi pengadilan (21:14). Artinya, jangan kuatir dan menjadi defensive (bersikap membentengi diri), melainkan percayakan diri kepada pemeliharaan Tuhan dan pertolongan ROH KUDUS.
    Keempat, memakai kesempatan untuk bersaksi (21:13).

[FL]

 

Lukas 21:36
“Berjaga-jagalah senantiasa sambil berdoa, supaya kamu beroleh kekuatan untuk luput dari semua yang akan terjadi itu, dan supaya kamu tahan berdiri di hadapan Anak Manusia.”.
September 22, 2014, 05:34:12 AM
Reply #137
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23456
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://saatteduh.wordpress.com/2014/09/
Keseimbangan dalam hidup
Posted on Minggu, 21 September, 2014 by Saat Teduh

Sadarkah Anda, bahwa sekarang ini ada banyak hal yang tidak berjalan sebagaimana mestinya?

Manusia bisa membangun gedung-gedung cakar langit yang sangat tinggi, namun kesabarannya sangat rendah.

Manusia bisa membuat taman yang luas, namun sudut pandangnya tetap saja sempit.

Manusia bisa melipat gandakan harta miliknya, namun nilai dirinya terus berkurang.

Manusia bisa mengajar lebih banyak, namun melakukannya lebih sedikit.

Manusia lebih mau memerintah, namun tak mau diperintah.

Manusia banyak merencanakan, namun sedikit yang bisa dicapai.

Manusia banyak yang menjadi orang-orang besar, namun sifat dan  karakternya tetap kerdil…

Penghasilan yang diperoleh semakin banyak, tapi keharmonisan antara suami dan isteri semakin sedikit.

Punya banyak rumah mewah dan mobil mahal, tapi keluarga berantakan.

Tidak sedikit yang mengaku dirinya sebagai orang yang taat beribadah, tapi perkataan dan tingkah lakunya sangat berlawanan…

Jangan cepat merasa puas dengan apa yang sudah diperoleh saat ini, yang penting adalah apakah semua itu berkeseimbangan dengan kehidupan kita?

Karena hidup tidak diukur dari berapa banyak yang kita miliki dan kedudukan apa yang sudah kita capai saat ini, melainkan dengan rasa cukup dan bagaimana kita mengisi hari-hari yang TUHAN percayakan untuk kita jalani.

Lukas 12:15 <Kata Yesus lagi kepada mereka: “Berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap segala ketamakan, sebab walaupun seorang berlimpah-limpah hartanya, hidupnya tidaklah tergantung daripada kekayaannya itu.>





Kegagalan Bukanlah Akhir
Posted on Minggu, 21 September, 2014 by Saat Teduh

Bacaan Alkitab hari ini:  Lukas 22
http://www.jesoes.com/alkitab/luk/22/1

Peristiwa penyangkalan Petrus sebanyak tiga kali terhadap Tuhan Yesus sering dipakai untuk menggambarkan kegagalan iman yang memalukan dari seorang pengikut Kristus. Bukankah beberapa jam sebelumnya, Petrus dengan penuh keyakinan berkata bahwa ia bersedia masuk penjara, bahkan mati demi Tuhan Yesus (22:33)? Bagaimana mungkin bahwa pada malam Tuhan Yesus ditangkap, ia sekonyong-konyong berbalik 180 derajat dari komitmennya untuk tetap setia, dan ia menjadi pribadi yang menyangkal bahwa ia mengenal Tuhan Yesus (22:57, 58, 60)?

Petrus sesungguhnya adalah sosok yang memiliki keberanian besar. Siapakah murid yang masih mengikuti Tuhan Yesus (sekalipun dari kejauhan), padahal murid-murid yang lain tidak ada yang berani, bahkan ada yang lari terbirit-birit? Siapakah yang berani membela Tuhan Yesus dan menghunuskan pedangnya  pada salah seorang anggota gerombolan yang hendak menangkap Tuhan Yesus? Siapakah yang berani berada di tengah kerumunan orang banyak yang berkumpul di dekat halaman Imam Besar Kayafas yang sangat ingin menyalibkan Tuhan Yesus? Semuanya itu jelas menyingkapkan sisi keberanian Petrus.

Petrus adalah seorang yang berani dan berkomitmen, namun bisa lemah dan jatuh. Sungguh menarik untuk menyimak bahwa Tuhan Yesus bukan hanya tahu bila Petrus akan menyangkal Dia, tetapi Ia juga telah mendoakan Petrus (22:32).

Kegagalan tidak-lah harus tinggal terus sebagai kegagalan. Tuhan Yesus percaya bahwa Petrus akan insaf. Tuhan Yesus juga tidak pernah kehilangan pengharapan terhadap diri kita, sekalipun kadang-kadang kita gagal dan mengecewakan Dia. Kegagalan merupakan pengalaman yang berharga bila kita mau jujur terhadap diri sendiri, mengakuinya, memohon pertolongan Tuhan, dan bangkit kembali. [FL]

Mazmur 37:24
“Apabila ia jatuh, tidaklah sampai tergeletak, sebab TUHAN menopang tangannya.”
 
September 23, 2014, 05:22:01 AM
Reply #138
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23456
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://saatteduh.wordpress.com/2014/09/
Komitmen panggilan
Posted on Senin, 22 September, 2014 by Saat Teduh

Baca: Yeremia 15:10-21
http://www.jesoes.com/alkitab/yer/15/10
http://www.jesoes.com/alkitab/yer/1/18

Mengikut Tuhan bukan perkara mudah. Itulah fakta yang disodorkan melalui kehidupan tokoh-tokoh Alkitab, dari Abraham hingga Rasul Yohanes. Hari ini kita menyaksikan kenyataan yang sama dalam satu adegan kehidupan Yeremia. Ia meratap, mempertanyakan jalan hidupnya, seraya menggugat Tuhan.

Yeremia merasa telah memberi yang terbaik dalam mengikut Tuhan, tetapi kini ia berada di tepi jurang. Memang ketika Tuhan memanggil, Tuhan memberi jaminan kokoh bahwa ia akan “menjadi tiang besi dan … tembok tembaga” (Yer. 1:18), yang akan berdiri tegak melawan seluruh bangsanya dan para pemimpinnya. Namun di tengah kehidupannya mengikut Tuhan, ia merasakan hantaman yang begitu hebat sehingga ia bertanya-tanya, jangan-jangan besi dan tembaga pun sebenarnya tak sekuat yang semula ia kira (12).

Yeremia sudah memberikan yang terbaik, yang bisa ia persembahkan kepada Tuhan. Ia memelihara hidup yang kudus, baik dalam ranah pribadi (16) maupun publik (17), tetapi mengapa hidupnya sengsara dan penuh keluh-kesah? Yeremia merasa bahwa Tuhan berlaku tak adil (18). Namun Tuhan tidak menjawab Yeremia menurut syarat dan ketentuan yang Yeremia sodorkan; sebaliknya Ia menawarkan perspektif yang baru: kehidupan orang-orang di sekitar memang seringkali menggiurkan, tetapi panggilan yang unik menuntut komitmen yang tak kalah unik. Tuhan pun menegaskan bahwa sebaik-baiknya pelayanan, bukan berarti manusia memiutangi Tuhan.

Mengiakan panggilan Tuhan menuntut komitmen tunggal: dalam kehidupan pribadi maupun publik, dalam perkataan juga seluruh hidup. Tuhan kembali menegaskan janji-Nya kepada Yeremia bahwa Ia akan menjadi “tembok berkubu dari tembaga” (20), kali ini dengan klarifikasi bahwa kekuatan Tuhan di balik tembok tembaga ini akan terbukti bukan karena diabaikan orang, tetapi justru karena kuat berdiri tegak di tengah peperangan terhebat sekalipun (20-21). Tuhan tidak menjanjikan panggilan-Nya akan nyaman, tetapi Ia berjanji bersama kita melalui pergumulan terhebat sekalipun.





Satu Misi Banyak Tanggapan
Posted on Senin, 22 September, 2014 by Saat Teduh

Bacaan Alkitab hari ini:  Lukas 23
http://www.jesoes.com/alkitab/luk/23/1

Saat Tuhan Yesus ditangkap dan disalibkan, ada berbagai respons:

Pertama, Herodes—yang sudah lama mendengar bahwa Tuhan Yesus banyak melakukan mujizat—berharap untuk melihat bukti berita tersebut, tetapi Tuhan Yesus tidak mau mengucapkan sepatah kata pun kepadanya. Akhirnya, raja yang jahat ini mengolok-olok Tuhan Yesus karena keinginannya tidak terpenuhi (23:11).

Kedua, Pilatus—yang tahu bahwa Tuhan Yesus tidak bersalah sehingga tidak pantas dihukum mati—mengorbankan keadilan dengan menghukum orang yang tidak bersalah dan bersahabat dengan orang fasik (23:24-25) agar bisa menyenangkan orang banyak.

Ketiga, Barnabas—pelaku kriminal yang pantas dihukum mati, namun dibebaskan karena Tuhan Yesus yang tidak bersalah menempati posisinya (23:25)—mungkin tak pernah bersyukur dan tidak ikut melihat bahwa Tuhan Yesus menggantikan dirinya. Ia begitu senang terbebas dari hukuman mati, namun hidupnya tetap terbelenggu oleh dosa dan kehidupan lamanya.

Keempat, Orang banyak—yang ikut berteriak untuk meminta agar Tuhan Yesus disalibkan (23:21-23), lalu menyaksikan bagaimana Tuhan Yesus menghadapi kematian (termasuk menyaksikan bagaimana Tuhan Yesus berdoa memohon pengampunan bagi mereka, 23:34)—akhirnya memukul-mukul diri sebagai tanda penyesalan (23:48) setelah sadar bahwa Tuhan Yesus adalah orang yang baik dan benar, namun diperlakukan dengan tidak adil.

Kelima, Penjahat—yang diampuni setelah menunjukkan sikap pertobatan saat sadar bahwa dirinya bersalah dan pantas dihukum—menunjukkan iman yang besar ketika meminta Tuhan Yesus mengingat dirinya (23:42), padahal saat itu Tuhan Yesus tidak tampak sebagai Sosok yang dapat menyelamatkan.

Keenam, Yusuf dari Arimatea—yang sebelumnya mengikuti Tuhan Yesus secara sembunyi-sembunyi—akhirnya menunjukkan keberanian yang besar ketika secara terang-terangan menurunkan tubuh Tuhan Yesus dari salib dan memberikan kuburan miliknya untuk mayat Tuhan Yesus. [FL]

Roma 5:6
“Karena waktu kita masih lemah, Kristus telah mati untuk kita….”
September 24, 2014, 05:23:13 AM
Reply #139
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 23456
  • Gender: Male
  • 1 kor 9 : 16
http://saatteduh.wordpress.com/2014/09/
Sudah ditebus
Posted on Selasa, 23 September, 2014 by Saat Teduh

Baca: Yeremia 16:1-21
http://www.jesoes.com/alkitab/yer/16/1


Hati manusia dilingkupi oleh dosa yang begitu kelam sehingga terkadang kita sendiri tidak menyadari betapa jauh kita telah terhilang. Ini dialami oleh bangsa Yehuda yang merasa bahwa generasi mereka yang hidup dalam masa Reformasi Yosia lebih baik daripada orang tua mereka yang hidup di bawah pemerintahan Raja Manasye. Namun Tuhan mengatakan bahwa mereka tidak kalah jahatnya daripada orang tua mereka (12).Secara lahiriah mereka tunduk pada ritual-ritual keagamaan yang kembali ditegakkan oleh Raja Yosia, tetapi urusan hati, siapa tahu?

Puji Tuhan, bagi Dia murka-Nya bukanlah kata akhir. Ia berjanji bahwa ketika urusan dosa telah diselesaikan dan hukuman telah dijatuhkan, akan ada keluaran kedua: kali ini bukan dari tanah Mesir, melainkan dari Babel (“tanah Utara”, 15). Keluaran ini akan menjadi kelegaan yang luar biasa, melampaui keluaran pertama, sehingga akan menjadi kenangan bersama yang tak terlupakan oleh bangsa Israel (15-16). Penghukuman Tuhan akan berakhir dan umat-Nya akan kembali merayakan kehidupan yang Ia pimpin, berkati, dan lindungi (19). Tuhan sekali lagi akan menjadi tempat mereka bernaung dan mendapat kelepasan.

Yeremia menggambarkan bahwa ketika Tuhan memulihkan umat-Nya, maka berbagai bangsa dari seluruh penjuru dunia akan datang dalam pertobatan. Mereka mengenal Allah yang hidup dan sejati melalui kehidupan umat yang sudah dipulihkan (19-21).

Kita tahu sekarang bahwa keluaran yang Yeremia janjikan hanya bayang-bayang dari keluaran sejati yang Tuhan kerjakan bagi seluruh manusia: Ia bukan saja memberikan kelegaan dari penjajahan duniawi, tetapi kemerdekaan kekal dari kuasa dosa dan maut. Melalui kematian Kristus di salib, dosa kita ditebus dan “tidak ada lagi penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Kristus Yesus” (Rm. 8:1). Kitalah “bangsa-bangsa dari ujung bumi” yang diundang mengenal Kristus dan karya penebusan-Nya! Puji Tuhan, kitalah umat yang dituntun-Nya keluar dari kegelapan pada kehidupan kekal! Maka marilah bersaksi bagi-Nya.





Doa mohon kesembuhan
Posted on Selasa, 23 September, 2014 by Saat Teduh

Bacaan Alkitab hari ini:  Mazmur 41
http://www.jesoes.com/alkitab/mzm/41/1

Mazmur ini merupakan bagian dari ritual (upacara) permohonan kesembuhan di Bait Allah yang diangkat dari pergumulan Daud ketika menghadapi pengkhianatan pada waktu sakit. Pada waktu Daud sakit dan keadaannya begitu lemah, wajar kalau ia membutuhkan penghiburan dari  orang lain. Akan tetapi, yang didapatkan justru hanya dusta dan pengkhianatan yang dilakukan oleh  orang-orang terdekatnya. Bebannya semakin berat karena musuh-musuhnya sangat menginginkan kematiannya.

Di tengah pergumulan seperti di atas, Daud mempunyai keyakinan bahwa Allah adalah Allah yang menyatakan belas kasihan. Ia tidak berlaku seperti orang-orang terdekatnya. Keyakinan itu mendorongnya untuk memohon belas kasihan Tuhan agar beroleh kesembuhan, karena ia sadar bahwa sakit yang dialaminya adalah karena dosa. Menurutnya, orang yang tidak pernah mau menolong sesama—apalagi yang lemah—tidak mempunyai hak untuk mencari pertolongan TUHAN pada waktu krisis. Ia yakin bahwa Allah akan memulihkannya dan menopangnya. Oleh karena itu, ia berbahagia karena sebagai raja, ia telah memperhatikan orang yang lemah. Itulah sebabnya, pemazmur mengawali mazmur ini dengan seruan berbahagia. Siapa yang berbahagia? Yaitu orang yang memperhatikan orang lemah. Mengapa berbahagia? Karena Tuhan akan melindungi dan memelihara nyawanya serta akan menyembuhkan dia dari sakit yang ia derita. [CG]

Mazmur 41:2-4
“Berbahagialah orang yang memperhatikan orang lemah, TUHAN akan meluputkan dia pada waktu celaka. TUHAN akan melindungi dia dan memelihara nyawanya, sehingga ia disebut berbahagia di bumi; Engkau takkan membiarkan dia dipermainkan musuhnya! TUHAN membantu dia di ranjangnya waktu sakit; di tempat tidurnya Kaupulihkannya sama sekali dari sakitnya.”
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)